Petualangan Udin

Petualangan Udin
MABUK - MABUKKAN LAGI


__ADS_3

Udin memutuskan kembali kerumah,karena takut Ibunya mengkhawatirkan dirinya.


"Pak de Jo" ucap Udin sambil berjalan kaki.


"Ya Bos..Ada apa?" ucap Paijo.


"Kira - kira Ibu marah gak ya setahun Udin gak ada pulang"ucap Udin.


"Enggak Bos" ucap Paijo.


"Masa seh enggak Pak de?" ucap Udin ragu.


"Maksudku itu enggak salah lagi bosku" ucap Paijo.


"Jangkreekkk......." ucap Udin


Mereka pun melesat ke arah Rumah Udin.


Dan benar saja,begitu Udin sampai dirumah,Udin diceramahi seharian dari pagi hingga sore dalam keadaan tertunduk tak berani menatap Ibunya yang sedang marah dan menasehati Udin.


"Ibu tak melarang kamu berlatih keluar,hanya saja berilah ibu kabar" ucap Ibu lembut sambil mengelus rambut Udin.


"Iya Bu..." ucap Udin memberanikan berbicara


Setelah itu Ibunya Udin keluar dari Ruangan tersebut.


"Piuuuhh...Akhirnya selesai juga .Keram ini kakiku" ucap Udin yang duduk dilantai dengan possisi kaki tekuk lalu diduduki seperti Nobita yang diceramahi Ibunya ketika mendapat nilai 0.


Udin lalu berdiri melemaskan kakinya yang keram.


"Aku butuh batu komunikasi,Jika Hp nanti malah timbul banyak pertanyaan lagi,....


Dek ada batu komunikasi apa tidak?."ucap Udin dalam hati.


"Ada kang mas" ucap Rissa telepati.


Tak lama muncullah 2 buah batu komunikasi.


"Nah...Beres...Besok aku bisa berpetualang lagi.


Hem.....Nampaknya ada yang kurang.....


30 menit Udin berpikir..


"A....Ha..... Dek...Tolong keluarkan ponijan dong,biar Paijo enggak gangguin aku saat lagi berlatih." ucap Udin dalam Hati.


Wussshhh...... Muncul didepan Udin seekor kucing lagi tidur.


"Terima kasih cantik" ucap Udin dalam hati.


"Sama - sama ganteng." ucap Rissa telepati.


"Pon....Ponijan..." ucap Udin.


Tubuh Ponijan menggeliat lalu merenggang sambil menguap.


"EH!!?? Poijan terkejut karena melihat ada anak kecil didekatnya yang memanggil Namanya.


"Haloo Paman Ponijan..." ucap Udin sambil melambaikan tangannya.


Tak lama Paijo datang.


"Bos..Pulau pedas itu pulau apa Bos?" ucap Paijo.


Ponijan melihat Paijo terkejut.


Lalu Tubuh Ponijan berubah bentuk menjadi manusia.


"Lombok pak de" ucap Udin


Shen Long?? " ucap Ponijan.


"Iya ini aku. ?" ucap Paijo belom sadar ,Paijo tak melihat Ponijan karena fokus menulis jawaban TTS.


Tak lama kemudian


Deg.... Barulah Paijo tersadar,


"Suara itu.." ucap Paijo dalam hati lalu menoleh.


"Bai Hu!!!???......"ucap Paijo menjatuhkan buku TTS serta pulpennya.


"Iya.. Piye kabarmu Bro?" ucap Ponijan.


"Apik broo.."ucap Paijo lalu memeluk Ponijan.


Lalu melepaskan pelukannya.


"Kok kamu disini?" ucap Paijo.


"Aku gak tahu..Soalnya Lagi enak - enak tidur lalu aku mendengar ada yang memanggilku,begitu terbangun aku melihat ada anak kecil didepanku" ucap Ponijan yang belum mengetahui keadaan Udin saat ini.


Paijo melihat Udin.


"Dia ini Bosku Udin namanya bro" ucap Paijo.


"Udin!!?? Ling Udin????!!! Kok badan Bos jadi kecil begini??" ucap Ponijan.


"EH!!? Kamu kenal dengan Bos Udin bro?" ucap Paijo terkejut.


"Iya kenal,waktu itu Bos mau daftar jadi murid sekte bulan bintang,dia juga cerita tentang dirimu.


"Iya..Aku dikirim didunia lain lagi" ucap Udin.


Ponijan lalu memeluk Udin.. 😭


"Gak ada Bos Bete ' tahu.. " ucap Ponijan lalu melepaskan pelukannya. Sebelumnya Ponijan kapok dikejar lalu ditangkap oleh Andin ketika ia berulah nakal.


"Sekarang gak bete ' kan?" ucap Udin.


Kekuatan Ponijan masih seperti dulu.


Hanya keluarga Udin dan murid Sekte elang emas yang kekuatanya sudah berada di ranah dewa penguasa.


"Udin tingggal dulu ya pak de Jo ....Paman Pon" ucap Udin lalu pergi.


"Pon????" ucap Paijo.


"Namaku Ponijan bro..Gak tahu tuh bos..Nama asli yang keren malah diganti nama yang aneh" ucap Ponijan.

__ADS_1


"Huakakakakakakakaka......Paijo ketawa...


"Ra usah guyu..Jengengmu loh juga aneh,PAIJO... " ucap Ponijan kesel.


Paijo berhenti tertawa.


"EH!!... Iya ya... Nama kita Aneh.. " ucap Paijo.


Lalu mereka tertawa sama - sama.


"Huakakakakakakakakakaka......


"Waaasssssuuuuuu... ucap mereka serempak.


"Jadi aku manggil kamu Ponijan apa Bai Hu?" ucap Paijo.


"Ponijan aja bro,gakpapa namaku aneh" ucap Ponijan.


"Hem....Oke..Eh Pon.. Ada hal yang baru dan lebih seru neh" ucap Paijo.


"Apa itu? ngintip cewek apa minuman yang paling enak?" ucap Ponijan.


"Lain.....(Paijo mengambil buku TTS dan pulpen yang tadi terjatuh),Ini loh yang seru.." ucap Paijo.


"Apa ini?" ucap Ponijan.


"Buka aja dulu" ucap Paijo.


Lalu Ponijan membuka buku TTS.


Nampak Ponijan mengerutkan keningnya.


"Mana - mana pulpennya..Coba sini aku isi" ucap Ponijan yang ingin mencoba mengisi.


"2 kotak . Yang mengurusi masalah pendatang,kematian, kelahiran." ucap Ponijan.


Nampak Ponijan berpikir..


"Hemm.....R T.... Eh...Siapa yang kasih buku ini bro?" ucap Ponijan.


"Bos Udin brooo.." ucap Paijo.


"Kira - kira bos masih punya lagi gak ya?" ucap Ponijan.


"Gak tahu..Coba tanya ke Bos" ucap Paijo.


"Nanti sajalah..Ayo kita kesana..."ucap Ponijan.


Lalu Ponijan merubah bentuknya menjadi seekor kucing lagi.


****


.


Malam harinya di ruang makan.


Ada Udin,Ibu dan Ayah. Mereka baru saja selesai makan.


"Ayah..." ucap Udin.


"Ya Nak ada apa?" ucap Ayah


"Hem.....Tapi jangan sampai lupa pulang loh ya nak" ucap Ayah.


"Kenapa Gege menyetujuinya?" ucap Ibu.merasa keberatan.


"Mei'er...Waktu aku masih seumuran Udin ,Aku suka berpetualang mencari pengalaman, hingga aku bertemu dengan bidadari yang sangat cantik yang tak lain dirimu" ucap Ayah.


Muka Ibu bersemu merah.


"Baiklah...Ibu setuju..Tapi jangan sampai lupa pulang atau kabari kami" ucap Ibu.


Lalu Udin berdiri dan berjalan ke arah kedua orah tuanya.


"Terima kasih Ayah.." ucap Udin sambil memeluk ayahnya yang sedang duduk dikursi.


Lalu Udin menghampiri Ibunya.


"Terima kasih Ibu." ucap Udin sambil memeluk Ibunya.


"Kapan akan pergi berpetualang Nak" ucap Ayah.


"Hem....Besok yah,bersama Pakde Paijo dan Ponijan." ucap Udin.


"Ponijan??? "ucap Mereka serempak.


"Siapa Ponijan itu nak?" ucap Ibu karena baru kali ini mendengarnya nama aneh lagi setelah Paijo.


"Nganu...Dia kucingku bu." ucap Udin.


"Ooo...Kucing. Kenapa dikasih nama Ponijan Nak? bukan Lin Shun atau apalah " ucap Ayah.


"Gakpapa yah,Udin pengen aja memberi nama lain daripada yang lain." ucap Udin.


"Ya udah kalau begitu,Teteskan darahmu kebatu ini nak" ucap Ayah menyerahkan Batu Jiwa.


Udin melakukan apa yang diminta ayahnya.


Tes.... darah Udin terserap dalam batu tersebut.


Nampak batu itu bersinar kemudian redup.


"Seandainya ayah punya batu komunikasi lagi,mungkin ayah akan memberikan padamu nak" ucap Ayah.


"Hem....Ayah tenang aja.Udin punya kok" ucap Udin lalu mengeluarkan batu komunikasinya.


"Darimana kamu dapat Nak?" ucap Ibu.


"Dari Bibi Cantik ibu" ucap Udin.


"Kang mas jahat...Masa adek dipanggil Bibi seh" ucap Risaa telepati.


"Ooo...Dari bibi cantik " ucap Ibu yang mengira bibi cantik itu adalah Jia Li.


Sang ayah lalu memberikan energi Qi pada batu komunikasi tersebut,Udin pun melakukan hal yang sama. Batu yang dipegang oleh Ayah diberikan pada Udin,Sedang batu yang dipegang oleh Udin diberikan pada Ayahnya.


Udin menyimpannya di cincin Ruangnya.


"Apakah Cincin Ruang itu pemberian Bibi cantik Nak?" ucap Ayah.

__ADS_1


"Iya Ayah.."ucap Udin.


"Huuaaaaa...... Aku bukan Bibi Bibi... Kang mas jahattt..." ucap Risa telepati Menangis seperti anak kecil.


*Note. Tubuh Rissa masih seperti anak kecil karena mengikuti tubuh Udin*.


"Ayah... Ibu.... Udin kekamar dulu ya" ucap Udin.


"Iya sayang" ucap mereka serempak.


Lalu Udin pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


"Hem....Kemana ya mereka?" ucap Udin berjalan sambil mencari kedua sosok yaitu Paijo dan Ponijan.


****


Diatas atap rumah .


Nampak 2 orang sedang Mengoceh tak jelas karena mabuk.


Sebab mereka mencoba menjawab pertanyaan TTS tak bisa,mau tanya ke Udin,Udinnya sedang diruang makan.Akhirnya mereka memutuskan mabuk - mabukan.


"Jo...kowe eling opo ora pas konangan nyolong anggur nang omahe dewi penguasa Es" ucap Ponijan( jo kamu ingat gak pas ketahuan mencuri anggur di istanananya dewi penguasa Es).


Glek...glek...glek... Paijo meminum anggur pemberian Ponijan.


"Yo Eling lah Pon. Badanku rasannya membeku,kapok aku nyolong lagi disana" ucap Paijo.


Glek...Glek...Glek... Ponijan juga meminum anggurnya.


"Itu salahmu,Sudah tahu bentuk badanmu naga,mengapa suaranya ikut - ikutan seperti aku" ucap Ponijan.


"Lah piye...aku lali kok,kirain aku dah berubah seperti dirimu seperti biasa,gak tahunya masih berbentuk naga." ucap Paijo.


"Eh..Btw. Bos kita kok badannya mengecil ya dan kekuatannya malah jadi lemah gitu beda seperti yang dulu" ucap Ponijan.


"Bos dikeroyok sama bubuhannya Shu Pheng. di Monas"ucap Paijo asal.


"Haahhh!!! Seriu Lo Bos kita dikeroyok sama Shu Pheng Anak Bang Jali itu?" ucap Ponijan makin ngelantur.


"Iya.Ada bang Jali,bang Dayat,bang baskoro,bang codet...Masih banyak lagi..Gue lupa nama - namanya...Gue mau bantu..Tap gak bisa bantu. karena bini gue lagi nahan Gue dikamar." ucap Paijo.


"Anjaaayyyy......Masa Lo kalah sama Bini Lo .. Aissshh...SSTI dong" ucap Ponijan.


"SSTI apa tuh.. ?" ucap Paijo mukanya nampak merah


"Suami Suami Takut Istri.." ucap Ponijan.


"Wassssuuuuu...Aku gak takut sama dia...."ucap Paijo.


Glek...Glek...glek...Aaahhhh.. Ponijan mengabiskan minuman yang dia pegang.


"Kenapa gak lo ikat aja lalu ceburin ke empang " ucap Ponijan yang makin mabok.


"Iya...Nanti aku ikat dia lalu aku ceburin ke empang mang Dayat" ucap Paijo.


Glek...Glek...Glek... aaahhh.... Paijo menghabiskan minumannya.


"Jadi ke ingat Andin," ucap Ponijan. dalam hati.


Karena sudah mabok berat akhirnya mereka tidur diatas atap. Tapi kesadaran masih ada,jika ada musuh mereka langsung menghilangkan efek anggur tersebut.


Percakapan mereka direkam oleh Rissa secara diam - diam tanpa sepengetahuan Paijo dan Ponijan.


***


Nampak sosok wanita cantik yang menyaksikan percakapan itu nampak emosi.


" Awass kamu gege Paijo... Aku gak kan memberimu ampunan" ucap sosok itu yang sedang terkurung tak bisa melepaskan diri.


.


****


Esok paginya.


Udin sudah bersiap - siap pergi berpetualang lagi ,Ponijan kembali tidur diatas kepala Udin.


Awalnya Paijo sempat protes,tapi Udin tak mempermasalahkannya.


Udin mendatangi Orang tuanya yang duduk diteras rumah.


"Ayah... Ibu... Udin pergi dulu ya" ucap Udin setelah mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Mereka melihat seekor kucing tidur diatas kepala anaknya,mereka tak mempermasalahkannya hanya heran saja.


" Iya sayang,hati - hati ya....Paijo...Kamu harus jaga Udin. Jangan sampai di kenapa - kenapa" ucap Ibu.


"Siap Ibu Boss" ucap Paijo.


"Kenapa dia manggil istriku begitu ya" ucap Ayahnya Udin dalam hati.


Udin yang melihat wajah ayahnya yang menyimpan pertanyaan" Ayah..Pakde Paijo manggil Udin itu Bos..Jadi pakde manggil Ibu itu Ibu Bos" ucap Udin.


"Ooo Begitu...Baiklah..Ini bekal buatmu dijalan..Hati- hati ya Nak" ucap Ayah memberikan cincin Ruang pada Udin.


"Terima kasih ayah." ucap Udin lalu memasukkan kedalam cincin ruangnya.


"Da..Da...Da...Ayah...Ibu....I LOVE YOU" ucap Udin sambil melambaikan tangannya lalu pergi.


"Gege..Apa kamu mengerti ucapan putra kita yang barusan?" ucap Ibu.


"Enggak...Apa ini akibat dari hilang ingatan itu Mei'er??" ucap Ayah.


"Entahlah..Aku menyesal telah memukul Udin waktu itu" ucap Ibu.


.


.


---***---


.


.


"Pakde...Kita kesana yuk" ucap Udin. Menunjuk arah Hutan yang dipenuhi monster dan hewan berbagai jenis


"Siap Boss...." ucap Paijo.

__ADS_1


"Meeeoooong...." Ponijan hanya mengeong saja.


__ADS_2