
Di Dunia Sihir,lebih tepatnya dunia yang di singgahi Udin.
Rumah Mansion tempat tinggal Udin.
"Adek tahu dari mana jika ada serangan Monster?" ucap Udin telepati.
"Adek membagi diri Adek,yang satunya pergi memgelilingi planet ini" ucap Rissa telepati.
"Hem... Aku panggil umam gimana Dek?" ucap Udin.telepati
"Boleh juga Kang Mas..Tapi setelah Kita melawan Monster itu." ucap Rissa telepati
"Sudah semuanya?" ucap Udin ketika mereka sudah siap.
"Sudah Boss...." ucap Anak buah Udin serempak.
"Sudah Kang Mas.." ucap Han Meiling Xing.
"Sudah Nak" ucap Orang Tua Udin.
"Ayoo dek." ucap Udin.
Rissa kemudian meneleportasikan mereka semua.
Mereka muncul diatas kerajaan Fantastiska.
Udin melihat para manusia melawan monster menggunakan Sihirnya.
"Banyak banget Dek Monsternya" ucap Udin melihat gerombolan monster menuju kerajaan Fantastiska.
"Iya Kang Mas... Makanya Adek ajak kemari"ucap Rissa.
"Tapi kok tumben mereka keluar begitu banyak Dek?"ucap Udin Heran.
"Ada portal Monster didekat sini Kang Mas. Portal Itu terbuka 500 tahun sekali,kebetulan hari ini adalah terbukanya portal itu." ucap Rissa.
"Baiklah... Baskoro tejo,Lingling, Li Shan dan Bibi Mingxia akan didampingi oleh Bibi Andin ."ucap Udin.
David Beckham tidak ikut,karena masih kecil,dia berada di dunia cincin.
"Paman Kuciah dan bibi Lastri ikut bersama Bibi Juminten.Ingat ... Kalian jangan berpencar... Sebab kita gak tahu Monster apa yang akan muncul dibelakangnya" ucap Udin.
"Aku akan bertempur bersama kedua istriku dan kedua orang tuaku,Yang lainnya terserah..." ucap Udin.
Udin sengaja menon aktifkan Elemen Ruang dan Waktu.
"Siap Bos.... Ucap Mereka serempak.
Rissa sudah memberikan Pil pada setiap orang.
Kemudian mereka melesat ke arah gerombolan monster tersebut.
Tidak hanya mereka saja yang datang,Berbagai penyihir juga ikut datang membantu,sebab mereka bisa meningkatkan kekuatan mereka dengan cara melawan monster tersebut.
Udin membuat Busur panah dengan kekuatannya.
Nampak Monster beruang berada dibarisan gelombang pertama menyerang para prajurit dan juga para pasukan yang membantu kerajaan Fantastiska.
Udin melesatkan anak panahnya yang telah di aliri elemen petir mengarah ke monster beruang.
Wuussh... Wuusshh... Wuusshh... Wuuuusshh...
Wuussh.... Wuuusshh... Wuussh... Wuussh...
Boom... Boomm.... Boomm.... Boomm... Booom... Boomm... Bokmm.... Boomm...
__ADS_1
Orang - orang yang menggunakan Sihir terkejut saat melihat Monster beruang itu dengan mudah dikalahkan oleh Seorang pemuda tanpa rapalan mantra.
Anak buah Udin juga tak mau kalah.
Li Shan memegang Pedang yang di aliri elemen Racunnya.
Crash... Crash.... Crash.... Crassh... Crasshh....
Para Beruang yang terkena sabetan pedangnya langsung tewas terkena Racun.
Lin Shang Pheng juga menyerang para beruang itu dengan pedangnya.
Crassh... Craassh... Craassh... Craassh....Jleb..Jleb... Jleb..
Udin membunuh Beruang didekat Ayahnya itu.
Di sisi Paijo,ia melesat ke tengah - tengah Monster yang terdapat monster berbagai jenis.
Boomm.... Boomm.... Boom... Boomm... Boomm... Boomm.... Boomm.... Booomm....
Para Monster terkena serangan Bola api disertai petir meledak.
Djarwo tak mau kalah,ia menyerang monster batu tepat di titik kelemahanan. Sebab ia sebelumnya pernah melawan monster batu tersebut.
Boom... Boom... Boom... Boomm... Boomm..
Udin melihat Djarwo dari kejauhan lantas menelepatinya.
"Paman Djarwo.. Kalau bisa intinya jangan dihancurkan,Udin mau buat pasukan." ucap Udin telepati.
"Siap Bossku...." ucap Djarwo telepati.
Sementara di sisi Lingling nampak diam diri saja,ia ditemani Baskoro Tejo. Ia merasa aneh dengan monster itu. ia mencoba berbicara dengan salah satu monster yang terluka.
"Beruang... Kenapa kalian datang menyerang?" ucap Lingling.
"Maafkan kami beruang,jika kami membunuh bangsamu,sebab bangsamu menyerang kami" ucap Lingling.
"A...A...Apa.!!??...Kamu bisa bahasa kami ... !!??" ucap Beruang terkejut.
"Benar... Temanku bisa bahasa binatang... Siapa pemimpin kalian?" ucap Baskoro Tejo.
"Pemimpinku adalah seekor burung" ucap Beruang itu.
Rissa yang mendengar percakapan Beruang dengan Lingling terkejut,Lalu melesat menghampiri Beruang itu.
Rissa menyembuhkan beruang tersebut,
"Mengapa kalian menyembuhkanku?" ucap Beruang heran.
"Tolong jawab... Apakah Pemimpin kalian adalah burung Phoenix?" ucap Rissa.
"Bagaimana kamu tahu?? Sedangkan aku tidak ada memberi tahumu" ucap Beruang itu heran.
"Oke... Itu sudah cukup." ucap Rissa.
Kemudian Rissa menelepati Udin dan Djarwo.
"Kang Mas... Ayo kita masuk dalam portal itu,Sebab salah satu beruang itu memberi tahu bahwa pemimpin mereka adalah seekor burung Phoenix." ucap Rissa telepati.
"Siap sayang..." ucap Udin telepati.
"Djarwo... Tolong gantikan aku disini,sebab aku dan Udin akan masuk kedalam portal itu" ucap Rissa telepati.
"Siap Nyonya Bos..." ucap Djarwo telepati.
__ADS_1
Tak lama Juminten datang.
"Jagain Mereka terutama Ayah dan Ibu.." ucap Rissa.
" Siap Nyonya Bos.." ucap Juminten.
Kemudian Udin dan Rissa melesat ke arah pintu Portal,yang letaknya 50 Km dari kerajaan Fantastiska.
Udin melihat banyak Monster menuju ke arah kerajaan Fantastiska.
"Banyak banget Dek Monsternya..." ucap Udin ketika melewati gerombolan monster tersebut.
Ada jutaan Monster yang Udin lihat beragam jenis bergerak perlahan,sambil menunggu pasukan didepannya.
"Gunakan ilmu menghilangnya Kang Mas,dan juga hilangkan Hawa keberadaan" ucap Rissa.
"Baik... " ucap Udin.
Kemudian mereka masuk dalam portal.
"Diiaaampuut..... Disini lebih banyak lagi." ucap Udin dalam hati.
Ada Ratusan Juta Monster berbaris,mereka menunggu giliran keluar.
Udin melihat barisan paling belakang. Terdapat Ratusan Naga. tapi bentuk naga itu berbeda dari Paijo.
Dibelakang Naga Nampak seekor burung bertengger di gunung merapi. Burung itu yang mengodinir para monster
"Dek... Itu seperti andin.. Tapi warnanya kok berbeda? dan bentuk naga disini juga berbeda?" ucap Udin telepati . Udin melihat burung Phoenix itu memiliki warna Merah dan Biru.
"Itu dewa penguasa Phoenix kang Mas. Sedangkan Naga itu adalah bentuk lain dari bangsa Naga,karena mereka hidup di alam Sihir. Dan juga naga itu tidak memakai energi Qi,melainkan energi MANA. Kecuali burung Phoenix itu" ucap Rissa telepati.
"Ooo.... Begitu. Terus kita disini ngapain dek?" ucap Udin telepati.
"Jalan - jalan kang Mas." ucap Rissa telepati.
"Ooo.... Jalan - jalan ta...Bentar aku hampiri si burung Perkutut itu" ucap Udin telepati.
"Hati - hati Kang Mas...." ucap Rissa telepati.
"Siap Beb..." ucap Udin telepati. Lalu melesat ke arah Burung Phoenix tersebut.
Sedangkan Rissa mengawasi dari jauh.
"Mengapa ia ada disini? bukannya ada di Alam para dewa" ucap Rissa dalam hati melihat Burung Phoenix Api dan Es.
Rissa mengamati Para naga itu.
"Jika Naga ini keluar,maka bisa hancur planet sihir ini" ucap Rissa dalam hati. Sebab Rissa melihat di antara para Naga itu ada yang mempunyai kekuatan setara dengan Kaisar dewa.
Rissa mempunyai kartu AS bila tak sanggup melawan musuhnya,karena bila musuhnya itu masuk maka segala kekuatan yang musuh punyai akan Sirna.
Entah siapa yang memberikan itu padanya saat terbebas dari Cincin pelangi. Begitu terbebas dari Cincin pelangi dirinya mendapat sebuah kotak,Lalu Rissa memberikan isi kotak itu pada Udin.
.
.
¤¤¤¤¤
__ADS_1
.