
Nampak dua pendekar melesat menggunakan jurus peringan tubuhnya. Pendekar itu adalah Badrun dan Rukmana. Mereka memggunakan pakaian yang ada tambalannya agar orang lain tak mengenal mereka.
Mereka hanya menapaki dedaunan sebagai pijakan. Mereka sudah 2 bulan mencari informasi tentang badai petir tersebut. Namun belum mendapat informasi apapun.
"Kang... Kita akan memasuki wilayah kerajaan Awan. Apakah kita berhenti dulu untuk mencari informasi atau kita memutar saja?" ucap Rukmana sambil melesat.
"Hem.... Kita masuk saja.. Ayooo kita turun..." ucap Badrun.
Mereka berdua lalu turun lalu jalan kaki.
Jarak mereka dengan perbatasan kurang lebih 1 kilometer.
Baru 300 meter mereka berjalan,mereka bertemu dengan warga yang keluar dari desa itu dan ada sebuah warung makan yang sederhana tak jauh dari mereka.
"Kang.... Kita mampir dulu ke warung itu,siapa tahu kita dapat informasi di sana" ucap Rukmana.
"Oke... Ayoo kita kesana..." ucap Badrun.
Mereka pun masuk kedalam warung tersebut.
Lalu duduk di pojokan. Tak lama kemudian pelayan warung mendatangi mereka.
"Selamat datang tuan dan nyonya...
"Mau pesan apa?" ucap Pelayan itu ramah.
"Kami pesan makan 2 porsi dan minumannya kelapa muda 2 biji." ucap Badrun.
"Baik...Saya akan membuat pesenan Tuan dan nyonya" ucap Pelayan itu lalu pergi kedalam.
Nampak 4 orang duduk 1 meja.
"Sungguh beruntung itu Sumarno.. Ia membawa kabur Istri dan anaknya setelah mendengar perintah Gusti Prabu Permadi untuk membunuh bayi yang baru lahir saat kejadian badai petir waktu itu..." ucap Pengunjung A.
"Iya... Tapi dia jadi buronan,karena di cap sebagai penghianat." ucap Pengunjung B menimpali.
"Kalian sudah mendapat kabar terbaru apa belum?" ucap Pengunjung C.
"Kabar apaan? jika sayembara tentang kepala Sumarno aku sudah tahu..." ucap Pengunjung B.
Badrun dan Rukmana mendengar percakapan mereka.Jarak antara Mereka 6 meter saja.
Meskipun mereka berbicara dengan lirih,Rukmana dan Badrun tetap bisa mendengarnya.
"Sini mendekat...." ucap pengunjung C
Pengunjung A,B dan D kepala mendekat ke tengah meja.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan dan minuman di dalam nampan.
"Ini Tuan dan nyonya pesanannya.." ucap Pelayan.
"Iya... Terima kasih.." ucap Badrun dan Rukmana
"Kerajaan Awan 4 bulan lagi akan menggempur Kerajaan Padjajaran." ucap Pengunjung C berkata lirih.
__ADS_1
"Heeee..... !!!??? Pengunjung A,B dan D terkejut.
"Itu berita asli apa berita palsu? Nanti berita palsu lagi" ucap pengunjung A berkata lirih.
"Asli ... Soalnya aku punya kerabat yang menjadi abdi dalam kerajaan Awan." ucap Pengunjung C berkata lirih.
"Ouuhhh.... Begitu.... " ucap Pengunjung A.
"Berarti wilayah kekuasaan Gusti Prabu Permadi akan semakin Luas." ucap Pengunjung D.
"Pelayan....." ucap pengunjung C berkata nyaring.
Pelayan yang mendengar lalu berjalan ke arah suara tersebut.
"Berapa semua makanan dan minuman ini? ucap Pengunjung C.
"Semuanya 30 keping perak tuan..." ucap Pelayan.
Pengunjung C lalu mengeluarkan kantong yang terbuat dari kain,lalu mengeluarkan uang koin yang diminta.
"Ini...." ucap Pengunjung C sambil memberikan uangnya.
"Ayooo kita lanjut lagi perjalanan kita.." ucap Pengunjung C lalu berdiri.
Ketiga temannya ikutan berdiri lalu mereka pergi meninggalkan warung makan tersebut.
"Hem.... Rupanya Kerajaan awan akan menyerang kerajaan Padjajaran..." ucap Rukmana dalam hati.
"Setelah ini...Kita akan pergi ke kerajaan Padjajaran" ucap Badrun menelepati Rukmana.
Tak lama kemudian mereka telah selesai makan,
"Pelayan....." ucap Badrun berkata nyaring.
Pelayan itu lantas berjalan menghampiri Badrun.
"Berapa semuanya?" ucao Badrun.
"12 keping perak tuan..." ucap Pelayan.
Badrun lalu mengeluarkan uangnya, Kemudian menyerahkan uang itu peda pelayan tersebut.
Setelah membayar,Mereka keluar warung lalu melesat ke arah kerajaan Padjajaran menggunakan jurus peringan tubuh.
----***----
Kerajaan Padjajaran.
Nampak Raja prabu Aji Awalludin sedang duduk di kursinya.Ia sedang membahas masalah berita dari mata - mata yang ia taruh di wilayah musuh.
"Gusti Prabu... Jika kerajaan Awan benar - benar menyerang kita,kita akan kalah. Karena jumlah prajurit mereka lebih banyak dari pada prajurit kita " ucap senopati Anom.
"Lebih mati memperjuangkan tanah kelahiran kita dari pada hidup menjadi pengecut...
"Rakyat menaruh harapan ke kita? jika kita menyerah,yang ada kita jadi pengecut dan jadi bawahan Raja Permadi yang tamak itu." ucap Raja Prabu Aji Awalludin.
__ADS_1
Tak lama kemudian,datanglah prajurit membawa surat.
"Ampun Gusti Prabu... Hamba datang membawa surat balasan dari kerajaan Manggala dan kerajaan Bulan." ucap Prajurit tersebut.
"Bawa kemari suratnya.." ucap Raja Prabu Aji Awalludin.
Prajurit yang membawa surat maju kedepan sambil berjalan menunduk.
Nampak Raja Prabu Aji Awalludin menerima dua surat, lalu ia membuka semuanya,setelah itu membaca dua surat secara bergantian.
"Kerajaan Manggala bersedia membantu,Mereka akan mengirimkan 6.000 prajuritnya.tapi dengan syarat barang - barang yang masuk ke dalam wilayah kita minta di bebaskan dari pajak dan setiap pembelian juga minta dibebaskan pajaknya....
"Sedangkan kerajaan Bulan hanya bisa mengirimkan 3.000 prajuritnya,ia tak meminta syarat apapun...." ucap Raja Prabu Aji Awalludin sambil menutup surat terakhir yang ia baca.
Nampak para bawahan Raja sedang berbicara satu sama lain.
"Kita hanya memiliki 7800 prajurit.Jika semuanya datang maka jumlahnya 16.800 prajurit itu pun sudah termasuk perguruan yang ada disini.,sedangkan kerajaan Awan memiliki pasukan lebih dari 20.000 prajurit..
"Itu lebih bagus daripada kita melawan sendirian....
"Raja Manggala jika membeli barang sangat banyak. Kemarin saja mereka membeli pisang kita sebanyak 700 tandan pisang lalu Kentang sebanyak 2 Ton.....
"Menurutku,tidak apa - apa jika Kerajaan Manggala minta di bebaskan pajaknya,sebab yang lebih utama itu keselamatan Rakyat." ucap Raja Prabu Aji Awalludin.
Para bawahan Raja nampak terdiam.
"Bagaimana menurut kalian...Apakah keputusanku ini benar atau salah?" ucap Raja Prabu Aji Awalludin.
"Benar Gusti Prabu..." ucap para bawahannya serempak.
"Baiklah......
"Senopati Anggara... Segera kirim surat ke kerajaan Manggala. Bahwa Prabu Aji Awalludin bersedia membebaskan pajaknya.." ucap Raja Prabu Aji Awalludin.
"Daulat Gusti Prabu..." ucap senopati Anggara.
Senopati Anggara lantas keluar dari ruang pertemuan tersebut.
"Semoga saja mereka tidak memajukan penyerangannya. Jika mereka memajukan peperangan ini,maka kita akan kalah telak." ucap Raja Prabu Aji Awalludin dalam hati.
---***---
Dalam sebuah kamar.
Saat ini usia Udin 2 Bulan
Nampak Udin sedang di susui oleh Sumarni.
Sumarni melihat bola mata Udin dengan seksama
Nampak bola mata Udin memutih,Lama kelamaan Sumarni melihat ada titik - titik warna warni di mata Udin.
"EH......!!!??? Sumarni terkejut.
"A....A...Apa yang sebenarnya terjadi?Mengapa mata Raden Syaifudin matanya bisa seperti itu !!" ucap Sumarni dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian,Sumarni telah selesai memberikan air Asinya,lalu ia beralih ke anaknya. Senopati Anggara membawa anaknya Sumarni ke kerajaan,sebab usia anak sumarni baru 5 bulan. Anak Sumarni itu di beri Nama Kumala Sari.