
Selama Udin tak Ada,Paijo memberikan darahnya pada Lingling ,Mingxia, Han Meiling Xing dan Li Shan. Agar memiliki kekuatan naga meskipun tak bisa berubah naga. Sebab Paijo hanya memberi 1 tetes saja. Setelah itu Paijo mengajarkan mereka tentang jurus naga.
Rissa memasang Array pengumpul Qi di Mansion yang ia sewa. Mata uang memakai Perunggu,perak dan emas. tiap uang ada cap khusus untuk memudahkan asli atau palsu terutama pada uang emas.
Sejak Udin tak ada,Rissa tak mau pergi keluar dari rumah selama 1 bulan. Yang lain tetap sekolah seperti biasa,sebulan kemudian Rissa kembali kesekolah untuk memantau Lingling,Han Meiling Xing dan Li Shan. Banyak kejadian yang di lewatin ketika Udin tak ada,seperti perlombaan antar Akademi sihir. Tim dari Rissa selalu juara,sebab mereka ada yang pakai sihir,ada pula yang pakai Qi. Sebab dalam pertandingan itu tak ada larangan memakai Qi. Hanya tidak boleh membunuh,memakai racun, bila lawan menyerah tidak boleh menyerang lagi. dan keluar arena.
Anak Buah Udin diajarkan sihir oleh Rissa setelah ia pulang dari sekolah.
Setelah mereka ditahap syarat yaitu ditingkat Pro untuk masuk gerbang yang didalamnya yang banyak monster,mereka masuk ke gerbang itu. Mereka didampingi oleh anak buah Udin untuk naik tingkat selanjutnya dan menambah energi MANA.
Kembali Udin saat ini.
Pagi yang cerah dirumah Mansion yang disewa oleh Rissa.
Nampak semua orang berkumpul kecuali Rissa dan Udin. Mereka berada di ruang makan untuk sarapan bersama.
Tak ada yang berani bicara saat sedang makan.
selama setengah jam mereka makan akhirnya selesai.
"Mantul masakanmu Meiling.. Seperti masakannya Bos.." ucap Paijo .
Mereka sarapan dengan menu Ayam bakar kecap.
"Makasih Pakde....." ucap Han Meiling Xing.
"Tapi sayang ya... Bos gak ada... Wes enam tahun lebih rek.." ucap Ponijan.
"He eh.... Kangen aku karo Boss..." ucap Paijo.
"Gak sampeyan aja Kang yang kangen,kita - kita loh juga kangen sama Bos Udin." ucap Djarwo.
+++
Djarwo tidak ketakutan lagi pada Juminten,sebab Paijo mendekati Juminten dan menanyakan perihal kejadian itu,Juminten kaget apa yang di ucapkan Paijo,Juminten dengan tegas mengatakan bahwa dirinya baru 1 kali datang,tak ada meluk ataupun mencium Djarwo. Setelah itu barulah Juminten memaafkan Djarwo,ia memeluk Djarwo. Juminten merasa Djarwo orangnya tidak macam - macam seperti Paijo dan Ponijan yang Hobinya mengintip cewek mandi. Kalau mabuk - mabukkan ia memakluminya saja.
+++
"Dimana kamu Nak" ucap Lin Mei Yun dalam hati. Ia mencemaskan putranya.
"Kira - kira Bos masih kecil apa dah gede ya.." ucap Li Shan.
Paijo mendengar ucapan Li Shan lalu mendapatkan ide.
"All... Gimana kita taruhan...." ucap Paijo.
"Heee.... Taruhan apa?" ucap Ponijan.
"Ya tebak - tebakan tentang Bos. Bos kalau muncul sudah besar atau masih kecil" ucap Paijo.
Tiba - tiba Udin muncul dibelakang Paijo.
Udin menaruh jari telunjuknya agar semuanya diam.
Mereka yang melihat Udin sudah besar terkejut,ia hendak bersuara ketika Udin menaruh jari di mulutnya maka tak jadi.
"Aku besar..." ucap Kuwi yang melihat Udin.
"Aku juga besar....
"Sama...
__ADS_1
"Aku juga...
"Bos dah besar.... " ucap mereka semua yang melihat Udin kecuali Paijo. Sebab Udin menghilangkan aura keberadaannya.
"Asem....Semuanya pada jawab besar" ucap Paijo dalam hati.
"Ya sudah aku yang kecil saja"ucap Paijo pasrah.
"Yang kalah harus ngapain bro" ucap Ponijan.
"Yang Menang memiliki 1 permintaan,dan itu harus dilakukan pada yang kalah." ucap Paijo dengan Pedenya.
Paijo berpikir Udin masih kecil,begitu mereka jawab besar semua maka ia bisa menyuruh mereka.
"DEAAAALLL......" Teriak semua orang yang ada disitu termasuk Udin. Tapi Udin berbicara pelan saja.
"Nah sekarang Nak Paijo bersihkan semua piring - piring ini ya. Nak Paijo selama 1 bulan harus mencuci piring. " ucap Lin Mei Yun. Ibunya Udin menganggap Paijo seperti anaknya sendiri atas dasar permintaan Paijo,begitu juga yang lainnya.
"Kok gitu Bu...?? Bos kan belum muncul. Ya tunggu Bos muncul dulu lah Bu..." ucap Paijo.
"Lakukan saja Pakde... apa yang diminta oleh Ibuku" ucap Udin.
"EH....!!!??? Paijo terkejut ada suara dibelakangnya. Lalu memutar tubuhnya.
"BOSS UDIN....!!!!!??? Paijo terkejut dan syok.
Sebab Paijo melihat seorang pemuda yang gagah dan tampan berdiri dibelakang. Ia tak merasakan Pemuda itu ada dibelakang dirinya.
"Iya Pakde,Piye kabare... " ucap Udin tersenyum.
Semua orang berhamburan memeluk Udin.
Pecah isak tangis mereka ketila memeluk Udin,
"Mati aku......" ucap Paijo dalam hati. Sebab ia harus melakukan permintaan pada yang menang. Sedangkan Paijo kalah telak.
Mereka membiarkan Lin Mei Yun memeluk Udin sendirian.
Emmuaachh... Eemmuaaachhh....pipi kanan dan kiri Udin dicium
"Ibu kangen sekali Nak..... " ucap Lin Mei Yun Ibunya Udin sambil menangis bahagia.
"Sama... Udin juga kangen sam Ibu." ucap Udin membalas pelukan Ibunya.
Ibunya Udin melepas pelukannya,Lalu Ayahnya Udin Lin Shang Peng memeluk Udin.
Eemmuaachh.... Eemmuaachhh... pipi kanan dan kiri di cium.
"Kamu sudah Nak... Tambah gagah dan tampan" ucap Ayah.
"Iya dong Yah... Masa Udin kecil terus.." ucap Udin.
Setelah Ayahnya Udin kini giliran Han Meiling Xing. Ia memeluk dan mencium bibir Udin.
Hemmmphh.....Muaachh...
"Aku kangen banget sama kang mas" ucap Han Meiling Xing. Sambil memeluk.
"Iya aku juga kangen sama kamu Beb" ucap Udin.
Setelah itu giliran Lingling dan yang lainnya.
__ADS_1
Begitu Selesai berpelukan,ada anak kecil menghampiri Udin.
"Ini siapa?" ucap Udin tak mengenal Anak kecil tersebut.
"Dia putraku Bos..." ucap Kuwi.
"Heeeee....!!!??? Udin terkejut.
Kemudian Udin duduk jongkok hendak menggendong anak kecil itu,Nampak anak kecil itu ketakutan sambil memeluk kaki Mingxia sebab ia baru pertama kali melihat Udin.
Udin mengeluarkan permen Loly pop.
"Sini Paman Udin gendong,nanti paman kasih ini" ucap Udin sambil memerkan permen Lolypop.
Anak kecil itu maju ke arah Udin.
Udin lalu menggendong anak kecil itu.
"Neh permennya.. Namamu siapa ganteng.." ucap Udin.
"Namaku David Beckham paman" ucap anak kecil itu.
"Heeeee.....!!??? David Beckham??" ucap Udin terkejut.
Udin menoleh ke arah Kuwi.
"Paman Kuwi....: " ucap Udin .
"Iya Bos..." ucap Kuwi.
"Yang ngasih nama anak paman siapa?" ucap Udin penasaran. Udin berpikir itu saran Paijo.
"Aku sendiri Bos... ...
"Gimana.....?
" keren kaan...." ucap Kuwi bangga.
"Keren seh... Ne anak paman mau jadi pesepak bola kah?" ucap Udin penasaran mengapa anaknya diberi nama bintang pesepak bola.
"Anak Kuwi itu mau jadi penjual Cilok Bos dipasar tanah abang" ucap Ponijan asal bicara.
"Eh... Bukannya dia mau jadi pedagang Martabak di pondok gede?" ucap Paijo ikut menimpali.
"Itu kalau malam,Kalau siangnya jualan Cilok" ucap Ponijan.
"Kalau pagi jualan apa dianya Kang?" ucap Djarwo ikut menimpali.
"Hem... Jualan Cireng didepan UGM." ucap Ponijan.
"Waasssuuuuu...." umpat Kuwi.
"HUAKAKAKAKAKAKAKA...... Semua orang tertawa mendengar celotehan Paijo,Ponijan dan Djarwo.
Tak lama kemudian Rissa muncul.
Paijo menyimpuni peralatan makan,sebab dirinya kalah taruhan.
"Yang bersih ya Sayang...Habis itu giliranku" ucap Dewi Bulan.
"Iya sayang" ucap Paijo Pasrah.
__ADS_1
"Sialan... Coba saja aku bisa memutar waktu,pasti gak akan kejadian seperti ini" ucap Paijo dalam hati lalu pergi kebelakang.
Sedangkan yang lainnya mengobrol bersama Udin. Udin tak menceritakan dirinya kembali ke Bumi atas saran Rissa. Udin pun mengiyakan saja.