
Udin tak menyangka antusias orang - orang yang ada didalam ruangan itu ikut serta menawarkan putrinya. Bahkan pelayan istana juga ikut menawarkan dirinya.
"Asem.... Bisa lempoh itu dengkulnya Kuwi jika mempunyai banyak istrinya" ucap Udin dalam hati.
Kemudian Udin turun dari kursi singgasana.
"Maaf semuanya.... Biar nanti Paman Kuwi yang memutuskan akan memilih siapa yang akan menjadi Istri paman Kuwi" ucap Udin.
"BAIK TUAN MUDA" ucap Mereka serempak.
"Suruh Kuwi menikahi semuanya aja Bos" teriak Paijo.
HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKA..... Djarwo dan Juminten tertawa terpingkal - pingkal. membayangkan Istri Kuwi lebih dari 100 orang bagaimana caranya melayanin istrinya itu.
"Stopp.... Perutku sakit ketawa terus... " ucap Rissa dari tadi ketawa terus.
"Eh... Kalau Kuwi jadi menikahi pelayan itu gimana cara melayaninya ya.. " ucap Djarwo.
"Paling Kuwi nutup matanya sambil membayangkan jika didepannya itu wanita muda" ucap Paijo.
"Huakakakakakaka.... Aduh... sakit perutku" ucap Risaa mendengar ocehan Djarwo dan Paijo.Sebab dirinya juga ikut membayangkan Kuwi melayani pelayan istana itu yang sudah Nenek - nenek.
Mereka semua yang mendengar ucapan Djarwo dan Paijo ikut tertawa..
"Sudah belom tertawanya... "
"Udin ngantuk neh...." ucap Udin. Sebab Udin kekeyangan dan badannya kembali Fit setelah dipijatin oleh Jendral Mingxia.
Mereka terdiam setelah Udin bicara.
Paijo melesat kedepan Lalu meggendong Kuwi yang pingsan itu, Bisa saja Paijo menyadarkan Kuwi,tapi nanti malah jadi panjang urusannya,bisa - bisa seluruh istana menawarkan Anaknya atau pelayan itu sendiri yang menawarkan dirinya.
"Maaf semuanya,Udin tinggal dulu ya." ucap Udin.
"IYA TUAN MUDA"ucap Mereka serempak.
Udin, Rissa, Paijo, Kuwi , Juminten dan Djarwo meninggalkan ruangan tersebut sambil dikawal oleh Jendral Mingxia dan beberapa prajurit.
Setelah Rombongan Udin pergi.
"Terima kasih atas bantuannya Raja Huan dan Raja Xin yang ikut dalam mencari keponakan saya" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Yang mulia tidak perlu mengucapkan itu,Kami siap kapan saja membantu yang Mulia bila membutuhkan bantuan" ucap Raja Huan.
"Benar tuh Raja Huan,Kita siap bantu kapan saja bila yang mulia kaisar butuh bantuan" ucap Raja Xin.
Kaisar Chang Li Wan berjalan ke arah Raja Huan.
"Ini ada beberapa Pil kejujuran, Gunakan untuk membasmi para penghianat"ucap Kaisar Chang Li Wan sambil memberikan Pil kejujuran .
Raja Huan menerima Pil tersebut dan memasukkannya dalam cincin Ruangnya lalu bersujud."Terima kasih yang mulia kaisar "
"Iya... Berdirilah... " ucap Kaisar Chang Li Wan.
Kemudian Ia berjalan ke arah Raja Xin.
"Ini Pil kejujuran ,gunakan secara bijak pada pemerintahanmu" ucap Kaisar Chang Li Wan.
Raja Xin menerima Pil tersebut lalu memasukkan dalam cincin Ruangnya lalu bersujud."Terima Kasih yang mulia kaisar."
"Iya... Sama - sama.. Kalian adalah temanku. Aku tinggal dulu" ucap Kaisar Chang Li Wan. Lalu pergi keluar ruangan Singgasana.
.
-----***----
.
Didalam kamar Udin.
.
"Dek... Aku lupa sama tahanan itu.. Gimana keadaan mereka? ucap Udin sambil berebah dikasur bersama Rissa.
"Mereka semua baik - baik Saja,hanya saja mereka tidak keluar dari kurungan." ucap Rissa.
Rissa membuat tahanan itu tak sadarkan Diri ketika masuk dalam dunia cincin miliknya.
"Ooo... Begitu.. Ya udah besok pagi aja aku akan menjenguk mereka" ucap Udin.
Tak lama kemudian Udin dan Rissa terlelap tidur.
.
***
Esok Pagi..
Udin dan Rissa sudah bangun,mereka sedang menikmati sarapan paginya berupa Roti di olesin selai.
Setelah Sarapan.
"Dek... Jika Paijo dan yang lainnya masuk kedunia cincin gakpapa kah?"ucap Udin.
"Gakpapa kang mas... Mereka kan anak buah kang mas. Sekuat apapun mereka bila sudah masuk dalam dunia cincin maka kekuatan mereka bisa tetap seperti biasa bisa juga kekuatan mereka hilang tergantung keinginan kita" ucap Rissa.
"Oooo... Begitu.. Oke aku panggil mereka dulu ya" ucap Udin.
"Iya sayang." ucap Rissa.
Udin memanggil semua anak buahnya dengan telepati. Tak lama kemudian mereka datang.
Udin melihat Andin menjadi heran.
Nampak wajahnya bersinar,dan ada bekas cupangan dilehernya.
"Hem...Mereka ternyata sepasang kekasih to.." ucap Udin dalam hati.
"Ada apa Bos manggil kami,Apa kita pergi membantai lagi?" ucap Paijo.
"Enggak Pak de... Udin mau ngajak kalian jalan - jalan" ucap Udin.
"Jalan - jalan kemana Bos... Ke jakarta atau luar negeri?" ucap Ponijan. Nampak dileher Ponijan juga ada bekas cupangan.
Udin tak menjawab,ia langsung memasukkan semua anak buahnya kedalam dunia cincin.
Mereka semua masuk kedalam dunia cincin.
"EH!!!?? Sepertinya aku pernah kesini deh?" ucap Paijo melihat pemandangan yang gak asing.
"Ini dimana Bos?" ucap Andin. Melihat pemandangan yang sangat indah. Energi Qi sangat padat,dan ada sebuah bangunan Istana.
"Kalian semua ada didunia cincin milikku." ucap Udin.
"Ooooo.... Dunia Cincin."ucap Mereka serempak.
"Di mana mereka dek" ucap Udin.
"Mereka ada disana kang mas" ucap Rissa sambil menunjukkan arah.
Nampak sebuah bangunan 400meter dari arah mereka.
Udin Berjalan kearah bangunan tersebut di ikutin yang lainnya.
"Dek... Tolong sembuhkan mereka" ucap Udin ketika sudah sampai ditempat kurungan. Udin melihat banyak manusia dari yang anak - anak hingga dewasa dalam keadaan terluka dan tak sadarkan diri dalam keadaan terborgol.
"Baik kang mas" ucap Rissa.
Rissa mengarahkan jari telunjuk ke arah bangunan tersebut. Muncul sebuah sinar putih dari telunjukknya Rissa..
Wuuusshh....... Cahaya terang menyelimuti tahanan itu ,setelah itu meredup.
Luka - luka yang di alami oleh para tahanan hilang tak membekas,tubuh yang semula kurus menjadi gemuk lagi.Borgol mereka hilang.
Satu persatu mereka siuman.
"EH!!?? Mereka terkejut ada di tempat yang asing lalu melihat tubuhnya yang awalnya sakit kini tidak merasakan sakit lagi.
Mereka saling tatap antara satu ke yang lainnya.
__ADS_1
"Kalian sudah kami bebaskan dari organisasi Tengkorak Tiga Daun,hanya saja belum bisa kami keluarkan ruangan ini" ucap Udin.
Mereka semua menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Terima Kasih Tuan telah membebaskan saya" ucap Seorang wanita
Mereka semua mengucapkan terima kasih pada Udin.
"Iya... untuk sementara kalian tinggal disini,Nanti pamanku yang mengurus kalian." ucap Udin.
Ruangan itu lebarnya 15meter X 20 meter, ada kamar mandi didalam dan juga tempat tidur.
"BAIK TUAN" ucap Mereka serempak.
"Huaaaaa....... Ibuuuu....... " Nampak bocah perempuan berumur 9 tahun menangis.
Udin yang melihat jadi kasihan.
"Dimana Ibunya anak itu" ucap Paijo.
"Ibunya tewas setelah Di perrkossaa oleh meraka karena setelah di Perrrkossaa Ibu dari anak ini berusaha untuk kabur setelah melukai penjaga." ucap seorang pria dewasa.
"Kasihan..... " ucap Anak buah Udin serempak.
"Dek.... Ada permen loly pop apa engga?" ucap Udin.
"Ada kang mas" ucap Rissa lalu mengeluarkan 1 kantong plastik berisi puluhan permen lolypop.
Udin menerima permen itu lalu berjalan ke pintu masuk.
Pintu itu terbuka sendiri..
Krriiieet...
Udin lalu berjalan mendekati anak kecil yang menangis itu.sambil membuka bungkusannya.
"adik manis.... Aku punya permen,jika adik berhenti menangis maka aku beri permen." ucap Udin sambil memegang permen.
Anak kecil itu terdiam lalu melihat ke arah Udin memegang permen.
"Aku mau... " ucap Anak kecil tersebut.
Udin membuka bungkus permen itu lalu memberikannya oada anak kecil tersebut.
"Terima kasih" ucap Anak kecil itu.
"Iya sama - sama... Siapa namamu adik manis" ucap Udin.
"Namaku Lingling" ucap Anak kecil itu.
"Ooo.... Namamu Lingling to,namaku Lin Udin" ucap Udin .
Lingling lalu memg3mut permen itu.
"EH....!!?? Dia terkejut.
"Ini permen apa ?" ucap Lingling yang baru pertama kali mencoba permen tersebut lain dari yang biasanya yang ia makan.
"Itu permen Su2, Kenapa.....
"Gak enak kah?" ucap Udin.
"Hemmphh... Plop...
"Enak sekali.... Lingling suka" ucap Lingling.
"Syukurlah kirain gak suka" ucap Udin.
Semua tahanan menatap Lingling dengan mulut meneteskan air liurnya.
"Dek... Masih ada lagi kah?" ucap Udin dalam hati.
"Ada kang mas,sudah adek masukin kedalam cincin ruang kang mas" ucap Rissa telepati.
"Semuanya akan aku beri,tolong jangan rebutan Ya....." ucap Udin.
"BAIK TUAN......." ucap Mereka serempak.
Udin membagikan tiap 1 orang mendapatkan 1 bungkus permen SU2.
"TERIMA KASIH TUAN"ucap Mereka serempak .
"Iya sama - sama" ucap Udin.
Udin berjalan keluar ruangan.
Kriieet... Pintu tertutup.
"Udin minta Tolong paman dan bibi untuk menjaga dan memberi makan pada mereka,Untuk makanannya mintalah pada Rissa" ucap Udin.
"Siaap Bos... " ucap mereka serempak.
"Dek....Perasaan kemarin aku lihat ada manusia yang bentuknya aneh deh" ucap Udin.
" Mereka adek letakkan di tempat terpisah kang mas,soalnya mereka adalah bangsa siluman" ucap Rissa.
"Ooo... Bangsa siluman to. Dimana mereka dek" ucap Udin.
"Tuh mereka ada disana" ucap Rissa sambil menunjuk arah. 100 meter ditempat Udin ada bangunan.
"Oke... Ayo kita kesana" ucap Udin.
Rissa memberikan Cincin ruang yang Isinya makanan dan minuman kepada Juminten.
"Bibi nanti yang berikan ini pada mereka ya,tapi jangan semuanya. Tiap Orang berikan satu satu. " ucap Rissa.
"Baik nyonya bos" ucap Juminten.
Kemudian mereka berjalan ke arah bangunan tersebut.
Nampak para siluman itu terluka parah danbtak sadarkan diri dalam keadaan terborgol.
Ruangan mereka disekat jeruji besi.
"Dek.... " ucap Udin..
Rissa yang paham langsung menyembuhkan mereka semua .
Kini mereka semua sudah sembuh dari luka - lukanya. dan borgol mereka hilang. Tenaga mereka pulih kembali.
Nampak Siluman Kera membuka matanya.
"Kamu siapa... Bebaskan sayaaa..." ucap Siluman Kera itu nampak emosi sambil berusaha melepaskan kurungan tersebut.
Siluman yang lain terbangun ketika mendengar suara siluman kera.
"EH!!??? Siluman harimau terkejut melihat pemandangan yang berbeda lalu melihat ada 2 anak kecil dan orang dewasa didekatnya.
"GRRRRRRRR........ Siluman Harimau menjadi emosi ketika melihat manusia,lalu merubah wujudnya menjadi Harimau.
Harimau itu berusaha merusak juruji besi dengan kekuatannya.
Boom....Boommm....Boomm....
Siluman Rubah yang wujudnya wanita itu juga sadar,Ia menggunakan kekuatannya untuk menghipnotis manusia yang ada didepannya. Namun Usahanya itu digagalkan oleh Rissa.
Siluman Kera juga begitu,Ia berusaha kabur dengan memperbanyak tubuhnya untuk membuka jeruji besi tersebut.
Siluman Babi juga melakukan hal yang sama,Ia mengeluarkan senjatanya berupa garukan kebon. Lalu mengarahkan senjatanya ke jeruji besi..
Boom.... Boom.... Boomm.... Boomm...
Mereka tidak bisa menghancurkan kurungan tersebut.
"Tolong semuanya diam" ucap Udin.
Mereka tak menghiraukan suara Udin.
__ADS_1
Udin agak emosi karena di cuekin.
Udin mengumpulkan energi Qi dimulutnya.
Jurus Auman Naga Bonaaarrr....
GRRROOOOOAAAAAAAAARRRRRRRRR...............
Nampak para siluman itu menutup telingannya dengan Qi. Tapi mereka tak bisa menahan suara tersebut.
"SAKIIIIIIITTTT...... Teriak Mereka kesakitan.
Tubuh siluman Kera yang awalnya banyak kini hanya sisa 1 saja.
"HAMBA MENYERAAAAAAAAHH.....
"AKUUUU MENYERAAAAAHHHH..
"AAKUUU JUGA MENYERAAHHHH....
"HAMBAA JUGA MENYERAAAAHH.....
Mereka merasakan sakit luar biasa. Sambil menjatuhkan badannya dilantai.Namoak kuping mereka berdarah akibat gendang telinganya hancur,jika terus belanjut bisa - bisa kepala mereka bisa meledak
Udin menghentikan Aumannya.
"Nah... Gitu kan enak Jika kalian diam.Gak kaya tadi seperti orang lagi demo didepan istana presiden saja" ucap Udin.
"Dek sembuhkan mereka" ucap Udin.
"Baik kang mas" ucap Rissa.
Rissa lalu menyembuhkan mereka semua seperti sedia kala.
"EH...!!?? Mereka semua terkejut ketika tidak merasakan sakit ditelinga.
"Bangunlah" ucap Udin.
"BAIK TUAN" ucap mereka serempak kecuali harimau.
Kini mereka tidak berani bertindak seperti tadi.
"Kalian akan aku bebaskan jika sudah waktunya tiba," ucap Udin.
"Manusia...Aku akan membunuhmu" ucap Harimau dalam hati.
"Silahkan jika itu bisa,tapi sebelum sempat kamu menyentuh kami,akan aku buat dirimu menderita seumur hidupmu" ucap Rissa telepati ke siluman harimau.
"Ba...Ba...Bagaimana Dia bisa baca ucapan hati" ucap Harimau dalam hati.
Udin berjalan ke arah Harimau itu.
"Paman Harimau, Paman tenang saja disini. Kami tidak akan menyakiti kalian jika kalian tidak berbuat onar" ucap Udin.
"Cih.... Semua manusia itu sama. Jahat semua" ucap Harimau itu.
"Gak semuanya jahat paman,buktinya ada didepanmu" ucap Udin.
"Ba...Ba...Bagaimana kamu bisa memahami bahasaku" ucap harimau itu terkejut. Sebab dirinya masih berada dalam wujud Harimau.
"Ya bisa dong.. Udin kan Lulusan UGM.. S1" ucap Udin asal.
"Lulusan UGM.?? S Satu? Di mana itu?" ucap Harimau penasaran,sebab dirinya baru mendengar nama itu.
"Ada di yogyakarta paman. Kenapa.....
"Paman mau kuliah disana juga kah?" ucap Udin.
"Emang disana ada apa saja Tuan" ucap Harimau makin penasaran,sebab Udin bisa bahasa binatang, Ia berpikir Udin beneran lulusan UGM. Dan tempat itu bisa membuat manusia bisa belajar bahasa hewan.
"Banyak Paman,salah satu ya itu tentang Hewan,lalu tumbuhan,sastra,hukum Dan Lain Lain" ucap Udin.
ponijan Lalu berjalan ke arah Udin.
"Bos... Kalau ne kucing masuk UGM,yang ada malah ditangkap oleh polisi kehutanan lalu masuk Karantina Hewan Bos... Kemudian di taruh di Ragunan sana" ucap Ponijan.
" Benar juga ya....Eh!! Bukankah paman Poni juga Kucing?" ucap Udin.
" Iya seh....., Ponijan sambil garuk - garuk kepalanya meskipun tak gatal.
"Tapi aku kan Kucing Legenda Bos,sedangkan dia kucing garong" ucap Ponijan tak terima bila disamakan dengan siluman harimau tersebut.
"Masa seh Paman.. Coba paman berubah.." ucap Udin.
Ponijan Lalu merubah bentuknya menjadi Hewan.
Nampak Aura Dewa penguasa terpancar di tubuh Ponijan.
Para siluman tersebut terkejut ketika Ponijan berubah menjadi Harimau Legenda tersebut.
"HORMAT SAYA PADA YANG MULIA DEWA PENGUASA AGUNG" ucap Mereka serempak sambil menundukkan kepalanya.
"Sejak kapan Paman Poni punya Sayap" ucap Udin heran. Sebab selama Ini wujud Ponijan hanya Kucing kecil dan manusia saja.
"Ini adalah wujud asliku Bos... " ucap Ponijan.
"Ooo.... Begitu.... "Udin melayang lalu menaiki Ponijan.
"Lembut juga bulumu paman Poni " ucap Udin sambil meraba Bulu Ponijan lalu berebah di punggung Ponijan.
Udin menoleh ke arah para siluman yang masih menundukkan kepalanya.
"Kalian bangunlah," ucap Udin .
"BAIK TUAN" ucap mereka serempak.
"EH...!!!?? Mereka semua terkejut melihat manusia menaiki Hewan legenda tersebut dengan santainya.
"Jangan panggil aku tuan... Panggil aku Bos.. Boss Udin.. " ucap Udin dalam keadaan tengkurap dipunggungnya Ponijan.
"Baik Bos...." ucap mereka serempak.
"Bos. Udin...."ucap Harimau itu.
"Ya ada apa paman Kuciah" ucap Udin memanggil harimau itu dengan nama Kuciah.
"Hamba minta tolong bebaskan hamba sekarang,sebab keluarga hamba ditahan oleh manusia" ucap Harimau itu sambil menundukkan kepalanya.
"Hem....Paman Kuciah tenang saja..
"Nanti kita bantu kok" ucap Udin sambil memejamkan matanya.
Tak lama kemudian Udin tertidur.
"Terima Kasih Bos" ucap Harimau Itu.
Ponijan lalu melayang,Takut Bos Udin terbangun jika berjalan kaki.
"Paman Ponijan... Bawa Udin ke kamarnya" ucap Rissa.
"Baik Nyonya" ucap Ponijan lalu melesat terbang .
"Untuk Kalian terserah mau ngapain,Untuk tugas memberi makan aku serahkan pada kalian semua" ucap Rissa.
"Siap Nyonya" ucap Mereka serempak.
Setengah jam kemudian Ponijan kembali masih membawa Udin.
"KENAPA PAMAN PONI KESINI LAGI?" ucap Rissa Emosi. karena melihat Udin masih berada di punggung Ponijan.
"Maaf Nyonya Bos... Ruang Tidur Bos Udin sebelah mana ya? Aku bingung.. soalnya banyak sekali kamar disana" ucap Ponijan yang takut salah menaruh Udin.
"EH!!!!?? Rissa baru tersadar
"Hehehehehe.... Maaf... Rissa lupa kasih tahu" ucap Rissa.
Gubrak....... Djarwo, Paijo, Juminten ,Andin dan Kuwi terjengkang. Ketika mendengar ucapan Rissa.
__ADS_1