Petualangan Udin

Petualangan Udin
MEMPERKUAT KULTIVASI BERSAMA - SAMA


__ADS_3

Meng Cheng Louh mendapat kabar dari prajurit TNU bahwa Paijo telah datang,Ia menghubungi Meng Tian dan Meng Yun untuk pergi ke MABES TNU.


Meng Cheng Louh sudah tiba di MABES TNU,ia menunggu Meng Tian dan Meng Yun.Tak lama kemudian mereka datang. Kemudian Meng Cheng Louh mencari Sumandono.


"Dimana Paijo berada?" ucap Meng Cheng Louh ketika berada di markas besar TNU.


"Mereka ada di pabrik pesawat Pak presiden.." ucap Sumandono.


"Ayo kita kesana..." ucap Meng Cheng Louh.


Rombongan Meng Cheng Louh lalu melesat ke arah pabrik pembuatan pesawat terbang.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di tempat Rombongan Udin berada.


"Paijo....." Teriak Meng Cheng Louh.


Paijo menoleh kearah sumber suara,begitu tahu siapa yang memanggilnya,ia hanya melambaikan tangan saja.


Udin membantu para prajurit membuat pesawat tempur,ia membuat Besi terkuat sealam semesta sebagai perisai.


Awalnya para prajurit merasa tak enak Hati melihat Udin membantu,tapi Udin memaksa. Mau tak mau mereka membiarkan Udin membantu.


Udin menciptakan Bahan untuk membuat pesawat terbang luar angkasa dengan Elemen yang dimilikinya itu.


"Sepertinya aku pernah buat deh,tapi bentuknya gak seperti ini" ucap Udin dalam hati sambil merakit Rangka plus Body pesawat. Udin melihat Cetak Biru lalu menciptakan Benda yang sesuai dengan cetak biru itu.


"Dimana Udin'er Jo.." ucap Ibu angkat Udin.


"Bos lagi bantu Prajurit TNU Bu..." ucap Paijo.


"Mereka siapa Nak? ucap Ibunya Udin bertanya kepada Rissa saat melihat keluarga Meng datang.


"Mereka adalah keluarga angkat Kang Mas Udin Bu.." ucap Rissa.


Keluarga Meng melihat para pekerja,Nampak seorang pemuda tak memakai seragam pekerja merakit pesawat. Kemudian mereka melesat ke arah Udin.


Para pekerja dibantu robot yang melihat keluarga besar Meng masuk di kawasan pembuatan pesawat terbang menghentikan aktifitasnya.


"Kenapa kalian berhenti" ucap Udin heran ketika melihat para pekerja berhenti bekerja.


"Udin'er..... " Teriak Ibu angkat Udin.


Udin menoleh ke sumber suara.


"Ibu.....Ayah... Meng Tian... Meng Yun...." ucap Udin.


Udin melesat menghampiri mereka,kemudian mereka berpelukan.


"Ibu kangen denganmu Nak..." ucap Ibu sambil menangis..


"Udin juga kangen sama Ibu..." ucap Udin juga menangis. setelah sekian lama tidak bertemu.


"Kapan Anakku paling ganteng sedunia ini datang.." ucap Meng Cheng Louh.


"Tadi Siang ayah..." ucap Udin.


"Aku tinggal dulu ya man teman..." ucap Udin pada para pekerja.


"Siap.. Iya Panglima besar" ucap Para pekerja.


"Ayo ayah... Ibu.. kita kesana" ucap Udin.


Mereka Pun melesat ke arah Rombongan Paijo.


Begitu sampai.


"Hem... Kita ngobrol dirumah saja Nak...biar leluasa mengobrolnya" ucap Meng Cheng Louh.


"Ayoo...." ucap Udin.


Mereka Pun meninggalkan markas besar TNU.


5 Menit kemudian mereka sampai dengan cara terbang.


Hanya orang - orang memiliki kewenangan Khusus yang diperbolehkan terbang tanpa alat.jika tak memiliki kewenangan maka bisa dipenjara.


"Mari masuk.... Anggap saja ini rumah sendiri" ucap Meng Cheng Louh.


Nampak para Robot pelayan menghampiri mereka.Robot - robot itu menyerupai manusia.


"Bentuknya mirip manusia tapi kok aku gak merasakan ini manusia ya? " ucap Abimanyu dalam hati memperhatikan para robot pelayan.


Mereka ada di ruang keluarga. Lalu rombongan Udin saling memperkenalkan dirinya.


Keluarga Udin masih nampak bingung dengan keadaan mereka sekarang. Karena mereka melihat banyak alat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya dan keakraban antara Udin dengan keluarga angkatnya.


"Mereka ini keluarga angkatku Bu saat Udin berpetualang,Udin lama tidak bertemu dengan mereka" ucap Udin.


"Ooo.... Begitu...." ucap Ibu.


Lin Mei Yun masih memiliki banyak pertanyaan dikepalanya ,namun di urungkan.


Tak lama kemudian datanglah menantu, para Cucu dan para cicit Meng Cheng Louh.


Mereka terkejut ada tamu di ruang keluarga. Salah satu istri Meng Tian menghampiri Meng Tian.


"Kanda.. Mereka siapa?" ucap Istri Meng Tian.


"Mereka ada lah keluarga besar Bos Udin." ucap Meng Tian.


"Bos....Bos Udin Yang Mulia Raja.... !!??? "ucap Istri Meng Tian.


"Iya Adindaku sayang..." ucap Meng Tian.


Mereka yang mendengar ucapan Meng Tian lalu berjalan ke arah Rombongan Udin.


Udin dan yang lainnya menoleh ke arah Rombongan itu.


"SALAM HORMAT YANG MULIA RAJA UDIN..." ucap mereka serempak sambil bersujud.


"Berdirilah... Kalian tidak usah bersujud padaku" ucap Udin.


"Raja!!?? Sejak kapan Bos Udin jadi raja?" ucap Abimanyu dalam hati . Ia nampak bingung dengan apa yang terjadi. Sebab Udin tidak memakai mahkota tapi dipanggil Raja.


"TERIMA KASIH YANG MULIA" ucap mereka serempak lalu berdiri.


"Apakah mereka keluarga Meng?" ucap Udin dalam hati.


"Jo... Aku kok bingung ya..." ucap Abimanyu bertanya pada Paijo yang ada di sebelahnya.


"Nanti aku ceritakan,tapi gak disini." ucap Paijo.


Rissa menelepati keluarga Meng dan anak buah Udin untuk tidak menceritakan kematian Udin kepada keluarga baru Udin.


Awalnya para keluarga Meng terkejut,lalu mengiyakan saja,begitu pula anak buah Udin.


Mereka cerita ngalor Ngidul ,kadang tertawa ketika ada cerita mereka yang lucu.


Tak terasa jam 10 malam mereka memgobrol.


"Ayah... Ibu... Dik Yun dan Dik Tian dan yang lainnya,kami pamit undur diri dulu.." ucap Udin.


"Iya Nak..."ucap Ibu angkat Udin.


Mereka pun bersalaman,setelah selesai. Udin dan yang lainnya masuk kedalam dunia cincin.


"EH....!!?? Mereka semua terkejut saat rombongan Udin masuk dalam cincin.


"Kemana mereka?" ucap Meng Cheng Louh mencoba mencari mereka dengan kekuatanya,namun nihil.


"Waaah... Bos Udin sekarang hebat euy.... Bisa menghilang, Aku saja gak bisa,boro - boro menghilang, Bersembunyi dari istriku saja susah minta ampun,selalu ketahuan." ucap Meng Tian dalam hati.


----***----


Dunia Cincin.


.


Halaman Istana


Rombongan Udin muncul. Para istri Udin terkejut dan takjub dengan keindahan istana tersebut.


"Wooaahhh..... Ini dimana Kang Mas..." ucap Li Hua. melihat Istana yang besar dan sangat megah.


"Selamat datang di istanaku Sayang..." ucap Udin.


" Indah sekali istananya Kang Mas... " ucap Li Wei.


Paijo,Ponijan,Djarwo dan abimanyu memisahkan diri.Kuwi melesat kearah Mingxia.


Umam dan Istrinya melesat mencari tempat untuk memadu kasih. yang lainnya mencari tempat untuk bersantai adapula yang istirahat.


Udin dan ke Enam istrinya masuk kedalam istana.


"Besar banget istananya... Istanaku saja kalah" ucap Li Wei.


"Istanaku ...Istana kalian juga sayang" ucap Udin.


Tak lama kemudian mereka tiba didalam kamar tidur.


Rissa mengatur waktu di dunia cincin untuk Udin meningkatkan kekuatannya.


Udin memasang Array 3 lapis.


"Hem... Kang Mas..." ucap Li Hua mendekati Udin.


"Iya dek Hua.. Ono opo? ucap Udin.


"Aku pengen itu..." ucap Li Hua.


"Baiklah...."ucap Udin.


Udin membagi dirinya menjadi 7 .


"HAAAAAA....... " mereka menjatuhkan rahangya kebawah kecuali Rissa.


"Dari kalian menunggu giliran,mending maen sama - ucap" Udin yang asli.


"Dek... Aku keluar dulu mau ambil tanaman bahan buat pil.." ucap Udin asli telepati ke Rissa.


"Iya Kang Mas..." ucap Rissa.


Udin asli keluar dari dunia cincin.


Udin muncul di kebun herbalnya. Kemudian Udin memetik bahan untuk membuat pil alam semesta.


"Untung bahannya ada disini semua.." ucap Udin. Ia membagi dirinya lalu berpencar mencari bahan Pil.Udin dengan gerak cepat mengumpulkan semua bahan - bahan membuat pil.


15 menit kemudian Udin masuk kembali ke Dunia cincin.


Udin mencari tempat untuk membuat pil Alam semesta lev 3 dan Pil Jenis lainnya untuk yang lain.Setelah menemukan tempat yang cocok,udin duduk lalu mengeluarkan semua bahan - bahan membuat Pil.


Udin membakar semua bahan dengan Api putihnya.


"Cairkan.......(Bahan - bahan Pil mencair)


"Satuka.......(Bahan yang mencair itu lalu menyatu.)


"Padatkan.....(Bahan yang sudah menyatu lalu mulai padat...


Nampak 5 pil melayang.kemudian Udin menangkapnya. Udin memperhatika Pil yang sudah jadi itu.


"Yess..... Berhasil" ucap Udin kesenangan.


Dunia Jiwa Udin 1 hari diluar sama dengan 30 hari didunia jiwa.

__ADS_1


Udin melanjutkan membuat Pilnya.Udin membuat Pil Peledak Qi,Pil Pemulih Qi,Pil Pondasi,Pil penyembuh dan pil Tulang.


2 hari Udin membuat Pil . Nampak banyak gundukan Pil disamping Udin.Kemudian Udin memasukkan dalam Cincin.Yangvpaling banyak dibuat adalah Pil peledak Qi,Pil pemulih Qi ,Pil Pondasi dan pil penyembuh.


Udin mulai berkultivasi,agar menjadi kuat. Gak tanggung - tanggung Udin menelan Pil. 10 pil sekaligus ia telan.


Glek... Glek... Glek.. Glek....Glek...


Tak lama kemudian.


Bamm...Bamm....Bamm....Bamm...Bamm...


Bamm...Bamm....Bamm....Bamm...Bamm...


Ledakan energi di dalam tubuh Udin terdengar.


Lalu Udin menelan Pil Pondasi .


Glek.... Glek.... Glek... Glek...


"Untung aku bisa membagi diriku,jadi aku bisa melayani semua istriku dan meningkatkan kultivasiku." gumam Udin.


Begitu Udin naik Tahap selanjutnya,Kembaran Udin kembali menyatu,kemudian setelah itu membagi dirinya lagi setelah naik tahap lalu kembarannya melesat ke arah Istana.


"Hem... Aku berikan pada mereka sajalah " gumam Udin. lalu berdiri kemudian melesat ke arah Paijo.


----***----


.


Di sebelah timur istana tepatnya di samping Sungai. Paijo dan lainnya duduk mengobrol sambil makan dan minum.


"Coba kamu ceritakan Jo... Aku kok masih bingung" ucap Abimanyu.


"Bos Udin itu asalnya dari planet Bumi" ucap Paijo.


"Bumi??....Dimana itu?" ucap Abimanyu penasaran,sebab baru mendengar nama itu.


"Bumi itu di huni bangsa manusia,mereka tidak berkultivasi karena energi Qi disana sangat rendah. Meskipun mereka tidak berkultivasi,mereka mempunyai akal yang pintar,mereka banyak membuat alat,seperti Mobil." ucap Paijo.


"Mobil???" ucap Abimanyu.


"Iya Mobil... Yang kita lihat dijalanan sewaktu kita menuju pabrik pesawat tempur,itu adalah Ilmu pengetahuan dari Bos Udin diberikan pada anak buahnya." ucap Paijo.


"Teruss..." ucap Abimanyu.


"Nah... Udin tersesat di alam Benua,lalu dia berusaha mencari jalan pulang,dalam perjalanan Pulang,Bos Udin bertemu denganku,aku yang waktu itu dapat mudah dikalahkan oleh Udin." ucap Paijo.


"Heeee.... !!!?? Seriuss??" ucap Abimanyu.


"Iya Aku serius... Saat itu kekuatanku belum pulih,Ada sosok bercahaya mendatangiku,lalu aku terlempar ke alam Benua" ucap Paijo.


Paijo menceritakan semua yang ia tahu.


"Ooo.... Begitu ta ceritanya... Pantesan saja aku merasa aneh saat tiba disini," ucap Abimanyu.


Tak lama kemudian datanglah Udin.


"Ternyata kalian ada disini..." ucap Udin.


"Ada apa Boss..." ucap Ponijan.


"Ini ada pil buat kalian... Segeralah berkultivasi. Sebab aku merasakan akan ada musuh yang kekuatannya lebih besar akan datang." ucap Udin lalu memberikan mereka Cincin Ruang yang isinya berbagai macam Pil.


Abimanyu menerima cincin itu lalu mengeluarkan sebutir Pil peledak energi Qi.


"I..I...Inikan Pil Alam semesta lev 3 !!??" ucap Abimanyu terkejut.


"Siap Bos... "ucap mereka serempak.


" I..I...Inikan Pil Alam semesta lev 3 !!??" ucap Abimanyu terkejut.


"Siapa yang buat Pil ini Bos..?" ucap Abimanyu.


"Ya Boss Sendirilah yang buat..." ucap Paijo.


"Hem....Kalian didunia jiwaku bagaimana?" ucap Udin.


"Ide yang bagus itu Boss.. Ayo kalau gitu." ucap Ponijan.


"Baiklah..." ucap Udin lalu memasukkan mereka dalam dunia jiwa Udin.


Udin kemudian melesat ke arah Li Shan berada.


Tak lama kemudian Udin menemukan Li Shan sedang berkultivasi.


Li Shan yang merasakan kehadiran Udin lalu membuka matanya.


"Sory ganggu Shan.. Ini aku mau ngasih kamu Pil.." ucap Udin.


"Gakpapa Bos... Bos gak ganggu kok,lagian tadi aku tidur.." ucap Li Shan.


"Asem.....Malah turu..." ucap Udin.


Udin lalu memberikan Pil yang berbeda .


"Dalam ini Pil untuk sampai dibtingkat Kaisar dewa puncak,dan yang ini ketika kamu sudah berada di tingkat dewa penguasa alam." ucap Udin sambil memberikan 2 cincin Ruangnya.


"Kamu berkultivasi bersama Paijo dan yang lainnya di dunia jiwaku" ucap Udin.


"Siap Boss..." ucap Li Shan.


Udin memasukkan Li Shan ke dalam Dunia Jiwa.


Udin mengedarkan kesadarannya mencari Lingling.


"Hem.. Sudah tidur dianya... Ya sudah.. Aku ke Kuwi saja lah" Gumam Udin.


Udin melesat ke arah Kuwi.


Nampak Kuwi bersama keluarganya ditaman.


"Halo juga Paman Ganteng.." ucap David Beckham.


"Paman mau ada perlu dengan Ayahmu" ucap Udin.


"Ada apa Bos... " ucap Kuwi.


"Aku mau Paman Kuwi berkultivasi,Karena Udin merasa akan ada musuh yang lebih kuat datang kemari." ucap Udin.


"Siaaap Bos" ucap Kuwi.


"Bibi... Udin bawa Paman Kuwi dulu ya... " ucap Udin.


"Iya Bos..." ucap Mingxia.


Mereka berjalan menjauh,setelah agak jauh.


"didalam cincin ini ada pil untuk sampai di tahap Kaisar Dewa,dan yang ini untuk ke tingkat selanjutnya Paman,Paman akan bersama Paijo dan yang lainnnya" ucap Udin sambil memberikan pil pada Kuwi.


Kemudian Udin memasukkan Kuwi dalam dunia jiwanya.


"Beres...Sekarang saatnya kembali kekamar tidur.." ucap Udin lalu berteleportasi ke kamar tidurnya.


Udin Kemudian bergabung dengan kembarannya untuk melayani Para Istrinya.


1 Bulan kemudian mereka Keluar kamar.


Nampak wajah mereka berseri - seri.Kini mereka duduk ditaman.


"Dek Meiling... " ucap Udin.


" Iya Kang Mas...." ucap Han Meiling Xing.


"Ini aku ada Pil,Aku ingin Dek Meiling menjadi Kuat..." ucap Udin sambil menyerahkan Cincin berisi Pil.


"Siap Kang Mas..." ucap Han Meiling Xin sambil menerima Cincin pemberian Udin.


"Oh iya istri - istriku... Aku pamit dulu mau berkultivasi,jadi untuk sementara Libur dulu ya..." ucap Udin.


"Iya Kang mas" ucap Mereka serempak.


"Aku akan sabar menantikan Kang mas menjadi kuat." ucap Li Wei.


Tak lama kemudian Lingling datang.


"Nah... Kebetulan Ratu kecantikan datang" ucap Udin.


"Ada apa Kak Udin?" ucap Lingling.


"Ayo ikut Kakak.." ucap Udin.


"Kemana kak?" ucap Lingling.


"jalan - jalan..." ucap Udin.


"Asiiik....Jalan - jalan" ucap Lingling.


Kemudian mereka berjalan ke arah tempat berkultivasi.


Kebetulan Dewi bulan,Juminten dan Andin melewati Udin.


"Bibi... Sibuk apa enggak?" ucap Udin.


"Engga sibuk Bos..." ucap mereka serempak.


"Ayo ikut Udin Bi..." ucap Udin.


"Ayoo...." ucap Mereka serempak.


Tak lama kemudian Udin sampai ditempat yang cocok.


Udin memberikan Pil pada Lingling, Juminten,andin dan dewi bulan bulan.


"kita tingkatkan kekuatan kita...Aku akan membawa kalian di suatu tempat." ucap Udin.


Udin teringat istrinya Umam. Kemudian menelepati Umam.


"Om Jin... " ucap Udin telepati.


"Iya Bos..." ucap Umam.


"Lagi sibuk apa enggak?" ucap Udin telapati.


"Enggak Bos... Ne lagi melatih istriku" ucap Umam telepati.


"Kebetulan Om Jin... Tolong Om jin kesini sekalian juga Bibi Sri diajak." ucap Udin telepati.


"Siap Bos..." ucap Umam telepati .


Tak lama kemudian Umam dan Sri muncul.


Udin melihat tingkat kultivasi istri Umam.


"Hem... Masih di ranah Emperor puncak." ucap Udin dalam hati.


Udin memberikan 2 cincin ruang yang berisi Pil pada istri Umam.


"Bi Sri.. Ini didalam cincin ini ada banyak Pil,Cincin ini untuk sampai di tahap Kaisar dewa puncak,lalu cincin ini untuk ditahap selanjutnya." ucap Udin sambil memberikan cincin ruangnya.


"Terima kasih Bos... Bos memang terbaik.." ucap Sri. Lalu memeluk Udin.Lalu ia melepaskan pelukannya.


Udin memasang array pelindung lalu memasukkan mereka semuanya kedalam Dunia jiwa. Lalu Udin duduk dan masuk kedalam ke dunia jiwa.


"Ini di mana Kang mas?" ucap Han Meiling Xing penasaran. Sebab dirinya merasa asing dengan tempat yang ia lihat.

__ADS_1


"Ini adalah dunia jiwaku. Sebelah barat sana adalah wilayah Monster. Kalian jangan membunuhnya." ucap Udin.


"Ooo...Dunia jiwa... Berati sama seperti dulu Bos..." ucap Juminten.


"Iya...Ayoo... kita berkultivasi." ucap Udin.


Mereka pun berpencar untuk berkultivasi. Ledakan demi ledakan silih berganti.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.


Bulan berganti tahun. Mereka terus meningkatkan kekuatannya.


Umam mendampingi istrinya.


"Hem... Dia ternyata perhatian sama anak buahnya,bahkan sama istriku. Aku salut sama dia. Aku berjanji akan melindungi Udin sampai aku mati" ucap Umam dalam hati sambil mengawasi Istrinya berkultivasi.


Mereka semua kini berada diranah Kaisar Dewa penguasa puncak. Sedangkan Udin berada di ranah dewa Absolute. Hanya Istrinya Umam belum berada di Ranah kaisar dewa penguasa puncak. Mereka pun menunggu sambil mengobrol. Sedangkan Lingling menuju arah barat tempat dimana para monster berada.


Ketika memasuki daerah kawasan Naga,Lingling terkejut.


"Wooww.... Ini kan Naga..." ucap Lingling.


Kemudian Lingling melesat ke arah Drag Weinston yang sedang tidur sambil memperkuat kekuatannya.


Drag Weinston merasa ada kehadiran manusia didekatnya lalu membuka matanya.


"Halo Naga Cantik... Namaku Lingling. Namamu siapa" ucap Lingling sambil mengeluarkan skill yang dimilikinya.


Drag Weinston yang terkena skill lingling langsung menurut.


"Namaku Drag Weinston. Aku Naga Jantan bukan Naga Betina" ucap Drag Weinston.


"Ooo... Naga Jantan.. Maaf Lingling tidak tahu." ucap Lingling.


"Kamu bisa mengerti ucapanku..!!??? "ucap Drag Weinston terkejut.


"Iya bisa... Kita berteman ya Drag Weinston." ucap Lingling.


"Iya kita berteman" ucap Drag Weinston.


"Aneh... Kenapa aku tidak marah berhadapan dengan manusia di depanku," ucap Drag Weinston dalam hati.


Lingling Lompat menaiki kepala Drag Weinston.


"Ayo kita terbang Weinston..." ucap Lingling ketika sudah diatas kepala Drag Weinston.


"Baik...." ucap Drag Weinston.


Drag Weinston kemudian terbang mengikuti keinginan Lingling.


Lingling mendekati Naga yang lainnya,kemudian menggunakan Skillnya lagi.


Drag Weinston terbang di ikutin naga yang lainnya.


****


Ditempat Udin berada.


"Ini bukan kekuatanku yang dulu" ucap Udin dalam hati. merasakan Energi tak tak sama dengan yang dulu ketika ia meminum air pelangi.


"Seandainya saja ada air pelangi... Pasti aku


bisa memiliki kekuatanku kembali" ucap Udin.


Tiba - tiba Lingling lewat mengendarai Drag Weinston di ikuti Naga yang lainnya.


"Kakak....... " Teriak Lingling.


Udin menoleh ke sumber suara tersebut.


"EH..... !!??? " udin terkejut melihat Lingling bersama para Naga.


Sebab Udin belum memperkenalkan Lingling pada para monster.


"Kok dia bisa menjinakkan Naga ya..." ucap Udin dalam hati.


Drag Weinston berputar balik kemudian mengarah ke Udin.


Boom.... Tanah bergetar saat Drag Weinston mendarat. Kemudian Drag Weinston menundukkan kepalanya.


Lingling lompat turun .


Tap... Lingling mendarat ke tanah.


"Drag Weinston... Kok kamu bisa nurut sama adikku?" ucap Udin heran.


"Aku juga gak tahu Tuan... Tiba - tiba saja aku nurut sama dia." ucap Drag Weinston.


"Gimana caranya adik cantikku menundukkan mereka?" ucap Udin penasaran.


"Itu hasil latihananku Kak..Apapun hewan yang Lingling temui pasti akan nurut." ucap Lingling dengan nada sombong.


"Ooo... Begitu .... Kirain kena pelet..." ucap Udin.


" Lingling bukan dukun Kak...Ayo ikut Lingling Kak, Lingling akan buktikan" ucap Lingling tak terima bila di katakan Dukun pelet.


"Hem.... Ayoo..." ucap Udin.


Mereka pun melesat ke arah tempat dimana banyak Monster.


Tak lama kemudian Udin dan Lingling sampai di gunung merapi.


"Itu golem Lava sudah nurut apa belum dek" ucap Udin melihat dari kejauhan.


"Belum Kak.." ucap Lingling.


"Coba adik lakukan gimana caranya menaklukkan mereka." ucap Udin.


"Baik kak..." ucap Lingling.


Lingling kemudian melesat ke arah Monster batu Lava yang tingginya 200 meter.


Udin memperhatikan dengan mata dewanya.


Nampak Cahaya ungu bersinar ditubuh Lingling. Setelah itu para Monster lava mengikuti Lingling terbang ke arah Udin.


"Itu tadi cahaya apa ya..." ucap Udin dalam hati.


Bomm...Bomm...Boom....Bom... Boomm...


Suara hentakan kaki Monster lava ketika mendekati Udin. Udin melayang di ketinggian 300 meter.


Tak lama kemudian Lingling sampai ditempat Udin.


"Gimana Kak?... Tanpa Pelet Lingling bisa kan.." ucap Lingling.


"Iya bisa cantik... Hem.... Cocoknya Adik jadi Ratu segala Monster.." ucap Udin.


"Ratu segala monster... Hem..." gumam lingling.


"Kalau Adik Ratu terus siapa rajanya Kak?" ucap Lingling.


"Rajanya ya Lingling cari sendiri...Apa kakak bantu carikan" ucap Udin.


"Lingling cari sendiri saja Kak.." ucap Lingling.


"Baguslah kalau begitu..." ucap Udin.


"Pak de... Apa yang lainnya sudah selesai?" ucap Udin telepati ke Paijo


"Sudah Bos..."ucap Paijo telepati.


"Ayoo Cantik kita keluar dulu.." ucap Udin.


"Siap Kak..." ucap Lingling.


Mereka pun keluar dari dunia Jiwa.


Setelah mereka keluar dari dunia Jiwa. Udin mengeluarkan Li Shan,Han Meiling Xing,Dewi Bulan dan Sri ke daerah yang Jauh dari pemukiman. Sebab Mereka akan menerima petir kesengsaraan.


Suasana waktu itu pagi pukul 03.00. Karena Rissa telah mengatur waktu di dunia cincin.


Tak lama kemudian Muncul gumpalan Awan dilangit. Kemudian Petir bermunculan.


Udin melihat dengan mata Dewanya ada seekor naga dibalik awan hitam.Kemudian Udin berteleportasi ke arah naga itu.


"Hallo naga kremi... Kita berjumpa lagi." ucap Udin ketika sudah sampai ditempat naga petir kesengsaraan..


"HAAAAAA.....!!!??? Naga petir kesengsaraan itu terkejut melihat Udin.


Naga itu merasakan Aura dewa penguasa Naga ditubuh Udin.


"Salam hormat yang mulia dewa penguasa Naga yang agung" ucap Naga petir kesengsaraan.


"Aku buka dewa penguasa naga.. Masa kamu lupa sama aku?" ucap Udin heran. Dikira Udin naga itu masih ingat dengan dirinya yang dulu.


"Se...Se...Serius....!!??" ucap Naga Petir kesengsaraan terkejut dan tak percaya.


"Iya aku serius,Dulu kita pernah bertemu di Hutan inti monster lalu aku memukul kepalamu hingga benjol" ucap Udin.


"HAAAAAAA......!!!??? naga petir kesengsaraan terkejut lalu termundur.


"Mengapa Hamba merasa Tuan ini adalah Dewa penguasa Naga?" ucap Naga petir kesengsaraan .


"Ya itu karena ulah Temanmu itu si Paijo alias Shen Long." ucap Udin


"HAAAAA....!!!??? naga petir kesengsaraan terkejut saat nama Shen Long disebut.


"A...A...Apakah Tuan adalah keturunan Yang mulia Shen Long?" ucap Naga Petir kesengsaraan.


"Sudah gak usah bahas lagi... Aku kesini cuman kasih tahu saja. Jangan terlalu sakit ketika menyambar orang yang dibawah itu. Awas kalau sampai kenapa - kenapa... Aku pukul lagi nanti kepalamu" ucap Udin.


"Ba...Ba...Baik Tuan...." ucap Naga Petir kesengsaraan ketakutan.


"Sial aku gak bisa bebas sesuka hatiku jika bertemu dengan dia " ucap naga emas dalam hati.


"Aku bisa dengar loh ucapan hatimu" ucap Udin.


"EH....!!!??? Naga Petir kesengsaraan terkejut.


"Ma...Ma...Maaf...Maaf Tuan.." ucap Naga Petir kesengsaraan.


Udin kemudian kembali ketempat semula.


Nampak kilatan petir menyambar ke arah arah Lingling,Li Shan,Dewi Bulan dan Dwi Sri Rahayu Handayani.


Jedderr...... Jedder...... Jeddeerr.... Jeddeerrr....


Jedderr...... Jedder...... Jeddeerr.... Jeddeerrr....


Jedderr...... Jedder...... Jeddeerr.... Jeddeerrr....


Jedderr...... Jedder...... Jeddeerr.... Jeddeerrr....


Jedderr...... Jedder...... Jeddeerr.... Jeddeerrr....


Nampak petir itu menyambar Li Shan,Lingling,Dewi Bulan,Dwi Sri Rahayu Handayani .mereka yang menerima petir kesengsaraan masih bisa menahan rasa sakitnya,tak ada yang terluka saat proses penerimaan petir kesengsaraan.


"Terima kasih " ucap Udin telepati ke Naga petir kesengsaraan.


"Sama - sama " ucap naga petir kesengsaraan lalu menghilang.


"Seandainya saja aku bisa kembali ke waktu itu terus bisa ambil air pelangi. " gumam Udin .Saat teringat dirinya masuk dalam Goa.


"EH....!!?? Udin terkejut saat setelah ia bergumam.

__ADS_1


"Aku kan bisa kembali ke masa lalu,terus mengambil Air pelangi tanpa sepengetahuan diriku yang dulu,jadi aku tidak melanggar Hukum ruang dan waktu." ucap Udin ketika memiliki ide.


Udin melesat ke arah Teman dan istrinya itu,lalu memasukkan Mereka kedalam Dunia cincin.


__ADS_2