Petualangan Udin

Petualangan Udin
MENCULIK KAISAR CHANG LI WAN


__ADS_3

"Nona Mingmei..."ucap Djarwo.


"Iya Tuan.." ucap Mingmei.


"Nona disini saja,gak usah ikut ke ladang,Biar kami saja yang keladang." ucap Djarwo.


Tak lama kemudian Lingling datang.


"Ibu... Kak Udin mana?" ucap Lingling.


"Kak Udin sedang keluar Nak" ucap Mingmei lalu menggendong Lingling.


"Mingmei tinggal dulu Tuan. Mau mandiin Lingling" ucap Mingmei.


"Iya silahkan... " ucap Djarwo.


"Pantesan Udin mau Jodohin Mingmei dengan kaisar,ternyta Mingmei memiliki sifat keibuan meskipun belum pernah menikah" ucap Djawo.


Djarwo menelepati Andin,Juminten, Kuwi, danPonijan . Ia mengatakan Udin akan menjodohkan Mingmei dengan kaisar Chang Li Wan. Djarwo minta Andin mengawasi Mingmei agar tidak didekati oleh pria lain.


Kini mereka ada di ladang, Yang wanita bertugas memyediakan makanan,ada pula yang ikut keladang.


Nampak Kuwi,Ponijan dan Djarwo memegang alat Traktor mini.


"Ayo kita balapan.. Siapa yang kalah harus mijatin yang menang" ucap Ponijan


"Ayo... Siapa Takut.."ucap Djarwo.


"Boleh... Ayoo kalau gitu" ucap Kuwi.


" Tiga... Dua... Satu... Gooo.... " ucap Ponijan.


Mereka bertiga berada ditempat terpisah.


Nampak Ponijan menggunakan kekuatannya,Sebab tak ada peraturan dalam lomba tersebut.


Djarwo yang melihat Ponijan pakai Qi dan kekuatan juga gak mau kalah,ia memakai Qi dan semua kekuatannya begitu pula Kuwi.


Para Warga desa yang melihat aksi mereka menjatuhkan Rahangnya kebawah. Sebab mereka dengan cepat mengupas lahan tersebut tak bisa dilihat dengan mata biasa.


Boomm... Suara pohon meledak saat mereka menghancurkan Pohon. Soalnya pohon itu menghalangi jalan Traktor mereka.


Ponijan sudah membuka lahan Seluas 20 hektar,sedangkan Djarwo 15 hektar Dan Kuwi 10 hektar. dalam waktu 1 jam.


"STOOP..... "ucap Ponijan pakai Qi.


Dajrwo dan Kuwi menghentikan Aktifitasnnya.


Begitu mereka melepaskan Traktor mini tersebut, Kraaack... Bruuuk..... Traktornya Hancur.


"Siapa sebenarnya Paman dan bibi Bos ini,aku lihat mereka dibawah ranahku,tapi mengapa kekuatannya sangat besar begitu." ucap Qin Shang Li dalam hati.


"Yes aku menang" teriak Ponijan.


"Lah gimana gak menang, Kamu loh kekuatannya diatas kita,coba gak pakai kekuatan,Sama pang hasilnya" ucap Djarwo.


Ponijan dan Kuwi melesat mendekati Djarwo.


"Kan gak ada peraturannya,boleh pakai kekuatan atau gak boleh pakai kekuatan." ucap Ponijan.


"Iya Juga seh" ucap mereka serempak.


Meskipun mereka sangat cepat mengerjakannya,Hasilnya juga tidak mengecewakan,nampak Rapi,mereka membuat terasiring jika lahannya itu miring.


Warga desa kemudian menanami lahan yang sudah dibuat oleh Ponijan,Kuwi dan Djarwo.


Sebagian ada yang menyiraminya.


Mereka bertiga duduk dibawah pohong besar biasa untuk berteduh.


Kuwi dan Dajrwo memijati Ponijan.


"Kang... Kenapa Bos sampe Pingsan setelah melihat berita itu?" ucap Djarwo sambil memijati pundak Ponijan.


Ponijan melihat sekitar. Ada warga desa.


"Ayo ikut aku" ucap Ponijan lalu berdiri dan melesat pergi.


Kuwi dan Djarwo mengikuti Ponijan.


Setelah Ponijan menemukan tempat yang pas,Kuwi dan Djawo datang.


"Pijatin aku lagi" ucap Ponijan.


Kuwi dan Djarwo memijatin Ponijan.


"Dulu... Bos memiliki Dunia jiwa." ucap Ponijan.


"APAAAAAA"teriak Kuwi dan Djarwo terkejut.


"Ojo banter - banter teriaknya... Nanti ada orang yang menguping" ucap Ponijan.


"Maaf... Maaf Kang" ucap Mereka serempak.


"Dunia Jiwa milik Bos sangalah Luas, Terus Bos punya keluarga angkat. Keluarga angkatnya ketua sekte namanya Meng Cheng Louh" ucap Ponijan.


"Terus kang?" ucap Djarwo.


"Bos membawa keluarga angkatnya beserta warga sekte,Tujuan Bos hanya 1. Bos mau pulang kebumi" ucap Paijo.


"Pulang kebumi... Tu...Tunggu dulu Kang.. Bos aslinya orang sini apa orang Bumi?" ucap Djarwo.


"Bos aslinya orang Bumi,disana tidak ada kultivator,lalu tersesat di alam Benua. Aku gak tahu Bos dapat darimana kekuatan itu,tujuan Bos hanya pulang kembali kebumi,dalam perjalanannya itu Bos bertemu Ranny lalu bertemu Shen Long alias Paijo,lalu bos menikahi Ranny,kemudian mereka naik kealam lainnya memakai Portal," ucap Ponijan berhenti bicara.


"Tunggu dulu Kang... Portal itu apa" ucap Kuwi.


"Portal itu jalur khusus untuk pergi ke alam Lain. Ada 2 Pilar. Cara pakainya menggunakan batu suci. Di alam Benua tidak ada manusia diranah Immortal,paling mentok diranah Saint saja. Bos pergi ke tiap - tiap lapisan untuk mencari jalan Pulang,Bos juga membawa Keluarga angkatnya beserta seluruh warga Sekte masuk dalam dunia Jiwa,dalam perjalanan itu,bos mendapatkan Istri baru" ucap Ponijan.


Ponijan menceritakan apa yang ia tahu.


"Ooo... Begitu.. Pantesan saja aku dibuat bingung saat sampeyan dan kang Paijo berbicara dengan bahasa asing,saat aku ditransfer ilmu pengetahuan oleh nyonya Bos barulah aku tahu bahasa kalian,cuman aku gak tahu jika Bos aslinya orang Bumi" ucap Djarwo.


"Podo kang,Aku Yo plonga plongo...


"ketika Kang Paijo,Kang Ponijan,Bos dan nyonya Bos bicara yang asing saat aku mendengarnya,Aku pikir itu bahasa dewa penguasa,gak tahunya bahasa Bumi" ucap Kuwi.


"Nah... Sekarang kalian pahamkan . Dan jangan beri tahu ke siapa - siapa" ucap Ponijan.


"Lah... Kenapa Kang Ponijan memberi tahu pada kami kalau gak boleh kasih tahu ke orang lain" ucap Kuwi.


Pleetaakk..... Adooooh....


"Lorooo..... Coook" ucap Kuwi sambil mengusap - usapp kepalanya yang sakit akibat di pukul Ponijan.


"Awakmu anak buahnya Bos apa bukan?" ucap Ponijan.


"Ya aku anak buahnya lah,apa yang disuruh oleh Bos pasti aku lakukan meskipun nyawaku melayang." ucap Kuwi.


"Maka sebab itu aku beritahu pada kalian saja, DODOL..... " ucap Ponijan.


"Aku dodol terus kang Djarwo bungkusnya" ucap Kuwi.


"Enak aja aku bungkusnya,aku loh dah paham maksud omongane kang Ponijan iki,Gak koyok awakmu" ucap Djarwo.


"Jadi nama kita itu berasal dari bumi Kang?" ucap Kuwi.


"WOk.... Kuwi pakai prosesor berapa seh? kok lemot banget" ucap Ponijan.


"Masih intel pentium 1 Kang... Belum Di upgrade"ucap Djarwo.


"Layakno lelet... " ucap Ponijan(Pantesan lambat).


"Wasssuuu.... " ucap Kuwi.


.


.


----***---

__ADS_1


.


.


.


.


Didalam ruang Singgasana kaisar Chang Li Wan.


.


"TUAN MUDA LIN UDIN MEMASUKI ISTANA" ucap seorang Kasim pakai Qi.


"Jangkreekkk.... " ucap Udin.


Udin,Han Meiling Xing, dan Paijo sudah sampai di Istana Kaisar Chang Li Wan, Paijo merasakan Aura Chang Li Wan berada di Ruang singgasana. Lalu memberitahukan pada Udin. Mereka langsung turun didepan Pintu masuk. Para penjaga yang lihat dan sudah tahu dengan Udin,mereka mempersilahkan rombongan Udin masuk.


Kembali ke Udin saat ini.


"Gege... Kita kok disini,aku takuut" ucap Han Meiling merangkul lengan Udin.


"Jangan takut,kita sedang di kediaman Paman Wan sayang." ucap Udin.


"Paman Wan itu siapa?" ucap Han Meiling Xing.


"Tuh Paman Wan" ucap Udin menunjuk Kaisar Chang Li Wan berjalan kearah Udin.


"HAAAAAAAAA" Han Meiling menjatuhkan rahangnya kebawah. Ia lalu bersujud


"Maafkan hamba yang mulia kaisar,hamba tidak tahu jika Paman Wan itu sorang Kaisar" ucap Han Meiling Xing ketakutan.


Kaisar Chang Li Wan mendekati Han Meiling Xing."Ayoo berdiri,gak usah bersujud pada paman" ucapnya sambil membantu Han Meiling Xing.


Udin menghampiri Kaisar Chang Li Wan,Udin mencium tangan Kaisar Chang Li Wan.


"Cantiknya..... Siapa namamu Nak" ucap Kaisar Chang Li Wan tersenyum sambil memegang pundak Han Meiling Xing.


"Nama hamba Han Meiling Xing,panggil saja Meiling yang mulia kaisar, Hamba adalah calon istri Gege Udin" ucap Han Meiling Xing tetap menunduk,tak berani menatap.


"Maaf sayang,Udin lupa kalau Paman Li Wan itu seorang Kaisar" ucap Udin sambil garuk - garuk kepalanya walau tak gatal.


"Pantesan ketakutan,ternyata Udin lupa memberi tahu." ucap Kaisar Chang Li Wan dalam hati.


"Jangan Takut Meiling'er,Udin ini adalah keponakanku," ucap Kaisar Chang Li Wan.


"I..I..Iya Yang Mulia" ucap Han Meiling Xing.


"Panggil Paman Wan saja,tidak usah pakai yang mulia" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Iya Paman Wan.." ucap Han Meiling Xing.


"Oh iya... Rissa dan yang lainnya dimana Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Ada paman,mereka sedang membantu penduduk, " ucap Udin.


"Ooo.. Begitu..." ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Oh iya Paman,ada yang Udin pengen bicarakan ke paman" ucap Udin.


"Hem... Ayoo ikut paman..." ucap Kaisar Chang Li Wan.


Mereka pun meninggalkan ruang singgasana.


"YANG MULIA KAISAR DAN TUAN MUDA LIN UDIN MENINGGALKAN ISTANA" ucap Kasim pakai Qi.


Mereka berjalan ke arah Ruang khusus .


Tak lama kemudian mereka sampai diruangan itu.


"Nak Udin mau bicara apa?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Waktu itu,Udin bersama paman dan Bibi Udin menyerang Organisasi Tengkorak Tiga Daun." ucap Udin.


"Teruss... " ucap Kaisar Chang Li Wan .


Han Meiling Xing masih takut,ia merangkul lengan Udin.


"Hem... Boleh... Kapan kita kesana nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Sekarang Paman,tapi Paman harus berpakaian seperti rakyat jelata tanpa pengawal" ucap Udin.


"Loh kok gitu.. " ucap Kaisar heran dengan permintaan Udin.


"Udin gak mau mereka bersujud dan ketakutan,seperti Calon istriku ini" ucap Udin.


"Hem..... Baiklah.. Paman akan menuruti permintaanmu" ucap Kaisar Chang Li Wan. Sebab alasannya Udin itu masuk diakal, ia melihat Han Meiling Xing masih ketakutan.


"Maaf Paman - Paman yang bersembunyi,kalian tidak perlu ikut. Tenang saja.. Kaisar Kalian aman Kok bersama kami" ucap Udin.


"SIAP TUAN" ucap mereka serempak. Para pasukan elit bayangan itu mempercayai ucapan Udin.


"Paman punya baju yang jelek apa enggak?" ucap Udin.


"Gak ada nak... Semua pakaianku bagus semua" ucap kaisar chang Li Wan.


"Tolong dong salah satu paman yang bersembunyi ambilkan pakaian yang jelek buat Paman Wan."ucap Udin.


"Siap Tuan muda" ucap salah satu prajurit elit bayangan melesat keluar.


"Kalau Paman bawa Li Shan gimana Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Paman sendirian aja,Li Shan gak boleh ikut." ucap Udin.


Tak lama kemudian,Prajurit elit bayangan yang pergi itu telah datang" ini Tuan muda pakaiannya" ucapnya sambil menyerahkan pakaian tersebut.


"Terima kasih paman,Ini buat paman.. Nanti bagi - bagi ya ke yang lainnya" ucap Udin sambil menyerahkan Botol berisi ratusan Pil berbagai jenis.


"Siap tuan Muda." ucap prajurit elit bayangan itu lalu kembali keposisi semula.


"Ayo Paman... Kita pergi" ucap Udin.


Mereka pun pergi dengan cara terbang,Han Meiling Xing digendong oleh Paijo.


"Dimana mereka Nak" ucap Kaisar Chang Li Wan sambil terbang.


Udin tak menjawab pertanyaan Kaisar Chang Li Wan,sebab Pakaian yang dipakai masih Pakaian kebesarannya. belum diganti dengan pakaian biasa.


"Turun disitu dulu Paman Wan" ucap Udin sambil membuat jarum akupuntur ditelapak tangannya.


Kaisar Chang Li Wan menuruti permintaan Udin.


Setelah mereka turun ditengah Hutan.


"Nah... paman ganti baju dulu," ucap Udin sambil menyerahkan pakaian yang lusuh pada Kaisar Chang Li Wan.


Kaisar Chang Li Wan menerima pakaian tersebut, Lalu berjalan ke arah pohon besar.


Tak lama kemudian Kaisar Chang Li Wan muncul. Ia nampak seperti rakyat biasa.


"Paman bisa sembunyikan kekuatan Paman?" ucap Udin.


"Bisaa... Tapi gak seperti Nak Udin miliki itu" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Ya gakpapa Paman,soalnya disana kekuatan mereka dibawah paman . Jadi paman gak usah khawatir" ucap Udin.


Kaisar Chang Li Wan bisa menutupi tingkat kekuatannya,akan tetapi orang yang diatasnya bisa melihat kekuatannya,berbeda dengan Udin,Kaisar Chang Li Wan tidak bisa melihat tingkat Kultivasi Udin.


Setelah Menghilangan kultivasinya.


"Awas ada ular dibelakang paman" teriak Udin.


Kaisar Chang Li Wan Kaget lalu melompat,Udin dengan Sigap melempar jarum akupunturnya.


Jleb... Jleb.. Jleb..


3 jarum tertancap tepat dititik untuk membuat orang tertidur.


Dengan Sigap Udin menahan tubuh Kaisar Chang Li Wan agar tidak terhempas ke tanah,setelah itu Udin memasukkannya dalam dunia cincin.

__ADS_1


"EH...!!?? Kemana dia gege?" ucap Han Meiling Xing.


"Ada.... Paman Wan Udin sembunyikan sayang" ucap Udin sambil memasukkan Paijo,Han Meiling Xing kedalam Dunia cincin. Kemudian udin juga masuk.


"HAAAAAA...... Han Meiling Xing menjatuhkan rahangnya kebawah karena terkejut melihat ada Bangunan Istana yang sangat besar .


"Ini ada dunia Cincinku sayang." ucap Udin.


Tak Lama kemudian Kuciah dan keluarganya datang mengampiri.


"Boss.... " Ucap Mereka serempak.


"Si... Si... Siluman.


"Gege.... Awas ada siluman........" teriak Han meiling Xing. Ia merasakan Hawa siluman pada harimau tersebut.


"Gak usah takut sayang,dia ini paman Kuciah,yang itu Bibi sulastri,dan itu anaknya namanya baskoro tejo." ucap Udin. ia berjalan ke arah Han Meiling yang turun dari gendongan Paijo.


"Aku masih takut sayang.. " ucap Han Meiling Xing.


"Tenang saja sayang,mereka tidak akan melukaimu" ucap Udin lalu memeluk Han Meiling Xing.


"Koro... Sini" ucap Udin.


Koro datang mendekati Udin.


"Coba sayang pegang..Gak usah takut. Dia dah jinak" ucap Udin sambil memegang Tangan Han Meiling Xing untuk menyentuh Koro.


Tak lama kemudian Han Meiling Xing tidak takut lagi,malahan bermain dengan koro.


"Sayang mau ikut apa disini?" ucap Udin.


"Hem.... Aku disini dulu sayang," ucap Han Meiling Xing sambil menggendong Koro.


"Oke... Tolong jaga Calon istri Udin ya Paman... Bibi.... " ucap Udin.


"Siap Booss... Kami akan menjaganya" ucap Kuciah.


Udin dan Paijo keluar dari dunia cincin.


Udin meletakkan Kaisar Chang Li Wan di Kamar tidur. Udin tak khawatir Han Meiling Xing kelaparan,sebab banyak buah - buahan ada didalam dunia cincin


Kini Paijo dan Udin berada 300 meter di depan pintu masuk desa Gotong Royong,


"Pakde tolong panggilkan Juminten" ucap Udin setelah menghilangkan arraynya.


"Siap bos.."ucap Paijo.


Paijo pun menelepati Juminten.


Tak lama kemudian Juminten datang,


"Ada apa bos?" ucap Juminten.


"Hem.... Bibi bisa gak membuat lumpuh manusia,lalu bibi sembuhkan" ucap Udin .


"Bisa Bos... Emang siapa yang mau dibuat lumpuh?" ucap Juminten penasaran.


"Udin mengeluarkan Kaisar Chang Li Wan dari dunia Cincin.


Wuusshh.... Tubuh Kaisar Chang Li Wan muncul didepan Juminten.


"E.... Setan kodok.. kodok mati.." ucap Juminten latah karena terkejut.


"Bos ini ngagetin aku aja.." ucap Ucap Juminten sambil mengelus dadanyaa.


"Maaf Bi... Itu orangnya Bi.. " ucap Udin.


Juminten lalu memperhatikan manusia yang ada didepannya itu.


"EH... Bukankah dia Kaisar Chang Li Wan Boss..." ucap Juminten mengenali sosok yang ada didepannya itu.


"Iya... Udin tadi berbohong ada Ular dibelakangnya,lalu dia terkejut sambil lompat,lalu Udin lemparkan jarum untuk membuat pingsan,kalau gak dibuat kaget,Udin gak bakalan bisa membuat paman Wan pingsan Bi.." ucap Udin.


"Ooo... Begitu.. Jadi aku menggigit dia agar lumpuh begitu.." ucap Juminten.


"Betol sekali Bi... 100 buat bibi" ucap Udin.


Juminten lalu duduk jongkok,ia hendak menggigit leher Kaisar Chang Li Wan. Gigi Juminten mengeluarkan Taringnya.


"STOOP.... BI..... " ucap Udin ketika Juminten mau gigit leher kaisar Chang Li Wan.


"Ada apa Bos.. Kok suruh aku stop" ucap Juminten heran.


"Bibi ini ular apa drakula seh?" ucap Udin heran.


"Ya ular Bos... Kalau drakula itu menghisap darah manusia " ucap Juminten.


"Lalu kenapa Bibi mau gigit leher Paman Wan seperti drakula?" ucap Udin.


" Ini aku mau gigit Bos... Bukan Menghisap" ucap Juminten kesal.


"Gigitnya dikaki aja Bibiku yang cantik. Kalau dileher nanti Bibi Mingmei dan paman Wan curiga." ucap Udin.


"Ooo... Begitu.. Ngomong dong Bos daritadi kalau gigitnya itu dikaki,jadi aku gak seperti drakula yang menghisap darah manusia" ucap Juminten.


"Ya maaf,habisnya bibi maen gigit aja seh" ucap Udin.


Juminten lalu mengigit kaki Kaisar Chang Li Wan. Nampak bekas 2 tusukan taring milik juminten dikaki Kaisar Chang Li Wan.


"Nah Beres... Bibi Jumi Tolong kembali lagi ya,kita mau akting dengan pakde Paijo.


"Siap Bos" ucap Juminten lalu pergi.


Udin mencabut jarum akupunturnya.


Tak Lama kemudian Kaisar Chang Li Wan sadar.


"Aku Dimana Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan melihat disekeliling merasa asing karena sama dengan tempat terakhir sebelum ia tak sadarkan diri.


"Maaf paman Wan,Kita gak sempat menyelamatkan Paman Wan,Ular itu keburu gigit dikaki paman" ucap Udin.


"APAAAAA???" kaisar Chang Li Wan terkejut.


Ia berusaha bangun,tapi sayang tubuhnya tak bisa digerakkan.


"Mengapa aku tak bisa menggerakkan badanku?apa jangan - jangan yang dikatakan Udin itu benar." ucap Chang Li Wan dalam Hati.


"Pakde.. Tolong angkat Paman Wan." ucap Udin.


"Siap Bos.."ucap Paijo.


Kemudian mereka berjalan Kaki.


Ketika Kaisar ingin bicara,tiba - tiba saja Ia tak bisa bicara.


"Kenapa aku tak bisa bicara?" ucap Kaisar Chang Li Wan dalam hati.


50 meter dari rumah Mingmei,Udin kembali memasang Arraynya.


Kondisi Desa saat itu sepi,soalnya semua warga ada diladang kecuali Mingmei dan lingling saja.


"BIBI MINGMEI..... " teriak Udin ketika Udin didepan Rumah Mingmei.


Mingmei yang mendengar teriakan Udin,lalu berlari.


Kriieet....Pintu terbuka.


"Bibi... Tolongin Udin bibi.. Udin menemukan seseorang yang tergeletak,nampaknya di patuk Ular Bi" ucap Udin.


"Mana orangnya Boss... " ucap Mingmei.


"Itu Bi..." ucap Udin sambil menunjuk Paijo berjalan ke arah Udin.


Mingmei menoleh kearah yang ditunjuk Udin.


Tak lama kemudian Paijo sudah didepan rumah Mingmei.


"Bawa masuk kedalam kamar Tuan.... Mingmei siapkan obat - obatan dulu." ucap Mingmei lalu pergi.

__ADS_1


Kaisar yang melihat wajah Mingmei terkejut.


"Tidak mungkin... Istriku sudah meninggal bisa hidup kembali" ucap kaisar Chang Li Wan dalam hati.


__ADS_2