Petualangan Udin

Petualangan Udin
VIKTOR


__ADS_3

Saat Ini Udin berada di keluarga bangsawan LIN. Keluarga itu bekerja di bidang obat - obatan. saat ini Udin berusia 7 tahun 10 bulan.


"Udin'er...Apakah kau baik - baik saja nak." ucap Ibu.


Udin barusan sadar karena tadi pingsan disaat menuju keruang makan.


"Iya Ibu,Udin baik - baik saja" ucap Udin


"Aneh...Kenapa dia gak pake bahasa jawa ya" ucap Udin dalam hati.


"Ayo nak makan dulu,sini ibu suapin" ucap Ibu.


Udin sebenarnya mau makan sendiri,tapi berhubung disuapin oleh Ibunya ya mau gak mau menurutinya.


30 menit kemudian Udin selsai makan.


"Bu...Ayah mana?" ucap Udin karena tak melihat suami dari wanita itu. Udin belom bisa menerima kenyataan Ini.


"Ayahmu lagi kekota untuk menjual obat nak" ucap Ibu.


Udin mencoba untuk menerima itu semua.


"Aku tes ah...Kira - kira mereka paham gak ya" ucap Udin dalam hati.


"Bu....Ada lumpang atau lesung gak disini?" ucap Udin.


"Lumpang??? Lesung??? Apa itu nak" ucap Ibu gak paham.


"Ooo...Gak ada ya...ya sudah gakpapa bu,Udin cuman tanya aja" ucap Udin


Udin memperhatikan gunung kembar Ibunya.


"Gede banget.....


Ukurannya berapa ya itu" ucap Udin dalam hati tidak berkedip ketika gunung Ibunya itu kelihatan separo.


Sang Ibu memperhatikan tatapan anaknya itu heran.


"Udin'er ingin menyusu lagi" ucap Ibu.


"Asem.....ke Gep aku rek.." ucap Udin dalam hati.


"E...E..Enggak Bu,Udin loh dah besar" ucap Udin gelagapan.


Lalu Ibunya mengeluarkan gunungnya hanya sebelah saja.


"Ini kalau mau nyusuu lagi gakpapa nak" ucap Ibu.


"Jangkreeeeek....


Udin..Ingat Udin dia Ibumu" ucap Udin dalam hati.


"Enggak Bu,Udin hanya heran saja...Mengapa Ibu awet muda dan itunya Ibu gede banget" ucap Udin alasan.


"Karena Ibu sering merawat tubuh Ibu dengan tanaman herbal." ucap Ibu lalu memasukkan kembali Gunungnya kedalam sarangnya.


"Ibu tinggal dulu ya..Jangan keluar kamar dulu selama 3 hari ya nak..." ucap Ibu.


"Iya Ibuku sayang..." ucap Udin.


Lalu Ibu Udin keluar dari kamarnya.


"kenapa aku ingat hanya namaku ya lalu fisikku lalu aku bisa bahasa jawa,setelah itu gak ingat yang lainya. .Asem.." ucap Udin.


Udin melihat ada buku di mejanya. Kemudian berjalan ke arah meja,sesampainya disana ia melihat sampul buku itu tulisannya cara berkultivasi.


"Kayak gak asing aku dengan buku ini,baca sajalah." ucap Udin membaca buku itu sambil makan buah - buahan yang ada dimeja.


3 jam Udin membaca akhirnya ia paham. Udin meletakkan buku dimeja.


Udin belum ada dantian Qi,karena sering kabur untuk memancing.


Kemudian Udin duduk lotus dilantai.


Ia mencoba memfokuskan fikirannya.


Nampak bola - bola bewarna merah didepan Udin.Kemudian Udin mencoba menyerap energi tersebut..


Baamm....


Ledakan energi..


Kini Udin mempunyai dantian untuk berkultivasi.


"He...He...He....sekarang aku menjadi kultivator,lumayanlah." ucap Udin. Lalu bangkit berdiri.


Ketika pandanngan mata Udin ke Meja didekatnya.


"EH!!! ...Botol apa ini? Perasaan tadi aku ta.....


"Loh...Endi bukune seng tak taruh diatas meja,kok hilang..." ucap Udin terkejut,tiba - tiba buku yang habis dibacanya hilang digantikan botol yang isinya pil.


Udin saat ini memakai cincin galaksi,cincin itu tak terlihat oleh orang lain.Namun Udin tak mengingatnya.


"Aiisshh....Sudah lah,daripada aku pikirin lama - lama bisa streess aku..."Gumam Udin


Udin mengambil botol itu dan membukanya..


wussh...Aroma pil energi lev 7 keluar.


Udin belom paham akan jenis - jenis Pil,sebab ingatan sebelumnya dihapus.


"Hem....Pil Apa ya ini?....." gumam Udin.


Udin khawatir itu pil beracun yang sengaja diletakkan oleh pelayannya.


"Panggil Ibu saja lah....daripada aku kenapa - kenapa." ucap Udin dalam hati.


Lalu Udin berjalan ke arah Pintu kamarnya.


Kreeeiit...Pintu terbuka.


Ada dua orang yang berjaga dipintu kamarnya..


Salah satu penjaga itu menoleh..


"Tuan muda Udin mau kemana? kalau keluar hamba minta maaf ,hamba akan mencegah tuan muda untuk keluar kamar ini. Karena hamba diperintahkan oleh Nyonya untuk melarang tuan muda keluar kamar." ucap penjaga itu.


"Mending aku tanyakan aja kepenjaga" ucap Udin dalam hati.


"Hem...Paman tau gak ini Pil Apa?" ucap Udin sambil menyerahkan botol kecil yang ditemukan diatas meja.


Penjaga itu menerima lalu mengecek Pil itu...


"I...I...Ini Pil energi lev 7 dan pil pondasi lev 7. tuan muda. Dari mana Tuan muda mendapatkan Pil ini?" ucap Penjaga A itu heran.


"Sini botolnya...(Penjaga itu menyerahkan kembali botol sedang itu) Aku dapat dibawah kolong tempat tidurku" ucap Udin asal.Ia malas menjelaskan kejadian sebenarnya.


Udin menutup Pintu bruk....


Penjaga itu mau bertanya lagi tapi keburu pintunya ditutup oleh Tuan mudanya.


Udin Lalu berjalan menuju meja..setelah itu duduk bersila dan menelan pil itu dilantai.


Bamm....


Bamm....


Bamm...


Bamm...


Bamm...


"EH!!!...


Udin merasakan dantiannya bertambah besar.


Ia meminum pil itu sampai habis ...


Bammm....


Bammm...


Bammm...


Bamm...


30 menit kemudian.


"He..He..He...mayan aku sudah di Ranah pendekar emas tingkat 5...." ucap Udin dalam hati.


Udin lalu berdiri..Ia melihat meja lagi.. terdapat sebuah buku diatas meja tulisan dan warnanya berbeda dari sebelumnya.


"Buku apa ini?..


Udin mengambil lalu membaca buku itu sampai tengah malam.. Ia sampai lupa makan karena asik membaca buku.Bahkan suara ketukan pintu tak ia dengar karena fokus membaca buku.


"Teknik merubah wujud,teknik penghilang jejak....


"Disini ada cermin gak ya.....


Udin berkeliling didalam kamarnya...


"Nah.....Ketemu....Saatnya Uji coba.."ucap Udin


Udin membayangkan wajah Ibunya,lalu bentuk tubuhnya dengan mata terpejam dan duduk bersila.


10 Menit kemudian.

__ADS_1


Udin membuka matanya lalu melihat tubuhnya..


"EH !!!.... Udin terkejut.


Ia melihat gunung kembar didadanya sendiri..


lalu melihat wajah dicermin.


"Ha....Ha....Ha....Ha....berhasil...Yess.." ucap Udin.


"suaraku berubah juga sama seperti ibu." ucapnya dalam hati.


Pakaiannya juga berubah seperti ibunya.


Lalu Ia membuka celananya.


"Juuaaangkreeeekkkk......


Udin syok melihat jenis kellaminnya juga berubah.


Penjaga yang mendengar Suara Nyonya Lin Mei didalam kamar tuan muda jadi heran. Kapan Nyonya Lin Mei masuk kamar ini. Ia tak berani masuk atau pun mengintip meskipun penasaran.


Tiba - Tiba muncul Viktor ( Vikiran kotor ) di otak Udin.


Udin berjalan kearah pintu lalu mengunci pintu tersebut.


Lalu ia berjalan ke arah tempat tidur.


Setelah ia sampai ditempat tidur,Lalu Udin melepas semua pakaian yang ia pakai.lalu melemparkan secara asal.


"Woww..Gede juga Gunung Ibu" ucap Udin dalam hati.Ia tak ingin suaranya terdengar oleh penjaga.


Udin pun melakukan fantasinya ditempat tidur selama 4 jam didalam selimut .Ia menggigit selimut agar suara erangannya tak terdengar dari luar.


Berulang kali Udin squirit...


Setelah itu Udin menormalkan kembali tubuhnya seperti semula dan tidur didalam selimut dalam keadaan tidak memakai pakaian.


Meskipun Tubuh Udin kecil tapi pikirannya seperti orang dewasa.


.


****


Pagi harinya ...


Seorang pelayan datang kekamar Udin membawa makanan..


Tok...Tok...Tok....Suara pintu Udin diketuk.


"Tuan muda...Sarapannya Tuan" ucap penjaga.


Tak ada sahutan dari dalam tidur.


kembali penjaga itu mengetuk pintu.


Namun tak ada jawaban.


"Kembali nanti siang saja" ucap penjaga itu kepada pelayan yang membawa makanan.


Udin tidur pulas,karena semalaman ia melakukan yang ia pikirkan.


Tak terasa hampir tengah hari,Udin terbangun.


"Jangkreeek...Gara - gara aku bisa merubah wujudku menjadi ibuku malah berbuat yang negatif,


"Tapi....seru juga seh..He..He...He...He..." ucap Udin dalam hati kemudian bangun dan pergi menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya.


15 menit kemudian Udin sudah selesai mandi dan duduk dikursi.


Tiba - tiba kepalanya Udin jadi sakit...


"Aaaaaakkhhh.....


"Sakiiitt......


"Aaaaaaaa......


"Ibuuuuuuuuuu...... " Teriak Udin memanggil Ibunya.


Penjaga yang mendengar teriakan Udin hendak masuk kedalam.


"Eh....Dikunci dari dalam" ucap Penjaga A


"Kita dobrak saja" ucap Penjaga B.


Mereka pun mendobrak pintu itu..


Braaaakkkk..... suara pintu terbuka,dengan kondisi rusak.


"HAH..!!!! Mereka terkejut melihat Tuan mudanya terkapar dilantai.


"Baik..." ucap penjaga B lalu pergi keluar.


Penjaga A lalu mengangkat badan Udin lalu meletakkan ditempat tidur.


"EH !!! Aroma ini" gumam penjaga A yang hapal aroma tersebut.


Tak lama kemudian Ibunya Udin datang bersama prajurit B.


Setelah itu para penjaga keluar kamar.


"Udin...Anakku..😭


"Apa yang terjadi padamu nak.." ucap Ibu


Penjaga A lalu menjelaskan apa yang sedang terjadi tadi.


"Maafkan Ibumu nak,Ibu waktu itu benar - benar emosi. Sekarang terserah kamu saja,mau mancing terus juga gakpapa..Ibu gak kan marah lagi" ucap Ibunya sambil memeluk Udin yang berbaring ditempat tidur.


15 menit menit kemudian.


"EH!!... Kok mulutku terasa asin begini" ucap Udin dalam hati. Lalu membuka matanya.


Ia melihat sang Ibu memeluk dirinya.


Udin mendapat ingatan pada tubuh yang ia tempati.


"Ternyata wanita ini benar - benar ibu kandungku,dan namaku Lin Tian." ucap Udin dalam hati.


Udin memegang punggung ibunya yang masih menangis itu.


"Ibu...Tian gakpapa kok. " ucap Udin.


Sang ibu lalu mencium pipi kanan dan kiri Udin.


"Kamu sudah sembuh nak?" ucap Ibu belum yakin. Melepaskan pelukannya,dan duduk ditepi ranjang.


"Sudah Ibu,tapi Tian ingin nama yang baru.Yaitu Udin" ucap Udin.


"Ya gakpapa nak. Hem...Nama Ibu siapa? "ucap Ibu untuk menyakinkan bahwa anaknya sudah sembuh.


"Lin Mei Yun...Kenapa bu? Kok nanya - nanya nama ibu segala" ucap Udin heran.


Ibu memeluk Udin lagi 😭..


"Syukurlah nak..Kamu sudah benar - benar sembuh,do 'a Ibu terkabulkan " ucap Ibu.


"EH.!!! Ia baru tersadar dengan aroma di tempat tidur anaknya.


"Siapa yang berbuat M3sum pada anakku?" ucap Ibu dalam hati.


Sang Ibu melepaskan pelukannya kemudian berdiri. Ia melihat sekeliling kamar,


"EH !!! Ibu terkejut melihat pakaian wanita tergeletak tak jauh dari tempat tidur Udin.


Kemudian ia berjalan menuju ke arah pakaian itu berada,lalu mengambilnya.


"HAH !!!Ini kan bajuku. Kenapa ada disini?" ucap Ibu dalam hati.lalu mencium pakaian itu untuk menyakinkan.


"HAH!!! Kok sama baunya...Apa jangan - jangan ini perbuatannya Udin ya," ucap Ibu dalam hati. Ia berpikir Anaknya mengambil pakaian miliknya yang kotor lalu membawanya masuk kedalam kamar.


Udin masih terbaring di tempat tidur.Ia tak melihat ibunya,karena masih terkejut mendapat ingatan yang baru.


Lalu Ibu menoleh ke arah Udin.


"Ini beneran bajuku,lalu itu aromanya siapa?" ucap Ibu dalam hati penasaran.


Tak lama Udin bangun. dan melihat ibunya memegang pakaian yang ia pakai tadi malam.


"Jangkreeeek....Aku lupa buang itu bajunya. Aku harus cari alasan apa dong?" ucap Udin dalam hati gelisah.


Ibu menatap Udin..


"Ah...Gak mungkin anakku berbuat messum pada wanita lain," ucap Ibu dalam hati sambil geleng - geleng lalu berjalan keluar kamar.


"Selameet.....Untung aku gak ketahuan. Jika Ibu introgasi aku,bisa mati berdiri" ucap Udin dalam hati melihat ibunya keluar dari kamarnya.


"Nanti carikan tukang untuk perbaiki pintu ini,dan Biarkan putraku keluar kamar" ucap Ibu lalu pergi.


"Siap nyonya" ucap mereka serempak.


"Kamu aja yang cari tukang,aku jaga disini aja" ucap penjaga B.


Penjaga A mau protes,tapi gak jadi.karena dia ingat tadi juga menyuruh dia memberi tahu pada nyonya Mei.


"Baiklah...Aku pergi dulu" ucap penjaga A lalu pergi meninggalkan kamar tuan mudanya.


Kembali ke Udin saat ini.

__ADS_1


Udin duduk dikursi. Sambil memikirkan apa yang akan dilakukannya.


"Mancing sajalah,daripada Bete' didalam kamar terus." ucap Udin.


Ibunya Udin sudah memberitahukan pada semua orang disekeliling rumahnya,bahwa nama Putranya sudah berganti dengan nama yang baru yaitu Lin Syaifudin,di panggil Udin.


Udin berjalan keluar kamarnya.


"Tuan muda mau kemana?" ucap Penjaga B melihat Udin mau keluar.


"Mau mancing..Ayok paman shan temenin aku" ucap Udin. Udin tau nama penjaga itu dari ingatan pada tubuh yang ia tempati.


"Siap tuan muda" ucap Shan.


Mereka pun berjalan ke arah sungai yang tak jauh dari rumahnya.


Nampak dari kejauhan ada yang melihat Udin berjalan dengan penjaganya terkejut.


"APA!!!! Bocah itu sudah di ranah pendekar emas?? ucap orang itu dalam hati. Sebab terakhir ia melihat Lin Tian sebelom berganti nama Udin . Lin Tian tidak berkultivasi,selalu saja kabur disaat gurunya datang.


Udin dan Shen suda sampai di pinggiran sungai. Kemudian mereka memasang umpan dikail pancing lalu melempar ke arah sungai.


"Untung paman masih simpan alat pancingku,jika enggak aku harus beli lagi dan minta uang ke ibu" ucap Udin.


"Iya tuan" ucap Shen.


Tak lama kemudian umpan Udin disambar ikan.


"STRAAAIIKKK...." teriak Udin kesenangan.


Shen terkejut saat tuan mudanya bilang Straiik disaat dapat ikan. biasanya bilang Aku dapat,berhasil, begitu.


Pancingan Udin tidak pakai Reel. hanya gagang pancing dan nilon yang di ikat ujungnya.


Dulu Udin sempat Punya reel hasil ia menabung,tapi sayang dihancurkan sama ibunya.


"Aku dapat paman...Ayoo paman..Masa kalah sama anak kecil" ucap Udin.


"Nanti paman balas,tunggu saja.." ucap Shen tak mau kalah.


Meskipun Shen dan Udin orang lain,tapi Udin menganggap Shen itu pamannya,Tiap hari memancing selalu Shen ikut menemani.


10 menit kemudian..


"STRAAIIIKK... 2 0 Paman" ucap Udin.


Shen diam saja,ia fokus pada jorannya.


20 menit kemudian.


"Straaiikkk... 3 0 Paman Shen" ucap Udin.


5 menit kemudian.


"Dapaat lagi....Ayoo paman...Aiiihhh...Masa paman kalah sama bocil" ucap Udin.


"Hah!!!?? Bocil??.." ucap Shen gak paham. Dihatinya Dongkol...Baru kali ini dia kalah. Biasanya dia terus yang dapat ikan lalu tuan mudanya merengek menangis bila zonk.


"Bocil itu bocah cilik paman" ucap Udin.


Awal Udin suka memancing karena melihat paman Shen memancing Ikan dan dapat ikan gede - gede.Karena penasaran lalu ikut mencobanya. Shen melihat tuan mudanya ingin memancing mengiyakan saja,takut kena marah sama tuan besar.


"Ooo...Bocah cilik ta" ucap Shen.


"Injih paman" ucap Udin.


Deg....


Ia menoleh ke arah tuan mudanya.


"SALAM HORMAT YANG MULIA RAJA UDIN. SAYA SHEN DARI PASUKAN KHUSUS TIM PHOENIX" ucap Shen sambil hormat.


Udin????


"Tim phoenix..Apa itu paman?" ucap Udin gak paham.


"EH!! Apa dia gak ingat ya" ucap Shen dalam hati.


"Itu..Tim khusus dari prajurit TNU,apa tuan gak ingat?" ucap Shen.


"Ora eling aku" ucap Udin reflek pakai bahasa jawa.


"EH.!!! Dia beneran Guru besar Udin,pantesan aja aku disuruh jagain ini bocah sama wanita misterius" ucap Shen dalam hati.


"Yo wes nak guru besar ora eling" ucap Shen.


"Jenengan iso ngomong jowo to?" ucap Udin


"Ya bisa dong Tuan" ucap Shen .


"Engko sek..Tadi paman bilang guru besar,Raja Udin. Itu siapa?" ucap Udin bingung.


"Gakpapa tuan,aku asal ngomong tadi" ucap Shen.


"Oalah..Ngono ta...Yo wess.." ucap Udin lalu kembali melihat arah pancingnya.


begitu terasa umpannya dimakan ikan langsung Udin sisit,jika enggak maka gak bakalan dapat ikan.


Tak terasa Hari mau sore hari. Mereka pun pulang,dan berjalan ke arahnya.


Diperjalan ia bertemu seorang wanita berjalan ke arahnya



.


.


.


"Tuan Muda,Ibu tuan mencari anda" ucap wanita itu.


Udin dan shen berhenti.


" Iya guru Xin. Ini kita juga mau kok.." ucap Udin.


Lalu mereka berjalan lagi,baru berapa meter Udin kesandung batu.


Bugghh...


"Adduuhhh.....


"Sakiiiiiittt...


"Ibuuuuu...Hu...Hu....Hu...Hu...


Lututnya udin berdarah.


Shen dan Xin melihat itu langsung panik. Karena ia tidak mau mendapat omelan dari majikannya.


"Ibuuu......Huu...huu... lengan udin sambil menggosok - gosokan mukanya.


"Tuan Muda ....Tenang sini Guru Xin obatin.." ucap guru Xin.


Guru Xin pun dengan perlahan mengobati lutut Udin.


Meskipun Udin memiliki pikiran dewasa,tapi nyatanya dia masih anak - anak. suka bermain dan menangis bila terluka.


30 menit kemudian barulah Udin diam.


"Makasih guru Xin" ucap Udin memeluk gurunya.


"Hem...Gunungnya gak seberapa besar" ucap Udin dalam hati.


"Iya sama - sama tuan muda" ucap guru Xin.


"Gendong..." ucap udin manja.


Guru xin membalikkan badannya


"Gak mau dibelakang.." ucap udin manja.


Lalu guru Xin membalik badannya menghadap Udin lalu mengendongnya didepan.


"Nah gini dong,kan enak " ucap Udin dalam hati.


Mereka pun berjalan kearah pulang kerumah.


.


.


.


.


.


¤¤¤¤


.


.


.


.


Maaf bila ada Typo dan salah penempatan kata.

__ADS_1


Jangan lupa like ya teman - teman. Terima kasih.


__ADS_2