Petualangan Udin

Petualangan Udin
MEMBANTU SANG ISTRI


__ADS_3

Paijo dan Udin sedang berjalan ke arah kamar guru Xin.


"Bos...Aku berada dimana sekarang? Soalnya aku merasakan alam disini berbeda dari sebelumnya." ucap Paijo.


"Udin aja gak tau pak de..Begitu bangun badanku malah jadi kecil dan Udin Lupa sebagian kejadian yang menimpaku,baru kemarin ingatanku kembali,Pak de tunggu aja dulu,ya...." ucap Udin ketika sudah berada didepan pintu masuk. Udin menyuruh Paijo menghilangkan hawa keberadaanya dan menyembunyikan tingkat kekuatannya


---***---


.


Di dalam kamar Lin Xin lebih tepatnya guru Xin.


"EH!!!?? Suara itu seperti gak asing,siapa ya?" ucap Shan dalam Hati ketika mendengar percakapan Udin dengan sosok yang dipanggil Pak de tersebut.


Kreeiit... Pintu terbuka.. Nampak lah Seorang Anak kecil membuka pintu tersebut,tak lain adalah Udin.


"Dimana temanmu ganteng" ucap Jia Li.


"Dia adalah Pakde Udin Bibi cantik?" ucap Udin.


"Pakde???? " ucap Jia Li dan guru Xin.


Shan tidak bingung,karena tahu artinya hanya saja penasaran siapakah sosok yang dipanggil Pakde oleh Udin.


"Pak De itu Paman tertua," ucap Udin.


"Ooooo......" ucap Guru Xin dan Jia Li serempak.


"Pakde....Masuk..." ucap Udin agak menyaringkan ucapannya.


Nampak Kaki duluan yang muncul dibalik tembok pintu,lalu muncullah sosok Pemuda memakai Baju putih,di Hiasi garisan hitam dan silver,bergambarkan Naga berjalan pelan.


"HAAHH!!!!???? Shan terkejut sampai ia melompat kebelakang.


Sedangkan Guru Xin dan Jia Li nampak terpesona dengan penampilan pemuda yang baru ia temui itu.Hampir sama dengan Shan.


"Perkenalkan Dia adalah Pakde Paijo." ucap Udinn..


Jeddeeerrrr.......Tiba - tiba ada suara petir lewat.


"APAAAAAAA?" ucap Shan nyaring sambil mengucek - ngucek matanya,ia merasa lagi halusinasi melihat Jendral besar ada di depannya. Lalu berlari kecil ke arah Paijo.


Ketika Shan sudah di depan Paijo ia berdiri tegak.


"SALAM HORMAT JENDRAL BESAR,SAYA SHAN KOMANDAN DARI KESATUAN KORPS TNU TIM MAWAR DATANG MENGHADAP" ucap Shan dengan Tegas sambil hormat ala militer menghadap pemimpin pasukan untuk laporan.


?????? Guru Xin dan Jia Li.


"Apa kau yang ditugaskan untuk menjaga Bos Udin selama disini" ucap Paijo yang kenal dengan Shan.


"SIAP. BENAR JENDRAL BESAR.. SAYA MEMANG DITUGASKAN UNTUK MENJAGA YANG MULIA RAJA UDIN" ucap Shan dengan tegas masih berdiri tegak.


"Bagus.. Laporan diterima,lanjutkan lagi tugasmu" ucap Paijo.


"SIAP JENDRAL" ucap shan dengan tegas lalu berjalan ketempat semula dengan posisi kaki dilebarkan dan kedua tangan dibelakang.


????? Guru Xin dan Jia Li belom mengerti apa yang sedang terjadi.


" Bibi cantik,dan Guru... Pak de Paijo ini adalah orang yang memimpin pasukan,salah satu anak buahnya yaitu paman Shan" ucap Udin.


"Oooo...begitu" ucap Mereka serempak baru paham,mereka melihat sedikit aneh cara hormatnya.


"Iki ono opo to Bos?" ucap Paijo belum paham dengan kejadian saat ini.


"Itu loh Pak de,Paman Shan aku hukum untuk menikahi Bibi cantik dan Jia Li." ucap Udin.


"Maksud te?" ucap Paijo belom paham.


"Pakde duduk dulu,biar Udin kasih tau" ucap Udin.


Paijo pun menuruti Udin,Ia duduk jongkok.


Udin pun menjelaskan dengan membisikkan ditelinga Paijo.


Awalnya Paijo marah,Ia mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Shan..Tapi ketika ia mendengar hukuman yang diberikan oleh Udin tidak jadi marah,


Shan yang melihat tatapan Paijo jadi ketakutan.


"Baiklah...Aku baru saja dapat laporan dari Tuan muda Udin. Kapan kalian akan melangsungkan pernikahannya? " ucap Paijo.


Mereka diam saling menatap.


Jia Li memberanikan dirinya untuk bicara.


"Maaf Tuan,Hamba saat ini sedang ada tugas dari kerajaan,bagaimana kalau setelah hamba selesai mengerjakan tugas tersebut" ucap Jia Li. sambil membungkuk


"Tugas apa yang kamu lakukan itu nona?" ucap Paijo.


"Hamba ditugaskan untuk menangkap Bandit yang meresahkan warga desa Bhanyu Mhas tuan" ucap Jia Li.


"Hem.......


"Kalian nikah saja dulu, setelah itu Shan akan ikut membantu... (Paijo menoleh ke Shan) benar kan Shan" ucap Paijo.


"SIAP..ITU BENAR JENDRAL.."ucap Shan dengan tegas merapatkan kakinya,lalu kedua tangan disamping,setelah itu mengembalikan ke posisi semula .


"Baiklah..Jika begitu lakukan sekarang. " ucap Paijo.


Kemudian Mereka bertiga mengucapkan sumpah dan janji suci mereka. Shan mengucapkannya secara tegas seperti seorang prajurit TNU.Sedangkan Jia Li dan Lin Xin mengucapkan seperti biasa.


"Gimana saksi" ucap Udin menatap Udin.


"SAAAAAAAHH...."ucap Udin nyaring.


"Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri" ucap Paijo.


"Ayoo Bos kita keluar,biarkan mereka disini" ucap Paijo.


"Oke Pakde." ucap Udin lalu berjalan bersama Paijo keluar dari pintu,tak lupa paijo menutup pintunya.


"Maafkan aku,ini tidak akan terjadi bila aku tidak melakukan kesalahan." ucap Shan menunduk.


Guru Xin dan Jia Li lalu berjalan ke arah Shan. setelah mereka ditempat Shan ,mereka saling berpelukan 😭.


"Gak papa gege Shan,aku sebenarnya mulai suka padamu disaat Udin mengatakan itu padaku" ucap Jia Li.😭


"Aku pun begitu Gege Shan,sebenarnya aku menyukaimu dari dulu,hanya saja gege selalu cuek terhadap." ucap Guru Xin.😭


"Terima kasih istriku" ucap Shan .Lalu medeka melepaskan pelukannya.


"Gege Shan,bisa antarkan aku lagi gak,tapi jangan cepat - cepat seperti tadi"ucap Jia li.


"Bisa,tapi Xin'er Gimana?" ucap Shan.


"Aku tunggu kalian disini saja gege Shan" ucap Guru Xin.


"Baiklah,ayo Li'er kita berangkat." ucap Shan.


Tak lupa ia mencium kening guru Xin sebelum pergi.


"Hati - hati ya sayang..." ucap Guru Xin.


"Iya sayang.." ucap Shan .Lalu mereka melesat pergi.


Sedangkan Udin dan Paijo menemui Ibunya Udin.


---***--


.

__ADS_1


Kondisi saat ini siang hari.


Kini Shan Dan Jia Li sedang terbang menuju kerajaan Jian.


"Hem..Kalau kita berdua aja gimana sayang tanpa harus melibatkan prajurit" ucap Shan ,Ia memeluk Jia Li,soalnya kekuatan Jiali tidak mampu terbang seharian penuh dan kecepatannya itu bisa secepat Shan.


"Mereka itu ada banyak gege,mungkin ada 40 orang" ucap Jia Li.


"Tak masalah, Mau berapa banyak. Sayang duduk manis saja,biar aku yang membunuh mereka." ucap Shan.


"Jangan dibunuh semua gege,tangkap saja pemimpin dan 5 orang anak buahnya" ucap Jia Li.


"Baiklah..Arah mana desa itu sayang" ucap Shan menghentikan terbangnya.


"Arah sana gege Shan" ucap Jia Li sambil menunjuk arah yang hendak dituju.


Shan melesat kembali,ia menambahkan sedikit kecepatannya.


1 jam kemudian dia sudah sampai.


Nampak dari atas atas mereka melihat aktifitas warga desa tersebut.


Shan mencari keberadaan Bandit yang dicari oleh kerajaan.


2 jam kemudian.


"Dapat,itu mereka disana sayang" ucap Shan menujuk sebuah gubuk yang tak jauh dari desa itu.


Shan turun tak jauh dari lokasi para bandit.


"Sayang duduk manis disini,biarkan aku yang mengurusnya." ucap Shan.


"Iya sayang" ucap Jia Li. Awalnya sempat ragu pada Shan,namun ketika ia ingat dibawa terbang dengan kecepatan tinggi hingga membuat dirinya mual dan muntah maka tidak ragu.


Shan duduk,lalu mengeluarkan peralatan tempurnya. Puluhan Drone dan peralatan lainnya.


Jia Li yang melihat benda asing itu heran.


"Benda apa itu gege?" ucap Jia Li.


"Ini adalah peralatan tempurku,sayang jika gak di anggurin.." ucap Shan. Shan bisa aja maju sendirian,tapi gak mau melakukannya,sebab alatnya itu sudah sangaat lama tidak digunakan.


"Ooo...Begitu" ucap Jia Li.


Shan oun segera mengoperasikan alat tersebut.


Nampak puluhan drone melayang dan melesat kearah markas bandit.


"HAH!!!??


Nampak dilayar memunculkan sebuah gambar,tak lama kemudian muncul gambar markas bandit,jumlah 50 an.


"Eh...Benda apa ini sebenarmya,mengapa bisa terbang,dan dapat memunculkan sebuah gambar yang bisa bergerak." ucap Jia Li dalam hati.


Drone tersebut mengunci target yang akan diserang. Ada yang memakai senjata api ada pula senjata bius.


Door....Door....Doorrr....Dorr....Doorrr.....Dorrr....


Doorrrr....Dorrr.....Dorrr....Dorrrr....Dorrr....


Dorrr.....Dorrr.....Dorrrrr......Dorrrr.....Doorr....


Dorrr.....Dooorrr....Doorrrr.... Dorrrr...Doorrr...


Akkkhhhh......Akkhhhhhh.... Akkkhhhh.....


"HAAAAHHHH!!???? Jia Li terkejut terkejut Melihat para bandit terluka mengeluarkan darah diseluruh tubuhnya lalu tewas,ada pula yang tertidur karena terkena peluru bius.


Tak sampai 5 menit, sudah selesai Shan melakukan tugasnya.


"Si....Si.....Siapa kamu sebenarnya Gege Shan?" ucap Jia Li menatap Shan. disamping Shan.


"Raja Udin??Prajurit TNU??Sekte elang emas?? Apa sekte itu diberada di pulau Shamosir " ucap Jia Li. Di pulau Shamosir juga terdapat sekte elang emas.


"Aku bukan dari pulau Shamosir,aku berasal dari benua tengah" ucap Shan sambil membereskan peralatannya


"Dimana itu gege" ucap Jia Li belum tau tempat tersebut.


"Nanti akan aku beri tahu pelan - pelan sayang. sekarang ayo kita kesana" ucap Shan lalu merangkul pinggang Jia Li kemudian melayang dan melesat terbang ke arah markas bandit.


Setelah sampai disana,nampak Mayat berhamburan sama persia yang dilihat Jia Li di benda aneh tersebut.


Shan mengeluarkan Kandang besi Yang dulu ia gunakan untuk menjebak hewan Buas.


Kandang itu ukurannya 3 X 3 X 3


Boomm......suara kandang besi terbentur dengan tanah,berat besi tersebut 2 Ton.


Lalu Shan melesat ke arah bandit yang pingsan dan pemimpin bandit yang berada didalam Gubuk juga sudah pingsan terkena peluru bius,kemudian memasukkan mereka dalam kandang dan mengunci kandang tersebut. Mereka semua dalam keadaan terborgol kaki dan tangannya dengan borgol khusus.


"Ayo sayang kita menuju kerajaan" ucap Shan.


Jia Li hanya mengangguk saja. Dalam fikirannya ia memiliki banyak pertanyaan terhadap suaminya itu.


Shan Merangkul Jia Li memakai tangan kiri,sedangkan tangan kanannya memegang tali rantai yang terkait di setiap sudut kotak. kemudian Shan melesat ke arah kerajaan Jian.


Hari mulai gelap..Mereka belum sampai dikerajaan..


Kruucuk...krucuuk....Suara perut Jia Li.


Shan yang mendengar suara perut istrinya keroncongan mencari tempat untuk istirahat.


Begitu dapat, Shan menurunkan kotak besi tersebut.


Boom.....Suara benturan ketika kotak tersebut menyentuh tanah. Para tawanan masih pingsan,sebab dosis yang diberikan lumayan cukup banyak..


Setelah itu Shan mendaratbdi dekat pohon.


Tap...... Suara kaki menyentuh tanah.


"Kita istriharat disini dulu sayang." ucap Shan.


"Iya gege Shan" ucap Jia Li.


Kemudian Shan mengeluarkan Ayam bakar yang ia buat sendiri ketika istirahat tidak menjaga Udin.


"Ini makanlah.." ucap Shan.


"Gege gak makan?" ucap Jia Li yang melihat ayam bakarnya hanya 1 ekor saja.


"Cukup memandang istriku yang cantik sedang makan perutku menjadi kenyang" ucap Shan merayu istrinya.


Muka Jia Li menjadi merah ketika dirayu Shan.


"Gege Shan bisa aja...Hem...Kita makan berdua ya gege" ucap Jia Li.


"Hem...iya deh" ucap Shan.


Jia Li kemudian membagi 2 ayam tersebut,seetelah itu memakan daging ayam bakarnya.


"EH!!!? Ketika Jia Li memakan ayam bakarnya.


"Ini beli dimana Gege Shan" ucap Jia Li.


"Itu aku buat sendiri sayang,kenapa?" ucap Shan yang masih memegang daging separonya tadi belum ia makan.


"Enak.. $@@(¥€&%¥¤π©" ucap Jia Li yang makanan dimulutnya.


begitu sudah habis,Shan lalu memeberikan sisa potongan ayamnya tadibyang belom Shan makan.

__ADS_1


"Gege Shan gak makan?" ucap Jia Li heran,ayam bakar yang separonya masih utuh.


"Ini sengaja aku buat untukmu sayang..habiskanlah...Aku masih kenyang." ucap Shan.


"Makasih sayang....Emmmuachh... " ucap Jia Li lalu mencium pipi.


Jia Li lanjut makannya.


10 menit kemudian Jia Li sudah selesai makannya.


"sayang,kalau manggil aku ckup kanda saja,tidak usah gege,nanti aku manggil dirimu dinda" ucap Shan.


"Iya Ge...Kanda Shan." ucap Jia Li


"Dinda istirahatlah dulu,besok kita lanjutkan kembali perjalanan ini."Ucap Shan.


"Iya kanda.." ucap Jia Li Lalu berebah disamping Shan dengan posisi kepalanya dipaha Shan.


Shan tidak tidur. Ia berjaga agar tidak ada binatang buas. Ia mengeluarkan 4 manusia robot dengan kode NC7 ,masih banyak model robot lainnya berbagai bentuk. Robot tersebut berjaga di empat penjuru mata angin yang dibekali senjata api,pedang dan Roket. Robot tersebut juga bisa terbang.



Robot itu dikendalikan memakai perintah suara pemilik yang sah,orang lain tidak dapat mengendalikannya tanpa ijin pemilik, pegerakan robot itu dapat dilihat di kacamata. muncul layar virtual seperti film marvel.


Psshh... Suara peluru memakai peredam ketika ada monster mendekat.Puluhan binatang monster mati kena tembak dan pedang dari manusia robot hasil ciptaan dirinya dan teman - temannya yang sama - sama ilmuwan. jika Shan lagi berjaga terus ada ada penjahat maka ia mengaktifkannya yang ia letakkan didalam kamar. Robot tersebut tidak diketahui oleh orang lain,kecuali Rissa.Ia tak mau meninggalkan tugasnya hanya untuk membunuh penjahat.


Matahari akan menampakkan sinarnya,para robot itu kembali sebelum Jia Li bangun lalu dimasukkan kedalam cincin Ruangnya.


"Hoooaaamm.. EH....kanda tidak tidur?" ucap Jia Li


"Enggak,jika aku Tidur maka kita diserang makhlus buas dindaku sayang" ucap Shan.


Ia baru sadar bahwa dirinya berada didalam hutan monster,jika Jia Li berangkat menuju desa Bhanyu Mhas maka ia harus memutar,dan itu memakan banyak waktu,harusnya 1 hari sampai bisa mencapai 7 hari akibat memutari hutan tersebut.


Shan melanjutkan kembali perjalanannya dengan terbang.


Jia Li melihat tumpukan bangkai monster yang dibunuh oleh Shan.


"Aku semakin penasaran dengan dirimu kanda,siapakah dirimu sebenarnya" ucap Jia Li dalam hati.


---***----


.


.


Seorang prajurit jaga sedang berlari menuju sebuah ruangan.


"To....Tok...Tok....


"Masuk... ucap suara didalam pintu.


Kreeeiitt..


"Mohon maaf Jnderal Tong,ada sebuah benda mendekat ke arah kerajaan,benda itu melayang." ucap Penjaga.


"APAA!!?? Dimana benda itu?" ucap Jendral Tong.


" Ada disebelah barat Jendral." ucap Penjaga..


"Kum...


Booomm.....Suara benda terhempas...


Jendral Tong belum selesai ucapannya lalu berlari menuju asal suara itu.


Nampak Dari kejauhan banyak prajurit berkumpul mengelilingi Benda yang agak besar itu.


Prajurit yang melihat jendral Tong mendekat memberikan jalan padanya.


"Jendral Li !!!!??? " ucap Jendral Tong yang melihat Jendral Li bersama seorang pria dan sebuah kurungan yang berisikan 6 orang manusia dalam keadaan tidur.


"Jendral Tong...Ini suamiku namanya Shan To dan yang ada dikurungan itu adalah Bandit yang meresahkan warga desa Bhanyu Mhas." ucap Jia Li.


"APAAAAAAAAA!!!! ucap mereka terkejut.


Shan membuka pintu kurungan itu lalu mengeluarkan para bandit tersebut.


"Ini kunci borgolnya jendral tong,mereka akan sadar 1 jam lagi." ucap Shan menyerahkan kunci.tak lupa memasukkan kembali kedalam cincin ruangnya.


Jendral Tong masih keadaan blank. Ia merasa berhalusinasi. Bagaimana tidak. letak desa itu sangat jauh dan harus memutari hutan monster, dan jumlah bandit itu lumayan banyak.


"Katakan pada yang mulia Raja,aku cuti selama 1 bulan,setelah itu aku akan kembali lagi kesini" ucap Jia Li.


Shan merangkul Jia Li lagi lalu terbang melesat ke arah rumah Jia Li.


.


.


----***----


Kediaman Bangsawan Lin.


Nampak pria dewasa sedang melatih anak kecil dihalaman biasa tempat latihan. Mereka adalah Udin dan Paijo.


"Ayunkan lengan kirimu kedepan bos.." ucap Paijo melatih Udin jurus naga.


Udin pun menuruti perkataan Paijo.


"Jurus cakaran naga Mesum....Hiyaaattttt....


Boommm........ Batu tersebut hancur menjadi debu.


"Diamput bos ini,merubah nama jurusku yang keren malah gak jadi keren" ucap Paijo dalam hati.


"Udin berhasil Pak de Jo....cihuiiii" ucap Udin sambil melompat - lompat kesenangan. dari pagi hinggga siang hari Udin latihan jurus cakaran naga.


Sebelumnya,Paijo memberikan darahnya pada Udin,sebab tubuhnya Udin masih lemah,jika ia diberi air suragawi maka tubuhnya meledak,beruntung darah paijo diterima oleh tubuh Udin tanpa tersiksa. padahal Udin menerima 30 % Darah naga. Sebelumnya Paijo memberikan pada prajurit TNU hanya 1 tetes saja mereka kesakitan disaat menerimanya,tapi ketika Udin menerimanya malah tidak kesakitan.


"Kita Istrihat dulu bos," ucap Paijo melihat Udin berkeringat.


"Iya pakde" ucap Udin.


Lalu mereka duduk dibawah pohon besar. menikmati kopi.


"He....Pakde kangen sama dewi bulan apa enggak?" ucap Udin.


"Ya kangen lah" ucap Paijo sambil menikmati Kopi yang dulu Udin buat.


"Mudah - mudahan istriku mau membebaskan istri pakde" ucap Udin.


"Aminn.." ucap Paijo.


paijo masih penasaran siapa sosok yang mengurung mereka berdua di dunia kecil tersebut. Setelah keluar dari kurungan,cincin ruang yang sempat diambil kekasihnya itu tiba - tiba saja sudah terpasang dijarinnya.


"Pakde...Besok kita berpetulang yuk" ucap Udin yang ingin melihat alam ini secara luas.


"Nanti kalau Ibu bos gak bolehin gimana?" ucap Paijo.


"Bilang aja nginap dirumah bibi cantik pak de." ucap Udin.


"Hemm...boleh juga tuh alasannya Bos, aku akan menemani Bos kemanapun bos pergi kecuali dikamar mandi" ucap Paijo.


"Aseeekkk...Udin besok bisa jalan - jalan lagi. Terima kasih ya pakde JO" ucap Udin kesenangan.


"Aneh....Tadi bersikap dewasa,sekarang seperti anak - anak." ucap Paijo dalam hati.


Udin sengaja ingin bepetualang,soalnya ia ingin menambah wawasannya serta kekuatannya,sebelom ia tewas, Ia hanya fokus mencari jalan pulang dan menjemput Rany tanpa banyak belajar lebih dulu. Ibarat kata pemain Bola bermain langsung tanpa pemanasan lebih dulu.biarpun orang tersebut sangat lihai bermain bola,tanpa pemanasan maka berakibat fatal bisa cidera otot.

__ADS_1


Sekarang Udin sudah tau yang sebenarnya,jadi dia fokus membuat dirinya kuat lalu menjemput Rany dan membunuh semua orang yang terlibat dalam pengeroyokan waktu itu. .


__ADS_2