Petualangan Udin

Petualangan Udin
UMAM MEMBUAT GEGER


__ADS_3

Sebelum Udin memanggil Ponijan,Andin dan Juminten,Mereka Tinggal dirumah Udin yang lama setelah Dunia Jiwa milik Udin terpisah dari Udin.


Mereka bertugas mengawasi tanaman yang akan diambil oleh penduduk,kadang Krilin ikut membantu. Mereka jarang sekali pergi ke rumah penduduk. Sedangkan para Istri Udin Sibuk mengurusi pemerintahan. Mereka sangat setia pada Udin,meskioun Udin tidak ada disisinya. Mereka tidak menikah lagi dengan pria lain.


Ilmu teknologi yang dikembangkan para prajurit TNU semakin canggih. Mereka berinovasi menciptakan alat yang belom pernah dibuat oleh makhluk Bumi tempat tinggal Udin,meskipun serupa tapi berbeda. Contoh Kulkas tak pakai Energi listrik. Cukup alirkan tenaga Qi maka bisa digunakan dalam waktu 1 bulan. Begitu juga peralatan elktronik lainnya.


Ada juga alat transportasi seperti mobil,Mobil itu tak pakai BBM,hanya menggunakan energi Qi.Mobil itu bisa melayang.sebab tidak memakai Ban.


Mereka membangun Patung Udin dan Paijo di pusat Kota untuk mengenang jasa - jasa Udin dan Paijo yang membawa mereka dalam kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.


Disana mereka juga membangun sekolah,Kampus untuk belajar. Setelah mereka lulus,maka bisa bekerja mengikuti perkembangan zaman. Mekipun kehidupan mereka sangat modern,tapi mereka tak melupakan asal usulnya,mereka tetap berlatih menjadi kultivator.


Kasus kriminal sangat jarang terjadi.Kebanyakan para petugas keamanan mendapat laporan kehilangan hewan peliharaan saja. Bila ada pencurian dengan gerak cepat para petugas keamanan menangkap pelaku.


Mereka mendapat kabar dari Shan bahwa Udin telah lahir kembali dengan wujud anak kecil.


Para warga sangat senang dengan kabar tersebut,termasuk para Istrinya Udin . Para istri Udin menangis bahagia ketika mendapat kabar tersebut. Setelah sekian lama menunggu tak ada kabar dari Udin.


Meng Cheng Louh meminta Shan untuk mengirim vidio ataupun gambar,tapi Shan menolak. Sebab dilarang oleh suara yang menelepati dirinya.


Disaat Umam datang didunia tempat Udin yang dulu, kini dunia itu itu sudah berpisah dari Udin.Umam membagi tubuhnya lalu berpencar kesegala arah.Umam pergi ka pabrik pembuatan smartphone,ia mengambil separo isi gudang.Umam pergi ke mall,ia mengambil Makanan,minuman,barang eloktronik,Dan Lain lain yang ada di mall bahkan Digudangnya yang berisi barang - barang yang dijual di Mall ludes diambil semua.. Umam juga mendatangi Pabrik pembuatan bahan makanan,ia mengambil bahan makanan yang ada digudang.Umam mendatangi pabrik rokok,ia mengambil semua rokok yang ada digudang.Umam juga mendatangi peternakan ayam,Ia mengambil semua telur - telur yang ada disana. Umam datang di Istana Meng Cheng Louh,Ia mengambil puluhan Boneka yang terpajang di lemari kaca,Umam mendatangi Pabrik minuman beralkohol,ia mengambil semua minuman itu yang ada dalam gudang.Umam mendatangi pabrik pertanian,ia mengambil semua bibit,pupuk dan alat pertanian.Umam datang ke pabrik beras,ia mengambil semua isi gudang tersebut .Umam mendatangi Pabrik produksi TNU,Ia mengambil sebagian senjata,alat tansportasi,Robot,dan lain lain.Umam mendatangi pabrik tekstil,ia mengambil semua pakaian yang ada dalam gudang.Umam mendatangi Pabrik pembuat Pil,Ia mangambil semua Pil yang ada dalam Gudang.Umam mendatangi Toko bangunan,ia mengambil semua material yang ada digudang . Saat Umam beraksi,tidak ada yang mengetahuinya,mereka pikir Umam adalah warga sekitar atapun pekerja ,Sebab Umam mengganti pakaiannya ketika berkunjung mengikuti pakaian yang ada disitu,tapi wajahnya tidak dirubah,tetap seperti remaja 15 tahunan kecuali saat berada dipabrik pembuatan senjata dan alat transportasi,Umam mengubah dirinya seperti pekerja yang ada disitu.Setelah selesai apa yang Umam cari untuk kebutuhan warga Udin,Umam menghilang.


Semua warga dibuat Geger setelah Umam mengambil semua barang - barang mereka.Sebab selama ini tidak pernah ada kejadian seperti itu.


Orang - orang yang merasa kehilangan,melaporkan kejadian tersebut pada polisi ada juga yang melaporkan ke Markas besar TNU,sebab mereka yang melaporkan ada keluarganya yang menjadi anggota TNU.


pihak kepolisian dan TNU tersebut menerima laporan warga,dan langsung menindak lanjutin. Para anggota polisi dan TNU berpencar ke tempat TKP. Polisi dan TNU mengumpulkan Bukti - bukti untuk menangkap pelaku. Mereka mengambil Video rekaman CCTV. setelah mereka mengumpulkan Barang Bukti,Mereka mempelajarinya.


Para Polisi dibantu Militer TNU saling bahu membahu mencari keberadaan Pencuri tersebut,sampai dimuat dalam berita.


Nampak Di CCTV yang terpasang,ada seorang remaja masuk,lalu mengambil semua barang - barang yang ada Di Mall tersebut. Wajah pelaku di Muat media elektronik.


Di Ruang Rapat Presiden Meng Cheng Louh.


"Pak Herman..Apa sudah kau temukan pencurinya itu" ucap Meng Cheng Louh yang duduk dikursi kepemimpinan tersebut.


*Note,sebagian warga ada yang mengganti namanya,Ada pula yang yang tetap, Mereka yang mempunyai anak memberi nama seperti tempat tinggal Udin yang ada dibumi.Yang membedakan hanya marganya saja.Ada pula yang tetap memakai nama seperti biasa*


"Belum pak presiden,Kami sudah mencari dimana - mana. Bahkan kami sudah memeriksa tiap - tiap sudut kota,Desa maupun Hutan."ucap Herman.


"Anda kan mentri Pertahanan,kerahkan semua yang kita miliki untuk menemukan pelaku itu"ucap Meng Cheng Louh.


"Baik Pak presiden,Kami akan mengerahkan semua prajurit TNU yang ada untuk mencari pelaku tersebut." ucap Herman.


Tok... Tok... Took... Suara pintu diketuk.


Prajurit yang menjaga dekat pintu membuka pintu.


Terlihat Seorang pria dewasa bersama anak kecil disampingnya.


Prajurit itu memberi hormat pada pria itu.


Kemudian Pria itu berjalan ke arah Meng Cheng Louh.


Pria itu memberi Hormat ala militer.


"Maaf pak presiden,Cucu anda datang ingin menemui pak presiden" ucap Pria itu.


Meng Cheng Louh menoleh" Bawa saja kesini" ucapnya.


"Siap Laksanakan" ucap Pria itu memberi hormat lalu berjalan kearah pintu.


"Kakek.... " ucap Anak kecil berlari ke arah Meng Cheng Louh.


Meng Cheng Louh lalu berdiri dan mengampiri Cucunya,setelah sampai ia menggendongnya.


"Ada apa Citra cucu kakek yang paling cantik ini" ucap Meng Cheng Louh lalu mencium pipi cucunya itu.


"Kakek... Koleksi Boneka Citla Hilang... Pas citla mau maen,gak ada " ucap Citra.


"Ooo... Begitu,nanti kakek akan tangkap pencuri itu,jadi Citra gak perlu khawatir lagi, dan nanti kakek akan belikan boneka yang baru." ucap Meng Cheng Louh.


"Asiiik.... beli boneka baluu....." ucap Citra kesenangan.


"Diampuutttt.... Sampai boneka cucuku juga diambil olehnya. Awas saja jika aku menemukanmu,tak bikin perkedel nanti" ucap Meng Cheng Louh dalam Hati.


.


.


.


----***---


.


.


Dirumah Krilin.


Nampak Krilin dan Meng Yun sedang duduk di ruang kerjanya.


"Beb... Kira - kira siapa pelakunya itu" ucap Meng Yun.


"Aku gak tau dinda. Masalahnya kejadian itu membuatku pusing,masa dalam waktu bersamaan pelakunya bisa datang ditempat berbeda. Coba lihat Rekaman CCTV ini sama waktunya" ucap Krilin menunjukkan layar di laptopnya.


Meng Yun memperhatikan Video rekaman CCTV tersebut.


"EH ....!!??? Iya Beb... Kok bisa begitu ya. Biasanya kan berbeda waktunya.." ucap Meng Yun.


"Tuh dia....,Pusing kepalaku Dinda mikirin kasus ini,Di pabrik TNU yang begitu ketat penjagaannya bisa kebobolan juga ,untungnya hanya sebagian saja yang ia ambil." ucap Krilin.


"Hemm... Gimana kalau kita maen Kuda - kudaan Beb... Dah Lama Bebeb gak masukin ke lobangku,siapa tahu pusingnya hilang dan menemukan pencuri itu,Gatel neh lobangku beb" ucap Meng Yun.


"Hem.... Ayoooo" ucap Krilin.


Mereka pun bergumul di ruang kerja.


.


.


.----***---


.


.


.


di Dunia Udin berada..


.


Udin membuka matanya.


"EH... !!??? Udin terkejut. Karena Han Meiling Xing memeluk dirinya.


"Kalau seumpama dia jadi Istriku.jadi banyak Donk istriku nanti." ucap Udin dalam Hati sambil memandang wajah Han Meiling Xing.


Kulitnya Putih,bulu matanya yang lentik,bibir yang bewarna Pink. Kecantikan Han Meiling Xing itu alami tanpa polesan bedak ataupun make up lainnya.


"Jika jadi Model pasti terkenal neh" ucap Udin dalam hati. Lalu Udin perlahan melepaskan pelukannya Han Meiling Xing.


Kemudian Turun dari tempat Tidur. Udin berjalan ke kamar mandi.


30 Menit kemudian Udin berjalan - jalan ke arah rumah penduduk.


"Pagi Bos.... " ucap Warga menyapa Udin.


"Pagi juga Bibi dan paman.. Ini Bibi dan paman mau kemana?" ucap Udin melihat mereka seperti mau pergi ke ladang


"Kita mau buka lahan Bos... " ucap pria dewasa.


"Mau nanam apa Paman?" ucap Udin.


"Kami mau nanam Padi,Kebetulan kami menemukan Bibit pertanian digudang bawah tanah.Badan kami terasa kaku karena terlalu lama bersantai Bos.." ucap Pria satunya.


"Ya Sudah... Kalian jangan keluar dari Array ini ,Biar aman" ucap Udin.


"Siap Boss... " ucap Mereka serempak


Udin lalu berjalan kerumah yang ditempati Paijo. Udin tahu rumah itu dihuni oleh Paijo sebab ada tulisan didepan rumahnya.


Udin memencet Bel yang ada dekat pintu.


"KULO NUWUN.... suara bel itu.


"EH!!??? Kok bunyinya bahasa jawa ya" ucap Udin dalam hati ketika mendengar suara Bel tersebut meskipun terdengar agak kecil dari luar.


Tak lama kemudian .


Kriieeett.... Pintu terbuka.


Nampak Paijo memegang Botol minuman ditangan kirinya.


"Diampuut.... Malah mabok - mabokan lagi." ucap Udin dalam hati.


"Ada apa Bos... " ucap Paijo yang sudah menghilangkan efek minuman alkohol begitu tahu yang memencet Bel adalah Udin.


"Gakpapa Pakde... Cuman Jalan - jalan saja" ucap Udin.


"Ooo... Masuk Bosss..." ucap Paijo.


"Hem... Nanti aja pakde,Udin lupa tadi masak nasi lupa kasih turun tombolnya" ucap Udin beralasan tak ingin mengganggu Paijo.


Udin kemudian Pergi..


Paijo hendak menutup Pintu lalu tersadar tangan kirinya memegang Botol.

__ADS_1


"Asem.....Konangan aku rek,Piye iki... Isin aku" ucap Paijo.(Ketahuan Aku...Gimana ini... Malu aku).


Paijo,Ponijan,Kuwi dan Djarwo tak berani minum Arak atau anggur didepan Udin,jangankan minum,bawa botolnya saja gak berani Sebab Udin masih kecil.


Udin Berlari mengitari perumahan. Ia ingin Fisiknya kuat.


"Mayanlah berkeringat... Daripada santai mending olah raga" ucap Udin sambil berlari.


Ketika Udin melihat Warga sedang membuka Lahan ia terkejut.


"Itukan Tractor mini... " gumam Udin.


Udin melihat Djarwo mempraktekkan alat tersebut pada warga desa.


Udin lalu menghampiri Djarwo.


"Paman djarwo..." ucap Udin ketika sampai.


"Iya Bos... " ucap Djarwo menghentikan aktifitasnya.


"Ini dapat dari mana paman?" ucap Udin sambil menunjuk Traktor mini untuk mengupas tanah.


"Ini dapat dari Gudang bawah tanah Bos. Nampaknya Kang Umam yang menaruh alat ini lengkap dengan Bibit dan pupuk bos" ucap Djarwo.


"Ooo... Begitu ta. Ya sudah paman,Paman Djarwo lanjutkan saja" ucap Udin Udin.


"Siap Boss" ucap Djarwo.


Nampak Andin dibantu warga menyambung Pipa untuk mengairi ladang yang dibuat oleh Djarwo dan warga desa.


"Umam ambil dimana ya barang - barang ini" ucap Udin dalam hati.


Sebab Udin melihat puluhan traktor mini dipakai warga desa untuk membuat lahan pertanian. Traktor itu Tak menggunakan BBM.


"Permisi Bos...Kita mau pasang pipa air" ucap Warga dibelakang Udin yang sedang memasang Pipa air. Pipa itu akan melewati tempat Udin berdiri.


"Sini paman Udin bantu..." ucap Udin mengambil Pipa yang belum tersambung.


"Tidak usah Bos... Boss duduk manis saja di situ" ucap pemuda itu.


"Tenang aja Paman,Udin bisa kok kalau hanya memasang pipa.... Mana Lem pipanya" ucap Udin


" Ini Bos.... " ucap Pemuda Itu.


Udin membantu warga membuka lahan pertanian.


Setelah lahannya siap, Udin dan yang lainnya menanam Bibit tanaman. Ada Padi, Jagung, lombok, terong, tomat, Kedelai, kacang, bawang Dan Lain lain.


Tak lama Kemudian datanglah Han Meiling Xing . Ia melihat Udin sedang membantu warga desa bercocok tanam. Lalu ia pun juga ikut membantu.


Lahan mereka berada didalam Array yang dibuat Udin,sehingga aman dari gangguan dari luar.


Juminten menelepati yang lainnya agar membantu Bos Udin yang sedang bekerja membantu para warga desa.


Tak lama kemudian datanglah Paijo,Kuwi,danPonijan


"Asem.... Malu aku sama Bos... Bos sibuk membantu warga,sedangkan kita malah mabok - mabokkan" ucap Ponijan dalam hati.


"Ambilkan makanan,dan minuman Kang Paijo soalnya ne mau makan siang" ucap Juminten.


"Siap...." Paijo melesat kembali kerumah.


Sedangkan Kuwi dan Ponijan membantu warga desa menanam Bibit.


Ketika tengah Hari,semua orang berkumpul untuk istirahat.


"Feng Syun..... " teriak pria dewasa ke arah seorang pemuda yang sedang membajak tanah menggunakan traktor mini.


Pemuda itu mengehentikan aktifitasnya,


"Ada apa..... ?" teriak Feng Syun.


"Berhenti dulu, Ditunggu Bos makan siang... " teriak Pria itu.


Feng Syun lalu berjalan meninggalkan traktor mininya.


"Apa kamu gak lapar... Ini loh sudah siang" ucap Pria itu.


"Laper seh... Cuman karena ke asikan memakai alat itu jadi lupa " ucap Feng Syun.


Kini mereka makan Nasi,lauknya Ada sosis,nuget,ikan sarden,ayam goreng plus sambal.Sebagian warga yang memasak makanan itu. Sebelumnya Mereka diajarkan oleh Juminten cara memasak.


"Waah.... Enak sekali makanan ini" ucap warga A.


"Iya... Aku baru pertama ini merasakan makanan seperti ini" ucap Warga B.


"Bos... Ini dapat darimana seh" ucap warga C.


"Makan dulu habis itu bicara,jangan makan sambil bicara" ucap Udin.


Warga desa yang mendengar ucapan Udin tak ada yang berani bicara lagi selagi makan.


"Rasanya kalah sama direstoran mewah ini mahh.. " ucap Udin dalam hati sambil mengunyah makanan dimulutnya.


Udin merasakan nikmat begitu luar biasa,setelah bekerja membantu warga desa,siangnya makan bersama di ladang, mereka duduk dibawah pohon besar tempat untuk bernaung dari panas matahari.Plus hembusan angin sepoi - sepoi.


Selesai makan,mereka merapikan kembali peralatan makannya itu.


"Rasanya kalah dengan restoran yang mahal itu makanan" ucap Warga D.


"Iya... Aku pernah mencicipi makanan direstoran mewah ,Rasanya masih lebih enak yang kita makan disini" ucap Warga A.


"Maaf Boss... Ini apa ya?" ucap Seorang wanita mendekati Udin sambil menunjukkan sesuatu.


Udin menerima lalu membuka bungkusan tersebut.


"Ini Rokok Bi.... Bibi jangan pakai ini ya.. Ini khusus pria saja yang sudah berumur 12tahun keatas" ucap Udin ketika melihat label tulisan tersebut.


"Coba sini kulihat" ucap Warga B itu penasaran.


"Cara pakainya gimana Bos..." ucap Warga B.


Udin lalu mengambil 1 batang.


"Begini caranya... Ini taruh dimulut,lalu ujungnya dibakar sambil dihisap pelan - pelan.. Lalu keluarkan pelan - pelan" ucap Udin . Udin tak membakar rokok itu sebab umur Udin belum cukup untuk merokok.


"Ooo... Bagitu.. " ucap Warga B


"Kamu bisa keluarin api apa enggak" ucap warga C pada Warga D


"Aku tidak bisa.. Bisanya buat wanita hamil. " ucap Warga D.


"Huuuuuuu.... ucap Semua orang.


"Aku bisa... Sini aku coba dulu" ucap Qin Shang Li.


Qin Shang Li mencoba rokok tersebut, Ia mengeluarkan Api dari telapak tangannya .Api tersebut bewarna Merah.


Wuuuussshh......


"EH....!!?? Qin Shang Li terkejut setelah menghisap rokok tersebut.


"Enak gak ketua... " ucap Feng Syun..


"Enak... Energi Qi bertambah,fisikku kembali segar lagi." ucap Qin Shang Li.


"APAAAAAAAA" ucap mereka semua terkejut kecuali anak buahnya Udin.


Udin terkejut mendengar pengakuan Qin Shan Li.


"Seperti Rokok yang dulu pernah kubuat. Siall... jika Umam di sini pasti langsung aku tanya itu,darimana ia mendapatkan semuanya itu" ucap Udin dalam hati.


"Coba.. Sini aku mau coba....


"Aku juga....


"Aku mauu...


Semua warga desa mencoba rokok tersebut kecuali wanita.


Bamm... Bamm... Bam... Bamm... terdengar suara ledakan energi.


"Sial... Ini benar Rokok yang dulu pernah aku buat. " ucap Udin dalam hati.


"Aku naik tingkat... Bagaimana bisa...?" ucap Warga C keheranan.


"masa seh? kok aku enggak?" ucap Qin Shang Li heran dan penasaran,karena kekuatannya tidak naik.


"Itu karena Paman sudah diatas ranah pendekar emas..Makanya gak naik " ucap Udin.


"Oooo... Begitu" ucap Mereka serempak.


"Xiang Yi. Apa kah masih banyak rokok ini?" ucap Qin Shan Li sambil memegang bungkus rokok yang sudah kosong itu.


"Masih banyak ketua,ada di gudang makanan" ucap Xiang Yi.


"Ada berapa Bi?" ucap Udin.


"Kalau gak salah 10 kotak besar Boss" ucap Xiang Yi.


"Besarnya seberapa?" ucap Udin ingin tahu.


"kira - kira segini Bos" ucap Xiang Li sambil mengerakkan tangannya .


"Bos kok tau khasiat Rokok ini?" ucap Qin Shang Li penasaran.


"Dulu Udin pernah buat paman,sekarang enggak lagi.. Karena bahan - bahannya itu sangat langka disini" ucap Udin.


Emang Benar,bahan rokok itu amat langka,Udin mengetahuinya dari penjualan obat herbal milik orang tuanya. Ketika Udin bertanya tentang tanaman Herbal yang sering Udin buat ,Tidak ada,jika pun ada,maka sangat mahal harganya. Karena bahan herbal itu dijaga oleh monster. Harus mengalahkan monster itu barulah bisa mendapatkan herbal tersebut.

__ADS_1


"Ooo... Begitu... Terus ini darimana Bos?" ucap Qin Shang Li.


"Dari Pamam Umam Paman shang..... " ucap Udin.


Tak lama kemudian Lingling datang bersama seorang wanita ,wanita itu nampak berumur 25 tahun.


"Kak Udin.... " ucap Lingling.


Udin menoleh.


"Iya... Ada apa lingling?" ucap Udin.


"Buatin nasi goreng lagi dong,Lingling ingin makan nasi goreng lagi" ucap Ling ling.


"Hem... Ayo... Udin tinggal dulu ya... Paman... Bibi.... " ucap Udin.


"Iya Bosss.... " ucap Mereka serempak.


"Maaf Bos.. Mingmei tidak bisa buat nasi goreng" ucap Wanita itu ternyata bernama Mingmei.


"Tenang aja Bi Mingmei... Udin akan beritahu cara buatnya." ucap Udin.


Mereka pun berjalan di ikuti Han Meiling Xing.


Begitu sudah sampai dirumahnya Mingmei tepatnya didapur,Udin mempersiapkan bahan - bahannya.


"Bibi lihat caranya Udin masak,kalau tidak paham,Bibi Mingmei bisa tanya" ucap Udin.


"Baik Bos... " ucap Mingmei.


Udin menghaluskan Bumbu dengan Cobek batu,


Lalu menyalakan kompor,setelah itu menaruh wajan.


Udin menaruh Minyak goreng,setelah itu memasukkan Bumbu.


Tangan Udin dengan Lincah memasukkan bahan - bahan Untuk membuat nasi Goreng.


"garamnya sedikit aja Bi.. Jangan banyak - banyak. Nanti keasinan" ucap Udin sambil menuangkan garam. Setelah itu Udin kembali mengaduk Nasi tersebut supaya merata.


"Hem.... Aromanya enak sekali Bos... " ucap Mingmei mencium aroma masakannya Udin.


"Nanti Bibi bisa mencobanya ,pasti suami Bibi suka dengan masakan bibi" ucap Udin.


"Mingmei belom punya suami Bos.." ucap Mingmei.


"Hehehehe...Maaf Bi.. Udin gak tahu.. " ucap Udin sambil garuk - garuk kepala.


Udin mematikan kompornya.


Awalnya Udin tidak tahu cara pakainya,sebab tidak melihat tabung gas. Lalu Udin melihat petunjuk pemakaian alat tersebut di samping kompor itu. Barulah Udin Paham cara pakainya


Mingmei membantu membawa makanan itu ke meja makan. Udin membawa minuman dibantu Han Meiling Xing


Begitu dah siap Mereka pun makan bersama.


"EH...!!?? Mingmei terkejut saat mengunyah nasi goreng buatan Udin.


"Enak sekali bosss masakan Bos..." ucap Mingmei.


"Makan dulu bibi,selesai makan baru bicara." ucap Udin.


Mereka pun makan.Udin memgambil sedikit saja,sebab Ia habis makan.


Setelah selesai Udin melihat Kotak kayu di tengah meja makan. Kotak itu berada dibawah kotak tissu.


"Kok kotaknya sama kaya di meja makanku ya" ucap Udin dalam hati.


Udin belum pernah menyentuh kotak tersebut.


Karena penasaran,Udin pun mengambilnya.


Cetak... Suara kotak itu terbuka.


Nampak cincin ruang 1 biji didalam kotak tersebut. Udin mengambilnya lalu memeriknya.


"JANGKREEEEEEEEEEEK.......... " teriak Udin sampai melompat dari tempatnya. Cincin Ruang itu terlepas dari pegangan Udin.


"Ada apa Bos....." ucap Mingmei.


"Ada apa Gege... " ucap Han Meiling Xing.


"I...I..Itu cincin Isinya banyak banget." ucap Udin Syok.


Sebab didalamnya banyak sekali bahan makanan,minuman,puluhan alat perang,kendaraan,robot, Dan lain - lain.


Mingmei mengambil cincin itu lalu memeriksanya. Ia juga melompat dari tempat duduknya karena terkejut melihat isi dalam cincin tersebut.


Han Meiling Xing mengambil Cincin itu lalu memeriksanya,Ia ikutan melompat dari tempatnya,karena terkejut melihat isi dalam cincin tersebut.


Anak buah Udin tidak ada yang tahu tentang cincin itu,bahkan para warga. Sebab letak kitak itu tersamarkan dengan kotak tissu.


"Pakde Jo... Tolong pakde kesini" ucap Udin telepati ke Paijo.


"Siap Bos..." ucap Paijo telepati.


Tak lama kemudian Paijo datang.


"Ada apa Bos?" ucap Paijo.


Apakah disetiap meja makan ada kotak kayu itu Pakde?" ucap Udin.


Paijo berjalan memghampiri kotak kayu tersebut lalu memegangnya.


"Ada Bos... Dirumah yang ku tempati ada kotak yang begini,emang kenapa bos?" ucap Paijo.


"Tolong periksa semua rumah yang di Buat Paman Umam,Adakah kotak seperti itu,jika ada tolong bawa kesini pakde" ucap Udin.


"Siap Bos laksanakan" ucap Paijo sambil memberi hormat ala militer.


Paijo lalu melesat pergi,Ia masuk masuk dalam rumah yang ia tempati,begitu sampai dimeja makan,ia melihat kotak yang sama lalu mengambilnya,setelah itu Paijo melesat kerumah satu kerumah lainnya. Tidak ada yang protes,sebab Paijo sebelum masuk bilang ini perintah Bos Udin.


Setelah semuanya diambil,Paijo melesat ke arah tempat dimana Udin berada.


"Bos... Ini Kotak yang Bos minta" ucap Paijo menyerahkan 39 kotak kayu pada Udin.


Udin menerima kotak itu lalu memasukkan dalam cincin ruangnya.


"Coba Pakde Lihat isinya" ucap Udin menyerahkan Cincin ruang yang ia temukan.


Paijo menerima cincin itu lalu memeriksa.


"WAAASSSSSSUUUUUUUUUUU....... " teriak Paijo terkejut saat melihat isi dalam cincin tersebut.


"Pakde tau gak dimana paman Umam dapat ini semua?" ucap Udin.


"Maaf Boss... Aku gak tahu" ucap Paijo.


"Tolong panggil yang lainnya pakde,suruh mereka kesini" ucap Udin.


"Siap Bos...." ucap Paijo.


Paijo lalu menelepati Semua anak buah Udin.


Tak lama kemudian mereka datang.


"Ada apa Bos?" ucap mereka serempak


"Coba kalian lihat apa yang ada dalam cincin yang dipegang pakde itu?" ucap Udin sambil menunjuk Cincin yang dipegang Paijo.


Mereka satu persatu kaget melihat isi dalam cincin tersebut.


"Ada yang tau,Paman Umam ambil dimana?" ucap Udin.


"Maaf bos... Ayo ikut aku" ucap Andin.


Udin pun mengikuti Andin,di ikutin yang lainnya.


Andin menyalakan TV,Andin memilih channel berita.


Nampak ditayangkan berita tentang pencurian yang membuat geger seluruh warga.


Kebetulan Berita itu sedang mewancarai Meng Cheng Louh.


"APAAAAAAAAA!!??? ucap Udin,Paijo,Ponijan, terkejut saat melihat Meng Cheng Louh.


"Ja...Ja...Jadi ini semua berasal dari dunia jiwaku yang dulu" ucap Udin syok lalu Pingsan.


Juminten yang berada disamping Udin dengan sigap menangkap tubuh Udin.Lalu Juminten meletakkan Udin didalam kamar tidur.


"Jadi Umam pergi kedunia tempat dimana Dunia jiwa yang Udin miliki dulu itu." ucap Paijo.


"Bagaimana Umam bisa sampai kesana,aku saja tidak bisa" ucap Ponijan.


"Itu dia yang Aku pikirkan sebelum melihat berita ini,awalnya aku sempat penasaran,darimana Umam dapat semua benda dan makanan ini semua,ketika aku iseng menyalakan TV,kebetulan Channel itu isinya berita. Aku sempat melompat karena kaget dan syok,lalu aku memanggil juminten,untuk datang lalu menyuruh Juminten untuk menanyakan pada Bos,sudah menyalakan TV apa belum,bos bilang sudah,aku pikir Bos sudah tahu kalau semua ini dari dunia jiwa Udin yang dulu,ternyata enggak" ucap Andin.


"Kenapa sayang gak manggil aku" ucap Ponijan.


"Tadi malam Ayank kemana?" ucap Andin.


"Ngumpul bareng Paijo,Kuwi,dan Djarwo" ucap Ponijan.


"Ngapain?" ucap Andin.


" Mabuk - mabukkan... " ucap Ponijan.


"Nah tuh dia,Aku malas manggil ayank jika sudah mabuk - mabukkan." ucap Andin.


"Hehehehehe... Ya maaf beb." ucap Ponijan.

__ADS_1


Mereka yang tidak pernah tahu Dunia Jiwa Udin yang dulu kebingungan apa yang mereka bahas.


__ADS_2