
Udin Turun menuju tempat Shan berada.
"Maaf paman Shan..Udin sengaja..hehehe"ucap Udin.
"Ya dewa agung,mengapa kau suruh hamba untuk menjaga manusia terkutuk ini,jantung hamba terasa mau copot" ucap Shan dalam hati sambil mengelus - ngelus dadanya mengatur nafas..
"Paman gakpapa.?" ucap Udin.
"Gakpapa matamu kuwi,yen aku mati jantungen piye jal?" ucap Shan pakai bahasa jawa.
"Nanti Udin panggilkan tukang pemakaman saja saja paman,soalnya Udin gak bisa ngubur paman.
"Waasssuuuu" ucap Shan.
Guru lalu mendekat ke arah mereka.
"Siapa yang mengajarkan tuan muda terbang?" ucap guru Xin.
"Neh orangnya guru" ucap Udin sambil menunjuk Shan.
"EH!!!???? Shan terkejut dan bingung.
"Shan...Apa benar kau yang mengajarkan tuan muda terbang?" ucap guru Xin. Sebab ia tak pernah melihat Shan terbang.
"Diamput tenan og ..yang mulia raja ini. Aku harus bilang apa coba,kalau jujur nanti Udin di introgasi" ucap Shan dalam hati.
"Iya ...Aku yang mengajarkan tuan muda terbang" ucap Shan berbohong.
"Kenapa tuan muda bisa terbang,padahal kekuatannya masih lemah begitu,dan tidak punya banyak energi Qi?" ucap guru Xin. yang ia tahu udin hanya memiliki energi yang sedikit ketika belajar mengeluarkan kekuatannya.
"I....I...Itu....." ucap Shan tak bisa menjawab pertanyaan guru Xin.
"Sial...Aku ke gep lagi,aku harus bilang apa coba" ucap Shan dalam hati.
"Guru...Udin sebenarnya di ranah pendekar Saint puncak,hanya saja Udin sengaja sembunyikan dari kalian semua" ucap Udin mau mau memberitahukan tingkat kekuatannya.
"APAAAAAAAAAAA" ucap mereka serempak.
"Cieeee...terkejutnya serempak,jangan - jangan kalian pasangan serasi...
"Eh!! guru .....
Pletak...kepala Udin dipukul oleh Shan secara reflek pakai sedikit kekuatan fisik.
"Addooh.....Kenapa paman san memukulku.sakit tahu..." ucap Udin lalu tiba - tiba menangis... ðŸ˜ðŸ˜
Ibuu......ðŸ˜.
"Asem aku reflek mukul kepala yang mulia raja.." ucap Shan dalam hati lalu bersujud.
"MAAFKAN HAMBA TUAN MUDA...HAMBA TIDAK SENGAJA MEMUKUL KEPALA TUAN MUDA..."ucap Shan sambil gemetaran ketakutan.
Untungnya Ibunya Udin masih terlelap tidur,jika sudah bangun maka auto dipecat langsung Shan itu.karena letak mereka tak jauh dari ruang kerja ibunya.
Guru Xin memeluk Udin sambil mengelus - ngelus kepalanya.
"Cup...cup...cup...tenanglah tuan muda. Nanti ibu tuan muda bangun,jika bangun ibu tuan muda kesini,dan bila kesini maka Shan akan dipecat,kalau dipecat maka tuan muda tidak bisa bersama paman Shan lagi" ucap Guru Xin mencoba menenangkan Udin.
10 menit kemudian Udin berhenti menangis.
"Asem...Kepalaku dipukul,untung dia mukulnya gak pakai Qi,jika pakai Qi tewas lagi aku." ucap Udin dalam hati.
Shan masih dalam keadaan sujud tidak berani bangun dari sujudnya.
"Bangunlah paman,jangan diulangi lagi. Sakit tahuu"ucap Udin melihat Shan masih bersujud.
"Terima kasih tuan muda,hamba berjanji tidak mengingkari,jika hamba melanggar..."
"paman akan menikahi guru xin Dan Bibi cantik" ucap udin memotong ucapan Shan.
"EH!!!!?? Shan dan guru Xin terkejut
"cepat katakan paman.." ucap Udin.
"Rasakan pembalasanku " ucap Udin dalam hati.
"Jika hamba melanggar maka hamba akan menikahi Lin Xin dan Lin Jia Li" ucap Shan.
Jeedddeeerrrr...... Tiba - tiba ada suara petir lewat.
"EH!!! mereka terkejut..
"Sialan....Mengapa bisa begini seh" ucap Shan dalam hati.
"Tuan muda,jika guru sudah menikah dengan orang lain gimana?" ucap guru Xin.
"Hem....Iya juga ya........
"A.....Ha.....Udin punya ide. Paman shan pukul kepala Udin lagi tapi jangan kuat - kuat" ucap Udin.
"HAAAAAHHHH!!!!!!! ucap mereka berdua dengan mulut terbuka.
"Iya paman...Keburu guru Xin diambil orang lain" ucap Udin.
Guru Xin tiba - tiba mukanya memerah karena malu..
"Tapiiii Jia Li gimana tuan muda?" ucap Shan.
"Hem...Gimana ya.....
"A.....Ha....panggil kan saja Bibi cantik kesini" ucap Udin.
"Ta..Ta.. Tapi tuan muda." ucap Shan gugup,karena kemarin sore ia sudah kesana.
"Gak pke tapi tapian..Udin maunya sekarang" ucap Udin agak emosi.
"Ba...Baik tuan muda" ucap Shan langsung melesat terbang keatas dengan kecepatan Tinggi.
"EH.!!!!??? Guru Xin terkejut.
"Ada apa guru?" ucap Udin heran.
"Bagaimana dia bisa terbang,sedangkan dia berada diranah pendekar emas tuan muda" ucap Guru Xin.
"Guru pernah baca buku cerita gak tentang orang dermawan karangan Kusuma Wijaya" ucap Udin.
"Kusuma Wijaya??? siapa itu tuan muda?" ucap guru Xin.
"Asem....Aku lupa kalau ini bukan duniaku." ucap Udin dalam hati.
"Itu temannya paman Shan" ucap Udin asal bicara.
"Ooo...Terus apa hubungannya Kusuma wijaya tentang kekuatan Shan?" ucap guru Xin bingung.
" Dalam buku tersebut mencertikan seseorang yang punya kekuatan besar tapi dia tidak mau menunjukkan orang,dia hanya menunjukkan kekuatannya yang lemah.orang tersebut juga suka membantu yang lemah. Begitu guru" ucap Udin.
"Semoga aja guru Xin paham" ucap Udin dalam hati.
"Ooo...Berarti Shan punya kekuatan besar..Begitu kah tuam muda?" ucap Guru Xin.
"Iya Guru.Seperti Udin ini..Guru bisa gak melihatnya?" ucap Udin . Ia menyembunyikan semua tingkat kekuatan bahwa energi Qi.
"EH!!!??...Guru Xin terkejut.Awalnya hanya energi Qi saja. Kini tak ada energi Qi seperti manusia tidak bisa kultivasi.
"Iya tuan muda,Sekarang guru paham." ucap Guru Xin
"Kok jadinya aku seperti muridnya tuan muda ya?" ucap Guru Xin membatin.
Tak lama kemudian datanglah Shan dan Jia Li.
Dari atas,kemudian turun secara perlahan.
Tap.... Suara kaki mereka menyentuh lantai.
__ADS_1
Nampak Jia Li memakai pakaian lengkap berperang dengan muka pucat.
"Bibi cantik kenapa?" ucap Udin.
Jia Li tak menjawab,ia lalu pergi agak menjauh.
Hooeeekkk....Sooorrr..... Jia Li muntah..
Hooeekk.....Soorrr....
"Bibi cantik kenapa paman? ucap Udin.
"Maaf tuan Muda,tadi hamba membawa terbang nyonya Jia Li agak tinggi dengan kecepatan tinggi." ucap Shan.
Bruukk...... Tiba - tiba gurun Xin pingsan setelah memdengar Shan berbicara. Sebab jarak antara kerajaan dengan kediaman bangsawan Lin sangatlah jauh, butuh waktu -+ 2 hari dengan mengendarai kuda. Dari rumah Udin ketempat Jia Li membutuhkan waktu setengah hari,dari rumah Jia Li ke kerajaan butuh waktu 1 hari.Sedangkan Ketika Shan pergi sampai tiba tidak sampai 10 menit.
Didunia Udin saat ini jarang ada yang dapat melesat terbang dengan cepat seperti yang dilakukan Shan barusan.
Udin dan Shan segera menolong guru Xin yang pingsan.Shan membopong guru Xin membawa kekamar tidurnya.
5 menit kemudian mereka sudah sampai didalam kamar guru Xin dan meletakkannya ditempat tidur.
"Dia pingsan atau tidur paman?" ucap Udin. Ia sengaja tak memberitahukan kepada Shan bahwa ia sudah ingat semuanya.
"Hanya pingsan saja Tuan muda" ucap Shan.
Tak lama kemudian datang lah Jia Li. Wajahnya tidak sepucat seperti waktu pertama kali datang.
"Dia kenapa?" ucap Jia Li.
"guru Xin pingsan Bibi cantik,Oh iya bibiku yang cantik,Udin minta maaf,soalnya ini ada hubungannya dengan Udin" ucap Udin.
"Ooo...Begitu..Emangnya ponakanku yang ganteng ini ada perlu apa? " ucap Jia Li.
Soalnya waktu Shan datang itu hanya mengatakan disuruh memanggil Jia Li saja,padahal dirinya sedang ada tugas.
"Udin meminta paman Shan menikahi bibi cantik dan guru Xin." ucap Udin.
"APAAAAAAA!!!!???? ucap Jia Li dengan nada tinggi.
"Iya Bibi cantik,paman Shan tadi melakukan kesalahan,lalu ia berjanji...Sebelum janjinya selesai Udin menyuruh mengucapkan janji akan menikahi Bibi cantik dan guru Xin." ucap Udin.
Bruukk.....Tubuh Jia Li ambruk karena pingsan.
"Yaaahhh... Jadi 2 orang yang pingsan" ucap Udin.
"Diamput tenan og yang mulia raja ini,jika aku menjadi menikah maka istriku ada 12,apes dah. Sebelumnya bangsa peri,kini malah dari janjiku" ucap Shan. Ia lalu merebahkan Jia Li dikursi memanjang.
Awalnya Shan hnya memiliki 2 istri manusia saja,namun setelah itu bertambah dari bangsa peri hingga memiliki 10 istri,lalu Shan membuat pengumuman bahwa dirinya tidak bisa menerima istri baru lagi,Ia merasa kerepotan mengurus para istrinya itu. Shan memiliki posisi yang penting dalam jajaran kesatuan TNU. Banyak gadis peri yang tertarik padanya. ketika mendengar pengumuman tersebut maka tidak jadi menyatakan cintanya.
"Paman Shan masih mampu gak" ucap Udin.
"Mampu gak mampu ya harus mampu tuan muda...Sebagai seorang prajurit TNU,pantang bagiku menyerah" ucap Shan. berdiri disamping Jia Li 6 meter dari tempat tidur guru Xin.
"Cakepp...." ucap Udin keceplosan.
"EH!!!??
"Sepertinya gak asing dengan kata - kata itu" ucap Shan dalam hati.
Tak lama kemudian guru Xin bangun.
"EH!!! Kenapa aku dikamarku sendiri" ucap guru Xin.
"Guru tadi pingsan lalu digendong sama pangeran tampan kesini" ucap Udin
Guru Xin yang mendengar suara yang familiar lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"EH!!!??? Guru Xin terkejut melihat Shan dan Jia Li ada dikamarnya.
" Bibi cantik juga pingsan guru,pas dia sampai kesini" ucap Udin
guru Xin lalu bangun dan duduk ditepi ranjang.
"Paman Shan..Tolong cepat sadarkan bibi cantikku" ucap Udin.
Tak lama kemudian Jia Li sadar sambil memegang tangannya.
Udin menghampiri Jia Li.
"Bibi cantik..Mau gak menikah dengan paman Shan" ucap Udin.
"Tapi dia sudah punya istri dan tidak mau menikah denganku ganteng" ucap Jia Li.
"Oke....Jawaban bibi cantik berarti setuju" ucap Udin.
"EH!!? Jia Li terkejut lalu mengingat perkataan yang tadi ia ucapkan.
"Sial....Aku keceplosan lagi" ucap Jia Li.
Lalu Udin menghampiri guru Xin.
"Guru mau gak menikah dengan paman Shan?" ucap Udin.
"Kalau guru menikah dengan Shan,siapa yang akan menjaga tuan muda?" ucap Guru Xin.
"Itu guru tidak usah memikirkan hal itu yang penting guru menikah dengan paman Shan," ucap Udin.
"Tuan muda,yang dikatakan guru tuan muda itu benar." ucap Shan.
"Paman Shan tenang aja,Ada temanku yang super jengkelin yang akan menjagaku.
"Siapa itu tuan muda" ucap Shan.
"paman,guru ,dan Bibi cantik tunggu disini. Udin akan memanggil temanku itu." ucap Udin lalu pergi meninggalkan kamar Guru Xin menuju kamarnya.
Kriieet.... suara pintu terbuka..
"hehehe...Untung Ibu sudah pergi." ucap Udin dalam hati ketika melihat tempat tidurnya kosong. Lalu Udin menutup pintu kamarnya.
bruuk...suara pintu tertutup. tak lupa ia menguncinya.
Udin lalu masuk kedalam dunia cincin galaksi.
"Bibi cantiik...." ucap Udin..ketika ia berada ditaman
Tak lama kemudian,Rissa muncul dibalik pintu masuk Ia bisa saja muncul dihadapan Udin,tapi itu tak dilakukannya. Takutnya Udin bisa jantungan.
"Kok Bibi seh kang mas?" ucap Rissa cemberut ketika sudah didepan Udin.
"Kan Udin masih bocil Bibi cantik" ucap Udin.
Lalu Rissa mengubah dirinya seumuran dengan Udin,
"EH!!!??
"Bibi bisa berubah juga" ucap Udin.
"Iiissshhh....Kang mas ini loh..Aku kan juga bocil..Masa tetap dipanggil Bibi seh...jahat... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" ucap Risaa.
Udin pun memeluk Rissa.
"Maaf dek..aku tadi becanda terus aku kebiasaan manggil yang yang lebih tua itu ya bibi..Maaf ya sayang" ucap Udin sambil mengelus rambutnya..
"Adek mau maafin kang mas asal kang mas ngasih aku nafkah batin" ucap Rissa.
"Hem....Itu harus nunggu umurku 17 sayang." ucap Udin.
"Kan kang mas bisa berubah wujud menjadi pria dewasa" ucap Rissa.berhenti menangis
"Maunya seh begitu,tapi aku gak mau melakukannya,Sebab jika aku lakukan itu seolah - olah itu bukan diriku sayang.. Aku mohon adek bisa mengerti keadaanku sekarang." ucap Udin.
"Adek maunya sekarang..." ucap Rissa manja,
__ADS_1
"Bunuh saja aku dek." ucap Udin.
"EH!!???
"Kang kok ngomongnya begitu" ucap Rissa bingung.
"Adek bisa lihat kan keadaanku sekarang,kadang aku bisa bersikap dewasa,kadang seperti anak - anak,,Aku mau melakukan itu disaat aku umur 17 tahun dengan tubuhku yang asli ini,bukan tubuh orang lain"ucap Udin.
"Iya adek paham..Maaf ya kang mas...Tadi adek maksa, Hem...kang mas mau bebasin paijo kah?" ucap Rissa.
"Kok adek tahu kalau aku ingin bebasin Paijo"ucap Udin.
"Ya taulah,soalnya Adek lihat semua yang kang mas lakukan didunia nyata." ucap Rissa.
"HAH!!!???
"Jadi adek tahu apa yang aku lakukan saat aku merubah bentuk tubuhku" ucap Udin.
"Iya" ucap Rissa .
Bruuuk.....Udin pingsan..
"Lah...Pingsan kang mas" ucap Rissa. kemudian menyentuh tubuh Udin mengalirkan hawa murninya.
Tak lama kemudian Udin sadar.
"Maaf ya sayang waktu itu aku benar - benar ieng saja,itu pun hanya sekali saja,habis itu enggak lagi" ucap Udin.
"2X juga gakpapa kok kang mas" ucap Rissa.
"Emmohh...,Bisa gak Adek bebasin Paijo,soalnya paman Shan mungkin beberapa hari ini gak bisa jagain aku" ucap Udin.
"Apa kang mas gak lagi marahan sama Paijo?" ucap Rissa.
"Awalnya aku marah dek,tapi begitu tahu penyebabnya gak jadi marah,Marahku itu gak sampai membuat paijo celaka. Soalnya di sahabatku sayang,tanpa dia aku kesepian." ucap Udin.
"Ooo...Gitu. Ya Udah adek keluarkan Paijonya kang mas" ucap Rissa.
Tak lama kemudian muncul Kurungan Besi berbentuk Kotak,didalam ada sosok yang sedang Tidur.Sosok itu tak menyadari bahwa dirinya di keluarkan dari Dimensi penjara.
Tak lama setelah itu kurungan tersebut hilang.
Udin mendekat ke arah Paijo.
"Jo...Rondo Ayumu golek i kowe loh" ucap Udin didekat kuping Paijo.
Paijo yeng mendengar ucapan tersebut langsung terbangun. Celingak celinguk mencari sosok yang barusan bicara.
"Bos...Dimana kamu Bos" ucap Paijo. Ia hanya melihat 2 orang anak kecil saja.
"Golekno ayam,nanti aku masakin ayam bakar kecap " ucap Udin.
Paijo lalu menoleh ke arah Anak laki -laki yang masih bocah.
"???? Paijo
"Woo...Dasar cacing kremi, wes kesel aku ngomong kok malah delongop wae." ucap Udin kesel..
"BOS UDINNN????" ucap Paijo tak percaya apa yang dia lihat dan dengar.
"Iya ini aku,ora sungkem to awakmu karo aku?" ucap Udin.
Paijo langsung sujud.
"SEPURANE BOS.AKU GAK BISA DATANG UNTUK MENEMUIMU" ucap Paijo ðŸ˜ðŸ˜.
"Wes...Gak usah nangis,engko rondo ayune malah teko rene." ucap Udin
"Diampuuttt" ucap Paijo langsung berhenti tangisnya.
Paijo bangun dan memeluk Udin.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
Udin pun juga ikutan menangis karena sudah lama tidak bertemu.
20 menit kemudian.
Mereka melepaskan pelukannya.
"Aku meminta istriku untuk membebaskanmu" ucap Udin.
"HEH!!!???? ISTRI???? ucap Paijo.
"Setahu Paijo yang ngurung dia itu sosok bercahaya,sewaktu dirinya masih di alam dewa penguasa,Lalu juga didatangin oleh sosok bercahaya tanpa sepatah kata ia langsung dikirim ke alam fana,tepatnya alam benua.
"Istrinya bos ada dimana?" ucap Paijo karena tak melihat wanita muda ,hanya melihat bocah wanita sedang memgamati kupu - kupu.
"Itu istriku Jo" ucap Udin sambil nunjuk Rissa yang sedang asik mengejar kupu - kupu.
"HAAAAAAHHHH?????? Mulut Paijo terbuka lebar..
Udin mengambil rumput lalu meletakkan dimulut paijo sambil melayang,soalnya tangannya Jdin gak sampe ke mulut Paijo yang sedang berdiri.
Puueehh....cuuiih....Paijo melepeh rumput tersebut.
Rissa yang melihat kelakuan suaminya berusaha sekuat tenaga menahan tawanyanya.
"Ahahahahahahaha....Udin tertawa terpingkal pingkal.
"Waasssuuuu.. Aku uduk wedus boss" ucap Paijo jengkel mulutnya dimasukin rumput.
"Udin pikir pakde siluman kambing" ucap Udin.
"Diamput..." Ucap Paijo.
"Ayoo pakde ikut Udin" ucap Udin lalu memegang tangan Paijo untuk keluar dari dunia cincin galaksi.
"EH!!?? Ini dimana Bos...." ucap Paijo bingung.
"Ini kamarku pakde" ucap Udin sengaja manggil Paijo Pakde,soalnya badan Udin masih kecil.
Paijo sudah putus kontrak darahnya ketika Udin mau tewas dibantu oleh Rissa.jika tidak maka Paijo,krilin dan ponijan akan tewas.
"Kok pakde Bos?" ucap Paijo heran,gak seperti biasanya udin manggil dirinya.
"Lah..awakmu ndelok aku seng sak iki opo ora?" ucap Udin.
"Lihat Bos.teruss.." ucap Paijo.
"Pakde duduk jongkok" ucap Udin.
Paijo menuruti perintah Udin.
"Umurku yang dulu berapa?" ucap Udin.
"Sekitar 19 tahun lah bos." ucap Paijo.
"Sak iki?" ucap Udin.
"Hampir 8 tahun....
"EHH. !!!??....
"Apa yang terjadi padamu bos?" ucap Paijo baru menyadari.
"Aku matek di keroyok karo preman pasar tanah abang" ucap Udin .
"Lah kok iso..Kan bos iso mateni preman itu dengan mudah" ucap Paijo belum paham.
"Dah ah..nanti aja Udin jelasinnya. Sekarang pakde ikut Udin" ucap Udin.
"Siap Boss..
.
__ADS_1
.
.