Petualangan Udin

Petualangan Udin
MENINGKATKAN KULTIVASI PARA PENDUDUK DAN MEMBERI PERSENJATAAN PADA BAWAHAN.


__ADS_3


Penampakan pesawat yang ditumpangi Udin


Pesawat itu menggunakan energi Nuklir. Jadi para prajurit TNU tidak khawatir kehabisan energi Qi saat mengendarainya,sebelumnya mereka memakai Qi,kemudian mereka berinovasi membuat reaktor Nuklir untuk sumber tenaga.Tak Hanya pesawat saja mereka menggunakan tenaga Nuklir,Mereka membangun PLTN untuk kehidupan sehari - hari. terutama di pabrik industri. Agar menghemat energi Qi. disaat menggunakan peralatan yang membutuhkan Daya besar.


Udin saat ini berada di Ruang kemudi. Kemudian Udin mengeluarkan teman - temannya dan juga para istrinya beserta keluarganya


"EH..... !!!??? Para anak buah Udin dan keluarga Udin terkejut saat berada didalam pesawat. Begitu juga para Prajurit TNU dan Krilin.


Para prajurit TNU melihat Paijo muncul tiba - tiba langsung memberi Hormat.


"Ini dimana Nak?" ucap Ibu saat melihat sekeliling ruangan lalu melihat ruang angkasa dari kaca.


"Kita berada dalam pesawat luar angkasa Bu.." ucap Udin.


"APAAAAAAA....!!!??? " ucap para Penghuni cincin.


Kuciah berjalan mendekat ke arah jendela,ia melihat Planet yang besar.


"Indah sekali....(Kuciah menoleh ke istrinya)


"Sayang...Cobalah kesini..." ucap Kuciah dengan bahasa hewan.


Sulastri yang mendengar panggilan suaminya kemudian menghampiri Kuciah.


"Woooaaah..... Indah sekali Gege... Aku baru kali ini melihatnya." ucap Sulastri.


Baskoro Tejo mengahampiri kedua orang tuanya.


"Itu yang bulat - bulat apa yah?" ucap Baskoro Tejo menunjuk planet.


"Itu bulan Koro..." ucap Kuciah.


"Kalau teman - temanku aku ajak kesini pasti mereka senang sekali,Lalu aku bisa berkeliling ke penjuru planet" ucap Lingling dalam hati. Ia berkhayal menjelajahi planet bersama para monster.


Rissa yang mendengar ucapan hati Lingling tiba - tiba muncul sebuah Ide.


"Dik Lingling" ucap Rissa telepati ke Lingling.


"Iya Kak Rissa,ada apa?" ucap Lingling telepati.


"Kak Rissa punya ide,bagaimana para Monster itu bisa mengendalikan pesawat,tapi Lingling yang ajarkan mereka.Gimana?" ucap Rissa telepati.


"Waaahh.... Ide bagus itu Kak Rissa... Lingling mau.." ucap Lingling telepati.


"Baiklah... Nanti Kak Rissa akan bilang ke Kak Udin dulubya...Semoga saja dia mau"ucap Rissa telepati.


"Iya kak,kalau Kak Udin gak mau biar Lingling saja yang bicara,pasti Kak Udin akan mengabulkannya. Kan Lingling adik kesayangan Kak Udin" ucap Lingling telepati.


"Oh iya... Kak Rissa lupa.. Oke deh kalau begitu,nanti setelah ini Kak Rissa mau bicara ke Kak Udin ya Lingling yang Cantik." ucap Rissa. telepati.


"Iya Kak Rissa" ucap Lingling telepati.


Rissa membagi dirinya menjadi dua. Kembarannya melesat keluar ,lalu melesat kearah luar galaksi untuk memeriksa. Rissa melihat dengan kekuatannya ada Rombongan musuh menuju Galaksi yang dikunjugi Udin.


"Hem.... Dua bulan Lagi mereka sampai,Masih ada waktu untuk melatih mereka " ucap Rissa.


Rissa berencana melatih semua warga di dunia jiwa Udin,lalu Udin masuk didunia cincin.


Udin mendekati Krilin yang duduk diruang kemudi.


Didepan Krilin nampak layar hologram yang menampilkan para Anak buahnya yang ada di pesawat lainnya.


"Lin... Apakah semua prajurit memiliki elemen angin?" ucap Udin.


"Siap Hanya sedikit Panglima besar.. Ada apa Bos?" ucap Krilin. Sengaja manggil Bos jika bertugas,kadang Panglima besar.


"Hem... Ini kan luar angkasa,otomatis memakai tabung oksigan kan jika keluar. Jika mempunyai elemen angin maka itu tidak digunakan lagi" ucap Udin.


" Siap.Iya memang betul Panglima Besar,hanya orang memiliki elemen angin bisa keluar dari pesawat tanpa tabung Oksigen." ucap Krilin.


"Baiklah... Nanti umumkan semua warga, Wajib ikut Militer. Nanti akan aku berikan elemen Angin pada mereka kecuali yang mempunyai anak kecil,dan berkumpul di lapangan terbang A." ucap Udin.


"Siap Panglima Besar laksanakan. " ucap Krilin.


Krilin menghubungi Stafnya melalui Hape .


"Halo Charlie..." ucap Krilin saat panggilannya tersambung.


"Iya halo juga Pak." ucap Charlie.


"Umumkan pada para penduduk untuk Wajib militer besok pagi harus datang di Lapangan terbang A.kecuali mereka yang mempunyai anak kecil. SEKARANG. Ini perintah langsung dari Panglima besar Udin" ucap Krilin.sambil menekankan kalimat Sekarang.


"Siap laksanakan Jendral." ucap Charlie.


Krilin mematikan Hapenya.


Charlie tidak ikut naik pesawat karena dia bagian Administrasi.


"Ayo kita kembali Lin." ucap Udin.


"Siap Panglima besar" ucap Krilin.


"Semua Tim.. Kita kembali ke Bumi." ucap Krilin sambil menatap layar monitor hologramnya.


"Siap Jendral..." Suara para Kapten Pesawat.


Pesawat mereka berputar arah untuk kembali.


Sebelum pesawat itu terbang keluar angkasa,Udin menaruh Token di Setiap Pesawat luar angkasa,Agar mereka bisa keluar masuk dengan mudah tanpa Udin menghilangkan Arraynya.


Pesawat mereka perlahan memasuki Atmosfir.


Nampak Moncong pesawat bewarna merah ketika menabrak atmosfir,Tak ada kerusakan pada pesawat,sebab Udin sudah memperhitungkannya. Aslinya ketebalan dinding itu 30 Cm,Kemudian Udin Buat 100 CM,agar tahan banting. Meskipun bewarna merah,didalamnya tetap dingin meskipun diluarnya panas. Bahannya Ringan tapi kuat dibandingkan besi baja. Beratnya itu 1 : 2. Bahannya Udin 50kg bahan Besi baja 100 Kg.


Satu persatu mendarat dengan Mulus. Setelah mendarat. Mereka keluar dari dalam pesawat,Ada pula yang sibuk didalam pesawat.


Ayahnya Udin melihat Shan To keluar dari pesawat.


"Itukan Shan To .. Apakah Rumahnya didekat sini?" ucap Lin Shang Peng terkejut dan penasaran.


Ibunya Udin melihat arah yang dilhat suaminya itu.


"HAAAA.... !!!??? Ibunya Udin terkejut.


"Shan To..." Teriak Ayah.


Shan To yang berjalan bersama teman - temannya mendengar suara memanggil dirinya yang familiar ditelinga lalu menoleh sumber suara tersebut.


"Itukan Orang tua Bos Udin ! Kok mereka ada disini." gumam Shan To lalu berlari menghampiri mereka.


Ketika sudah sampai,Shan To bersalaman dan mencium tangan kedua orang tuanya Udin.


"Kok Ayah dan Ibu Boss ada disini?" ucap Shan To.


"Kami diajak oleh Udin'er Shan..." ucap Ayahnya Udin.


"Oh iya... Apakah Kamu tinggal disini?" ucap Ibunya Udin.


"Iya Ibu Bos... Saya tinggal disini" ucap Shan To.


"Di mana Jia Li Shan ?" ucap Ibunya Udin.


Lalu muncul Udin keluar dari pesawat bersama para istrinya dan Anak buahnya kecuali Lingling.


Lingling masih didalam pesawat,ia melihat isi kapal di pandu oleh prajurit TNU. Lingling belajar menggunakan Robot agar bisa mengendalikan tanpa sepengetahuan Udin.


"Hallo paman Shan...Kita ketemu lagi. Piye kabare..." ucap Udin.


"Apik Boss....." ucap Shan To.


Udin mencium tangan Shan To.


"Shan To...Ibu ingin bertemu dengan Jia Li. Sebab Ibu sudah lama tidak bertemu" ucap Ibunya Udin.


"Baik Bu Bos... Nanti saya antar kesana" ucap Shan To


"Sekarang saja Paman Shan,Ibu sudah kangen berat tuh..." ucap Udin.


"Baik Bos...." ucap Shan.


"Mari Bu Boss..." ucap Shan To.


Shan To dan kedua orang tua Udin pergi meninggalkan rombongan Udin.


"Lin... Aku punya tugas untukmu. Kumpulkan semua prajurit TNU dilapangan ini besok pagi. Kecuali mereka yang mempunyai anak yang masih kecil tidak usah datang. Baik itu prajurit TNU maupun warga sipil." ucap Udin telepati ke Krilin.


"Siap Panglima besar..." ucap Krilin telapati.


Jam menunjukkan pukul 14.00.


"Kang Mas...Kata Kak Li Wei di sini ada Mall,Aku pengen kesana Kang Mas.." ucap Han Meiling Xing manja.


"Hem.... Ayoo.. Tapi aku gak tahu mata uang disini.." ucap Udin.


"Disini memakai mata uang Rupiah Kang Mas.. kalau di Kota Malang memakai Dollar,di Kota Borneo memakai Euro.Kota Samarinda mata uangnya Yen" ucap Li Wei.


"Heeeee.... !!!?? Udin terkejut.Ia pikir mata uangnya memakai emas,perak dan tembaga.


"Kok gitu dek?" ucap Udin penasaran.


"Iya... Biar berbeda Kang Mas ....,


"Kan kang Mas dari Bumi,jadi kita mengikuti yang ada di Bumi tempat kang mas tinggal. Kang Mas berada di kota jakarta, Pusatnya teknologi yang kang mas berikan pada kami. Sedangkan Kota - kota lainnya itu penghasil makanan Pokok,bahan mentah industri dan lain - lain.Mata uang Rupiah nilainya lebih besar dari yang lainnya." ucap Li Wei. Li Wei berani mengucapkan Udin dari Bumi sebab Orang tua Udin tidak ada ditempat.


Udin teringat masih memiliki Uang Rupiah saat dirinya berkunjung di Bumi.Lalu Udin mengeluarkan Uang tersebut.


"Apakah seperti ini Dek mata Uangnya.." ucap Udin sambil memegang Segepok uang 50 ribuan.


Li Wei Mengambil Uang dari tangan Udin lalu memperhatikan Uang tersebut.


"Benar kang Mas... Kok Kang mas bisa punya?" ucap Li Wei heran. Sebab dirinya belum ada memberi tahu pada Udin dan menunjukkan mata uangnya.


"Aku tadi dikasih krilin ,Kirain ini Uang monopoli dek..." ucap Udin. sengaja berbohong.


"Ayo Kang Mas... Keburu malam nanti" ucap Han Meiling Xing tak sabaran ingin melihat Mall.


"Ayoo...." ucap Udin.


Li Wei dan Li Hua mengeluarkan Mobil dan Robot manusia dari cincin Ruangnya.


"Kita naik ini saja..." ucap Li Wei.


Nampak Mobil Limosin muncul di depan mereka.


"Adek minta separo ya kang mas,sisanya buat Meiling" ucap Rissa telepati.


"Iya dek...Ambil saja" ucap Udin telepati.


Rissa mengambil sebagian dari uang Udin dengan kekuatannya lalu memindahkan ke dalam cincin ruangnya.


Mereka pun masuk dalam Mobil.Setelah mereka masuk,Robot manusia masuk di kemudi.


"Kita ke Mall Cahaya pelangi" ucap Li Wei.


"Siap nyonya.." suara robot.


Anak buah Udin masuk di mobil satunya.Li Hua memberi perintah untuk ke Mall Cahaya Pelangi. Setelah itu masuk dalam Mobil rombongan Udin.


Dua Mobil Limosin melesat pergi ke Mall . Mobil itu tidak memakai Ban.


Rissa Menelepati semua warga penduduk,agak tak memceritakan kematian Udin,dan menyuruh mereka bilang bahwa Udin adalah seorang petualang kepada orang tua kandung Udin saat ini.


Jalanan Di Kota bertingkat - tingkat,Ada Jalur khusus Mobil warga,ada jalur khusus Pasukan TNU,dan ada jalur kereta api.


Keluarga dan anak buah Udin sudah memakai gelang tanda pengenal saat mereka berada di ruang kemudi pesawat Udin membagikan Gelang tersebut.


Tak lama Kemudian mereka sampai di Mall .


Li Wei memegang lengan Kanan Udin,Liu Chang memegang lengan kiri Udin.


Warga yang melihat Ratu bersama pemuda Bertopeng langsung bersujud.Sebab Penampilan Udin saat ini sama persis Udin yang dulu. Saat Udin tak ada,Para Istri Udin tidak menikah lagi lalu mereka mendengar bahwa Udin telah hidup kembali. Para warga langsung paham siapa Pemuda bertopeng itu lalu bersujud.


"SALAM HORMAT YANG MULIA RAJA UDIN" ucap Mereka serempak sambil bersujud.


"BERDIRILAH WAHAI RAKYATKU,JANGANLAH BERSUJUD PADAKU SAAT AKU TIDAK MEMAKAI MAHKOTA,BERSIKAP BIASA SAJA,ANGGAP AKU INI WARGA BIASA" Udin pakai Qi.


"BAIK YANG MULIA RAJA UDIN" ucap Mereka serempak.


Orang - orang yang mendengar suara Udin terkejut,sebab mereka baru mengetahui bahwa Udin sudah kembali.Mereka ingin melihat Udin, Di urungkan,sebab takut privasi Udin terganggu.


"Juangkreeek.... Mallnya lebih canggih disini." ucap Udin dalam hati melihat sekeliling Mall.


"Bos... Mall Di Bumi seperti ini apa enggak?" ucap Paijo.


"Enggak Pakde... Jauh berbeda,di sana masih memakai tenaga manusia untuk tenaga kebersihan,sedangkan di sini memakai Robot,lalu penjaga Stand juga memakai Robot." ucap Udin.


Mall itu selalu bersih,para warga patuh tak membuah sampah sembarangan.Tak ada debu yang menempel.


Nampak salah satu Stand penjualan melakukan Demo pada alat yang dijualnya.


"Ini Alat bisa membuat Makanan siap saji,tinggal memasukkan bahannya maka akan keluar makanannya." ucap Penjaga Stand yang dibantu robotnya mendemokan alatnya.


Rombongan Udin tak tertarik.


"Zona permainan dimana Dek Wei..."ucap Udin.


"Ada dilantai 4 kang Mas." ucap Li Wei.


"Bos... Ada duit gak?" ucap Paijo.


Li Hua memgeluarkan kartu kreditnya.


"Ini Pakde... Pakai saja kartu ini" ucap Li Hua mengikuti ucapan Udin.


"Gak usah Nyonya Bos...." ucap Paijo.


"Terima saja Pakde Jo..." ucap Udin.


"Baiklah kalau Bos yang bilang begitu" ucap Paijo lalu menerima pemberian kartu dari Li Hua.


"Ada lagi gak Dik Hua? kalau ada berikan mereka kartu,biar mereka bisa bersenang - senang" ucap Udin.


"Ada kang Mas.." ucap Li Hua.


Li Hua,Liu Chang,dan Liu Xing memberikan kartu pada Umam,Abimanyu,Kuwi,Li Shan,Ponijan,dan Djarwo.Sedangkan Sri,Juminten,dan Andin menolak.


Liu Chang dan Liu Xing memberikan kartunya karena Mereka tahu Li Hua hanya memiliki 3 kartu saja.Lalu mereka inisiatif memberikan kartu miliknya.


"Bos... Mau ikut apa enggak?" ucap Paijo.


"Kemana pakde?" ucap Udin penasaran.


"Lantai 4 lah...." ucap Paijo.


"Hem...." nampak Udin berpikir.


"Pergi saja Kang Mas.Adek tahu pasti kang mas pengen kesana juga kan..." ucap Rissa.


"Hehehehehe... Iya dek....Makasih ya.." ucap Udin.


"Jangan terima kasih saja kang mas..Nanti malam Pokoknya adek mau maen lagi,hanya kita berdua saja" ucap Rissa telepati.


"Siap sayang.." ucap Udin telepati.


"Ku tinggal dulu ya istri - istriku yang cantik" ucap Udin.


"Iya Kang Mas...." ucap Mereka serempak.


"Ayoo Pak de...." ucap Udin.


Mereka Pun pergi menuju lantai empat.


Udin mengedarkan kesadarannya untuk mencari jalan ke arah lantai 4. Sebab di Mall di larang terbang,Mereka yang bisa terbang adalah petugas keamanan.


"Kesana Pakde..." ucap Udin menunjuk arah.


Ketika mereka melwati para warga nampak senang sekali,melihat Udin dan Paijo datang Kembali.


"Aku penasaran dengan wajah Raja Udin. Mengapa dia selalu memakai topeng.." ucap salah satu pengunjung bicara dalam hati.


Udin yang mendengar ucapan hati para pengunjung lalu menonaktifkan,agar tidak berisik.


Mereka menaiki Lift untuk naik ke atas.


Anak buah Udin tak tertarik dengan benda yang mereka jual,Mereka tertarik dengan wahana permainan saja.


Tak lama kemudian mereka sampai ditempat wahana permainan.


Udin dan yang lainnya pergi menuju Loket penjualan Tiket. Saat itu ada antrian,namun tidak panjang,begitu mereka ikut mengantri,orang - orang disana terkejut lalu mempersilahkan mereka maju duluan,tapi Udin tidak mau.


"Silahkan yang Mulia Raja maju duluan" ucap Warga.


"Terima kasih,aku ikut mengantri saja" ucap Udin menolak halus.


Tak lama kemudian tiba giliran Udin.


Nampak Robot yang melayani Udin.


"Selamat datang tuan. Mohon letakkan kartu anda untuk membayar tiket" ucap Robot itu sambil menunjuk tempat untuk membayar.


Udin lalu meletakkan.


"Silahkan masuk tuan,Selamat bersenang - senang" ucap Robot itu.


"Jiangkreeekkk.... Seperti di DUFAN, tapi di sini lebih canggih..." ucap Udin dalam hati.


Nampak banyak sekali wahana permainan ada disana.


"Bos...Kita main yang mana ini?" ucap Paijo.


"Hem.... Yang itu gimana?" ucap Udin menunjuk Wahana permainan putar - putar.


"Ayooo....." ucap Paijo dan yang lainnya.


Saat Mereka berjalan,Para pengunjung memberi jalan.Awalnya wahana itu mengantri begitu Udin samperin tidak ada antrian.


Mereka pun Naik wahana itu.


"Kalian jangan gunakan Qi ataupun kekuatan kalian jika ingin merasakan permainan ini" ucap Udin telepati ke semu Anak buah Udin.


"Siap Bosss..." ucap mereka serempak.


Para pengunjung yang melihat Udin dan yang lainnya mengabadikan momen mereka di Hape.


Wahana perlahan Naik, Kemudian perlahan berputar,makin lama makin cepat.


Mereka awalnya santai saja ,tiba - tiba teriak ketika wahana itu menjadi cepat.


"Pusing...Pusing tuh kepala..." ucap Udin dalam hati. Udin memakai elemen cahayanya agar tak pusing.


"Juangkreekk.... Sirahku kok mumet numpak permainan iki" ucap Djarwo dalam hati.


(Kepalaku kok pusing naik permainan ini)Jika mereka memakai Qi,maka tidak ada rasa pusing.


"Sial.... Aku kok pusing naik permainan ini,jika Bos bolehin pakai kekuatanku,pasti aku tidak merasa pusing" ucap Umam dalam hati.

__ADS_1


"Diaampuuuuut... Pusing kepalaku" ucap Ponijan dalam hati.


Tak lama kemudian wahana itu berhenti lalu turun kembali seperti semula.


"Mau nyoba lagi kah?" ucap Udin ketika sudah turun dari wahana tersebut.


"OGAHHH...." ucap Mereka serempak.


Juminten Melihat wahana Kuda yang berputar,ia pun tertarik menaikinya.


"Bos... Naik itu yuk..." ucap Juminten.


"Ayoo...." ucap Udin.


Mereka pun naik wahana itu tanpa memgantri.


Para pengunjung berdatangan untuk melihat Rombongan Udin bermain di Zona permainan.Mereka tahu saat ada yang menayangkan secara Live di Aplikasi KEPO.


Nampak para petugas keamanan berjaga membuat barisan agar para pengunjung itu tidak mendekati Rombongan Udin.


Tak lama kemudian,mereka bermain di wahana Roler coaster. Udin Momen mereka memakai Hape.


Tak terasa jam menunjukkan pukul 21.00.


Mereka sangat Puas bermain di Wahana tersebut.


Rombongan Rissa menghampiri Udin. Setelah itu mereka keluar Mall .Kemudian mereka masuk dalam dunia cincin,


***


"Hem....Lingling masih ada diluar,mending aku susul sajalah" ucap Udin dalam hati.Ketika melihat pada rombongannya Lingling tidak ada.


"Aku susul Lingling dulu ya semuanya" ucap Udin lalu keluar dari dunia cincin.


****


Udin muncul di Lapangan terbang A.Ia melihat Lingling mengendalikan Robot Gundam.Udin membagi dirinya menjadi 20 orang,kembarannya tak telihat,lalu para kembarannya melesat ke arah prajuritvyang mahir memakai Peralatan tempur,setelah ketemu,kembaran Udin membaca ingatan orajurit itu tentang Alat tempur. Setelah membagi tubuhnya Kemudian Udin mengampiri Lingling.


"Waahh... Adikku yang cantik ini sudah bisa mengendalikan Robot." ucap Udin telepati memuji. Sebab Lingling sangat mahir mengendalikannya.


"Iya dong Kak... Siapa dulu...Lingling gitu lohh...." ucap Lingling telepati.


"Asem..... Gayanya ngikutin aku lagi,padahal bukan adik kandungku atau anakku" ucap Udin dalam hati.


"Ayo dik kita masuk kedunia cincin ,Nanti disana adik bisa bermain puas" ucap Udin telepati. Ketika kembarannya sudah mendapat informasi peralatan tempur TNU.


"Siap Kak Udin" ucap Lingling telepati. Kemudian Lingling keluar dari robot itu.


Udin dan Lingling masuk dalam dunia cincin.


***


Dunia Jiwa


Udin dan Lingling muncul jauh dari istana.


Kemudian Rissa mendatangi mereka.


"Kang Mas..." ucap Rissa.


"Iya dek..." ucap Udin.


"Hem....Lingling mau mengajari para Monster menggunakan Robot itu. Tolong buatin Robot yang sesuai dengan ukuran mereka ya kang Mas." ucap Rissa.


"Baiklah....Ayo adik cantik" ucap Udin.


Udin membagi dirinya menjadi dua


Kembarannya dan Lingling masuk dunia Jiwa.


Rissa mengatur waktu di dunia cincin agar tak sama dengan dunia luar.


****


Mereka berada di kawasan para Monster.


Kembaran Udin dan Lingling melayang di udara.


"TOLONG KALIAN BERKUMPUL DISINI"ucap kembaran Udin pakai Qi.


Para monster yang mendengar suara Udin,lalu melesat untuk berkumpul.


Setelah Mereka berkumpul.


"INI ADALAH ADIKKU NAMANYA LINGLING...


"AKU DAN ADIKKU AKAN MENGAJARI KALIAN MENGGUNAKAN SENJATA" ucap Udin pakai Qi.


Kembaran Udin membuat senjata,Robot ,dan pesawat sesuai ukuran mereka.


Kembaran Udin memodifikasi peralatan tempur itu. Lalu membantu mereka menggunakannya.


Udin memasang Roket pendorong pada Naga, lalu memberika kekuatan angin,supaya para Monster itu bisa bernafas diluar angkasa.


Drag Weinston meremehkan alat yang dibuat Udin. Udin kemudian membuatkan Armor pada Drag Weinston itu,tak lupa senjata meriam plasma Udin Buat. Kemudian Udin memasangkan penutup kepala. Alat itu dimodifikasi oleh Udin memakai suara naga.


"Coba lihat gunung itu Weinston" ucap kembaran Udin ketika selesai memasang persenjataan pada weinston sambil menunjuk gunung setinggi 1.000 Meter.


Drag Weinston kemudian melihat gunung yang di tunjuk oleh Udin.Jarak gunung itu dengan Drag Weinston 100Km.


"Alirkan sedikit energi MANA mu pada senjata itu" ucap kembaran Udin. Drag weinston lalu memberi energi MANA pada senjata itu.


"Coba bilang Aktifkan" ucap Kembaran Udinn.


"Aktifkan" ucap Drag Weinston.


Peralatan yang dipakai Drag Weinston Aktif.


"Arahkan lenganmu yang ada senjata meriam plasma itu." ucap Kembaran Udin.


Drag Weinston kemudian mengikuti ucapan Udin.


"Ada gambar lingkaran dan tanda plus apa enggak?" ucap Kembaran Udin.


"Ada Bos..."ucap Drag weinston.


Arahkan titik ditengah lingakaran itu di gunung itu,kalau sudah pas bilang ya" ucap Udin.


Drag Weinston kemudian mengikuti perintah Udin.


"Pas Bos..." ucap Drang Weinston.


"Ucapkan Tembak...." ucap Kembaran Udin.


"Tembak....." ucap Drag Weinston.


Muncul energi di moncong meriam plasma,kemudian energi itu melesat ke arah gunung tersebut


Wuuusssshhhh... cahaya merah melesat kearah Bukit tersebut.


KedeBoooommmmm...... Gunung itu hancur terkena meriam plasma. Nampak lobang sedalam 40 meter tercipta.


"EH......!!!??? Drag weinston terkejut saat melihat gunung itu hancur terkena meriam plasma.


"Masih menganggap remeh?" ucap kembaran Udin.


"Ti...Ti..Tidak Bos...." ucap Drag Weinston ketakutan. Sebab tembakannya tadi sama kalau dirinya menggunakan energinya secara penuh untuk menghancurkan gunung tersebut.


"Makanya.... Jangan menganggap remeh pada benda atau musuh,jika kamu masih menganggap remeh maka benda atau musuh itu bisa membunuhmu....


"Untuk matikan alat itu cukup bilang Nonaktif"ucap kembarannya Udin.


Udin membuat gelang seperti yang ia pakai,kemudian memasangkan pada semua Monster memakai kekuatannya.


Tiba - tiba muncul gelang lengan Drag Weinston dan yang lainnya, Gelang tersebut tidak akan hancur meskipun terkena Api naga.


"AKU SUDAH MEMASANGKAN GELANG DITUBUH KALIAN,JANGAN DILEPAS" ucap kembaran Udin pakai Qi.


Kembaran Udin kemudian berinovasi membuat senjata Meriam plasma jika diaktifkan akan muncul dari kotak,kalau sudah selesai maka kembali dalam kotak. Lalu ia mengaktifkan elemen Penciptaan,Apa yang ia pikirkan kemudian muncul di lengan naga itu,kebetulan ia memasangkan pada drag Rey. Tak lupa memasang Kacamata separo saja dan Menpelkan dipunggung Rey untuk Roket pendorong agar lebih leluasa terbang diluar angkasa. Lalu ia mengembalikan gunung yang dihancurkan Drag Weinston kembali seperti semula.


Sementara Lingling memberi Arahan pada monster Srigala menggunakan Robot gundam. Lingling memakaikan Helm pada monster Srigala tersebut. Robot gundam itu dikendalikan memakai pikiran dan ucapan. Monster Srigala itu dapat masuk di ruang kemudi karena Udin sudah memperhitungkannya


"Coba bilang Aktifkan senjata" ucap Kembaran Udin pada Drag Rey.Setelah Drag Rey memberikan sedikit energi Mana pada kotak itu.


"Aktifkan senjata" ucap Drag Rey.


Kotak yang di lengan Drag Rey membentuk Meriam plasma.


"Yesss... Berhasil" ucap Kembaran Udin dalam hati.


Kemudian Drag Rey menembakkan meriam plasma pada gunung yang dikembalikan seperti semula pada oleh Udin.Gunung itu kembali hancur lalu Udin memgembalikan seperti semula.


"Nonaktifkan senjata" ucap Drag Rey.


Meriam plasma yang muncul itu kemudian berubah menjadi Kotak lagi.


"Katakan Aktifkan pendorong." ucap Kembaran Udin.


"Aktifkan pendorong" ucap Drag Rey.


Muncul Roket pendorong di tubuh Drag Rey dibeberapa titik


Lalu tubuh Drag Rey melayang di Udara tanpa menggunakan sayap.


"Nonaktifkan Pendorong" ucap drag Rei.


"E...Eeeee......!!!??? .Drag Rey terkejut Saat dirinya tiba - tiba meluncur kebawah.


Booom..... suara tubuh DragvRey terhempas di tanah. Drag Rey tak sempat menggunakan sayapnya untuk terbang.


Pendorong roket tersebut kembali menjadi kotak.


"Itu buat terbang di luar angkasa."ucap kembaran Udin lagi.


Kembaran Udin teringat akan film Iron Man. Kemudian merubah lagi peralatan pada Drag Weinston dan Drag Rey.


Kembaran Udin memindai bentuk dan ukuran tubuh Drag Weinston dan Drag Rey. Setelah selesai memindai,kembaran Udin membuat Armor dan senjata yang mudah dipakai saat digunakan dengan elemen penciptaanya.


Tak lama kemudian kembaran Udin selesai membuatnya lalu menghilangkan peralatan tempur yang sebelumnya dipasang,Lalu menempelkan sebuah Alat di dada dan kepala.


"Coba ucapkan aktifkan armor" ucap Kembaran Udin setelah selesai memasangkan alat tersebut.


" Aktifkan armor" ucap Drag Weinston dan Drag Rey serempak.


Alat yang di pasang Udin kemudian membentuk Armor,lalu armor tersebut otomatis terpasang di tubuh mereka.


"Yesss.... Berhasil..." ucap Kembaran Udin ketika melihat alatnya sukses ujicoba. Setelah itu lanjut membuatkan pada monster yang lainnya.


Drag Weinston lalu memisahkan diri. Lalu mencoba alat yang dipasang oleh Udin tersebut.


Nampak layar hologram didepan mata Drag Weinston,Layar tersebut menampilkan status dirinya. Nampak berapa persen kekuatan dan armor yang di pakainya.


"Aktifkan pendorong" ucap Drag Weinston.


Drag Weinston lalu melayang dan terbang tanpa menggunakan sayap bagaikan Iron Man.


"Wuiihh... Keren.... " ucap Drag Weinston saat bisa terbang tanpa sayap.


Kembaran Udin mentransferkan elemen penciptaannya pada lingling,dan ilmu pengetahuan yang dimiliki prajurit TNU,agar Lingling bisa berinovasi menciptakan alatnya sendiri,serta beberapa elemen lainnya. Meskipun Udin memberikan Elemennya,tapi itu tak memgurangi kekuatan elemen Udin,Elemen Udin tetap 100%. Lingling hanya dapat dapat Menerima elemen Udin sebesar 50% saja.


***


Dunia cincin.


Tiba - tiba Udin teringat dengan siluman yang ada didunia Udin sebelum dirinya pergi ke dunia sihir.


"Dek... Kalau para siluman pakai senjata kira - kira bagus enggak ya ?" ucap Udin.


"Hem.... Bagus kang Mas,tapi jangan diselipkan batu cahaya" ucap Rissa.


"Kenapa gak boleh dek?" ucap Udin heran.


"Ya dia langsung mati kang mas,soalnya mereka itu bangsa siluman yang tidak tahan terhadap elemen cahaya." ucap Rissa.


"Oh iya ya... Lupa aku dek...Untung adek ingatin.Hehehehehehehe" ucap Udin lalu mengaruk kepalanya.


Kemudian Udin membuat Portal untuk masuk kedalam dunia siluman.Udin membangun dua pilar. Lalu mengaktifkan pilar tersebut.


Muncul sebuat lubang antara ke dua pilar,Udin dan Rissa masuk kedalam lubang portal tersebut.


---***----


.


DUNIA SILUMAN


Istana Shen Zuan Zhu.


Nampak Shen Zuan Zhu sedang mengobrol bersama Sun Go Han. Mereka membicarakan Udin karena lama tidak datang ke dunia siluman.


"Kira - kira kapan ya Bos Udin kesini..." ucap Shen Zuan Zhu.


"Entahlah yang mulia... Tapi aku kok punya firasat bahwa Bos akan kesini ya.." ucap Sun Go Han.


"Semoga saja...." ucap Shen Zuan Zhu.


Tiba - tiba muncul lubang di depan mereka.


"EH....!!!?? Mereka yang melihat lubang itu terkejut lalu waspada . Mereka bersiap - siap menyerang .


Tiba - tiba ada suara.


"INI AKU UDIN...KALIAN JANGAN SERANG AKU " suara itu.


"EH....!!!?? Mereka terkejut lalu menurunkan senjatanya.


Udin muncul bersama Rissa.


"Halloooo... Semuanya...Gimana kabar kalian." ucap Udin sambil melambaikan tangannya.


"BOSS UDIN.....!!!??? " ucap Mereka serempak tak percaya apa yang ia lihat,Sebab mereka melihat seorang pemuda yang gagah memakai topeng didampingi gadis cantik.


"Iya ini aku,maaf aku baru menemui kalian." ucap Udin sambil tersenyum.


Mereka berlarian menuju arah Udin lalu memeluk Udin.


Setelah itu mereka melepaskan pelukannya.


"Dimana yang mulia Paijo Bos.." ucap Shen Zuan Zhu tak melihat Paijo bersama Udin.


"Ada ,dia lagi mabok - mabokkan bersama yang lainnya....


"Oh iya... Aku minta tolong Paman Shen dan paman Go Han... kumpulkan semua yang ada di sini ,soalnya aku butuh bantuan kalian.." ucap Udin.


"Siap Bos... Hamba akan mengumpulkan semuanya." ucap Shen Zuan Zhu dan Sun Go Han serempak. kemudian pergi melesat keluar istana.


Udin membuat dua Pilar,untuk menghubung di dunia cincinnya. Setelah selesai,Udin dan Rissa duduk lesehan memakan buah sambil menunggu mereka datang.


" Hem...Dek... Kenapa aku pas buat Pesawat bersama prajurit TNU diriku seperti pernah melakukan itu ya... Tapi bukan pesawat yang aku buat dek.. ." ucap Udin.


"Kang Mas ingat gak saat adek memberikan ingatan adek pada kang mas?" ucap Rissa.


"Iya ingat,Ada Pemuda membuat Kapal untuk menuju luar angkasa.." ucap Udin.


"Pemuda itu adalah kang mas.." ucap Udin.


"Ooo... Itu aku ta.." ucap Udin.


"Apakah kang Mas sudah ingat kembali?" ucap Rissa.


"Ingat... Kenapa dek?" ucap Udin yang ingat masa lalu Rissa.


"Serius..! Kang Mas sudah ingat kembali kejadian masa lampau?" ucap Rissa tak percaya. Rissa pikir ingatan Udin sudah pulih.


"Kalau ingatanku sendiri ya belum lah dek,aku hanya ingat tentang ingatan adek saja." ucap Udin.


"Ooo.... " ucap Rissa.


Tak lama kemudian mereka datang,Shen Zuan Zhu beserta para Raja dan Ratu Siluman,sedangkan anak buah mereka ada dihalaman istana


Mereka melihat Udin dan Rissa duduk dilantai,mau tak mau mereka juga duduk dilantai.


"SALAM HORMAT BOS UDIN YANG AGUNG" ucap mereka serempak sambil menunduk. kemudian menegapkan kembali badannya.


"Iya... Terima kasih telah datang kemari. Maaf aku mengumpulkan kalian mendadak,sebab aku butuh kalian untuk memerangi pasukan perompak luar angkasa."ucap Udin.


Shen Zuan Zhu mengangkat tangannya untuk minta izin bicara. Lalu Udin menganggukan kepala.


"Maaf Bos... Perompak luar angkasa itu apa?" ucap Shen Zuan Zhu penasaran. Sebab baru dengar dengan istilah itu.


"Perompak luar angkasa itu orang - orang yang melintasi antar planet atau pun galaksi memakai alat seperti Kapal atau pun pesawat,jumlah mereka sangat banyak dalam satu kapal." ucap Udin.


"Luar angkasa,?planet? galaksi?" gumam mereka semua,sebab baru tahu istilah tersebut.


Rissa kemudian mengirimkan ingatannya tentang perompak luar angkasa kepada mereka semua memakai kekuatannya.


Begitu mereka mendapatkan ingatan dari Rissa mereka terkejut. Lalu paham apa yang dimaksud ucapan Udin tadi.


"Siap Bos... Hamba siap" ucap Sun Go Han.


"Saya juga siap Bos..." ucap yang lainnya hampir serempak.


"Good.... Aku akan memasangkan peratan tempur pada kalian agar mudah berperang di luar angkasa." ucap Udin.


Udin memasukkan mereka di Hutan sebelah Selatan. Kemudian Udin membagi dirinya menjadi dua. kembaran Udin masuk dalam dunia jiwa. Udin dan Rissa melesat di halaman Istana,Setelah sampai,Udin memasukkan semua bangsa Siluman ke dalam dunia jiwa bersama yang lainnya


Kembaran Udin membuat peralatan tempur yang sama yang digunakan para monster,Sebab Udin mengetahui apa saja yang dilakukan oleh kembarannya. Kecuali sesama kembaran tidak dapat mengetahui kecuali kembaran Udin itu mentransferkan ingatannya pada kembaran yang lainnya. peralatan tempurnya sedikit berbeda dari peralatan tempur para monster,Udin tak memberi batu cahaya. Setelah selesai membuat,kembarannya itu mengajari cara menggunakannya.


Udin yang asli kemudian memasang Array pelindung dan array ilusi berlapis lapis di istana Shen Zuan Zhu agar musuh tidak bisa masuk dalam istana tersebut. Setelah itu Udin dan Rissa masuk kedalam istana, Lalu Udin mengaktifkan portal,setelah itu Udin dan Rissa masuk kedalam Portal menuju dunia Cincin. Bisa saja Udin memasukkan para bangsa siluman didunia cincin melalui portal,tapi takutnya tanaman Rissa menjadi Rusak akibat di injak - injak oleh bangsa siluman,sebab jumlah mereka sangat banyak.


---***----


.


DUNIA CINCIN.


Portal yang buat Udin muncul sebuah lubang. Lalu Udin dan Rissa muncul dari lubang portal tersebut. Setelah keluar,Udin memasang array pelindung dan array ilusi pada portal tersebut.


Udin membagi dirinya menjadi 6. salah satu Kembarannya melesat ke arah Istana untuk menemui para istrinya,sedangkan sisa kembarannya berteleportasi ke kamar Udin.


Setelah kembaran pergi,Udin Membuat Rumah dengan Elemen penciptaannya. Setelah jadi ,Udin dan Rissa masuk kedalam rumah untuk memadu kasih tak lupa memasang array pelindung,array ilusi dan array kedap suara.


2 bulan kemudian didunia cincin. Udin keluar dari dunia cincin. Lingling masih berada di dunia jiwa.


---***---


.


LAPANGAN TERBANG A


pukul 06.00


Udin muncul di langit lapangan terbang A.Udin meluhat Lapangan itu Baru sedikit saja yang berkumpul. Kemudian Udin memasang array pelindung lalu membuat kopi,setelah jadi Udin meminumnya.


Glek... Aahhh... Mantap...


Udin mengeluarkan Rokok dari cincin ruangnya lalu membakarnya.

__ADS_1


Wuussh.... Asap mengepul di mulut Udin...


Orang - orang datang berkelompok,


Sambil menunggu,Udin mencoba menciptakan Pil dari Elemen Penciptaannya.


Wusshh.... Muncul Pil alam semesta lev 3,


Udin mengambilnya lalu memperhatikan pil tersebut.


"Hem.... Hanya 100 % saja,Tapi gak apalah,jadi aku gak repot - repot membuat pil lagi" gumam Udin saat melihat kandungan pil tersebut. Pil yangvwaktu Udin buat telah habis dipakai oleh anak buahnya.


Para warga sipil mulai berdatangan,mereka melesat terbang,karena di ijinkan terbang oleh Meng Cheng Louh.


Wusssh.... Asap mengbul lagi...


Udin merokok sambil melihat para warga dan prajurit TNU hadir.


Jam 07.00


Semua prajurit TNU Dan para warga sipil sudah datang semua.


Udin melihat tingkat kultivasi para warga Sipil.


Nampak yang muda berumur 17 tahun sudah berada di ranah immortal Pendekar Glory puncak.


"Oke.... Setelah mereka masuk di dunia jiwa,aku akan meningkatkan kultivasi mereka." gumam Udin.


Udin menghilangkan Gelas kopinya,dan array pelindungnya,kemudian melesat ke arah lapangan. Tak sampai 1 detik Udin sudah sampai.


Krilin yang melihat Udin telah datang lalu memberi aba - aba pada seluruh orang yang berkumpul di lapangan.


"KEPADA PANGLIMA BESAR UDIN. HORMAAAAAAAAAAT..... GRAK....." ucap Krilin pakai Qi.


Semua orang memberi hormat pada Udin,Udin pun memberi hormat.


"TEGAAAAAAAK..... GRAK......." ucap Krilin pakai Qi.


ISTIRAHAT DI TEMPAAAAAAAT..... GERAK." ucap Krilin pakai Qi.


Semua orang mengambil sikap istirahat ala militer.


Krilin maju berapa langkah ke arah Udin.


"LAPOR.... SEMUA PRAJURIT TNU DAN WARGA SIPIL SUDAH BERKUMPUL.LAPORAN SELESAI. " ucap Krilin pakai Qi.


"Laporan saya terima,kembali ke tempat." ucap Udin agak nyaring.


"SIAP. KEMBALI DITEMPAT." ucap Krilin pakai Qi lalu berbalik kembali ketempatnya.


"TERIMA KASIH SUDAH BERKUMPUL DISINI. SENGAJA SAYA MEMINTA KALIAN BERKUMPUL DISINI KARENA AKU INGIN MENINGKATKAN KULTIVASI KALIAN. YANG BISA MENGGUNAKAN ELEMEN ANGIN SILAHKAN MAJU DIDEPAN." ucap Udin pakai Qi.


Orang - orang yang memiliki elemen angin maju kedepan,ada yang prajurit TNU ada yang warga sipil. jumlahnya hanya 1 juta orang saja.


Total semua orang yang berkumpul 6 Milyar orang . Mereka ada yang berbaris di luar lapangan sampai kejalanan dan kota. Ada yang masih dirumah mengurus anak mereka yang kecil.usia 17 tahun kebawah tidak diperbolehkan ikut,sebab mereka masih labil.


"Asem... Sedikit banget yang punya Elemen angin" ucap Udin dalam hati.


Udin melihat lagi dengan mata Ilahinya,apakah ada yang memiliki elemen kegelapan apa tidak.


Tak lama kemudian .


Tiba - tiba Udin melihat 2 warga memiliki elemen kegelapan. Lalu Udin mengirim orang tersebut di depannya. Udin menggunakan tali cahaya untuk mengikat orang tersebut.


Semua orang terkejut saat melihat 2 orang di ikat oleh Udin.


kedua orang itu tak berkutik saat di ikat tali cahaya,sebab elemen kegelapannya tak bisa keluar.


"Coba kau jelaskan krilin,siapa kedua orang ini?" ucap Udin.


"Siap panglima besar..." ucap Krilin lalu melesat ke arah Kedua orang itu.


Krilin mengambil alat, lalu memindai kedua orang itu.


Nampak dilayar krilin tak menemukan identitas ke dua orang itu,lalu melihat di lengan mereka, tidak ada gelang dilengan mereka.


"Lapor..Mereka adalah penyusup Panglima Besar" ucap Krilin ketika sudah memeriksanya.


Udin kemudian membaca ingatan ke dua orang itu dengan kekuatannya.


"Hem.... Rupanya orang ini Sudah keluar dari kapal duluan sebelum Rissa datang lalu meminta tolong pada warga untuk masuk ke dalam Array,dengan alasan Tokennya hilang dan identitasnya juga hilang. Untung mereka belum mengirim pesan" ucap Udin dalam hati.


Udin juga mengetahui letak markas mereka. Kemudian Udin membunuh mereka memakai elemen cahaya.


Boomm.... Tubuh penyusup itu meledak menjadi kabut darah.


"Sebentar Lin,tadi kamu memindai mereka pakai alat itu?" ucap Udin.


"Siap. Itu benar ,Saya Memberikan alat gelang yang sudah berisi data Nama,sesuai orangnya" ucap Krilin.


"Lalu gelang yang berikan padaku itu darimana kamu tahu semua nama teman - temanku,keluargaku?" ucap Udin penasaran.


"Siap... Nyonya Rissa yang memberi tahu kepada saya." ucap Krilin.


"Oalah.... Pantesan... Eh tunggu dulu,Aku juga memasangkan gelang pada anak buahku yang lain,jumlahnya gak banyak,Gimana tuh?" ucap Udin.


"EH... !!?? Krilin terkejut.


"Siap. Saya akan memasukkan data mereka." ucap Krilin.


"Baiklah kalau begitu" ucap Udin.


Udin membagi dirinya menjadi dua.


"HAAAAA.....!!!?? Semua orang yang melihat Udin menjadi dua menjatuhkan rahangnya kebawah.


"Masuklah dalam dunia jiwaku bersama kembaranku." ucap Udin. Lalu memasukkan Krilin dan kembarannya di dunia jiwa.


"BAIKLAH...AKU AKAN MEMBERIKAN KALIAN ELEMEN ANGIN,AGAR KALIAN BISA BERNAFAS DI LUAR ANGKASA.DAN ELEMEN CAHAYA AGAR KALIAN BISA MELAWAN PASUKAN KEGELAPAN" ucap Udin pakai Qi.


Udin melayang di Udara. Kemudian mengeluarkan cahaya hijau dan putih.Cahaya itu menyelimuti semua orang yang tak memiliki elemen angin. Orang yang sudahmemiliki elemen angin hanya menerima cahaya putih saja.


Tak sampai 1 menit cahaya itu redup. Mereka mempunyai Elemen angin 50 % saja. Berbeda dengan yang murni bawaan dari lahir.


"AKU AKAN MEMASUKKAN KALIAN DIDUNIA JIWAKU UNTUK MENINGKATKAN KULTIVASI KALIAN,KALIAN JANGAN KE ARAH BARAT,SEBAB DISANA AKU MENARUH PASUKAN MONSTER DAN WILAYAH SELATAN AKU MENARUH PASUKAN SILUMAN."ucap Udin pakai Qi.


Lalu memasukkan semua orang ke dunia jiwanya. Seketika orang - orang yang jumlahnya Milyaran. Udin menempatkan mereka di sebelah Utara dunia Jiwanya,


"Edaaan..... Energiku berkurang 20% ketika memberi kekuatan elemen angin dan cahaya pada mereka" ucap udin. Udin kemudian menelan Pil pemulih Qi 10 butir supaya cepat energinya pulih.


"Kalau hanya 10 juta orang gak bakalan energiku berkurang.. Lah ini 6 milyar... Aseemm..." ucap Udin.


Udin masuk dalam dunia Cincin.


----**---


Dunia Cincin.


.


Udin muncul di halaman Istana,Kemudian Udin duduk di rerumputan lalu menciptakan Milyaran pil berbagai jenis,lalu memasukkan dalam Cincin.


Anak Buah dan keluarga Udin yang melihat Udin membuat pil terkejut kecuali Rissa. Rissa tak bisa menciptakan Pil,sebab Elemen Penciptaannya tidak semurni milik Udin.


"Wah... Bos sudah menguasai semua Elemennya. Berarti kekuatannya sudah besar,bisa mati aku jika melawan dia" ucap Umam dalam hati melihat elemen yang dimiliki Udin sudah terbuka semua dengan kekuatannya.


Udin lalu berdiri.


"Om Jin..." ucap Udin.


"Siap Boss..." ucap Umam.


"Tolong bagikan Pil ini kepada semua orang yang ada didunia jiwaku." ucap Udin sambil menyerahkan cincin ruang pada Umam.


"Siap Bosku." ucap Umam.


"Oh iya... Apakah Kalian ingin meningkatkan kekuatan lagi?" ucap Udin.


"MAU BOSS..." ucap Anak buah Udin serempak.


"MAU KANG MAS..."ucap Para istri Udin kecuali Rissa.


"Oke... Aku akan memberikan kalian sesuatu." ucap Udin.


Udin mengeluarkan Botol kecil berisi air pelangi 200 Ml tiap Botol, Kemudian membagikan pada keluarga dan anak buahnya.


"I..I...Ini kan Air pelangi.... !!!?" ucap Umam terkejut saat membuka botol itu. Umam pernah mendapatkan air pelangi,tapi sedikit disaat dirinya berpetualang.


Udin memasukkan mereka ke dalam Dunia jiwa.Setalah itu Udin masuk dalam dunia jiwanya. Sebelum Rissa masuk dalam dunia jiwa Udin,Rissa mengatur waktu dunia cincin.


---***----


Dunia Jiwa.


.


Rombongan Udin berada di tengah - tengah dunia jiwanya.


"Om Jin... Tolong bagikan pil itu sekarang ya,mereka ada di sebelah Utara,Bagikan sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai di tingkat Kaisar dewa penguasa puncak." ucap Udin.


"Asshiaap Bos...." ucap Umam lalu berteleportasi ke arah utara.


"Nah... Sekarang giliran Dek Xing dan Dek Chang,kalian minumlah air itu" ucap Udin.


Udin sengaja memberi sedikit atas saran dari Rissa,agar tubuh mereka tak meledak meskipun di bantu oleh Udin dan Rissa,sebab tubuh mereka berbeda dari Udin dan Rissa.


"Tolong kalian agak menjauh,sebab Aku tak ingin kalian terluka" ucap Udin.


"Siap kang Mas.." ucap Para Istri Udin serempak.


"Siap Bosss" ucap Anak buah Udin serempak.


Udin memasang Array pelindung.


Liu Xing dan Liu Chang duduk lalu meminum air tersebut.


Udin berada di belakang Liu Xing,sedangkan Rissa dibelakang Liu Chang.


Glek... Glek... Glek... Glek .. Glek... Glek....


Tak lama kemudian terdengar ledakan energi ditubuh Liu Chang dan Liu Xing,Udin dan Rissa dengan sigap membantu mereka untuk menyerap,agar tubuh mereka tak meledak.


Bam....Bam.... Bam.... Bamm...


Mereka Naik tahap,dari Kaisar dewa penguasa puncak ke Absolute 1.


Bamm....Bamm..Bamm.. Bamm.. Bamm...


Dari Absolute 1 naik ke Absolute 2.


Bamm...Bamm...Bamm... Bamm...


Dari Absolute 2 naik ke Absolte 3.


Bamm... Bamm... Bamm... Bamm...


Dari Absolute 3 naik ke Absolute 4.


Bamm.... Bamm... Bamm...Bamm...


Dari Absolute 4 naik ke Absolute 5.


Ledakan energi mereka sampai di Ranah Dewa Absolute tingkat puncak.


Bamm....... Wussssh...... Energi mereka keluar,lalu menabrak dinding array Udin.


Boomm..... Suara ledakan energi saat bertabrakan dengan dinding Array pelindung.


"Untung ada Array. Jika gak ada ,bisa mati mereka terkena hempasan energi milik Liu Xing dan Liu Chang " ucap Udin dalam hati.


Udin memberikan Elemen cahaya dan elemen angin pada mereka. Setelah selesai. Gantian mereka yang belum.


.


---***---


.


Disisi Barat.


.


Krilin muncul bersama kembaran Udin.


"JUANCOOOOOKKK............" teriak Krilin


"Katanya sedikit gak tahunya banyak...." umpat Krilin. saat mengetahui jumlah pasukan Monster Udin.


"Hehehehehe.... Sengaja kasih kejutan aku Lin" ucap kembaran Udin cengengesan.


"Tunggu dulu Bos... Apakah jumlah pasukan siluman juga sebanyak ini?" ucap Krilin.


"Hem.... Kurang lebih Lin... Soalnya aku gak hitung" ucap kembaran Udin.


"Juangkreeek.... Duwe Bos ancen gateli..." umpat Krilin.


"Bentar Lin.. Tak bantu dirimu.." ucap kembaran Udin.


Kembaran Udin menempelkan jari telunjuknya,lalu mentransfer ilmu memperbanyak diri.


"EH... !!!!?? Krilin terkejut saat mendapatkan ilmu itu.


"Matur suwun Bos..." ucap Krilin.


"Iya sami - sami,coba keluar kan alatmu itu,nanti aku buat banyak" ucap kembaran Udin.


"Siap Bos...." ucap Krilin.


Krilin kemudian mengeluarkan Alat untuk mendata identitas. Kemudian Kembaran Udin memindai alat itu,lalu memperbanyak alat tersebut.


"KALIAN JANGAN MENYERANG KRILIN,SEBAB DIA ADALAH TEMANKU,TEMANKU AKAN MENDATA KALIAN" ucap Udin pakai Qi.


"SIAP BOSS..." ucap Para Monster itu.


Setelah itu Krilin memperbanyak dirinya. Lalu melesat ke arah Monster.


Kembaran Udin melihat Monster kepiting memakai armor mencoba menghancuran target yang dibuat Lingling menggunakan Meriam plasma.


Boommm.... Target itu hancur..


"Waah.... Lingling ternyata bisa memimpin mereka. Aku akan menyerahkan semua monster ini padanya saja." ucap kembaran Udin dalam hati.


Udin mengahmpiri Lingling.


"Hallo adikku yang cantik..." ucap Kembaran Udin.


"Hallo juga Kak..." ucap Lingling.


"Hem....Ikut kakak sebentar ya... Soalnya Kakak ingin kekuatan Lingling menjadi kuat." ucap Kembaran Udin.


"Lingling sudah kuat kak,ngapain bertambah kuat lagi." ucap Lingling heran.


"Iya Kuat,Tapi sekarang adikku yang cantik ini jadi kalah loh dengan Kak Meiling,Adik mau kecantikannya direbut oleh Kak Meiling? Sebab Kak Meiling Sudah bertambah kuat dan cantik" ucap kembaran Udin.


"APAAAAA....!!??? ucap Lingling terkejut.


"Lingling Mau kak... Ayooo Cepetan Kak,buat Lingling menjadi kuat dan cantik.... " ucap Lingling tiba - tiba terbakar emosinya ketika Udin berkata Saingannya dikatakan cantik oleh Udin.


"Baiklah... " ucap Kembarannya Udin,lalu meneleportasikan Lingling ke arah Rombongan Udin.


----****-----


Ditempat Udin asli berada.


Lingling Muncul di samping Han Meiling Xing ,ia melihat Han Meiling Xing telah menjadi cantik dan kekuatannya juga sudah meningkat.


"Kak Udin... Lingling Mau jadi kuat kak.." ucap Lingling.


"Gak usah dikasih Kang Mas... Biar dia kalah cantik dari aku" ucap Han Meiling Xing .😛


"Huaaaaa..... Lingling Gak mau kalah.... Huaaa...." ucap Lingling menangis.


Para Istri Udin dan Udin menghampiri Lingling.kecuali Rissa.


"Cup...Cup... Jangan nangis dong... Cantik." ucap Li Wei mencoba menenangkan Lingling.


"Jangan gitu dong sama adiknya" ucap Liu Xing.


"Biarin.... Biar dia tahu rasanya kalah." ucap Han Meiling Xing.


Anak buah Udin hanya mengeleng gelengkan kepala saja saat melihat Han Meiling Xing dan Lingling saling bertengkar,meskipun mereka sering bertengkar,tapi mereka tetap saling sayang. Hanya Han Meiling Xing saja yang sering mengusili Lingling. Dari kecil hingga dewasa mereka terus bertengkar. Seperti Tom and Jerry,kadang bertengkar kadang baikan.


Udin mengeluarkan Botol kecil berisikan 500 ml lalu memberikan pada Lingling.Udin sengaja memberikan sedikit banyak Pada Lingling. Lingling mempunyai Tubuh yang spesial seperti dirinya,yaitu bisa menampung semua elemen . Udin memberikan sebagian elemenya pada Lingling. Selain cantik,Lingling pintar dalam strategi dan sangat sabar ketika melatih para prajurit monster.


"Ini Minumlah adikku yang paling cantik,agar adik menjadi cantik dan kuat,"ucap Udin.


Lingling menghentikan tangisannya lalu menerima Botol itu,Lingling menoleh ke arah Han Meiling Xing lalu mengeluarkan lidahnya 😝.


"Awas pembalasanku,Aku akan menaruh Ulat di pakaianmu nanti" ucap Lingling dalam hati. Lingling Tahu kelemahan Han Meiling Xing,yaitu takut sama Ulat. Sedangkan Han Meiling Xing juga tahu kelemahannya Lingling yaitu kalah cepat saat berlomba berlari dan Lingling takut terhadap cacing tanah.


Kemudian Lingling duduk lalu meminum air tersebut.


Glek... Glek... Glek...Glek...Glek...Glek...


"Tolong cepat kalian menyingkir..." ucap Udin.


Mereka pun menyingkir dari tempat Lingling.


Udin memasang array pelindung dan Setelah itu membantu Lingling menyerap Air pelangi tersebut.


Bamm... Bamm... Bamm... Bamm....Bamm...


Bamm... Bamm... Bamm... Bamm....Bamm...


Bamm... Bamm... Bamm... Bamm....Bamm...


Terdengar suara ledakan energi pada tubuh Lingling.


Lingling yang semula di ranah Kaisar Dewa penguasa puncak kini berada di Ranah Raja Absolute tingkat 5.


Rissa membantu Udin agar Han Meiling Xing melihat Lingling hanya berada di Ranah Dewa Absolute tingkat 10 saja. Lalu menelepati semua orang kecuali Han Meiling Xing,Rissa mengatakan jangan beritahu pada Han Meiling Xing bahwa Lingling berada diatasnya. Mereka pun mengiyakan saja, Sebab tubuh mereka tidak sanggup bila meminum lagi,harus ada jeda waktu. agar tubuhnya tidak meledak.


Nampak bola warna - warni keluar dari tubuh Lingling.


Baamm..... Wuuusshhh...... Boomm....


Wajah Lingling kini nampak bercahaya dan menjadi sangat cantik.


"Sembunyikan kekuatanmu Dik..Sekarang" ucap Udin.


"Siap Kak.." ucap Lingling lalu menyembunyikan tingkat kultivasinya.


Udin memghilangkan array pelindungnya.


.


¤¤¤¤.

__ADS_1


Perangnya Nanti dulu. Kekuatan pasukan aja belum kuat.


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


__ADS_2