Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 11


__ADS_3

"Kenapa Paman gak menikah...." ucap Udin.


"Hamba hanya ingin sendirian saja Bos...Kalau menikah,gak bisa bebas. Selalu di atur.." ucap Luciefer.


Tak terasa mereka kini akan memasuki daerah pemukiman penduduk.


Tiba - tiba Luciefer merasakan aura yang tidak asing baginya.


"Siaaal....Dia lagi..Dia lagi...Kenapa seh dia selalu muncul" ucap Luciefer dalam hati panik.


"Bos...." ucap Luciefer.


"Iya Paman.... Ada apa?" ucap Udin.


"Hamba minta ijin masuk ke dalam tubuh bos ya..Kalau ada yang mencariku,tolong jangan beri tahu keberadaanku." ucap Luciefer.


"Emang Paman bisa masuk dalam tubuhku,Iya Paman,Udin gak akan beri tahu keberadaan Paman.?" ucap Udin heran.


"Bisa Bos...Ya...Boleh Ya...."ucap Luciefer.


"Iya Paman...Boleh."ucap Udin.


"Matur suwun Bos..." ucap Luciefer.


Luciefer lantas berubah menjadi kabut lalu masuk dalam tubuh Udin. Luciefer menghilangkan aura keberadaannya.


Tak lama kemudian Umam muncul.


"Kemana tadi si Kebo Ireng ya.." gumam Umam sambil celingukan kesana kemari


Umam merasakan ada aura Iblis Luciefer di dekat Udin.


Udin mendengar suara yang asing lalu bersikap waspada.


"Hei bocah....Apakah kamu lihat ada Iblis di sini." ucap Umam sambil mencari keberadaan Luciefer.


Umam tak melihat mata Udin yang bewarna putih tersebut.


"Maaf Paman...Aku gak lihat..." ucap Udin tetap waspada.


"Masa Seh kamu gak lihat....Jangan berbo....(Umam melihat mata Udin)..Maaf aku tak bermaksud untuk.." ucap Umam belum selesai ucapannya di potong oleh Udin.


"Mboten nopo - nopo Paman.. Memang aku ini buta sejak lahir." ucap Udin.(Tidak apa - apa Paman)


"Sebagai permintaan maafku, Aku memberi kamu 1 permintaan... Aku akan mengabulkan permintaanmu apapun itu..." ucap Umam.


"Seriuss Paman..." ucap Udin.


"Iya aku seriuss.... Aku akan mengabulkannya. Pantang bagiku untuk tidak mengabulkan permohonanmu" ucap Umam.


"Hem.... (Nampak Udin berpikir)


"Temanin aku hingga jantungku sudah tidak berdetak lagi Paman..." ucap Udin.


"EH....!!!??? Umam terkejut.


"Sialan..... Kenapa dia minta itu seh... Aku kan gak bisa mencari keberadaan Imam.." ucap Umam dalam hati.


"Gimana Paman...Apa paman bisa..?" ucap Udin.


Mau tak mau Umam menyanggupinya,sebab sudah berjanji akan memenuhi permintaan pada bocah tersebut.


"Bisaa...Baiklah..Aku akan menemanimu hingga akhir hayatmu..." ucap Umam.


"Asmane Paman Sinten?" ucap Udin.(Namanya paman siapa?)


"Namiku Umam.... Jenengmu sopo?" ucap Umam.


"Namiku Jaka...Paman..." ucap Udin sengaja menggunakan nama samaran.


"Ooo...Jaka....Ne Jaka mau kemana?" ucap Umam.


"Berpetualang Paman,Makanya Jaka minta di temanin oleh paman Umam.." ucap Udin.


"Ayah dan Ibumu kemana?" ucap Umam heran,dengan kondisi Jaka seperti itu berkeliaran.


Udin terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Nampak air matanya keluar.


Sebab Udin teringat kembali keluarga angkatnya.


"Ayah dan Ibuku telah tiada...Makanya Jaka berpetualang..." ucap Udin.


"Ma....Ma...Maaf Jaka....Paman Umam tidak tahu..." ucap Umam.


Umam nampak Iba dengan kondisi Jaka,sudah buta,Orang tua tak punya,berkeliaran pula.


"Kalau ikut Paman Umam mau gak... Di sana Banyak makanan dan mainan..." ucap Umam mencoba membujuk Udin untuk ikut bersamanya di alam Jin.


"Terima kasih atas tawarannya Paman.. Tapi Jaka gak mau..." ucap Udin. Ia teringat pesan Rukmana untuk tidak minta di belas kasihani,lebih baik hasil keringat sendiri dari pada hasil keringat orang lain.


"Ya sudah kalau begitu..." ucap Umam.


"Diampuuut....Kalau gini caranya aku benar - benar gak bisa bebas bergerak untuk mencari Imam.." ucap Umam dalam hati.


Udin melanjutkan perjalanannya lagi.


"Paman Umam sudah menikah apa belum?" ucap Udin.


"Sudah... " ucap Umam.


"Berapa istri Paman..." ucap Udin.


"1 Saja..." ucap Umam.


"Pinten Yugone Paman " ucap Udin.(Anaknya paman ada berapa)


"Ono telu Jak" ucap Umam.


"Paman...Ada di mana anak paman ?" ucap Udin.


"Yang pertama,paman gak tahu ada di mana,terus yang ke dua dan ke tiga ada di rumah.." ucap Umam.


Udin dan Umam kini berada di jalan yang biasa di lalui oleh warga.


"Ada kereta kuda mau lewat,minggirlah..." ucap Umam.


"Iya Paman... Terima kasih.." ucap Udin.


Sebenarnya Udin juga sudah tahu meskipun Umam tak memberi tahu.


"Paman...Bentar lagi ada ratusan orang akan lewat sini.." ucap Udin.


Umam lantas mengedarkan kesadarannya,

__ADS_1


"EH.....!!?? Umam terkejut,Umam melihat ada sekitar 236 orang berjalan berjarak 600 meter.


"Kok dia bisa tahu ya...." ucap Umam dalam hati heran dan penasaran.


Umam lantas mendekati Udin,lalu menaruh telepak tangannya di depan muka Udin kemudian menggerakkan naik turun.


"Jaka beneran buta Paman...." ucap Udin.


Umam menarik kembali tangannya.


"Maaf...Tadi paman mengambil ranting pohon di depan mukamu...Nanti kamu tertabrak ranting lagi.." ucap Umam beralasan.


Tak lama kemudian,kereta kuda melewati mereka .


selang 1 dupa,Ratusan orang berpakaian prajurit kerajaan melewati mereka.


"Juangkreeeek.....


"Padahal ne Bocah tak memiliki energi Qi,dan tak bisa melihat. Kok bisanya dia tahu.... "ucap Umam dalam hati.


Tak lama kemudian mereka berada di dekat sungai.


Udin berhenti di tepi sungai,lalu duduk di batu besar. Udin mengeluarkan Walkmannya,kemudian menyalakannya.


Sedangkan Umam duduk jongkok di pinggir sungai sambil melempar batu ke arah sungai yang mengalir.


Udin kemudian menyanyikan lagu yang ia dengar.


Rino wengi tansah kelingan 🎶🎶


Prawan ayu kalimantan🎶🎶


"EH....!!!?? Lagu ini....!!!." gumam Umam terkejut.


Bantal guling tak sayang-sayang 🎶🎶


Umam lalu menoleh ke Udin,ia melihat alat yang di pegang yang tak asing baginya.


"Dapat dari mana dia...Sedangkan di sini tak ada benda itu.." ucap Umam dalam hati.


Lantas Umam menyahuti versi perempuan.


Cempedhak Mas dudu nongko 🎶🎶


Mbiyen cedhak ra wani kondho🎶🎶


Neng opo sliramu lungo🎶🎶


Ninggal mulih ra kondho-kondho🎶🎶


"Eh...!!!??" Udin terkejut. Karena Umam dapat menyanyikan lagu itu sesuai lirik yang ia dengar.


"Waahh... Paman hebat juga yaa." ucap Udin.


"Ooo...Jelasss... Aku adalah Raja Jin dari segala raja jin sealam semesta ini...Tak ada manusia yang bisa mengalahkanku untuk bernyanyi." ucap Umam.


"Ra...Ra...Raja Jin....!!!?? ucap Udin terkejut.


"Iya... Aku adalah Jin sakti mandraguna.." ucap Umam.


"Paman beneran Raja Jin..." ucap Udin tak percaya.


"Iyooo...Wooo..Bocah iki di kandani kok ngeyel...


"Makanya tadi aku memintamu menyebutkan permintaan padaku...."ucap Umam.


Udin mendengar ada suara ikan 50 meter darinya,lalu mengambil batu kerikil..


Umam melihat aksi Udin.


Udin Kemudian melempar batu kerikil ke arah ikan menggunakan tenaga dalamnya.


Wuuutttt.....


Taak.....Batu mengenai tepat di kepala ikan.


"Weeee ladalaah.... Iki bocah sakti banget to..." ucap Umam dalam hati.


"Nyuwun ngapuntenne Gusti Prabu.. Tolong ambilkan ikan itu donk..." ucap Udinm


"Emmoohh.....Ambil sendiri.." ucap Umam.


"Jarene Raja Jin...Ada anak kecil yang buta minta tolong saja enggak di tolongin... Gak pantas Paman menjadi Raja Jin..." ucap Udin.


"Diaaampuuutt.....


"Iya...Iyaa.... Ini paman ambilkan..." ucap Umam.


"Nyesel aku bilang ke dia kalau aku Raja Jin..." ucap Umam menggerutu sambil mengambil ikan tersebut.


"Matur nembah nuwun Gusti Prabu .." ucap Udin.


Umam mendekati Udin.


"Ini ikanmu..." ucap Umam sambil memberikan ikan itu pada Udin.


Udin menerimanya.Kemudian Udin duduk jongkok,lalu meraba - raba untuk mencari batu agak besar,setelah dapat Udin memecahkannya menggunakan tenaga dalam.


Takk..... Batu itu terbelah.


Nampak ada bagian batu yang tajam. Udin menggunakan batu yang tajam untuk membersihkan ikan tersebut. Setelah bersih,Udin meletakkannya di atas batu besar.


Udin berjalan untuk mencari kayu kering.


Umam yang melihat Udin sedang mencari kayu kering lantas membantunya. Umam bergerak sangat cepat untuk mengumpulkan kayu kering.


"Ini Jak...Kayu keringnya..." ucap Umam setelah selesai mengumpulkan kayu kering.


Udin menoleh ke sumber suara Umam.


"Matur nembah nuwun Gusti Prabu..." ucap Udin.


"Panggil Paman Umam saja,gak usah pakai Gusti Prabu segala..." ucap Umam.


"Injih Paman..." ucap Udin.


Udin menerima kayu pemberian Umam,Lalu berjalan ke arah Batu besar untuk mengambil ikan yang ia taruh. Setelah sampai di batu besar..Udin Menyusun kayu itu di samping batu,lalu mengeluarkan dua buah batu apinya yang ia simpan di kantung bajunya.


Tak....Tak.... Suara batu di pukul Udin. Nampak ada percikan api ketika kedua batu itu bertabrakan


Umam yang lihat kemudian membatu,ia menjentikan jarinya.


Muncullah api pada kayu yang Udin susun.


"EH...!!???Udin terkejut,sebab gak seperti biasanya ia menyalakan api secepat itu. Butuh waktu setengah dupa untuk memunculkan api.

__ADS_1


Udin kemudian mengambil ikan lalu menusuk ikan itu memggunakan ranting pohon. Lalu meletakkan dekat dengan api.


"Awakmu oleh alat itu songko endi Jak ?." ucap Umam.(Dirimu dapat alat itu dari mana Jak).


"Alat seng endi paman?" ucap Udin (Alat yang mana paman)


"Kae loh,Alat yang buat dengarin lagu" ucap Umam.


"Oooo...Ituu...Jaka dapat dari buntelan kain pemberian Ayah Jaka sebelum ayah Jaka tiada.."ucap Udin.


"Ayahmu jenenge sopo?" ucap Umam


"Namine Badrun Paman..." ucap Udin.


"Badrunn...Badruunn.. Badrun." ucap Umam sambil mengingat - ingat nama itu.


"Badrun penjual cilok apa penjual Bakso atau penjual Togel...?" ucap Umam.


"Ayahku seorang nelayan Paman... " ucap Udin.


"Ooo...Nelayan too..." ucap Umam.


"Paman Umam kenal dengan Ayah Jaka kah?" ucap Udin.


"Enggak Jak...." ucap Umam.


"Asem....Kirain kenal...." ucap Udin.


"Hampir saja aku memberi tahu nama asliku"ucap Udin dalam hati.


Umam kemudian mengeluarkan korek dari cincin ruangnya.


"Paman punya sesuatu untukmu Jak..." ucap Umam sambil memberikan pemantik api pada Udin .


Udin menerimanya.


"Ini Apa Paman?" ucap Udin.


"Ini alat untuk menciptakan api,caranya seperti ini" ucap Umam sambil mengarahkan jari Udin untuk menyalakan pemantik api tersebut.


Tak...... Suara pemantik api,nampak ada api di alat tersebut.


"EH.....!!!???Udin terkejut karena alat itu bisa mengeluarkan api dengan mudah.


"Matur nembah Nuwun Paman..."ucap Udin.


"Sami - sami... Alat ini jangan sampai kena air,jika kena air maka tak bisa mengeluarkan api,Jika kemasukan air,cukup jemur saja." ucap Umam.


Tiba - tiba Umam merasakan aura yang Familiar .Lalu muncullah Istrinya Umam.


Udin bersikap waspada,karena tiba - tiba ia merasakan ada seseorang di sekitarnya.


"Ooo....Rupanya Akang di sini..." ucap Srii.


"Iya Beb....Aku nemenin si Jaka..." ucap Umam.


"Jadi yang datang itu istrinya Paman Umam" ucap Udin dalam hati.


Sri melihat Udin sedang membakar ikan.Udin kemudian mengambil ikan yang di bakar itu tak lupa ia mengambil tongkatnya. Lalu berdiri dan berjalan ke arah Umam sambil menghentakkan tongkatnya ke bawah.


"Dia gak bisa lihat ta..." ucap Sri dalam hati.


"Paman...Ayoo kita makan bersama...Mumpung masih hangat....


Udin menoleh ke arah Sri.


"Kanjeng Ratu kalau mau ikut silahkan,tapi ikannya hanya satu" ucap Udin.


"Kok dia tahu keberadaanku,padahal matanya putih begitu.." ucap Sri dalam hati.


"Paman masih kenyang Jak...Jaka aja yang makan.." ucap Umam.


"Tidak...Terima kasih atas tawaranmu Jaka..." ucap Sri.


Sri kemudian mendekati Umam.


"Apakah dia benar - benar buta Kang" ucap Sri telepati.


"Iya...Dia benar - benar buta, Tadi aku tak tahu jika ia buta. " ucap Umam telepati.


Umam lalu menceritakan perihal pertemuan dirinya dengan Udin,tak lupa soal permintaan Udin melalui telepati.


"Ooo...Begitu..." ucap Srii telepati.


"Nak Jaka..." ucap Sri.


"Dalem Kanjeng Ratu..." ucap Udin.


"Panggil saja Bibi Sri Jak..." ucap Sri.


"Injih Bibi Sri...." ucap Udin.


"Paman Umam mau Pulang sebab ada keperluan yang sangat penting,,nanti Paman Umam akan kembali ke sini." ucap Srii.


Nampak Udin berpikir.


"Kamu tenang saja Jaka...Aku akan memberimu ilmu khusus agar bisa menghubungiku" ucap Umam.


Umam kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah Udin.


Muncullah sinar dari jari telunjuk Umam,sinar itu masuk dalam tubuh Udin.


"Coba sekarang Jaka hubungi Paman lewat telepati.." ucap Umam.


"Telepati...?? Apaan tuh Paman...Jaka gak mudeng" ucap Udin.


"Oh iya...Lupa...


"Jaka panggil paman lewat pikiran saja...coba Jaka lakukan..." ucap Umam.


Udin melakukan apa yang di suruh.


"Paman Umam" ucap Udin memanggil lewat pikiran.


"Pinteer.... Jaka dah bisa telepati dengan Paman,Nanti Paman akan muncul jika Paman tak ada,dan jika Jaka tiba - tiba mengalami kesulitan,Paman akan langsung bantu." ucap Umam.


"Injih Paman...." ucap Udin.


"Bibi tinggal dulu ya Jak..." ucap Sri.


"Injih Bibi..." ucap Udin.


Umam dan Sri menghilang dari tempat Udin.


"Waahh...Mereka bisa cepat gak ada di tempat ini,tinggi sekali ilmu mereka..." ucap Udin yang tak merasakan keberadan Umam dan Sri.

__ADS_1


Umam tak bisa membagi dirinya lagi seperti dulu. Enggak tahu kenapa skill itu hilang.


Udin kemudian menyebrangi sungai dengan berjalan di atas air.


__ADS_2