Petualangan Udin

Petualangan Udin
MENEPATI JANJI DAN LATIHAN BERSAMA


__ADS_3

Rissa meletakkan Udin di dalam kamar tidur,lalu mencoba menyadarkan Udin dengan kekuatan yang dimilikinya itu.


Tak lama kemudian,Perlahan Mata Udin terbuka.


"Dek... Aku kok didalam kamar tidur? dan mengapa kalian berkumpul disini? Apa yang terjadi" ucap Udin saat melihat keadaan sekeliling.


"Kang Mas jatuh dalam keadaan pingsan." ucap Rissa.


"Pingsan...???" ucap Udin.


"Iya... Kang Mas pingsan, Apa yang sebenarnya terjadi kang Mas.?" ucap Rissa.


"Aku habis menemui Umam,lalu kembali kesini,tiba - tiba kepalaku sakit,Aku melihat bayangan ada pemuda yang menyelamatkan seorang wanita,tapi wajah mereka gak kelihatan jelas" ucap Udin.


"Se...Se...Serius Kang Mas?" ucap Rissa tak percaya. Sebab dirinya tidak bisa memulihkan ingatan Udin yang dulu. Ada dinding yang tebal mengahalangi ingatan Udin.


"Iya aku serius Dek..." ucap Udin.


"Apakah ingatan masa lalunya akan kembali?" ucap Rissa dalam hati.


Han Meiling Xing mendekat ke arah Udin.


"Kang Mas,....." ucap Han Meiling Xing.


"Iya sayang... Ada apa?" ucap Udin.


"Masa lalu apa dek?" ucap Udin telepati.


"Hem... Itu.... Soal janji kang Mas..." ucap Han Meiling Xing.


"Janji apa ya... Ooo... Bentar Nanti aku ajarkan dirimu masak biar bisa memasak." ucap Udin.


"Kang mas bisa dengar ucapan hatiku?" ucap Rissa telepati terkejut.


"Bukan ituu...." ucap Han Meiling Xing.


"Kalau bukan itu terus apa Dong? Ooo... Minta diajarkan memanah.... Bentar ya.. Aku mau makan buah dulu,habis itu aku ajarin" ucap Udin.


"Bisa Dek.." ucap Udin telepati.


"Iiiihh... Sebel deh..." ucap Han Meiling Xing.Lalu pergi meninggalkan Udin.


"Dia kenapa dek?" ucap Udin heran atas sikap Han Meiling Xing.


"Dia itu nagih janji kang Mas soal Nikah." ucap Rissa.


"Oooo... Han Meiling Xing mau nikah. Emang dia mau nikah sama siapa?" ucap Udin polosnya.


Rissa tak menjawab hanya menunjuk Udin.


"Heee... Aku? Kapan aku bilangnya Dek?" ucap Udin kaget.


"Kang Mas lupa atau pura - pura lupa?" ucap Rissa.


"Bentar dulu...Aku ingat - ingat dulu ya Dek" ucap Udin. sambil mengingat - ingat.


Tak lama kemudian Udin mengingatnya tentang janjinya akan menikah disaat usianya 17 tahun.


"Maaf... Aku tinggal dulu ya..." ucap Udin lalu turun dari tempat tidur dan melesat ke arah Han Meiling Xing berada.


"Nanti kita bicara berdua ya dek" ucap Udin telepati ke Rissa saat mengejar Han Meiling Xing.


---***----


Nampak Han Meiling Xing berada di pinggir sungai,Ia melempar batu ke arah sungai sambil menangis.


"Apakah aku tak menarik,apakah aku tak cantik sehingga Dia melupakan janji yang dulu dia ucapkan." ucap Han Meiling Xing dalam hati.


Tak lama kemudian Udin datang.


"Han Meiling Xing.... "ucap Udin.


"Kamu mau apa kesini?" ucap Han Meiling Xing tak menoleh ke arah Udin


"Maafkan aku yang lupa soal janjiku padamu,maukah kamu memaafkan aku." ucap Udin.


Han Meiling Xing diam tak menjawab.


Udin mendekatinya sambil membawa Sekuntum bunga mawar merah.


"Ini ada Bunga mawar,jika dirimu mau memafkan aku,maka ambillah,jika tidak maka patahkan tangkainya"ucap Udin.


Han Meiling Xing menoleh ke arah Udin.


"Apakah aku tidak cantik,apakah aku kurang menarik?" ucap Han Meiling Xing.


"Sial... Aku harus jawab apa coba... "ucap Udin dalam hati.


"Dirimu cantik dan menarik,Aku menyukaimu,maaf aku lupa soal janjiku padamu,karena Aku baru siuman dari pingsanku,sehingga aku belum ingat sepenuhnya. Mau kah memaafkanku?" ucap Udin dengan hati - hati ia bicara,sebab tidak mau salah dalam mengucapkan kata.


Han Meiling Xing mendengar ucapan Udin masuk akal,sebab Udin baru saja siuman. Lalu ia mengambil bunga mawar ditangan Udin lalu mememeluk Udin. Udin membalas pelukan Han Meiling Xing.


"Maafkan aku yang tidak tahu tempat dan waktu saat menagih janji. " ucap Han Meilung Xing.


"Iya sayang... Ayo kita kembali" ucap Udin.


"Nanti... Aku masih ingin bersamamu berdua saja." ucap Han Meiling Xing.


Mau tak mau menuruti keinginan calon istrinya itu.


"Sayang....." ucap Udin.


"Iya..." ucap Han Meiling Xing.


"Apakah Rissa sudah memberi tahu identitasku?" ucap Udin.


"Identitas yang mana?"ucap Han meiling Xing masih memeluk Udin.


"Jika aku sebelumnya punya istri" ucap Udin.


Han Meiling Xing melepaskan pelukannya.


"Belum kang mas" ucap Han Meiling Xing.


"Istri pertamaku Adalah Rissa,lalu Ranny, Lalu Li Hua, Li Wei, Liu Chang dan Liu Xing. Aku terlahir kembali setelah tewas semua istriku terpisah dariku kecuali Rissa.Apakah dirimu tetap mau menikah denganku?" ucap Udin jujur,


Han Meiling Xing terkejut saat Udin mengatakan semua istrinya.


"Aku gak kan memaksakan dirimu sayang,awalnya aku tidak mencintaimu,tapi lama kelamaan aku mulai mencintaimu karena Rissa juga setuju,asal aku bisa adil" ucap Udin. Udin tak mengetahui mengapa Rissa mau Han Meiling Xing menjadi istri Udin.


"Apakah para istri kang mas sama sama sepertiku?" ucap Han Meiling Xing.


"Tidak.. mereka berbeda,istri kedua itu aku tak sengaja melakukannya disaat aku tertidur sendiri,begitu bangun tiba - tiba ada gadis dipelukanku,Istri ketiga dan ke empat itu adalah kakak beradik,saat itu aku tak sengaja memasuki kawasan terlarangnya,sehingga mereka menghukumku untuk menikahi mereka,lalu Istri kelima dan ke enam itu karena dia bangsa pery,bila menolak maka dia bunuh diri di hadadapnku.Mereka itu pemimpin bangsa Peri. Itulah para Istriku. Apakah Sayang masih mau denganku?" ucap Udin.


"Hem..... Aku mau Kang Mas...Asal Kang Mas adil" ucap Han Meiling Xing memeluk Udin lagi.


" Asem..... Kirain nolak,padahal aku sudah jujur..." ucap Udin dalam hati.


"Kapan Kang Mas nikahin aku?" ucap Han Meiling Xing.


"Hari ini,tapi tidak disini.." ucap Udin.


Han Meiling Xing melepaskan pelukannya laku memegang tangan Udin lalu menariknya.


"Ayoo Kang Mas....." ucap Udin.


"Iya sayang..." ucap Udin.


Udin dan Han Meiling Xing berjalan ke arah rumah.


Tak lama kemudian mereka sampai.


Udin memanggil semua orang. Setelah mereka hadir. Udin mengutarakan maksud dan tujuannya.


Kemudian Udin mengucapkan Sumpah dan janji sucinya, setelah Itu Rissa juga mengucapkan sumpah dan janji sucinya,lalu Han Meiling Xing mengucapkan sumpah dan janji sucinya.


Meskipun Udin dan Rissa dulu sudah menikah,Rissa dan Udin mengulanginya lagi. Agar mereka tidak curiga.


Acara penikahan Udin sangat sederhana saja. Tidak ada yang spesial.


Malamnya,Udin, Han Meiling Xing dan Rissa masuk kedalam dunia cincin. mereka berada di Dunia cincin selama 2 bulan, Rissa mengatur 1 hari di dunia Nyata menjadi 2 bulan di dunia cincin. Rissa sengaja memasang pelindung di Rahim Han Meiling Xing agar tidak hamil dulu. tanpa sepengetahuan Udin dan Han Meiling Xing.


Udin dan Rissa berada dikamar sebelah,Sementara Han Meiling Xing tidur di kamarnya.


"Coba Adek ceritakan,tentang ingatanku yang dulu" ucap Udin .


"Hem... Baik lah,Adek akan bercerita. Dulu ingat gak waktu Kang Mas mengantar bunga kerumahku,tapi ada janji sama Bagas?" ucap Rissa.


"Iya ingat Dek... Lalu.." ucap Udin.


"Adek pernah cerita tentang seorang pemuda bernama Feng Sai Fudin,Namun Kang Mas mengira itu adalah kekasihku,kemudian kang mas pergi,mau gak mau Adek menahan kang Mas menggunakan Array pelindung agar Kang Mas tidak salah paham." ucap Rissa.


"Lalu apa hubungannya denganku Dek?" ucap Udin masih bingung.


"Feng Sai Fudin itu adalah diri kang mas yang dulu, lalu Kang Mas terlahir kembali bernama Saifudin. Kemudian telahir kembali bernama Lin Tian,tapi kang mas gak mau dengan nama itu" ucap Rissa.


"Mumet aku dek..." ucap Udin mencoba mencerna ucapan Rissa.


"Hem...Bentar kang Mas... Adek transfer ingatanku pada Kang Mas" ucap Rissa.


Rissa menempelkan jarinya di kening Udin.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Udin melihat ingatan Rissa.


"Oooo... Jadi... Bayangan itu adalah aku,lalu wanita itu Adek...Begitukah?" ucap Udin


"Iya kang Mas..." ucap Rissa.


Udin mencium kening Rissa.


Emmuahh...


"Maaf ya dek,mungkin diriku yang dulu enggak peka "ucap Udin.


"Iya... Kang mas... Sekarang Kang mas rajin berlatih,Soalnya gak semua Galaksi adek singgahi. Kemungkinan besar Dia ada disana" ucap Rissa.


"Asshiiiaaap..." ucap Udin.


***


Pagi harinya.


Paijo,Ponijan,Kuwi,Li Shan dan Djarwo sedang duduk dibawah pohon . Udin yang melihat mereka,kemudian mendatanginya.


"Pakde...Paman... Li Shan....." ucap Udin.


"Iya Boss.... " ucap Mereka serempak.


"Hem.... Aku mau latihan dengan bersama kalian......" ucap Udin.


Udin kemudian menciptakan Portal.


"Ayoo semuanya masuk kedalam" ucap Udin.


"Heeee.....!!!??? " mereka terkejut saat Udin bisa membuat portal.


" Ini lubang mau kemana Bos?" ucap Paijo penasaran .


"Ini menuju Ruang latihan pak de....


"Tenang saja, Meskipun pakde mengeluarkan serangan penuh,dalam ruangan itu tidak hancur" ucap Udin


Sebelumnya Udin keluar dari dunia cincin,Udin disuruh Rissa untuk berlatih bersama Anak buahnya. Udin Bingung mau latihan dimana,kalau di dunia cincin,Udin takut dunia cincin akan hancur temasuk istananya,maka muncullah Ide Udin untuk menciptakan Dimensi khusus untuk latihan.


Mereka pun masuk dalam Dimensi itu.


Nampak pemandangan disana ada pepohan dan gunung . Gunung tersebut ada yang aktif dan tidak aktif.


"Nah... Sekarang Aku mau latihan bersama Li Shan dulu, Keluarkan semua hasil latihanmu Shan" ucap Udin.


"Baik Bos..." ucap Li Shan.


Yang lainnya mundur.


Li Shan mengeluarkan Tingkat kultivasinya yang berada di Raja dewa puncak.


Udin mengikuti kultivasi Li Shan agar setara.


"Ayo serang aku...Anggap aku ini musuhmu" ucap Udin.


"Baik Bos..." ucap Li Shan.


Li Shan mengeluarkan pedangnya,begitu juga Udin. Li Shan melesat ke arah Udin.


Trang... Trang.... Trang... Trang.....Trang...


Bunyi pedang saling beradu.


Grroooaaaaaarrr....... Li Shan mengeluarkan Jurus auman naganya.


Udin dengan sigap melindungi telinganya dengan perisai Qi nya.


"Wuiihh... Ternyata Li Shan bisa jurus naga" ucap Udin dalam hati.


Udin mengaktifkan elemen Ruang dan Waktunya.


Nampak bayangan Li Shan akan menyerang dari belakang.


Udin memutar badannya sambil menendang.


Buugghhh....... Li Shan terkena tendangan Udin .


Wuuiiiiiing.... Tubuh Li Shan melesat ke arah pepohonan.


Boom....Boom... Boom... Boom.... Boomm....


Pohon yang ditabrak Li Shan hancur.


Li Shan tergeletak ditanah,lalu bangkit,Ia mengelap darah yang keluar dari bibirnya.


"Hem... Aku gunakan Racunku saja untuk menyerang Boss" ucap Li Shan dalam hati.


"EH.... !!?? Li Shan terkejut.


"Siap Bos...." Teriak Li Shan.


Li Shan melapisi Pedangnya dengan petir. kemudian melesat ke arah Udin.


"Jurus tebasan Petir Ashuraa...."ucap Li Shan.


Ia menebas ke arah Udin. Muncul petir pada tebasan Li Shan,kemudian Li Shan mengeluarkan Panahnya yang dilapisi racun.


Wuusssh.... Wuusshh... Wuussshh... Wuusshh.... 4 anak Panah melesat ke arah Udin.


"Hem... Bagus... Jadi kombinasi antara jurus tebasan pedang dengan panah." ucap Udin dalam hati.


Udin membalas dengan jurus yang sama.


Boom.... Boom....Boomm.... Boomm...


Udin berteleportasi ke arah Li Shan lalu menendang dada Li Shan.


Li Shan terkejut lalu menyilangkan kedua tangan untuk menahan tendangan Udin.


Buugh...... Li Shan termundur 4 langkah.


Hoeekk..... Li Shan muntah darah.


"Cukup.... Sekarang Kamu istirahat dulu Shan. Setelah latihan ini,aku akan mengajarimu teleportasi agar bisa cepat menghindar." ucap Udin.


"Siap Bos...." ucap Li Shan lalu melesat ke arah Paijo dan yang lainnya.


"Paman Djarwo...." ucap Udin telepati.


"Siap Bos... " ucap Djarwo telepati.


"Sekarang giliran Paman" ucap Udin telepati.


Djarwo mengeluarkan Semua kekuatannya.


Kini Djarwo berada di Ranah dewa penguasa alam semesta Biru tingkat 6.


Djarwo melesat dengan elemen anginnya.


Udin yang mengaktifkan elemen Ruang dan waktu mengetahui serangan Djarwo.


Djarwo tiba - tiba muncul,la memukul Udin disertai Elemen Angin.


Udin membalas pukulan Djarwo dengan Elemen Petir.


Boom... Boom... Boomm... Boom.. Boomm...


Nampak elemen energi angin dan petir saling bertubrukan.


Tanah yang semula subur kini hancur terkena efek serangan.


Tubuh Udin dan Djarwo melayang.


Li Shan tak dapat melihat kecepatan mereka bertarung.


Kini jarak Udin dan Djarwo 20 meter.


Udin mengeluarkan Bola Api bewarna putih di sertai petir.Kemudian melesatkan ke arah Djarwo.


Djarwo mengeluarkan pedang lalu menebas Bola - bola api itu dengan elemen Angin.


Boom.... Boom.... Boom... Boomm....Boomm...


Gunung tinggi hancur terkena potongan bola api milik Udin ketika terbelah menjadi dua.


"Wuiihh... Keren....


"Hem.. Aku coba elemen Racunku." gumam Udin.


Udin mengeluarkan Elemen racunnya berbentuk bola - bola bewarna Hitam.


"Asem..... Kalau racun nyerah aku" ucap Djarwo dalam hati.


Djarwo menebas bola - bola itu lagi,namun ada satu bola kecil melesat ke arah Djarwo.


Uugghhh..... Djarwo merasakan terkena serangan Udin,ia dengan cepat mengeluarkan Pil penyembuh lalu menelannya.


Glek...

__ADS_1


Djarwo tak mau gegabah dalam hal Racun yang dikeluarkan Udin.


Sebab ia pernah latih tanding dengan Juminten,racun yang dikeluarkan Juminten menempel ditubuhnya,ia tak bisa menghilangkan racun itu memakai elemennya.


Awalnya ia tahan nafas,agar Racun itu tak terhirup dan racun itu cepat hilang,gak tahunya masih menempel dan mengeluarkan gas racun. Djarwo kemudian menelan pil penyembuh ketika merasa racun itu masuk dalam tubunya. ketika selesai menelan pil ,ia merasakan racun itu sudah hilang.


"Boss.... Jangan pakai Racun..." Teriak Djarwo.


"Kan Paman bisa membuat perisai Angin ketika seranganku mengarah ke Paman" ucap Udin telepati.


"Maksudnya?" ucap Djarwo telepati.


Udin mendekati Djarwo.


"Seperti ini Paman " ucap Udin. Lalu mempraktekan Elemen Anginnya.


Nampak Angin berputar di sekeliling Udin.


"Coba Paman gunakan elemen angin paman" ucap Udin.


Djarwo mengikuti Udin.


Kini tubuh Djarwo dilindungi oleh angin yang berputar dengan cepat.


Udin mundur 20 langkah. Kemudian melesatkan Bola - bola Racun.


Wuusshh.... Wuusshh... wuusshh....


wuuhsshh.... wuusshh... wuusshhh...


Nampak bola - bola racun melesat ke arah Djarwo.


Begitu mengenai perisai Angin,bola - bola itu terpental.


"EH....!!?? Djarwo tekejut.


Udin mendekat ke arah Djarwo.


"Gimana Paman? berhasilkan.. " ucap Udin.


"Iya Boss.. Berhasil. Kok aku gak kepikiran ya.." ucap Djarwo.


"Emang selama ini Paman gunakan elemen angin untuk apa?" ucap Udin.


"Untuk bakar ayam Bos... Si kang Paijo gak mau ngipasin apinya" ucap Djarwo.


Udin menepuk jidatnya.Lalu menelan Pil pemulih energi Qi.Sebab energinya sempat berkurang saat bertarung dengan Djarwo.


"Pak de Jo,sekarang giliran pakde." ucap Udin telepati.


"Siap Boss..." ucap Paijo telepati.


"Paman Djarwo istrihat dulu.." ucap Udin.


"Siaap Boss...." ucap Djarwo lalu melesat ke arah Ponijan dan Li Shan.


Kini Udin berhadapan dengan Paijo melayang di udara. Kekuatan mereka seimbang,yang membedakan adalah Elemen saja.


Paijo melesat ke arah Udin dengan kekuatan penuh,begitu juga dengan Udin


Li Shan melihat Nampak bayangan saling menyerang.


Boom... Boom... Boomm.... Boomm... Boomm...


Boom... Booomm... Boomm... Boommm.... Boomm.....


Cekungan Tanah dimana - mana akibat energi yang dilepaskan oleh mereka berdua.


Paijo melepaskan Bola api disertai Petir kearah Udin..


Wuuusshhh.... Wuusshh.... wuusshhh....


Wuussh... Wuusshh... Wuuusssh...


Udin membuat lubang hitam,lubang itu menelan semua serangan Paijo.


Kemudian Udin membuat lubang kedua . lubang itu Muncul di belakang Paijo. Lalu serangan yang ditelan oleh lubang hitam,keluar di lubang ke dua.


Paijo kaget karena merasakan ada serangan dibelakang dirinya,dengan cepat ia menghindar.


Nampak bola - bola Api itu melasat ke arah gunung merapi.


Boom.... Boom.... Boom.... Boom.... Boom...


Gunung merapi hancur lebur,terdapat lubang sebesar 200Km dengan kedalaman 100 Km.


"Sial... Bos bisa menelan seranganku dan mengembalikan ke aku." ucap Paijo dalam hati


Udin membagi 2 tubuhnya.


"EH...!!!??. Paijo terkejut saat melihat Udin membelah dirinya.


Namun keterkejutannya tak berlangsung lama,sebab Udin menyerang dirinya.


"Sial... Ini mah dua lawan satu" ucap Paijo mencoba mengimbangi serangan Udin.


Namun Paijo lengah karena dirinya fokusnya terbagi dua.


Buggh.......Wuuiiiing..... Tubuh Paijo meluncur kebawah.


Boom....... Paijo terhempas.


Nampak lubang sebesar 100 meter dengan kedalaman 30 meter saat Paijo terhempas.


"Paman Poni... Ayo serang aku..." ucap Udin. Ia mencoba melawan Paijo dan Ponijan.


Ponijan lalu melesat ke arah Udin kembaran Udin,Udin yang asli menelan Pil pemulih Qi.Kemudin membelah dirinya lagi.


Udin yang menghilang.


Paijo melesat ke arah kembaran Udin yang berdiam diri.


Udin memperhatikan kembarannya yang bertarung. Kembaran Udin tidak memiliki kekuatan yang sama pada Udin yang asli,tapi masih sanggup melawan Paijo dan Ponijan.


"Ooo.... Begitu ta... Coba aku telan Pil.. Apakah kembaranku akan pulih energi Qinya." ucap Udin dalam hati sambil memperhatikan kembarannya bertarung melawan anak buahnya berkurang energi Qinya.


Glek....Glek.....Udin menelan 2 pil penambah energi Qi.


"Yess berhasil.... " ucap Udin dalam hati kesenangan dengan uji cobanya.Kembaran Udin awalnya hampir kehabisan energi Qi,ketika melawan anak buahnya,ada perbedaan sangat besar antara kembarannya dengan dirinya yang asli.


Udin terus menelan Pil pemulih Qi.


ketika kembarannya itu akan kehabisan energi Qi.


Nampak Paijo dan Ponijan ngos - ngosan... Karena tak diberi jeda oleh Udin untuk menelan Pil.Sebab selama 1 Bulan mereka latihan tanpa henti.


Udin asli menampakkan diri.


"CUKUP....." ucap Udin pakai Qi.


Mereka berhenti menyerang.


Nampak pemandangan di bawah penuh lubang dan banyak jurang akibat latihan mereka.


"Untung ini bukan Bumi,jika Bumi dah hancur pastinya" ucap Udin dalam hati melihat sekeliling.


Udin mengembalikan seperti semula lagi.


Wuussshhh....... Nampak gunung merapi yang hancur kini kembali seperti semula,pohon dan Bukit yang hancur kini kembali seperti semula.


Paijo dan Ponijan menelan Pil pemulih energi Qi dan Pil pemulih tenaga.


Glek... Glek.....


Nampak tubuh mereka yang awalnya kecape'an kini segar kembali.


"Benar kata Bos... Dia bisa membunuhku meskipun dulu kekuatannya dibawahku. Dan ternyta kini terbukti,menghadapi kembaranya saja aku dah ngos - ngosngosan dan energiku sisa 30%." ucap Paijo dalam hati.


Udin menarik kembali kembarannya.


"Ayo kita keluar,Pakde.... Paman... Li Shan" seru Udin.


Mereka pun menghampiri Udin,kemudian Udin membuka portal lagi.


Mereka keluar dari portal Itu.


Nampak suasana belum siang hari.Udin mengatur 1 bulan di ruang dimensi sama dengan 1 jam Didunia nyata.


Lingling melihat mereka keluar dari portal datang menghampiri.


"Kakak Udin habis darimana?" ucap Lingling.


"Habis latihan Lingling cantik..." ucap Udin.


"Kenapa Lingling gak diajak Kak? kan Lingling pengen latihan juga." ucap Lingling.


"Hem...Nanti Kakak akan mengajak Lingling latihan bersama" ucap Udin sambil mengusap rambut Lingling.


Kini Udin memiliki Dunia Jiwa seperti yang dulu.Tapi Udin belum pernah masuk kedunia jiwanya karena belum sempat.


Rissa dan yang lainnya datang menghampiri Udin.

__ADS_1


"Ada serangan Monster di arah barat,dekat dengan kerajaan Fantastiska. Ayo kita kesana,hitung - hitung buat latihan." ucap Rissa.


"Ayooo...." ucap mereka serempak.


__ADS_2