
Di sisi Hutan siluman.
Nampak para siluman mencoba alat yang di pasangkan Udin.
"Aku bisa terbang........." ucap Siluman kerbau. Sebelumnya ia tak bisa terbang sebab kekuatannya belum cukup untuk bisa terbang.
Tak lama kemudian muncul Krilin yang di teleportasi oleh kembaran Udin.
"Haaaaaa....!!!??? Krilin menjatuhkan rahangnya kebawah. Sebab ia melihat jumlah pasukan Siluman.
Para siluman melihat Krilin biasa saja,sebab sebelumnya mereka sudah diberi tahu.
"Diaampuuuut.....
"Untung saja Bos ngasih aku ilmu memperbanyak diri,jika enggak. Bisa teler aku." ucap Krilin dalam hati.
Krilin memperbanyak dirinya,untuk mendata bangsa Siluman.
Sun Go han terkejut saat melihat Krilin bisa memperbanyak dirinya,seperti dirinya.
"Waah.... Anak buah Bos Udin ternyata bisa memperbanyak diri juga..." ucap Sun Go Han dalam hati.
"Paman Sun Go Han.." ucap kembaran Udin telepati . Sun Go Han berada tak jauh dari kembaran Udin.
"Iya Bos....." ucap Su Go Han ketika mendengar Udin memanggil namanya kemudian melesat ke Udin.
"Tolong paman Go Han bantu Krilin ya..." ucap kembaran Udin.
"Siap Bos...." ucap Sun Go Han.
Sun Go Han kemudian memperbanyak dirinya untuk membantu Krilin.
"Nanti Paman krilin akan aku kasih hadiah setelah menyelesaikan tugas Paman." ucap kembaran Udin telepati ketika Gohan membantu Krilin.
"Gak usah repot - repot Bos,Bos sudah hadir kembali disini aku dah merasa senang kok." ucap Krilin telepati.
"Ooo... Begitu.. Padahal Aku mau kasih air pelangi,ya udah gak jadi deh aku kasih" ucap kembaran Udin telepati.
"EH....!!??? Krilin terkejut saat mendengar kata air pelangi. Sebab Krilin belum pernah melihatnya,hanya mendengar cerita dari orang lain.
"A...A..Aku mau Bos....." ucap Krilin telepati.
"Sudah habis... Telat sampeyan..." ucap kembaran Udin sengaja berbohong.
"Aiiiisssh... Si Bos ini... Aku loh belom pernah minum,jagankan minum...Lihat saja gak pernah" ucap Krilin telepati.
"Hehehehehe...Masih ada kok...Mau berapa liter? nanti aku kasih" ucap kembaran Udin telepati.
"Haaaa....!!!??? Seriuss Bos....?" ucap Krilin telepati.
"Iya aku serius... " ucap kembaran Udin telepati.
"Aseek... Akhirnya nanti aku bisa melihat dan merasakan air pelangi" ucap Krilin dalam hati.
Kembaran Udin memperhatikan siluman laba,ia memindai tubuh siluman tersebut.
"Hem..... Agak rumit eee.... Masangnya... terus kalau terbang gimana" ucap kembaran Udin ketika akan memasang alat di tubuh siluman laba - laba.
Kembaran Udin lalu memasangkan alat pada siluman Laba - laba. Tak lama kemudian kembaran Udin selesai.
"Coba tes alatnya Broo..." ucap kembaran Udin.
"Siap Bos..." ucap siluman laba - laba.
Kembaran Udin memasang pendorong roket di setiap kaki siluman laba - laba.
Nampak siluman laba - laba kesusahan saat mencoba,sebab seluruh kakinya mempunyai roket pendorong.
"Susah Bos...Mending aku merayap saja." ucap siluman Laba - laba
"Emang dirimu bisa merayap di luar angkasa?" ucap kembaran Udin heran.
"Gak bisa Bos..." ucap Siluman Laba - laba.
"Coook... Kirain bisa...." ucap Kembaran Udin.
Kemudian kembaran Udin melepas alat itu kemudian memodifikasi lagi,Sebab siluman laba - laba itu belum bisa berubah menjadi seperti manusia. Ia memasang roket pendorong dibawah perut dan di punggung,kemudian memasang sayap.
"Nah... Sekarang coba lagi." ucap kembaran Udin.
"Siap Bos..." ucap siluman laba - laba.
Roket dibawah mulai mendorong tubuh siluman itu kemudian roket yang diatas menyala ketika di bawah off.
"Yessss... berhasil..." ucap kembaran Udin ketika melihat laba - laba yang besarnya 3 meter itu bisa terbang.
"Horeeeee....... Aku bisaa terbaaaaang........ " teriak siluman Laba - laba itu kegirangan.
----***----
Di Utara Dunia Jiwa.
Nampak anak buah Udin mengajari jurus yang mereka miliki.
"Hem.... Mungkin diriku yang dulu sangat Berambisi untuk membunuh Alex,sehingga diriku yang dulu tidak memberikan kekuatan elemen yang aku punya. Tapi sekarang aku bukanlah Feng Sai Fudin ,Aku adalah Syaifudin. Aku akan membasmi semua tindak kejahatan diseluruh alam semesta " ucap Udin dalam hati. Ketika ia tahu dari ingatan dari Rissa soal jati dirinya yang dulu.
Udin berjalan ke arah Paijo.
"Pakde Jo..." ucap Udin.
Paijo yang sedang melatih para warga dengan jurus naga dibantu oleh Prajurit TNu yang lebih dulu bisa memakai jurus naga setelah Paijo memberi darahnya 1 tetes tiap orang. Ia pu menghentikan kegiatan ketika Udin memanggil dirinya.
"Iya Bos... Ada apa?" ucap Paijo.
"Pakde bisa langsung transfer ilmu pakde apa enggak?" ucap Udin.
"Gak bisa Bos,Sebab kalau mau transfer ilmu langsung membutuhkan Skill Khusus..." ucap Paijo.
"Ooo... Begitu... Baiklah,Aku akan memberikan Ilmu untuk mentrasfer pemahaman dan Elemenku pada Pakde. Tolong bimbing mereka,sebab aku ada perlu sebentar." ucap Udin.
"Siap Bos....." ucap Paijo.
Udin kemudian mentransfer ilmu pemahaman dan Elemennya pada Paijo,agar Paijo dengan mudah mengajari para penduduk yang belum bisa berlatih jurus naga Serta ilmu - ilmu yang lainnya.Udin memberikan Elemen Ruang dan waktu agar bisa berteleportasi dengan mudah. Sedangkan untuk memaju dan mundurkan waktu tak bisa,sebab Udin hanya memberikan 30% dan pemahaman tentang ilmu tersebut hanya sebatas teleportasi saja,
Tak lama kemudian,Udin selesai memberikan ilmu pemahaman dan Elemen Ruang dan Waktu serta Udin memberikan jurus pedang tingkat tinggi.
"Matur suwun Bos..." ucap Paijo.
"Sama - sama Pakde...."ucap Udin.
Udin melihat Dewi Bulan melatih Prajurit wanita. Kemudian Udin menggunakan mata Ilahinya. Udin melihat ada calon penerus di rahim dewi bulan.
"Pakde... Salaman dulu kita" ucap Udin.
__ADS_1
"Salaman??? Emang sudah Lebaran kah Bos..." ucap Paijo.
"Belum... Puasa belum kok mau lebaran,"ucap Udin.
"Lah terus apa dong kalau bukan lebaran" ucap Paijo belum paham.
Paijo menyambut tangan Udin untuk salaman.
"Selamat ya Pakde... Jenengan sampun berhasil . tinggal menunggu waktu saja" ucap Udin. (Anda sudah berhasil)
"Berhasil apa Bos??" ucap Paijo belum paham.
"Pakde menjadi calon Ayah.." ucap Udin
"EH.....!!!??? Paijo terkejut mendengar ucapan Udin.
"Be...Be...Benar kah itu Bos..!!!." ucap Paijo terkejut.
"Ho oh..... Untuk jenis k3laminnya,Udin belom tahu. Sebab usia kandungannya baru 34 Hari Pak De ." ucap Udin
Paijo lantas bersujud untuk bersyukur atas usaha dan penantian yang selama ini mereka inginkan akhirnya terkabulkan .Setelah itu Paijo berdiri.
Udin membuat 2 wadah untuk tempat darah.
"Pakde.. Tolong teteskan darah pakde masing - masih 2 tetes saja." ucap Udin.
Paijo lantas meneteskan darahnya.
"Buat siapa Bos..?" ucap Paijo setelah meneteskan darahnya.
Udin menyimpan wadah tersebut dalam cincin ruangnya.
"Hem.... Buat Rudi dan Bella pakde,kalau pakai darah Udin nanti malah kacau. kan aku bukan asli naga," ucap Udin telepati.
"Rudi.....Bella.... Sepertinya aku pernah dengar nama itu" ucap Paijo dalam hati.
"Itu nama anakku yang ada di bumi,tolong rahasiakan ya Pak de.." ucap Udin telepati
"Eh.... !!!??? Paijo terkejut.
"Siap Bos... Aku tidak akan membari tahu kepada orang lain." ucap Paijo telepati.
"Ku tinggalkan clonku disini ,kutinggal dulu ya pak de" ucap Udin lalu berteleportasi ke arah .
---***----
.
Teras Rumah.
Nampak para istri Udin menanam bunga,mereka membantu Rissa.
Udin muncul dibelakang Li Wei yang sedang berdiri. Lalu menutup matanya. Istri Udin
"EH..... !!!?? Li Wei terkejut saat matanya ada yang menutup. Ia merasakan aura familiar tiba - tiba muncul dibelakang dirinya.
"Kang Mas...." ucap Li Wei.
Udin melepakan tangannya.
"Hehehehehehe... Dek Wei kok tahu ini aku." ucap Udin.
Li Wei lalu membalikkan tubuhnya lalu memeluk Udin.
"Dek Wei... Aku minta tolong,bisa gak tranfusikan darah Dek Wei pada Kedua anakku,tapi jangan bilang siapa - siapa dulu." ucap Udin telepati.
"Bisa kang Mas... Soalnya aku juga seorang dokter. Emangnya Kang Mas bisa kesana ? ucap Li Wei telepati.
"Bisa Dek...." ucap Udin telepati.
"Dek Rissa seng ayu dewe... Ayo kita keluar.." ucap Udin telepati.
"Iya kang Mas... Kirain Adek gak di ajak.." ucap Rissa telepati.
"Ya di ajak dong...Kan Adek istri pertamaku.." ucap Udin.
"Istri - istriku yang cantik,Aku tinggal dulu ya... Sebentaaar saja.. Soalnya ads perlu." ucap Udin.
"Kang Mas mau kemana?" ucap Liu Chang.
"Ada perlu,mau jemput Ibu dan Ayahku dulu... Soalnya tadi aku lihat mereka tidak ada" ucap Udin beralasan.
"Iya Kang Mas..." ucap para istri Udin.
Mereka salaman dan mencium tangan Udin.
Setelah itu Udin,Rissa dan Li Wei keluar dari dunia jiwa.
----****----
Dunia Cincin.
Udin,Rissa, dan Li Wei muncul di halaman samping Istana.
Rissa meninggalkan 30 % dirinya di dunia cincin,buat jaga - jaga jika Udin menghilang lagi seperti dulu. Rissa gak mau berpisah dengan Udin dalam waktu yang lama.
Kembarannya sedang menanam bunga di depan halaman istana.
"Dek Wei disini dulu,aku dan Dek Rissa akan menjemput mereka." ucap Udin.
"Lama gak Kang Mas..." ucap Li Wei.
"Sebentar saja..." ucap Udin.
Udin dan Rissa berteleportasi ke Rumah yang Udin Buat sewaktu dirinya selesai berkunjung ke dunia Siluman.
Tak lama kemudian Mereka muncul didalam halaman Rumah.
"Oh iya Dek.. Kita bisa gak ya keluar langsung ke Bumi dari dunia cincin ini." ucap Udin.
"Adek gak tahu kang mas,soalnya belum pernah nyoba.." ucap Rissa.
"Baiklah... Akan aku coba...." ucap Udin.
Udin berkonsentrasi,ia teringat dengan halaman Rumah yang ditempati kedua anaknya itu.
Setelah itu Udin keluar dari dunia cincin.
----***----
Bumi.
pukul 23.00
__ADS_1
Halaman belakang Rumah Rudi dan Bella.
"EH.......!!!!??? Udin dan Rissa terkejut saat keluar dari Dunia cincin.
"Dek.... Aku punya Ide...." ucap Udin.
"Ide apa kang Mas?" ucap Rissa.
"Bagaimana kalau kita bawa mereka ke dunia kita."ucap Udin.
"Hem... Ide yang bagus,cuman kalau bisa biarkan mereka mencari pengalaman dulu Kang Mas. Sebab pengalaman mereka baru sedikit." ucap Rissa.
"Kalau kita kirim mereka ke Dunia Kultifator gimana dek?" ucap Udin.
"Kalau mereka di Dunia kultifator,siapa yang mengawasi mereka?" ucap Rissa.
"Hem..... (Nampak Udin berpikir )
Tak lama kemudian.
"A haaaaa...... Gimana kalau kita kasih mereka Sistem. Sistem ini adalah bagian Jiwaku dan jiwa Adek.Jadi kita bisa mengetahui keadaan mereka, mereka akan aman." ucap Udin.
"Kang Mas kok punya pikiran seperti itu? Adek aja gak kepikiran sampai kesana." ucap Rissa heran dan salut.
"Soalnya Aku teringat si Temon,dia penggemar cerita di NOVEL TOON, terus aku ikut - ikutan baca. ." ucap Udin.
"Temon Temannya Abdel diacara Mamah dan A'a itu kah Kang Mas?" ucap Rissa.
"Lain... Temon itu kenalan waktu aku mancing di Dermaga Ambalat dek,Aku gak tahu nama aslinya siapa. Panggilannya Temon gitu" ucap Udin.
"Ooooo.. Gimana kalau setelah kita berperang dengan Alex saja Kang Mas.. Soalnya Adek takut mereka kenapa - kenapa." ucap Rissa.
Udin nampak berpikir lagi.Ia teringat dengan 2 orang musuh yang ia bunuh waktu itu,sebab di ingatan mereka. Mereka menjelajahi di setiap galaksi yang mereka singgahi untuk menggalang kekuatan.
"Oke.... Setelah kita mengalahkan Alex." ucap Udin.
Udin dan Rissa masuk dalam Rumah,mereka menuju kamar kedua anaknya.
Udin menuju kamar Bella,sedangkan Rissa menuju kamar Rudi.
Tak lama kemudian,Udin sudah berada di kamar Bella.
"Hem... Kekuatannya belum meningkat" ucap Udin dalam hati melihat tingkat kultivasi Bella.Ia membaca ingatan Putrinya itu.
"Suatu saat kita akan berkumpul seperti dahulu lagi putriku." ucap Udin lirih.
Udin memasukkan Bella ke dalam dunia cincin.Begitu juga Rissa,Rissa memasukkan Rudi dalam dunia Cincin. Rissa bisa memasukkan Rudi dalam dunia Cincin sebab Udin berada di sekitar dirinya.jika jauh maka tak bisa masuk.
Udin membuat Uang dan emas batangan dengan Elemen penciptaannya.
Wussh... Muncul tumpukan Uang Rupiah dan Dollar dalam Ruangan kamar Bella,Serta ratusan ribu Koin emas.
"Ini dah cukup buat bekal sementara mereka setelah mereka menerima transfusi darah peri." ucap Udin dalam hati.
Tak lama kemudian Rissa muncul di samoing Udin.
"Ayo Kang mas.." ucap Rissa sambil memegang lengan Udin.
"Siap istriku yang tercantik." ucap Udin.
Rissa mencubit perut Udin.
"Auuuuu.... Reflek Udin berteriak meskipun tak sakit.
"Atit tauuu...." ucap Udin pura - pura meringis sambil mengusap - usap bekas cubitan Rissa.
"Kang Mas loh gak merasa sakit ku cubit." ucap Rissa.
"Hehehehe... Iya... Tapi kalau Adek jepit Anuku terasa banget dek..." ucap Udin.
Muka Rissa memerah,
"Adek pengen Kang Mas...." ucap Rissa.
"Hem... Habis kita transfusi darah mereka ya Beb..." ucap Udin melihat Rissa nampak Sangeeek.
Rissa menganggukkan kepala saja. Kemudian mereka masuk dalam dunia cincin.
----***---****----
Dunia Cincin.
Ufin dan Rissa muncul di halaman samping istana. Nampak Li Wei berebah di kursi santai di pinggir kolam renang sambil isi TTS milik Paijo yang ditinggalkan begitu saja.
"Negara pertama kali menang di piala dunia sepak bola...Hemm.....Apa ya..." gumam Li Wei sambil berpikir.
"Uruguay... Pakai Y dibelakangnya Dek Wei..." ucap Udin ketika berjalan menghampiri Li Wei.
"U.. R ..U.. G.. U.. A.. Y... Kok Kang Mas tahu..." ucap Li Wei.
"Ya tahulah dek...Tapi gak semua pemain sepak bola aku kenal. Paling banter David Bekham,C Ronaldo,Ronaldinho,Julia Peres....
"Bukannya Julia Peres itu artis kang Mas..Ucap Rissa memotong ucapan Udin.
"Oh iya..Ya ya...Lupa aku Dek....Hehehehehe...." ucap Udin sambil garuk - garuk kepalanya walau tak gatal.
Li Wei meletakkan Buku TTS di meja yang terletak disampingnya.
"Kemana mereka Kang Mas" ucap Li Wei.
"Ada dikamar Dek ....." ucap Udin.
"Kita bawa bawa mereka di Rumah sakit Kang Mas." ucap Li Wei.
"Heeee !!!...Kok rumah sakit Dek?" ucap Udin.
"Kita gak tahu kan golongan darahnya apa,Sebab darahku belum tentu sama,jika berbeda maka hanya bertahan 1 tahun saja,setelah itu kembali seperti semula" ucap Li Wei.
"Ooo.....begitu...
"Iya juga seh... Kalau gak sama maka tidak bisa menerima." ucap Udin.
"Dik Li Wei kalau keluar dari dunia cincin harus terima petir kang Mas.." ucap Rissa mengingatkan Udin.
"Iya sayang....,Baiklah... Kita kembali." ucap Udin.
Udin memberikan Elemen Angin pada Li Wei.
Nampak cahaya Hijau menyelimuti tubuh Li Wei.
Li Wei merasakan tubuh hangat ketika diberi Elemen Angin oleh Udin. Tak lama kemudian cahaya hijau hilang.
Udin kembali Fokus ke tempat semula. Setelah itu Udin,Rissa dan Li Wei keluar dari dunia cincin.
__ADS_1