
Andin melesat terbang dengan kecepatan penuh.
"Pakde..." ucap Udin.
"Iya bos...Ada Apa?? ucap Paijo.
Udin mengeluarkan Hp milik Paijo.
"Ini dapat darimana?" ucap Udin sambil memegang Hp.
"Itu pemberian dari Shan Bos...." ucap Paijo.
"Oooo.... Dikasih paman Shan....Neh Hpnya Pakde" ucap Udin mengembalikan Hp tersebut.
"Buat Bos saja..." ucap Paijo menolak.
"Emmmoooh.... Banyak video gak jelas,bikin mata Udin sakit melihatnya" ucap Udin. sebab di Hp itu videonya kebanyakan Cewek mandi disungai.
Paijo lalu menerima HP tersebut.
Udin menggunakan jurus menghilangnya dan menghilangkan aura keberadaannya.
Mereka hampir sampai di kediaman Kiasar Chang Li Wan.
Nampak Ribuan prajurit berbaris Rapi di Pelataran Istana.
"Mereka mau perang kah? kok banyak sekali prajurit Disini" ucap Udin.
"Bisa jadi Bos,Soalnya aku lihat 10 Km lagi ada rombongan kerajaaan menuju kesini." ucap Kuwi yang melihat ada rombongan Prajurit dari kerajaan lain dilihat dari gambar bendera yang berbeda dari kekaisaran Chang.
"Bibi Andin...Berubahlah menjadi manusia" ucap Udin.
Andin mendengar perintah dari Udin melakukan apa yang diperintahkan oleh Udin.
"Nah sekarang kita temui Paman Wan." ucap Udin.
Kemudian mereka turun kebawah. Udin digendong oleh Juminten.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan pintu masuk.
Para penjaga terkejut melihat Rombongan Udin datang secara tiba - tiba.
"Siapa kalian" ucap salah satu prajurit jaga A yang belum pernah melihat Udin dan teman - temannya itu . salah satu prajurit jaga menodongkan senjata tombaknya kearah rombongan Udin.
Salah satu prajurit yang agak jauh melihat rombongan Udin yang dicegat oleh prajurit jaga. kemudian berlari mendekat ke arah Udin.Sebab prajurit itu pernah melihat Udin sewaktu berjalan dengan Kaisar Chang Li Wan.
"Pak de.... Tolong dong.. Udin malas ngeladeninnya" ucap Udin sambil menyandarkan kepalanya dipunggung Juminten.
"Kami keluarga Chang Li Wan." ucap Paijo . Paijo enggan menyebut Chang Li Wan dengan sebutan yang mulia.
"Lancang sekali kau menyebut nama yang mulia kaisar kami." ucap Penjaga B mengeluarkan Pedang dari sarungnya.
Para penjaga itu mengeluarkan senjatannya. hendak menyerang rombongan Udin..
"BERHENTIIII..........." teriak prajurit C yang tadi melihat Udin dari kejauhan sambil berlari.
Para prajurit jaga yang hendak menyerang menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah sumber teriakan itu.
"Hossh.... Hoosssh.... Hoosssh.... Dia adalah Tuan Muda Udin dan nyonya muda Rissa " ucap Prajurit C yang sudah dekat dengan Udin.
"Maksudmu apa?" ucap Prajurit A tak paham.
"Mereka ini keponakannya yang mulia kaisar " ucap Prajurit C.
"APAAAAAAAAA.....!!!!??? para penjaga itu terkejut.
Kemudian para prajurit jaga itu menjatuhkan senjatanya lalu bersujud
"MAAFKAN KAMI TUAN MUDA DAN NYONYA MUDA,KAMI TIDAK TAHU" ucap mereka serempak sambil bersujud.
"Iya... " ucap Udin lalu turun dan berjalan masuk kedalam.
Udin melihat banyak sekali prajurit yang berjaga didalam tidak seperti biasanya.
Terdengar suara dari ruang singgasana sangat ramai seperti didalam pasar.
"TUAN MUDA UDIN DAN ISTRINYA MEMASUKI RUANGAN" ucap Kasim dengan Qi.
"Jangkreeekk..... Bisa gak seh Amplinya dikecilin.." ucap Udin dalam hati.
Ruangan yang semula ramai kini menjadi hening. tak ada suara sepatah kata pun.
Udin melihat Kaisar Chang Li Wan Nampak seperti membahas sesuatu dengan para bawahannya.
"PAMAN WAN........ "teriak Udin sambil melambaikan tangannya ke arah Kaisar Chang Li Wan.
Kaisar Chang Li Wan turun dari singgasana kemudian terbang menuju Udin.
"Dari mana saja kamu Nak" ucap Kaisar Chang Li Wan khawatir .Sambil memeluk Udin.
Sebab Kaisar Chang Li Wan tidak mendapat kabar dari anak buahnya yang mencari keberadaan Udin,ia mengira Udin akan pergi ke Organisasi Tengkorak Tiga Daun itu. Sebab ada 2 penyusup dari Organisasi Tengkorak Tiga Daun itu masuk dalam istana,untungnya Mereka berhasil ditangkap lalu di introgasi.. Mereka disuruh oleh Ketuanya untuk meminta imbalan yang lebih besar pada Mei Yeyen,sebab anak buahnya tewas dibunuh ketika menjalankan misi tersebut. Kemudian Kaisar Chang Li Wan berencana meyerang Organisasi Tengkorak Tiga Daun Esok hari jika Udin belum ditemukan. Kaisar Chang Li Wan juga telah menghubungi kerajaan yang berada dibawah kekuasaanya untuk menanyakan keberadaan Udin memakai batu komunikasi. Namun tak satupun dari mereka mengetahui keberadaan Udin.
Kembali Udin saat ini.
"Habis jalan - jalan Paman." ucap Udin.
Kaisar Chang Li Wan kemudian melepaskan pelukannya.
"Kenapa tidak memberi tahu paman jika mau jalan - jalan" ucap Kaisar Chang Li Wan menjadi lega ketika mengetahui Udin hanya jalan - jalan saja.
"Ya maaf paman Wan....
"Tadi Udin langsung maen pergi saja,soalnya keburu malam" ucap Udin.
"Lain Kali bilang ya Nak... Biar Paman tidak khawatir,Sebab paman pikir nak Udin pergi ke organisasi Tengkorak Tiga Daun itu." ucap Paman Wan.
"EH....!!!!
"Paman Wan kok tau Udin habis dari sana... " ucap Udin dengan polosnya.
"HAAAAAAAAAA....... semua orang yang hadir disana menjatuhkan rahangnya ke bawah.
"Se....Se....Se..Serius itu Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan gak percaya.
"Ya Udin Serius Paman Wan.....
"Udin gak berani bohong Paman Wan...
",kalau berbohong Udin berdosa,jika Berdosa Udin bisa masuk neraka. Kalau gak percaya tanya saja sama Pakde Paijo Paman Wan....
"Iya Kan Pakde.... "Ucap Udin.
"Apa benar yang dikatakan keponakanku Tuan Paijo" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Iya itu benar...Jadi Kalian tidak usah mengurus Organisasi itu lagi. Sebab Sudah kita musnahkan" ucap Paijo.
Gubraakk..... Suara orang terjatuh dari kursi yang didudukinya.
Ada Dua Raja yang hadir disitu nampak terkejut,bagaimana bisa Kaisar Chang Li Wan yang terkenal Sadis terhadap musuh dan orang yang tidak sopan tersebut malah kaisar Chang Li Wan yang merendah pada orang itu.
"Bagaimana mungkin mereka Bisa memusnahkan Organisasi itu, sedangkan Aku saja tidak bisa " ucap Raja A dalam hati.
"Mustahil mereka menghancurkan Organisasi itu dengan singkat bahkan kekuatannya saja lemah begitu" ucap Raja B dalam hati.
Kaisar Chang Li Wan Terkejut mendengar kenyataan itu.
"Paman Wan.... " ucap Udin sambil melayang melambaikan tangannya didepan muka Kaisar Chang Li Wan yang diam saja.
__ADS_1
"HAAAAAAAAAAAA...... Semua orang membuka rahangnya terkejut melihat bocah tak punya energi Qi bisa melayang di udara.
Tak lama kemudian datanglah Li Shan, ia diberitahu oleh pelayannya bahwa Udin sudah kembali di ruang singgasana.
"Paman Waaannnn......" ucap Udin agak keras.
"EH.....!!! Iya Nak Udin ada apa" ucap Kaisar Chang Li Wan baru tersadar dari keterkejutaannya itu.
"Kenalkan Ini PakDe Paijo,yang itu paman Kuwi,yang Itu Paman Ponijan,yang itu Bibi Juminten,yang itu Bibi Andin." ucap Udin memperkenalkan semua anak buahnya pada Kaisar Chang Li Wan.
"Saya Chang Li Wan... Salam kenal" ucap Kaisar Chang Li Wan membungkuk.
"HAAAAAAAAAA..... kembali 2 Raja serta anak buahnya menjatuhkan Rahangnya kebawah menyaksikan kejadian tersebut.
"Siapa sebenarnya mereka ini?" ucap Raja A dalam hati.
"Apakah aku sedang bermimpi atau berhalusinasi" ucap Raja B sambil mengucek - ngucek matanya merasa dirinya sedang bermimpi dan mencubit tangannya sendiri.
"EH!!!! Sakit tanganku,berarti ini kenyataan" ucap Raja B dalam hati.
"Boss.... Dari mana aja tadi,Kita nyariin tahu" ucap Li Shan.
Udin mendengar suara Li Shan lalu menoleh.
"Habis olah raga" ucap Udin.
Udin melayang menuju Meja yang terdapat buah - buah.
"Permisi Om.... Udin minta Buahnya ya" ucap Udin sambil melayang.
"Si...Si.. Silahkan Tuan Muda" ucap Raja A yang dihampiri oleh Udin. Gugup.
"Terima kasih Om.... " ucap Udin lalu terbang menuju kursi singgasana Kaisar Chang Li Wan. Sambil membawa 1 mangkuk besar berisi buah - buahan.
Setelah sampai di Kursi singgasana,Udin Kemudian turun Lalu duduk santai. Kedua kaki nya ditaruh di lengan kursi tersebut.
Anak buahnya yang melihat Udin hanya bisa geleng - geleng kepala.
"PAMAN....... BIBI..... KALAU MAU AMBIL AJA BUAH - BUAHANNYA. GRATIS KOK... " ucap Udin memakai Qi..
"Maafkan sikap Bos kami bersikap seperti itu" ucap Paijo.
"Iya gakpapa kok,Lagian Udin sudah aku angkat menjadi keponakanku dan Udin masih bocah,jadi wajar saja tingkahnya seperti itu" ucap Kaisar Chang memaklumin perbuatan Udin.
"Bibi Mingxia... ucap Udin memanggil jendral Mingxia yang duduk agak jauh dari Udin.
"Iya tuan muda" ucap Jendral Mingxia agak nyaring.
"Pijatin Pundak Udin dong.... Pegel neh" ucap Udin sambil memakan buah anggur.
"Bocah sialan,Enak saja dia menyuruh untuk memijatinya,jika bukan karena perintah yang mulia untuk menjaganya sudah ku hajar ini Bocah" ucap Jendral Mingxia dalam hati.
Rissa yang mendengar ucapan hati Jendral Mingxia lalu menelepatinnya" Jika kamu sakitin Suamiku maka kubuat kamu menderita seumur hidup"
"EH....!!!?? Jendral Mingxia terkejut lalu menoleh ke arah Rissa.
Rissa nampak mendelikkan matanya.
"Ba....Ba...Baik Tuan Muda... " ucap Jendral Mingxia melesat ke arah Udin sambil ketakutan. Sebab ucapan hatinya didengar oleh Rissa.
Setelah sampai ditempat Udin,Jendral Mingxia memijati pundak Udin.
Ponijan melihat hal itu Lalu melesat ke arah Udin.
"Boss... Habis ini gantian aku ya" ucap Ponijan berbisik ditelingan Udin.
"Hem.... Iya paman Poni...tenang saja" ucap Udin.
"Ayank Beb bicara apa sama Bos?" ucap Andin telepati ke Ponijan.
"Ooo...Kirain mau minta dipijat juga sama cewek itu" ucap Andin telepati.
"Bibi Andin... Paman Poni Mau hemphh.....Teriak Udin lalu tiba - tiba mulut Udin dibekap sama Ponijan.
Udin berkata seperti sebab ia merasakan ada hubungan yang spesial antara Andin dengan Ponijan.
Andin melesat mendatangi Udin.
"Bos... Tadi Ponijan bilang apa ke Bos.." ucap Andin. setelah sampai ditempat Udin.
Ponijan lalu melepaskan bekapannya.
"Apa seh paman poni ini,Udin loh cuman mau bilang Paman Poni mau buah juga " ucap Udin
"Selamet.....Kirain bos mau bilang kalau aku minta dipijatin juga sama cewek ini" ucap Ponijan dalam hati.
"Ooo.... Begitu....Kirain apaan" ucap Andin lega.
"Iya Bibi... Udin mau bilang kalau Paman Poni mau seperti Udin makan buah sambil di pijatin Bibi Mingxia." ucap Udin dengan Polosnya.
"Diampuuttt...."umpat Ponijan lalu cepat - cepat kabor darisitu.
"APAAAA!!!!?? Andin terkejut lalu menoleh ke Ponijan. Tapi Ponijannya sudah keburu pergi.
"Mau kabor kemana kamu beb" ucap Andin lalu melesat dengan kecepatan penuh mengejar Ponijan.
Orang - orang yang hadir disana terkejut,sebab tak bisa melihat pergerakan Kedua orang itu yang pergi meninggalkan Udin.
Kaisar Chang Li Wan kemudian berjalan ke arah para tamu.
"Maafkan atas sikap Keponakanku Udin." ucap Kaisar Chang Li Wan,sebab ia tak merasa enak hati pada para tamunya itu.
"Iya gakpapa yang mulia kaisar Chang.Saya memakluminya" ucap Raja A.
"Namanya juga masih bocah yang mulia kaisar Chang,jadi aku memakluminya saja" ucap Raja B.
Kedua Raja Itu posisinya agak dekat dengan kekaisaran,jadi Langsung pergi kekaisaran di ikuti oleh para jendralnya.untuk membantu mencari Keponakannya itu.
Rissa berjalan kearah Raja B.
"Paman.. Ini terimalah" ucap Rissa memberikan botol kecil berisi 5 Pil penyembuh .pada Raja B.
Raja B Berdiri kemudian menerima pemberian.
"Terima kasih Nyonya muda." ucap Raja B membungkukkan badannya.
"Ya sama- sama,segera diminum Paman" ucap Rissa lalu berjalan kearah Udin.
Raja B membuka botol itu.
Wussshhh..... Aroma pil menyebar didalam ruangan.
Semua Orang terkejut mencium aroma Pil itu.
"I... I... Ini... Aroma ini ... Tak mungkin" ucap Seseorang pelayan Kaisar Chang Li Wan dalam hati. Sebab Orang itu adalah Alchemist kekaisaran.
"Aroma pil apa ini,seperti Pil immortal lev 9 " ucap Raja B lalu mengeluarkan Pil itu.
Padahal itu adalah Pil Surgawi lev 9.Rissa sengaja memberikan Pil itu karena melihat tubuh Raja B terkena Racun.
"Mengapa bentuknya seperti ini" ucap Raja B dalam.Lalu menelan Pil itu.
Glek...
Tak lama kemudian,awalnya badannya merasakan sedikit sakit didada kini tak lagi merasakannya.
"EH...!!?? Raja B terkejut.
__ADS_1
"Aku sembuh... " ucap Raja B.
Kaisar Chang Li Wan heran dan bertanya pada Rissa mengenai Pil itu,sebab dirinya tidak banyak mengetahui tentang Pil.
"Hem...Nak Rissa... Itu Pil apa yang ditelan Raja Huan" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Itu Pil surgawi lev 9 Paman" ucap Udin santai sambil menikmati pijatan jendral Mingxia. Udin masih Ingat tentang Jenis Pil dan aromanya,bahkan masih bisa membuat Pil dari tingkat rendah sampai ke tingkat Pil alam semesta.
"APAAAAAAAAAAAA" ucap Mereka semua terkejut sambil memuntahkan seteguk darahnya. Sebab mereka hanya mengetahui Pil sampai ditingkat immortal saja. Hanya Alchemist saja yang tahu jenis pil tersebut.
Tiba - tiba Semua orang bersujud pada Udin.
"SALAM HORMAT YANG MULIA DEWA UDIN" ucap Mereka serempak kecuali anak buahnya dan Jendral Mingxia. Mereka mengira Udin adalah Seorang Dewa.
"Paman Wan...Ambilkan Lagi dong buahnya.. Habis neh..." ucap Udin sambil menunjukkan isi mangkok pada kaisar Chang Li Wan.
"Baik yang Mulia dewa" ucap Kaisar Chang Li Wan berdiri kemudian mengambil Buah - buahan yang ada dimeja.
"Kalian berdirilah,Udin masih kecil. Masa orang tua bersujud pada anak kecil dan jangan panggil Udin dengan sebutan yang mulia dewa sebab Udin baru diranah Tyran belom diranah Dewa,Panggil namaku saja itu lebih enak didengar." ucap Udin polos dan tak enak hati melihat semua orang bersujud padanya kecuali anak buahnya.
"APAAAAAAAAAAAAA" ucap Mereka terkejut lagi sambil memutahkan seteguk darahnya.
Jendral Mingxia juga mengeluarkan seteguk darahnya. Sebab ia mempercayai ucapan Udin.
"BAIK TUAN MUDA UDIN." ucap Mereka serempak kemudian berdiri.
"Ini yang mulia" ucap Kaisar Chang Li Wan memberikan mangkuk berisi Buah - buahan.
"Paman jangan manggil Udin yang Mulia dewa, Panggil seperti biasa saja. Udin Lebih suka dipanggil seperti biasanya" ucap Udin
"Iya Nak Udin" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Bibi Mingxia.." ucap Udin.
" Iya Tuan muda" ucap Jendral Mingxia sambil memijati kaki Udin.
"Sudah punya suami apa belum" ucap Udin.
"Belum tuan muda" ucap Jendral Mingxia.
"Paman Kuwi......" teriak Udin.
"Iya Bossss..." ucap Kuwi agak nyaring.
"Kesini......" teriak Udin.
Kuwi kemudian berjalan ke tempat Udin.
"Ada apa Bos?" ucap Kuwi setelah dekat dengan Udin.
"Paman mau gak Udin jodohkan dengan Bibi Mingxia." ucap Udin.
"EH!!?? Jendral Mingxia terkejut.
Gubrak.... anak buahnya Udin terjatuh mendengar ucapan Udin.
"Ada - ada saja ini Bos Udin... Waktu itu Shan,sekarang Kuwi" ucap Paijo.
"Mosok kang? kok aku gak tahu" ucap Juminten.
"He eh... Pas pertama kali datang kesini aku dikasih tau oleh Bos. Shan yang tugasnya menjaga bos tiba - tiba berbuat kesalahan pada Bos, lalu bos menikahkan Shan dengan Jia Li dan Lin Xin" ucap Paijo.
"Ooo... Begitu.."ucap Juminten.
"Maaf Bos... Bukannya aku menolak.. Tapi aku gak tertarik dengannya" ucap Kuwi.
"Aiisshh... Padahal Bibi Mingxia cantik loh,masa gak tertarik seh... Apa paman Kuwi suka batangan ya..." ucap Udin.
"Asem.... Aku jek normal Bos" ucap Kuwi.
"Bibi mau gak nikah sama Paman Kuwi" ucap Udin tak menggubris ucapan Kuwi.
Mingxia lalu melihat ke arah Kuwi.
"Tampan seh,tapi..." ucap Jendral Mingxia dalam hati.
"Tenang aja Bi.. Kalau paman Kuwi nakal tinggal Disembelih saja. " ucap Udin dengan entengnya.
"Waassssuu.... Aku Uduk pitek bos. Kok maen sembelih saja" ucap Kuwi.
"Jendral Mingxia..... Aku mendukungmu" teriak Paijo.
"Aku juga mendukungmu jendral" teriak Djarwo.
"Sama aku juga mendukungmu jendral" teriak Juminten.
"Bangkek....." umpat Kuwi dalam hati.
"Nah itu Pakde paijo,paman Djarwo dan bibi Juminten mendukung Bibi" ucap Udin. sambil menunjuk anak buahnya.
"Iya... Aku mau tuan" ucap Jendral Mingxia menundukkan kepalanya karena malu.
"Maaf menyela Tuan Muda" ucap Raja Huan .
"Iya... Ada apa paman Huan" ucap Udin.
"Bagaimana kalau Tuan Kuwi saya jodohkan dengan Putri hamba" ucap Raja Huan.
" Diamput wong iki,kok malah melu - melu wae" ucap Kuwi dalam hati.
"Nah... Paman Huan nawarin Putrinya tuh paman Kuwi...
"Gimana paman.....
"Jadi istri paman Kuwi ada 2 nantinya " ucap Udin.
Jendral Qin Peng berjalan ke tempat Udin.
"Tuan Muda... Hamba juga memiliki seorang putri,Hamba sangat senang bila putri hamba menikah dengan Tuan Kuwi." ucap Jendral Qin Peng sambil membungkuk.
" Nah Loh Paman Kuwi... Jadi 3 Istri Paman" ucap Udin.
Tak Lama kemudian orang - orang yang ada disana maju kedepan ikut juga memawarkan Putrinya untuk dinikahi Kuwi.
Kuwi yang merasa Pusing memikirkan hal itu lalu..
Brukkk....Kuwi ambruk tak sadarkan diri .
"Yahh.... Malah tidur Paman Kuwi" ucap Udin.
"HUAKAKAKAKAKAAKAKAKAKAKA" .... Rissa,Paijo,Djarwo dan Juminten tertawa terpingkal - pingkal melihat hal tersebut. gimana gak tertawa, Semua orang yang ada disitu menawarkan Putrinya untuk menjadi Istrinya Kuwi. Bahkan Pelayan Istana ikut menawarkan Dirinya menjadi Istrinya Kuwi meskipun usianya tidak muda lagi alias sudah nenek - nenek.
.
.
.
.
.
¤¤¤¤¤
.
Jangan lupa like ya teman - teman....terima kasih
__ADS_1