Petualangan Udin

Petualangan Udin
...BERTEMU LAGI...


__ADS_3

Kini Udin,Rissa,Kaisar Chang Li Wan,Chang Li Shan dan Jendral Ming Xia berada didalam ruang keluarga. Para prajurit elit bayangan bersembunyi. Tugas mereka hanya menjaga kaisar Chang Li Wan saja. Ketika Chang Li Shan keluar istana maka dijaga Prajurit Elit lainnya.


"Paman Wan" ucap Udin.


"Ya Nak Udin ada apa?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Apakah Li Shan tidak punya saudara?" ucap Udin. Sebab Udin melihat Usia Li Shan masih muda, tapi orang tuanya seperti berusia 50 an tahun. tapi nyatanya dah berusia 290tahunan.


"Gak ada Nak,Hanya Li Shan saja" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Ooo... Begitu" ucap Udin.


"Kami sangat lama mengiginkan seorang anak,namun tak kunjung diberi,Lalu paman mencari Selir buat pancingan agar bibimu hamil. Meskipun Paman punya Selir,rasa sayangku pada bibimu sangatlah dalam. Kemudian Selir j*lang itu hamil, beberapa bulan kemudian lahirlah Anak Si j*lang itu. Namun Bibimu belum juga hamil. Paman selalu berdo'a agar bibimu hamil, 120 tahun kemudian do' a paman dikabulkan oleh sang dewata agung. Lahirlah Li Shan ini Nak" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Oalah.... Kirain Li Shan punya kakak kandung begitu paman Wan,EH!!! 120 tahun? ucap Udin terkejut.


"Kenapa Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan heran.


"Maaf... Umur paman sudah berapa tahun?" ucap Udin penasaran.


"Kalau gak salah 392 Tahun lah"ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Haaaaaaaaaa" mulut Udin Terbuka lebar. Ia pikir umur Kaisar Chang Li Wan 50 tahun.


"Dek Apa benar usia kaisar itu 392 tahun" ucap Udin dalam hati tak percaya.


"Benar kang mas"ucap Rissa telepati.


"Kok bisa sampai segitu umurnya?"ucap Udin dalam hati.


"Bisa donk kang Mas,Ini bukan dibumi tempat tinggal kang mas yang dulu." ucap Rissa telepati.


"Hem...Saudara Udin ada berapa?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Cuman 1 Paman,tapi sayang dah meninggal Paman Wan,kata Guru Udin,Kakak Udin tewas karena di serang Monster Langit ketika menjalankan misi dari sekte.


"Siapa nama gurumu Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan Penasaran.Ia ingin putranya juga belajar dengan gurunya Udin itu.


"Nama guru Udin itu Lin Xin Paman.,Oh iya. Nanti siang Udin mau pergi keluar sebentar paman Wan" ucap Udin.


"Mau kemana Nak?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Olahraga Paman wan." ucap Udin


"Aku ikut dong Bos" ucap Chang Li Shan yang daritadi hanya diam saja menyimak.


"Hem....Kamu gak bisa ikut Shan ,Soalnya olah raga ini sangat berbahaya" ucap Udin.


"Berbahayanya gimana Bos?" ucap Li Shan penasaran.


"Ya Olah raga ini menggunakan tenaga fisik,otak dan Energi Qi" ucap Udin.


"Apa Nak Udin mau nyerang organisasi Itu?" ucap Kaisar Chang Li Wan mencoba memahami maksud ucapan Udin.


"Iya... EH!!?? Paman kok tau." ucap Udin.kaget.


"Kan tadi malam Nak Udin yang bilang mau menyerang organisasi itu" ucap Kaisar Chang Li Wan yang teringat ucapan Udin semalam.


"Oh iya ... ya.. Udin lupa" ucap Udin sambil mengaruk - garukkan kepalanya meski tidak gatal


"Beneran Bos mau nyerang mereka?" ucap Li Shan .


"Iya benar,,makanya tadi kamu kularang ikut" ucap Udin.


"Aiissshh... Kirain Bos mau latihan gitu,jadi aku bisa ikut berlatih" ucap Chang Li Shan.


"Hem.... Pelajari saja buku yang aku kasih itu.Jika hapal semua maka akan ku latih dirimu menjadi kuat" ucap Udin.


"Benaran kah itu Bos?" ucap Chang Li Shan.


"Iya benaran.. Aku gak berani bohong" ucap Udin.


"Baik Bos....Aku akan menghapal semua buku itu" ucap Chang Li Shan lalu mengeluarkan Buku pemberian Udin dalam cincin Ruangnya kemudia membaca isi buku tersebut.


"Nak Udin saat ini berada di ranah apa? Mengapa Paman Tidak bisa melihat kultivasimu dan energimu Nak" ucap Kaisar Chang Li Wan penasaran.


"Udin berada dibawah Paman Wan ,Udin sengaja menutupinya" ucap Udin . Sebab Udin tak bisa melihat kultivasi Kaisar Chang Li Wan.


"Coba Nak Udin munculkan,Paman sangat ingin melihatnya" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Baiklah...." ucap Udin.


Udin mengerakkan Jari dan tangannya membentuk pola dengan cepat dihatinya sambil merapalkan mantra array.


Wussh...Array pelindung dan array kedap suara terpasang didalam ruangan.Dinding Array pelindung berbentuk kotak melindungi semua orang didalamnya dan berjarak 2 meter dari pintu masuk


"HAAAAAAAAAAAA!!!!?? mereka terkejut Udin bisa menggunakan 2 jurus array tingkat tinggi sekaligus.


lalu Udin membuka kultivasinya.


Awalnya ranah Pembentukan Qi lalu naik ke ranah pendekar perunggu lalu naik ke ranah pendekar perak naik lagi ke ranah pendekar emas,Naik lagi ke ranah pendekar berlian,naik lagi ke ranah pendekar platinum,naik lagi ke ranah Pendekar Raja,naik lagi ke ranah Pendekar Kaisar.


"APAAAAAAAAAAAA!!??" ucap Kaisar Chang Li Wan terkejut. sedangkang Chang Li Shan tidak dapat melihat kultivasi Udin lagi.


Naik Lagi ke ranah pendekar Suci,naik lagi ke ranah pendekar Nirwana,Naik lagi ke ranah pendekar Saint.


Uhuuk.... Kaisar Chang Li Wan mengeluarkan seteguk darahnya karena syok melihat kultivasi Udin dikuar nalarnya.


Naik lagi ke ranah pendekar Emperor,naik lagi ke ranah pendekar Holly Emperor,naik lagi ke ranah pendekar Tyran puncak dan berhenti sampai di ranah Pendekar Tyran puncak saja.


"Mon....Mon...Monster.... " gumam Kaisar Chang Li Wan.


"Udin manusia Paman Wan bukan Monster" ucap Udin agak kesal.


"Kalau bukan monster apa donk,masih bocah terus punya kekuatan begitu besar,Paman saja butuh waktu lama untuk berada di ranah Pendekar Tyran puncak Nak" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Ayahanda......Emangnya Bos Udin di ranah pendekar apa?" ucap Chang Li Shan penasaran,ia tak mendengar ucapan ayahnya karena terkejut melihat tingkat kutivasi Udin yang awalnya bisa melihat lalu tak bisa melihat.


"Udin'er berada di ranah Pendekar Tyran puncak" ucap Kaisar Chang Li Wan.


Jenderal Mingxia dan para prajurit elit bayangan itu juga mengeluarkan seteguk darahnya,akibat Syok melihat bocah laki - laki itu mempunyai kekuatan yang sangat besar.


"APAAAAAAAA??!!" ucap Chang Li Shan terkejut.


Udin menutup kembali tingkat Kultivasinya.


"Hehehehe.... Dua Satu paman Wan,Udin Dua paman Satu" ucap Udin.


" Dua Satu?maksudnya apa nak" ucap Kaisar Chang Li Wan tak paham.


"Tadi kan Udin sempat dibuat kaget oleh paman ketika mengetahui umur paman,sekarang gantian paman yang Udin bikin kaget. Hehehehehehehe" ucap Udin lalu cengengesan.


Mungkin jika Kaisar Chang Li Wan itu Paijo atau Ponijan pasti mengumpat apa yang ada yang Wassulah,jancooklah, DLL... Begitu. Pikir Udin.


"Hem....Nak Udin mau jadi Jendral apa gak" ucap Kaisar Chang Li Wan menawarkan Udin sebagai jendral termuda.


"Enggak Paman Wan,jangankan Jendral,Kekuasaan Paman Wan saja Udin gak Mau kok" ucap Udin.


"EH!!!?? mereka semua terkejut mendengar pengakuan Udin kecuali Rissa yang nampak santai memainkan buah anggur seperti bermain kelereng di meja.


Tiba - tiba


Tok... Tok... Tok.... Suara pintu ada yang mengetuk.


"Siapa?" ucap Jendral Mingxia agak nyaring karena berada 3 meter dari pintu keluar.


"Yang Mulia Kaisar saya Qin Hu Xin Ingin melaporkan sesuatu yang sangat penting" ucap orang itu agak nyaring. Tapi suaranya Jendral Mingxia tak bisa dia dengar. Sebab ada array kedap suara.

__ADS_1


Tok...Tok....Tok...kembali suara pintu diketuk.


Begitu Jenderal Mingxia berjalan ke arah Pintu.


Duk.... Aaauuu... "Jendral Mingxia mengaduh kesakitan di jidatnya Lalu memegang jidatnya sambil mengusap - usap jidatnya yang sakit itu.sebab dirinya menabrak pelindung array yang sangat kuat.


Ia meraba - Raba Dinding transparan itu.


Udin Tak melihat ke arah Mingxia.


"Kang Mas... " ucap Rissa melihat Udin makan buah dengan santai.


Udin menoleh kesamping.


"Iya Dek... Ada apa?" ucap Udin.


"Tuh..." ucap Rissa menunjuk ke arah Jendral Mingxia yang lagi meraba dinding array.


Udin memutar badannya untuk melihat arah yang ditunjuk Rissa.


"EH!!! Maaf... Maaf... Aku lupa" ucap Udin lalu mengerakkan Jari dan tangannya.


Wusssshhh... Array itu hilang semuanya.


"E...E...E..EEEEE..... Bruuukk..... Jendral Mingxia jatuh karena tadi mencoba mendorong dinding array itu,tiba - tiba saja dinding array itu hilang lalu Jendral Mingxia jatuh ke depan karena kaget dan tak siap.


Orang - orang yang ada didalam ruangan hanya geleng - geleng kepala saja.


"Maaf bibi.....Udin tak sengaja" teriak Udin melihat jendral Mingxia terjungkal kedepan.


"Bocah sialan....." ucap Mingxia dalam hati. kemudian berdiri lalu membuka pintu.


Kriiieeett... Pintu terbuka.


Kemudian Qin Hu Xin masuk kedalam.


"Salam hormat yang mulia kaisar,maafkan hamba telah lancang mengganggu acara yang mulia" ucap Qin Hu Xin sambil bersujud.


"Ya... Berdirilah... Ada apa kamu kemari " ucap Kaisar Chang Li Wan Pada pengawas Gudang.


Kemudian Qin Hu Xin berdiri " Maaf yang mulia kaisar,gudang penyimpanan minuman anggur telah hilang semuanya" ucapnya.


"Ooo...Minuman anggur....


"APPAAAAAAAAAAAAAA!!!!!? ucap Kaisar Chang Li Wan terkejut.


"Pasti kerjaannya Paijo dan Ponijan ini" ucap Rissa dalam hati.


"Bagaimana Bisa? Apakah ada yang tersisa,apakah tidak ada yang menjaganya?" ucap Kaisar Chang Li Wan.


"Ampun yang mulia kaisar,Tidak ada yang tersisa dari gudang tersebut,Disana ada prajurit yang menjaganya,lalu Hamba menemukan ini saja yang mulia" ucap Qin Hu Xin sambil mengeluarkan kertas dari kantung bajunya.


Jendral Mingxia berjalan menghampiri Qin Hu Xin lalu mengambil kertas tersebut dari tangan Qin Hu Xin kemudian berjalan untuk menyerahkan pada Kaisar Chang Li Wan.


Kaisar melihat kertas tersebut. Ada gambar Lingkaran lalu Dua mata dan gambar lidah memanjang.


"BUAJINGAAAAAANNNN...... " ucap Kaisar Chang Li Wan emosi lalu ******* ***** kertas tersebut hingga hancur..


.


.


-----***----


.


.


.


Di dalam Hutan.


"Pon... Pasti Kaisar lagi muring - muring begitu tau minuman anggurnya kita curi " ucap Paijo.


Glek...Glekk...Gleek...Aahhh.. Paijo meminum anggur hasil curian mereka.


"He eh cok.... Ben wae de' e muring - muring. Salahe dewe ora dilebokke brankas wesi" ucap Ponijan.(Biarin saja dia marah - marah,salah sendiri tidak dimasukkan dalam brankas besi).


Glek...Glek...Glek...Glek...Glek....


"Jangan berhenti ngipasin aku.. Mau kubuat kepalamu benjol lagi" ucap Djarwo berkata pada Gorila perak.


"Baik...Baik... Tuan" ucap Gorila itu mengipasi Djarwo dengan muka lebam akibat di jotosin oleh Djarwo ketika dirinya menyerang Djarwo.


Rata - rata muka gorila itu babak belur dihajar oleh Djarwo,Kuwi,Paijo dan Ponijan.


Para gorila itu melayani ke empat orang tersebut.


"Hitung - hitung sebagai imbalan kita cok yang telah berhasil mengungkap kasus itu" ucap Ponijan.


"Iya juga seh" ucap Paijo.


"Ambilkan buah apel itu" ucap Kuwi menyuruh gorila perak disampingnya.


"Baik tuan." ucap Gorila perak tersebut.


"Wo... Apa kamu sudah ingat?" ucap Paijo.


"Belom kakak pertama,Gak tahu kenapa aku bisa lupa" ucap Djarwo. Djarwo tak bisa mengingat kehidupannya yang dulu.


"Coba si Djarwo kamu suruh cium gorila perak betina itu..Mungkin dia bisa mengingatnya"ucap Ponijan santai lalu meminum anggur... Glek...Glek...Glekk...


"Waaassssuuuuu......umpat Djarwo mengikuti Paijo dan Ponijan jika mengumpat.


"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA........ mereka tertawa serempak.


"EH... Wo... Kenapa dialam ini tidak ada Portal menuju alam lainnya dan mengapa manusia disini tidak ada yang berada diranah dewa ya?" ucap Paijo.


"Aku gak tahu kakak pertama" ucap Djarwo.


"Bedess..... Tak pikir tahu.... sekalinya tempe"ucap Paijo.


"Maksudnya apa kakak pertama?" ucap Kuwi.


"Itu si Djarwo.. Gak cocok jadi hewan legenda,cocoknya jadi hewan ternak saja,masa gak tahu alam disini" ucap Paijo.


Huaakakakakakakaka......" Kuwi dan Ponijan tertawa.


Kuwi dan Djarwo tidak canggung lagi terhadap Paijo dan Ponijan. Sebab mereka dianggap keluarga,bukan sebagai bawahan meskipun kekuatan mereka masih lemah.


.


.


---***---


.


.


.


Kini Udin dan Rissa berada dikamar tidur,sedangkan Kaisar Chang Li Wan dan Chang Li Shan berada di ruang singgasana,Ia mengumpulkan semua para petinggi kekaisaran untuk menelan Pil kejujuran.


Para bawahannya dipaksa untuk bicara,jika diam saja maka langsung dihukum mati ditempat.


.

__ADS_1


.


Didalam Kamar Udin.


"Kemana mereka pergi Dek" ucap Udin.


"Hem....Mungkin mereka sedang ngumpul disuatu tempat." ucap Rissa.


"Aiiissshhh... Padahal Aku pengen pergi kesana bareng mereka dek"ucap Udin.


"Suruh Andin dan juminten saja kang mas" ucap Rissa malas mencari keberadaan Paijo dan yang lainnya.


"Hem.....Bagus juga idemu dek. Coba tolong keluarin mereka" ucap Udin.


"Baik kang mas,kang mas pasang 3 Array dulu baru adek keluarin" ucap Rissa


"Siap sayangku yang cantik"ucap Udin


Udin memasang array pelindung,ilusi dan kedap suara.


Setelah Udin selesai memasang array,Kini giliran Rissa. Tangan Rissa menunjuk arah depan,tak lama muncul sinar Putih.


Wuuuusssshhhh....Sinar itu membesar dengan lebar 2 meter.


Tak lama kemudian Cahaya itu hilang dan digantikan 2 Sosok yang sedang makan buah - buahan


Mereka terkejut tiba - tiba berada ditempat lain dan sangat asing lalu melihat 2 orang bocah laki - laki dan perempuan.


"Hallo bibi Andini Kharisma Putri.... Hallo bibi Juminten.....Piye kabare?" ucap Udin sambil melambaikan tangannya.


"Siapa kamu?Mengapa tahu nama kami" ucap Juminten menatap tajam ke arah Udin.


"Kita pertama kali bertemu saat kalian bertarung memperebutkan wilayah lalu aku Aku akan mengajak Andin dahulu baru itu juminten untuk pergi ke alam dewa penguasa" ucap Udin.


"BOS UDIIIN!!!!!???" ucap Mereka serempak terkejut sambil menjatuhkan apel dari tangannya.


Duk....Duk...suara apel jatuh dilantai.


mereka tak menceritakan pada orang lain tentang pertemuannya itu.


"Iya ini aku,Lin Syaifudin dipanggil Udin."ucap Udin.


"BOOOOOSSSSSSSSS...... " ucap mereka sambil berlari lalu memeluk Udin. 😭😭😭😭.


"Andin kangen banget sama Bos" ucap Andin


"Jumi juga kangen sama bos" ucap Juminten.


"Iya...Aku juga kangen sama kalian." ucap Udin.


"Emmuaachhh....Emmmuaachh...Juminten mencium pipi kanan dan kiri Udin.


Andin juga mencium pipi kanan dan kiri Udin.


Emmmuaachh....Emmuaachhh...


"Tolong lepaskan pelukan kalian,aku sesak nafas neh" ucap Udin merasa dadanya sesak karena dipeluk erat oleh andin dan juminten.


"Maaf....Maaaf Boss"ucap Mereka serempak lalu melepaskan pelukannya.


"Kenapa tubuh Bos jadi kecil begini?" ucap Andin heran.


"Betol itu Ndin..kenapa badan bos jadi kecil begini? apa Bos salah minum obat?" ucap Juminten.


"Aku kalah melawan musuhku yang jumlahnya Ora umum"ucap Udin.


"Emang musuhnya bos ono piro?" ucap Juminten.


"Emboh ,seng jelaas milyaraan" ucap Udin.


"APPAAAAA????!!! ucap mereka serempak terkejut.


"Aku minta tolong pada kalian,carikan Paijo,Ponijan,Kuwi,dan Djarwo. Karena aku ada perlu" ucap Udin,karena Udin malas menelepati Djarwo dan Kuwi.


"Djarwo dan Kuwi itu siapa Bos" ucap Andin.


"Mereka sama seperti kalian. Tolong ya Bibi Andin." ucap Udin.


"Kok manggilnya Bibi seh bos?" ucap Andin protes.


"Kan Udin masih kecil,gak seperti dulu" ucap Udin.


"Oooooo....Begitu." ucap mereka serempak.


"Awakmu wae seng golek' i yoo Ndin,aku tak nang kene wae" ucap Juminten.(dirimu saja yang mencarinya ya Ndin,aku disini saja)


"Enak aja... Bos loh nyuruhnya kita berdua" ucap Andin tak terima.


"Yo wess.. suwit wae.. sopo seng kalah dia yang pergi mencari" ucap Juminten.


Udin dan Rissa melihat tingkah mereka hanya mengelengkan kepala saja.


"Ayoo... Siapa takut"ucap Andi.


"Batu ...gunting...kerrr.....Tas.... ucap mereka serempak.


"Nah...kan. Betul tadi kubilang,kamu saja yang pergi mencari." ucap Juminten.


"Awas Ya...akan kubalas nanti" ucap Andin.


Udin menghilangkan array pelindungnya.


Andin pergi melesat mencari keberadaan Paijo,Ponijan,Djarwo,dan Kuwi. Andin hanya mengenal Ponijan saja,sedangkan yang lainnya tidak.


"Kenalkan bibi...dia Calon istriku" ucap Udin merangkul Rissa.


"Salam nyonya bos"ucap Juminten sambil membungkuk. lalu berdiri tegak kembali.


"Bos.... Kami semua kangen tahu sama Bos" ucap Juminten.


"Iya...Udin juga sebenarnya kangen sama kalian dan lainnya. Hanya saja belum waktunya mereka melihat keadaanku yang sekarang ini" ucap Udin.


"Seandainya saja bos minta aku jadi istrinya pasti aku sangat senang sekali"ucap Juminten dalam hati.


"Itu tergantung Udin,mau apa enggak" ucap Rissa telepati ke juminten.


"EH!!??Maaf Nyonya. Hamba asal bicara" ucap Juminten telepati gelagapan,sebab Nyonya bos bisa mengetahui ucapan dihatinya.


"Kenapa Bi?" ucap Udin heran dengan sikapnya Juminten.


"Gakpapa Bos" ucap Juminten salah tingkah.


"Perasaan dulu Bos bisa mendengar ucapan hatiku,kenapa sekarang enggak ya?"ucap Juminten dalam hati.


"Karena Udin kekuatannya masih lemah,gak seperti dulu lagi" ucap Rissa telepati.


"Ooo... Begitu ya nyonya bos,tapi mengapa nyonya bos bisa?" ucap Juminten telepati.


"Kalau aku kasih tahu maka dirimu aku musnahkan setelah aku beri tahu" ucal Rissa telepati.


"Ma...Ma..Maaaf nyonya Bos Gak jadi kalau gitu" ucap Juminten telepati.


"Bibi jumi sakitkah?" ucap Udin mendekat lalu melayang,setelah itu menempelkan telapak tangannya di kening Juminten.


Muka Juminten tiba - tiba memerah...


"Bibi istirahat saja dulu kalau sakit" ucap Udin lalu melayang ke arah Rissa.

__ADS_1


Tap... Kaki Udin mendarat.


"Aku gak sakit Bosss...." ucap Juminten.


__ADS_2