
Nampak sosok baju merah muda melesat dengan kecepatan penuh. Sosok itu sedang mencari seseorang yang disuruh oleh tuannya. Sosok itu adalah andini kharisma putri dipanggil andin.
"Dimana kamu Beb" gumam andin sambil melesat terbang.
Andin mencari di aliran sungai biasa tempat Ponijan jika mabuk - mabukan..
2 Jam Andin mencari keberadaan Ponijan tapi belum ketemu - ketemu.
Andin kemudian berhenti sambil melayang di ketinggian 1 Km.
"Oh Iya...Aku kan punya GPS,semoga saja Dia masih memakai cincin itu" ucap Andin dalam hati Baru ingat tentang alat pelacak tersebut.
Kemudian Andin memgeluarkan HPnya . Lalu Membuka aplikasi GPS kemudian mengklik nama yang dicari..
"Hem.....Dapat..." ucap Andin.
Andin melesat kearah yang ia lihat pada GPS tersebut..
.
.
----***---
.
.
Didalam Hutan.
.
.
"Jangan kencang - kencang kamu ngipasnya,nanti aku masuk angin" ucap Ponijan pada gorila perak.
"Ba...Baik tuan" ucap gorila mengipasi ponijan dengan daun lebar.
"Emang kamu bisa masuk angin Pon?" ucap Paijo heran.
"Enggak...." ucap Ponijan.
"Lah kuwi gorila lapo mbok seneni ngono?" ucap Paijo.(Lah itu Gorila kenapa kamu marahin gitu)
"Kakak pertama...Aku burung elang emas bukan gorila" ucap Kuwi yang mendengar percakapan Paijo tadi.
????Paijo dan Ponijan.
"Emang aku ada nyebut namamu?"ucap Paijo heran.
"Lah ...Tadi bilang Kuwi Gorila " ucap Kuwi.
"Huakakakakakakakaka Djarwo tertawa.
Ponijan dan Paijo menepuk keningnya.
"Tadi aku bilang Kenapa Gorila itu kamu marahi gitu. Kuwi artinya itu" ucap Paijo menjelaskan.
"Ooo....Kuwi artinya itu." ucap Kuwi.
"Bentar... Apa kalian merasakan aura itu?" ucap Paijo.merasakan aura yang sangat kuat seperti aura dewa penguasa mendekat ke arahnya.
"Iya" ucap Mereka serempak.
"Aura ini sepertinya aku kenal deh" ucap Ponijan dalam hati.
"Oooo....Jadi kalian semuanya nang kene ta,mumet aku nyariin kalian" ucap Andin melayang diudara.
Paijo,Ponijan,Djarwo dan Kuwi melihat kearah sumber suara tersebut.
"Ayank Andin???!!! Kau kah itu" ucap Ponijan agak nyaring memastikan apa yang ia lihat.
"Ayank Andin???!!!! Paijo,Djarwo dan Kuwi heran.
"Iya ini aku" ucap Andin lalu turun kebawah.
"Sopo kuwi Pon?" ucap Paijo yang baru melihat sosok Andin.(Siapa itu Pon)
"Dia istriku" ucap Ponijan.
"APPAAAAAAAA!!!! ....
"ISTRIMU.!!!??.......ucap mereka terkejut.
"Iya,Namanya Andini Kharisma Putri dipanggil Andin" ucap Ponijan.
"Kok namanya seperti di film ikatan cinta Pon" ucap Paijo.
"He eh...Lha wong Bos yang kasih nama itu kok" ucap Ponijan.
"Bos??Bos Udin maksudmu bro" ucap Paijo.
"Iya" ucap Ponijan.
"Aku disuruh Bos untuk menjemput kalian" ucap Andin.
"Kenapa Bos gak telepati kekita" ucap Kuwi.
"Aku mana tau" ucap Andin.
"Kok ayank Beb tahu aku disini?" ucap Ponijan penasaran.
"Ada deh.....,Ayo kita pulang" ucap Andin merahasiakan alat pelacak tersebut.
"Pon...Awakmu dijak muleh loh.. Paling dijak kelonan karo ngenntuu" ucap Paijo.(Dirimu diajak pulang loh..mungkin diajak kelonan sama Ngent*t).
"Kelonan gundulmu... Bos loh nyuruh Andin jemput kita semua" ucap Ponijan.
"Ooo...Ayo kita Pergi " ucap Paijo.
"Ayooo" ucap Mereka serempak kecuali Andin.
Lalu mereka melesat terbang ke arah kekaisaran Chang Li Wan.
.
.
----***----
.
.
.
.
Nampak 2 bocah dan 1 wanita dewasa sedang bermain kelereng dihalaman istana. Mereka adalah Udin,Rissa dan Juminten.
"Sekarang giliranku" ucap Udin.
Udin mengarahkan kelereng yang ia pegang ke arah Kelereng yang disusun rapi membentuk prisma segi empat.
Tak..... Kelereng Udin mengenai sasaran.
"Jangan dihabiskan donk bos" ucap Juminten nunggu giliran dia bermain.
"Udin gak janji Bibi" ucap Udin lalu mengarahkan kelerengnya kesasaran.
Tak..... kelereng Udin memgenai sasaran lagi. Kini tersisa 5 .
Mereka jenuh didalam kamar. Lalu Rissa mengusulkan bermain kelereng saja.
Udin mengiyakan usulan Rissa dan mengajak Juminten bermain ditaman.
Mereka dijaga oleh Jendral Qin Peng dan jendral Qin Fu Shen atas perintah Kaisar Chang Li Wan.
"Kang mas,mereka akan datang." ucap Rissa telepati.
"Paman Qin Peng...." ucap Udin memanggil Jendral Qin Peng.
Jendral Qin Peng berjalan mendekati Udin.
"Iya Tuan. Ada yang bisa saya bantu" ucap Jendral Qin Peng.
"Bentar lagi paman dan bibiku datang" ucap Udin sengaja memberi tahu agar tidak terjadi kesalahpahamn.
"Siap Tuan" ucap Jendral Qin Peng.
Baru saja Jendral Qin Peng selesai bicara muncullah ke lima Sosok itu.
"Salam Hormat Bos" ucap mereka serempak kecuali Andin.
"Iya... Ayo kita pergi." ucap Udin.
"Baik Bos" ucap mereka serempak.
Mereka langsung melesat terbang ke atas langit untuk pergi ke organisasi pembunuh bayaran tersebut .
"Tuan....." ucap Jendral Qin Peng.
Namun keburu Udin pergi.
Jendral Qin Peng lantas melaporkan itu pada kaisar Chang Li Wan..
.
..
.
----***----
.
.
.
Udin dan yang lainnya melayang diudara diketinggian 8Km.
"Arah sana kang mas" ucap Rissa.
"Berapa jaraknya dek?" ucap Udin.
"3900KM Kang Mas." ucap Rissa.
"Bibi Andin...Berubahlah menjadi burung" ucap Udin.
" Baik bos...." ucap Andin lalu berubah menjadi burung Phoenix.
"Haaaaaaaaa!!!??? Djarwo ,kuwi dan Paijo terkejut.
"Berarti yang satunya adalah dewi penguasa Ular" ucap Paijo dalam hati.
"Ayoo Naik" ucap Udin lalu duduk ,kemudian Rissa Duduk disamping Udin,dan yang lainnya duduk dibelakang.
Udin memasang array pelindung.
"Lets Go Bi....." ucap Udin.
"Baik Bos " ucap Andin. Lalu Andin terbang dengan kecepatan penuh.
"Hilangkan hawa keberadaan kalian" ucap Udin.
"Baik Boss" ucap Mereka serempak.
Kemudian Udin menggunakan jurus menghilangnya.
"Bos...Kita mau kemana to?" ucap Paijo.
"Kita akan meratakan organisasi pembunuh bayaran itu Pakde." ucap Udin.
"Oooo....Kirain kita mau tamasya ke ancol Bos" ucap Paijo asal bicara.
Andin sempat oleng sedikit gara - gara mendengar ucapan Paijo.
"Emang disini ada ancol pak de?" ucap Udin heran.
"Gak tau Bos" ucap Paijo.
"Asem......Kirain beneran ada disini... Su...Waassu" umpat Udin.
"Wah....Kecepatannya sangat cepat,kalah aku jika bertanding balapan terbang" ucap Kuwi dalam hati memperhatikan kecepatannya Andin.
Tak lama kemudian mereka sudah tiba ditempat Tujuan.
Nampak Ribuan Orang berjaga,sisanya berada di dalam puluhan bangunan.
Udin memasang array ilusi dan array kedap suara.
"Bibi Andin,turunlah..pertahankan ketinggianmu di 500 meter" ucap Udin.
"Baik Bos..." ucap Andin.
Lalu Andin menurunkan ketinggiannya
Wusssssshhh.....
__ADS_1
"Hem......
"Wuiihh.... lumayan kuat ya mereka,Paling rendah saja di Ranah Nirwana" ucap Udin ketika melihat salah penjaga pintu berada di ranah pendekar nirwana.
"Bos....Mereka mempunyai tahanan " ucap Kuwi. melihat sebuah bangunan yang isinya manusia biasa, salah satunya ada siluman harimau,siluman rubah,siluman kera,siluman babi berbentuk manusia di ruang terpisah dalam keadaan terluka.
Udin pun menyusun rencana.
.
.
.
----***----
.
.
.
Di istana Kaisar Chang Li Wan.tepatnya ruang singgasana
"JENDRAL QIN PENG MEMASUKI ISTANA "ucap Kasim pakai Qi.
Jendral Qin Peng berjalan ke arah kaisar Chang Li Wan.
"Salam hormat yang mulia Kaisar" ucap Jendral Qin Peng membungkuk.
"Iya ...Ada apa kamu kemari jendral. Bukankah tadi aku suruh untuk menjaga keponakanku" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Maaf yang mulia,Tuan Muda Udin berserta yang lainya baru saja pergi meninggalkan Istana" ucap Jendral Qin Peng.
"APAAAAAA.....???!!!
"Apakah mereka pergi ketempat tengkorak 3 daun itu?" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Hamba tidak tahu yang mulia,sebab Tuan Muda tidak memberitahu pada kami" ucap Jendral Qin Peng.
"Berapa orang yang ikut bersama Udin ?" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Hem... Tuan Muda Udin,Nyonya muda Rissa dan 4 orang Pamannya dan 2 orang Bibinya yang mulia" ucap Jendral Qin Peng.
"Bibi??" gumam Kaisar Chang Li Wan,
" Tadi malam Udin bilang ber enam bersama paman - pamannya kenapa sekarang ada bibinya ya," ucap Kaisar Chang Li Wan dalam Hati.heran.
"Apa kamu tahu siapa nama Bibinya itu." ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Hamba hanya tahu 1 orang saja,yang bernama Juminten,sedangkan yang satunya Hamba tidak tahu karena baru pertama kali melihatnya" ucap Jendral Qin Peng. Disaat Udin keluar kamar,Udin mengenalkan Juminten pada Jendral Qin Peng dan jendral Qi Fu Shen sebagai Bibinya.
"Juminten?? Nama yang aneh" gumam Kaisar Chang Li Wan.
"Ya sudah. Kembali ketempat seperti biasa,nanti jika mereka datang beritahu padaku" ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Baik yang Mulia" ucap Jendral Qin Peng lalu membungkuk setelah pergi meninggalkan ruangan.
"Siapakah dirimu sebenarnya Udin,Baru berusia 10 Tahun saja sudah mempunyai kekuatan yang luar biasa hebatnya" ucap Kaisar Li Wan.
Berkat Pil kejujuran pemberian dari Udin. sebanyak 3500 orang ditangkap. Sebagian ada yang menelan Pil kejujuran sebagian hasil penghianat yang menelan pil memberi tahu siapa saja yang terlibat.Semuanya itu langsung dihukum mati oleh Kaisar Chang Li Wan.Tak ada ampunan bagi penghianat,Selir dan anaknya juga dihukum mati.
.
.
.------****-----
.
.
Ditempat Tengkorak tiga daun.
.
.
.
.Boomm.....Boommm.....Booomm.....Booom.....
Ledakan berasal dari 4 arah mata angin.
Paijo dan Kuwi menyerang di sebelah barat.
Ponijan menyerang di Sebelah Timur.
Drjarwo dan juminten menyerang Disebelah selatan
Andin menyerang disebalah utara.
Sebelum mereka menyerang,Udin membagikan Pil penyembuh pada anak buahnya untuk mengantisipasi musuh menggunakan Racun.Tapi Juminten menolaknya,sebab dirinya kebal terhadap racun. Setelah itu Udin menghancurkan Array pelindung yang melindungi markas mereka. kemudian menggantinya dengan array miliknya,supaya tidak ada musuh yang kabur.
"ADA SERANGAN" Teriak salah satu penjaga ditiap penjuru mata angin.
Diarah barat Paijo mengeluarkan elemen petir dan apinya. Sedangkan Kuwi menyerang dengan Pedang pemberian dari Rissa.
Booom...Jeddeeerrrr.....Jeddeerrr......Boom...Boom......jeddeerrr....Boomm....Boomm...
Hiyaattt.....Kuwi melesat ke arah musuh dengan gerakan yang sangat cepat.
Crash....Traang... Craasshh... Craasshh.. Traang... Crassshh... Craaasshh.. Craasshh... Craassshh...
Senjata musuh yang berbenturan dengan pedang Kuwi patang semua.
Buukk.... Buukk... Bukk.... Buk... Buk.. Buk...
anggota tubuh musuh yang diserang oleh Kuwi semuanya terpotong potong..
Orang yang mendengar suara itu langsung bergerak menuju sumber suara tersebut.
Disebelah Timur. Ponijan melesat menggunakan Cakarnya yang sangat tajam dan sangat kuat.
Ponijan mengayunkan Tangannya ke arah kelompok penjaga.
Wuussshhh...... Nampak serangan Ponijan seperti bulan sabit mengarah ke musuh.
Craaasshh.....craaassshh... Craasshh... Craasssh... Craashh... Craasssh... Tubuh musuh terbelah semua...
Booom...Boomm.... Boomm... Serangan ponijan mengenai dinding bangunanan. nampak dinding bangunan itu hancur.
Di sebelah selatan Djarwo dan Juminten.
Djarwo melesat dengan 2 buah pedang ditangannya.
Trang..Trang...Craassshh..Crasshhh... Trangg...
"Senjata apa itu,melukaiku saja tidak bisa," ucap Djarwo . Lalu Djarwo memutar tubuhnya sambil mengarahkan pedangnya ke arah musuh yang mengepung dirinya.
Wuuuuiingg... traang....Craaashhh...Traaang....Craaasshh...
AAAAAAAKKHHHH... teriak musuh tangannya terpotong... Crassshhh.... Djarwo menebas tubuh orang yang berteriak tadi.
Buk....Buk....Buk....Buk.... Buk... Buk....
Puluhan tubuh musuh yang mengeroyok Djarwo semuanya terpotong - potong.
Juminten menyerang dengan kekuatan elemennya.
Nampak bola api keluar dari kedua tangannya.
Wussshh....wuusshh... Wuusshh... Wuusshh....
Boomm....Boomm.... Bomm... Boom.... Boomm... Boomm... Boomm.. Boomm...
Musuh yang terkena bola api Juminten meledak menjadi kabut darah.
Wuussshh.... Bola api melesat hampir mengenai Djarwo...
Djarwo reflek menghindar dari serangan Juminten.
"Wooiiiiiiii....... Lihat - lihat kalau lempar bola apimu itu." Teriak Djarwo kesal.
"Maaf... Maaf... Maaf... Gak sengaja tadi" teriak Juminten.
Padahal Juminten sengaja.
"Refleknya bagus juga,gak percuma Bos menjadikan dia sebagai anak buahnya" ucap Juminten dalam hati.
Musuh yang mau menyerang menjadi ketakutan.
"Ayoo kita kabur dari sini..." ucap Musuh A
"Iya ayoo..." ucap Musuh B.
Mereka melihat temannya yang kekuatanya berada diatasnya ketakutan.
Mereka melesat kabor dari bangunan itu.
Duk.. Duk.. Duk... Duk... Duk...
Mereka menabrak Dinding array yang dibuat Udin.
"Mengapa kita tidak bisa keluar padahal kita sudah membawa token." ucap Musuh A.
"I...I...Ini bukan Array yang dibuat oleh Ketua" ucap Musuh B.
"APPAAAAAAAA!!!??? ucap mereka serempak.
" Whera do you want to run?" ucap Juminten dibelakang kelompok yang mau kabur.
Musuh A membalikkan badannya di ikutin yang lain.
"Apa kamu dengar dia ngomong apa?" ucap Musuh A.
"Dengar lah... Tapi aku gak tahu dia ngomong apa" ucap Musuh B.
Juminten langsung melesatkan bola api ke arah mereka.
Boomm... Boomm... Boomm.. Boomm..
Boomm... Boomm... Boomm.. Bomm...
Mereka tak sempat menghindar,karena Juminten melesatkan bola api tersebut dengan cepat.
Tubuh mereka menjadi kabut darah terkena bola api Juminten.
Disebelah Utara.
Andin menyerang dengan elemen api miliknya.
Wuussshh.... wuuussshh..... Wusshh... wusshh.. Wuuusshh... Wuusshhh...
Bola - bola api itu melesat ke arah musuh dan bangunan.
Boomm.... Boommm.....Boomm.... Boomm....
Boomm..... Bomm....Boomm.... Boomm.....
Puluhan bangunan hancur dan ratusan musuh tewas akibat serangan Andin
Mereka tidak memakai kekuatan penuhnya,karena ingin menikmati pertempuran ini.
Nampak seorang Pria berlari ketempat Pemimpin mereka.
Tok...Tok...Tok....
"Masukkk...." ucap Suara dari dalam.
kriieet... Pintu terbuka.
"Maaf Ketua Chin Yu Wang Tempat kita diserang oleh sekelompok orang tak dikenal" ucap Orang itu.
"APAAAAA!!!!!.....ucap Chin Yu Wang terkejut.
Boomm.... Boomm.... Boomm.... suara ledakan terdengar sampai di ruangan Chin Yu Wang.
"BUUANJINGAAAAAAAN.... SIAPA YANG TELAH BERANI MENYERANG MARKASKU" ucap Chin Yu Wang mengeluarkan Aura kekuatannya sampai di Grand Dao Hijau tingkat 5. Bawahannya tadi mengeluarkan seteguk darahnya akibat terkena aura Chin Yu Wang.
***
Di tempat Tahanan.
"Dek...Taruh dulu mereka didalam dunia cincin,dan tempatkan mereka didalam ruang khusus" ucap Udin dalam hati
Mereka melihat ratusan tahanan itu didalam penjara. Yang dijaga 5 orang berada diranah pendekar emperor tingkat 4. Penjaga itu mendengar suara ledakan tapi mereka tak berani meninggalkan tugasnya.
Udin dan Rissa menggunakan jurus menghilang.
"Baik kang mas." ucap Rissa.telepati .
Wuuuusshhh....Semua tahanan masuk dalam dunia cincin.secara terpisah sesuai tempatnya, dengan kondisi masih terborgol.
Salah satu penjaga itu terkejut melihat Isi diruang tahanan itu kosong tak ada 1 orang pun didalamnya.
"kemana semua tahanan itu pergi" ucap Penjaga A..
Penjaga lainnya mendengar ucapan penjaga A melihat ke arah penjara .
__ADS_1
Empat penjaga itu berjalan ke arah penjaga A.
"Haaaaaa" mereka semua membuka Rahangnya kebawah. Sebab tidak orang yang datang dilokasi penjara itu.
Udin menyerang penjaga itu dengan elemen anginnya.
Wuusshh.... Puluhan angin berbentuk bulan sabit melesat ke arah penjaga itu.
Mereka merasakan ada serangan tapi tak bisa melihat serangan tersebut.
Buukk.... Buukk... Buukk... Buukk... Buukk...
Lima orang penjaga itu kepalanya terpisah dari tubuhnya.
"Beres..... Hehehehehe.... Ayo dek kita kesana" ucap Udin .
"Ayooo" ucap Rissa.
Mereka berjalan ke arah bangunan utama,dimana terdapat Pemimpin Oraganisasi temgkorak tiga daun.
****
.
Boomm....Boomm... Boomm... Boomm...
Ledakan terdengar empat penjuru Angin.
Chin Yu Wang melayang Di udara.
Ia melihat sosok wanita memakai baju Hijau membantai anak buahnya dengan Mudah.
"BUANGSSAAAAATTTT....." ucap Chin Yu Wang dengan marah lalu melesat ke arah sosok wanita itu.
****
.
.
Juminten dengan santainya mengerakkan tangannya membantai musuh yang ia lihat.
Wuusshh... Wuusshh.. Wuussh... Wuusshh...
Boomm... Boomm... Boomm... Boomm....
"Hem....Nampaknya Ketua mereka keluar dari sarangnya"gumam Juminten.
Tak lama kemudian Chin Yu Wang datang.
"Siapa kalian.... Mengapa menyerang Kami??" ucap Chin Yu Wang sambil melayang di udara.
"Kami adalah malaikat pencabut nyawa" ucap Juminten sambil mengarahkan bola apinya ke arah musuh yang berada di Ranah pendekar Monarch Merah tingkat 9 .
Booomm..... tubuh musuh itu meledak manjadi kabut darah.
"Ba...Ba....Ba...Bagaimana bisa wanita itu membunuh pasukan elitku dengan mudahnya,sedangkan dia masih diranah Saint." ucap Chin Yu Wang dalam hati.
"Serahkan artefak milikmu,maka kamu akan aku bebaskan dan akan ku angkat kamu menjadi pelayan S3Xku." ucap Chin Yu Wang melihat wanita itu sungguh cantik sekali.
Chin Yu Wang mengira wanita itu memakai artefak khusus.
"Cuuiihhh.... Ora sudi aku dadi pelayanmu" ucap Juminten.
Booomm..... Boomm... Boomm... Boomm..
Boomm.... Boomm... Boomm.. Boomm...
Boomm... Boomm... Boomm.. Boomm...
Puluhan Musuh diledakkan oleh Juminten.
???? Chin Yu Wang tidak paham ucapan Juminten.
"BUAJINGNGAAAAANN..." ucap Chin Yu Wang marah melihat anak buahnya dibantai.
Ia mengeluarkan 2 botol kaca berisi bubuk racun.
Wuuusshh..... Wuuusshhh....
Pyarr.... Pyaarr.... bubuk Racun menyebar ke udara menyelimuti tubuh Juminten.
"Mau nyerang aku pakai Racun.... Mana mempan" ucap Juminten dalam Hati.
Anak buahnya melihat bubuk racun tersebut menghindar.
"HA... HA... HA.... HA.... HA.. HA... HA...HA...
"Rasakan Racunku dasar wanita J*lang" ucap
Juminten menjjilat tangannya yang terkena bubuk racun tersebut.
"Apa ada lagi racunmu?" ucap Juminten menatap Chin Yu Wang.
"HAAAAAAAAAAA.... semua musuh menjatuhkan rahangnya kebawah.
Bagaimana bisa wanita itu selamat dari Racun mematikan itu,bahkan orang yang berada diranah To God puncak saja bisa langsung tewas terkena racun tersebut. itulah yang ada dipikiran mereka.
"Sekarang giliranku" ucap Juminten.
Juminten mengeluarkan elemen racunnya berbentuk bola tenis lalu melesat ke arah Chin Yu Wang dan anak buahnya.
wuusshh...Wuussshh.... Wuusshh...Wuusshh...
Wuussshhh... Wuusshh... Wuusshh... Wussh...
Tubuh mereka diselimuti oleh kabut Racun.
"Ha...Ha....Haa...Ha...Ha... Chin Yu Wang tertawa.
Ia mengira serangan wanita itu tidak mampu melukai tubuhnya. Tak lama kemudian.
AAAAAAAKKKHHHH.......
AAAAAKKKKHHHH.....
AAAAKKKKHHH....
AAAAAKKKHHH...
AAAKKHHHH...
AAAAAAAAAAKKHHH.....
Teriakan musuh yang terkena Racun dari juminten.
Tubuh mereka perlahan melepuh .
Chin Yu Wang mengeluarkan Pil penyembuhnya.
Glek....
AAAAAAAAKKKHHHHH......
Namun Pilnya itu tak dapat mengobati dirinya.
5 menit kemudian mereka semua tewas hanya menyisakan tulang kerangka saja.
"Mampusssss Lu, gitu seh nyerang gue pakai racun,jadi ya gue balas pakai racunlah" ucap Juminten lalu kembali bergerak menyerang musuh dengan racun.
AAAAAKKHHH....
AAAAKKKHHHH...
AAKKKHHH.....
AAAAKKKHH....
AAAAKKHHH....
Teriakan dimana - mana.
Badan Djarwo bergidik ngeri ketika melihat Juminten menyerang dengan racun ,sebab semua musuh yang diserang oleh Juminten berakhir menjadi tulang belulang.
"Sadiisss banget ini cewek,jika ada yang jadi suaminya gimana tuh nasib suaminya,berbuat salah pasti berakhir menjadi tulang belulang" ucap Djarwo dalam hati.
"Iiiiiihhhh... Tubuh Djarwo kembali bergidik ngeri.
Selama satu jam mereka membantai habis ,tak ada yang tersisa kecuali mereka yang berada diluar array yang dibuat Udin.
Kini mereka berdiri di Bangunan Utama.
"Dek... Masih ada orang apa enggak" ucap Udin.
"Gak ada kang mas." ucap Rissa.
"Ayoo kita pergi... " ucap Udin.
"Boss..... " ucap Paijo.
"Ya Pakde.. Ono opo?" ucap Udin.
"Apa gak sebaiknya kita memeriksa Bangunan ini,siapa tahu kita dapat harta karun." ucap Paijo.
"Hem.... Bener juga . Ayoo kita masuk dan cari harta karun mereka" ucap Udin.
"Siap Bosssss" ucap mereka serempak kecuali Rissa.
Mereka masuk kedalam bangunan itu dan berpencar.
Udin berjalan bersama Rissa dan Kuwi saja,sisanya berpencar gak tahu kemana.
"Mayan bagus ini bangunan.. Coba bisa aku ambil lalu aku taruh di alun - alun jogjakarta,pasti keren" ucap Udin.
"Kalau ditaruh sana nanti sri sultan terkejut kang mas dan bisa marah besar" ucap Rissa.
"Hehehehe...Iya juga seh...Eh kalau di Istana presiden gimana dek?" ucap Udin.
"Hem..... Bagus... Cuman apa pak jokowi mau? lalu mereka akan upacaranya dimana? gede loh ini bangunanannya kang mas. istana presiden aja kalah" ucap Rissa.
????? Kuwi.
"Boss ngomong apaan seh,Jogjakara,istana presiden,sri sultan. Sumpah aku gak paham,Jangankan Bos,Kakak pertama dan kelima saja kalau bicara pakai bahasa asing aku tak paham" ucap Kuwi dalam hati.
"Dek....Bisa gak kasih ilmu pengetahuan ke paman Kuwi,soalnya aku lihat kayak orang beleng - beleng mendengar ucapan kita." ucap Udin melihat Kuwi.
"Paman Kuwi" ucap Rissa.
"Iya nyonya bos,ada apa?" ucap Kuwi.
"Duduk jongkok" ucap Rissa.
Kuwi mendengar perintah nyonya bos lalu Jongkok.
Rissa menempelkan jarinya ke kening Kuwi.
"EH!!!?? Kuwi terkejut menerima pengetahuan tersebut.
"Matur suwun Bos,matur suwun nyonya Bos" ucap Kuwi sambil membungkuk.
"Sami - sami Paman" Ucap Udin dan Rissa serempak.
Mereka kembali melanjutkan berjalannya menyusuri tiap - tiap Ruangan.
"Dek...Dimana tempat penyimpanan harta karunnya" ucap Udin dari tadi tidak menemukan harta karun tersebut.
"200Meter lagi kang mas." ucap Rissa..
"Oke... " ucap Udin.
Mereka berjalan menyusuri sebuah lorong bawah tanah.
Tak lama Kemudian mereka tiba di sebuah tempat dimana tempat itu dilindungi oleh Array tingkat langit.
"Hem.... Array tingkat langit." gumam Udin.
Lalu Udin memgerakkan jari dan tangannya menghancurkan array tersebut.
Pyaarr... Array 3 lapis tersebut hancur.
"EH masih ada lagi" ucap Udin melihat Array jebakan.
Boomm..... Array jebakan dihancurkan Udin dengan mudahnya.
Setelah Semua Array hancur,Mereka kembali berjalan.
Tak lama kemudian mereka tiba di ruangan yang penuh harta karun.
Ada 1 yang mencolok disana. Benda itu mirip Lampu di film aladin.
Udin lalu berjalan memgambil lampu tersebut.
"Dek... Kok lampu ini ada disini?" ucap Udin.
"Adek gak tahu kang mas" ucap Rissa.
Udin memperhatikan secara teliti.
"Hem....Disegel sama array tingkat kaisar dewa penguasa,Coba buka aaaaahh......" ucap Udin.
__ADS_1
Udin mengerakkan jari dan tangannya untuk membuka segel tersebut.
Kraacckk...... Pyarrrr.......Segel terlepas.