Petualangan Udin

Petualangan Udin
MEMBERI DARAH PERI PADA RUDI FAN BELLA


__ADS_3

Luar Angkasa.


Udin,Rissa dan Li Wei muncul di luar Angkasa.


"Eh..... !!?? Li Wei terkejut saat dirinya melayang di luar Angkasa.


"Dek Wei akan menerima petir di sini."ucap Udin.


"Siap Kang Mas..." ucap Li Wei.


Tak lama kemudian muncul Naga Azhura.


"EH.....!!!?? Naga Azhura terkejut saat melihat Udin.


"Hallo.....Azhura... Ketemu lagi kita.." ucap Udin sambil melambaikan tangannya.


"Salam Hormatku Yang Mulia.." ucap Naga Azhura sambil menundukkan kepalanya.


"Iya... Salammu aku terima,...


"Hem....lakukan tugasmu seperti biasa,tapi Tolong jangan sampai terluka." ucap Udin.


"Siap yang Mulia...." ucap Naga Azhura.


Naga Azhura kemudian menyambar tubuh Li Wei..


Jeddeeeeerrrr.........


"Eh.... !!!?? Li Wei terkejut ketika menerima petir tersebut. Sebab dirinya hanya merasa di sentuh saja,tidak merasakan sakit.


"Sudah yang Mulia.." ucap Naga Azhura.


"Terima kasih... Sampai ketemu lagi...Titip salamku pada temanmu itu..." ucap Udin.


"Siap Yang Mulia..." ucap Naga Azhura kemudian menghilang.


Udin dan Rissa menghampiri Li Wei. Setelah ditempat Li Wei,Udin berada ditengah mereka. Udin melihat ingatan Li Wei untuk melihat lokasi Rumah sakit,begitu ketemu mereka langsung berteleportasi kerumah sakit.


****


RS. HARAPAN KASIH.


Nampak Rumah sakit tidak begitu ramai,petugasnya melakukan tugasnya masing - masing,mereka tidak bisa ikut wajib militer,sebab melayani masyarakat yang sedang butuh bantuan masalah kesehatan maupun emergency.


Udin,Rissa dan Li Wei muncul di Ruang transfusi darah.


Li Wei tidak terkejut lagi ketika dirinya berpindah tempat dengan cepat.


"Taruh mereka di tempat tidur kang Mas..." ucap Li Wei.


"Siap sayang..." ucap Udin.


Kemudian Udin mengeluarkan Rudi dan Bella dari dunia Cincin.


Tiba - tiba muncul Rudi dan Bella di tempat tidur dalam keadaan tak sadar diri. Udin sengaja membuat mereka tak sadar diri,agar mereka tidak terkejut ataupun kaget.


"Kang Mas dan Kak Rissa tunggu diluar ya,sebab kami akan melakukan transfusi darahnya" ucap Li Wei


"Siap Bu dokter..." ucap Udin.


Udin dan Rissa kemudian keluar Ruangan transdusi darah,lalu duduk di kursi tunggu.


"Dek.... Aku mau jemput Rany. Kira - kira mau gak ya dianya." ucap Udin.


"Hem.... Ya pasti mau lah dianya Kang Mas. asal jangan di teleportasi saja,lalu ketika sudah disana langsung bawa kesini." ucap Rissa.

__ADS_1


"Oke deh... Setelah Rudi dan Bella dapat transfusi darah,kita kesana. Kangen aku sama dia.." ucap Udin.


"Iya... Adek tahu Kang Mas pasti kangen sama Rany." ucap Rissa.


Kemudian Rissa menyenderkan kepalanya di lengan Udin.


"Aku kangen Ayah dan Ibuku dek yang Bumi. Kira - kira mereka masih hidup apa enggak ya? Soalnya aku lom ada memeriksa ingatan anak kita berdua." ucap Udin telepati.


"Mereka sudah tiada Kang Mas....." ucap Rissa telepati.


"EH.....!!!?? Udin terkejut.


"Serius Dek...." ucap Udin.


"Iya.. Adek serius. Ayah meninggal karena sudah Umur serta penyakit tuanya. Ibu juga begitu." ucap Rissa telepati.


Nampak air mata keluar dari mata Udin. Sebab ia Lupa sewaktu kembali ke Bumi tidak menengok Orang Tuanya.


"Kalau Aku bawa mereka kesini gimana Dek? " ucap Udin.


"Hem... Kalau mereka bisa dibawa kesini ya gak masalah,tapi mereka pasti kebingungan,apa lagi Kang Mas juga punya orang tua kandung di sini" ucap Rissa telepati.


"Iya juga seh...Aku gak mau orang tuaku yang sekarang bersedih, Ketika mengetahui bahwa diriku bukanlah putranya, tapi aku gak mau kehilangan orang tuaku yang di bumi." ucap Udin telepati nampak bimbang.


"Ikhlaskan mereka Kang Mas...Mungkin ini sudah takdir mereka..." ucap Rissa.


"Tapi aku.....


"Kang Mas ingat gak dulu pernah bilang harus belajar Ikhlas ke Adek?" ucap Rissa telepati memotong ucapa Udin.


"Iya ingat, dulu Ade menangis karena kehilangan Bunga kesayangan adek,kemudian ingin membunuh pelaku itu jika Adek menemukannya "ucap Udin telepati.


"Nah itu dia,Adek benar - benar marah,waktu itu Adek sudah menemukan siapa pelakunya,ternyata tetangga kita sendiri. Waktu itu Adek gak sengaja lihat bunga Adek yang hilang seminggu yang lalu ditaruh di teras rumahnya, Adek hapal betul Bunga yang hilang itu dan Adek hapal karakter tetangga kita itu serta adek bisa mendengar ucapan hatinya. Kalau gak kang Mas suruh adek Ikhlas dan Sabar,pasti tetangga kita sudah ku bunuh." ucap Rissa telepati.


"Iya sayang... Makasih ya...." ucap Udin telepati lalu mengecup kening Rissa.


"Wah... Ada yang mulia Raja dan Ratu duduk disitu,kita mau lewat gimana?" ucap Warga A.


"Kita memutar saja..." ucap Warga B.


"Jauh Dong kalau kita memutar,Kan kita mau ke Dokter Thomas.." ucap warga C.


"Silahkan kalau mau lewat,tidak usah sungkan terhadap Kita..." ucap Rissa tersenyum ketika melihat mereka mau lewat.


"EH....!!??? Para warga terkejut. Kemudian Mereka berjalan ke arah Ruangan Dr. Thomas sambil melewati Udin dan Rissa.


"Permisi Yang Mulia Raja dan yang Mulia Ratu.." ucap Mereka berjalan sambil agak membungkuk sedikit,tangan satunya ke arah bawah dan tangan satunya menggendong anak kecil.


"Monggooooo......" ucap Udin dan Rissa.


Nampak ada beberapa perawat juga melewati Udin dan Rissa.


"Permisi Yang Mulia Raja dan yang Mulia Ratu..." ucap Para perawat.


"Iya... Monggooo..." ucap Udin dan Rissa.


"Kalau meletus perang besar terus kita menghancurkan banyak galaksi gimana Dek?" ucap Udin telepati.


"Ya paling kita dapat hukuman Kang Mas. Sama seperti waktu Adek melawan Umam." ucap Rissa telepati.


"Waddoohh.... Gawat dong Dek...Jika kita terkurung dalam cincin,kita gak bisa bertemu" ucap Udin telepati.


"Usahakan jangan sampai menghancurkan Galaksi Kang Mas.." ucap Rissa.


"Aku gak janji dek...Lha wong perang besar kok" ucap Udin telepati.

__ADS_1


"Iya juga seh,waktu itu juga Adek gak nyangka menghancurkan beberapa Galaksi,gara - gara Umam. Adek mau bunuh dia tapi Adek urungkan,sebab Adek lihat di ingatannya Umam itu orang Baik,meskipun agak ngeselin." ucap Rissa telepati.


"Semoga saja kita gak dikurung ya Dek..." ucap Udin telepati.


"Amin....." ucap Rissa telepati.


Tak lama kemudian lampu ruangan yang awalnya warna merah kemudian berganti warna hijau,Pintu ruangan terbuka. Li Wei keluar dari Ruangan tersebut.Udin dan Rissa berdiri.


"Kang Mas ....Kak Rissa... Mereka sudah selesai mendapatkan transfusi darah" ucap Li Wei.


"Terima kasih ya sayang," ucap Udin telepati lalu memeluk Li Wei.


" Jangan ucapkan terima kasih Kang Mas,sebab kita Adalah keluarga,Anak - anak Kak Rissa adalah anakku juga." ucap Li Wei telepati.


"Yo wes...Matur suwun kalau gitu..." ucap Udin telepati.


Li Wei memcubit perut Udin.


"Aaauuuuu......" ucap Udin reflek,meskipun tak sakit.


Mereka pun masuk dalam Ruangan Transfusi darah. Nampak Bella dan Rudi masih tak sadarkan diri.Udin memberikan Cincin Ruang kepada mereka,yang isinya beberapa Robot yang bisa dikendalikan lewat fikiran, pil penyembuh, pil pemulih Qi, pil tulang,pil peledak Qi dan pil pondasi. Udin memberikan Pil Peledak Qi hanya sampai di Ranah pendekar Raja tingkat puncak saja. Karena di tahap Itu,mereka sudah menjadi terkuat di Bumi dan beberapa alat elektronik dan alat tempur.


Udin ,Rissa, Li Wei ,Rudi dan Bella masuk dalam Dunia Cincin.


----***----


Dunia Cincin.


Udin,Rissa,Li Wei berada di halaman,sedangkan Rudi dan Bella berada di kamar tidur.


Kembaran Rissa menjaga David,sementara Mingxia berkultivasi agar tidak ketinggalan dengan yang lainnya.


Udin membagi dirinya lagi,untuk menemani Li Wei.


"Dek... Ini kita tinggal dulu ya.." ucap Udin.


"Iya Kang Mas..." ucap Li Wei.


Udin memfokuskan lagi fikirannya,lalu Udin dan Rissa keluar dari dunia Cincin.


----***-----


.


Planet Bumi.


Pukul 23. 01


Udin muncul di kamar Bella,sedangkan Rissa berada di kamar Rudi. Mereka mengeluarkan Rudi dan Bella dari Dunia cincin.


Udin meletakkan Bella di tempat tidur,kemudian menyelimutinya,lalu mengecup kening Bella.


"Suatu saat kita akan bertemu lagi bidadari kecilku.." ucap Udin.


Udin meninggalkan catatan kecil di meja belajar Bella. Setelah itu Udin melesat ke atas menggunakan Skillnya ,Setelah sampai di atas Rumah,Udin membuat pohon penghasil energi Qi. Agar energi Qi di rumah itu menjadi padat.


Rissa muncul disamping Udin.


"Ayo Kang Mas...Kita kembali" ucap Rissa.


"Siap Ratuku yang paling cuantiiiik sekali..." ucap Udin.


"Auuuuuu......." ucap Udin reflek ketika di cubit Rissa.


Udin dan Rissa kemudian masuk dalam dunia cincin. Setelah itu Udin memfokuskan pikiran kembali ke tempat semula 1 menit setelah ia pergi ke bumi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2