
Di kebun Buah.
Luciefer melihat banyak sekali buah - buah langka.
Lalu ia melihat Istana yang tak jauh dari kebun tersebut.
Luciefer tiba - tiba teringat dimana ia pertama muncul di tempat asing lalu kekuatannya hilang begitu saja.
"Ini sama persis tempat di mana aku muncul,lalu kekuatanku hilang. Bos dapat dari mana ya tempat ini...
"Nanti sajalah aku tanya...Sekarang waktunya mencari buah buat Bos..." ucap Luciefer.
Luciefer mengambil buah yang sangat langka dan buah mangga kesukaan Udin.
Tak lama kemudian Luciefer selesai memetik buah ,Lalu muncul di samping Udin sambil membawa buah - buahan.
"Ini Bos buahnya..." ucap Luciefer memberikan buah pada Udin yang sedang duduk di rumput.
Udin telah memakai kalung itu kembali,lalu di sembunyikan di balik kaos yang pakai.
Udin menerimanya.Udin meraba - raba,ia mengambil buah mangga karena sudah hapal bentuknya. Sedangkan buah yang bentuknya berbeda,Udin tak mengambilnya.
Udin memakan buah mangga dengan lahap.
Tak terasa Udin menghabiskan 6 buah mangga.
Heeeeek..... Udin bersendawa.
"Bos...." ucap Luciefer.
"Iya Paman...." ucap Udin.
"Bos dapat dari mana alam di mensi ini?" ucap Luciefer.
"Udin gak tahu Paman...Tiba - tiba sudah ada sejak Udin lahir.." ucap Udin.
"Oooo...Begitu... Oh iya Bos....
"Bos mau aku ajarin menjadi kultifator apa enggak?" ucap Luciefer.
"Kultifator...Apa itu Paman..?" ucap Udin.
"Kultifator itu pendekar yang memakai energi Qi.." ucap Luciefer.
"Mau...Mau..Mau Paman...." ucap Udin.
"Duduklah seperti Bos bersemedi" ucap Luciefer.
Udin kemudian duduk seperti orang bersemedi.
"Tutup mata Bos...
Udin menutup matanya.
"Fokus dan Rasakan energi yang ada di sekitar Bos...Apakah bos merasakan energi itu..." ucap Luciefer.
"Hem...... Ada Paman..." ucap Udin.
"Hisaplah energi itu Bos..."ucap Luciefer.
Udin kemudian menghisap energi Qi yang sangat padat itu.
Tak lama kemudian.
Baammmmm....Baammmm.... Terdengar ledakan energi Qi didalam tubuh Udin.
Udin berada di ranah pendekar pembentukan Qi tingkat 1.
"EH....!!!??? Udin terkejut saat dantiannya terbentuk.
"Itu tadi apa Paman...." ucap Udin penasaran.
"Itu adalah suara dari dantianya Bos...Bos bisa melihatnya sendiri,orang lain tak bisa melihat dantian Bos..." ucap Luciefer.
"Cara lihatnya bagaimana paman? Kan Udin gak bisa lihat.." ucap Udin.
Luciefer lantas memberikan ilmunya pada Udin untuk mengetahui energi Qi tersebut.
Mata Udin sedikit menghitam,karena menerima ilmu dari Luciefer. Setelah itu kembali memutih.
"Sekarang tutup mata Bos,Fokuslah pada tubuh Bos sendiri.." ucap Luciefer.
Udin menutup matanya,lalu fokus yang ada di dalam tubuhnya.
Udin dapat melihat sebuah genangan air di dalam tubuhnya.
"Paman...Itu air apa yang di dalam tubuhku." ucap Udin.
"Itu adalah energi Qi yang Bos miliki..Jika Bos menghisap energi Qi.. Maka air itu akan bertambah sedikit demi sedikit." ucap Luciefer.
"Oooo...Begitu ya.." ucap Udin.
"Nah...Sekarang Bos makan buah ini..." ucap Luciefer sambil memberikan buah bentuknya seperti lambang PLN warna emas.
Udin menerima dan meraba - raba buah yang ada di tangannya.
"Buah apa ini Paman..." ucap Udin heran dan penasaran,karena ia baru pertama kali memegang buah itu.
"Itu buah Petir Boss..." ucap Luciefer.
"Petir....Enggak ah Paman...Nanti Udin di sambar petir lagi." ucap Udin.
"Bos gak bakalan di sambar petir..." ucap Luciefer
"Oo...Begitu...
Udin kemudian memakan buah tersebut.
"Rasanya Aneh Paman... Manis pahit lalu mulut ini seperti kesemutan" ucap Udin sambil memakan buah tersebut.
"Iya...Nanti Bos akan merasa di sambar petir.." ucap Luciefer.
"Hem....Udin gak merasakan petir tuh Paman.." ucap Udin.
Udin menghabiskan buah tersebut.
Tak lama kemudian,Udin merasakan perutnya seperti melilit. Tubuhnya seperti tersengat. Makin lama makin sakit.
__ADS_1
"AAAAAAAAAA......SAKIIIITTTT.........
"PAAAMAAAAAAAAAAN.....
"TOLOOOOOOONGGGG......." Teriak Udin mengerang kesakitan.
"Tahan Boss....Energi petir masuk dalam tubuh Boss..." ucap Luciefer.
----****---
Di tempat yang sangat jauh sekali.
Nampak seorang wanita muda sedang duduk di sebuah restoran. Wanita muda itu mengelilingi alam semesta untuk mencari kekasih hatinya.
"Kang mas... Kamu ada di mana...
"Sudah ratusan planet aku kunjungi,namun aku belum juga menemukanmu" ucap Wanita muda itu.
Ketika dia hendak mengambil gelas berisi air teh,tiba - tiba gelasnya terbelah.
"EH.....!!!?? Wanita muda itu terkejut.
"Mengapa gelas ini tiba - tiba terbelah ya..."gumam wanita itu.
Wanita itu adalah Clarissa Yue Yan.
----***---
Dunia tempat tinggal Udin.
Cempaka mencari keberadaan Udin. Namun tak kunjung menemukan Udin berada.
"Gawaat... Apakah Jaka di culik oleh kawanan penyusup kerajaan Awan.Jika di culik maka akan terjadi peperangan" ucap Cempaka dalam hati.
Sedangkan Umam nampak menikmati pemandangan murid pedepokan yang mandi di sungai.
"Tiap hari begini mah mataku jadi sehat....Dari pada di rumah,mataku sakiiiit.......yang kulihat tumpukan baju kotor teruss......" ucap Umam dalam hati.
Tiba - tiba ia di telepati oleh istrinya.
"Akang..."ucap Sri telepati.
"Iya Beb..." ucap Umam telepati
"Apakah Jaka sedang tidur?"ucap Sri telepati.
"Waduh...Aku jawab apa ini,kalau bangun pasti langsung ke sini lalu minta ijin ke Jaka" ucap Umam dalam hati.
"Jaka lagi tidur Beb.." ucap Umam telepati.
"Temenin Zahra bermain. Sebab aku lagi sibuk.." ucap Sri telepati.
"Baik ayank Beb..." ucap Umam telepati.
"Apes daah.... Belum sehari aku lihat,dah di panggil.." ucap Umam dalam hati.
Umam lalu menghilang.
---***---
Dunia Cincin.
Selang 16 dupa,Udin tersadar.Udin bangun lalu memeriksa tubuhnya.
"Boss...." ucap Luciefer.
"Iya Paman...Mengapa Paman gak memberitahu jika setelah Udin makan akan merasakan sakit.." ucap Udin.
"Kan sudah aku bilang tadi setelah Bos makan." ucap Luciefer.
"Iya juga seh....
"EH....!!!!??? Berapa lama Udin tidur tadi Paman..." ucap Udin.
"4 jam saja Boss..." ucap Luciefer.
"4 jam.... 4 dupa kah paman?" ucap Udin.
"16 dupa Bos... " ucap Luciefer.
"Paman...Udin mau keluar.. Ikut apa enggak.." ucap Udin.
"Ikut Bos...." ucap Luciefer.
Luciefer berubah menjadi kabut lalu masuk kedalam tubuh Udin.
Udin kemudian menghilang di dunia Cincin.
----***----
Dunia Nyata.
Siang hari.
Nampak seluruh penghuni Pedepokan mencari keberadaan Udin. Karena Cempaka tak menemukan Udin,lalu melaporkan pada Arya Sentanu. Arya Sentanu memerintahkan seluruh guru dan murid mencari Udin di sekitar pedepokan.
Nampak di sebuah kamar ketua pedepokan Bulan Laut ada seorang wanita tua terbaring lemah,karena terkejut mendengar cucunya menghilang.Wanita itu adalah Puspita Diningrum.
"Di mana kamu cucuku...Baru sehari aku bertemu denganmu. Mengapa kamu menghilang.." ucap Puspita diningrum.
Di kamar yang di tempati Udin.
Udin muncul di tempat tidur.
Udin mendengar suara menyebut - nyebut nama samarannya.
"Jakaaaa.....
"Jaakaaaaa.....
"Nah kan...Mereka mencariku..." ucap Udin.
Udin meraba - raba mencari Walkmannya yang ia simpan di balik bantal.Setelah dapat Udin menaruh walkmannya di kantong celana, Udin kemudian berjalan keluar kamar.
Di depan pintu kamar Udin,ada seorang wanita hendak melewati kamar yang Udin tempati.
Wanita itu melihat pintu kamar terbuka sendiri.
__ADS_1
"EH....!!!??? Wanita itu terkejut lalu menghampiri pintu kamar tersebut.
Nampak Udin berjalan sambil memghentakkan tongkatnya.
"Jakaaaaa...!!!." seru Wanita itu.
"Iya Mbaak...." ucap Udin.
"JAKAAAAA SUDAH KETEMUU....JAKA SUDAH KETEMU...." teriak wanita itu.
Orang - orang yang mendengar teriakan wanita itu lantas berlari ke arah sumber suara tersebut.
***
Puspita Diningrum juga mendengar suara teriakan tersebut.
"Cucuku...." ucap Puspita Diningrum.
Entah mengapa tiba - tiba Puspita diningrum mendapat sebuah energi,Lalu ia bangun dari tempat tidurnya,lalu berjalan cepat ke arah sumber suara tersebut.
***
Satu persatu orang - orang berdatangan ke arah Udin.
"Mbak....Ada apa ini.?" ucap Udin.
"Kami mencarimu Jaka....Sebab Guru cempaka mencarimu tak kunjung menemukan dirimu." ucap Wanita yang berteriak tadi.
Sinta datang ke tempat Udin.
"Dasar bocah sialan...Baru kemarin datang sudah membuat gempar di pedepokan ini.." ucap Sinta dalam hati.
"Ooo...Begitu...Jaka gak kemana - mana kok,Tadi Jaka di atas genteng untuk menjemur baju,biar cepat kering.." ucap Udin alasan.
Para murid dan guru melihat pakaian yang di pakai oleh Udin. Mereka heran dan penasaran,sebab baru pertama kali melihat pakaian tersebut.
"Itu yang di pakai oleh jaka pakaiannya aneh...Tapi lucuu...
"Iyaaa.... Ada gambar kereta kuda...
"Beli di mana ya baju itu...Aku ingin beli...
Arya Sentanu datang menghampiri Udin,lalu memeluk Udin.
"Jangan menghilang lagi ya cucuku...Kami di sini khawatir..." ucap Arya Sentanu.
"Maaf Eyang kakung...Tadi Jaka ketiduran di atas genteng setelah mencuci pakaian Jaka.." ucap Udin alasan.
"Oooo....Pantas saja kami cari tak ada...Rupanya Jaka tidur di atas genteng to.." ucap Arya Sentanu.
Tak lama kemudian Puspita Diningrum datang menghampiri Udin. Para penghuni pedepokan memberi jalan.
Puspita Diningrum memeluk Udin ketika ia sudah sampai di tempat Udin berada.
Setelah itu melepaskan pelukannya.
"Kamu dari mana cah baguss.....Eyang Putri mengkhawatirkanmu" ucap Puspita Dinigrum.
"Maaf Eyang putri...Tadi Jaka ketiduran di atas genteng setelah selesai menjemur pakaian." ucap Udin.
"Oalah.... Nanti biar Bibimu yang mencucikan pakaianmu..." ucap Puspita Diningrum.
"Injih Eyang putri..." ucap Udin.
Puspita Diningrum hendak menggendong Udin di depan.Lalu di tahan oleh Arya Sentanu.
"Cempaka...Bawa Jaka keruang makan." ucap Arya Sentanu.
"Baik Ketua..." ucap Cempaka.
Cempaka lantas mengendong Udin di depan.
Cempaka menghirup aroma wangi di tubuh Udin.
Kemudian Arya Sentanu,Puspita Diningrum dan Cempaka berjalan ke arah ruang makan.
"Jak.... Tadi kamu mandi pakai apa?"kok wangi banget." ucap Cempaka.
"Mandi pakai sabun dan sampo Bi..." ucap Udin.
"Terus bajumu beli di mana?" ucap Cempaka.
"Waduuuh... Aku harus jawab apa ini... " ucap Udin kebingungan.
"Ini kenang - kenangan dari almarhum Ibuku Bi..." ucap Udin.
"Apakah Sabun dan Shampo juga kenang - kenangan dari ibumu Jak..." ucap Cempaka.
"Iya Bi..." ucap Udin.
"Almarhum Ibu Jaka belinya di mana?" ucap Cempaka penasaran.
"Jaka gak tahu Bii...Jaka tahunya tinggal pakai saja.." ucap Udin.
"Siall... Mengapa aku selalu berbohong ketika berpetualang seh,tapi kalau gak berbohong nanti mereka curiga padaku..." ucap Udin dalam hati.
Udin sudah sampai di ruang makan,Lalu Puspita Diningrum mengambil makanan untuk Udin. Setelah ia menyuapi Udin.
Arya sentanu mengamati kaos yang di pakai oleh Udin.
"Beli di mana ya mereka,apik tenan e...." ucap Arya sentanu dalam hati.
Arya Sentanu melihat benda yang menojol di balik kaos Jaka.
"Jaka...." ucap Arya Sentanu.
Tak.....Kepala Arya Sentanu di pukul memakai sendok oleh Puspita Diningrum.
"Jaka lagi makan,Ojo dijak ngobrol to.." ucap Puspita Diningrum.(Jangan di ajak ngobrol)
Udin mendengar kepala Eyang kakung di pukul oleh eyang putri lantas tertawa.
"Ha...Ha....Ha...Ha..."Udin tertawa sambil mengeluarkan isi dalam mulutnya.
Uhuuk...Uhhuuuk...Uhuuk...Udin kesedakan.
"Tenan To.... Lagek wae di omongi..." ucap Puspita Diningrum sambil menyodorkan gelas berisi air minum.(Benar kan...Baru saja bicara)
__ADS_1
Arya Sentanu diem saja tak bicara,sebab jika jawab,yang ada kena omelan lagi dari istrinya.