
Rissa bersyukur Udin telah berubah,tidak seperti yang dulu. Sebab Udin yang dulu tidak mau memberikan kekuatan elemennya pada orang lain,kecuali dengan Rissa saja. Itupun tidak semua. Terutama elemen Kegelapan. Sebab Saat itu Udin pernah mengamuk ketika kekuatan elemen kegelapannya mencapai 100%,beberapa temannya tewas. Elemen kegelapan itu Hasil ia Uji coba menyerap kekuatan kegelapan pada musuh yang di tangkap untuk di introgasi. Untung saja Pemimpin Bangsa Cahaya datang bersama prajuritnya,sehingga Udin dapat dikendalikan tanpa membunuh Udin. Selama setahun Udin tak sadarkan diri setelah dirinya di ikat puluhan tali cahaya,dan di segel kekuatan elemen kegelapan oleh pemimpin bangsa Cahaya. Begitu Udin siuman,elemen kegelapan Udin terbuka dengan sendirinya dan Udin bisa mengendalikan kekuatan elemen kegelapannya setelah bertarung dengan kekuatan elemen kegelapan di alam bawah sadarnya.
Kembali ke cerita Udin.
Setelah Lingling selesai naik tahap, Udin membuat Rumah untuk bersantai keluarganya dan anak buahnya.Mereka akan menerima petir kesengsaraan ketika semua warganya selesai berkultivasi. Udin juga memberikan kekuatan Angin dan cahaya agar kepada keluarga dan anak buahnya yang belum memiliki elemen tersebut.
Lingling melihat ada beberapa Ulat daun tak jauh dari tempatnya.
"Hem... Saatnya pembalasan" ucap Lingling dalam hati.Lalu melesat mengambil Ulat tersebut. Setelah mengambil,Lingling melihat Han Meiling Xing duduk dibawah pohon bersama anak buah Udin. Sedangkan Liu Xing,Liu Chang,Li Hua dan Li Wei memisahkan diri bersama Udin yang sedang membuat Rumah.
"Pakde Jo..." ucap Lingling mengalihkan perhatian Han Meiling Xing agar dia tak curiga dan waspada terhadap dirinya.
"Iya Ling'er... Ada apa?"ucap Paijo.
Lingling duduk didekat Ponijan,sedangkan Han Meiling Xing ada didepannya berjarak 2 meter saja. Posisi mereka hampir membentuk U,Paijo ditengah - tengah duduk disamping Dewi Bulan.
"Pakde kok bisa jadian sama bibi Bulan. Gimana ceritanya.." ucap Lingling. Agar perhatiannya Han Meiling Xing berfokus pada Paijo saat bercerita.
"Ooohh... Tentang pertemuanku dengan Kekasihku.." ucap Paijo.
"Iya Pakde..Ceritakan dong...." ucap Lingling.
"Baiklah aku akan sedikit bercerita " ucap Paijo.
Paijo lantas bercerita tentang dirinya sebelum jadian dengan Dewi Bulan. Awalnya Han Meiling Xing masih bersikap waspada terhadap Lingling,karena merasa Lingling akan balas dendam,tetapi karena mendengar cerita Paijo yang menarik perhatiannya,dirinya menjadi lengah. Lingling menggunakan kesempatan itu untuk melempar Ulat pada Han Meiling Xing. Gak tanggung - tanggung,Ada 20 ekor ular yang dilempar oleh Lingling.
Han Meiling Xing yang fokusnya mendengarkan cerita Paijo tak merasakan dirinya dilempar Ulat oleh Lingling, Tiba - tiba ia merasa ada yang merayap ditubuhnya,Ia memegang Ulat itu tanpa sadar lalu melihat apa yang ia pegang,Begitu Ia melihat benda yang ia pegang.
"KYAAAAAAAAA............ " Han Meiling Xing berteriak. sambil melempar Ulat yang ada ditangannya lalu mengibas - ngibaskan tangannya.
Paijo berhenti berbicara ketika Han Meiling Xing berteriak,lalu melihat ke arah Han Meiling Xing di ikuti yang lainnya.
Han Meiling Xing melihat dibadannya banyak Ulat menempel. Seketika dirinya berkeringat dingin,karena dirinya sangat takut terhadap Ulat.
"ULAAAAAAAAATT...... TOLOOOOOOONG.....ðŸ˜ðŸ˜.." Teriak Han Meiling Xing sambil menangis.
"Jangan di tolongin Paman... Bibi... Biarin aja dia nangis begitu..." ucap Lingling sambil tersenyum penuh kemenangan .
Anak buah Udin hanya menganggukan kepala saja.
"Yesss.... Berhasil" ucap Lingling dalam hati melihat Han Meiling Xing berguling - guling ditanah agar Ulat yang menempel itu lepas. Anak buah Udin tak berani melepaskan Ulat yang menempel ditubuh Han Meiling Xing.Sebab anak buah Udin tidak berani ikut campur terutama Li Shan sebagai kakak tiri. Bila ikut campur maka Lingling akan mengusili mereka dengan cara mencari tahu kelemahannya. Awalnya Han Meiling Xing melihat Lingling takut terhadap cacing,lalu dirinya iseng mengerjai Lingling, Esoknya Lingling mencari tahu kelemahannya Han Meiling Xing. Begitu tahu maka ia membalas dendam.
Para Istri Udin lainnya melesat ke arah Han Meiling Xing lalu membantu menghilangkan Ulat yang menempel ditubuh Han Meiling Xing. Kecuali Rissa yang sudah tau rencana balas dendamnya,ia hanya membiarkannya saja.
"ye...ye...ye... Aku menang....." ucap Lingling lalu melesat pergi ke arah monster.
Nampak Han Meiling Xing masih ketakutan.
"Sudah...tenang Adik Meiling,Ulatnya sudah tidak ada" ucap Liu Xing.
"Terima kasih Kak Xing.." ucap Han Meiling Xing.
"Sialan.... Aku lengah tadi,rupanya dia sengaja mengalihkan perhatianku padanya. Awas saja, akan aku balas lagi nanti." ucap Han Meiling Xing dalam hati.
"Kalau Aku bantu Meiling,Pasti dia akan mencari tahu kelemahanku juga. Aku kan paling takut sama Kodok jika menempel dibadanku. Dan untungnya Lingling itu bukan Cowok, jika cowok pasti mereka jadi sepasang kekasih.,lah ini sesama cewek, berantem mulu kerjaaannya,tapi gak mungkin kadi sepasang kekasih jika lingling Cowok. Kan Han Meiling Xing istrinya Bos..," ucap Umam dalam hati sambil geleng - geleng kepala melihat tingkah mereka berdua.
__ADS_1
Udin tak bisa memarahi Lingling ataupun Han Meiling Xing. Ia membiarkan mereka,yang penting tidak saling adu fisik.Yang berani memarahi dan menghukum Lingling dan Han Meiling Xing adalah ibu tiri Li Shan.
Paijo tak meneruskan lagi ceritanya,sebab ia baru tahu mengapa Lingling meminta untuk dirinya bercerita,rupanya untuk mengalihkan perhatian Meiling.
"Hem... Aku tinggal dulu ya.. Aku mau lihat para warga dulu" ucap Udin ketika sudah selesai membangun rumah.
"Iya Kang Mas..." ucap Para istri Udin.
"Aku ikut Bos..." ucap Li Shan..
"Aku juga Bos... " ucap Djarwo.
"Sama aku juga ikut Bos... " ucap Abimanyu.
Semua anak buah Udin mau ikut.
"Ya sudah... Ayoo.." ucap Udin. Udin meneleportasikan anak buahnya lalu dirinya.
.---***----
.
Sisi Utara dunia jiwa.
.
Milayaran orang sedang berkultivasi,sedangkan yang sudah selesai nampak memisahkan diri, Mereka adalah penduduk pertama saat Udin belum mati.
Udin dan anak buahnya muncul dibatas langit tepat di tengah - tengah mereka semua.
"Untung ada Dunia jiwaku,jika gak ada bakal kelamaan ini plus ada dunia Cincin yang bisa mengatur waktu sesukal hati.jika gak ada dunia jiwa maka aku tak bisa menampung mereka semua di dunia Cincin." ucap Udin dalam hati.
Orang tua kandung Udin ,Jia Li dan Lin Xin tidak ada bersama warga,sebab mereka sedang melepas rasa kangen mereka.
Satu persatu mereka ada yang selesai berkultivasi.
Udin dan Anak buahnya melesat ke arah orang - orang yang sudah selesai berkultivasi.
Mereka yang melihat Udin,Paijo dan yang lainnya memberi Hormat.
"Aku akan memasangkan Armor otomatis pada kalian. Jadi kalian tidak perlu repot - repot memakainya." ucap Udin.
"Siap Panglima Besar" ucap Mereka serempak.
Udin memberikan mereka Armor.
"Cara menggunakannya alirkan Qi lalu ucapkan Aktifkan armor,Kalau mau aktifkan senjata ucapkan aktifkan senjata laser atau rudal mini nuklir,Lalu kalau mau menembak ucapkan Tembak,bisa juga memakai pikiran." ucap Udin ketika selesai memasangkan Armor salah satu prajurit .
"Ingat... Jangan di salahkan gunakan" ucap Udin.
"Siap Panglima Besar,saya berjanji tidak akan menyalahgunakan." ucap Prajurit TNU.
Ketika mereka menerima Alat itu,mereka lantas mencobanya. Mereka berubah seperti Iron Man.
"Wow.... Aku bisa berubah menjadi Iron Man mang Odeh..." ucap prajurit A ketika mencobanya.
__ADS_1
"Bos Udin sepertinya cocok jadi Tony Strak aja" Celutuk Prajurit B yang dulu murid Sekte Elang Emas.
"Jangan.... Jelek itu... Jadi Thanos saja. Tinggal Klik maka semua musnah ." ucap Prajurit C.
"Thanos mukanya jelek gitu,ya gak cocok lah,Cocoknya itu ," ucap Prajurit A.
"Asem... Maen ganti nama orang aja..." ucap Udin dalam hati ketika mendengar obrolan mereka sambil memasangkan alat.
Tiba - tiba cincin ruang Udin bergetar,kemudian Udin memeriksanya. Ternyata Hp nya bergetar. Udin mengeluarkan Hp tersebut lalu mengalirkan Qi.
Begitu sudah menyala,Udin melihat panggilan tak terjawab dari Bella.Udin menelpon balik.
Terdengar nada sambung. Udin membagi dua dirinya,Kembarannya melanjutkan kembali apa yang ia kerjakan tadi, Lalu Udin melesat ke langit.Kemudian memasang array pelindung agar tidak suara angin.
"Hallo Cinta ku... " ucap Udin.
"Hallo juga Ayah,Ayah sedang apa?." Suara Bella.
"Ayah lagi ngobrol dengan Putri ayah yang cantik ini" ucap Udin.
"Bisa aja ayah ini. Bella kangen...." suara Bella.
"Sama... Ayah juga kangen. Gimana kabar kalian disana?" ucap Udin.
"Kami disini baik ayah.Ayah... Bella punya teman terus teman Bella itu baru saja Ibu meninggal, Bella ingin teman Bella tinggal dirumah.. "suara Bella.
"Hem.... Dia cowok apa cewek?" ucap Udin.
"Cewek ayah... Cuman kalau mau tinggal dirumah Bella ,dianya tidak bisa keluar masuk secara bebas,harus ada Bella atau kak Rudi jika mau keluar masuk." Suara Bella.
" Niat Bella bagus,hanya saja itu gak baik. Karena dirumah kan hanya kalian berdua,jika Bella keluar sendiri tinggal Kak Rudi bersama teman Bella dong dirumah. Mendingan belikan dia rumah lalu suruh nempatin. Beres.." ucap Udin.
"Bener juga seh Yah... Hem... Tapi Uangnya gimana.?" suara Bella.
"Hem....Tabungan kalian sisa berapa?" ucap Udin.
"Gak banyak Yah... Sisa 400juta saja." suara Bella.
"Kasihan... Nanti ayah kesana untuk memberikan kalian uang setelah." ucap Udin dalam hati.
"Oh iya.. Dim Bella sekarang kelas berapa?" ucap Udin.
"Baru kelas 10 Ayah... Kak Rudi masuk kuliah.Ibu dimana Yah." suara Bella.
"Ada... Bentar ya cantik." ucap Udin.
"Iya Ayah..." suara Bella.
Udin menghilangkan array nya kemudian berteleportasi ke arah Rissa.
Udin muncul didekat Rissa lalu berjalan ke arah Rissa.
"Dek... Ini Bella mau bicara.."ucap Udin telepati.sambil memberikan Hapenya.
Rissa menerima Hape Udin. Kemudian Udin kembali ke Warga penduduk.
__ADS_1
.
.