
"Oh iya...Lupa Bibi Jaka....
"Tapi..... Sepertinya Jaka boleh deh Lan...
"Nanti Guru akan bilang sama ketua.." ucap Cempaka.
"Waahh....Tiap hari aku selalu lihat yang segar - segar ini... Ayoo Jaka...Kamu ikut saja..." ucap Umam dalam hati.
Nampak Udin berpikir.
"Aku ikut apa enggak ya... Kalau gak ikut,aku penasaran dengan keluarga ibuku,kalau ikut nanti mereka akan mencurigaiku.." ucap Udin dalam hati.
"Lebih baik aku ikut sajalah... Nanti kalungku ini aku taruh di dunia cincin saja. Agar mereka tak mencurigaiku.." ucap Udin dalam hati.
"Jaka mau gak ikut sama Bibi...Nanti bibi akan mengajarimu ilmu silat..." ucap Cempaka.
"Hem....Iya Bi....Jaka mau..." ucap Udin.
"Yeeeeessss.... Akhirnya aku bisa lihat yang bening - bening setiap hari..." ucap Umam dalam hati kesenangan.
"Umam pasti kesenangan tuh Bos...." ucap Luciefer telepati.
"Kesenangan kenapa Paman...?" ucap Udin telepati heran.
"Ya tiap hari Umam pasti lihat Perempuan tanpa busana ketika Bos berada di pedepokan.." ucap Luciefer telepati.
Wulan Nampak menambahkan kayu ke api unggun agar tetap menyala.
"Gak apa - apa Paman... Soalnya Udin juga ada keperluan di pedepokan itu.." ucap Udin telepati.
"Perasaan kayunya hanya sedikit...Kok jadi banyak begini ya..." ucap Wulan dalam hati heran melihat tumpukan kayu kering.
Wulan kemudian menoleh ke arah Cempaka.
"Guru...." ucap Wulan.
"Ya Wulan...Ada apa?" ucap Cempaka.
Wulan tak menjawab,ia hanya melambaikan tangannya memberi kode agar mendekat.
"Sebentar ya Jak..." ucap Cempaka.
"Iya Bi...." ucap Udin.
Cempaka lalu berdiri kemudian berjalan ke arah Wulan.
"Ada apa Lan..." ucap Cempaka begitu sampai di tempat Wulan.
"Kayu bakarnya kok jadi banyak guru..Perasaan gak sebanyak ini pas guru dan Sari menaruh kayu bakarnya.." ucap Wulan.
Cempaka lalu memperhatikan tumpukan kayu bakar tersebut.Lalu mengingat kembali saat Dirinya dan Sari membawa kayu Bakar,sedangkan Wati membawa daging kelinci.
Wuukkk...Wuuk...Wuuk...Suara burung hantu.
"Iya ya...Kok jadi banyak begini ya..." ucap Cempaka heran setelah ingat.
Cempaka lantas mendekat ke telinga Wulan.
"Tadi guru merasa ada yang mencium pipiku Lan,setelah mencium pipi Jaka.." ucap Cempaka berbisik.
Udin mendengar ucapan mereka meskipun berbisik - bisik.
"Paman Umam..." ucap Udin telepati.
"Iya Jaka..Ada apa?" ucap Umam telepati.
"Apakah Paman yang menambahkan kayu bakar dan mencium Bibi cempaka?" ucap Udin Telepati.
"Iya Jaka...Soalnya Kayu bakarnya hanya sedikit,gak sampai pagi itu kayunya. Soal mencium pipi Cempaka,karena dia gak adil..." ucap Umam telepati.
"Gak adil?" ucap Udin telepati.
"Iya...Mosok Jaka saja yang dapat ciuman setelah memberi korek,aku gak dapat ciuman. Ya aku ciumlah dianya...Begitu Jaka..." ucap Umam telepati.
"Ooo....Begitu..." ucap Udin telepati.
"Jangan - jangan di sini ada penunggunya guru..." ucap Wulan berkata lirih.
Seketika bulu kuduk Cempaka berdiri.
Cempaka dan Wulan lantas berlari ke arah Udin,setelah sampai ia duduk menempel sambil memeluk Udin.
"Bibi dan Mbak Wulan kenapa..." ucap Udin heran.
"Di sini ada penunggunya Jaka...Tadi Bibi di cium sama penunggunya.." ucap Cempaka.
"Diaaampuuut...Aku bukan Penunggu hutan ini wooyyy.." ucap Umam dalam hati.
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha.....Udin tertawa.
"Kok kamu tertawa seh Jak...Nanti penunggunya marah loh..." ucap Cempaka.
"Di sini gak ada namanya Penunggu Bibi...
"Jika penunggunya itu mencium Bibi lagi...
__ADS_1
"Jaka akan laporin ke istri penunggu itu..." ucap Udin.
"Heeeh....!!! Kamu tahu dari mana jika penunggunya itu Laki - laki Jaka..." ucap Cempaka Heran.
"Kan yang di cium Bibi saja...Sedangkan Jaka gak di cium,berarti penunggunya itu Laki - laki Bi..." ucap Udin.
"Iya juga ya...Terus gimana cara kamu laporinnya Jaka?" ucap Wulan.
"Gampang itu,tinggal teriak saja...Nanti istrinya datang..." ucap Udin.
"Waaasssuuuuu....." umpat Umam .
Mereka berdua mendengar umpatan Umam.
"EH.....!!!??? Cempaka dan Wulan terkejut.
"Nah benar kan Bi....Penunggunya kesal... Jadi Bibi tenang aja..." ucap Udin.
"Iya Jaka....Nanti kamu saja ya yang laporin" ucap Cempaka.
"Sendiko dawuh Bibi..." ucap Udin.
---***---
Waktu sudah tengah Malam,Nampak Cempaka,Wulan dan Udin mulai mengantuk.
Cempaka lantas membangunkan Wati dan Sari.
"Sarii.....Watiii...." ucap Cempaka sambil menggoyangkan tubuh Sari dan Wati.
Sari dan Wati membuka matanya.
Sari dan Wati lantas duduk.
Wati menutup matanya lagi.
"Hoooaam.....Ada apa guru..." ucap Sari.
"Sekarang gantian yang jaga..." ucap Cempaka.
"Baik guru..." ucap Sari.
Wati nampak masih menutup matanya.
"Watii... Meleeeeek...Wooii...Kita gantian yang jaga..." ucap Sari.
Wati kemudian membuka matanya.
"Ngantuuk aku..." ucap Wati.
"Iya..iya..." ucap Wati.
Sari dan Wati nampak menambah kayu api unggunnya.
Sedangkan Udin mempertahankan kesadarannya agar tak tertidur.
"Asem....Seandainya ada danau di sini,pasti aku langsung mandi...Hilang dah ngantukku.." ucap Udin dalam hati.
Krucucuk...Kruucuk...Kruucuk.... Suara perut Sari.
"Sarii...Kamu laper lagi ?" ucap Wati.
"Iya... Tadi kita kan makannya hanya sedikit.." ucap Sari lirih.
"Ooo...Berarti daging kelincinya gak banyak.. Aku akan mengambilkan mereka buah - buahan ahh...." ucap Udin dalam hati.
Udin lantas berdiri,hendak menjauh dari mereka.
Sari dan Wati melihat ke arah Udin.
"Mau kemana kamu Jaka..." ucap Sari.
"Perutku muleess Mbak.... Dah gak tahan neh..." ucap Udin alasan.
"Oooo...Jangan jauh - jauh yaa..." ucap Sari.
"Iya mbak...." ucap Udin.
Udin berjalan menjauh,kira - kira 10 meter. Umam tak mengikuti Udin,ia tetap berada di dekat api unggun.
Lalu Udin masuk dalam dunia cincin.
---***---
Dunia cincin.
Udin muncul di samping Gazebo.
Udin meletakkan 1 biji koreknya di gazebo berdekatan dengan baju ganti. Lalu Udin melepaskan kalung yang ia pakai,kemudian di taruh di baju gantinya.
"Oh iya ya...Di sinikan ada danau..." ucap Udin.
Udin kemudian melepaskan pakaiannya agar tak basah.Setelah itu
Byurrr....Udin masuk dalam danau.
__ADS_1
"Segaarr....Hilang ngantukku." ucap Udin.
Udin sebentar saja masuk dalam danau,kemudian ia menepi,lalu memakai pakaiannya kembali.
Udin menggunakan jurus peringan tubuhnya,lalu melesat ke arah pohon mangga. Ia sudah hapal dengan kondisi jalannya,jadi tak takut tertabrak pohon ketika melesat antara pohon satu ke pohon lainnya.
Setelah sampai di pohon mangga,Udin memetik 6 biji Mangga.. Setelah itu Udin keluar dari dunia cincin. Buah - buahannya di taruh di balik baju yang ia pakai.
---***---
Dunia nyata.
Udin muncul di tempat Udin menghilang.
Lalu Udin berjalan ke arah api unggun.
Tak lama kemudian Udin sampai di tempat Sari dan Wati.
Udin mengeluarkan Buah mangga di balik bajunya.
"Ini Mbak...Tadi Jaka nemu buah mangga..." ucap Udin.
"Dapat di mana kamu Jaka...." ucap Wati heran ,saat Jaka datang membawa buah mangga.
"Dapat di sana Mbak..." ucap Udin sambil menunjuk arah.
"Aneh...Perasaan pas aku ke arah sana gak ada buah mangga matang begini" ucap Sari dalam hati.
"Ooo...dari sana..." ucap Wati.
Sari mencium buah mangga tersebut.
"Tenang saja Mbak...Itu bersih kok..." ucap Udin mendengar Sari mendengus mencium aroma mangga tersebut.
"Aku cuman mastikan saja Jak...Soalnya tadi kan kamu bilang mules perutmu...Barangkali aja ada yang nempel..." ucap Sari.
"Asemmm...." ucap Udin.
Udin kembali ke tempat duduknya.
Sari dan Wati nampak menikmati buah mangga tersebut.
"Kamu gak makan Jaka..." ucap Wati.
"Enggak Mbak...Masih kenyang." ucap Udin.
Tak ada percakapan antara Udin dan ke dua wanita tersebut hingga menjelang pagi.
Nampak Udin menahan ngantuknya.
Cempaka dan Wulan terbangun.
"Hoooaammm....." Udin menguap.
Cempaka melihat ada kulit dan biji mangga berserakan.
"Kalian dapat dari mana mangga ini?" ucap Cempaka.
"Jaka yang memberi Guru..." ucap Wati.
"Ooo...Jaka...." ucap Cempaka.
Ke empat Wanita itu membereskan perlengkapannya.
Bruuuk..... Udin terjerembab ke depan karena ngantuk berat.
"EH....!!!??.Ke empat wanita itu terkejut.
Cempaka lantas menghampiri Udin lalu memeriksa keadaan Udin.
"Ternyata Jaka tidur.." ucap Cempaka dalam hati.
"Sari...Apakah Jaka semalam tidak tidur.?" ucap Cempaka.
"Tidak Guru...Jaka duduk diam di situ selama kami berjaga..." ucap Sari.
"Kenapa gak di suruh tidur..." ucap Cempaka.
"Maaf Guru...Aku pikir tadi Jaka tidur duluan,terus guru bangunin untuk membantu berjaga.." ucap Sari.
"Ooo...Begitu...Ya sudahlah..." ucap Cempaka.
Cempaka menggendong Udin.Tongkat Udin di bawa oleh Wulan.
Pluuuk....Waklman Udin terjatuh saat Udin di gendong.
Wulan melihat Walkman yang jatuh lantas mengambilnya.
"Guruu...Ini apa?" ucap Wulan.
"Guru gak tahu... Nanti tanyakan aja ke Jaka jika Jaka sudah bangun." ucap Cempaka.
"Iya guru..." ucap Wulan.
Wulan menyimpan Walkman tersebut.
__ADS_1
Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya..