Petualangan Udin

Petualangan Udin
Menuju Benua Timur


__ADS_3

Suasana di salah satu dermaga benua Tengah nampak cerah,semilir angin berhembus sepoi - sepoi . Kapal nelayan berjejer rapi dari yang kecil hingga yang terbesar. Kapal itu tidak menggunakan mesin tapi menggunakan layar seperti perahu phinisi. Para warga nampak hilir mudik beraktifitas seperti biasanya. Nampak sepasang kekasih sedang berjalan bergandengan tangan menuju sebuah loket untuk membeli tiket perahu. Sepasang kekasih itu tak lain adalah Udin dan Rany,mereka telah tiba di penjual tiket perahu.


"Permisi,apakah ada tiket untuk penyebrangan ke Benua Timur" ucap Udin.


Nampak seorang pria dewasa sedang mencatat berkas di meja lalu mendongakkan kepalanya melihat pemuda dan seorang gadis.


"Maaf anak muda,tiket kapal untuk hari ini tidak ada,karena kapal tadi pagi sudah berangkat. Adanya tiket untuk besok pagi harganya 10.000 keping koin emas per orang " ucap bapak itu.


"Hem,aku beli untuk besok pagi 2 orang" ucap Udin sambil menyerahkan uangnya.


Bapak itu menghitung uang Udin. Tiket perahu untuk perjalanan ke Benua Timur memang sangat mahal sepadan dengan medan yang dilalui sangatlah berat serta penyedia layanan itu juga menyewa pendekar untuk membasmi monster yang menghalangi perjalanan,dan menyediakan makanan yang enak untuk penumpang selama berlayar.


Bapak itu selesai menghitung Uangnya Udin, Ini tiketnya anak muda,jangan sampai ketinggalan kapal,jika ketinggalan maka tiket itu hangus"


"Siap pak,terima kasih banyak" ucap udin sambil mengambil Tiket tersebut lalu mencari penginapan,karena hari sudah sore.


"Beb ...kita cari penginapan dulu ya" ucap Udin pada Rany. Rany hanya mengangguk saja.


Mereka berjalan mencari penginapan,setelah menemukan mereka memasuki penginapan tersebut.


"Permisi...apakah ada kamar yang kosong " ucap Udin pada seorang penjaga penginapan.


"Maaf Tuan,kamar yang kosong hanya sisa 1 kamar VIP saja " ucap pelayan itu.


"Ya udah gakpapa,aku pesan 1 kamar saja" ucap Udin.


" 1 malam 20 keping koin emas Tuan " ucap pelayan itu.


Udin pun menyerahkan 100 keping koin emas.


"Maaf tuan ini kebanyakan" ucap pelayan itu sambil menyerahkan kelebihan uang Udin.


"Ambil saja sisanya buatmu" ucap Udin..


"Hem..tenyata pemuda yang menjadi calon suamiku orangnya dermawan,aku tak salah pilih untuk memutuskan" ucap Rany dalam hati.


"Terima kasih tuan,ini kuncinya(sambil menyerahkan kunci tersebut pada Udin) kamarnya lantai 3 sebelah kanan no 245 Tuan" ucap pelayan itu.


"Iya..terima kasih" ucap Udin.mereka pun pergi meninggalkan resepsionis itu.


"Sungguh pasangan yang serasi," ucap pelayan itu dalam hati.


Ada dua pasang mata yang melihat Udin bertransaksi saat menyewa kamar.


"Gadis itu cantik sekali. Bagaimana kalau kita culik dan bunuh kekasihnya itu" ucap pemuda pertama


"Iya,gadis itu sangat cantik..bahkan putri kekaisaran saja kalah dengan kecantikan gadis itu. Baiklah kita akan culik dan bunuh kekasihnya" ucap Pemuda ke dua.


"Nanti malam kita datangin kamar mereka,kalau tidak salah mereka di kamar no 245" ucap pemuda pertama.


"Siap..ayo kita pergi dari sini" ucap pemuda ke dua.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan penginapan tersebut.


Saat ini Udin dan Rany sudah berada di dalam kamar yang mereka sewa.


"Ayang Rany mau mandi sendirian atau aku mandikan" ucap Udin menggoda Rani.


"Belom sah beb,jadi tidak boleh mandi bareng ...weee(sambil menjulurkan lidahnya)" ucap Rany berjalan ke arah kamar mandi.


"Asem...kirain mau mandi bareng,kan enak tuh saling gosok menggosok lalu gesek menggesek." ucap Udin membatin ketika melihat Rany sudah masuk dalam kamar mandi.


Sambil menunggu Rany selesai mandi,Udin memasang array pelindung dan membuat kopi dan mengeluarkan 1 bungkus rokok,setelah selesai membuat kopi,Udin berjalan ke arah jendela lalu membukanya,setelah itu Udin membakar rokoknya...


Huuffttt....


wusshhh.... asap keluar dari mulut dan hidungnya.


"Pantesan waktu mimpi itu ketika dedekku masuk agak susah n sempit,kirain istriku minum jamu rapet wangi,gak taunya aku jebol goa prawann anak gadis orang" ucap Udin dalam hati sambil menikmati rokok dan kopinya.


Setelah 2 batang rokok habis,barulah Rany keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.


" Tumben ayang Rany keramas?" ucap Udin.


"Ini kan gara - gara kamu beb,aku harus keramas" ucap Rany kesal.


"He...He...He...iya juga seh, ayang Rany mau lagi kah" ucap Udin menggoda Rany.


"ENGGAK....CEPAT MANDI SANA.." ucap Rany agak marah,karena ia tak mau keramas lagi.


"Iya..ya...Aku mandi dulu" ucap Udin lalu masuk dalam kamar mandi.


Setelah Udin masuk kamar mandi,Rany melihat minuman di meja yang tinggal separo . "Ini minuman apa? kok hitam begini..Apakah ini racun? kalau racun mengapa gege Udin meminumnya." ucap Rany yang baru pertama kali melihat kopi. Ia pun mencoba mencicipinya dengan mencelupkan jarinya.


"Hem..Rasanya pahit plus manis tapi enak" gumam Rany. Kemudian Rany meminum habis kopi sisanya Udin itu.


Udin pun sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan warna Hitam bermotif naga dan dalaman putih.


"Haa....Ha....Ha.....Ha....Ha..... Udin tertawa ketika melihat tepi bibir Rany nampak ampas kopi sisa dia minum.


????


"Apanya yang lucu beb?" ucap Rany yang belom menyadarinya.


Ha...Ha...Ha...Itu di bibir kamu beb ...Ha...Ha....Ha......


Rany pun mengelap bibirnya,nampak butiran hitam di tangan setelah ngelap bibirnya..


"Huuuuh Dengus Rany kesal lalu membelakangi Udin.


Udin kemudian mendekati Rany lalu memegang perutnya dari belakang.


"Kalau ayang Rany mau kopi,nanti kakak buatin tapi minumnya jangan sama ampas - ampasnya ya" ucap Udin lembut didekat kuping Rany.


Lalu Rany berbalik menghadap Udin,"Apakah ayang Udin masih punya kopi" ucap Rany.


"Masih donk,mau berapa gelas? nanti aku buatin" ucap Udin lembut.


"Hem...1 aja ayang udin" ucap Rany dengan nada manja.

__ADS_1


"Oke...siap laksanakan bos" ucap Udin lalu melepaskan tangannya dari tubuh Rany kemudian mengeluarkan 1 teko kopi yang sudah Udin buat tadi,kopi tersebut masih panas. Lalu Udin mengeluarkan cangkir kosong kemudian mengisi cangkir tersebut dengan kopi.


"Ini kopinya Tuan putri" ucap Udin sambil menyerahkan Kopinya dengan sikap seperti kesatria yang menghadap rajanya.


"Terima kasih,engkau adalah pelayanku yang paling setia " Ucap Rany seolah - olah mengikuti permainan Udin.


Lalu Rany meminum kopi tersebut.


"Bagaimana rasanya tuan putri? apakah sudah pas atau kurang?" ucap Udin.


"Hem...Rasanya kurang pas jika tidak ada yang memijat pundakku" ucap Rany.


"jiangkreeeekk...."umpat Udin dalam hati.


Udin pun berdiri lalu bergerak ke belakangnya Rany,setelah itu memijat pundaknya.


"Nah...Sekarang rasanya pas mantap,terima kasih pelayan setiaku" ucap Rany santai sambil menikmati kopi dan pijatan Udin.


"Kalau orang lain sudah aku pites ne orang,untung aja dia calon istriku" ucap Udin dalam hati.


"Beb.." ucap Udin sambil memijat pundaknya Rany


"Hemm....


"Apakah orang tuamu tidak mencarimu ?" ucap Udin.


"Pastinya dia akan mencariku bersama teman - temannya" ucap Rany.Rany tak memberi tahu Udin bahwa dirinya adalah putri semata wayang dari Ketua sekte terkuat No . 1 di Benua Timur.


"Kok mereka belum ada muncul" ucap Udin.


"Jarak tempuh untuk kesini sangatlah jauh beb,mungkin 2 bulan lagi mereka akan tiba disini" ucap Rany.


"Oooo...begitu. Hem... disana kantor KUA jauh gak Beb? ucap Udin.


"KUA?? Apa itu ayang Udin? ucap Rany merasa asing dengan istilah itu.


"KUA itu Kantor Urusan Agama yang mengurus hal - hal mengenai pernikahan,perceraian..Begitu ayang Rany" ucap Udin.


"Disana tidak ada KUA, Adanya Altar suci untuk mengucapkan janji suci pada pasangannya yang disaksikan oleh kedua orang tua serta warga yang ada" ucap Rany.


"Altar suci?? Asemmm,ribet amat ya. Semoga gak seribet aku ngurus pernikahanku waktu itu,mondar mandir kesana kemari,nanya kantor KUA berada." ucap Udin dalam hati. Udin hanya tau rumah pak RT sama kantor kelurahan aja yang sering ia lewati,begitu ngurus surat - surat pernikahan,kelimpungan lah Udin.


Rany pun selesai meminum kopinya.


"Ayang Udin dapat kopi ini dimana?" ucap Rany.


"Kopi itu aku dapat di pegunungan bromo bersama ayah dan rombongan ayah sewaktu mau menghadiri turnamen antar sekte Beb" ucap Udin yang masih memijat pundak Rany.


"Ayah?? Apakah ayahnya ayang Udin ada disini?" ucap Rany masih posisi duduk dan menambah kopi lagi.


"Beliau adalah ayah angkatku Beb serta beliau adalah Ketua sekte elang emas" ucap Udin.


"Sekte elang emas?? seperti pernah dengar nama itu." ucap Rany dalam hati.


"Apakah sekte itu yang kalah 9 kali berturut - turut itu Beb? ucap Rany untuk memastikannya.


" Iya beb,tapi waktu turnamen kemarin,sekte elang emas menjuarai semua pertandingan dengan mudah,sebab murid - muridnya berada di ranah Saint" ucap Udin...


"kenapa beb?? ucap udin berpindah posisinya disamping Rany lalu mengelap mulutny Rany.


"berapa usia murid itu beb" ucap Rany yang penasaran,karena setahu Rany orang yang berada di ranah saint itu rata - rata Umurnya di atas 100 tahun.


"kalau gak salah hem...(udin sambil memegang dagunya) 19 - 20 tahun Beb" ucap Udin.


"HAHH!!!! Rany terkejut sambil menjatuhkam rahangnya kebawah.


"Aiishh,kenapa seh ini cewek," ucap Udin dalam hati.


"Ditingkat berapa murid itu Beb?" ucap Rany,ia hampir terjatuh dari kursinya karen terkejut mendengar pemuda sekte usianya 20 tahun sudah berada di ranah saint.


"Kalau gak salah di ranah saint tingkat 5 mungkin sekarang sudah di ranah emperor atau mungkin Holly emperor" ucap Udin.


Gedebugh....suara tubuh Rany terjatuh dari kursinya..


"Ayang Rany Kenapa? Sakit kah?" ucap Udin menghampiri Rany yang terjatuh dari kursinya lalu membantunya berdiri.


"Aku gak sakit Beb, hanya terkejut saja. Bagaimana bisa sekte yang tidak besar bisa menghasilkan murid di ranah Saint,sedangkan sekte besar saja hanya di ranah emas tingkat 10." ucap Rany.


"Yoo jelas iso dong Beb,lha wong tak iwangi kok" ucap Udin bangga.


????


"Ya jelas bisa dong beb,soalnya aku yang membantu" ucap Udin menterjemahkan bahasa jawanya.


"APAAA!!!!!! ucap Rany terkejut bukan main,begitu tahu penyebab murid sekte elang emas berada di ranah saint.


"Aishh...Ayang Beb mau berada di ranah saint juga kah? ucap Udin.


"Maauuuuuu...." ucap Rany manja sambil memeluk lengan Udin.


"Ya sudah,Nanti pas perjalanan saja ya sayang" ucap Udin sambil mengelus rambut Rany.


" Hu... um " ucap Rany.


"Kita tidur dulu Beb" ucap Udin,lalu berjalan ke tempat tidur. Rany naik ranjang duluan.


"Ayang Rany tidur disini,aku tidur dibawah saja" ucap Udin.


"Kenapa gak tidur berdua saja Beb? ucap Rany.


"Emangnya Ayang Rany mau melakukannya lagi? ucal Udin menggoda.


Rany menganggukkan kepalanya mukanya bersemu merah.


"Aishhh ini anak,polos atau blo' on seh.. " ucap Udin dalam hati.


"Nanti saja kalau sudah SAH ya sayang" ucap Udin lembut. Lalu mengecup kening Rany.


Kemudian menyelimuti tubuhnya Rany.

__ADS_1


"I LOVE YOU" ucap Udin mengecup keningnya Rany lagi.


???


"Aku cinta kamu itu artinya beb,nanti ayang Rany menjawab LOVE YOU TO" Ucap Udin.


"LOVE YOU TO ayang Udin" ucap Rany.


Udin kini berebah dilantai dan Rany mulai mengantuk dan tidur.


"Sepertinya ada 2 kecoa yang mencoba mau masuk."ucap Udin yang mengetahui dari mata dewanya, Udin melihat Dua orang berusaha masuk lewat jendela,tapi terhalang array yang dipasang Udin.


"Aku singkirkan sajalah " ucap Udin membatin lalu menembakkan kekuatan Esnya yang berbentuk jarum..


Track...


Track... Suara jarum Es menembus kaca..


Akhhh..... teriakan Dua orang yang terkena jarum Es tepat di jantung dan tembus.


gedebugh....suara dua orang jatuh berbarengan kemudian tewas. Nampak lobang di dada mereka .


"Selesai...tinggal tidur" ucap Udin dalam hati.


.


.


.


Besok paginya Udin masih tidur,sedangkan Rany sudah bangun dan selesai mandi.


"Beb....bangun..cepetan mandi " ucap Rany membangunkan Udin dengan mengoyang goyangkan bahunya Udin.


"Hem....5 menit lagi Beb"ucap Udin malas untuk bangun.


"5 menit lagi kapal akan pergi,otomatis tiket hangus ayang Udin " ucap Rany.


"EH!!!! Udin terkejut langsung bangun dan menuju kamar mandi. Tak sampai 5 menit Udin keluar lagi.


"Ayooo pergi. Nanti ketinggalan kapal." ucap Udin. Udin hanya cuci muka dan gosok gigi saja.


"Hu...Um Rany menganggukan kepalanya.


Rany takut ketinggalan kapal,karena kemarin gak disebutkan jam berapa berangkatnya.


Tak lupa mereka mengembalikan kunci kamar,dan berjalan ke arah dermaga. Sempat mereka melihat kerumunan di samping bangunan tempat dimana mereka menginap namun mereka tidak mau melihatnya.


Sesampainya didermaga sudah terjadi antrian untuk masuk kapal,mereka pun ikut mengantri.


"Besar juga ini kapal "gumam Udin ketika melihat kapal di dermaga itu.


"Tiket kapalnya Tuan" ucap penjaga Dermaga memeriksa orang - orang yang akan menaiki kapal.


Udin pun mengeluarkan tiket tersebut.


"Silahkan masuk Tuan" ucap petugas itu.


"Terima kasih" ucap Udin. Lalu Udin dan Rany memasuki kapal itu kemudian mencari kamarnya,di tiket sudah disediakan kamar untuk tidur.


"Ini kalau gak salah" gumam Udin lalu mencocokkan Tiket dengan No kamar itu."Benar" gumam Udin. kemudian Udin membuka kamar tersebut.


Kreeeiittt...


"Bagus juga kamarnya,bersih dan rapi" ucap Udin dalam hati.


"Beb mau sarapan buah dulu kah" ucap Udin.


"Iya aku mau " ucap Rany.


Kemudian Udin mengeluarkan buah - buahan dan tak lupa kopi panas.


"Kira - kira kapan sampai disana Beb? ucap Udin.


"paling cepat 45 hari,paling lambat ya 60 hari Beb" ucap Rany.


"Oooo...begitu ya." ucap Udin.


mereka pun bersantai menikmati sarapannya. Udin tidak berani merokok di depan calon istrinya. bahkan waktu sudah nikah Udin merokoknya diteras rumah,sebab waktu itu pernah Udin merokok dekat istrinya lalu istrinya batuk - batuk kena asap rokok. mau tak mau merokoknya menjauh.


Sejam kemudian terasa getaran kapal akan berangkat. Udin pun melihat keluar dari jendela kamarnya.


"Hem ...sudah berangkat"gumam Udin.


Tok...Tok...Tok... suara pintu kamar Udin di ketuk.


"PEMERIKSAAN TIKET" ucap seseorang berteriak


Udin berjalan ke pintu dan membuka,lalu memperlihatkan Tiketnya.


Setelah selesai memperlihatkan tiketnya,petugas kapal memeriksa kamar lainnya,mereka tak ingin ada penumpang gelap yang naik dikapal mereka.


"Kok hampir sama ya seperti di Bumi ada pemeriksaan tiket lagi,waktu naik kapal Tidar,umsini dari Semayang ke surabaya pun begitu" ucap Udin dalam hati.


.


.


.


.¤¤¤¤


.


.


maaf updatenya sedikit.semoga terhibur.


Jangan lupa di Like ya .karena Like itu gratis.

__ADS_1


matur suwun....


__ADS_2