Petualangan Udin

Petualangan Udin
MASUK AKADEMI SIHIR


__ADS_3

Seluruh Penghuni berkumpul di Ruang Singgasana.


Nampak Djarwo ketakutan bila ditatap oleh Juminten.


"Maaf semuanya... Aku sengaja mengumpulkan kalian disini. Karena Kita akan keluar,tolong jangan berbuat onar,kecuali bila kalian ada yang menyerang maka itu terserah kalian. Aku sudah mencari tempat tinggal untuk kalian."ucap Rissa.


Rissa kemudian mengeluarkan semua penghuni dunia cincin,


"Ini dimana Dek..." ucap Udin ketika melihat Ruangan yang asing bagi dirinya.


"Kita ada di Mansion yang aku sewa,untuk kamar terserah kalian mau dimana,asal jangan yang ada tulisannya Udin." ucap Rissa.


"Siap Nyonya Boss..." ucap para anak buah Udin.


"Siaap Kak " ucap Lingling dan Han Meiling Xing.


"Disini kok tidak ada energi Qi Nak?" ucap Lin Mei Yun yang merasakan hawa alam sekitarnya berbeda.


"Iya Bu... Disini memang tak ada energi Qi,Ini Rissa kasih beberapa Pil buat jaga - jaga" ucap Rissa sambil memberikan Cincin Ruang pada Ibu dan Ayahnya Udin.


"Terima kasih Nak.." ucap Ibu dan Ayahnya Udin.


Suasana saat itu masih pagi Hari.


"Ayo Kang Mas kita berangkat sekolah" ucap Rissa.


"Heeeeh..... Sekolah...!!!" ucap Udin terkejut.


"Iya... Adek sudah daftarin Kang Mas,Lingling dan Han Meiling Xing. Kebetulan Hari ini adalah hari dimana dimulai tahun ajaran Baru.." ucap Rissa.


"Asiiikk... Kesekolah lagi... Bisa mengulang masa muda" ucap Udin.


"Masa muda??" ucap Ayah dan Ibu Udin serempak.


"Asem.... Aku lupa jika masih ada ortuku disini."ucap Udin.


"Iya Bu... Udin kan ingin sekali masuk sekte untuk belajar,tapi Ibu selalu melarang Udin" ucap Udin mencari alasan.


Lin Mei Yun berjalan mendekati Udin lalu memeluk Udin.


"Maaf ya Nak.. Bukannya Ibu melarang,tapi Ibu gak mau Udin'er terluka. Itu yang Ibu khawatirkan"ucap Lin Mei Yun sambil menitikkan air matanya.


"Ibu gak salah kok... Maaf ya bu..Ibu jangan bersedih. Kan Udin sekarang bisa sekolah." ucap Udin.


Lin Mei Yun lalu melepaskan pelukannya.


"Sekolah??" ucap Lin Shang Peng.


"Sekolah itu tempat untuk menuntut Ilmu ayah.." ucap Udin.


"Ooo... Begitu... Semacam sekte ya?" ucap Lin Shang Peng.


"Iya Ayah... Semacam Sekte.." ucap Udin.


Rissa menelepati Lingling, Li Shan dan Han Meiling Xing.


Tak lama kemudian mereka datang.


Rissa mengubah penampilan Udin, Li Shan ,Lingling dan Han Meiling Xing.


"EH....!!!?? Mereka semua terkejut.


Rissa,Lingling dan Han Meiling Xing memakai Rok Selutuut. pakai kemeja lengan pendek.


Sedangkan Udin dan Li Shan pakai celana Panjang dan pakai kemeja .


Di pakaian yang Dipakai Rissa,Udin dan yang lainnya terdapat Logo sekolah akademi Sihir.


"Kok seperti di Bumi pakaiannya dek" ucap Udin dalam hati.


"Iya Kang Mas..Emang Hampir sama" ucap Rissa telepati.


"Oh iya... Ini Token bila Ayah dan Ibu jika mau keluar masuk di Mansion ini,Sebab Mansion ini dilindungi Array pelindung. Tolong berikan pada yang lainnya ya Ayah" ucap Rissa sambil memberikan Token.


"Iya Nak." ucap Lin Shang Peng.


"Ayoo Kita berangkat" ucap Rissa.


Mereka bersalaman tak lupa mencium tangan.


Setelah itu Mereka berlima lalu pergi.


Rissa membagikan Token pada yang lainnya sambil berjalan.


"Jauh Gak Dek.." ucap Udin.


"Dekat Kok hanya 500 meter saja." ucap Rissa.


"Kak.. Rambut mereka kok ada yang bewarna Kuning,merah Biru? Gak seperti kita ini." ucap Lingling bertanya pada Rissa.


"kita berada di Benua Barat,di mana banyak orang memiliki banyak warna rambut." ucap Rissa.


Nampak dari kejauhan Ada seorang Gadis lari tergesa - gesa ,Gadis itu memakai seragam seperti yang dipakai rombongan Udin.


"Bruukk.." Udin Kesenggol saat gadis itu melewati dirinya.


"Sial... Untung aku dah tau jika ia hendak lewat,tapi kenapa menyenggolku,gak berhenti tuk minta maaf lagi... Vangkek..." ucap Udin dalam Hati.


Tak Lama kemudian mereka sampai di gerbang sekolah Akademi Sihir.


"Waaaah.... Besar sekali..." ucap Udin melihat Bangunan didepannya.


"Ayoo cepatan masuk.." ucap Rissa.


Mereka pun memepercepat langkahnya.


Tak lama kemudian Mereka sampai ditempat dimana untuk menyerahkan Formulir.


Rissa kemudian maju ke loket tersebut untuk menyerahkan Formulirnya.


Setlah itu Rissa diberi Pin,Lalu Rissa kembali kerombongannya.


"Ini Pakailah" ucap Rissa sambil membagikan Pin.


Setelah itu mereka berjalan ke lapangan.


Disana sudah Banyak orang - orang berkumpul.


"Banyak Banget yang sekolah disini" ucap Udin dalam hati.


Udin memperhatikan orang - orang di sekeliling.


Udin merasa masuk sekolah SMP lagi,bedanya ini adalah sekolah Sihir.


Tak lama kemudian ada seorang pria tua maju kepodium memberikan sambutan.


"Hem... Iya seh mirip dibumi." ucap Udin dalam hati,Sebab Udin melihat yang memberikan Pidato memakai micropon.


30 Menit Udin memdengarkan pidato itu.


"Sebelum kalian Bubar.. Khusus Murid baru akan di arahkan oleh Guru kalian masing - masing." ucap Orang yang berpidato.


Tak lama kemudian acara pembukaan Murid baru telah selesai.


Nampak seorang Gadis berdiri di Depan Barisan tepat dimana Ada Udin dan Li Shan berada.


"Bukankah itu cewek yang nabrak aku?" ucap Udin dalam hati.


"Kang Mas ingat,jangan berbuat onar dan jangan keluarin teknolgi yang ada didalam cincin Kang Mas didepan Umum"ucap Rissa telepati.


"Iya sayang... Aku ingat kok" ucap Udin dalam Hati.


"Perkenalkan Namaku adalah Violet Fransiska. Panggil saja Violet,Aku adalah guru pembimbing kalian" ucap Gadis itu.


"Oooo... Ternyata Violet namanya" ucap Udin dalam hati.

__ADS_1


"Kang Mas Naksir??" ucap Rissa telepati.


"Enggak Dek, Oh iya Beb...Kapan aku bisa telepati ke semua orang?" ucap Udin dalam hati.


"Sabar Kang Mas..Tunggu Kang Mas berada di Ranah Dewa.. Nanti Adek akan beri kekuatan itu" ucap Rissa telepati.


Lalu Udin dan Li Shan berjalan mengikuti Violet.


"Kita kemana Bos..?" ucap Li Shan.


"Kita mau ke Klab malam" ucap Udin asal.


"Klab Malam? gak kecepatan ta Bos.. Ini kan masih Siang,belum malam" ucap Li Shan.


"Kita ini ke kelas atuh Li Shan." ucap Udin.


Udin melihat ada seorang nenek - nenek menyapu di bawah pohon.


Udin yang merasa kasihan lalu dengan cepat melesat ke arah Nenek itu.


Begitu Udin sampai,"Ini buat nenek" ucap Udin memberikan 1000 koin emas dalam bungkusan kain. Lalu melesat kembali ke rombongannya. Gerakan Udin tak ada yang bisa melihat kecuali Li Shan.


Sang Nenek itu terkejut.


"Ini kan Koin emas... Tapi mengapa bentuknya berbeda" ucap Nenek itu sambil memperhatikan Koin emas pemberian Udin, Ia mau ngucapin terima kasih tapi tak sempat,sebab yang memberikan Koin emas itu sudah hilang.


"Siapa pemuda itu?,Aku harus mengangkat dia sebagai muridku" ucap Nenek itu dalam hati.


Nenek itu hanya melihat sekilas Wajah Udin.


---***---


.


Diruang kelas A


Terdapat Udin dan Li Shan dan puluhan murid lainnya.


"Perkenalkan Nama kalian sambil berdiri dimulai dari Kamu" ucap Violet sambil menunujuk.


Kebetulan Udin duduk didepan sebelah kanan.


Udin yang ditunjuk lalu berdiri.


"Namaku Lin Syaifudin di panggil Udin." ucap Udin lalu duduk kembali.


"Namaku Chang Li Shan panggil saja Li Shan" ucap Li Shan.


"Namaku Edward alfonso panggil saja Edward"


Satu persatu memperkenalkan diri masing - masing.


"Oke.. sekarang Lanjut pembelajaran pertama memgenai Sihir" ucap Violet.


Violet menjelaskan tentang sihir dan juga mantra sihir.


Satu jam Violet menjelaskan pelajaran tersebut.


"Apakah ada yang mau ditanyakan" ucap Violet.


Udin mengangangkat tangan.


"Saya Bu guru" ucap Udin.


"Ya Udin.. Apa yang kamu tanyakan" ucap Violet.


"Mengapa seorang guru menabrak seseorang tidak meminta maaf,malah maen pergi begitu saja" ucap Udin.


"EH...!!?? Violet terkejut atas pertanyaan Udin.


Ia pun teringat kejadian tadi pagi saat dirinya lari tergesa - gesa lalu menabrak seseorang,ia terus berlari karena takut terlambat.


Violet lalu mendekati Udin.


"sudah Udin maafin kok Bu guru.. Salaman dulu kita setelah maaf - maafan." ucap Udin lalu berdiri menghampiri Violet.


"Anak ini... Mengapa tidak sopan sekali. Aku harus memberinya pelajaran" ucap Violet dalam Hati.


tiba - tiba Rissa telepati ke Violet.


"Kamu jangan macam - macam dengan Udin,atau kamu akan aku bunuh" ucap Rissa telepati.


Violet terkejut mendengar ada suara dikepalanya.tiba - tiba badannya menggigil ketakutan.


"Bu guru kenapa?" ucap Udin heran dengan sikap Violet.


"A.. A...Aku tidak apa apa" ucap Violet.


"Salaman dulu kita Bu guru" ucap Udin.


Mau tak mau Violet memgiyakan saja.


Udin menjabat tangan Violet lalu mencium tangannya.


"EH....!!??? Violet terkejut saat Udin mencium tangannya.


"Apa dia hendak melamarku?" ucap Violet dalam hati.


"Kalau ada seseorang yang lebih muda dari kita,maka yang muda itu mencium tangan pada yang tua,begitu.Bukan mau melamar"ucap Rissa telepati.


"Ooo... Begitu...EH....!!?? " ucap Violet dalam hati lalu terkejut lagi.


Kemudian Udin kembali ketempat duduknya.


Tak lama kemudian Bel berbunyi.


"Oke... Waktunya kalian istirahat. Waktu kalian hanya 30 menit saja." ucap Violet lalu keluar dalam kelas.


Begitu Violet keluar kelas,semua orang yang ada dikelas mendatangi Udin keculi Li Shan.


"Hei Udin... Kamu mau melamar Guru Violet ya?" ucap Kevin.


"Enggak.... Siapa bilang aku mau melamar Guru Violet. Ada ada saja kamu Vin." ucap Udin.


"Itu buktinya kamu cium tangan Bu guru" ucap Edward menimpali.


"Aku kan masih muda,jadi wajar dong yang muda mencium tangan pada yang lebih tua,kecuali umur kita sama. Bukan berarti aku mau melamarnya... Woooo Semprull" ucap Udin.


"Semprul??" ucap Mereka yang mendengar ucapan Udin.


"Semprul tuh kaya kalian ini,kalian berpikir yang tidak - tidak pada orang lain,belum tentu pikiran kalian itu Benar.Begitu" ucap Udin.


"Sudah Bos... Gak usah diladenin. Mending kita makan saja." ucap Li Shan.


"Bener juga ,Ya Udah kita makan" ucap Udin lalu mengeluarkan Buah - buahan dari cincin ruangnya.


Orang - orang yang melihatnya terkejut ketika Udin mengeluarkan Buah - buahan.


"Kamu bisa sihir tingkat atas Din" ucap Kevin. Ia mengira Udin memakai Sihir.


"Enggak bisa.. Ini bukan sihir..Kalau mau...makan aja,ini nyata bukan hasil sihir" ucap Udin.


Edward lalu mengambil salah satu buah diatas meja Udin. Lalu memakannya.


"Buahnya nyata... Bukan Sihir.." ucap Edward. Sebab Edward pernah merasakan Buah hasil sihir tapi rasanya berbeda dengan aslinya.


"Aku minta dong... " ucap yang lainnya.


Udin pun membagikan buah - buahannya.


"Terima kasih Udin " ucap mereka serempak.


"Sama - sama" ucap Udin.


Li Shan memakan Buah yang ia simpan didalam cincin ruangnya sendiri.

__ADS_1


"Bos... Adikku kok gak bareng sama kita seh?" ucap Li Shan.


"Mana ku tahu,Aku bukan guru ataupun panitia." ucap Udin.


"Eh... Li Shan mengapa manggil Udin dengan sebutan Bos ya" ucap Santo pada Kevin


"Gak tahu,arti Bos saja aku gak tahu kok" ucap Kevin.


Ada 1 orang murid perempuan memperhatikan Udin.Ia mau maju tidak berani karena malu.


"Bos kayaknya gak adil deh" ucap Li Shan.


"Gak adil Gimana Shan" ucap Udin bingung.


"Tuh ada cewek gak Bos kasih Buah..." ucap Li Shan.


"Awakmu wae yang ngasih yoo...." ucap Udin.


"Yo wes lah..." ucap Li Shan lalu berdiri. Li Shan menghampiri cewek tersebut yang duduk dibelakang paling pojok.


??? Para murid bingung dengan ucapan Udin dan Li Shan.


"Ini buatmu...Maaf Bossku yang sudah pikun." ucap Li Shan sambil memberikan 5 Apel pada cewek itu.


"Te.. Te.. Terima kasih..." ucap Cewek tersebut tergagap,Sebab ia melihat Wajah Li Shan begitu tampan.


"Jangkrekk... Aku dengar loh ya apa yang kamu bilang tadi Shan." ucap Udin.


"Sepertinya tadi ada yang nyebut namaku,Kamu tahu gak siapa yang manggil namaku " ucap Li Shan bertanya pada cewek yang ia beri buah apel.


"I...I...Iya aku tahu. Itu temanmu sendiri" ucap Cewek tersebut


"Masa iyooo..." ucap Li Shan.


"Bu Leek...


"Kesini... Jangan ganggu Bu Ani ya Bu leeek...."ucap Udin.


"Asem.... Aku lanang Bos.. Bukan wedok" ucap Li Shan( Aku Pria Bos bukan perempuan).


"Masa Iyoooo" ucap Udin membalas ucapan Li Shan.


"Jangkreeek..." umpat Li Shan. Lalu berjalan ke arah tempat duduknya.


Dikelas Udin terdapat 15 siswa saja, 10 siswa laki - laki dan 5 siswi perempuan. Usia mereka beragam.


Tak Lama kemudian Bel berbunyi.


Teettt....


Bu guru Violet masuk dalam kelas.


"Wah... Gurunya On time" ucap Udin dalam hati.


Violet melihat ada beberapa Buah diatas meja Udin.


"Udin.. Dilarang makan saat jam pelajaran berlangsung" ucap Violet.


"Maaf Bu guru sebelumnya,Ini buah bukan untuk saya makan dikelas saat jam pelajaran berlangsung,tapi mau saya kasih ke Bu guru" ucap Udin lalu mengambil buah - buahan itu lalu berjalan ke Meja Violet.


"Ini Buah untuk Bu Guru." ucap Udin.


"Terima kasih" ucap Violet.


"Sama - sama bu Guru,jangan makan dikelas ya Bu Guru.." ucap Udin lirih. lalu berjalan ke tempat duduk.


"Sialan... Mimpi apa aku semalam. Anak itu selalu bisa membalas ucapanku" ucap Violet dalam hati.


Violet lalu memberi mata pelajaran tentang Sihir.


1 Jam Violet menerangkan ilmu sihir.


"Oke... Besok kita akan Ujian praktek" ucap Violet.


Teetttt...... Bel berbunyi.


Para Murid berdiri lalu keluar.


Udin dan Li Shan masih berada didalam kelas.


Ada salah satu murid yang belum keluar kelas,murid itu yang tadi diberi apel oleh Li Shan.


"Broo... Tadi kamu mudeng apa gak guru jelasin sibir" ucap Udin.


"Paham Boss..Tapi sedikit saja." ucap Li Shan.


"Coba kamu praktekkan?"ucap Udin


Li Shan kemudian Berdiri. Ia pun merapalkan mantra.


Nampak titik - titik Air berkumpul ditelapak tangan Li Shan. Tak lama kemudian Titik - titik air itu menjadi satu membentuk Seukuran bola tennis.


"Wahh... Kamu berbakat broo.. Mantap" ucap Udin sambil mengacungkan 2 jempolnya.


"Hem... Sekarang coba kamu bayangin air itu membentuk sebuah panah." ucap Udin.


Li Shan menuruti perkataan Udin.


Nampak bola air itu mulai membentuk anak panah.


"Bos... Badanku kok agak lemas ya" ucap Li Shan.


"Buang itu sihirmu,Soalnya MANAmu baru sedikit Harus ditingkatkan." ucap Udin.


"Caranya gimana Bos naikkin Jumlah MANA kita?" ucap Li Shan.


"Ya rajin Latihan atau membunuh monter di menara." ucap Udin.


"Kok Boss bisa tahu?" ucap Li Shan.


" Ya tahulah... sebab Diberitahu oleh Rissa,jika sering latihan atau bunuh Monster maka peringkat kita Naik." ucap Udin.


"Kita diperingkat berapa Boa..." ucap Li Shan.


"Tinggkat 1 lah.. Ini pun baru ditingkat Junior" ucap Udin.


"Hem... Bagaimana jika kita bunuh monter itu Bos" ucap Li Shan.


"Tunggu kita di tingkat 10 baru bisa masuk" ucap Udin


"Kesuwen Bos.." ucap Li Shan(kelamaan )


"Ya mau gimana lagi,ayoo kita pulang. Oh iya.. Itu pacarmu sekalian kamu ajakin pulang" ucap Udin.


"Jangkreeek.... Dia bukan pacarku Bos.." ucap Li Shan.


"Siapa tahu aja kamu suka dengan dia...


"Cewek.... Di tungguin pacarmu tuk pulang sama - sama ini Lho..."ucap Udin.


"Diaaampuuuttt..." ucap Li Shan.


"I... I..Iyaa.... " ucap cewek tersebut.


"Namanya dia siapa broo.." ucap Udin.


"Namanya Regina... Masa Bos gak tahu.. Kan tadi ada sesi perkenalan." ucap Li Shan.


"Ooo...Nama pacarmu Rengginang to." ucap Udin( Rengginang \= kerupuk dari ketan berbentuk bulat)


"Waaasssuuu.... Punya Bos kok kayak gini seh." ucap Li Shan dalam hati.


Regina menghampiri Udin dan Li Shan.


Mereka pun berjalan keluar kelas.

__ADS_1


__ADS_2