Petualangan Udin

Petualangan Udin
HANTU???


__ADS_3

"Maaf nyonya Jia Li...Saya..." ucap Shan belum menyelesaikan ucapannya.


"Apa kau serius denganku,kalau iya aku tunggu dirumah" ucap Jia Li Lalu pergi meninggalkan Shan sendirian disana.


"Jangkreeek......" Umpat Shan..


"Bibi cantik ,ajak Udin di kerajaan donk. Udin pengen lihat?" ucap Udin.


"Iya nanti Bibi ajak kesana. Oh iya,Udin mau menjadi murid sekte ap gak?" ucap Jia Li.


"Hem...Mau...Tapi gak tahu di ijinkan apa gak sama Ibu.." ucap Udin.


Mereka berjalan ke arah Ruang kerja Ibunya Udin.


Tok...Tok..Tok...suara pintu .


"Masuk...." ucap Ibu dari dalam.


"Kreeitt.....


"Hai Kak" ucap Jia Li ketika melihat kakaknya sedang sibuk mengurus berkas.


"EH!!.. Ibu kaget mendengar suara familiar. lalu menoleh ke arah pintu.


"Kau ternyata Adik Li..Tumben kesini. Ada apa?" ucap Ibu lalu menghentikan aktifitasnya.


"Hanya jalan - jalan saja kak mumpung tidak ada tugas" ucap Jia Li.


"Ooo...Begitu..Ayo kita mengobrolnya diluar saja,disini berantakan" ucap Ibu. Lalu melihat putranya tertidur di gendong oleh adiknya.


"Aku taruh Udin di kamar dulu ya kak" ucap Jia Li.


"Iya..kakak tunggu di taman belakang." ucap Ibu.


Lalu Jia Li berjalan ke arah kamar Udin. Sedangkan Ibunya berjalan ke arah taman.


kreeiit.. Pintu kamar Udin terbuka,Jia Li meletakkan Udin ditempat tidur.


"Maaf adik Yun Kak Udin tidak sengaja" ucap Udin mengigau.


"EH!!!


"Siapa adik Yun?"ucap Jia Li ketika mendengar igauan Udin.


Jia Li mengelus rambut Udin lalu mengecup keningnya.


"Jadilah Pria yang terkuat dan terhebat,semoga saja Ibumu membolehkanmu masuk sekte" ucap Jia Li dalam hati kemudian meninggalkan Udin tak lupa Menutup Pintu.


Ia melihat Shan sudah berada didepan pintu kamar Udin.


"Aku tunggu sore nanti dirumahku" ucap Jia Li menatap Shan lalu pergi.


"Baik nyonya Li" ucap Shan membungkuk.


"Diampuut....Bener - bnar sial aku hari ini,kemarin guru Xin tapi gak parah,yang ini malah tambah parah." ucap Shan dalam hati.


.


.


---***---


.


Di dalam kamar Udin.


Tubuh Udin tiba - tiba menghilang dari kamarnya.


Saat ini Udin berada di dunia lain.


"Sayang....Banguun" ucap Suara wanita.


Udin yang mendengar suara itu lalu terbangun.


Lalu melihat sosok wanita cantik didepannya.


.



.


.


"Bibi siapa? Udin ada dimana..." ucap Udin bingung ketika melihat sekeliling ruangan nampak berbeda dari kamarnya.

__ADS_1


"Namaku Rissa,Aku akan menuntunmu menjadi orang yang terkuat diseluruh penjuru alam semesta" ucap Wanita itu ternyata Rissa sedikit berbohong.


"Hem...Apakah Bibi yang memberiku pil dan buku itu?" ucap Udin.


"Iya benar,itu aku." ucap Rissa.


"Bagaimana caranya aku kembali kerumah,nanti ibuku khawatir." ucap Udin.


"Lihatlah cincin dijari manismu itu" ucap Rissa.


Udin pun melihat Cincin yang ia pakai.


"Cukup bayangkan kau keluar,maka dirimu akan keluar,bila ingin masuk kesini sama seperti kamu masuk." ucap Rissa.


"Ooo..begitu ta," ucap Udin lalu mencobanya.


Udin pun berhasil,kini ia kembali didalam kamarnya.


"HAH!!???!!


"Apa aku mimpi ya" ucap Udin dalam hati.


"Udin gak sedang mimpi,itu adalah kenyataan" ucap Rissa telepati.


Sebenarnya bisa saja Rissa mengembalikan semua ingatan Udin,tapi ia khawatir kepala Udin akan pecah karena tak kuat menampung semua ingatanya,meskipun dibantu dengan energi murninya tetap gak bisa,tunggu waktu yang tepat barulah akan dikembalikan lagi ingatannya.


"Ooooo...Begitu..terima kasih Bibi Rissa yang cantik" ucap Udin.


"sama - sama Udin ganteng." ucap Rissa telepati.


Udin bingung mau ngapain,akhirnya ia memutuskan untuk jalan - jalan keluar.


"Tuan muda mau kemana " ucap Shan ketika melihat Udin keluar kamar.


"Temenin aku paman Shan,aku mau jalan - jalan keluar. Bete ' Dikamar terus." ucap Udin.


"Baik tuan muda." ucap Shan.


Kemudian mereka berjalan - jalan.


Letak rumah Udin tidak jauh dari Kota Dunjian. sekitar 15km.


Ditengah perjalanan Udin, ia banyak menjumpai orang - orang,ada yang warnga biasa,bangsawan,kelompok sekte hingga prajurit.


Kota tersebut berdekatan dengan kerajaan Jian.



Hiyaat....


Hiyatt...


Hiyaatt... Wanita itu memacu kudanya dengan cepat.


Begitu mau dekat dengan Udin ada sesuatu yang terjatuh dari kudanya.


Udin yang melihat hendak memanggil wanita itu tapi tidak sempat ,keburu orangnya sudah pergi,Udin pun segera mengambilnya.



.


"Hem...Kalungnya bagus,jika aku kasih ibu pasti suka." ucap Udin.


"Tuan muda,maaf..Itu barang milik orang lain,lebih baik kita kembalikan saja ke yang punya." ucap Shan.


"Tapi orangnya sudah pergi paman" ucap Udin. Nampak tidak mau mengembalikan kalung tersebut.


"Kita susul dia saja gimana Tuan" ucap Shan.


"Hemmm......Udin berpikir


Tak lama kemudian.


"kita jalan kaki paman?,mana mungkin kita dapat menyusul bibi itu" ucap Udin.


"Bisa,sini paman gendong dibelakang" ucap Shan.


Udin Pun Menuruti paman Shan.


Setelah itu,Shan langsung melesat terbang, Ia melihat jalan kearah dimana wanita itu melesat pergi.


"EH!!!....Udin terkejut,melihat paman Shan dapat terbang melayang diudara.


Dari kejauhan,Shan melihat seorang wanita terus memacu kudanya.Kemudian Shan melesat ke arah wanita itu.

__ADS_1


Wanita Itu berhenti di sebuah gerbang dimana didalamnya banyak terdapat bangunan yang besar.Lalu wanita Itu masuk kedalam setelah penjaga membuka pintu.


"Paman dia sudah masuk kedalam" ucap Udin.


"Tuan Muda tenang saja" ucap Shan lalu melesat kearah wanita tersebut.


Nampak wanita itu duduk di bawah pohon setelah ia selesai menaruh kudanya.


Ia celingukan kesana kemari melihat arah bawah,karena baru tersadar kalungnya hilang.


Shan kemudian Turun tak Jauh dari tempat wanita itu .


"Nah..Sekarang Tuan muda berikan pada bibi itu ya" ucap Shan.


"Iya paman." ucap Udin lalu berjalan ke arah wanita yang sedang kebingungan.


.


---***---


"Dimana kalungku ya? perasaan tadi masih aku pakai" ucap wanita itu menyusuri jalan menuju kandang kuda.


"Bibi" ucap Udin berada dibelakangnya.


"Setan Kumis Setan setanan" ucap wanita itu terkejut latah.


Lalu ia menoleh kebelakang.


Ada bocah kecil,ia memperhatikan dari atas kebawah.


"EH!!! itu kalung mirip punyaku" ucap wanita itu.


"Maaf bibi,Udin mengagetkan Bibi,Udin hanya ingin memberikan ini pada bibi." ucap Udin.


Wanita itu mengambil dari tangan Udin.


"Apa kau mencurinya?" ucap wanita itu jadi yakin bahwa kalung itu miliknya yang hilang.


"Udin bukan pencuri bibi,itu kalung Udin dapat dijalan pas bibi lewat,lalu terjatuh. Udin mau memanggil bibi tapi sudah keburu jauh" ucap Udin.


"Bohong...Mana mungkin kamu cepat sampai kesini,lalu kamu masuk dari mana? jangan - jangan kamu penyusup lagi" ucap wanita itu tak mempercayai Udin. Karena dia hapal seluruh orang didalam sekte.


"Udin bukan penyusup BIbi" ucap Udin jengkel masih dikatakan penyusup, Lalu menggunakan jurus menghilangnya lagi dan berjalan ke arah paman Shan.


"EH...Kemana itu bocah ya? Apa jangan - jangan dia hantu?" ucap Wanita itu. Seketika bulu kuduknya berdiri lalu pergi dari situ.


.


.


---***----


.


.


Shan sedang mengawasi tuan mudanya itu sambil duduk jongkok dibalik tembok.ia tak mau ketahuan oleh orang lain.


"yang mulia raja dapat dari mana ya jurus itu?" ucap Shan dalam hati.


Tiba - tiba Udin muncul tepat dimukanya dengan muka dibuat seram.


"JAAANCOOOOOOKKK........." teriak Shan sangking terkejutnya.


Lalu datanglah Orang - orang Sekte itu menuju ke arahnya.


Udin memegang tangan paman Shan lalu menggunakan jurus menghilang lagi. sambil meletakkan 1 jari dimulutnya tak lupa menggunakan jurus menghilangkan hawa keberadaannya.


"Apa kau tadi mendengar suara itu" ucap orang itu didekat Udin dan Shan.


"EH!!! Kenapa dia tak melihatku dan yang mulia Raja ya?" ucap Shan dalam hati.Jantungnya masih berdetak kencang karena terkejut melihat Udin nongol didepan mukanya.


"Iya aku dengar,makanya aku kesini. Tapi kok gak ada ya"ucap orang satunya.


jumlahnya sekitar 10 orang.


15 menit kemudian mereka pergi dari situ karena tak menemukan yang 'mereka cari.


Udin dan Shan muncul kembali.


"Ayo paman kita pulang" ucap Udin.


Shan pun menggendong Udin dibelakang lalu melesat terbang,.


30 menit kemudian mereka sampai sampai dihalaman belakang rumah. Udin dan Shan masih menggunakan jurus menghilangkan hawa keberadaanya.

__ADS_1


"Besok lagi ya paman kita pergi jalan - jalan lagi" ucap Udin lalu berlari menuju kamarnya untuk mandi,karena sudah sore hari.


"Untung aku punya jantung kuat,jika enggak bisa mati tadi aku. Masa seorang raja dewa penguasa mati karena terkejut,kan gak keren" ucap Shan dalam hati lalu berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


__ADS_2