Petualangan Udin

Petualangan Udin
WABAH CACING IBLIS


__ADS_3

Desa Bulan adalah desa tempat tinggal Udin,Desa itu tentram dan damai. Disana terdapat 3 sumur Mata Air yang dijadikan Sumber kehidupan masyarakat Desa bulan termasuk bangsawan Lin,jika musim kemarau tiba,sumber air tersebut masih mengalir. Banyak desa sekitar desa Bulan datang untuk mengambil air tersebut jika musim kemarau.


Desa itu kini mengalami wabah penyakit aneh,dalam sehari banyak orang yang meninggal disebabkan wabah itu.


Udin turun kebawah,selama 1 hari 1 malam terbang dengan kekuatan penuh hingga membuat tenaga Qinya mau habis ia telan pil pemulih Qi lalu melesat terbang lagi begitu seterusnya sampai ia sampai didesanya.


Glek.... Tak lama kemudian Qinya kembali terisi penuh.


Tap....Udin mendarat ketanah.


Udin turun 500 meter dari pintu masuk desa kemudian berlari.


"Selamat datang Tuan muda Lin" ucap penjaga itu melihat Udin mau masuk desa sambil menahan rasa sakitnya.


"Iya paman" ucap Udin lalu berlari sangat cepat menuju rumahnya.


Udin melihat banyak orang yang meninggal akibat wabah yang melanda desanya.


"Semoga saja Ayah dan Ibu baik - baik saja" ucap Udin sambil berlari.


Udin bisa saja terbang kerumahnya,tapi tidak ia lakukan,sebab tak ingin membuat keluarganya menjadi incaran aliran hitam.


Tak lama kemudian Udin sudah sampai dipintu gerbang rumahnya.


"Selamat datang kembali Tuan muda Lin" ucap penjaga rumahnya.


"Iya paman Su" ucap Udin lalu masuk dan berlari ke arah rumahnya.


"Hosh...Hosshh...Hossh... Diamput... Lama gak Joging ya begini ini ngos - ngosan" ucap Udin dalam hati.Jarak dari gerbang desa kerumahnya 3Km.


Dokk....Dokk...Dook....Udin mengedor pintu rumah,sebab pintunya terkunci dari dalam.


"Ayah...Ibu...Udin Pulang" teriak Udin dari luar rumah .


Tak lama kemudian.


Kreeeiiitttt... Suara pintu terbuka.


"Udin'er.!!! Ibu terkejut saat mengetahui siapa yang menggedor pintu rumahny


"Ibuuuuu......" ucap Udin lalu memeluk ibunya.


"Mengapa kamu pulang nak" ucap ibu sambil mengelus rambut Udin.


"Udin khawatir Bu,jika Ayah dan ibu kenapa - kenapa." ucap Udin 😭.


"Ibu tidak apa - apa,Cuman Ayahmu yang terbaring sakit nak" ucap Ibu.


Udin melepaskan pelukannya lalu berlari kekamar ayahnya.


"Semoga aku tidak terlambat" ucap Udin dalam hati. 😭 sambil berlari.


kreeeiit...Pintu kamar terbuka. Nampak Pria setengah baya terbaring lemah menahan rasa sakit diperut, Dimeja terdapat berbagai macam herbal untuk pengobatan. pria itu tak lain adalah ayahnya Udin.


Udin berlari lagi..


"Ayahhh.....Huu...Hu....." ucap Udin 😭.


Sang ayah mendengar suara Udin menoleh.


"Nak...Mengapa kamu pulang..Disini lagi terkena wabah kutukan Nak..." ucapnya dengan lemah,muka pucat,jiwanya sedikit demi sedikit hilang.


Udin lalu meletakkan tangan dikening ayahnya.


"Dek...apa adek tahu penyakit apa yang ayah derita ini" ucap Udin dalam hati.


"Bentar kang mas,adek periksa dulu" ucap Rissa telepati.


5 menit kemudian.


"Hem........ Ada cacing iblis didalam perut ayah kang mas" ucap Rissa telepati.


"Hah!!?? Cacing iblis.?? ...Dari mana asalnya dek cacing iblis ini?" ucap Udin dalam hati.

__ADS_1


"Nak...Pergilah dari desa ini. Ayah gak ingin kamu juga ikut terkena" ucap Sang ayah menahan rasa sakitnya.


" Sepertinya dari Air minum kang mas" ucap Rissa telepati.


"Adek bisa sembuhkan apa tidak?" ucap Udin dalam hati menghiraukan ucapan ayahnya.


"Bisa kang mas,Kang mas harus keluar dulu dari sini,Biar adek yang sembuhkan ayah" ucap Rissa telepati.


"Oke.." ucap Udin dalam hati.


"Ayah...Tunggu sebentar..Udin mau panggilkan teman Udin yang merupakan seorang tabib" ucap Udin lalu pergi keluar kamar.


Tak lama kemudian Ibunya masuk.


"Gege...Kemana putra kita?" ucap Ibu.


"Idin keluar sebentar..ugghh.......... Katanya mau manggil temannya seorang tabib"ucap Ayah.


****


Udin saat Ini berada agak jauh dari kamar ayahnya.


Setelah aman,barulah Rissa keluar dengan wujud nenek - nenek.


"EH!!?? Kenapa adek berubah nenek - nenek?" ucap Udin terkejut dan heran.


"Kalau keluar dengan wujud asli adek bisa berabe kang mas" ucap Risa dengan suara khas wanita tua.


"Oohh...Oke Nek.. Ayoo kita masuk" ucap Udin.


Rissa duduk dilantai sambil menggerakkan kedua kakinya.


"Kang mas jahaat.. masa adek dipanggil nenek - nenek" ucap Rissa.😭.


😓 udin bingung harus berbuat apa.


Tak lama kemudian.


"Ayo sayangku yang Cantik...Kita obatin ayah dulu,Jika gak segera mengobati ayah maka adek gak bisa menjadi menantu" ucap Udin.


"Ayoo cepatan kang mas.... Adek takut gak diterima jadi menantu oleh orang tua kang mas" ucap Rissa sambil berjalan menarik tangan Udin.😊


Udin dan Rissa masuk dalam kamar ayahnya tanpa membuka ointu,karena pintunya masih terbuka.


"Ayah...Ibu....Udin membawa teman Udin,namanya Nenek cantik" ucap Udin


"Auuu.... Udin mengaduh karena kakinya diinjak oleh Rissa. Udin gak berani memaki baik dimulut maupun dihati.


"Maaf Nyonya.. Nama saya Yue Yan,saya seorang tabib" ucap Rissa menggunakan nama belakangnya.


"Cepetan Dek...sembuhin Ayah..." ucap Idin dalam hati.


"Iya...Bawel amat seh" ucap Rissa telepati.


Rissa maju kedepan lalu menggerkan pola segel setelah itu meletakkan tangan.


Nampak keluar cahaya putih yang keluar dari telapak tangan Rissa. Cacing Iblis Itu mencoba meloloskan diri,tapi tak bisa,karena terkurung segel cahaya dari telapak tangan Rissa.


Boom....Cacing itu meledak tapi tak mengakibatkan kerusakan didalam organ tubuh.


Ayah memuntahkan seteguk darahnya akibat ledakan dari tubuh cacing Iblis tersebut,nampak Wajah ayah mulai nampak sedikit cerah.


"Ini diminum Pilnya Tuan" ucap Rissa memberikan Pil jiwa dan pil penyembuh


"Hah!!!???I...I...Ini kan Pil lev 10." ucap Ayah.


"EH!!??? Ibu juga terkejut.


"Segera diminum tuan Pilnya" ucap Rissa.


Ayah segera meminum Pil itu.


Glekk...Glekk......Tak lama kemudian.

__ADS_1


"EH!!! Sang Ayah terkejut apa yang barusan terjadi.Mukanya kembali cerah seperti sedia kala.


"Mei'er... Aku sembuh...." ucap Ayah.


"Beneran Gege sembuh?" ucap Ibu tak yakin.


"Iya sayang" ucap Ayah.


"TERIMA KASIH TABIB AGUNG" ucap Ayah dan Ibu serempak sambil bersujud.


"Tuan dan Nyonya tak perlu bersujud padaku" ucap Rissa.


Mereka memeluk Udin.


"Terima kasih Nak,kamu bawa temanmu kesini" ucap Ayah.


"Iya Ayah... Ibu....Oh iya,siapa lagi yang sakit?" ucap Udin.


Lalu Ibu memveritahu siapa saja yang sakit di keluarganya.


"Mayan banyak juga.Ayah...Ibu...Jangan minum Air dari sumur itu lagi sebelum di bersihkan oleh Tabib agung" ucap Udin.


"Oh iya Tabib agung,Penyakit apa yang aku derita ini? segala pengobatan sudah aku coba,tapi tak berhasil" ucap Ayah.


"Tuan terkena Cacing Iblis yang masuk kedalam perut tuan dari air minum"ucap Rissa.


"APAAAAA!!!???CACING IBLIS!!!!??" ucap mereka serempak.


"Ayah ...Ibu...Ayoo kita sembuhkan keluarga kita yang lainnya." ucap Udin.


"Ayo...Mari Tabib agung" ucap Ayah.


Mereka pun pergi kerumah keluarga lainnya.


5 orang meninggal didalam keluarga bangsawan Lin karena telat untuk di obatin.


"Pakde...tolong ajak yang lainnya Kembali kerumah,soalnya disini diserang wabah cacing iblis bukan wabah covid corona" ucap Udin telepati


"Siap Bos laksanakan" ucap Paijo telepati.


.


----****-----


Disuatu Dunia Iblis.


Nampak pelayan Istana berlari tergesa gesa untuk menemui seseorang.


.


***


.


Nampak beberapa orang berkumpul diruang rapat.


"Bagaimana Jendral Thou Sheng,apakah kamu sudah menjalan misi yang aku berikan." ucap seseorang yang memakai mahkota dikepalanya.


"Sudah yang mulia Raja Zhou Hu,Telur cacing Iblis sudah saya masukkan dalam sumur didesa Bulan" ucap Jendral Thou Sheng.


"Bagus....Karena aku mendengar didesa ada seseorang yang bisa membunuh pasukan yang kita kirim dengan mudah tanpa bantuan orang lain" ucap Raja Zhou Hu.


Raja Zhou Hu marah, 3000 pasukannya di hancurkan dengan mudah bahkan jendralnya dibunuh oleh seorang Jendral dari kerajaan Jian, yang berasal dari desa bulan.


Tak lama kemudian datanglah pelayan.


"Maaf yang mulia,hamba lancang masuk kemari,sebab cacing iblis yang yang masuk dalam tubuh manusia ada yang menghancurkannya" ucap pelayan itu.


"APAAAAAAAAAA!!!!!" ucap Mereka serempak yang ada didalam ruangan itu.


"SIAPA YANG MENGHANCUR KAN CACING IBLISKU...CEPAT KATAKAN" ucap Raja Zhou Hu dengan marah.


"Ampun yang mulia,Hamba tak bisa melihat dengan jelas" ucap pelayan itu.

__ADS_1


"BUAJINGAAAANN... ORANG ITU HARUS MATI. JENDRAL THOU RHENG SEGERA KIRIM PASUKAN UNTUK MENYERANG DESA ITU" ucap Raja Zhou Bu.


"Siap yang mulia" ucap Jendral Thou Rheng.


__ADS_2