
Nampak sepasang kekasih tak memakai pakaian terbaring di tempat tidur,selama 1 bulan Full mereka bercinta.Mereka adalah orang tua angkat Udin yang baru yang tak lain adalah Lin Dhian Feng dan Lin Mei Ling.
"Kang mas,goaku kok selalu rapet terus yo...biasane wes kendor bar mbok hajar terus." ucap Mei Ling.
"Yo embuh dek,iki wae otongku jek ngadek terus kok." ucap Dhian Feng.
"Opo iki goro - goro Pil Udin kuwi?" ucap Mei Ling.
"Eh...Iyo dek..Iki goro - goro pil Udin. biasane loh aku bertahan 1 jam wae sak durungu gak iso ngadek otongko." ucap Dhian.
"Lebokne maneh kang mas..." ucap Mei Ling.
"Engko wae dek..Aku lali ora ngeterke Udin nang sentong tamu" ucap Dhian Feng.
"La dalah..Piye to,tak pikir kang mas wes ngeterke Udin nang kamar tamu." ucap Mei Ling.
"Lah..Bar petuk karo Udin langsung bablas nambani awakmu dek." ucap Dhian feng.
"Yo wes nak ngono..ndang paranin Udin,silak wonge nesu engko" ucap Mei Ling.
"Iyo dek,Iki aku adus sek bar ngono maranin Udin" ucap Dhian Feng.
Mereka pun bangun lalu mandi bersama tapi gak lanjut maen karena pengen cepat - cepat ketemu Udin.
20 menit kemudian mereka berjalan ke arah ruang tamu,nampak Udin tidur dikursi yang memanjang.
"Lah..Tenan to..Udin turu nang kene" ucap Mei Ling.
Udin sebenarnya sudah bangun ketika Mereka akan menuju kemari.
Udin pun membuka matanya lalu duduk.
"Eh ada ayah sama ibu,kirain 1 tahun gak keluar kamar" ucap Udin nyindir.
"Lepoh Le yen setahun ora metu nang sentong" ucap Ayah.
"Sampun sarapan nopo durung nak?" ucap Ibu.
"Sampun Bu,Udin tadi sarapan suara Ibu" ucap Udin.
"Auuu...Udin reflek mengaduh karena dicubit oleh ibu angkatnya
"Ya maaf Le...Ibumu nak digenjot suarane terah banter ngono kuwi,ora iso alon,emboh koyok e ampline rusak jaluk diservis" ucap Ayah.
"Tapi kang mas suka kan" ucap Ibu.
"He eh dek.." ucap Ayah.
"Kiro - kiro aku iso meteng maneh gak kang mas?" ucap Ibu.
"Yoo embooh....Ojo takon aku,takon wae biang keladine iki " ucap Ayah.
"Ibu bisa hamil lagi" ucap Udin.
"APPAAAAA!!!!!! ucap mereka terkejut.
" Ojo banter - banter to Yah...Bu..Udin ora Budek.." ucap Udin.
"Maaf...Maaf..Maaf..." ucap mereka.
"Ayoo..Kang mas,kita bikin bayi lagi" ucap Ibu.
"Engko bengi wae dek,aku jek ono perlu" ucap Ayah.
"Yo wes..Aku tak gawe sarapan anakku seng ganteng dewe..." ucap Ibu
Kemudian Mei ling pergi kedapur..
"Nah...Aku ngerokok sak iki." ucap Udin.
"Opo enak e rokok kuwi Le...garai penyakit wae." ucap Ayah.
"Iki uduk rokok pabrik an ayah..Iki Udin gawe dewe,bahan - bahanne songko hutan inti monster" ucap Udin.
"Coba kene tak jajal" ucap Ayah penasaran.
"Monggo..." ucap Udin menyerahkan 1 batang untuk dicoba.
Ayah angkat Udin lalu membakar rokok tersebut.
Huuuuufftt.... Asap keluar dari mulutnya.
"EH!!!!!
"Pripun yah?? Bedo kan?" ucap Udin.
__ADS_1
"He eh Le..Bedo adoh...Meh mirip ngombe Pil pemulih Energi lan pil energi" ucap Ayah.
"Ojo lali kopine di unjuk Yah." ucap Udin menyerahkan segelas kopi.
Lagi asik mereka menikmati kopi dan rokok tiba - tiba.
Tok...Tok...Tok...Suara pintu diketuk.
"Sopo iki seng teko,.....tak tinggal sek yo Le" ucap Ayah.
"Enggeh Ayah..monggo" ucap Udin.
"Rapopo to tak tinggal?" ucap Ayah.
"Mboten nopo - nopo ayah," ucap Udin.
Kemudian Dhian Feng meninggalkan Udin sendirian diruang tamu.
.
.
.
.
----***----
.
.
.
.
.
Kreeeiitt... Suara pintu terbuka.
"Salam hormat Leluhur" ucap pria itu bersujud.
"Ada apa tetua Phong kemari" ucap Dhian Feng.
Kemudian Tetua Phong berdiri.
"Maaf Leluhur,saya dapat informasi bahwa musuh mulai bergerak,mereka sedang mengumpulkan kekuatan" ucap tetua Phong.
"mereka ada dimana?" ucap Dhian Feng.
"Iya Beneran Leluhur Lin Dhian Feng,kok bisa kembali muda lagi ya" ucap tutua Phong dalam hati.
"Mereka berada di 289.650 Km dari sini" ucap tetua Phong.
"Siapa saja mereka itu?" ucap Dhian Feng.
"hamba hanya mendapat kabar jumlahnya saja ada 20 sekte 10 kerajaan 5 kekaisaraan." ucap tetua Phong.
"Segera Hubungi Sekutu kita" ucap Dhian Feng.
"Siap leluhur,aku akan segera menyampaikannya" ucap Tetua Phong lalu pergi.
Setelah tetua Phong pergi..
Kreeiiitt....Bruukk....Suara pintu tertutup.
Kemudian Dhian Feng berjalan ke ruang tamu.
.
.
.
.
.
-----****-----
.
.
.
__ADS_1
.
.
"Sepertinya aku harus turun tangan juga,hitung - hitung balas budi," ucap Udin dalam hati karena Udin mendengar percakapan mereka.
.
"Maaf yo Le..Tadi Tetua Phong yang datang,biasa masalah Sekte." ucap Ayah.
"Ooo...masalah sekte,kirain masalah Ayah pengen nambah istri baru" ucap Udin sengaja memancing Ayah angkatnya,soalnya dia tak melihat istrinya berjalan kearah ruang tamu.
"Pengenne ngono Le aku pengen nambah bojo maneh, tapi embooh Ibumu setuju opo ora?" ucap Ayah..
"Ooo....Jadi kang mas mau nambah istri lagi. Apa masih kurang pelayananku ini ?" ucap Ibu sambil mendelikkan matanya.
"EHH!!!
Dhian Feng lalu menoleh kebelakang.
"Enggak Dek...kuwi Udin jarene pengen nambah istri lagi,nesakke duwe barang nganggur. Kan bojone ono nang Bumi" ucap Ayah alasan.
"Oalah ngono to,yo wes engko Ibu golekke calon bojomu ya nak." ucap Ibu.
"Aseeeeemmm.....Senjata makan tuan iki jenenge" ucap Udin dalam hati.
"Ayoo sarapan dulu." ucap Ibu.
Mereka pun pergi ke Ruang makan.
"Maaf yo Nak,Ibu masaknya sedikit" ucap Ibu.
"Sedikit apane Bu...Iki loh kanggo wong 20 jek turah akeh" ucap Udin dalam hati.
"Sini biar Ibu ambilkan" ucap Ibu.
"Mboten usah Bu,Udin bisa sendiri" ucap Udin.
"Hussstt...Ibumu gak pernah melayanin Anaknya,baru kali ini Ibumu melayanin anaknya,jadi awakmu kudu bersyukur" ucap Ayah.
"Iya Ibu..Maaf" ucap Udin.
Ibu hanya tersenyum.
Mei Ling mengambil makanan buat Udin sangat banyak.
🍚
"Jaaangkreeeekk...Mosok aku kudu balenin koyok wingi kae nang sekte elang emas seh" ucap Udin dalam hati langsung lemes.😰
"Ini Nak di makan,biar badanmu sehat,gak gampang sakit," ucap Ibu.
Dhian Feng menahan tawanya ketika melihat Piring Udin menggunung.
"Ayoo semangat Din...Habis ini kamu bisa membantai musuh ayahmu dengan sepuasnya" ucap Udin dalam hati.
Mei Ling sudah duluan lalu pergi kebelakang.
Setelah itu Dhian Feng..
"Le aku jaluk rokokmu,jek ono opo ora?" ucap Ayah.
Udin gak jawab lalu memberikan Cincin yang isinya 1 juta batang rokok spesial.
"Suwun Le" ucap Ayah lalu pindah keruang Tamu untuk merokok,sebab disana masih ada minuman kopi.
1 jam baru Udin selesai makannya....
"Asemmm...Iso gendut aku yen ngene teruss.."ucap Udin dalam hati..
.
.
.
.
¤¤¤¤
.
.
.
__ADS_1
.
.Nyicil sedikit aja dulu..ojo lali di like yo...matur suwun.