Petualangan Udin

Petualangan Udin
MEMBUAT KEKACAUAN DI MEJA MAKAN


__ADS_3

*Terima kasih sudah memberikan dukungan pada ceritaku ini. Author tak bisa menyebutnya satu persatu. Tak terasa Hampir menembus 200K kata dan 30K Viewers. Doa'kan Author selalu sehat dan terus berkarya. Thanks For all Love you Fulll......😘😘*


.


.


.


Udin dan Rissa kini berada didalam kamar tidur.


"Dek... Besok kita bantai yuk organisasi itu" ucap Udin.


"Ayook... Adek juga gregetan dengan organisasi itu" ucap Rissa.


kemudian Rissa berebah Dikasur sedangkan Udin berdiri didekat tempat tidur.


"Kang mas....Ayoo tidur.." ucap Rissa memberi tempat pada Udin untuk tidur disebelahnya.


"Hem.... Aku tidur dibawah saja dek. Takut tanganku usil." ucap Udin.


"Kan punya adek belum muncul," ucap Rissa sambil memegang dadanya..


"Iya juga seh" ucap Udin lalu naik ditempat tidur.


Tak lama kemudian ada suara asalnya dari jendela kamarnya.


Tok...Tok...Tok...


"Siapa itu dek?" ucap Udin penasaran. Sebab kamarnya Udin berada dilantai 3.


"Itu Kuwi Kang Mas.." ucap Rissa sambil memejamkan matanya.


"Ooo.. Kuwi ta... kirain Paijo" ucap Udin lalu turun dari tempat tidur berjalan menuju jendela kamar.


Krriieett.... Suara jendela terbuka.


Nampak Kuwi dalam wujud Burung seperti burung kutilang terbang didepan jendela. Lalu kuwi terbang masuk kedalam dan berubah wujud menjadi manusia.


"Maaf Bos mengganggu.. Kita dapat info penting"ucap Kuwi.


"Laporan apa paman?" ucap Udin.


"Kita sudah menemukan siapa pelaku yang meracuni ayahnya Li Shan Boss...."ucap Kuwi.


"Oooo.... Jadi kalian tadi pergi untuk menyelidikinya ya?" ucap Udin. Ia pikir anak buahnya pergi jalan - jalan saja.


"Iya Bos... Ini Ide Kakak pertama" ucap Kuwi.


"Hem...Terus siapa pelakunya itu paman?" ucap Udin.


"Pelakunya adalah Selir Mei Yeyen Bosss..." ucap Kuwi.


"Apa ada buktinya,karena tanpa Bukti kita tidak bisa menangkapnya paman" ucap Udin.


"Ini Bos" ucap Kuwi sambil mengeluarkan Hp dari cincin ruangnya lalu menyerahkan ke Udin.


Udin menerima Hp tersebut.


"EH!!!?? Udin terkejut.


"Darimana Paman dapat ini?" ucap Udin penasaran. Sebab Udin tidak ada memberikan Hp tersebut pada Kuwi.Nampak Hp itu bentuk agak tipis dari sebelumnya, Sama seperti Hp di Bumi.


"Itu Milik kakak pertama Bos" ucap Kuwi.


"Mana Paijonya Paman?" ucap Udin. ingin menanyakan dapat dari mana HP itu. Sebab Bentuk Mirip dengan Hp miliknya yang berasal dari bumi.


Shan To hanya memberikan HP pada Paijo dan Ponijan saja secara diam - diam,sebab HP Shan To sisa 2 saja yang tidak terpakai. Sedangkan Udin tidak diberi oleh Shan To.


"Kakak pertama dan kelima pergi entah kemana setelah memberikan Hp ini padaku,Katanya berikan saja benda ini pada Bos Udin. Begitu Boss" ucap Kuwi.


"Ooo.... Begitu" ucap Udin. Lalu membuka Hp Itu .


"Asem.... Sudah disegel." gumam Udin.


Kemudian Udin duduk dilantai dan meletakkan Hp Itu di depannya. Lalu Udin mengerakkan jari dan tanggannya untuk membuka segel tersebut.


Wuussshh... Nampak diagram dengan tulisan kuno menyelimuti Hp tersebut kemudian.


Pyaarrr.. Segel tersebut pecah.


Segel itu seperti yang Udin buat pada sebuah senjata untuk prajurit TNU.


"Bereeesss... " gumam Udin lalu Udin membuka Hp tersebut untuk mengeceknya.


"Hem........


"Asemmm..... Videonya kebanyakan Cewek mandi.. Wasssuuuuuu" ucap Udin dalam hati.Sebab Backgroundnya banyak gambarnya cewek tanpa busana.


Udin membuka video yang baru saja direkam.


Nampak seorang wanita didalam kamar berbicara seorang diri lalu ada suara pintu diketuk kemudian muncul seorang prajurit.


"Hem.... Untung ada Hp,jadi bisa merekam kejadian tersebut" ucap Udin lalu memasukkan HP itu dalam cincin penyimpanannya.


"Baik Paman... Terima kasih." ucap Udin.


"Sama - sama Bos" ucap Kuwi laku berubah lagi wujudnya menjadi burung kecil lalu melesat keluar ke jendela.


Udin berdiri berjalan ke arah jendela untuk menutupnya.


"EH!!?? Udin terkejut.. Ada Sosok yang mengawasi kamar Udin dibatas Pohon jaraknya 40 meter.


"Siapa Dia ya? Mengapa Auranya sangat asing" ucap Udin dalam hati.


"Itu mata - mata yang dikirim oleh Selir Mei Yeyen kang mas" ucap Rissa telepati.


"Diamput..... " umpat Udin lalu membuat puluhan jarum. Setelah itu melemparkan ke arah Sosok tersebut.


Wuuussshh.... Wuuuusssshh.... Jarum - jarum itu melesat dengan cepat,sebab Udin menggunakan elemen anginnya.


Sosok itu terkejut ketika orang yang dia intai mengetahui keberadaannya. Belom sempat bergerak, puluhan jarum tertancap Ditubuhnya.


jleb... jleb... jleb... jleb... jleb... jlebb...


"Aaaahggghh... Sial aku tak bisa bergerak" ucap Sosok itu dalam hati.


Kembali Udin saat ini.


"Beres " ucap Udin lalu menutup Jendela. Lalu memasang array pelindung . setelah selesai memasang array Udin berjalan ke arah tempat Tidur.


Sebelum Udin Tidur Ia menelepati Djarwo memberitahukan Sosok yang memata - matai dirinya.

__ADS_1


.


.


.


*****


.


Esok Paginya .


Udin dan Rissa sudah bangun.


Mereka duduk dekat meja sambil makan Buah - buahan yang dikeluarkan oleh Rissa.


Tok...Tok...Tok... Suara pintu kamar diketuk.


Udin berjalan kearah Pintu.


Krrieeet... Suara pintu terbuka.


Nampak Seorang gadis dewasa memakai pakaian armor perang berdiri didepan pintu.


"Maaf Tuan muda Lin. Saya Jendral Mingxia di utus oleh yang mulia kaisar menjemput anda untuk sarapan bersama." ucap gadis itu .


"Oke.....


Lalu Udin membalikkan badannya mengarah ke Rissa.


"Dek... Ayo kita kesana" ucap Udin.


Rissa berjalan ke arah Udin.


Mereka pun berjalan Menuju Ruang makan.


.


.


---***---


.


.


Di ruang makan keluarga Kaisar Chang Li Wan.


Terdapat puluhan penjaga,pelayan serta keluarga Chang Li Wan,Dan puluhan sosok yang berjaga dibalik bayangan,mereka adalah prajurit Elit kekaisaran.


Tadi malam Li Shan memberi tahukan pada para prajurit elit bayangan yang berjaga akan ada 2 orang anak kecil serta orang dewasa akan menuju kesini,mereka adalah yang menyelamatkan dirinya dari kematian. Para prajurit elit bayangan itu mengangguk kepalanya saja mendengar ucapan Li Shan sambil bersembunyi.


Djarwo tak ikut karena tadi malam dia mendapat panggilan dari Paijo melalui telepati ketika berada didalam kamar.Kemudian Djarwo melesat pergi kearah Paijo berada.


Kembali kejadian saat ini.


Keluarga Kaisar Chang Li Wan menunggu Udin datang.


"Suamiku... Kenapa tidak langsung makan saja" ucap Mei Yeyen.


"Tunggu sebentar,aku sedang menunggu dia dulu" ucap Kaisar Chang Li Wan pada selirnya.


"Sial.... Kupikir dia akan langsung makan " ucap Mei Yeyen dalam hati,sebab Dirinya sudah menaruh racun dengan dosis tinggi pada makanan Chang Li Wan dan juga Chang Li Shan.


Bentuk meja itu seperti huruf U .Kaisar Chang Li wan duduk ditengah. sedangakan Chang Li Shan Duduk disebelah kanan,sedangkan sebelah kiri ada Chang Mei Yeyen dan Chang Wei Lan.


"TUAN MUDA LIN UDIN BESERTA ISTRINYA MASUK DALAM RUANGAN" ucap seorang kasim dengan nada tinggi.


"Diaaampuuut.... " Runtuk Udin mendengar ucapan kasim .


Pintu tersebut menghadap ke arah Kaisar Chang Li Wan berada.


Kaisar Chang Li Wan berdiri


"Ayo Nak... Silahkan duduk." ucap Kaisar Li Wan.


"Iya Paman Wan." ucap Udin berjalan mendekati meja makan.


"Hei Bocah... Jaga bicaramu pada yang mulia kaisar " ucap Chang Mei Yeyen marah.


"Siapa Lu... Paman Wan aja gak marah,kok Lu yang marah. Dasar Nenek - Nenek...." ucap Udin santai memakai bahasa gaul.


Chang Wei Lan yang daritadi diam saja melihat Bocah itu tak sopan pada ibunya langsung melompat hendak memukul Udin.


Udin yang tahu dirinya akan diserang Dengan Sigap menangkap Tangan Chang Wei Lan dengan kedua tangannya lalu membanting Tubuh Chang Wei Lan kelantai berulang kali sekuat tenaga menggunakan Qi ,Udin membanting kebelakang Brukkk.... Kemudian membanting ke meja makan.. Braaaakkkk.... Pyaarrrr.... Meja makan hancur serta makanan yang diatas meja menjadi terhambur dan pecah. Li Wan,Li Shan dan Mey Yeyen Reflek menghindar. Sedangakan Risa masih duduk tenang sambil memakan buah anggur ditangannya.


Brruukk...Bruukkk..Bruuk..


Kraackk.... Suara tulang patah


Bruuk... Kraackkk....Brukkk. Kraacckkk...Bruukk...kraacck....


Kemudian Udin melemparkan Chang Wei Lan ke tembok..


Wuussshhhh......Boom......Nampak Tembok itu retak akibat hantaman Tubuh Chang Wei Lan.


Kejadian itu tak sampai Lima detik.


Nampak Chang Wei Lan terluka parah,tulang- tulangnya patah,mulutnya mengeluarkan Darah segar,serta Giginya rontok.


"Wei 'er ........" teriak Mei Yeyen. Lalu berlari ke arah putranya.


Puluhan Sosok yang awalnya bersembunyi lalu memunculkan dirinya melindungi Kaisar Chang Li Wan dan Putra mahkota Li Shan.


"HAAAAAAAAAAA" Li Shan dan Li Wan membuka mulutnya lebar - lebar. Ia tak percaya Udin melakukan itu. Sebab dirinya tak melihat tingkat kultivasi Udin,sedangkan Wei Lan saat ini berada di Ranah pendekar emperor tingkat 6.


"PENJAGA.... TANGKAP DIAAAAA" teriak Mei Yeyen.


Puluhan penjaga bergerak..namun baru 2 langkah.


"Berhenti... Bila kalian menangkap Udin maka kalian akan aku hukum mati." teriak Kaisar Chang Li Wan.


"EH!!?? Para Prajurit Elit terkejut,Ia mengira Bocah kecil itu akan melukai yang mulia kaisar dan Li Shan. Sebelumnya Mereka diberi tahu oleh kaisar Chang Li Wan bahwa Udin,Rissa dan Djarwo adalah bagian dari keluarganya.


Prajurit mendengar ucapan kaisar kemudian kembali keposisi semula.


"Suamiku....Dia telah melukai putra kita" ucap Mei Yeyen Tak terima perlakuan Udi. pada putra semata wayangnya.


Kaisar Chang Li Wan memberi Kode untuk tidak menghalangi pandangannya. Kemudian prajurit elit tersebut berjalan disamping Kaisar Chang Li Wan.


"Itu salah Anakmu,mengapa langsung menyerang Ponakanku" ucap Li Wan yang menganggap Udin dan Rissa adalah keponakannya.

__ADS_1


"APAAAAAAA" ucap Mei Yeyen terkejut.


Tak lama kemudian datanglah Tabib. Kemudian Tabib Itu menyuruh prajurit mengangkat tubuh Wei Lan untuk dibawa ke ruang pengobatan,setelah Itu Mereka pergi. Mei Yeyen ikut pergi menemani Wei Lan.


"Maaf Paman Wan,Udin sengaja melakukanya,sebab Dia terlibat dalam usaha mengkudeta Paman Wan,dan Selir Paman yang telah menaburkan racun itu" Ucap Udin.


Dalam perjalanan Keruang Tamu,Udin mendapat pesan dan kiriman video dari Ponijan. Bahwa Chang Wei Lan berencana mengkudeta Kaisar Chang Li Wan ketika berbicara pada ibunya didalam kamar,tak Lupa Ponijan mengirim hasil rekaman tersebut ke HP Paijo yang dibawa Udin.


"APPAAAAAAAAAAA" ucap Mereka semua yang mendengar ucapan Udin dengan serempak.


"Nak...Jangan asal menuduh jika tak punya bukti" ucap Li Wan belum percaya.


"Udin punya buktinya paman Wan." ucap Udin lalu mengeluarkan HP dari cincin Ruanganya.


"Benda apa itu Nak Udin?"ucap Li Wan yang baru pertama kali melihat benda itu.


Udin berjalan mendekati Li Wan dan Li Shan.


Prajurit Elit hendak menghadang Udin tapi tidak jadi,sebab Kaisar Chang Li Wan memberi kode dengan tangannya.


"Ini adalah alat perekam peristiwa ,dimana kita bisa merekamnya kemudian melihat hasil rekaman tersebut." ucap Udin lalu memplay Video Mei Yeyen dengan Volume yang nyaring.


Tak lama kemudian setelah melihat dan mendengar video yang ditunjukkan Udin.


"APAAAAAAAAAAAAAA!!!??? ucap Li Shan dan Li Wei terkejut.


"PENJAGA.....TANGKAP WANITA J*LANG ITU DAN JEBLOSKAN DIA DALAM PENJARA" teriak Li Wan dengan Emosi.


"BAIK YANG MULIA KAISAR"ucap 5 prajurit itu serempak lalu keluar dari ruang makan.Masih tersisa 20 prajurit.


"Untung Paman belum makan makanan itu,jika tidak,maka paman bisa mati karena makanan itu dikasih racun sangat banyak" ucap Rissa santai sambil memakan buah anggur.


""APPAAAAAAAA!!??? ucap Li Wan dan Li Shan terkejut.


"Dek...Ada pil kejujuran apa enggak" ucap Udin dalam Hati.


Rissa kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah cincin Ruang Udin.


"Sudah adek taruh di cincin ruang kang mas." ucap Rissa telepati.


Udin mengeluarkan Cincin Ruang yang isinya puluhan ribu pil Kejujuran.


"Paman Wan,ini Udin punya Pil untuk membasmi pemberontak yang ada di kekuasaan paman. Namanya Pil kejujuran" ucap Udin menyerahkan Cincin Itu pada Li Wan.


Chang Li Wan menerima cincin pemberian Udin.


"Apakah Pil Ini untuk berbicara jujur nak?" ucap Chang Li Wan.


"Iya paman Wan ,Hem....Nanti kita coba" ucap Udin


Jendral Mingxia memanggil pelayan untuk membereskan Ruang makan yang berantakan akibat ulah Udin.


Tak kemudian datanglah 12 orang pelayan masuk dalam Ruangan.


"Coba Paman Wan berikan pada dia" ucap Rissa menunjuk wanita berumur 40 an tahun sedang memunguti pecahan piring. Rissa sempat mendengar ucapan Hati pelayan itu tentang Racun yang ditaruh oleh Mei Yeyen. Pelayan tersebut bersekongkol dengan Mei Yeyen.


Lalu Kaisar Chang Li Wan memanggil pelayan tersebut .


Pelayan Itu berjalan lalu bersujud.


"Berdirilah.... Dan Telan Pil ini" ucap Chang Li Wan Sambil memberikan Pil itu pada pelayan.


Pelayan itu mendekat Lalu kedua Lutut dilantai kedua tangannya mengadah ke atas kepalanya menunduk.


Pelayan Itu menelan Pil tersebut,karena tak bisa menolak sebab perintah Kaisar adalah mutlak.Bila menolak maka dicap sebagai penghianat dan bisa di hukum mati.


"Siapa yang menaburkan racun itu" ucap Rissa.


"Nyonya Mei Yeyen " ucap pelayan itu.


Pelayan itu hendak berbicara tidak tahu tapi mulutnya malah berkata sejujurnya.


"EH!!!?? pelayan itu terkejut dengan ucapannya sendiri.


"Benar yang Mulai .... EH....." ucap Pelayan itu mau mengatakan tidak yang mulia.


"PRAJURIT.... Tangkap pelayan itu" teriak Li Wan.


"BAIK YANG MULIA" ucap 2 orang prajurit serempak kemudian berjalan mendekati Pelayan Itu.


"Ampuni hamba yang mulia.Hamba telah bersekongkol dengan Mei Yeyen" ucap Pelayan itu bersujud sambil menangis .


Kemudian Pelayan Itu dibawa paksa oleh kedua prajurit itu lalu pergi keluar dari ruangan itu.


"SIAPA DARI KALIAN YANG BERKHIANAT" ucap Li Wan dengan Qi Emosi.


Nampak semua pelayan itu ada yang gemetaran dan ada yang santai.


"Dia...Dia....Dia....Dia..dan Dia... Paman Wan" ucap Rissa menunjuk ke arah pelayan itu sambil duduk santai. Rissa membaca ungkapan hati para pelayan itu.


Salah Satu pelayan itu berlari ke arah Kaisar Chang Li Wan sambil memegang pedang yang ia keluarkan dari cincin ruangnya.


Udin yang melihat itu langsung mengeluarkan elemen apinya dari jari telunjuknya.


Para prajurit Elit itu Hendak menyerang namun keduluan Udin yang bertindak.


Wuuuussshhh... Bola api sebesar bola tenis melesat kearah pelayan itu yang hendak menyerang kaisar Chang Li Wan.


Booomm...... Tubuh pelayan itu meledak menjadi kabut darah.


Orang - orang yang melihat kejadian itu terkejut.


Bagaimana Tidak,seorang bocah bisa membunuh orang berada diranah pendekar Holly Emperor tingkat 7. Sedangkan bocah itu tak memiliki tingkat kultivasi


"Ayoo...Siapa lagi yang maju? Akan aku ledakkan tubuhnya nanti" ucap Udin menatap pelayan itu dengan tajam.Agak emosi.


Jendral Mingxia juga ikut terkejut kemudian


"Prajurit... Tangkap mereka" ucap Jendral Mingxia.


"Baik Jendral" ucap prajurit itu serempak.


Kemudian Jendral Mingxia Berjalan mendekat ke arah Kaisar Chang Li Wan untuk mengantisipasi supaya tidak terulang kembali kejadian tadi.


"Shan'er.... Udin'er....Rissa'er...Ayo kita keluar dari ruangan ini" ucap kaisar Chang Li Wan.


"Baik Ayahanda" ucap Li Shan.


"Oke paman wan " ucap Udin.


"Baik Paman Wan" ucap Rissa.

__ADS_1


Kemudian mereka keluar dari ruangan itu menuju Ruang keluarga,dikawal puluhan prajurit Elit bayangan dan Jendral Mingxia.


__ADS_2