
"EH....!!??? Udin terkejut.
"Guru memanggilmu.." ucap Sari.
"Ada apa Bi...." ucap Udin.
"Ada berapa benda yang seperti ini? " ucap Cempaka.
"Cuman satu... Kalau bibi mau... Ambil saja." ucap Udin.
"Serius kamu Jaka...." ucap Cempaka.
"Iya...Jaka serius..kalau gak mau ya sudah" ucap Udin.
"Paman Umam..." ucap Udin terpati.
"iya... Ada apa Jaka?" ucap Umam telepati.
"Masih punya korek apa enggak?" ucap Udin Telepati.
"Gak punya jaka....." ucap Umam telepati.
Luciefer dapat mendengar telepati antara Udin dan Umam ,Luciefer mendapatkan sebuah ide,lalu ia telepati ke Udin.
"Bos...Bilang aja ke Umam...Kalau istrinya tahu kalau Umam melihat gadis telanjaang,pasti Umam akan mengabulkan permintaanmu boss..." ucap Luciefer telepati.
Umam tak bisa mendengar Luciefer menelepati Udin.
"Kalau seumpama Bibi Sri tahu paman lihat wanita telanjaang gimana ya reaksinya...." ucap Udin telepati.
"Juaaangkreeeek....." umpat Umam dalam hati.
"Iya...Ya...bentar aku ambilkan.. " ucap Umam telepati.
Umam menghilang menuju galaksi lainnya.
Sari berjalan ke arah tumpukan kayu untuk menaruh dalam api unggun,agar apinya tetap menyala. Setelah itu ia menancapkan Daging kelinci di tanah dekat api.
Tak lama kemudian Umam kembali membawa 1 kotak korek gas. Lalu meletakkan di belakang Udin.
"Aku taruh di belakangmu Jak..." ucap Umam telepati.
"Matur nembah nuwun Gusti Prabu..." ucap Udin telepati.
"Jangan beritahu ke istriku ya Jak...." ucap Umam telepati.
"Jaka gak janji Paman ...Jika mulut Jaka ini keceplosan.." ucap Udin telepati.
"Jaka....." ucap Wulan setenngah berteriak karena Udin di panggil - panggil diam saja.
"Iya Mbak Wulan...Ada apa...?"ucap Udin.
"Woooo.... Di takoni ket mau kok malah melamun.....(Di tanya dari tadi kok malah melamun)
"Nama temanmu yang memberikan ini siapa Jak?"ucap Wulan.
"Paman Umam..." ucap Udin.
Udin meraba - raba di belakang punggungnya. Lalu mengambil kotak berisi Korek api.
__ADS_1
"Ooo... Umam....
"EH....!!!?? Apa itu Jaka." ucap Cempaka melihat kotak di tangan Udin dari cahaya api unggun.
"Ini Korek Bii..." ucap Udin.
"Katanya cuman satu.." ucap Cempaka.
"Iya..Cuman satu,satu kotak maksudku Bi.." ucap Udin.
Udin meraba - raba kotak itu,ia mencoba membukanya.
"Gimana cara bukanya seh..." ucap Udin dalam hati.
Kotak korek tersebut ada lakban bewarna bening.
Cempaka yang melihat Udin nampak kesulitan lalu membantu membukakan kotak itu.
Begitu kotak itu terbuka,kelihatanlah isi di dalam kotak tersebut.
Udin mengambil 2 korek.
"Ini Bi...Bagikan ke yang lainnya.." ucap Udin sambil memberikan kotak berisi korek.
"Serius Jak...!!" ucap Cempaka.
"Iya Bi...Jaka Serius.." ucap Udin.
Cempaka lantas menerima kotak berisi korek tersebut.
"Terima kasih ya...." ucap Cempaka.
Cempaka mendekat ke muka Udin.
Cempaka mencium pipi kanan dan kiri Udin.
"Sama - sama Bi..." ucap Udin.
Umam mendekatkan mukanya ke Cempaka.
Umam mencium pipi kanan dan kiri Cempaka.
"EH....!!!??? Cempaka terkejut sambil memegang kedua pipinya.
"Tadi aku kok merasa ada yang cium pipiku ya..." ucap Cempaka dalam hati.
"Kalau koreknya basah,cukup di jemur di terik matahari saja bi..Biar kering....Kalau basah gak bisa di pakai" ucap Udin.
"Ooo....Begitu.." ucap Cempaka.
Cempaka mengambil 3 korek,Lalu memberikan pada muridnya,tiap murid mendapat 1 korek.
Lalu sisanya ia taruh di buntalan kain.
Sari menghampiri Udin sambil membawa daging kelinci yang sudah matang.
"Ini Jak....Makanlah dulu.." ucap Sari sambil menyodorkan daging kelinci .
"Ikan apa ini Mbak? kok aromanya beda?ucap Udin.
__ADS_1
"Ini bukan ikan jakaaa....Ini daging kelinci." ucap Sari.
"Daging kelinci ?" ucap Udin baru dengar kalimat itu.
Sari meletakkan tangkai di tangan Udin.
"Makanlah dulu...Biar tahu rasanya daging kelinci itu seperti apa.." ucap Sari.
Udin kemudian mencomot daging kelinci tersebut.
"Aauuuu.... Huuuff...Hufff....Huufff Paaaanaaaassss...." ucap Udin
"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha.... Ya masih panas atuh Jak... Itu baru saja matang." ucap Sari.
"Kenapa Mbak gak bilang kalau masih panas..." ucap Udin dongkol.
"Jaka gak tanya seh..." ucap Sari .
"Jangkreeek...." umpat Udin.
Udin meniup daging kelinci bakar tersebut,agar cepat dingin.
Setelah dingin..Udin memakan daging kelinci tersebut.
"Waahh... Enak banget...." ucap Udin.
Udin dengan lahap memakan dagaing kelinci tersebut,sedangkan 2 daging kelinci bakar di makan ke empat wanita tersebut.
Selang 2 dupa,mereka telah selesai makan.
"Wati dan Sari... Tidurlah lebih dulu. Guru dan Wulan akan berjaga." ucap Cempaka.
"Baik Guru...." ucap Wati dan Sari serempak.
"Ooo...Mereka bergantian tidurnya."ucap Udin dalam hati.
Suara Jangkrik perlahan mulai bersuara nyaring di malam hari. Suara binatang malam pun mulai bermunculan.
Udin mendengarkam suara - suara hewan tersebut.
"Hem....Mereka jauh....Yang dekat cuman jangkrik,semut,laba - laba" ucap Udin dalam hati.
Cempaka mendekat ke arah Udin.Lalu duduk di sampingnya.
"Kamu gak tidur Jaka...." ucap Cempaka.
"Nanti Bi...Belum ngantuk.." ucap Udin.
"Mana bisa tidur jika ada 4 wanita di hutan begini...Entar kalau ada ular gimana coba...Kan gawat..." ucap Udin dalam hati.
"Kamu mau ikut dengan Kami gak Jak..." ucap Cempaka.
"Ikut kemana Bi....." ucap Udin.
"Ke pedepokan Bintang Laut..." ucap Cempaka.
"Pedepokan Bintang Laut itu apa Bi...?" ucap Udin.
"Pedepokan Bintang Laut itu semacam perkumpulan untuk belajar,belajar ilmu bela diri,belajar membaca..Begitu..." ucap Cempaka.
__ADS_1
Wulan yang mendengarkan percakapan Gurunya dengan Udin lantas menyahutinya.
"Guru.... Pedepokan kita kan hanya menerima perempuan saja guru...Sedangkan Jaka ini Laki - laki...Apa kata Ketua Nantinya guru.." ucap Wulan.