Petualangan Udin

Petualangan Udin
MENGAJAK ORTU BERPETUALANG


__ADS_3

Rissa menghapus kejadian tadi pada orang - orang disekitar Rissa,kecuali Jia Li,sebab Udin bersama Jia Li.


"Sial... Untung aku bisa menahan tawaku tadi " ucap Rissa dalam hati melihat tindakan Konyol Udin.


---***---


Didalam kamar tamu.


Nampak 2 wanita kembar,tak ada perbedaannya Baik itu Wajahnya,tubuhnya dan juga suaranya,hanya nama saja yang berbeda.Mereka adalah Udin dan Jia Li.


"Kenapa Bibi membawa Udin kesini?" ucap Udin heran.


"Ganteeng.... Kalau gak Dibawa kesini,nanti Udin memperlihatkan semua yang ada pada diri Bibi. Muka Bibi mau ditaruh mana?" ucap Ucap Jia Li.


.


"Iya juga seh... hehehehe... Ya mangap" ucap Udin.


"Ganteng dapat darimana Ilmu itu?" ucap Jia Li penasaran.


"Dapat di pasar Rebo Bibi cantik..." ucap Udin asal.


"Pasar Rebo... Dimana tuh?"ucap Jia Li penasaran. Sebab ia belum tahu tempat itu.


"Ada dijakarta.. Kenapa? Bibi mau kesana?" ucap Udin.


"Hem.... Jauh gak tempatnya itu Ganteng?" ucap Jia Li.


"Jauh sekali Bi... Oh iya,Bibi cantik sama Paman Shan dan Guru Xin mau gak kerumah Paman Shan?" ucap Udin.


"Rumah paman Shan? Maksudnya?" ucap Jia Li belum paham.


"Paman Shan ada memberi tahu tentang identitasnya apa enggak?" ucap Udin.


"Ada ganteng,katanya tempatnya itu sangat jauh sekali,bahkan dia belum tentu bisa pulang kesana" ucap Jia Li.


"Nah itu yang mau Udin tanya,Bibi mau apa gak jika tinggal disana?" ucap Udin.


"Hem... Bibi mau,terus yang disini bagaimana ganteng" ucap Jia Li.


"Itu biar Udin yang urus,yang penting,Bibi cantik,Guru Xin dan paman Shan mau kesana,sebab Udin kasihan sama istri Paman Shan yang ada disana"ucap Udin.


Jia Li lalu memeluk Udin.


"Terima kasih Bos Udin,Bibi Senang sekali bisa kenal dan bertemu dengan Bos.." ucap Jia Li sambil meneteskan airmatanya.


"Sama - sama Bibi cantik,Udin merasa bersalah jika Paman Shan jauh dari keluarganya" ucap Udin.


Tiba - tiba Rissa telepati ke Udin.


"Kang mas kasih tau ke Jia Li,jangan beritahu ke siapa - siapa soal kang mas bisa berubah wujud,tadi adek sudah menghapus ingatan mereka" ucap Rissa telepati


Jia Li melepaskan pelukannya.


"Oh iya Bi,jangan beritahu siapa - siapa ya,bahkan paman Shan soal Udin bisa berubah wujud." ucap Udin.


"Siap Bos... Bibi akan melaksakan perintah Bos.." ucap Jia Li.


Mereka pun keluar kamar lalu berjalan ke arah Ruang tamu.


"Kalian habis dari mana" ucap Ibunya Udin.


"Habis ngobrol Bu.." ucap Udin.


"Kakak...Aku pulang dulu.." ucap Jia Li.


"Iya... "ucap Lin Mei Yun alias Ibunya Udin.


"Ayah... Ibu... Udin mau jalan - jalan dulu" ucap Udin.


"IKUUUUUTTTT.... "ucap Rissa,Han Meiling Xing,Li Shan dan Lingling serempak.


"Ayoo kalau mau ikut.." ucap Udin.


Mereka pun pergi keluar Rumah orang tuannya.


"Kang mas mau jalan - jalan kemana?"ucap Han Meiling Xing sambil berjalan.


"Hem.... Cari pengganti Paman Shan dan Jia Li" ucap Udin.


"Kalau mereka pakai portal gimana kang mas?" ucap Rissa telepati.


"Hem.... Jangan Dek.. takut terjadi sesuatu nantinya,iya kalau disini aman terus. Kalau enggak aman kan bisa Berabe." ucap Udin dalam hati.


"Kang mas tenang saja,hanya mereka saja yang bisa melewati portal itu." ucap Rissa telepati.


"Yo wes lah. Terserah adek saja.." ucap Udin.


Rombongan Udin berjalan ke arah tempat latihan.


Udin melihat seorang Wanita sedang memanah.


"Bukannya itu cewek yang aku ajarin memanah,...


"Ternyata dia giat berlatih. " ucap Udin dalam hati.


Wanita itu memanah target yang berjarak 100 meter


Wuusssshh.... Anak panah melesat ke target.


Tapi sayang,panahnya meleset.


"Dek... Ada panah gak?" ucap Udin dalam hati.


"Ada.. Dah adek taruh dalam cincin kang mas." ucap Rissa telepati.


"Ayoo... kita lomba memanah. Yang menang dapat Hadiah.Siapa mau ikut?" ucap Udin.


"Aku Bos..." ucap Li Shan.


"Lingling juga mau Kak" ucap Lingling,


"Aku juga mau Kang mas" ucap Han Meiling Xing.


"Oke ..Kalau Gitu... Adek gak Ikut?" ucap Udin melihat Rissa diam saja.


"Enggak Kang mas.... Adek lihat saja." ucap Rissa lalu berjalan ke bawah Pohon.


Mereka memanah didekat Wanita yang diajarin oleh Udin sebelumnya.


Wanita itu merasa asing dengan wajah rombongan Udin,karena baru pertama kali melihatnya. Ia diam saja tak melanjutkan memanahnya,disampingnya Ada Udin yang siap memanah.


Udin membidik target sejauh 150 meter. Ia merasakan Angin dahulu.


"Ooo... Arah sana kamu angin" gumam Udin. Ia pun mengarahkan ke arah kanan busurnya.


"Kok dia mengarahkan kesana panahnya" ucap Wanita itu dalam hati memperhatikan Udin memanah.


Wuuussssh...... Anak panah melesat kearah target.


Jleb...... Panah Udin menancap tepat ditarget.


"HAAAAAA...... Wanita itu menjatuhkan rahangnya kebawah.


"Jika memanah agak jauh,rasakan angin berhembus,lalu hitung jaraknya,tarik lalu lepaskan" ucap Udin.


Udin kemudian mengambil 3 anak panah sekaligus. Kemudian Udin menarik busurnya..


Wuuusshh.........


Jleb.... Jleb.... Jleb....


3 anak panah mengenai target sasaran.


Orang - orang yang melihat aksi Udin terkejut,Bahkan yang ahli memanah saja sampai terpukau melihat Udin memanah dengan 3 anak panah sekaligus.


Satu persatu mendatangi Udin.


"Bisakah anda mengajarkan saya memanah seperti Anda tadi?" ucap Pemuda yang membawa Busur panah.


"Bisa.... " ucap Udin.


"Aku juga mau Tuan.... " ucap Pemuda yang lainnya.


Wanita itu terkejut,ia pun menghampiri Udin.


Ketika Wanita itu akan mendekati Udin,para pemuda yang mengerubungi Udin memberi jalan pada wanita itu.


"Tuan... Bolehkah saya berguru pada anda.." ucap Wanita itu.


"Boleh... Tapi tunggu dulu ya.." ucap Udin.


"MURID MEMBERI HORMAT PADA GURU..."ucap Mereka serempak sambil bersujud.


"Eh...!!?? Kalian gak usah bersujud...Berdirilah." ucap Udin.


"TERIMA KASIH GURU" ucap Mereka serempak.


"Aku tinggal dulu sebentar ya.." ucap Udin.


"BAIK GURU" ucap Mereka serempak.


Udin memperhatikan Li Shan,Lingling, dan Han Meiling Xing memanah.

__ADS_1


Udin menghampiri Li Shan,lalu memegang Bahu dan lengan Li Shan,


"Lepaskan...." ucap Udin.


Wussshh...... Jleb.... Anak panah menancap di target sasaran.


"Perhatikan arah datangnya angin bro... Jangan asal memanah. Karena dengan panah,kamu bisa menambahkan racun pada ujung panahmu" ucap Udin.


"Siap Boss.." ucap Li Shan lalu mencoba lagi untuk memanah.


"Kiri sedikit,...stop.... Lepas...." ucap Udin.


Wuuussssh.... Jleb.... Anak panah menancap pada target.


Udin lalu melihat ke arah Lingling.


"Mayan bagus,meskipun kena pinggirannya" gumam Udin.


Wuuusssshhh...... Anak Panah yang dilepaskan Li Shan mengenai sasaran.


"Aku berhasil Bosss..... yiihaaaaaa.... " ucap Li Shan sambil melompat - lompat.


"Jangan cepat merasa senang dulu,bila 3 kali panahmu mengenai panah yang kamu tancapkan sebelumnya,baru aku ku kasih 2 jempol." ucap Udin.


"Siap... Bos...." Li Shan kemudian mencoba memanah lagi Jarak target 50 Meter.


Udin mendekati Lingling.kemudian memegang kedua lengannya.


"Posisinya begini ya Dik.. Sekarang bidiklah" ucap Udin.


Wuuussh..... Anak panah yang dilepaskan Lingling melesat ke arah target.


Jleb.... Anak panah itu tepat mengenai di tengah sasaran.


"Horeee... Lingling Bisa kak.." ucap Lingling.


"Iya.... Pinter juga adikku" ucap Udin.


Kemudian Udin mendekati Han Meiling Xing.


"Kenapa Beb? Kok gak Lanjut memanah?" ucap Udin ketika Melihat Han Meiling Xing berdiri saja.


"Sepertinya aku gak bakat memanah kang mas" ucap Han Meiling Xing.


"Siapa bilang kalau sayang gak bisa memanah? Buktinya sayang bisa memanah hatiku" ucap Udin merayu.


"Kang Mas bisa aja... Aku jadi malu jadinya" ucap Han Meiling Xing bersemu merah.


"Sini aku ajarin.Ambil panahmu" ucap Udin.


Han Meiling Xing menuruti perkataan Udin.


Udin memegang lengan Han Meiling Xing.


"Sayang ada merasa ada angin apa enggak?" ucap Udin.


"Ada kang mas.."ucap Han meiling Xing.


"Arah mana? ucap Udin.


"Arah Kanan kang mas..." ucap Han Meiling Xing.


"Arahkan kekanan sedikit,..Stop... Kebanyakan.. Kiri sedikit aja... Stop. Lepasss....." ucap Udin.


Wuuussshh...... Anak Panah melesat ke arah target.


Jleb... Anak panah berhasil mengenai target.


"Aku bisa kang mas....." ucap Han Meiling Xing.


"Iya... Sekarang dicoba lagi" ucap Udin.


"Siap Kang Mas.." ucap Han Meiling Xing.


"Pas sudah itu... Lepaskan" ucap Udin.


Panah Han Meiling Xing hampir mengenai sasaran.


"Kenapa tadi goyang sedikit... " ucap Udin.


"Maaf Kang mas,tadi kurang konsentrasi." ucap Han Meiling Xing.


"Dek... Tolong ajarin Meiling dong,biar bisa menggunakan Busur cahayanya..." ucap Udin.


"Siap kang Mas..." ucap Rissa lalu bangkit berdiri ,lalu berjalan ke arah Han Meiling Xing.


"Nanti biar Rissa yang mengajarimu ya sayang,aku tinggal dulu,sebab aku sedang ditunggu oleh mereka." ucap Udin.


Udin berjalan ke arah orang - orang yang minta diajarkan memanah.


setelah sampai"Siapa yang duluan aku ajarin" ucap Udin.


nampak pemuda itu diam saja,mereka sengaja diam supaya wanita yang ada diantara mereka itu bicara.


"Saya duluan gimana Guru." ucap Wanita itu.


"Hem.... Boleh.. Namaku Lin Udin,namamu siapa?" ucap Udin.


"Namaku Yingmei Yan Guru." ucap Wanita itu.


"Baiklah... berapa meter jarak akurat panahmu?" ucap Udin.


Udin hendak memanggil dengan Sebutan Bibi,tapi berhubung dirinya dipanggil guru maka mau tak mau tidak memanggil Yingmei Yan dengan Sebutan Bibi.


"100 meter guru..." ucap Yingmei Yan.


"Ambil 3 anak panahmu." ucap Udin.


Yingmei Yan menuruti perkataan Udin.


"2 kamu Gigit lalu satunya letakkan dibusur panahmu" ucap Udin..


Yingmei Yan menuruti perkataan Udin.


"Kalian lihat dan perhatikan apa yang dilakukan Oleh Yingmei Yan "ucap Udin.


"Baik Guru..." ucap mereka serempak.


"Aku sengaja menyuruh menggigit anak panah satunya supaya lebih melesatkan anak panah,jika kalian mengambil ditempat anak panah maka akan ada jeda waktu yang lebih banyak daripada yang kita gigit,Ini aku contohkan" ucap Udin.


Udin lalu menggigit 2 anak panah,yang satunya sudah dipasang di busur.


Udin menarik busurnya lalu melepaskan,kemudian mengambil anak panah yang ia gigit.lalu Udin melesatkan kembali anak panah itu sampai 3 kali.


Nampak Anak panah berbaris melesat ke arah target..


Jleb.....Jleb... Jleb...


"Itu jika kalian menghadapi musuh lebih dari 1 orang,maka kalian bisa membunuh lebih cepat." ucap Udin.


Mereka menganggukkan kepalanya.


"Nah... Sekarang Yingmei Yan coba panah itu target yang berjarak 50 meter dengan cara gigit,setelah itu panah lagi dengan cara normal." ucap Udin.


"Siap Guru" ucap Yingmei Yan.


Yingmei Yan kemudian mempraktekkan apa yang disuruh Udin,


Tak lama kemudian Yingmei Yan sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh Udin.


" Kalian lihat sendiri bukan.. Ada jeda waktu, antara panah yang kalian gigit dengan panah yang kalian ambil ditempat anak panah" ucap Udin.


"Iya Guru... Saya lihat. Memang ada perbedaan waktu antara teknik yang guru ajarkan dengan teknik yang biasa kami lakukan." ucap Salah satu pemuda.


"Siapa diantara kalian yang bisa menembak target sejauh 50 meter angkat?" ucap Udin.


Semua angkat tangan.


"100 meter" ucap Udin.


Separo yang angkat tangan.


"Maju kedepan yang tidak angkat tangan " ucap Udin.


Mereka yang tidak angkat tangan maju kedepan.


Ada 6 orang maju.


"3 orang ambil posisi untuk memanah" ucap Udin.


Mereka pun melakukan apa yang disuruh.


"Kalian dengarkan apa yang aku arahkan nanti,dan kalian harus mengingatnya. Karena dalam memanah,kalian bisa memgenai sasaran bila merasakan arah datangnya angin" ucap Udin.


"Siap guru..." ucap Mereka serempak.


Udin mendatangi pemuda 1.


"Rasakan angin berhembus,jika angin datangnya arah kanan,maka arahkan sedikit kekanan begitu sebaliknya,jika arah angin dari depan maka akan sulit mengenai target,Kalian harus mengalirkan energi Qi pada anak panah itu jika ingin kalian berhasil mengenai target,jika arah belakang maka itu keuntungan kalian,sebab panah yang kalian lesatkan akan dibantu oleh angin...


"Kanan sedikit... berhenti..lepaskan" ucap Udin.


Wuuussh....... Jleb.... Anak panah menancap ditarget.

__ADS_1


Udin mengajarkan mereka memanah.


Tak Lama Kemudian.


"Cukup hari ini latihannya,karena mau malam" ucap Udin.


"Baik Guru" ucap mereka serempak. Lalu membubarkan diri masing - masing.


Mereka kini bisa memanah dengan jarak 250 Meter.


Namun ada 1 orang yang mengikuti Rombongan Udin yang akan pulang kerumah orang tuanya Udin.


Udin yang mengetahuinya lalu membalikkan badan.


"Kalau mau ikut,ayo mari... Jangan sembunyi - sembunyi." ucap Udin mengetahui sosok yang mengikutinya bersembunyi.


Begitu mendengar ucapan Udin,sosok itu menampakkan dirinya. Ternyata soaok itu adalah Yingmei Yan.


"Maaf Guru... Saya mengikuti Guru,karena saya penasaran dengan Guru Udin." ucap Yingmei Yan.


Udin menghampiri Yingmei Yan.


"Ayo Tuan Putri...."ucap Udin asal bicara..


"EH....!!??Dari mana Guru tahu jika saya seorang Putri?" ucap Yingmei Yan.


"Masa seh mbak ini seorang putri? Udin loh asal bicara saja." ucap Udin tak percaya.


"Mbak?? Mbak itu apa Guru.? Saya gak berani berbohong pada Guru,sebab jika berbohong pada seorang Guru bisa kena hukuman oleh Dewa." ucap Yingmei Yan.


"EH...!!?? Beneran ta Mbak ini Seorang Putri Raja,Maaf ,Udin gak tahu,sumpah...(Sambil membentuk dua jari membentuk V)


"Mbak itu panggilan untuk wanita diatas umur kita,sama seperti kakak,Jika laki - laki dipanggi Mas.begitu mbak Putri" ucap Udin.


"Ooo... Begitu ya Guru.." ucap Yingmei Yan


"Ayo mbak Putri.. kalau mau ikut kerumah ayah dan ibuku" ucap Udin.


Yingmei Yan akhirnya ikut bersama Udin.


Tak lama kemudian mereka sampai.


"Ayah.... Ibu.... Udin pulang.." ucap Udin sambil membuka pintu.


"Ini kan rumah paman Lin Shang Peng!! Berarti Udin putranya,tapi kok aku baru lihat Udin ya" ucap Yingmei Yan dalam hati.


Tak lama kemudian Ayah dan Ibunya muncul.


"EH....!!?? Mereka terkejut saat Tuan putri Yingmei Yan masuk kedalam rumahnya.


"SALAM HORMAT TUAN PUTRI..." ucap mereka membungkuk.


"Eh....!!?? Li Shan,Lingling dan Han Meiling Xing terkejut saat mengetahui identitasnya Yingmei Yan. Sebab mereka pikir Yingmei Yan adalah seorang prajurit biasa.


"Iya Paman... Bibi... saya kesini hanya penasaran saja dengan Guru Udin,sebab saya baru pertama kali melihatnya. Apakah benar Udin adalah Putra Paman dan Bibi?" ucap Yingmei Yan.


"Itu benar Tuan Putri, Udin adalah putra kami,hanya saja Udin pergi berpetualang,baru hari ini Putra kami kembali." ucap Lin Shang Peng.


"Ooo...Jadi benar... Bagaimana kalau Guru Udin menjadi Pelatih prajurit dikerajaan ayahku,Ayahku pasti sangat senang sekali melihat Guru Udin mahir dalam memanah dan mengajari kami" ucap Yingmei Yan.


"Aku tidak mau,bahkan menggantikan ayahmu saja aku dengan tegas menolaknya" ucap Udin.


"Kenapa Guru tidak mau,apa takut tidak dibayar?" ucap Yingmei heran. Biasanya orang - orang akan sangat senang menerima itu.


"Bukan masalah Uang,tapi Udin tidak mau mengajar selamanya disini,jadi jangan paksa Udin untuk mengajar disini,Udin hanya ingin mengajarimu saja,itupun hanya sebentar. Karena Udin ingin berpetualang lagi,tolong pengertiannya " ucap Udin


"Tapi aku ingin Guru tetap disini selamanya,untuk mengajarkan para prajurit." ucap Yingmei Yan memaksa.


Udin tak menjawab lalu masuk dalam dunia cincin.


"EH.....!!??? Kedua orang tua Udin dan Yingmei Yan terkejut saat melihat Udin tiba - tiba menghilang.


"Jangan memaksa Calon suamiku,jika tidak ingin kerajaan kalian akan lenyap" ucap Rissa lalu menghilang bersama Lingling, Han Meiling Xing dan Li Shan.


"APAAAA!!!??? Mereka terkejut.


Kaki mereka lemas lalu terduduk dilantai.


"Paman... Bibi... Bisa kalian ceritakan tentang hal ini" ucap Yingmei Yan dengan kaki gemetar.


Tiba - tiba ada suara Rissa keluar" Jangan coba - coba mencari tahu identitas kami,bila tak ingin Kerajaan ini hancur"


Glek.... Yingmei Yan menelan ludahnya. Ia pun tak berani lagi mencari tahu Identitas Udin beserta yang lainnya.


---***---


Di dunia Cincin.


"Dek... Kalau Ibu dan ayah dibawa gimana? mereka tidak usah tinggal di kerajaan Jian lagi." ucap Udin sambil duduk bersama Rissa.


"Hem... Ide kang mas bagus juga,lagian orang tua Kang mas cuman berdua saja,jadi Kang mas tidak perlu cemas lagi" ucap Rissa.


"Oh iya Sayang,jika aku ke dunia Sihir apakah elemenku akan terbuka?" ucap Udin.


"Hem.... Bisa kang mas,hanya saja sebelum kang mas kesana,sebaiknya kang mas membuka elemen ES. dulu" ucap Rissa.


Rissa waktu itu sempat memeriksa dunia tempat Udin Saat mencari keberadaan orang yang memiliki kekuatan cahaya bersama Umam,tanpa sengaja Rissa melihat Kolam ES. Kolam itu mengandung energi kekuatan ES.


"Oke deh sayang, habis ini kita kesana ya." ucap Udin.


Udin,Rissa dan lainnya tidur. Sedangkan anak buah Udin tidak tidur.


Mereka memberi latihan pada Kuwi,Mingxia sedang meningkatkan kekuatannya yang diawasin oleh Andin dan Juminten secara bergantian.


Nampak Kuwi memperdalam ilmu pedangnya. Djarwo sedang bersemedi untuk meningkatkan kekuatannya,Ia diberi Pil oleh Rissa.


.


---***---


.


Esok Paginya didunia Nyata.


Udin dan Rissa muncul di dalam Ruang tamu.


Kemudian Udin berjalan ke arah ruang makan.


Udin melihat orang tuanya sedang sarapan.


"Pagi Ayah... Pagi Bu..." ucap Udin lalu duduk .


"Pagi juga sayang.. Ayo Makan dulu.." ucap Ibu


"Udin makan ini saja" ucap Udin,Lalu Udin mengambil buah - buahan.


Tak lama kemudian mereka selesai makan.


"Ayah... Ibu... Udin ingin mengajak Ayah dan Ibu berpetualang bersama Udin," ucap Udin.


"EH...!!??? Mereka terkejut.


"Kalau Ayah dan Ibu ikut,siapa yang menjalankan bisnis ayah Nak?" ucap Ayah.


Udin tak menjawab,Mereka lalu masuk kedalam Dunia Cincin.


---***---


Dunia cincin.


"HAAAAAAAA.....!!!??? Orang Tua Udon menjatuhkan Rahangnya kebawah saat melihat Istana yang begitu megah dan besar .


"Ini adalah Istana Udin ayah... Ibu...." ucap Udin.


"Se.. Se... Serius Nak? " ucap Ayah...


Tak lama Kemudian muncul semua penghuni istana Udin. Kecuali Umam,sebab masih liburan


"Iya ayah,Udin serius." ucap Udin.


"Gege.. Coba cubit tanganku "ucap Ibu.


Lin Shang Peng kemudian mencubit tangan Istrinya.


"Aaauu... Sakit Gege.. Berati ini bukan Mimpi.," ucap Ibu.


"Selamat Datang Ayah dan Ibu Boss.... " ucap Mereka serempak.


"Gimana ,Apakah Ayah dan Ibu akan ikut bersama Udin?"ucap Udin.


Nampak Lin Shang Peng Galau. Antara Ikut Udin Putranya atau meneruskan Bisnisnya.


"Ibu akan ikut bersamamu Nak,jika ayahmu gak mau ikut,maka biarin saja ditinggal dikerajaan Jian " ucap Ibu.


"Hem....Ayah ikut Nak,daripada tinggal di kerajaan Jian sendirian tidak ada Ibumu,bisa - bisa mati kesepian" ucap Ayah.


"Ayah... Ibu... Perkenalkan.. Ini Bibi Juminten,dan yang ini Bibi andin. Lalu Harimau yang itu namanya Kuciah,lalu itu Sulastri,dan itu Baskoro Tejo." ucap Udin memperkenalkan anak buahnya.


Mereka bersalaman kepada Orang Tua Udin kecuali keluarga Kuciah Sebabwujud mereka masih berbentuk Hewan.


"Ayah... Ibu... Udin dan Rissa pergi ada perlu mau kerumah Paman Shan." ucap Udin.


Lalu Udin dan Rissa menghilang.

__ADS_1


__ADS_2