Petualangan Udin

Petualangan Udin
MEMULAI BERLATIH


__ADS_3

Suasana Pagi hari nampak cerah sekali. Nampak 2 orang sedang duduk sambil mengobrol. mereka adalah Udin dan paijo.


Kurang dari seminggu,akhirnya yang ditunggu oleh Udin dan Paijo muncul.


" Guru kalah...." ucap Udin saat Pheng mendarat di tanah.


" Iya guru kalah. Hem... Kalian sebenarnya siapa?" ucap Pheng penasaran.


"Saya Lin Udin dan ini Paijo guru? ucap Udin.


"Bukan itu.. Maksud guru itu asal kalian." ucap Pheng.


"Ooo... Udin dari Bangsawan Lin guru,sedangkan Pak de Paijo adalah pengawalku" ucap Udin.


" Pengawalmu ini dari mana asalnya?" ucap Pheng penasaran.


" Maaf guru,ada sesuatu yang semestinya tidak harus dikatakan oleh orang lain, Jadi gimana guru..Guru mau mengajari Udin berlatih atau mengintrogasi kami?" ucap Udin yang mulai eneg di introgasi oleh Pheng.


"Aneh anak ini kecil,mengapa seolah - olah dia orang dewasa,seharusnya anak seusia dia itu selalu ceplas ceplos." ucap Pheng dalam hati.


"Maaf...Maaf Udin,guru hanya penasaran saja,baiklah guru tidak akan menanyakan lagi. Sekarang ayo ikutin Guru" ucap Pheng.


Udin dan Paijo mengikuti Pheng.


30 menit kemudian mereka sampai di sebuah Goa yang dilindungi array tingkat dewa. Lalu Oheng membuka Array tersebut.


"Ayo masuk.." ucap Pheng.


"Iya guru" ucap Udin yang digendong oleh Paijo.


20 Menit berjalan. Sampailah mereka di sebuah tempat yang Indah, Energi Qi lebih padat dari pada diluar.


Udin melihat ada bendera array pengumpul Qi diatas langit.


"Pantes energi Qi disini lebih padat,rupanya ada array pengumpul Qi. " ucap Udin dalam hati.


"Udin...Masuklah di dalam kolam ini" ucap Phen.


"Baik Guru" ucap Udin ,ia melepaskan bajunya lalu dimasukkan dalam cincin. setelah itu Udin masuk kedalam Kolam yang tak seberapa dalam. kolam itu berwarna jernih


Muncul warna - warni dibadan Udin disertai bayangan Naga.


"Aku tak salah memilih penerusku,Tubuh anak ini seperti memiliki keunikan tersendiri. Anak ini banyak memiliki warna dan Roh naga ,tapi mengapa Ia tak kesakitan ya?"ucap Pheng dalam hati.


Sebab Kolam tersebut memiliki sedikit energi petir.


"Berapa lama guru...udin berendam disini" ucap Udin.


"Coba Udin duduk lotus..." ucap Pheng.


Udin mematuhi gurunya.


"Tenangkan Fikiranmu,kemudian seraplah energi yang ada didepanmu" ucap Pheng.


Udin lalu meyerapnya. Segel petir didalam tubuh Udin mulai muncul keretakan.


"Aneh...seharusnya itu menambah Dantian Udin,kenapa tidak ada perubahan." ucap Pheng dalam hati. Soalnya Pheng melihat Udin masih Pembentukan Qi 1.


Udin berendam Selama 8 jam. Setelah Itu Udin disuruh keluar oleh gurunya.


"Muridku Udin, Naiklah ke atas sini" ucap Pheng.


"Baik guru" ucap Udin dengan Patuh naik ke atas.

__ADS_1


"Maaf muridku,seharusnya setelah berendam dikolam Ini,seharusnya dantianmu bertambah,dan kekuatanmu akan berada di ranah pendekar perunggu tingkat 1,tapi mengapa kamu tidak naik - naik" ucap Pheng.


"Karena Udin berada di tahap Saint puncak Guru" ucap Udin.


"Ooo... di tahap Saint puncak" ucap Pheng angguk - angguk kepalanya.


"APPAAAAAAAAAAAAAAAA!!!????? Teriak Pheng sambil meloncat dari tempatnya karena terkejut.


"Se...Se...Serius Din apa yang kamu ucapkan Tadi?" ucap Pheng syok yang belom percaya.


Udin lalu membuka segel kekuatannya yang ia tutupin.


Wussshhh.... Keluarlah Aura Saint puncak pada Udin.


" Udin gak bohong guru,kalau Udin bohong nanti masuk neraka,dineraka itu sangat kejam guru,kalau tidak percaya tanya saja sama pakde Paijo guru" ucap Udin.


Paijo Mengawasi Udin 30 meter dari tempat Udin berada.Tersentak kaget.."Asem, Aku loh bukan orang yang muncul di TV tiap seminggu sekali" ucapnya dalam hati.


"Mustahil Anak kecil yang belom genap 8 tahun memiliki kekuatan yang sangat besar." ucap Pheng dalam hati. Pheng tidak merasa tertindas oleh aura yang dikeluarkan Udin,sebab kultivasinya berada diatas Udin.


"Guru percaya,Ini makanlah" ucap Pheng.Sambil memberikan buah yang tak biasa Udin makan di rumahnya.


Udin melihat buah tersebut biasa saja lalu memakan buah tersebut tidak terkejut dengan rasanya. sebab Buah itu pernah ia makan sewaktu dihutan inti monster.


"Aneh...Seharusnya Udin terkejut dengan buah itu dan ia akan menanyakan rasanya,mengapa dia diam saja,malah lahap lagi" ucap Pheng dalam hati.


"Guru punya apel emas apa tidak?" ucap Udin setelah selesai makan buah pemberian gurunya.


"Apel emas? Guru tak punya Udin..Sebab buah itu sangat langka dan harganya sangat mahal." ucap Pheng.


"Dek..Ada apel emas gak,lidahku mati rasa gara - gara makan buah terkutuk itu" ucap Udin dalam hati.


"Sudah adek taruh didalam cincinnya kang mas sebelum kang mas minta tadi." ucap Rissa telepati.


"Terima kasih sayang" ucap Udin dalam hati.


"Udin lalu mengeluarkan 4 buah apel emas didepan guru Pheng.


"HAAAAAAAAHHHH....!!!!??"


"Dari mana kau dapatkan ini Muridku ?" ucap Pheng terkejut. Apel emas itu berbuah 200 tahun sekali,itu pun hanya 1 buah didalam 1 pohon,dan pohon tersebut jarang ada yang memiliki.


"Udin diberi oleh seseorang,Udin tidak memberi tahu siapa yang ngasih,jika Udin memberi tahu maka Udin tidak dikasih lagi" ucap Udin lalu memakan buah apel emas tersebut.


Paijo yang melihat apel emas tersebut menjadi pengen makan.


"Boss...Bagi donk apelnya." ucap Paijo yang sudah dekat dengan Udin.


Lalu Udin mengeluarkan 10 Apel emas lagi.


Guru Pheng mengeluarkan seteguk darahnya,akibat seacara beruntun dibuat syok dan terkejut dengan kejadian tersebut.


"Ada berapa buah apel emas yang Udin punya" ucap Pheng.


"Guru juga mau?" ucap Udin lalu mengeluarkan 100 buah apel emas.


Bruukk...... Pheng pingsan.


"Loh...Malah tidur." ucap Udin.


Lalu Paijo mengangkat tubuh Pheng lalu meletakkan Pheng di bawah pohon. Setelah itu ia kembali lagi bersama Udin.


"Bos...Setelah berendam tadi apa yang bos rasakan?" ucap Paijo sambil memakan apel emas.

__ADS_1


"Hem....Udin tadi merasakan kayak ada yang retak gitu didalam tubuh Udin pakde." ucap Udin.


"Ooo...Berarti Elemen Petir bos akan segera terbuka" ucap Paijo.


"Bisa jadi Pakde,soalnya Udin gak tahu.


Setelah Mereka makan, Udin mulai memgantuk,karena sudah malam hari. Ia mengeluarkan Alat perangkap nyamuk pemberian Shan. Sedangkan Paijo berjaga.


Sejam kemudian Guru Pheng tersadar.


"Ughh.. Sialan... Bukannya dia yang terkejut malah aku yang dibuat terkejut sampai aku pingsan begini" ucap Pheng dalam hati.


Kemudian dia duduk dan melihat Udin sudah tidur,Paijo sedang duduk disampingnya sambil menulis buku.


Pheng masih penasaran,Siapakah Paijo sebenarnya. Mengapa ia tak dapat melihat kultivasinya.Lalu Ia melesat ke arah bangunan yang tak jauh dari Kolam tersebut.


****


Pagi harinya.


mereka bertiga sudah diberada dikolam kedua yang bewarna hijau


"Udin...Berendamlah dikolam ini sampai energi petir tersebut terserap Habis" ucap Pheng.


"Siap guru" ucap Udin lalu menceburkan dirinya.


"Hem...Rasanya seperti di gigit semut,lumayan sakit" ucap Udin dalam hati.


Track... Segel petir mulai retak lagi.


Udin terus mengisap energi petir dikolam tersebut.


Sementara Pheng memijati Paijo yang sedang mengisi TTS ,sebab kalah bertaruh .


"Hem...8 kotak.. huruf ketiga E. Presiden yang mendapat julukan bapak pembangunan ." ucap Paijo.


Pheng yang melihat tulisan tersebut kebingungan.


"Itu huruf apa ya? kok aneh gitu,Tapi mengapa pengawalnya bisa membaca buku tersebut" ucap Pheng dalam hati sambil memijati pundak Paijo.


"S...O..E..H..A...R..T...O... Yes.... Benar" ucap Paijo.


"Presiden??? Siapa itu presiden. Apakah dia seorang Dewa terkuat?" ucap Pheng dalam hati.


Tak Lama kemudian.


"Guru....Airnya sudah ada energi petir lagi" Teriak Udin.


"EH!!??? Pheng terkejut lalu berlari menuju tempat Udin berada lalu memeriksa air tersebut.


"Ba...Ba...Ba... Bagaimana mungkin bisa secepat itu ia menghisap energi petir dikolam kedua."ucap Pheng dalam hati.


"Baiklah..Sekarang pergilah ke bangunan itu,disana terdapat kitab jurus petir" ucap Pheng.


"Siap guru" ucap Udin ,Lalu mengganti . Pakaian yang lama ia jemur lalu melesat kedalam bangunan yang ditunjuk oleh gurunya.


Didalam bangunan,Udin melihat tumpukan buku,ada buku macam - macam array,buku jurus petir.


Udin tidak tertarik dengan buku array,karena dirinya masih mengingat jurus tersebut,Udin mempelajari jurus petir saja. Sambil membaca,Udin memakan buah - buahan yang sangat langka dicari oleh dewa - dewi. Sedangkan Pheng masih memijati Paijo yang menulis buku aneh tersebut.


" 4 kotak . Orang yang ingin tahu urusan orang lain." ucap Paijo.


"EH!!?? Apakah dia menyindirku" ucap Pheng dalam hati.

__ADS_1


"BOSS...4 KOTAK,ORANG YANG INGIN TAHU URUSAN ORANG LAIN" ucap Paijo pakai Qi.


"KEPO" ucap Udin pakai Qi.


__ADS_2