Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 28


__ADS_3

Dunia Nyata.


Udin muncul di tempat semula,lalu berjalan ke arah pinggir sungai sambil menghentakkan tongkatnya.


Cempaka nampak selesai mencuci pakaian. Lalu keluar dari sungai. Setelah itu Cempaka memakai Pakaian gantinya.


Wina menghampiri Udin.


"Ayoo ganteng...Kita pulang..." ucap Wina sambil menggandeng tangan Udin.


Mereka pun berjalan ke arah pedepokan. Mereka berjalan sambil mengobrol ngalor ngidul,kadang ketawa cekikikan. Udin hanya mendengarkan saja.


Tak lama kemudian mereka sampai di pedepokan. Mereka melakukan aktifitas seperti biasa.


Begitu menjelang siang hari,terdengar suara kuda mengarah ke pedepokan mereka. Udin duduk di atas pohon sambil memakan buah anggur.


"Mereka siapa ya..." ucap Udin dalam hati melihat gerombolan prajurit,di depan prajurit ada pria dewasa memakai pakaian biasa berjalan ke arah Ruang balai pertemuan.


Nampak Pria dewasa itu sungkem pada Eyangnya Udin. Udin dapat mendengar percakapan mereka.


"Maaf Paman...Bayu datang kesini tanpa memberi tahu Paman. " ucap Pria dewasa.


"Yo...Gak apa - apa Le... Eneng opo awakmu kesini.." ucap Arya Sentanu.


"Ooo...Bayu....


"Bayu Lesmana kah?" ucap Udin dalam hati.


"Monggo pinarak..." ucap Arya sentanu mempersilahkan Bayu Lesmana untuk duduk.


Bayu Lesmana duduk di dekat Arya Sentanu.


"Begini Paman...Bayu akan menyerang kerajaan Awan.. Sebab mereka telah berani memasuki wilayahku tanpa Izin.." ucap Bayu Lesmana.


"Oalah.... Awakmu ora usah khawatir... Kerajaan Awan wes runtuh..." ucap Arya Sentanu.


"Heeeh...!!!?? Runtuh...Maksud paman apa?" ucap Bayu Lesmana heran


"Permadi Sujiwo sudah aku bunuh kemarin... Kepalanya tak penggal..." ucap Arya Sentanu.


Gubraaak.......Bayu Lesmana terjatuh dari kursinya.


"Serius Paman..." ucap Bayu Lesmana.


"He eh....Temannya cucuku yang kemarin mengirimku ke kerajaanmu itu yang telah meruntuhkan kerajaan Awan dalam sekejap,lalu membawa Permadi Sujiwo kesini dalam keadaan babak belur dan terikat." ucap Arya Sentanu.


"Kalau begitu wilayah kekuasaan kerajaan Awan kosong Paman..." ucap Bayu Lesmana.


"Ho oh..." ucap Arya Sentanu.


Nampak Cempaka membawa nampan berisi gelas dan teko. Lalu menaruh isi teko ke gelas,kemudian memberikan pada Bayu Lesmana,Arya Sentanu dan Puspita Diningrum.


"Silahkan Di minum..." ucap Arya Sentanu.


"Terima Kasih Paman....Gak usah repot - repot.. Bayu kesini hanya sebentar saja.." ucap Bayu Lesmana.


"Hanya teh saja loh Yu...Bayu..." ucap Puspita Diningrum.


"Masa cuman teh saja seh..." ucap Udin. Udin mengeluarkan buah anggur dari dalam cincin Ruangnya. kemudian turun kebawah,setelah itu berjalan ke arah balai pertemuan sambil menghentakkan tongkatnya.


"Oh iya....Bayu Dengar Paman telah mengangkat seorang anak kecil sebagai cucu paman..Apa benar berita itu?" ucap Bayu Lesmana.


"Benar dan bohong..." ucap Arya Sentanu.


"Maksud Paman?" ucap Bayu Lesmana bingung.


"Benar aku punya cucu,Bohong jika aku mengangkat anal kecil sebagai cucuku.." ucap Arya Sentanu.


Nampak Bayu Lesmana memikirkan ucapan Arya Sentanu.


"Permisi Eyang....Udin punya buah buat Eyang..." ucap Udin ketika berada dalam jarak 4 tombak dari mereka.


Bayu lesmana menoleh ke sumber suara tersebut. Ia melihat anak kecil,berpakaian aneh,rambut putih,mata putih memakai tongkat ditangan kanannya dan tangan kiri memegang buah anggur.


"Ini adalah Cucuku Syaifudin...Putra Aji Awalludin." ucap Arya Sentanu.


"EH.....!!Serius Paman...!!" ucap Bayu Lesmana.


"Aku Serius..." ucap Arya Sentanu.


Udin meletakkan buah anggur di meja.


"Aku kok merasakan anak kecil ini memiliki aura yang begitu besar ya.." ucap Bayu Lesmana penasaran.


"Salim dulu Sama Pamanmu Cah Bagus..." ucap Puspita Diningrum.


Udin menyodorkan tangannya,Bayu Lesmana menyambut tangan Udin,Udin mencium tangan Bayu Lesmana.


"Namaku Syaifudin ,panggil saja Udin Paman...." ucap Udin.


"Nama Paman... Bayu Lesmana,panggil saja Paman Bayu.....


"Pakaian yang kamu pakai kok aneh begitu Din...Tapi bagus... Ada lukisannya" ucap Bayu Lesmana.


"Ini namanya baju Kaos Paman Bayu.Kaos ini membuat Udin terasa adem meskipun di luar panas.." ucap Udin.


Bayu lesmana memeriksa kaos yang pakai Udin.


"He eh...Apik bahanne...Tumbas nangdi awakmu Din..." ucap Bayu Lesmana.(Beli di mana Dirimu Din)


"Di belikan sama Paman Umam...Paman..." ucap Udin.

__ADS_1


"Apa ada lagi Din?" ucap Bayu Lesmana.


"Ada Paman,tapi ukurannya kecil.." ucap Udin.


"Kalau seukuran Paman ada gak Din..?" ucap Bayu Lesmana.


"Gak ada Paman...Bentar Udin panggil Paman Umam kesini.." ucap Udin.


"Paman Umam..." ucap Udin telepati.


"Iya Boss...." ucap Umam telepati.


"Paman punya kaos buat orang dewasa gak..?" ucap Udin telepati.


"Ada Bos....Bentar Aku otewe kesana.." ucap Umam telepati.


"Bentar lagi Paman Umam kesini Paman...." ucap Udin.


"Kapan Udin manggil Umam...


"Terus Umam tinggal di mana Din?" ucap Bayu Lesmana penasaran.


Tiba -tiba Umam muncul di samping Udin.


Gubraak..... Bayu Lesmana terjatuh karena terkejut. Ia mengusap - usap dadanya.


"Diampuuutt... Ngaget - ngagetin wong wae..." ucap Bayu Lesmana dalam hati.


Umam mengeluarkan puluhan lusin Kaos dari cincin ruangnya.


Nampak Kaos muncul di lantai.


"EH.....!!??? Bayu Lesmana terkejut.


"Dari mana dia memunculkan kaos - kaos itu" ucap Bayu Lesmana dalam hati.


"Matur suwun Paman..." ucap Udin.


"Sami - sami Bos..." ucap Umam.


"Monggo paman Bayu ambil kaosnya.." ucap Udin.


"Lah...Buat cowok ta Bos..." ucap Umam.


"Iya...Kenapa Paman?" ucap Udin.


"Itu Kaos buat Cewek...


"Bentar aku ambil dulu Bos..." ucap Umam.


Umam lalu menghilang lagi.


"Kang...Apik yoo...." ucap Puspita Diningrum.


"He eh dek...Apik..." ucap Arya Sentanu.


Lalu Puspita Diningrum berjalan menjauhi ruang balai pertemuan.


Nampak bayu Lesmana sedang memilah - milah kaos tersebut.


Tak lama kemudian Umam muncul ,lalu mengeluarkan Kaos dari dalam cincin ruangnya.


Bayu yang sedang sibuk memilih tertimbun kaos yang di keluarkan oleh Umam.


Bruuuk....


"Maaf....Sengajaa...." ucap Umam.


Bayu Lesmana keluar dari tumpukan kaos itu.


"Waassuuuu......" ucap Bayu Lesmana.


"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Arya Sentanu tertawa melihat Bayu Lesmana.


Tak lama kemudian Bayu Lesmana telah selesai memilih kaos yang ia inginkan.


" Paman ambil ini saja Din..." ucap Bayu Lesmana.


"Ambil lagi Paman...Masih banyak kok.." ucap Udin.


"Sudah cukup Din...Ini Buat paman lalu yang ini buat istri paman" ucap Bayu Lesmana.


"Ambil lagi paman...Buat teman paman yang menunggu di luar itu..." ucap Udin.


"Baiklah...." ucap Bayu Lesmana, Lalu ia mengambil beberapa lagi kaos untuk bawahannya.


"Hem....Udin punya permintaan untuk paman Bayu..." ucap Udin.


"Permintaan apa itu Din.?." ucap Bayu Lesmana sambil mengambil kaos untuk bawahannya.


"Udin minta Paman urus wilayah kerajaan Awan itu..Sebab Udin ingin berpetualang." ucap Udin.


"EH....!!!??? Bayu Lesmana Terkejut lalu menoleh ke Udin.


"Kok Paman Din.?..Gimana kalau pamanmu itu yang jadi Raja di sana..?" ucap Bayu Lesmana.


"Di iyakan saja apa kata Bosku ini... Jika tidak...Kerajaanmu juga aku ratakan..." ucap Umam.


"I...I...Iya Din....Paman Mau..." ucap Bayu Lesmana.


"Pinter....Dikasih wilayah kekuasan malah nolak,di ancam baru mau.." ucap Umam.

__ADS_1


"Aisshh... Paman Umam ini...Jadi ketakutan kan Paman Bayu.....


"Maaf ya Paman Bayu....Paman Umam suka becanda..." ucap Udin.


"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha..... Arya Sentanu tertawa.


tak lama kemudian Puspita Diningrum datang,ia memakai Kaos yang di bawa tadi.


"Wahh....Dirimu jadi seperti muda lagi dek..Jika memakai kaos itu." ucap Arya Sentanu.


Muka Puspita Diningrum memerah ketika di puji oleh suaminya.


"Akang bisa saja..." ucap Puspita Diningrum.


Udin mengeluarkan 2 botol parfum dari cincin ruangnya.


"Paman Bayu.." ucap Udin.


"Iya Udin...." ucap Bayu Lesmana.


"Ini Udin punya Parfum...1 untuk paman 1 lagi untuk Bibi.." ucap Udin.


Bayu Lesmana mendekat ke Udin,lalu mengambil botol parfum tersebut.


"Terima kasih Udin....Kamu memang keponakanku yang terbaik...


"Maen - maenlah ketempat Paman.. ucap Bayu Lesmana.


"Iya Paman..." ucap Udin.


Bayu Lesmana memeluk Udin lalu melepaskan pelukannya.


"Ya sudah kalau begitu. Ini Paman Mau pulang dulu,sebab Paman mau mengurus bekas wilayah kekuasaan Kerajaan Awan.." ucap Bayu Lesmana.


Bayu Lesmana mengeluarkan kantong kain berisi Uang.


"Paman gak perlu memberi Udin uang...Sebab Udin masih punya..." ucap Udin.


"Kok dia tahu kalau aku mengeluarkan kantong uang" ucap Bayu Lesmana dalam hati.


"Ponakanmu itu pendengarannya tajam Yu...Kamu aja kalah tajam pendengarannya.." ucap Arya Sentanu.


"Ooo....Pantesan... Tadi aku sempat heran... Bagaimana Udin tahu kalau aku mau memberinya uang." ucap Bayu Lesmana.


Bayu Lesmana Kemudian berpamitan. Setelah itu ia pergi meninggalkan Pedepokan Bintang Laut.


"Ini Kaos masih banyak mau di buat apa Le..Cah Baguss.." ucap Puspita Diningrum.


"Bagikan saja ke yang lain Eyang putri..." ucap Udin.


Tak lama kemudian,Wina muncul.


"Salam hormat Ketua...." ucap Wina.


"Iya Wina... Ada apa?" ucap Arya Sentanu.


"Nah kebetulan Bibi Wina datang...." ucap Udin.


"Makan Siang sudah siap...." ucap Wina.


"Bi....Tolong panggilkan semua untuk berkumpul di halaman.." ucap Udin.


"Siap Ganteng ....." ucap Wina.


Wina kemudian berjalan ke luar.


Udin menyimpan Kaos yang berada di lantai di dalam cincin ruangnya. Setelah itu berjalan ke halaman pedepokan sambil menghentakkan tongkatnya.Umam mengikuti Udin dari belakang.


Tak lama kemudian Udin sudah sampai di halaman pedepokan.


Nampak para penghuni pedepokan Bintang laut berkumpul satu persatu.


"Bibi cempaka...Bibi Wina..." ucap Udin.


"Iya Din..." ucap Mereka serempak.


Udin mengeluarkan baju kaos Dan juga parfum.


"Tolong bagikan botol parfum itu satu orang satu,sedangkan baju kaosnya bagi rata." ucap Udin.


"Baikk...." ucap Wina dan Cempaka.


Wina dan Cempaka mengambil botol parfum duluan,lalu membagikannya. Setelah itu membagikan baju kaos,masing - masing mendapatkan 10 baju kaos.


"Itu baju kaos dan parfum pemberian Paman Umam,Serta shampo dan sabun yang kalian pakai juga pemberian Paman Umam " ucap Udin.


"Terima kasih Tuan Umam..." ucap Mereka serempak.


"Jangan terima kasih saja...Kasih Cium kek atau pelukan gitu..." ucap Umam.


Wina maju ke arah Umam lalu mencium pipi Umam.


Emmmuaach....


Yang lainnya juga mengikuti Wina.


Tak lama kemudian mereka telah selesai mencium Umam lalu membubarkan diri.


"Untung Bibi Sri gak ada di sini ya Paman..." ucap Udin telepati.


"Iya Bos...." ucap Umam telepati.

__ADS_1


__ADS_2