
Udin berdiri didepan burung Phoenix.
"Permisi,bolehkah aku bertanya" ucap Udin mencoba telepati ke Burung Phoenix.
Burung Phoenix terkejut saat mendengar suara Pemuda ada dikepalanya. Ia celingukan kesana kemari. Namun dirinya tak dapat melihat wujud yang bersuara itu.
"Siapa kamu.... Tunjukkan dirimu..." ucap Burung Phoenix.
Para Naga mendengar Tuannya berbicara lalu menoleh.
"Ada apa yang Mulia? dengan Siapa yang Mulia berbicara" ucap Salah satu naga bewarna merah dan biru yang dekat dengan Brung Phoenix.
"Dikepalaku ada seorang pemuda berbicara,apakah kamu melihat ada manusia disekitar sini Drag Weinston?" ucap Burung Phoenix.
"Hamba tidak melihat satupun manusia berada disini,jika pun ada,maka manusia itu sudah mati" ucap Drag Weinston.
Jarak antara Burung Phoenix dan Drag Weinston hanya 5 Km.
Udin mencoba menelepati Drag Weinston.
"Paman Drag Weinston... Aku boleh bertanya apa enggak?" ucap Udin telepati.
Grooooaaaaaarrr.......... Drag Weinston Mengaum begitu kepalanya terdengar suara manusia.
Para Naga yang mendengar Auman Drag Weinston mendekat.
" Disini Ada manusia... Kalian harus cari manusia itu sampai dapat" ucap Drag Weinston kepada para Naga.
Seekor naga yang mempunyai banyak kepala mendekat.
"Aku daritadi gak ada lihat ada manusia ada disini. " ucap Naga itu heran dengan temannya.
"Aku barusan mendengar suara manusia dikepalaku, Coba kamu cari sana Drag Rey." ucap Drag Weinston.
"Ogah aku mencari,mending aku ngawasin monster dan memberi perintah saja" ucap Drag Rey.
"Ya sudah kalau gak mau mencari,nanti aku laporin ke yang mulia" ucap Drag Weinston.
"Sialan.... Dasar tukang pengaduan...Iya ini aku cari..." ucap Drag Rey mendengus kesal lalu pergi di ikuti para naga lainnya.
"Nah gitu dong... Itu baru temanku..." ucap Drag Weinston.
Drag Rey yang mendengar ucapan Drag Weinston melesatkan Bola api kearah Drag Weinston.
Wuusssh........ Bola api biru tua melesat.
Drag Weinston menghindar.
"Gak kena... Gak kena...." ucap Drag Weinston.
Boomm...... Bola api itu meledak saat menyentuh tanah.
Udin juga ikutan menyerang Drag Weinston.
Wuusshh..... Bola Api Putih
"EH..... !!??? Drag Weinston terkejut ketika merasakan ada serangan dari samping.
Burung Phoenix yang melihat Bola api putih terkejut.
"APAAAAA....!!??? Api Putih?" ucap Burung Phoenix.
Drag Weinston menghindar.Ia merasa Bola api itu meleset.
Drag Rey yang melihat Bola api putih itu berputar balik ke arah Drag Weinston lalu ia mencoba meledakkan Bola api itu dengan Bola apinya.
Nampak dimulut Drag Rey mengobarkan api lalu
Wuusshh... Wuuusshh... Wuusshh.....wusshh...
Empat bola api biru tua melesat kearah Bola api Putih.
Udin mengendalikan bola apinya,ia menghindari Bola api milik Drag Rey.
Boomm.... Boomm.... Boom... Boomm... Bola api milik Drag Rey meleset tak mengenai Bola api putih. Bola api putih berputar putar diatas langit
"APAAAAA.....!!!??? Para naga yang melihat kejadian itu terkejut.
Udin memperbesar Apinya dengan kekuatannya,Lalu membentuk api itu menjadi seekor burung Phoenix
"HAAAAAAAAA....... " para Naga dan juga Burung Phoenix menjatuhkan rahangnya kebawah.
Nampak Phoenix api putih terbang kesana kemari.
"Tolong hentikan serangan Kalian,jika tidak segera menghentikan maka Aku akan menghancurkan kalian." ucap Udin memakai Qi.
"Serang Burung api putih itu " seru Drag Rey.
Para Naga mendengar ucapan Drwg Rey melepaskan Bola api ke arah Burung api tersebut.
Wuussh... Wuussh... Wuusshh... Wuusshh...
Wuussh... Wuussh... Wuusshh... Wuusshh...
Wuussh... Wuussh... Wuusshh... Wuusshh...
Wuussh... Wuussh... Wuusshh... Wuusshh...
Wuussh... Wuussh... Wuusshh... Wuusshh...
Wuussh... Wuussh... Wuusshh... Wuusshh...
Ratusan Bola api mengarah ke Burung api putih yang Udin buat.
Udin membuat lubang Hitam,lubang hitam itu menelan semua serangan para Naga.
Kemudian Udin membuat lubang hitam disebalahnya lagi. Serangan yang Udin telan kemudian keluar menyerang Balik ke arah Para Naga.
"EH....!!!?? Para Naga terkejut ketika serangannya balik menyerang dirinya.
Ada yang menghindar ada pula yang tak sempat menghindar.
Ratusan Bola Api melesat menyerang balik,tanah disekitar mereka hancur. Bahkan ada beberaoa Monster terkena Api naga itu Meledak terkena api naga.
Boomm.....Boomm.... Boomm... Boom... Boomm.... Boomm.... Boomm....Boom...
Boomm... Boomm... Boomm... Boomm...
Boomm.....Boomm.... Boomm... Boom... Boomm.... Boomm.... Boomm....Boom...
Boomm... Boomm... Boomm... Boomm...
Udin menghilangkan Burung Apinya itu.
"Aku harus memperkuat diriku,baru membyat burung api besar saja sudah 10 % Energi Qiku berkurang" ucap Udin dalam hati lalu menelan Pil Pemulih Qi.
Glek.....
Kini Energi Qi Udin kembali penuh.
Semua Hewan dan Monster terkejut saat melihat Burung api itu lenyap.
"Cih.... Hanya segitu saja kemampuanmu" ucap Drag Weinston.
"Ooo.... Minta di bogem mentah neh" ucap Udin dalam hati lalu berteleportasi ke arah Drag Weinston.
Udin melayangkan pukulan sekuat tenaga tanpa Qi kearah kepala.
Buuggh........ Wuuiinnggg.........Boomm......
Tubuh Drag Weinston terkena pukulan Udin melesat kearah bukit lalu mengenai bukit itu hingga hancur.
Drag Weinston merasa kesakitan akibat kena pukulan Udin,ia celingukan kesana kemari mencari pelaku. Namun hasilnya nihil.
"Dek... Tolong Kasih pelindung pada pintu keluar,agar para Monster tidak keluar" ucap Udin telepati.
"Siap kang Mas..." ucap Rissa telepati.
Rissa berteleportasi ke arah pintu portal. Kemudian memasang Array.
Wussh.... Array terpasang.
Nampak Monster Golem Batu,tanah dan Batu lava hendak keluar kesusahan karena terhalang oleh Array.Mereka memukul mukul penghalang tersebut.
Dibelakang Golem batu Lava ada Ratusan Ribu Monster Kingkong,para Monster Kingkong itu maju kedepan untuk mendobrak penghalang.
Boom....Boomm....Bomm...Boomm...Booom...
Array dibuat Rissa sangat kokoh,tak ada keretakan saat para monster mencoba mendobraknya.
Rissa kembali berteleportasi ke arah Udin.
Udin melesat ke arah Burung Phoenix
"Paman... Aku memberikan Paman 2 pilihan. Pertama Tunduk padaku maka kalian semua aman. yang kedua Kalian aku hancurkan." ucap Udin telepati.
"Tidak ada dalam kamusku menyerah pada manusia pengecut seperti dirimu" ucap Burung Phoenix.
__ADS_1
Udin menampakkan dirinya pas dimuka Burung Phoenix.
"EH.....!!?? Burung Phoenix tekejut tiba - tiba ada manusia melayang di depan mukanya. Ia kecebur di dalam Lava gunung Merapi
Byurrrr.......
Burung Phoenix kemudian terbang ke atas.
"Sial.... Aku dibuatnya terkejut oleh manusia itu,tapi mengapa aku merasakan Aura yang Familiar oada pemuda itu " ucap Burung Phoenix dalam hati.
"Maaf Paman... Aku tadi sengaja muncul dimuka Paman.." ucap Udin telepati.
Udin merasakan ada serangan dari Arah belakang.Ia pun langsung menghindar.
Wuusshh.... Bola Api melewati dirinya saat menghindar
Boom...... Bola api itu mengenai Gunung merapi.
Udin menoleh kebelakang.
"Rupanya kamu yang menyerangku" ucap Udin.
Udin kemudian menggunakan Elemen Esnya mengurung Naga yang menyerang dirinya.
Wusshh... Naga itu terkurung di dalam Kubah ES.
Naga itu mencoba melelehkan Es tersebut.
Wuuuuuussssshhhh..... Naga itu menyeburkan Apinya.
5 menit dia mencoba,namun Es itu tak mencair.Ia berusaha mendobrak dinding Es tersebut,tapi tak bisa bisa hancur.
Teman - temannya ikut membantu.
Udin dengan Sigap Mengurung para naga itu dengan Elemen Esnya.
Wussshh......
Para Naga yang tidak terkurung terkejut tiba - tiba dirinya juga ikut terkurung.
"Sukurin... Gitu seh ganggu aku.." ucap Udin dalam hati.
Udin sengaja mengurung Para Naga menggunakan Domain Esnya agarvtidak mengganggu saat dirinya akan melawan Burung Phoenix
"APAAAA.....!!!??? " ucap Burung Phoenix yang melihat para Bawahannya terkurung di Kotak Es terkejut.
"Sekarang antara Aku dan Kamu" ucap Udin lalu melesat ke arah Burung Phoenix dengan kecepatan Cahaya .
Udin memukul tubuh burung Phonix itu.
Burung Phoenix tak sempat menghindar,sebab Kecepatan Udin sangat cepat.
Buggghh........
Wuuuiiing......... Tubuh Burung Phoenix melucur kebawah terkena pukulan Udin.
Kedebooooom...........Burung Phoenix terhempas di tanah.
Nampak lubang dengan diameter 100 meter dengan kedalaman 20 meter tercipta akibat hempasan hempasan burung Phoenix.
Udin melesat ke arah Burung Phoenix yang tergeletak,Setelah sampai ia menampar Bolak balik kepala Burung Phoenix. Udin menggunakan Elemen gravitasinya agar Burung Phoenix tidak bisa bangun.
Plak....Plak.... Plak... Plak.... Plak.... Plakk... Plak.. Plak... Plak... Plak... Plak...Plak....
"AMPOOOOONNNNN......." teriak Burung Phoenix kesakitan akibat tamparan Udin. Ia hendak berdiri namun tak bisa,Ia merasa tertindih puluhan Gunung besar .
Udin tidak menghentikan tamparannya ketika burung Phoenix teriak Ampunn...
Plak.... Plakk...Plak....Plak.... Plak.... Plakk...
Plak... Plak... Plak... Plak...
"Kamu menyerah atau aku bunuh" ucap Udin sambil menampar.
Plak... Plak... Plak.... Plak... Plak... Plak...
"AKU MENYERAAAAHHHH....." teriak Burung Phoenix kesakitan.
Udin menghentikan tamparannya.
Paruh burung phoenix nampak Bengkok akibat tamparan Udin. Lalu Udin mengembalikan seperti semula kemudian menyembuhkannya menggunakan Elemen cahaya.
"Gini kan enak... Gak harus berantem dulu." ucap Udin. Lalu menghilangkan gravitasi pada burung Phoenix tersebut.
Udin melompat kesamping.
"Maaf Tuan.. Mengapa aku merasakan Aura Naga Agung pada diri Tuan?" ucap Burung Phoenix penasaran.Ia pikir Udin adalah Shen Long.
"Ooo... Aura Nagaku ini?" ucap Udin.
"Iya Tuan....Apa Tuan Adalah Dewa penguasa Naga?" ucap Burung Phoenix.
"Bukan...Aku bukan dewa penguasa naga.Aura naga Ini ulah si cacing kremi itu." ucap Udin.
"Cacing Kremi??" ucap Burung Phoenix heran.
"Iya Cacing kremi,Aku di paksa minum darahnya.. Mana banyak lagi,Aku seperti Vampir aja disuruh minum darahnya banyak - banyak " ucap Udin.
"Maaf Tuan... Siapakah Cacing kremi itu?" ucap Burung Phoenix.
"Jangan panggil aku Tuan... Panggil aku Bos... Bos Udin.." ucap Udin.
"Ba...Baik Bos Udin.."ucap burung Phoenix ketakutan. Sebab dirinya sudah takluk oleh manusia yang ada didepannya itu.
"Namanya Paijo... Paijo Kenthir... " ucap Udin.
"Paijo Kenthir??" ucap Burung Phoenix itu heran,sebab namanya begitu Asing. yang dia ingat namanya Shen Long. Tapi dirinya tak mengingat Namanya sendiri. Hanya mengingat teman - temannya.
"Iya... Paijo Kenthir alias Shen Long Koclok..." ucap Udin.
"APAAAAAAA....!!!?? Se...Se..Serius Bos... Dia adalah Shen Long?" ucap Burung Phoenix terkejut dan tak percaya saat Udin menyebut nama Shen Long.
"Iya aku serius....
"Eh...!!?? Paman kenal dengan Paijo?" ucap Udin heran saat menyebut nama asli Paijo.
"Aku kenal Boss.. Dia adalah temanku," ucap Burung Phoenix.
"APAAAAAA!!!??" ucap Udin terkejut
"Selain Shen Long siapa lagi?...." ucap Udin ,Udin sengaja bertanya untuk menyakinkan bahwa yang dihadapannya itu adalah teman Paijo,Ponijan dan Djarwo.
"Maksudnya??" ucap Burung Phoenix tak paham.
"Tadi kata Paman kenal dengan Shen Long.. Selain Shen Long siapa lagi yang Paman kenal." ucap Udin.
"Hem... Bai Hu...terus... Siapa lagi ya... Bentar Boss aku ingat - ingat dulu" ucap Burung Phoenix sambil berusaha mengingatnya.
"Haaaaa....!!?? Paman kenal Kucing putih itu." ucap Udin terkejut.
"EH....!!?? Burung Phoenix ikut terkejut saat mendengar ucapan Udin.
"Boss kenal sama Bai Hu?" ucap burung Phoenix.
"Ya kenal lah Paman... Tapi namanya sekarang Ponijan.. Bukan Bai Hu lagi" ucap Udin.
"Loh... Kok bisa Bos..." ucap Burung Phoenix .
Para Naga masih terkurung di kotak Es. Mereka tak bisa menghancurkan kotak tersebut sampai energi MANA mereka habis.
"Ya bisa donk Paman... Soalnya aku sendiri yang kasih nama." ucap Udin.
"Se...Se...Serius Bos...." ucap Burung Phoenix.
"Iya Aku Serius.... Mereka ada diluar sedang bertempur melawan Monster..." ucap Udin.
"Aku bersumpah dan berjanji setia kepada Bos Udin. Bila aku berhianat maka aku akan mati" ucap Burung phoenix.
Jedderr......... Tiba - tiba ada kilat.
"Kenapa Paman ngucapin sumpah dan janji Paman?" ucap Udin heran. Sebab dirinya tak memintanya.
"karena Aku sudah kalah dengan Bos Udin,yang ke Dua adalah aku ingin bertemu dengan teman - temanku." ucap Burung Phoenix.
"Hem... Baiklah... Tapi sebelumnya nama Paman siapa?" ucap Udin.
"Aku tidak punya nama Bos.. Sebab aku tak mengingat namaku sendiri" ucap Burung Phoenix.
"Hem... Kalau aku beri nama mau gak Paman?" ucap Udin.
"Mau Bos..." ucap burung Phoenix.
"Nama Paman itu Sukirman.. Gimana Paman?" ucap Udin.
"Sukirman??" gumam burung Phoenix heran dengan nama itu. Sebab merasa aneh.
"Maaf Bos,apakah ada nama lainnya?"ucap burung Phoenix.
__ADS_1
"Ada Paman... Sukijo, Supangat,Klowor, Cakil, Lasiman, Prabowo Subianto,Jokowi, Arip Prawira, Ganesha,Anis Baswedan,Wisanggeni Teruss... Susilo Bambang Yudhoyo,Ken Arok,Ken dedes, Abimanyu..." ucap Udin.
Burung Phoenix mendengar nama yang terakhir disebut merasa tertarik.
"Abimanyu Bos...Apakah boleh?" ucap Burung Phoenix.
"Baiklah... Nama Paman Abimanyu panggilanya Bima" ucap Udin.
"Teteskan darah Bos dikepalaku" ucap Abimanyu sambil menunduk.
Udin menggigit jarinya,nampak jarinya keluar darah,lalu Udin menempelkan jarinya dikepala Abimanyu.
Nampak cahaya terang menyelimuti tubuh Abimanyu.
perlahan cahaya itu redup,Sosok yang semula burung Phoenix kini menjadi Pria dewasa. Memakai pakaian merah dan biru. terdapat gambar burung Phoenix.
"Salam Hormat Bos Udin." ucap Abimanyu sambil bersujud
"Iya... Paman berdirilah,...Paman tidak usah bersujud padaku....(Abimanyu berdiri)
"Paman... Tolong hentikan mereka" ucap Udin.
"Siap Boss...." ucap Abimanyu. Lalu melesat ke arah Pintu Portal.
Rissa menghilangkan Array nya.
Nampak para Monster Golem dan Kingkong terjerembab akibat Array didepannya hilang begitu saja.
"HENTIKAN.... KALIAN JANGAN LANJUTKAN PERTEMPURAN INI." ucap Abimanyu pakai Qi.
Para monster yang mendengar ucapan Pemimpinnya langsung menghentikan pertempuran. kemudian mundur secara perlahan.
----***-----
Para prajurit yang melihat para Monster mundur dan tak menyerang lagi melesat ke arah para Monster itu,sebab mereka tidak melawan ketika diserang.
Paijo yang melihat hal itu lalu mengeluarkan Auranya pada para prajurit dan para penyihir tersebut.
"HENTIKAN ATAU KALIAN AKAN AKU BUNUH" ucap Paijo pakai Qi.
Orang - orang yang merasakan tekanan Aura dari Paijo tertunduk,bahkan ada yang muntah darah dan pingsan.
"Bro...Aku merasa ada Aura familiar diarah Sana.." ucap Ponijan telepati.
Paijo menghentikan aksinya. " Aku juga merasakannya ,Seperti aku kenal... Ayo kita kesana" ucap Paijo telepati.
"Wok... Ayo ikut aku" ucap Paijo menghampiri Djarwo.
"Kemana?" ucap Djarwo.
"Ke Korea utara mengambil Nuklirnya Kim Jong un." ucap Paijo.
"Lah... Emangnya disini ada Korea Utara??" ucap Djarwo heran.
"Kamu merasakan Aura Familiar apa gak?" ucap Paijo.
"Hem... Iya.. Tapi aku lupa "ucap Djarwo.
Ponijan menghampiri mereka berdua.
"Ayoo cepetan keburu Imsak nanti" ucap Ponijan.
"Emangnya kita besok puasa?" ucap Djarwo.
Sebab saat ini suasananya sudah tengah malam.
Ponijan tak menjawab lalu memegang tangan Djarwo.
"Aku masih normal Cook.... " ucap Djarwo.
"Juangkreeeeek..........
"Bro... Panggilkan Juminten biar si Djarwo jadi tulang belulang" ucap Ponijan kesal.
Paijo memegang tangan Djarwo satunya lalu mereka melesat ke arah Aura yang mereka rasakan.
"Kita mau kemana seh?" ucap Djarwo kebingungan.
"Ke kantor KUA,untuk mengurus surat - surat pernikahanmu dengan Juminten." ucap Paijo asal bicara.
"Ooo... Begitu... Kenapa kalian tidak ngomong daritadi" ucap Djarwo.
"Ne orang ketularan Kuwi kah? Kok jadi lemot begini seh" ucap Ponijan.
"Bisa jadi" ucap Paijo.
---***----
Udin melepaskan kurungan Es yang mengurung para Naga.
Setelah Abimanyu melesat ke arah Udin dan Rissa.
Rissa sudah menampakkan wujudnya.
"Aku kok gak lihat ada seorang gadis tadi disekitar sini,mengapa tiba - tiba ada disini" ucap Abimanyu dalam hati.
"Paman... Perkenalkan ini Rissa Istriku" ucap Udin.
"Haaaa....!!??? Istri??" ucap Abimanyu dalam hati terkejut.
"Salam Hormat Nyonya Bos" ucap Abimayu.
Tak lama kemudian.
Tiba - tiba Abimanyu merasakan Aura Familiar mendekat ke arahnya. Ia celingukan.
"Paman cari siapa?" ucap Udin.
"FENGHUANG......!!!???" Teriak Ponijan dan Paijo hampir serempak. Djarwo diam saja,sebab tak ingat.
Abimanyu menoleh.
"Shen Long... !!??. Bai Hu.... !!?? Xuanwu... !!??" ucap abimanyu terkejut dan tak percaya apa yang ia lihat.
Abimanyu melesat ke arah Paijo.Lalu Abimanyu memeluk Paijo,setelah itu memeluk Ponijan.
Ketika Abimanyu memeluk Ponijan
"Iki sopo kang?"ucap Djarwo.(Ini siapa Kang)
"Iki Fenghuang. Awakmu mosok lali?" ucap Paijo.(Ini Fenghuang, Masa dirimu lupa?")
"Gak ingat Aku...." ucap Djarwo.
Abimanyu memeluk Djarwo. lalu melepaskan pelukannya.
"Xuanwu gak ingat sama Aku??" ucap Abimanyu heran.
"Enggak... Jangankan kamu,namaku aja gak ingat kok" ucap Djarwo.
"Wah... Ternyata ada yang lebih parah daripada aku ya" ucap Abimanyu.
"Maksudnya?" ucap Djarwo heran.
"Aku lupa namaku siapa,yang aku ingat hanya nama dan wajah kalian bertiga saja" ucap Abimanyu.
"Mosoook... Aku ora percoyo..." ucap Ponijan.
"Kamu bicara apa?" ucap Abimanyu tak mengerti bahasa Ponijan.
"Aku gak percaya kalau kamu gak ingat namamu?" ucap Ponijan.
"Ooo... Serius.. Aku memang lupa namaku siapa,lalu aku bertemu dengan manusia yang memgalahkanku lalu aku diberi nama Abimanyu.Dipanggil Bima." ucap Abimanyu.
"HEEEEEE.......!!!?? Mereka terkejut lalu menoleh ke arah Udin yang tak jauh darinya karena Udin mendatangi mereka.
"Kok jenenge De ' e apik kang... Gak koyok kita - kita ini?" ucap Djarwo.(Kok namanya dia bagus Kang.. Gak seperti kita - kita ini)
"Embooh... Ojo takon aku.. Takonono Bos Udin" ucap Paijo.
"Kalian anak Bos Udin juga?" ucap Abimanyu.
"He eh..." ucap merek Serempak.
"Cieeeeee.... Reunian neh ceritanya..." ucap Udin.
"Iya Bos... Lama gak jumpa,begitu jumpa pengen nabokin..." ucap Paijo.
"Loh... Kenapa ditabokin.. Entar bengkok lagi loh mulutnya.." ucap Udin.
"Dia gak ingat namanya Bos..." ucap Ponijan.
"Ya gakpapa,asal masih waras... dari pada pakde..." ucap Udin.
"Shen Long gak waras Bos..."ucap Abimanyu.
"Iya... Sama si kucing garong itu" ucap Udin.
__ADS_1
"Waaassssuuuuuuuu....." ucap Paijo dan ponijan.