Petualangan Udin

Petualangan Udin
MENUJU MEDAN PERANG


__ADS_3

Tak Lama kemudian muncul Li Wei,Li Hua ,Liu Chang, Liu Xing dan Han Meiling Xing. Mereka ditelepati oleh Rissa untuk datang di depan halaman istana.


"Dek Ranny... Perkenalkan ..Mereka adalah para Istri - istriku yang lainnya..


" Ini Li Wei..Ini Li Hua, Ini Liu Xing, Ini Liu Chang dan yang ini Han Meiling Xing." ucap Udin memperkenalkan para istrinya pada Ranny.


Ranny kemudian bersalaman lalu memeluk dan cipika cipiki satu persatu istri Udin.


Tak lama kemudian datang Mingxia bersama David.


"Dia istri Kang Mas juga..." ucap Ranny .


"Bukan... Dia istri Paman Kuwi..." ucap Udin.


"Ooo...." ucap Ranny.


Lalu Ranny dan Mingxia cipika cipiki.


"Paijo di mana Kang Mas...." ucap Ranny.


"Paijo lagi melatih para pasukan sayang ,Mau ku panggilkan kah.." ucap Udin.


"Gak usah Kang Mas..." ucap Ranny.


Nampak Li Wei mendekati Rissa.


"Apakah ini putranya Ranny Kak?" ucap Li Wei.


"Iya... Namanya Lin Bayu Samudra.." ucap Rissa .


"Tampan dan lucu ya Kak..." ucap Li Wei.


"Kapan ya aku bisa mempunyai momongan seperti mereka.." ucap Li Wei dalam hati.


Rissa yang mendengar ucapan Hati Li Wei kemudian bertelepati ke Li Wei "Tahun depan dirimu sudah punya momongan,tapi yang lainnya akan menyusul.."


"Serius Kak...." ucap Li Wei telepati.


"Iya... Aku Serius..." ucap Rissa telepati.


Rissa sengaja memberikan Li Wei keturunan lebih dulu,karena di antara para istri Udin,hanya Li Wei yang tertua setelah Rissa.


Rissa terlihat masih muda juga berkat darah peri sewaktu berkelana mencari keberadaan Udin.


"Coba Kak aku gendong " ucap Li Wei.


Rissa kemudian memberikan Bayu Samudra pada Li Wei,lalu mengarahkan bagaimana cara mengendong bayi dengan benar.


Kuciah beserta keluarganya berada di dunia jiwa Udin,mereka memperkuat kekuatannya sampai batas maksimal yang di bantu oleh kembaran Udin.


"Iiii... Lucunya... Namanya siapa ganteng... " ucap Liu Xing.


"Namanya Lin Bayu Samudra Ibu Xing..." ucap Li Wei.


"Ooo... Bayu Samudra ta. Seperti di Film Nyi loro kidul.Tapi yang ini lebih ganteng." ucap Liu Xing.


Nampak para Istri Udin mengerubungi Bayu Samudra.


Ranny mendekati Udin.


"Kang Mas... " ucap Ranny.


"Iya sayang... Ono opo?" ucap Udin.


"Mereka cantik - cantik ya..." ucap Ranny.


Udin merangkul Ranny.


"Adek Ranny juga cantik kok..." ucap Udin tersenyum.


"Aku kok merasa mereka lebih kuat ya Kang Mas..." ucap Ranny.


"Iya... Nanti Adek Ranny juga akan kuat seperti mereka... Apakah Adek mau sekarang seperti mereka.." ucap Udin.


"Nanti saja Kang Mas... Aku ingin merawat Bayu dulu,nanti ketika Bayu berumur 4 tahun maka aku akan meningkatkan kekuatanku." ucap Ranny.


"Oke sayang....Oh iya.. Waktu itu Aku sempat mendengar suara Dek Ranny sebelum aku tewas,Begitu aku keliling mencari tapi gak ketemu..." ucap Udin.


"EH.... !!!?? Ranny terkejut.


"Aku juga Kang Mas.. Begitu aku keliling mencari tapi tak ketemu Kang Mas.. " ucap Ranny.


"Serius dek...?" ucap Udin.


"Iya Aku serius...Waktu itu kalau gak salah Kang mas mau nikah lagi.." ucap Ranny.


"Iya... Tuh Dek Liu Chang Dan Liu Xing yang menghukumku untuk menikahinya gara - gara aku masuk daerah larangannya" ucap Udin telepati.


"Ooo... Bagitu... Lalu untuk Li Wei dan Li Hua bagaimana ceritanya kang Mas.." ucap Ranny Telepati.


"Mereka menyatakan cintanya padaku,kalau aku tolak maka mereka langsung bunuh diri di depanku,Aku gak tahu Adat istiadat Bangsa Peri.Waktu itu aku tak sengaja bertemu Li Hua,lalu menanyakan letak jalan pulang ke Bumi,dia gak tahu,lalu datang Li Wei membawa pasukannya,Li Wei merasa pernah tahu lalu aku dibawa mereka ke istananya,sampai di sana ternyata mereka kedatangan Musuh,mau tak mau aku bantu,lalu menyelamatkan Bangsa mereka,setelah itu mereka menyatakan cinta padaku." ucap Udin telepati.


"Hem... Aku tahu sedikit cerita tentang Bangsa Peri,yaitu ketika menyatakan cinta,jika ditolak maka bunuh diri.Jadi cerita itu emang beneran ada.?" ucap Ranny telapati.


"Iya... Lalu untuk Han Meiling Xing itu karena Janjinya sewaktu di tawan Bangsa siluman. Saat itu ia berjanji jika yang menyelamatkan itu wanita maka di jadikan saudarinya,jika Pria maka di jadikan suaminya. Saat itu Aku masih berumur 12 tahun kalau gak salah,Selisih 2 atau 3 tahun aku dengan dek Meiling. Lupa aku Dek.." ucap Udin telepati.


"Ooo... Begitu ta ceritanya... Oh iya Kang Mas... Mengapa Kang Mas sekarang seperti memiliki auranya Paijo.." ucap Ranny telepati.


"Aku di suruh minum darahnya waktu aku masih kecil Dek... Seperti Vampir aja aku.. Untung Badanku ini Kuat untuk menahannya,kalau enggak ya meledak tubuhku.." ucap Udin telepati.


"Oooeeekk....Ooeeekk....Suara Bayu Samudra.


Ranny kemudian mengambil Bayu dari pangkuan Li Hua. Kemudian Ranny duduk di kursi setelah itu menyusuii Bayu..


Udin mendekati Ranny Lalu mengeluarkan buah - buahan.


Udin mengupas apel,setelah terkupas kulitnya Udin menyuapi Ranny.


Tiba - tiba Lingling menelepati Udin.


"Kak... Kapan kita bergerak... Bosen neh... " ucap Lingling telepati.


"Tunggu semua naik ke Kaisar dewa penguasa puncak ya Dik.,Atau gak Adik berlatih saja dulu " ucap Udin telepati.


"Kalau Lingling latihan,yang ada hancur semuanya Kak.. Kan Lingling gak bisa mengembalikan seperti semula.." ucap Lingling telepati.


"Oke... Nanti aku buatkan dimensi khusus untuk latihan.." ucap Udin telepati.


Udin mengeluarkan Lingling dari dunia jiwanya.


Wussshh... Lingling muncul di samping Rissa.


"EH.....!!!??? Lingling terkejut tiba - tiba muncul di dekat para Istri Udin.


Ranny melihat Lingling muncul di samping Rissa.


"Dia siapa Kang Mas..." ucap Ranny telepati.


"Namanya Lingling, Dia Adik angkatku...." ucap Udin telepati.


Lingling mendekati Ranny.


"Ooo... Adik angkat,kirain istri Kang Mas..." ucap Ranny telepati.


Lingling mengajak salaman ke Rany,Rany menyambut tangan Lingling.


"Namaku Lingling Kak..Aku adalah Adik Kak Udin yang tercantik sealam semesta. Bahkan Kak Meiling saja kalah cantik dari aku.." ucap Lingling. lalu mencium tangan Ranny.


"Cantik dari Hongkong... " ucap Han Meiling Xing.


Lingling melirik ke arah Han Meiling Xing.


"Ssstt.... Jangan Ribut ya..." ucap Ranny. Ranny gak ingin Bayu terbangun lalu menangis.


"Namaku Ling Syahfarany,panggil saja Ranny,aku adalah Istri Kang Mas Udin.." ucap Ranny.


"Yang ini namanya siapa Kak..." ucap Lingling.


"Namanya Lin Bayu Samudra,panggilannya Bayu Bibi..." ucap Ranny.


"Lucunya.... "ucap Lingling.


Han Meiling Xing ingin menanggapi ucapan Lingling,tapi di urungkan,takut Bayu menangis.


"Kang Mas... Kok aku merasa Dik Lingling dengan Dik Han Meiling Xing seperti bermusuhan " ucap Ranny telepati.


"Ya seperti itu lah mereka, Mereka selalu saja jahil,kalau Lingling diam,maka Han Meiling Xing menjahili Lingling, Nanti setelah itu Lingling membalasnya.." ucap Udin telepati.


"Kalian jangan ribut ya... Kalau Ribut maka Aku akan kurung kalian di dalam kubah ES...." ucap Ranny.


"Iya Kak..." ucap Lingling dan Han Meiling Xing.


"Tapi aku gak janji loh ya Kak Ranny..." ucap Lingling.


"Sama... Aku juga gak janji..." ucap Han Meiling Xing.


Udin hanya geleng - geleng kepala saja melihat tingkah Lingling dan Han Meiling Xing.


"Kalian tidak boleh ribut bila ada anak kecil,jika nanti Bayu menangis gimana?" ucap Li Wei.


"Iya juga seh...." ucap Lingling.


"Nah.... Lingling tahu... Kalau Bayu menangis nanti biar bibi Lastri saja yang diemin.. Beres dah..." ucap Lingling.


"Bibi Lastri.?? Siapa itu.." ucap Ranny.


"Bibi Lastri itu siluman Harimau Kak Ranny." ucap Lingling.


"Ayoo Dik.. Kita latihan..." ucap Udin lalu menarik tangan Lingling.


"Kak... Lingling mau bermain sama Bayu..." ucap Lingling nampak enggan.


"Nanti saja setelah latihan." ucap Udin.


Lingling pasrah saja. Kemudian ikut bersama Udin.


"Dek Meiling... Ayo ikut latihan juga.." ucap Udin telepati.


"Siap Kang Mas..." ucap Han Meiling Xing,lalu berjalan mengikuti Udin.


Udin membuat bangunan 3 tingkat dengan elemennya. Yang bentuknya seperti menara,setiap tingkat hanya 1 pintu saja,tak ada jendela.


Lalu Udin menaruh setiap tingkat ada Ruang berlatih.


Udin, Lingling dan Han Meiling Xing masuk dilantai pertama. Ada perbedaan waktu, bila 1 bulan berlatih maka 1 hari di dunia luar ruang latihan.


---***----


Ruang Latihan.


"Kita dimana Kang Mas..." ucap Han Meiling Xing.


Han Meiling Xing melihat seperti di dunia jiwa,yang penuh dengan Pohon,Bukit,sungai dan Gunung.


"Diruang Latihan..." ucap Udin.


Udin kemudian membagi dirinya menjadi 2. Lalu menyesuaikan tingkat kekuatan pada Lingling dan Han Meling Xing.


Kembaran Udin menemani Han Meiling Xing.


Sedangkan Udin yang Asli keluar dari Ruangan itu.


Setelah keluar, Udin dan Lingling naik ke lantai 2.Setelah itu Masuk.


"Ayoo Dik kita latihan disini.Keluarkan semua kemampuanmu..." ucap Udin. Lalu menjaga jarak.


"Baik Kak...." ucap Lingling.


Lingling mengeluarkan kekuatannya,tapi belum maksimal,sebab belum menerima petir dari Naga Azhura.


Lingling mengeluarkan pedangnya dari Cincin ruangnya. Begitu juga Udin membuat pedang dari elemennya.


Lingling melesat ke arah Udin.


Trang... Trang... Trang... Trang... Bunyi pedang saling beradu.


Lingling memutar badannya lalu menendang Udin.


Udin menghindar dengan cara melompat.


"Jurus Pembelah Langit....Hiyaaat...."ucap Lingling.


Udin melawan menggunakan Jurus pemecah badai.


Booommm..... Ketika kedua Jurus itu saling bertemu.


Berbagai macam jurus yang Lingling gunakan.


Nampak Alam yang semula indah kini hancur akibat terkena energi pertempuran Udin dan Lingling.


"Jurus Seribu pedang tahap pertama..... Hiyatt..." ucap Lingling..


Nampak Ribuan pedang muncul lalu melesat ke arah Udin.


Udin membuat lubang hitam untuk menelan semua serangan Lingling.


"Jurus Pedang Pembelah alam semesta.... Hiyatt....." ucap Lingling.


Wusssh..... Nampak puluhan Energi berbentuk bulan sabit mengarah ke Udin.


Udin kemudian melawan dengan jurus pemecah Badai samudra.


Wuusshh..... Nampak puluhan energi bulan sabit mengarah ke serangan Lingling .


Boomm.... Boomm... Boomm... Boomm... Boomm... Boomm.... Boomm.....Boomm....


Ledakan energi serangan bertemu,Nampak puluhan Bukit dan gunung hancur akibat terkena efek serangan Udin dan Lingling.


Udin kemudian melesatkan bola api yang keluar dari jari telunjuknya.


Wuusshh... wuuusshh... wuusshh... wuuushh...


4 Bola api melesat ke arah Lingling.


Lingling kemudian mengeluarkan 4 buah Robot buatannya dari dalam cincin lalu robot itu melesat ke arah bola api .


Boomm.... Boomm.... Boomm... Boomm.....


Robot - robot itu hancur ketika terkena bola api Udin.


"Cerdik juga ternyata,menggunakan Robot sebagai tameng.."ucap Udin dalam hati.


Udin kemudian menyerang lagi dengan bola api.


Wuusshh... Wuusshh... wuusshh.... wuusshh...


Wuussh... Wuushhh.... Wuushhh... wuusshh...


Nampak puluhan bola api melesat ke arah Lingling.


Lingling memgeluarkan Robot yang besar. Kemudian Robot itu menembakkan meriam plasma ke Bola api Udin..


Boomm.... Boomm... Boomm.... Boomm....


Boomm.... Boomm... Boomm... Boomm....


"EH....!!??? " Udin terkejut meluhat aksi Lingling.


"Diampuut.... Malah pakai Robot Gundam lagi.," ucap Udin dalam Hati.


Lingling melesat ke Udin,


Trang... Trang.... Trang... Trang.....


Lingling Membuat jaringan Komputer sendiri,jadi semua Robot yang ia buat bisa dikendalikan atas perintahnya.


Robot Gundam tersebut menembakkan lagi meriam plasmanya...


Udin menggunakan elemen penciptanya membuat dinding penghalang. Sambil menangkis serangan Lingling.


Boommm..............


Nampak meriam plasma tidak dapat memghancurkan dinding tersebut.


"Sial.... Kirain tadi berhasil,gak tahunya gagal" ucap Lingling dalam hati mencoba menyerang Udin dengan bantuan Robotnya. Lingling merasa 20 % energinya sudah berkurang,sebab ia menggunakan kekuatan penuhnya.


Lingling kemudian menyerap Qi dengan nafasnya. Ilmu itu di dapat dari kembaran Udin.


Perlahan Energi Qinya naik.

__ADS_1


"Kak Udin... Cong dulu Kak..." ucap Lingling.


Udin yang akan menyerang Lingling ketika mendengar Lingling minta berhenti,maka ia menghentikannya.


"Baiklah... " ucap Udin .


Udin mendekati Lingling.


"kenapa gak minum Pil pemulih Qi dik?" ucap Udin.


"Sengaja Kak,Lingling ingin tahu sampai mana batas kekuatanku." ucap Lingling.


"Ooo... Begitu... Oh iya...Apakah Adik bisa mengeluarkan Api?" ucap Udin.


"Bisa Kak... Tapi petir gak Bisa. " ucap Lingling.


"Oke... Aku akan memberi Adik elemen Petir.." ucap Udin.


Udin kemudian memberikan kekuatan elemen petir pada Lingling.


Nampak sebuah sinar menyelimuti tubuh Lingling.


Tak lama kemudian sinar itu hilang.


Lingling merasakan Kekuatan elemennya bertambah.


"Nah....Sekarang Coba buat Bola api di telapak tanganmu Dik..." ucap Udin.


"Siap Kak..." ucap Lingling. Kemudian Lingling mengeluarkan Api dari telapak tangannya.


Nampak Api Biru Tua muncul di telapak tangan Lingling.


"Sekarang Coba keluarkan elemen petirmu pada bola api itu,pelan - pelan saja,tidak usah terburu - buru" ucap Udin.


Lingling kemudian mencobanya.


"Konsentrasi...." ucap Udin


Udin dan Lingling saat ini masih melayang di langit dengan ketinggian 800 Meter. Udin memgembalikan alam seperti semula.


1 jam kemudian.


Lingling masih memcobanya.


"Di bawah saja Dik.." ucap Udin.


Kemudian mereka turun kebawah,Lalu Lingling duduk di atas tanah,lalu mencoba lagi.


2 Jam kemudian.


Lingling masih mencobanya. Namun belum juga menampakkan elemen petir di bola api tersebut.


"Susah Kak..." ucap Lingling.


"Begini saja, tangan kananmu mengeluarkan api,tangan kirimu mengeluarkan petir.." ucap Udin.


Udin mempraktekkan di depan Lingling.


Telapak tangan Udin saling berhadapan, kemudian di tengah - tengah muncul titik cahaya api putih berselemutkan petir, makin lama makin membesar seperti bola Tennis.


Setelah itu Udin melesatkan bola api bercampur petir ke arah Gunung yang besar..


wuuusshh...... Bola api melesat dengan kecepatan yang sangat cepat.


BOOOOOMMMMMMMM........... Gunung itu hancur ketika terkena bola api bercampur petir. Nampak lubang menganga selebar 1.000.000 Km dengan kedalaman 5.000 Km.


"Nah... Sekarang Adik coba...." ucap Udin.


Lingling kemudian mencobanya.


Perlahan titik api muncul di sertai energi petir.


" Perlahan... Jangan buru - buru.. Kalau buru - buru bisa meledak." ucap Udin.


Perlahan tapi pasti,Titik api di sertai petir membesar membentuk bola.


Kini Lingling bisa membentuk bola api sebesar bola tenis di sertai energi petir,Lalu Lingling menembakkan ke Arah Bukit.


Wuuuussshhhh..... Bola api itu melesat cepat.


BOOOOMMMMMMM........ Bukit itu hancurr.


Wilayah kerusakan sepanjang 250.000 Km dengan kedalaman 500 Km.


"EH.... !!!??? Lingling terkejut dengan daya serangannya.


"Woow.....


"Lingling Bisa Kak..." ucap Lingling.


"Iya Cantik..." ucap Udin.


"Kalau besarnya 1 Meter lebih kira - kira daya rusaknya gimana Kak?" ucap Lingling.


"Hem... Mungkin 6 planet lah bisa hancur bila Adik sudah menerima petir kesengsaraan." ucap Udin.


"Se..Se.. Serius kak..?" ucap Lingling.


" Ho oh... Serius." ucap Udin.


Kini Lingling mempunyai beberapa elemen. Antara lain,Elemen Air, Angin ,Api ,petir penciptaan, cahaya, Tanah , Penciptaan, dan Besi.


Udin sengaja memberikan Banyak elemen karena tipe tubuh Lingling bisa menampung banyak elemen.Udin tak berani memberikan elemen kegelapan,takutnya Lingling di kuasai oleh kegelapan.


Di sisi Han Meiling Xing.


Han Meiling Xing memiliki Elemen Cahaya,Angin , Api dan Petir saja. Sebab Tubuhnya tak bisa menampung banyak elemen.


Han Meiling Xing menggunakan Busur cahayanya yang di sertai energi Petir untuk menyerang Udin.


Udin menangkis dengan Pedang Cahaya yang ia buat dengan elemennya.


BOOMM.... BOOMM... BOOMM....BOOM...


Tanah bergetar dan hancur akibat terkena efek serangan Han Meiling Xing.


Awalnya Jarak antara Udin dan Han Meiling Xing 10 Km. Makin lama makin menjauh.


Udin berpindah pindah tempat untuk menjauh,Ia sengaja melakukan itu agar Bidikan Meiling tepat sasaran.


"Semakin berkembang... Tak ada yang meleset." ucap Udin sambil menangkis serangan Han Meiling Xing.


Boom.... Boomm... Boomm...Boomm....


Han Meiling Xing kemudian mencoba Jurus hujan anak panah.


Wuussshh... Anak panah cahaya disertai petir melesat,awalnya hanya 1 saja,kemudian menjadi sangat banyak.


"Heeeee..... Mau nyoba Melawanku dengan jurus itu..." ucap kembaran Udin.


Kembaran Udin kemudian menciptakan ribuan pedang cahaya,lalu melesat ke arah panah Meiling.


Pedang Cahaya kembaran Udin dapat bergerak sendiri melalui fikiran Kembaran Udin.


Boomm.... Boomm... Boom.... Boom..... Boom...


Boomm.... Boomm... Boom.... Boom..... Boom...


Boomm.... Boomm... Boom.... Boom..... Boom...


Boomm.... Boomm... Boom.... Boom..... Boom...


Ada beberapa anak panah meleset,lalu mengenai Bukit.


BOOOOOMMM........BOOMMMMM.....


BOOOOMMM......BOOOOMM..... ratusan bukit dan gunung hancurr...


Nampak Lobang berdiameter 1.000. 000 Km dengan kedalaman 20.000 Km tercipta akibat 1 panah Han Meiling Xing.


Seluruh permukaan Hancur lebur terkena panah Han Meiling Xing.


"Busettt... Untung ini ruang latihan,jika dunia nyata bisa hancur planetnya." ucap Udin dalam hati.Sebab Han Meiling Xing menggunakan 20% kekuatannya saat melesatkan Ribuan anak panah.


Udin mengembalikan seperti semula dengan elemen penciptaannya.


Glek...


"Sial... Jurus itu lumayan memakan energi Qi" ucap Han Meiling Xing dalam hati.


Hari berganti hari, minggu berganti Bulan. Lingling dan Han Meiling Xing Latihan di Ruang khusus. Mereka istirahat hanya 4 jam saja,lalu lanjut latihan lagi.


Selama 7 hari di dunia Cincin,barulah mereka keluar.


Baru saja Udin mau melangkah,tiba - tiba ditelapati oleh Paijo.


"Bos...Arek - arek wes siap..." ucap Paijo telepati.


"Yoo Pakde...," ucap Udin telepati.


Udin melihat para penduduk Ranny dari cloningnya belum semuanya berhasil mencapai tingkat Dewa Kaisar Penguasa alam semesta tingkat puncak.


"Gak apalah lah... Nanti juga mereka akan mencapainya." ucap Udin dalam hati.


"Tolong kalian jangan Ribut jika di dekat Bayu Samudra ya ,Soalnya dia masih bayi. " ucap Udin.


"Jadi kalau jauh dari Bayu boleh ya Kak" ucap Lingling.


"Iya... " ucap Udin.


Han Meiling Xing kemudian bersikap waspada terhadap Lingling. Ia tak mau kecolongan lagi seperti waktu itu.


Udin mengeluarkan Paijo,Ponijan,Djarwo,Abimanyu,Juminten, Andin,Umam,Sri, Li Shan dan Kuwi.


"Poro Paman dan Bibiku sekalian,setelah Pasukan kita menerima Petir,kita akan langsung berangkat..." ucap Udin.


"SIAP BOSS....." ucap Mereka serempak.


"Baik lah.,Aku keluar dulu untuk mencari tempat." ucap Udin.


Udin kemudian menghilang.


"EH....!!!?? Aura ini sepertinya aku kenal deh.." ucap Paijo dalam hati merasakan Aura milik Ranny.


"Kang... Aku kok merasa ada Aura asing di sekitar sini "ucap Kuwi.


"Arahnya di sana... Ayoo... " ucap Ponijan.


Kemudian mereka melesat ke arah Ranny berada.


---***---


Nampak Ranny dan para istri Udin sedang memasak,Sedangkan Bayu di jaga oleh Mingxia.


Tak lama kemudian datanglah Paijo dan yang lainnya.


"EH..... !!! Paijo terkejut saat melihat Ranny.


"Ranny..... " ucap Paijo pelan.


"Sepertinya aku pernah lihat... Tapi di mana ya.."ucap Ponijan dalam hati.


"Bukannya itu Dewi ES.... kok ada disini...


"Wahh... Ciloko iki.. Yo Gaesss kita cabut..Dari pada di Bekukan sama dia..." ucap Abimanyu.


"Jangan pergi dulu... " ucap Paijo.


Ranny melihat Paijo dan yang lainnya,


Paijo lalu berjalan ke arah Ranny di ikuti yang lainnya. Tapi tiba - tiba Dewi Bulan ,Li Shan, Sri ,dan Lingling hilang dari dunia cincin karena di keluarkan oleh Udin.


"Piye kabare Paijo...." ucap Ranny. Lalu bersalaman.


"Apik nyonya Bos... " ucap Paijo.


Lalu Ranny menyalami yang lainnya.


"Umam...." ucap Umam ketika bersalaman dengan Ranny.


"Ranny... " ucap Ranny.


"Kusuma Wijaya. Panggil saja Kuwi nyonya Bos." ucap Kuwi ketika bersalaman dengan Ranny.


"Ranny... " ucap Ranny.


"Ponijan..." ucap Ponijan ketika bersalaman dengan Ranny.


"Heeeh... Kok namamu berubah? Bukannya kamu si Kucing Nakal Bai Hu.." ucap Ranny.


"Bos Udin yang ngasih nama itu nyonya Bos.." ucap Ponijan.


"Ooo... Pantesan... " ucap Ranny.


"Abimanyu... Panggilannya Bima.." ucap Abimanyu saat bersalaman dengan Ranny.


"Ranny... Suamiku ya yang kasih namamu itu? kan nama aslimu Fenghuang." ucap Ranny.


"Iya nyonya Bos... Aku lupa namaku sendiri,tapi aku gak lupa dengan nama para sahabatku dan yang lainnya.." ucap Abimanyu.


"Ooo... Begitu ta." ucap Ranny.


"Djarwo Sujatmiko.. Panggil saja Djarwo nyonya Bos.." ucap Djarwo ketika bersalaman dengan Ranny.


"Ranny..." ucap Ranny. Ia tak menyakan lagi kenapa namanya berubah tak seperti dulu.


"Juminten..." ucap Juminten saat bersalaman dengan Ranny.


Deg.... Ranny terkejut saat merasakan Aura milik Juminten.


"Ini kan Aura Ratu Bangsa ular" ucap Ranny dalam hati.


"Ranny..." ucap Ranny.


"Andini Kharisma Putri, panggil saja Andin nyonya Bos.." ucap Andin.


"Ranny...." ucap Ranny.Ia merasakan Aura burung Phoenix pada diri Andin.


Krilin hanya bersalaman saja,sebab sudah kenal dan bertemu dengan Ranny.


Umam tiba - tiba hilang karena di keluarkan oleh Udin.


"EH... !!!?? Ranny terkejut saat melihat Umam tiba - tiba hilang.


"Kemana Umam...." ucap Ranny.


"Umam dikeluarkan oleh Bos Udin Nyonya Bos....


"Kapan Nyonya Bos datang?" ucap Paijo.


"Ooo... Di keluarkan oleh suamiku, Belum ada 1 bulan aku disini.. Kalian kok bisa ngumpul disini?" ucap Ranny heran. Sebab yang ia tahu hanya Paijo saja.


"Aku tak sengaja di tetaskan oleh Bos Udin dalam wujud telur.." ucap Ponijan.


"Kalau aku Tak sengaja bertemu di Hutan. Lalu Bos Udin mengalahkanku.." ucap Djarwo.


"Kalau aku hampir sama seperti Djarwo,dihajar dulu gara - gara aku memimpin para monster untuk menyerang manusia.." ucap Abimanyu.


"Kalau aku dan Juminten tak sengaja bertemu ketika Bos Udin mau menuju ke alam para dewa penguasa." ucap Andin.


"Ooo... Begitu ta...


"Ayoo mari makan... Masakannya dah siap ini.." ucap Ranny.


"Aku masih kenyang nyonya Bos... " ucap Djarwo.


Ranny menatap tajam,seolah - olah ingin menerkam Djarwo.


"Ikutin saja kemauannya.. Jika dirimu gak ingin di kurung dalam Es.." ucap Paijo telepati.


"I...I...Iya nyonya Bos... Tiba - tiba perutku menjadi lapar.." ucap Djarwo.


Djarwo belum ingat kejadian waktu menimpa Paijo dan Abimanyu saat di kurung oleh Dewi ES yang tak lain adalah Ranny,tapi kebanyakan orang memanggil dengan sebutan Dewi ES.


---***---


Luar Angkasa.


Udin muncul di luar angkasa. Kemudian memgeluarkan semua Orang kecuali Rakyat Ranny.

__ADS_1


Kurang lebih 6 Milyar orang berada di luar angkasa.


Nampak mereka kaget semua ketika berada di luar angkasa,kemudian mereka menggunakan Elemen Angin untuk bernapas.


"Oh iya... Bibi dewi Bulan, Li Shan, Lingling dan Bibi Sri belum ya.." ucap Udin dalam hati kemudian mengeluarkan mereka.


Tak lama kemudian muncul laha Naga Azhura dan Naga Shen Fhu Long.


Semua oeang terkejut saat melihat ada dua Naga,sebab mereka hanya biasa melihat awan saja. Berhubung di luar angkasa tak ada awan.


"Waahh... Banyak banget.... Tapi sayang kita gak bisa bebas..." ucap Naga Azhura ke Shen Fhu Long.


"Iya... Apess dah... " ucap Shen Fhu Long.


"Lakukan tugas kalian,seperti biasa... Oke..." ucap Udin telepati ke naga Azhura dan Shen Fhu Long.


"Siap yang Mulia...." ucap mereka telepati serempak.


Nampak Shen Fhu Long menyambar para warga yang mencapai di Ranah Kaisar dewa penguasa puncak. kemudian di lanjut oleh Naga Azhura.


Jedderr..... Jeddeerrrr..... Jeedderrr........


Jedderr..... Jeddeerrrr..... Jeedderrr........


Jedderr..... Jeddeerrrr..... Jeedderrr........


Jedderr..... Jeddeerrrr..... Jeedderrr........


Jedderr..... Jeddeerrrr..... Jeedderrr........


Mereka tak merasakan sakit ketika mendapat petir dari Naga tersebut.


Umam kemudian Muncul.


"Om Jin... " ucap Udin.


"Iya Bos.." ucap Umam.


"Butuh petir apa enggak?" ucap Udin.


"Buat apa Bos?" ucap Umam.


"Buat nyerang Timnas Thailand." ucap Udin.


"Heeeee....!!! Emang kenapa dengan Timnas Thailand Bos.." ucap Umam.


"Timnas kita kalah.... Dibantai 4 - 0 lagi... " ucap Udin.


"Waddohhh... Gaswat itu Bos...Tapi aku gak bisa memutar waktu Bos..." ucap Umam.


"Makanya itu.. Kesel tahu,...


"Eh... Om Jin gak butuh petir Azhura kah?" ucap Udin.


"Enggak Bos... Bangsa Jin gak butuh petir kesengsaraan seperti manusia." ucap Umam telepati.


"Ooo... Begitu ta.. Yo wes... Ayooo kita siap - siap untuk berangkat..." ucap Udin.


"Berangkat kemana Bos..." ucap Umam.


"Berangkat ke Thailand... Kita serang mereka semua..." ucap Udin.


"Gak usah bawa banyak orang Bos... Saya saja sudah cukup.." ucap Umam.


Tiba - tiba Rissa muncul.


"Kita akan siap - siap menyerang pasukan kaisar Alex..." ucap Rissa.


Rissa sengaja muncul,karena merasakan perasaannya gak enak,ternyata benar yang ia duga.,Udin malah bicara yang tidak - tidak.


"Siap nyonya Bos...." ucap Umam.


"Yang Mulia... Kami pamit undur diri dulu." ucap Shen Fhu Long.


"Iya Broo... Matur suwun yoo..." ucap Udin.


???? Shen Fhu Long dan Azhura.


"Terima kasih ya... " ucap Udin.


"Sama - sama yang Mulia... " ucap Mereka serempak lalu menghilang.


Udin menyuruh kembarannya untuk memerintahkan pasukan Monster dan Siluman masuk dalam pesawat.


Tak lama kemudian,kembarannya memberi tahu bahwa pasukannya sudah masuk dalam pesawat.


"Chika... Apakah tidak ada yang ketinggalan." ucap Udin.


"Sudah Bos..." Suara Chika.


"Seluruh pasukan TNU, keluarkan pesawat kalian..." ucap Udin memakai alat komunikasi.


"SIAP PANGLIMA BESAR... " ucap Mereka serempak.


Nampak para prajurit TNU mengeluarkan pesawat Induk mereka. Udin mengeluarkan pesawat lagi. Sebab pesawat TNU tak muat. Pesawat yang Udin keluarkan sudah di lengkapi peralatan tempur.



Kemudian Udin mengeluarkan Pasukan Monster dan Siluman yang sudah berada di dalam pesawat.


Udin mengeluarkan Pesawat Induknya sendiri.


Besarnya sama dengan Pesawat Induk Monster.Begitu pula Lingling yang membuat pesawat sendiri berkat bantuan Udin. Para kembaran Udin menyatu dengan Udin.


Kemudian Udin menelepati Paijo.


"Pakde... Ayoo kita berangkat.. Teman - teman sudah siap." ucap Udin telepati.


"Siap Bos..." ucap Paijo telepati.


Kemudian Udin masuk dalam pesawat, Setelah masuk dalam Ruang kemudi, Udin mengeluarkan semua anak buahnya,kecuali istrinya.


"Musuh kurang lebih Seminggu lagi sampai di galaksi ini,kita akan menyerangnya lebih dulu sebelum mereka sampai." ucap Udin.


"Siap Boss....." ucap mereka serempak.


Krilin kemudian mengambil alih komando.


Nampak didepan Krilin muncul puluhan Layar hologram yang menampilkan para Kapten Pesawat.


"Seluruh Unit pasukan tempur,Segera ambil posisi kalian masing - masing..." ucap Krilin memakai Alat .


"Siap Jendral..." ucap Mereka serempak.


"Chika... Ayoo berangkat..." ucap Udin.


"Siap Bos... " suara Chika.


"EH.... !!!??? Krilin terkejut saat mengetahui ada sistem Komputer yang bisa berbicara sendiri dan dapat diperintahkan.


"Bos... Siapa yang buat ini?" ucap Krilin.


"Aku sendiri... Iseng aja seh... Eh gak tahunya berhasil." ucap Udin.


Pesawat Udin paling besar sendiri diantara pesawat yang lainnya. Sebab Udin membuat Jutaan.


"Wadooh... Itu pesawat Lingling gak kuat... " ucap Udin dalam hati memperhatikan pesawat Lingling,Sebab Bahannya berbeda dengan Pesawat yang Udin Buat plus Elemennya hanya 50 % saja.


Udin bertelepor tasi ke pesawat Lingling.


"Eh....!!??? Lingling terkejut.


"Bentar Dik... Kakak ubah dulu bahannya.." ucap Udin.


Udin mengubah semua Bahan pesawat Lingling dan menambahkan Ukurannya Serta menambahkan Array bertahan dan menyerang, Agar kuat menahan Serangan Absolut puncak dan Bisa menyerang sambil bertahan.


Udin kemudian memfokuskan Fikirannya untuk memasang Arrray bertahan dan menyerang di seluruh Armada serta memberika Token pada seluruh prajurit dengan kekuatannya.


"Beres....." ucap Udin dalam hati.


"Kak... Aku saja yang memimpin pasukan monster ya.." ucap Lingling.


"Iya Dik... Ini aku sudah menanamkan sebuah komputer pintar, tinggal Adik kasih nama saja." ucap Udin.


"Makasih Kak... Lingling kasih nama Hilda." ucap Lingling.


Udin kemudian menyeting Komputer tersebut.


"Selamat datang Jendral Lingling yang Cantik." suara Hilda.


"Woooww... Keren... Makasih Kak... " ucap Lingling.Lingling tak Bisa membuat kecerdasan Komputer yang bisa di perintah sesuka hati,Komouter yang dibuat Lingling banyak kekurangan.


"Sama - sama." ucap Udin.


"Hilda... Hubungkan aku dengan pesawat Induk para Monster." ucap Lingling.


"Siap Jendral Lingling yang Cantik..." suara Hilda.


Tak lama kemudian semua terkonekkan.


"Akses sudah tersambung.." suara Hilda.


"Di dalam Cincin ini terdapat pesawat Induk lengkap dengan Robot dan peralatan perang" ucap Udin sambil memberikan Cincing ruang tersebut.


Pesawat Udin dan Lingling berada paling Depan di ikuti pesawat lainnya.


Udin kemudian kembali kepesawatnya. Ia membuat kursi dan meja yang agak jauh dari Juminten,Dewi Bulan, Sri,Rissa, dan Andin,kemudian mengeluarkan Kopi botolan dan juga Rokok.


Glek... Glek... Glek... Aaaahh....


Lalu Udin membakar rokok.


Wuuufff..... Asap keluar dari mulut dan hidung Udin.


"Enak Banget dah... Lama gak ngerokok.." ucap Udin dalam hati.


"Chika... Berapa lama lagi kita Sampai..." ucap Udin.


" tidak sampai 1 hari sudah sampai Bos... " suara Chika.


"Oke... Saat ini aku serahkan otoritasku pada Krilin"ucap Udin.


"Siap Bos...." suara Chika.


"Kalian bersantai dulu... Sebab masih lama" ucap Udin.


"Siap Bos..." ucap Mereka serempak.


Paijo, Ponijan, Abimanyu ,Djarwo, Umam ,Li Shan dan Kuwi mendatangi Udin.


Udin membuat kursi dengan kekuatannya. Setelah itu Udin mengeluarkan cemilan,Minuman alkohol,kopi botolan,dan Rokok.


"Ayooo silahkan...di cicipi.Gak usah sungkan." ucap Udin.


Mereka pun duduk lalu menikmati hidangannya.


Sementara Rissa ,Dewi Bulan,Juminten, Andin, Sri , dan Han Meiling Xing berada di ruangan sendiri, Rissa mengeluarkan Han Meiling Xing dari Dunia Cincin.


"Kang Mas... Kalau Ranny di tinggal bersama Ibu bagaimana?" ucap Rissa telepati.


"Hem... Apakah Ranny nya Mau Dek?" ucap Udin telepati.


" Dia pasti mau,Sebab Adek tidak ingin Ranny kenapa - kenapa,Sebab kita tidak tahu tingkat kekuatan musuh, Adek berencana bila musuh kita lebih kuat maka Dunia cincin jalan keluar kita untuk menang,dan juga Sri dan Dewi Bulan,kasian dia hamil Tua "ucap Rissa telepati.


"Iya juga ya..." ucap Udin. Telepati.


"Bentar ya gaaeess... Aku menaruh Ranny dulu bersama Orang tuaku." ucap Udin.


"Iya Bos... " ucap Mereka serempak.


Udin membuat kembaran untuk memudahkan nanti kembali lagi.Lalu memasukkan Sri dan Dewi Bulan dalam dunia Cincin.


"Paman Shan..." ucap Udin telepati.


"Iya Panglima besar " ucap Shan Telepati.


"Dapat ... " ucap Udin dalam hati kemudian bertelportasi ke tempat Shan To.


---***---


Udin muncul di samping Shan To.


Shan To kemudian memberi Hormat militer pada Udin.


Udin membaca ingatan Shan To untuk mencari Rumahnya.


"Aku ingin menaruh istriku di rumah Paman." ucap Udin.


"Siap... Apakah kita berputar balik ?" ucap Shan To..


"Tidak perlu,tadi aku kesini hanya ingin mengetahui letak rumah Paman,sekarang aku sudah mengetahui."ucap Udin lalu memghilang.


---***----


Udin muncul dibruang Tamu, nampak Ibunya sedang mengobrol denga Jia Li.


"EH...!!!??? Mereka terkejut saat Udin muncul di depannya.


Udin mencium tangan Ibunya dan Jia Li.


" Bu.. Udin menitipkan Istri Udin disini dulu ya,sebab Kita sedang menunju Medan perang. Udin takut nanti terjadi apa - apa" ucap Udin.


" Sudah berangkat semuanya kah Nak?" ucap Ibu.


"Sudah Bu....Ini Udin mau menitipkan Istri Udin yang bernama Ranny beserta Anakku Bu " ucap Udin.


"Ranny....!!!??? ucap Ibu dan Jia Li.


"Iya Ibu... Ranny itu Istri kedua Udin,yang pertama Rissa,lalu Ranny,lalu Liu Chang,Liu Xing , Li Wei , Li Hua dan terakhir Han Meiling Xing Bu..." ucap Udin.


Udin kemudian mengeluarkan Ranny, Dewi Bulan ,Bayu,Sri Mingxia dan David Beckham dari dunia Cincin.


kembaran Rissa masih ada di dunia Cincin,Ia memberi tahu pada Ranny sebelumnya tentang Orang tua Udin serta alasan mengapa di suruh tinggal dan juga berpesan agar tidak memberi tahu peristiwa Udin sebelum tewas, Ranny mengiyakan saja.


Udin mencium kening Ranny lalu mencium Bayu.


"Maaf ya Dek... Aku tinggal dulu adek di sini" ucap Udin.


"Maaf ya Bibi Sri... Bibi Mingxia...Bibi Dewi Bulan Udin tak bisa mengajak kalian,terutama Bibi Sri dan dewi Bulan.. Karena Bentar lagi akan melahirkan." ucap Udin.


"Iya Bos.. Gakpapa, Aku mengerti Kok" ucap Sri.


Mereka bersalaman lalu Ranny mencium tangan Udin. Kemudian Udin berteleportasi ke pesawatnya.


---***---


Pesawat Udin.


Ruang Kemudi.


Udin muncul didekat Anak buah Udin. Lalu kembarannya menyatu dengan Udin.


"Hem... Om Jin mau nemenin Bibi Sri melahirkan apa enggak.." ucap Udin.


"Maunya seh Aku nemenin Bos...Tapi aku ingin menemani Bos berperang.." ucap Umam.


"Om Jin temenin saja Bibi Sri ya...Ini perintah.. " ucap Udin.


"Ashiaapp Boskuu.... " ucap Umam.


Udin memberikan Token pada Umam supaya bisa masuk dalam Planet yang di pasang Array pelindung.


Umam kemudian berteleportasi.


"Pak De Paijo... " ucap Udin.


"Siap Bos..." ucap Paijo.


Udin lalu memberi Token pada Paijo.


"Pakde Jagain Bibi Dewi Bulan saja ya.. Ini perintah.. " ucap Udin.


"Siap Boss... " ucap Paijo.


Udin meneleportasikan Paijo.


Udin gak tahu mengapa kehamilan Sri dan Dewi Bulan begitu lama di bandingkan Manusia pada umumnya,terutama Sri. Padahal Istri Umam manusia,tapi Umam saja yang bukan manusia.


"Okee....Kita lanjut kembali acara ngududnya..." ucap Udin lalu duduk di tempatnya. Para Anak buah Udin tak berani minum alkohol di depan Udin. Kalau merokok saja mereka masih berani.

__ADS_1


__ADS_2