
Paijo dan Rissa melesat kerumah Udin. Begitu sampai disana.
Seorang pria paruh baya mendatangi Paijo yang mengendong Udin dalam keadaan tak sadarkan diri setelah elemen kegelapan disegel oleh Rissa.
"Paijo...Apa yang terjadi pada putraku ?" ucap Lin Shang Ayahnya Udin.
"Bos Tak sadarkan diri,Tadi Bos mengamuk membunuh ribuan bangsa iblis lalu melukai Ponijan setelah itu menghancurkan rumah Penduduk" ucap Paijo.
"APAAAAAAAAAAAAAA"semua orang terkejut mendengar ucapan Paijo .
"Maaf,aku permisi dulu mau membawa Bos Udin kekamarnya" ucap Paijo Lalu melesat ke arah kamar Udin.
"Sialan aku lupa memberi tahu Paijo bahwa tidak usah memberi tahu keadaan yang sebenarnya"ucap Rissa dalam hati.
Kemudian Rissa menggunakan kekuatannya menghapus kejadian yang barusan kecuali pada orang tua Udin,Kuwi,Djarwo dan Ponijan. setelah itu Rissa melesat ke arah warga yang tadi melihat kejadian Udin mengamuk, Ia kembali menghapus ingatan kejadian tersebut. setelah selesai Rissa kembali mengobati warga.
Setelah Sampai didalam Kamar,Paijo meletakkan Udin ditempat tidur secara perlahan ,Setelah itu Paijo berdiri didekat Udin.
Paijo tidak Ingin ada yang menculik Udin setelah kejadian itu.
Tak lama kemudian datanglah kedua orang Udin.
Sang Ibu duduk ditepi ranjang sambil mengelus rambut Udin yang terlelap Tidur mengeluarkan air matanya. Ia tak menyangka bahwa putranya bisa mengamuk hingga membantai para Iblis dan melukai warga,bahkan temannya sendiri ikut diserang.
"Mengapa putraku bisa begini Jo?" ucap Lin Shang.
"Entahlah...Aku gak tahu" ucap Paijo.
"Apakah Udin bisa mengamuk lagi?" ucap Lin Shang.
"Tergantung keadaan,jika Bos emosinya tak terbendung lagi maka Bos Udin bisa mengamuk lagi" ucap Paijo.
Sementara itu, Kuwi,Djarwo,Rissa,dan Ponijan masih sibuk membantu warga yang terkena wabah serta luka akibat serangan Udin ketika mengamuk.
.
.
.
.
----***----
.
.
Disuatu tempat yang belum diketahui tempatnya.
"Aku ada dimana" ucap Seorang bocah memakai pakaian merah bergambar Naga duduk di bebatuan. celingukan kesana kesini.
Ia melihat tempat sekelilingnya ,nampak seperti didalam Goa yang amat Luas. Bocah itu adalah Udin.
"IBU......AYAH......." teriak Udin.. Suaranya menggema.
kemudian Ia mengingat kembali peristiwa yang menimpanya.
"Aku tadi bantuin warga terus ada suara ledakan ,aku datang lalu aku melihat Kuwi terluka parah setelah itu aku gak ingat lagi" ucap Udin.
"Dek...Aku dimana....."ucap Udin dalam hati.
Udin mondar mandir menunggu jawaban.
5 menit menunggu tak ada jawaban.
"Aneh...Biasanya istriku selalu menjawab,ne kok enggak ya" ucap Udin.
Tiba - Tiba ada suara muncul tanpa Wujud.
"HAHAHAHAHAHAHA... Bocah... Serahkan jiwa dan ragamu,karena kamu tak pantas memiliki kekuatanku" ucap Suara itu.
"Siapa kamu? Keluar kalau berani,dasar pengecut" teriak Udin.
"Aku bukan pengecut seperti dirimu" ucap Suara itu lalu muncul didepan Udin.
"EH!!!???? Udin terkejut. Ia seperti melihat dirinya sendiri didepan kaca, tapi bedanya Udin pakai baju merah sedangkan kembarannya pakai baju serba hitam.
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA.... " Udin tertawa terpingkal - pingkal.
????? Udin baju hitam
"Kenapa kamu tertawa?" ucap Udin baju Hitam merasa heran.
"Kamu tadi ngatain aku bocah,sedangkan kamu sendiri juga bocah....Huakakakakakakakakaka" ucap Udin baju merah tertawa lagi.
"Oh iya ya..Aku lupa. wasssuuuuuu" ucap Udin baju hitam sambil mengaruk - garukkan kepala.
Tak lama kemudian Udin baju merah berhenti tertawa.
" Bocah...Kamu ini siapa?"Huakakakakakaka?" ucap Udin baju merah tertawa lagi.
"Aduh...sakit perutku...Huakakakakakakaka....
"Diamput...Aku loh dirimu,dirimu adalah aku" ucap Udin baju Hitam merasa jengkel.
Udin baju merah terdiam setelah mendengar ucapan Udin baju hitam.
"Maksudmu kita kembar gitu?"ucap Udin baju merah.
"Iya.. " ucap Udin baju hitam.
"Ini kita dimana?" ucap Udin baju merah.
"Kamu ada di ruang dimensiku, ucap Udin baju hitam.
Udin baju merah kemudian rebahan dibatu yang permukaannya rata.
"Mengapa kamu begitu santai?" ucap Udin baju hitam.
"Terus aku harus ngapain? kerja,nyangkul,Facebookkan,Tik Tokkan?" ucap Udin baju merah.
"Iya juga seh.." ucap Udin baju hitam ikut berebah dibatu.
"Kenapa kamu baru muncul? kenapa gak dari kemarin - kemarin" ucap Udin baju merah.Udin merasa senang punya kembaran.
"Aku muncul karena kamu merasakan amarah dan dendam yang luar biasa hebatnya,"ucap Udin Baju Hitam.
"Ooo....Begitu..Lalu gimana caranya aku keluar dari Sini?" ucap Udin baju merah.
"Kalahkan aku dulu baru kamu bisa keluar" ucap Udin baju hitam.
Udin baju merah terbangun lalu duduk.
"Kalau aku gak mau?" ucap Udin baju merah.
"Kamu selamanya disini dan aku akan menggantikanmu" ucap Udin baju hitam.
"Aisshh.... Kalau kamu adalah aku dan aku adalah kamu,Pastinya kamu tau sendiri jawabanku bukan?" ucap Udin baju merah.
__ADS_1
"Kamu tidak akan melawanku??" ucap Udin baju hitam.
"Iya.." ucap baju merah.
"Apa kamu mau menyerahkan jiwa dan ragamu padaku?" ucap Udin baju hitam.
"Enggak" ucap Udin baju merah.
"Aisshh...Coba bilang Iya maka aku bisa
menguasai dirinya secara penuh" ucap Udin baju hitam dalam hati.
"Kamu bisa menguasai seluruh alam semesta jika kamu menyerahkan jiwa dan ragamu padaku" ucap Udin baju hitam.
" Aku gak minat" ucap Udin baju merah.
Udin baju hitam merasa heran,mengapa ada manusia yang tak mau kekuatan yang dimilikinya. Rata - Rata orang yang ingin memiliki kekuatan kegelapan akan secara suka rela menerimanya,atau ia akan bertempur sampai mati jika menolaknya. Ini malah malah santai saja.
"Kalau bisa namamu diganti,jangan pakai namaku,biar aku bisa manggil dirimu" ucap Udin baju merah.
"Kalau aku pakai nama orang lain berarti aku bukan dirimu donk?" ucap Udin baju hitam.
"Kan kita kembar,aku Udin yang asli sedangkan kamu Udin KW" ucap Udin baju Merah.
"Enak aja aku Udin KW,aku sudah bilang,dirimu adalah aku dan aku adalah dirimu" ucap Udin Baju hitam.
"Lah terus aku manggil dirimu itu apa? masa aku manggil namamu Udin juga. Entar aku dikira orang gila. Kamu mau disebut orang gila?" ucap Udin baju merah.
"Siapa yang manggil aku orang gila,bawa kesini biar aku bunuh orangnya"ucap Udin baju hitam matanya mulai menghitam.
"Aissshh... Main Yuk..Bosen tau" ucap Udin baju merah .malas berdebat ketika yang diajak ngobrol mulai nampak marah. Lalu mengalihkan topik pembicaraan.
"Mau maen apa?" ucap Udin baju hitam.
"Maen X dan O Yang kalah gendong sejauh 50 meter 1 kali bolak balik.
"Oke siapa takut" ucap Udin baju Hitam kini mengikuti sifat Udin baju merah.
Sejatinya Udin baju Hitam bagian dari Udin baju Merah. Sifatnya masih seperti anak kecil kadang juga seperti orang dewasa.
Udin baju merah membuat garis membentuk 9 kotak.
"Aku duluan yang mulai" ucap Udin baju merah.
"Enak aja..Aku lah yang duluan mulai" ucap Udin baju hitam. Gak mau ngalah.
"Y sudah..Kamu duluan" ucap Udin baju merah mengalah.
Udin baju merah membuat gambar O sedangkan Udin baju hitam membuat gambar X.
5 Menit kemudian.
"Cihuuuiii..... Aku menang" ucap Udin baju merah.
"Wassssuuu.... Aku kalah" ucap Udin baju hitam.
Mau tak mau menggendong Udin baju merah.
Udin baju hitam berjalan sambil menggendong Udin baju merah.
Hiyat....Hiyaatt...Hiyaatt... ucap Udin, ia membayangkan sedang menaiki kuda.
"Sial.....Mengapa bisa begini seh," ucap Udin baju hitam dalam hati keheranan, Sebab Ia niatnya ingin menguasai tubuh Udin secara penuh,namun Tubuh dan mulutnya malah bertolak belakang dengan niat tersebut,Ingin rasanya ia langsung membunuh jiwa sisi baiknya Udin,tapi itu tak bisa dilakukan. karena Tubuhnya bergerak sendiri.
Tak lama kemudian mereka bermain X dan O lagi untuk mencari siapa yang menang..
"Yess.. Aku yang menang" ucap Udin baju hitam.kesenangan.
Mereka selalu bergantian menggendong.
.
----***----
Didunia Iblis.
.
Seorang pelayan lari tergesa - gesa menuju ketempat majikannya berada.
"Ampun yang mulia Raja Zhou. Jendral Thou Rheng beserta prajuritnya telah tewas semua,mereka dibunuh oleh seorang bocah manusia ucap Pelayan itu sambil bersujud.
"APPAAAAAAAA!!!!?? ucap Mereka yang ada di aula singgasana terkejut.
Braaakkkkkk..... Meja didepan Sang Raja hancur berkeping - keping.
Nampak seorang pria yang memakai mahkota sangat marah besar ketika mendapat laporan dari anak buahnya itu yang bertugas menjaga batu jiwa.Dia adalah raja Zhou Hu.
Raja Zhou Hu memerintahkan jendral Thou Rheng membawa pasukan 8500 prajurit untuk menyerang Orang yang telah membunuh cacing Iblis peliharaannya.
"Bajingan.... Bagaimana bisa ada Bocah di alam itu mempunyai kekuatan Dewa " ucap Raja Zhou geram.
Raja Zhou Hu mengira orang yang membunuh cacingnya itu ternyata bukanlah orang yang telah membunuh prajuritnya sebelumnya yang berasal dari desa Bulan.
Tempat tinggal Udin tidak ada manusia yang berada diranah dewa. Makanya Raja Zhou berani mangirim pasukannya itu.
"Yang Mulia..Perintahkan hamba untuk menyerang bocah itu" ucap Jendral Thou sheng
"Hamba juga siap menyerang desa itu" ucap jendral Thou Shong.
"Hamba juga siap " ucap jendral Thou Thek.
"Saya juga siap yang mulia raja " ucap Jendral Thou wei.
"Saya juga siap mulia raja" ucap Jendral Thou Fei.
"Hem........ Nampak raja sedang berpikir.
10 menit kemudian.
"Kirim surat pada bangsa siluman Ular,bangsa siluman rubah,bangsa siluman kalajengking,dan bangsa siluman Lainnya. Kita akan mengempur dengan kekuatan penuh , setelah desa itu musnah,kita serang kerajaaan Jian,serta kerajaan lainnya" ucap Raja Zhou berapi - api.
"SIAP YANG MULIA" ucap mereka serempak lalu pergi untuk menyiapkan pasukannya.
Raja Zhou ingin menguasai alam manusia secara penuh. Ia sengaja mengirim surat kepada penguasa siluman yang ada di dunia kegelapan untuk ikut bergabung untuk menggempur alam manusia.
Raja zhou kemudian berdiri tiba - tiba ada suara dikepalanya.
"Cepat hentikan tindakan bodohmu itu... Jika kamu lakukan,maka aku tidak segan - segan akan memusnahkan kalian semua" ucap suara misterius.
Raja zhaou terduduk kembali.
"Si...Si...Siapa kamu" ucapnya Raja Zhou ketakutan. Ia merasakan tekanan ketika mendapat suara misterius itu.
"Kamu gak perlu tahu siapa aku,jika kalian menyerang kami lagi,Kerajaanmu akan aku musnahkan beserta seluruh penghuni alam kegelapan" ucap Suara misterius.
Raja Zhou mengeluarkan seteguk darah. Karena tekanannya bertambah kuat ,ia tak sanggup menahannya.
"Baik,aku akan menghentikan dan tidak akan menyerang lagi" ucap Zhou sambil menahan tekanan itu.
__ADS_1
Setelah ia bicara,tekanan itu hilang.
"Sial....." ucap Raja Zhou.
Kemudian ia memanggil kembali para anak buahnya. Kemudian ia mengatakan tidak akan menyerang lagi. Karena raja Zhou tak ingin kerajaannya musnah oleh suara orang misterius itu.
Para anak buah Raja Zhou hu menjadi penasaran dan heran. Mengapa Raja Zhou Hu tiba - tiba menghentikan dan nampak ketakutan.
Para bawahannya dengan patuh melaksanakan perintah rajanya.
.
.
-----****----
.
.
Di desa Bulan.
Pagi menjelang siang hari.
Rissa sudah selesai mengobati warga yang terkena cacing iblis itu selama dua minggu. Secara diam - diam dirinya membagi 2 tubuh. Tubuh satunya mengobati warga sedangkan tubuh yang lainnya pergi menuju kerajaan Iblis. Setelah selesai Tubuh yang pergi ke alam kegelapan tersebut menyatu kembali.
"Djarwo,Ponijan, dan Kuwi. Bantu warga membangun rumah warga,jangan katakan Udin yang melakukannya,sebab aku sudah menghapus ingatan warga tentang kejadian tersebut" ucap Rissa telepati.
"EH..!!!?? Mereka terkejut tiba - tiba ditelepati oleh Tabib agung. Padahal mereka berkumpul disatu tempat.
Mereka tak menyangka Tabib agung tersebut bisa bertelepati padanya kecuali Djarwo yang sudah pernah ditelepati oleh tabib agung tersebut.
"Baik Tabib agung" ucap mereka serempak bertelepati.
Mereka kemudian melesat ke arah rumah penduduk untuk membantu membangun kembali pemukiman yang dihancurkan Udin.
Djarwo dan Ponijan pergi kehutan untuk mencari kayu sebagai bahan untuk membangun rumah penduduk.
"Woo...Kamu tahu tidak asal usul tabib agung itu" ucap Ponijan disela - sela ia menebang pohon itu penasaran.
Booom.......Batang pohon ambruk ketika dipotong oleh Ponijan dengan kekuatannya.
"Aku gak tahu kakak kelima,Kakak pertama saja yang awalnya menolak tiba - tiba saja patuh dengan perintah tabib agung tersebut." ucap Djarwo memotong Pohon yang ditebang oleh Ponijan membentuk papan dan balok kayu.
Tassh...Tasshh....Tasshh....Tasshh...Tasshh...
Kayu terbelah oleh kekuatan angin milik djarwo.
Sedangkan Kuwi membersihkan material rumah yang hancur,karena akan direnovasi kembali.
"Ne...." ucap Kuwi dalam hati terhenti karena tiba - tiba ditelepati oleh tabib agung.
"Aku bukan nenek - nenek,jika kamu bilang aku nenek - nenek akan ku potong lehermu"ucap Rissa telepati.
Gleek...... Kuwi menelan ludahnya.
Kuwi tak berani menyinggung tabib agung lagi.
.
.
.
----****----
.
.
Dikediaman bangsawan Lin.
Risa berjalan menuju Kamar Udin setelah mensterilkan air sumur milik warga itu dengan elemen cahaya miliknya.
Kriieet......Suara pintu terbuka.
Nampak ada 3 orang didalam. Ada Paijo,Udin dan ibunya Udin.
Rissa berjalan menuju tempat tidur Udin.
"Bagaimana keadaan Udin Jo...?" ucap Rissa.
"Masih belom sadarkan diri tabib agung" ucap Paijo.
"Oh iya aku lupa,Tolong jangan katakan pada warga ,kalau Udin sempat mengamuk tadi. Jika kalian katakan itu maka Udin tidak akan selamat" ucap Rissa.
"EH!!?? Mereka terkejut.
"Mengapa bisa begitu tabib Agung" ucap Ibunya Udin penasaran.
"Udin akan menjadi rebutan semua aliran baik aliran hitam maupun putih, akan ada persaingan untuk mendapatkan Udin baik dalam keadaan hidup ataupun mati" ucap Rissa. Rissa sebenarnya bisa saja menghapus ingatan tentang kejadian yang menimpa Udin,tapi itu tidak dilakukan. Sebab mereka adalah orang tua Udin.
"Baiklah kalau begitu,aku akan melarangnya untuk masuk sekte dan pergi keluar rumah " ucap Ibunya Udin.
"Nyonya tenang saja,para warga sudah tidak mengingat kejadian itu lagi,jadi Udin aman jika ditemani oleh Paijo ,Ponijan ,Kuwi dan Djarwo" ucap Rissa.
"Maksudnya tidak ingat itu bagaimana ya?" ucap Ibunya Udin.
"Mereka semua sudah aku hapus ingatannya tentang kejadian waktu itu" ucap Rissa.
"APAAAAAA!!!??? ucap Mereka serempak terkejut.
"Siapa sebernarnya wanita ini" ucap Paijo dalam hati.
"Nanti kamu akan tahu suatu saat nanti,terima kasih sudah menjaga Udin" ucap Rissa telepati.
"Terima kasih Tabib agung,jika anda tidak ada,Keluargaku akan tewas semuanya." ucap Ibunya Udin berdiri lalu membungkuk.
"Iya sama - sama, Aku minta pada nyonya jangan melarang Udin untuk berpetualang. Jika nyonya melarangnya mungkin Udin akan pergi secara diam - diam," ucap Rissa.
"Tapi....Aku takut putraku kenapa - kenapa" ucap Ibunya Udin yang masih khawatir.
"Nyonya tidak perlu khawatir, sudah ada teman - temannya yang menjaga Udin,dan aku juga mengawasi putra anda. Saya permisi dulu" ucap Rissa. Lalu menghilang.
Rissa kembali ke dimensi cincin galaksi.
"HAH!!!???? Mereka terkejut melihat tabib agung itu menghilang.
Paijo mencoba mendeteksi keberadaan tabib agung tersebut namun hasilnya Nihil.
"Kemana itu Ne... " ucap Paijo dalam hati terhenti.
"Aku sudah bilang jangan panggil aku nenek - nenek" ucap Rissa telepati ke paijo.😤
😨Paijo syok dan menelan ludahnya sendiri.
"Jo aku tinggal dulu,jagaian putraku. Jangan kamu tinggal" ucap Ibu Udin.
"Siap...Paijo akan menjaga Bos Udin" ucap Paijo.
__ADS_1
Paijo ingin sekali memanggil Ibunya Udin dengan panggilan Ibu,tapi itu tak mungkin. Sebab Udin masih Bocah.
"Asem...Aku lupa kalau dia bisa membaca ucapan hatiku" ucap Paijo dalam hati.