Petualangan Udin

Petualangan Udin
KITA ADALAH KELUARGA


__ADS_3

Udin melihat daerah sekitar pertarungannya tadi hancur berantakan.


"Bos...Kita lanjut pergi kemana ini?" ucap Paijo.


"Hem.....Gak tahu pakde.....Eh!!!?? Ini apa ya" ucap Udin ketikan melihat batu seperti permata.lalu memungutnya.


"Itu batu inti monster Bos" ucap Djarwo.


"Oooo.... "ucap Udin lalu membuang lagi karena tak membutuhkannya.


Wuiiiiiiiiiiiing....... Tak.... Suara batu inti monster mengenai batang pohon.


"Ha........... Kuwi menjatuhkan rahangya kebawah. Sebab batu itu bisa meningkatkan kekuatannya.


"Bos...Kenapa dibuang?" ucap Kuwi.Dalam hatinya menangis,sebab itu batu susah dicari,harus mengalahkan monster itu barulah ia mendapakannya. Belum tentu ia menang,kadang ia kalah lalu kabur.


"Hem....Emangnya Paman suka sama Batu itu?" ucap Udin heran.


"Maaf Bos... Itu batu bisa membuat kekuatanku bertambah" ucap Kuwi.


"Ooo...Begitu ta" ucap Udin lalu melesat mengambil batu itu lagi.


Udin mencari batu yang tadi ia lempar.


"Kemana tadi itu batunya ya.... Hem...... Dek,Punya batu inti monster kah?" ucap Udin dalam hati.


"Gak punya kang mas,kang mas harus berusaha mencari sendiri" ucap Rissa telepati.


"Aaiiisshhh....Aku loh orangnya gak tegaan membunuh binatang dek" ucap Udin dalam hati.


"Kan ada Paijo,Ponijan dan Djarwo kang mas. Suruh mereka saja" ucap Rissa telepati.


"Oh iya ya..Aku kok gak kepikiran ya" ucap Udin dalam hati.


"Emangnya kang mas lagi mikirin apa?" ucap Rissa telepati.


"Aku lagi Mikirin seseorang yang ada didalam dunia cincin dek.. Orang cantiiikk banget.." ucap Udin dalam hati sambil mencari batu inti monster yang dilemparkannya tadi.


"Siapa itu kang mas" ucap Rissa telepati.


"Hem... Siapa ya namanya... Dia aku panggil Bibi Cantik dek" ucap Udin dalam hati.


"Isssssh....Kang mas jahat... Gak bakal adek bantu lagi jika ngatain adek Bibi lagi" ucap Rissa telepati mendengus kesal.


"Huakakakakakakakaakaka..... Udin tertawa lepas..


????????? Paijo ,Ponijan,Kuwi dan Djarwo. melihat Bosnya dari kejauhan yang tiba - tiba tertawa sendiri tanpa sebab.


"Bos kita sepertinya lagi miring neh otaknya gara - gara kebentur pohon tadi" ucap Ponijan.


"He eh.... " ucap Paijo mengiyakan.


Sedangkan Kuwi dan Djarwo yang mengangguk angguk kepalanya saja.


Tak lama kemudian Udin menemukan apa yang dicari lalu berjalan ke arah Kuwi.


"Ini paman batunya" ucap Udin menyerahkan batu inti pada Kuwi.


"Terima kasih Bos" ucap Kuwi.


"Iya....EH!!??? " ucap Udin terkejut ada telapak tangan menempel dikeningnya.


"He eh Pon.....Boss lagi sakit neh" ucap Paijo yang menempelkan telapak tangannya di kening Udin.


"Udin gak sakit pakde" ucap Udin sambil melepaskan tangan Paijo dari keningnya.


"Kenapa Bos tadi ketawa sendirian tanpa sebab?" ucap Paijo.


"I...I...Itu karena Udin lagi ngobrol" ucap Udin

__ADS_1


"Bos ngobrol sama siapa?" ucap Ponijan menimpali.karena dirinya tak melihat lawan bicara Udin.


"Hem....I...Itu... Ayo kita pergi dari sini,Oh iya paman Djarwo... Paman punya batu inti apa enggak?" ucap Udin mengalihkan pertanyaan Ponijan.


"Gak punya Bos. Dua minggu yang lalu ada banyak ,tapi sudah aku makan semuanya." ucap Djarwo


"Aiisshh... Kirain paman punya" ucap Udin.


"Buat apa batu inti itu Bos?"ucap Paijo penasaran.


"Buat paman Kuwi,kasihan paman Kuwi kekuatannya masih lemah diantara kita" ucap Udin.


"Tunggu disini Bos...Aku carikan dulu" ucap Ponijan.


"Aku ikut Pon...Mayan buat olah raga" ucap Paijo.


"Oke....kita taruhan.. Yang kalah harus mencari arak. Soalnya arakku habis" ucap Ponijan.


"Deal..." ucap Paijo menjabat tangan Ponijan.


Lalu mereka langsung melesat pergi ke arah yang banyak monsternya.


"Boss.... 😭 Terima kasih bos" ucap Kuwi yang terharu,sebab dirinya diperhatikan oleh Udin.


"Iya paman,paman Kuwi kan teman Udin.Kita semua adalah keluarga. Jadi sudah sewajarnya sesama teman saling bantu." ucap Udin.


Djarwo juga ikutan terharu. Bahkan tadi sempat terkejut melihat 2 dewa penguasa itu membantu Kuwi,biasanya seorang dewa penguasa akan cuek pada orang lain jika kekuatannya itu ada dibawahnya.


Boomm.....Boom......Boommm....Boommm....


Boomm....Boomm....Boom...Boommm..


Terdengar suara pertarungan dari jauh.


"Maaf loh ya paman ,Udin gak bisa ikutan mencari batu inti tersebut. Soalnya Udin gak tega membunuh hewan kecuali gak sengaja atau memang sudah sepantasnya dibunuh" ucap Udin.


Seandainya Djarwo tau apa yang dilakukan Udin disaat merubah tubuhnya menjadi Ibunya lalu melakukan hal - hal negatif gak bakalan ia berkata seperti itu.


Udin kembali menyembunyikan tingkat kultivasinya berada di ranah perunggu tingkat 1 ,Soalnya tadi sempat terbuka ketika melawan Djarwo.


Djarwo yang melihatnya keheranan.


"Bos..Kenapa kekuatannya disembunyikan." ucapnya.


"Udin gak mau jadi Rebutan orang paman. Anak kecil Usia 9 tahun dah mempunyai kekuatan besar. Ya kalau ketemu aliram putih gak masalah,jika aliran hitam bisa jadi buruan mereka paman. Tolong Paman Djarwo turunkan juga ya" ucap Udin. karena Ia tidak bisa melihat Kekuatan Djarwo ditingkat berapa saat ini.


"Siap Boss..." ucap Djarwo. Ia menurunkan kekuatannya di ranah pendekar kaisar.


Sekarang Udin bisa melihat tingkat kekuatan Djarwo.


2 Jam kemudian.


Paijo datang lalu di susul oleh Ponijan.


"Awakmu oleh piro Pon,iki aku oleh 25.245" ucap Paijo. (Dirimu dapat berapa Pon,ini aku dapat)


"Diampuutttt.....Aku kalah Rek...Aku mung oleh 25.159 wae" ucap Ponijan kesal.


"Hahahahahaha.... yes...Aku menang" ucap Paijo kegirangan.


Lalu mereka meyerahkannya pada Kuwi.


"Terima kasih yang mulia dewa penguasa" ucap Kuwi setelah menyimpan batu inti tersebut lalu bersujud.


"Sudah...Kamu gak usah sujud sama kita. Kamu sudah bagian dari keluarga kami" ucap Paijo.


Kuwi lalu berdiri...😭😭😭😭😭


"Lah.....Malah nangis , gak isin ta karo Bos seng awak e Jek bocah iki" ucap Ponijan.(Gak malu kah sama Bos yang badannya masih anak - anak ini).

__ADS_1


?????" Djarwo tak paham apa yang diucapkan oleh Paijo dan Ponijan.


"Hem....Paman Kuwi butuh waktu berapa lama untuk memakan itu semua?" ucap Udin.


"Sekitar 1 tahun bos" ucap Kuwi yang sudah tidak menangis lagi.


"Lama juga ya." ucap Udin. Udin bisa saja memberika Pil pada Kuwi. Tapi itu tidak dilakukan,Ia ingin melihat kekompakan mereka lebih dahulu.


Tiba - tiba cincin Ruangnya bergetar. Udin pun langsung memeriksanya. Ternyata itu asalnya dari batu komunikasi. Udin lalu mengeluarkan batu tesebut lalu memerikasanya.


"Udin'er.. jangan Pulang dulu ya Nak,di desa sedang ada wabah " suara Ibu dari batu komunikasi.


"Wabah??? Wabah apa ya... Apa wabah virus corona....Wah...bisa gawat neh jika gak segera diatasi. " ucap Udin dalam hati .Ia pikir itu adalah virus yang menyebar di bumi.


"Pak de....Paman semuanya ...Ayoo kita kembali kerumah.. Udin takut keluarga Udin terkena wabah covid corona" ucap Udin.


"Covid Corona ???" ucap Mereka hampir bersamaan.


"wes lev piro bos,kuning opo abang?" ucap Ponijan.


"Embooh paman Pon, Makanya Udin mau cepat - cepat pulang. Soalnya keluargaku belom divaksin semua" ucap Udin cemas.


"Aku yoo durung divaksin e Bos... Piye iki?" ucap Paijo khawatir ikut terkena covid.


????? Djarwo dan Kuwi.


"Hem...Udin saja yang kesana,Soalnya Udin pernah divaksin,Pakde sama paman semuanya disini saja dulu ya,nanti jika sudah hilang wabahnya baru Udin panggil" ucap Udin.. Ia lupa bahwa tubuhnya bukan yang dulu lagi.


Udin Langsung melesat terbang menuju rumahnya.


"Siap Boss" ucap Mereka serempak.


"Maaf yang mulia dewa penguasa,covid corona itu apa ya?" ucap Kuwi pada Paijo.


"Jangan panggil Aku yang mulia dewa penguasa,Panggil saja kakak pertama,covid corona itu sebuah penyakit yang menyerang imun daya tahan tubuh kita,awalnya panas tinggi,laku lidah mati rasa,penciuman tidak ada ,hem... lalu sesak nafas,jika yang kena itu Tahan maka akan selamat,kecuali yang gak tahan maka bisa tewas " ucap Paijo.


"Ooo...Begitu kakak pertama" ucap Kuwi.


"Kalau Paijo kakak pertama terus siapa yang kakak kedua?" ucap Djarwo.


"Kedua itu Meng Tian,ketiga Meng Yun ,ke Empat Krilin,kelima Ponijan " ucap Paijo.


"Ke enam Andin,ketujuh Juminten" ucap Ponijan melanjutkan ucapan Paijo.


"HEH!!!???? Siapa itu Pon Juminten dan Andin itu.. ??" ucap Paijo yang belum pernah ketemu.


"Juminten itu dewi penguasa Ular,Andini kharisma putri dewi Penguasa Phoenix Jo" ucap Ponijan.


"APAAAAAAAAA" ucap Mereka terkejut.


"Bruuk.... Kuwi pingsan.


Sedangkan Djarwo syok mendengarnya.


"Diampuuttt... Aku lagek weruh... Suu.. Wassssuuuu" ucap Paijo kesal.


"Salahmu dewe ngilang " ucap Ponijan.(salahmu sendiri menghilang)


"Aku gak ngilang bro.. Aku bar ngombe obat yang dikasih Bos dilalah manukku ngace3eng. Yen gak segera disalurke iso mumet sirahku,terus aku jaluk izin karo bos. Bos Izinke.. Yo aku budallah moro nang omahe dewi bulan." ucap Paijo yang tak mau disalahkan.(Aku tidak menghilang bro,setelah aku minum obat yang dikasih Bos,tiba - tiba saja burungku berdiri,kalau tidak secepatnya disalurkan bisa pusing kepalaku,terus aku minta izin sama bos,bos beri Izin,Ya aku berangkalah datang kerumahnya dewi bulan).


"Yen aku nang kono tak tugel manukmu Jo... Paijo" ucap Ponijan.( kalau aku ada disana ku potong itu burungmu)


"Jancoooooooookkkk..." teriak Paijo kesal.


"Huakakakakakakaakakaka... " ponijan tertawa Terpingkal - pingkal.


"Ojo terok - terok Ponijan,tak keplak endasmu engko" ucap Paijo mendengus kesal sambil menatap Djarwo dan Kuwi.(Jangan ikut - ikutan Ponijan,ku pukul kepalamu nanti)


???????? Djarwo dan Kuwi saling tatap. Mereka tidak mengerti percakapan antar dewa penguasa.

__ADS_1


__ADS_2