Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 20


__ADS_3

"Jaka...." ucap Puspita Diningrum melihat Udin menangis.


Dalem... Eyang Putri." ucap Udin.


"Mengapa Jaka menangis..." ucap Puspita Diningrum.


"Jaka teringat dengan almarhum Ibu,dulu Jaka juga di suapin oleh Ibu.." ucap Udin alasan.


"Ooo... Begitu....


"Kalau Eyang putri boleh tahu...Siapa nama Ibu yang merawat Jaka..." ucap Puspita Diningrum.


Cempaka tak memberi tahu nama orang tua Jaka pada Puspita Diningrum dan Arya Sentanu. Ia hanya melaporkan telah menemukan anak kecil dengan ciri - ciri yang sama ketika Syaifudin masih bayi.


"Rukmana Eyang putri..." ucap Udin.


"Eh....!!!?? Puspita Diningrum terkejut mendengar nama itu di sebut oleh cucunya.


"Apakah Ayah yang merawat Jaka itu bernama Badrun..." ucap Puspita Diningrum memastikan.


"Dari mana Eyang putri tahu....!!!?" ucap Udin terkejut


"Deggh.... Puspita Diningrum tersentak kaget..


"Rukmana adalah teman Eyang putri waktu muda dulu. Kami sempat berpetualang bersama - sama. Kemudian kita bertemu dengan Badrun. Badrun jatuh cinta dengan Rukmana lalu mereka menikah. Setelah itu Eyang putri berpisah.Sampai sekarang tidak ada kabar darinya." ucap Puspita Diningrum.


"Ooo... Jadi Eyang putri teman Ibunya Jaka.." ucap Udin.


"Di mana kuburan Rukmana sayang..." ucap Puspita Diningrum.


"Pantas saja Udin bisa mengetahui penyusup itu,Rupanya Udin telah di latih oleh mereka." ucap Arya Sentanu dalam hati.


"Di samping Rumah Eyang,kuburan Ayah juga di samping rumah,dekat pantai..." ucap Udin.


"Desa apa yang terdekat dengan Rumahmu Jaka...?" ucap Puspita Diningrum.


"Kalau gak salah Desa Jati Luhur Eyang..." ucap Udin.


"Jadi selama ini dia tinggal di sana... Pantas saja aku tak pernah mendengar kabar darinya..


"Terima kasih... Kalian telah menjaga dan merawat cucuku,kamu adalah sahabat terbaikku Rukmana,meskipun sering membuat aku jengkel dan dongkol" ucap Puspita Diningrum dalam hati. Tak terasa air matanya keluar,ketika teringat masa - masa ia bersama Rukmana berkelana kesana kemari.


"Ternyata duniamu sempit ya Jaka.." ucap Umam telepati.


"Sempit?? Kok bisa sempit Paman..." ucap Udin telepati.


"Lah itu... Ibumu berteman dengan Eyangmu,lalu kamu ada di sini.. Kalau gak sempit apa dong?" ucap Umam telepati.


"Iya juga seh...


"Paman Umam..." ucap Udin telepati.


"Hemmm..." ucap Umam.


"Terima kasih ya paman....Paman memberikan pengetahuan kepada Jaka...Jadi Jaka bisa tahu tentang dunia ini "ucap Udin telepati.


Tak terasa piring yang di pegang oleh Puspita Diningrum telah kosong. Isinya telah di makan oleh Udin.


"Sama - sama..." ucap Umam telepati.


"Ya sudah kalau Begitu, Cah Baguss segera tidur,karena Ini sudah tengah malam.." ucap Puspita Diningrum.


"Iya Eyang putri..." ucap Udin.


Udin kemudian turun dari kursi,lalu berjalan sambil menghentakkan tongkatnya.


"Sini Eyang Gendong..." ucap Arya Sentanu.


Udin kemudian di gendong oleh Arya Sentanu.


"Besok pagi... Eyang kakung akan mengajarkanmu jurus menotok," ucap Arya Sentanu.


"Serius Eyang kakung...??? " ucap Udin.


"Iya... Serius Jaka...Tak hanya jurus menotok saja.. Nanti Eyang akan mengajarkanmu jurus - jurus lainnya." ucap Arya Sentanu.


Tiba - tiba Umam memiliki ide untuk menukarkan permintaan Jaka.


"Jaka...." ucap Umam telepati.


"Iya paman...Ada Apa?" ucap Udin telepati.


"Aku akan mengajarkanmu ilmu menghilang,Tapi sebagai gantinya permintaanmu itu akan hilang...Gimana ?" ucap Umam telepati.


"Hemmm..." nampak Udin berpikir.


"Terima aja Boss...Jadi aku bisa keluar dari tubuh Bos..." ucap Luciefer telepati


"Jaka gak mau Paman...Paman harus nemanin Udin hingga jantung Udin berhenti...


"Tadi katanya paman mau ikut Film Si Jaka dari goa hantu....." ucap Udin telepati.


"Diampuuuuttt...." ucap Umam dalam hati.


"Gagal aku membujuk Bocah koplaak ini... Jadi teringat Bos Udin aku...


"Booss..... Aku kangeen pengen ketemu..." ucap Umam dalam hati.


Tak Lama kemudian Udin sudah sampai di tempat tidur.Udin sendirian di kamar tersebut,karena Puspita Diningrum dan Arya Sentanu sudah berada di kamarnya.


"Paman Umam..." ucap Udin telepati.

__ADS_1


"Hemm...." ucap Umam.


"Berapa saudara Paman..." ucap Udin telepati.


"Gak ada...Dah sana tidur... Besok pagi kamu latihan Jak.."ucap Umam telepati.


"Jaka belum ngantuk Paman...." ucap Udin telepati.


"Ne anak kok di suruh tidur susah minta ampun..." ucap Umam dalam hati.


"Paman... Kenapa Paman hanya punya 1 istri saja..." ucap Udin telepati


Umam tak menjawab, Umam menidurkan Udin dengan kekuatannya.


Nampak matanya Udin tertutup.


"Nah...Gini kan Enak.... Gak Baik bocah begadang sampai pagi... Aku gak mau nikah lagi....Dah cukup punya istri 1. Istri satu saja bikin aku repot mengurusnya,Istriku gak mau punya pembantu,apalagi istriku ada dua." ucap Umam dalam hati.


Umam memperhatikan Udin yang tertidur.


"Setelah ku perhatikan...Kok seperti Bos Udin ya..... Bos Udin dulu rambutnya juga putih...Jaka juga putih,tapi bedanya hanya di mata saja." gumam Umam


--***---


Esook pagiinya di Pedepokan Bintang Laut.


Nampak Aktifitas Pedepokan mulai terlihat,Ada membersihkan kamar tidur,halaman,ada pula yang mengambil air di sumur.


Burung - burung mulai berkicau.


Udin membuka matanya.


Hooooaammmm.... Udin duduk lalu merenggangkan tangannya.


Udin meraba - raba di sekitar untuk mencari tongkatnya. Setelah ketemu. Udin masuk ke dunia cincin,Karena Udin mau BAB dan mandi.


Umam tak ada di samping Udin,ia pergi ke kamar mandi untuk melihat para murid pedepokan yang sedang mandi.


Baru saja Udin menghilang,Ada seorang Gadis masuk dalam kamar Udin. Ia celingukan mencari keberadaan Udin,Gadis itu adalah Sinta.


"Siaall.... Dia sudah bangun....Jadi telat deh mengambil tongkatnya dia..."ucap Sinta dalam hati.


Sinta kemudian keluar dari kamar tidur Udin.


***


Nampak Umam sedang di kamar mandi tanpa terlihat.


"Wooww.... Sungguh indah pemandangan ini..." ucap Umam dalam hati sedang melihat seseorang sedang mandi.


Ingin rasanya Umam menyentuh,tapi ia takut ketahuan.


---***---


Dunia Cincin.


Udin muncul di dalam kamar mandi istana.


Udin baru pertama kali masuk dalam istana,Sebelumnya Udin hanya muncul di gazebo dan kebun buah saja.


"Aku ada di mana ini."ucap Udin penasaran.


Udin meraba - raba yang ada di sekitarnya.


Lalu Udin teringat pengetahuan yang di berikan oleh Umam.


"Ooo...Aku berada di kamar mandi ta....Kebetulan sekali...


Udin mencari tempat gantungan pakaian,setelah dapat,Udin melepaskan pakaiannya,lalu mencari kloset.


Di kamar mandi itu ada kloset duduk.


Ufin telah menemukan kloset dan juga selang tersebut.


Selang 1 dupa,Udin selesai BAB tak lupa menekan tombol di belakangnya.


Udin berdiri,lalu meraba - raba tembok untuk mencari keran yang ada showernya.


Udin menemukan sabun dan sampo lebih dahulu.


"Ooo...Ini namanya sabun..Dan yang ini shampo....


Udin mencium Sabun dan shampo tersebut.


"Hemm....Wangiii.....


Lalu Udin menemukan keran Shower. Udin memutar keran Shower tersebut.


"Waaah.... Seperti mandi hujan saja....


Udin kemudian mandi,tak lupa memakai sabun mandi.


Selang 1 dupa,Udin selesai mandi,tak lupa menaruh kembali sabun dan Shampo di tempat semula. Lalu meraba - raba tembok untuk mencari pakaiannya.


Udin menemukan pakaiannya,lalu mencium pakaiannya.


"Waktunya ku cuci ini bajuku....


"Tapi kalau ku cuci,aku harus ambil bajuku di dekat danau....


"Coba Bos keluar dari kamar mandi,siapa tahu di dibalik kamar mandi ini ada lemari baju.Aku akan mengarahkan Bos." ucap Luciefer telepati.

__ADS_1


"Iya Paman..." ucap Udin Telepati.


Luciefer mengarahkan Udin keluar dari kamar mandi.


Kini Udin berada di dalam kamar tidur.


"di sebelah kanan kira - kira 5 tombak Bos...Ada lemari pakaian." ucap Luciefer telepati.


Udin kemudian berjalan ke arah kanan sambil menghentakkan tongkatnya.


Begitu sampai...Udin membuka lemari pakaian tersebut.


Kriiieeet....Suara pintu lemari terbuka.


Nampak tumpukan pakaian dan ada juga yang di gantung. Ukurannya sesuai dengan Udin.


Udin memegang tumpukan pakaian tersebut.


"Yang bos pegang itu Kaos,di samping kotak kaos itu celana panjang, disamping kotak celana panjang itu celana CD." ucap Luciefer telepati.


Udin mengambil Kaos,celana panjang dan celana CD. Lalu Udin memakainya.


"Terbalik Bos kaosnya...." ucap Luciefer telepati ketika melihat Udin memakai kaos terbalik.


Udin melepas lagi kaosnya,lalu membetulkannya,kemudian memakainya.


"Sudah benar apa belum Paman..." ucap Udin telepati


"Sudah Bos...." ucap Luciefer telepati.


Udin kembali ke kamar mandi. Setelah itu mencuci pakaian yang ia taruh di dalam kamar mandi menggunakan Sabun mandi.


Luciefer memberi tahu letak keran air,agar Udin tidak memakai shower buat mencuci pakaiannya.


Selang Satu dupa Udin selesai mencuci pakaiannya.


"Paman..." ucap Udin telepati.


"Ya Bos..." ucap Luciefer telepati.


"Udin mau jemur pakaian di dekat Danau.. Tolong tunjukin jalannya ya... Soalnya Udin baru pertama kali masuk dalam sini..." ucap Udin telepati.


"Siap Boss...." ucap Luciefer telepati.


Udin pun Berjalan menuju arah Gazebo di bantu oleh Luciefer.


"Boss...." ucap Luciefer telepati.


"Iya Paman..." ucap Udin telepati sambil berjalan ke arah Danau.


"Di sini banyak energi Qi... Mengapa Bos tidak menyerapnya.." ucap Luciefer telepati.


"Energi Qi...? Menyerapnya...Maksudnya apa Paman...Udin gak mudeng" ucap Udin telepati.


"Energi itu hampir sama seperti tenaga dalam yang Bos punya... Dengan energi Qi,Bos bisa menjadi pendekar yang tak terkalahkan."ucap Luciefer telepati.


Udin berhenti melangkahkan kakinya.


"Serius Paman.....Lalu caranya gimana?" ucap Udin telepati.


Luciefer mengedarkan kesadarannya untuk memastikan Umam tak ada di dekat Udin.


"Si kutu kupret gak ada di sini.." ucap Luciefer dalam hati.


Luciefer kemudian keluar dari tubuh Udin.


"Mari Bos...Aku gendong bos ke danau...Biar cepat sampai.." ucap Luciefer.


Udin lalu menaiki Luciefer. Luciefer melesat ke arah danau sambil terbang.


"Paman hebat...Larinya kencang sekali...." ucap Udin merasakan terpaan angin di mukanya .


"Aku lagi terbang boss...Bukan lari.." ucap Luciefer.


"Heeee....!!!?? Terbang?... Paman bisa terbang...?" ucap Udin terkejut.


"Bisa Bos..... Nanti Bos juga bisa terbang jika sudah mempunyai energi Qi." ucap Luciefer.


----***----


Dunia nyata


Dalam kamar Udin.


Cempaka masuk dalam kamar Udin untuk membangunkan Udin.


"Loh...Kemana Jaka? Apakah dia sudah bangun.." ucap Cempaka tak melihat Udin di tempat tidur.


Cempaka kemudian keluar dari kamar Udin untuk mencari keberadaan Udin.


----***---


Udin sudah Sampai di dekat Gazebo,Lalu Udin menaruh cuciannya.


Kruucuk...Kruucukk..Kruucuuk... Suara perut Udin.


"Tunggu di sini Bos...Aku akan memgambil buah" ucap Luciefer.


Udin hendak bicara,namun Luciefer sudah tidak ada di tempat.


"Waaauu.... Ternyata Paman Luciefer sama seperti Paman Umam. Kereeennn...." ucap Udin dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2