Petualangan Udin

Petualangan Udin
IMAM SAMUDRA


__ADS_3

Cahaya lampu menerangi dimana Udin dan istrinya berada,sedangkan para pasukan Udin berada di kegelapan malam. Mereka menggunakan peralatan khusus untuk melihat.


Tak lama datanglah teman - teman Mike yang berjumlah kurang lebih 200 orang dari ruang bawah tanah.


"Kok cuman segini saja... Mana yang lainnya ? " ucap Udin.


"Yang lainnya berpencar Tuan... Kami berperang secara gerilya,tidak berani terang - terangan." ucap Mike.


Udin kemudian mengeluarkan buah - buahan,karena Udin melihat ada yang kelaparan.


"Silahkan di ambil ...Makanlah sepuas kalian."ucap Udin.


Teman - teman Mike lantas mengambil Buah -buahan itu. Ada pula yang menyimpannya didalam kantong mereka. Ada serorang wanita menggendong anaknya yang masih kecil. Udin mendekati wanita tersebut.


Nampak Wanita itu berjalan mundur.


"Jangan takut Bi.. Aku hanya ingin menyembuhkan Anak Bibi saja." ucap Udin lembut.


Wanita itu menghentikan langkahnya. Kemudian Udin menyentuh kening anak kecil tersebut menyembuhkan penyakit Anak wanita tersebut. Nampak cahaya putih menyelimuti anak kecil tersebut.Awalnya anak kecil itu berbadan kurus dan sakit - sakitan,kini gemuk dan sehat.


"Haaaaa.....!!!!??? Teman - teman Mike terkejut saat melihat Udin bisa mengeluarkan cahaya putih dari telapak tangannya. Sebab Mereka mengira Udin hanyalah orang biasa yang tak memiliki energi Qi.


"EH.....!!!?? Wanita itu terkejut saat melihat anaknya Sehat bugar.


"Terima kasih Tuan.... Terima kasih ...." ucap Wanita itu sambil membungkuk badannya sampai 3 kali.


"Sama - sama Bibi..." ucap Udin.


"Oh iya... Kalian tunggu di sini, Kami akan menyerang dan membebaskan tahanan." ucap Udin.


"Kita boleh ikut bergabung kah Tuan...." ucap salah satu teman Mike.


" Hem.... " Nampak Udin berpikir.


Tak lama kemudian.


"Baiklah... Tapi kalian jangan ikut menyerang,Sebab kekuatan kalian belum cukup kuat.." ucap Udin.


"Siap Tuan..." ucap mereka serempak.


Udin berteleportasi ke arah markas musuh.


---***---


Udin muncul di atas markas musuh dengan ketinggian 5 Km,tak lupa ia menggunakan jurus menghilangkan aura keberadaannya.


"Hem.... Ada banyak sandera di sini.." ucap Udin dalam hati.


"Lin.... Aku akan mengirim para sandera kesana.Sisakan pasukan buat membantu para sandera yang terluka. Sebab setelah itu aku akan meneleportasi kalian semua" ucap Udin telepati ke Krilin.


"Siap Bos...." ucap Krilin telepati.


Udin kemudian menelportasi para tahanan,


Wussshh.... Para tahanan yang berada dalam penjara menghilang semua.


Setelah itu meneleportasikan pasukannya kedalam Markas musuh.


Wuussh..... Pasukan Udin Masuk dalam Markas musuh. Tak lupa mengeluarkan alatnya untuk Menghilangkan Jejak.


Lalu Udin turun... Kini Udin berada di ketinggian 500 meter. Kemudian Udin membuat array pelindung lalu meneleportasikan Mike beserta teman - temannya.


Wuusshhh... Muncul Mike beserta teman - temannya di samping Udin.


"EH..... !!!?? Mike dan teman - temannya terkejut saat bepindah tempat.


"Nah... Dari sini kalian bisa melihat pertempuran." ucap Udin.


Mike dan teman - temannya melihat ke bawah.


Nampak prajurit TNU dan Siluman membantai para musuh.


Boomm.... Boomm.... Boomm.... Terdengar suara ledakan.


"AAAAAAAA....... suara jeritan para musuh.


Ada yang memakai armor,ada pula yang tidak.


Crassh... Crassh... Crassh... Crasshh... Craasshh...


Pasukan Udin dengan mudahnya merobek armor musuh memakai pedang Siber,ada pula yang memakai pedang dari bahan terkuat sealam semesta.


Para siluman Kera menyerang dengan pedang siber sambil memakai armor adapula yang tidak memakai


"Wah... Lebih seru pakai armor... " ucap salah satu anak buah Sun Go Han.


"Enakkan begini lah..."ucap yang lain menimpali tak memakai Armor.


Siluman Harimau memakai Armor bergerak sangat cepat membunuh prajurit musuh.


"Aaaaaa...... Teriakan para prajurit ketika badannya di cabik - cabik.


Kuciah bergerak sangat cepat,begitu pula Baskoro tejo yang tidak mau kalah dengan ayahnya.


Baskoro tejo mengayunkan lengannya ke arah musuh.


Wuusshh.... Nampak 3 gelombang energi angin melesat ke arah musuh.


Crassh..... Tubuh musuh terbelah terkena energi angin tersebut.


Door.... Dorr.... Doorr... Doorr.... Dorr..... Dorr....


Door.... Dorr.... Doorr... Doorr.... Dorr..... Dorr....


Door.... Dorr.... Doorr... Doorr.... Dorr..... Dorr....


Suara senapan para prajurit TNU menembaki para Musuh.


Musuh yang memiliki elemen kegelapan tak bisa menangkis puluru itu,sebab peluru itu mengandung energi cahaya.


Para prajurit musuh tak bisa mengirim pesan,sebab Udin sudah menyebarkan alat pengacau sinyal batu telemunikasi mereka. Bahkan Udin juga memasang di angkasa untuk menutup jaringan telemunikasi mereka kecuali telemunikasi Para prajurit Udin sendiri.


Para Istri Udin tidak ikut,Mereka membantu para prajurit TNU menyembuhkan para Tahanan yang di kirim oleh Udin.


----***---


Di sisi Lingling.


Lingling menaiki Drag Weinston untuk menyerang Markas musuh. Setelah Kembaran Udin meneleportasikan para tahanan.


"Pasukanku...Hancurkan semua musuh..." ucap Lingling melalui alat komunikasi.


"Siap yang Mulia Putri...." ucap Mereka serempak.


Para monster memgamuk dan membantai semua musuh.


Para pasukan Naga mencabik - cabik tubuh musuhnya. Adapula yang melesatkan Bola api ke arah musuh..


Booomm...... Boommm.... Boommmm....


Musuh yang terkena bola api langsung meledak menjadi kabut darah.


Para musuh kalang kabut saat mendapat serangan mendadak. Mereka tak siap,karena para monster muncul secara tiba - tiba tanpa merusak array.


"Darimana mereka datangnya..." ucap salah satu musuh mencoba melawan.


Trang.. Trang... Trang.... Trang... Pedang musuh tak bisa menembus armor monster Gorila.


"Aku tak tahu..." ucap prajurit musuh menimpali temannya itu.


Monster Gorila menggunakan senjata Palu yang di diberi batu cahaya.


Boom...... Tubuh musuh hancur seketika saat di pukul Monster Gorila.


"HAAAA....... !!!??? Para prajurit musuh terkejut saat melihat temannya tewas dengan mudah.


Kemudian salah satu prajurit musuh mencoba menyerang dengan elemen Apinya,tapi sayang... Belum sempat dirinya membuat serangan sudah mati duluan tertusuk pedang dari belakang. Rupanya Monster laba - laba menusukkan kakinya ke tubuh prajurit tersebut yang muncul secara tiba - tiba. Kaki laba - laba bisa mengeluarkan pedang karena memakai armor yang di pasang oleh kembaran Udin.


"Terima kasih Bro..." ucap Monster Gorila.


"Sama - sama Sob..." ucap Monster laba - laba.


Mereka mengikuti gaya bicaranya Udin.


Monster laba - laba dengan gesit dan lincah meyerang para musuh.


Lingling membagi pasukannya untuk bergabung dengan prajurit TNU.


Drag Rey terbang sambil menyemburkan api ke arah Musuh.


Wuuuuuuusssss..... Api keluar dari mulut Drag Rey.


Musuh yang terkena langsung menjadi Abu. Bahkan prajurit yang berada di ranah Kaisar dewa langsung tewas.


Kembaran Udin hanya mengawasi saja,


"Wuuiihhh.... Kereennn... Ultramen aja bisa kalah bila kena semburan api itu " ucap Kembaran Udin.


Tak ada yang bisa kabur saat penyerangan itu terjadi,sebab kembaran Udin selalu mengawasi agar tidak kecolongan.


Para Monster kepiting memotong - motong tubuh para prajurit musuh dengan Capit yang di lapisi Armor.


Kreek.... Krek... Krreekk...Kreekk.... Ketika Capit itu memotong tubuh para prajurit musuh.


Ada yang berusaha terbang untuk kabur,para Naga langsung mencengkram dengan kakinya kemudian di sembur api..


Wwuuuuussh.... Nampak api keluar dari mulut naga menyembur ke arah musuh yang di cengkramnya itu. Tubuh musuh itu langsung mati menjadi abu.


----****----


Di sisi Ponijan.


Ponijan mempin pasukan yang di awasi kembaran Udin. Sebab jika tidak di awasin takutnya salah serang.


"Seraaangggggg........" Seru Ponijan.


Prajurit TNU menggunakan Robot Gundam sebagai serangan pertama.


Nampak robot itu ada yang menembakkan Meriam plasmanya. Ada pula yang meluncurkan Rudal Mini Nuklir.


Boomm.... Boomm.... Boomm... Boomm...


Boomm.... Boomm.... Boomm... Boomm...


Boomm.... Boomm.... Boomm... Boomm...


Boomm.... Boomm.... Boomm... Boomm...


Setelah itu Para prajurit TNU yang tak memakai robot Gundam langsung melesat ke arah Markas musuh.


Para prajurit Musuh tak ada yang bisa Kabur.


Sebagian ada yang menyerang dengan Senapan ada pula yang memakai Jurus.


Doorr..... Dorr..... Doorrr... Doorrr... Doorr....


Doorr..... Dorr..... Doorrr... Doorrr... Doorr....


Doorr..... Dorr..... Doorrr... Doorrr... Doorr....


Doorr..... Dorr..... Doorrr... Doorrr... Doorr....


"Jurus Pedang pembelah Langitt. Hiyaatt...." ucap salah satu prajurit memakai kekuatan penuhnya.


Nampak puluhan gelombang energi serang berbentuk bulan sabit mengarah ke gerombalan musuh yang selamat dari serangan pertama.


Boomm.... Boomm.... Boomm.... Boomm...


Boomm.... Boomm.... Boomm.... Boomm...


Boomm.... Boomm.... Boomm.... Boomm...


Boomm.... Boomm.... Boomm.... Boomm...


"Matek kowe su waassuu..." ucap Prajurit itu setelah menyerang musuh dengan jurusnya.


"Woiii.... Jangan pakai kekuatan penuh... Woo.... Sempruul Tenan..." ucap Prajurit lain.


Sebab Serangan tadi mengakibatkan Kerusakan yang sangat parah... Nampak Lobang sepanjang 1 juta Km kedalaman 50 Km tercipta akibat Jurusnya tadi. Para prajurit TNU menghindar. Begitu juga Ponijan.


"Maaf... Maaf... Maaf... Tadi aku terlalu semangat..." ucap Prajurit yang mengeluarkan jurusnya tadi.


Ponijan hanya menepuk keningnya saja.


"Asem... Maunya senang - senang malah berantakan.." ucap Ponijan dalam hati.


"Sabar Paman... Kita juga gak ngasih tahu mereka kalau nyerang jangan pakai kekuatan penuh.." ucap Kembaran Udin telepati ke Ponijan.


"Benar juga seh Bos... Yo wes lah...." ucap Ponijan telepati.


Setelah itu mereka menyerang tak memakai kekuatan penuh. Mereka bersenang - senang. Jika serius hanya membutuhkan 1.00 orang saja sudah cukup untuk membantai musuh dalam satu planet,


"Koyok ngene rasane aku matenin manungso. Ambu getih ,klambiku tur kecipratan.. Ajur musuhku... Remuk musuhku... Sak bendinone aku malah guya guyu..." ucap Salah satu prajurit A sambil membunuh musuh.(Seperti ini rasanya aku bunuh Manusia,bau darah,bajuku ikut kecipratan. ..Hancur musuhku... Remuk musuhku... Sehari - hari aku malah tertawa.)


"Woii... Engko seng duwe lagu mencak - mencak piye jal.." ucap prajurit B yang disamping prajurit A.(Nanti yang punya lagu marah - marah gimana tuh).


"Yo Ben... Aku iki ape cipta ake lagu seng meh podo.." ucap Prajurit A.(ya biarin.. Aku ini mau menciptakan lagi yang hampir mirip).


"Kamu itu cocoknya bernyanyi didepan Susan aja broo" ucap Prajurit C sambil menembak musuh..


Doorr..... Musuh yang terkena puluru langsung mati,sebab Prajurit C mengenai tepat di kening musuh.


"Susan seng endi? Soalle akeh seng jenenge susan.." ucap Prajurit A sambil menembak musuh tanpa melihat.


Dorr....... Musuh yang terkena tembakan langsung ambruk.


"Susan seng jogo salon di perumahan Sinar Mad Blok AZ 10 itu loh.." ucap Prajurit C.


"Diampuutt... Kuwi Susanto. Wong lanang macak wedok... Gilani..." ucap Prajutit A (itu Susanto. Orang laki - laki berpenampilan seperti wanita.. Jijik)


"Huakakakakakakakaka...... Para prajurit tertawa.


Tiba - tiba yang dibicarakan muncul di samping prajurit C.


"Abang nyari Susan ya..." ucap Susanto berbicara seperti wanita.


" Waasssuuu....... Minggato merono....Ora sudi aku golek i kowe...Hus...Huss. " ucap prajurit C (Pergilah ke sana. gak sudi aku nyariin kamu..)


"Iihhh... Abang Asta gitu deh sama Susan..." ucap Susanto.


"Ambungen wae si Asta Liebe kuwi San.. ndek wingi ngomong karo aku,jarene Asta kangen karo awakmu..." ucap Prajurit A.( Cium saja si Asta Liebe itu San... Kemarin ngomong sama aku,katanya Asta kangen sama dirimu).


"Waassuuuu....." umpat Asta Liebe.


"Cius Abang Asta kangen sama Susan !!!???... Sini Susan cium..." ucap Susanto sambil memenyongkan bibirnya ke arah Asta Liebe.


"Aaaaaaa..... Tolooooong....." Teriak Asta Liebe menghindar dari Susanto.


Nampak Susanto mengejar Asta Liebe di udara.


"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA......" para Prajurit Udin tertawa terbahak bahak melihat aksi kocak mereka . Kembaran Udin juga tertawa melihat Susanto mengejar Asta Liebe.

__ADS_1


" Ampun dah jika punya anak buah seperti Susanto." ucap kembaran Udin dalam hati.


Kembaran Udin melihat ingatannya Susanto.


"Oalah... Dia sebernarnya lelaki tulen, hanya di pekerjaannya saja dia bersikap seperti itu. Kalau bersama tetangganya bersikap normal.." ucap kembaran Udin.


----***----


Di sisi Juminten.


Juminten memimpin 100 juta prajurit TNU untuk menyerang Markas musuh yang berjumlah 110 juta.


Mereka di teleportasi oleh kembaran Udin langsung ke Markas musuh. Agar musuh dengan mudah di bunuh tanpa persiapan. Tak ada Rudal nuklir dalam serangan itu.


Para Prajurit musuh terkejut saat melihat para pasukan Udin berada di dalam markas mereka,Mereka yang tak siap dengan mudah di bunuh oleh prajurit TNU,Bahkan ada yang tidur langsung mati di tebas lehernya sebelum musuh itu bangun. Ada pula yang sedang melakukan Ritual dengan cara meminum darah langsung terpisah kepalanya.


----***----


Di sisi Abimanyu.


Abimanyu membawa pasukan 200 juta.


Nampak pasukannya secara beringas membunuh semua musuh. Tak ada yang menggunakan kekuatan penuh.


Crassh... Craassh... Craassh... Crassh... Para musuh terbelah tubuhnya saat di tebas oleh pasukan TNU.


"Ayooo bunuh semuanya.... " Seru Abimanyu.


"Siaaappp.... " ucap para prajurit TNU serempak.


Para anak buah Udin akan menggunakan kekuatan penuhnya saat menghadapi musuh yang setara atau di atasnya.


---***---


Di sisi Andin.


Andin membawa pasukan 300 juta prajurit di dampingi kembaran Udin. Kembaran Udin meneleportasikan para Tahanan maupun para pejuang aliran putih ke satu titik saja. Agar mudah Udin dan pasukannya membantai para musuh. Nampak pesawat membombardir markas musuh yang tak seberapa besar


Boomm... Boomm....Boomm... Boomm....


Boomm... Boomm....Boomm... Boomm....


Boomm... Boomm....Boomm... Boomm....


Boomm... Boomm....Boomm... Boomm....


Nampak Bola api membumbung ke langit ketika Pesawat TNU menembak musuh dengan Roket.


Musuh yang selamat langsung di tebas oleh pasukan TNU lainnya.


---***---


Di sisi Kuwi.


Kuwi membawa 100juta Prajurit TNU.


"Wahh... Begini ya rasanya memimpin salah satu pleton prajurit TNU" ucap Kuwi dalam hati.


Kuwi terbang melayang di ikuti para Prajurit TNU menyisir Pulau - pulau yang tak terlalu besar.


Kuwi mengedarkan kesadarannya mencari markas musuh


"Dapat....." gumam Kuwi setelah menemukan markas musuh.


"Dapat apa Paman Kuwi..." ucap kembaran Udin.


Ada beberapa prajurit TNU melihat beberapa orang musuh,Kemudian turun kebawah lalu membunuh musuh tersebut. Sebab prajurit TNU melihat seragam mereka sama seperti seragam musuh yang ia bunuh.


"Dapat 4 angka Bos... Mayan tadi aku nembak 100 Ribu 4 angka..." ucap Kuwi.


"Wuiihhhh.... Mau buat beli apa Paman..." ucap kembaran Udin.


" Hem... Buat beli apartemen Bos untuk Istriku dan anakku.." ucap Kuwi.


"Baguslah... Kirain buat mabok - mabokkan..." ucap kembaran Udin.


"Tobat Aku Bos..... Kalau buat beli minuman,nanti aku gak dapat jatah.." ucap Kuwi.


"Gampang itu... Paman nikah lagi..."ucap kembaran Udin.


"Asem... Siji wae ora entek - entek kok Bos... Ngono wae mumet aku.." ucap Kuwi.( Satu saja gak habis - habis kok Bos. itu aja aku pusing..)


Kuwi mengaktifkan alat telemunikasi.


"Musuh ada di arah jam 1Jangan pakai kekauatan full..." ucap Kuwi.


"Siap..... " ucap Para prajurit.


Kembaran Udin melihat dengan Skillnya,apakah ada tahanan apa tidak.


"Hem... Hanya 20 orang Tahanan mereka.. " ucap kembaran Udin dalam hati Lalu meneleportasi para tahanan.


"EH....!!!?? kembaran Udin terkejut.


" Ada pasukan aliran putih di dekat markas,mereka sedang merencakan serangan.." ucap kembaran Udin memakai alat komunikasi.


"Serius Bos...?? " ucap Kuwi. Kuwi tak bisa membaca pikiran orang lain.


"Iya aku serius paman...Bentar aku teleportasi dulu mereka."ucap Udin.


Udin menelepati pasukan aliran putih tersebut yang berjumlah 200.000 orang. Sedangkan yang mereka hadapi berjumlah 1.000.000 orang


"Maaf Paman... Bibi... Aku akan memindahkan kalian bersama para tahanan,biar kami saja yang membantai mereka." ucap kembaran Udin telepati. Udin gak ingin para pasukan aliran putih terkena efek pertempuran.


"EH.....!!!??? para pasukan aliran putih terkejut saat di telepati kembaran Udin.


Kembaran Udin memindahkan semua pasukan aliran putih tersebut.


"Sudah Paman kuwi.." ucap kembaran Udin.


"Serang." Seru Kuwi.


Para prajurit TNU menyerang markas tersebut.


Boomm.... Boomm... Boomm....Suara ledakan pertempuran.


Kuwi melesat dengan kekuatan penuh sambil memegang pedang di kedua tangannya.


Crassh... Craassh... Craasshh... Crasshh...


Crassh... Craassh... Craasshh... Crasshh...


Crassh... Craassh... Craasshh... Crasshh...


Kuwi menebas semua musuh. dalam 1 detik Kuwi menebas 100 musuh.


Gerakan Kuwi tak bisa di lihat oleh manusia biasa.


"Jancoook... Aku gak kebagian..."ucap salah satu prajurit TNU yang tak mendapatkan musuh untuk di bunuh.


"Nanti kamu juga dapat bagian kok, Bagian bunuh kecoak saja ya Bud..." ucap salah satu temannya itu


"Ha...Ha... Ha... Ha... Ha... Ha... Teman - temannya tertawa..


"Waassuuu....... "umpat Budi..


Pertempuran itu tak sampai satu menit sudah selesai. Sebagian prajurit TNU membakar mayat musuh agar tidak menimbulkan penyakit.


Kembaran Udin meneleportasikan orang - orang di sepanjang wilayah yang akan di laluinya.


"Dah... Kalian bisa membunuh musuh yang kalian temui. Sebab aku sudah meneleportasikan semua orang yang bukan musuh." ucap kembaran Udin memakai alat komunikasi.


"Siap Panglima besar...." ucap para prajurit TNU.


Boomm.... Boomm... Boomm.... Boomm...


Boomm.... Boomm... Boomm.... Boomm...


Boomm.... Boomm... Boomm.... Boomm...


"Budi kesurupan tuh... " celutuk salah satu teman Budi.


"Ho oh... Mungkin gak dapat jatah dari istrinya...


"Bisa jadi...


"Ayooo kita ikuti Budi...


"Ayoo.......


.


Di sisi Udin asli.


Prajurit TNU, Udin dan Mike beserta teman - temannya kembali ke pesawat.


Udin menelepati Umam.


"Om Jin...." ucap Udin telepati.


"Iya Bos..." ucap Umam telepati.


"Jaler nopo istri." ucap Udin telepati.( Cowok apa cewek)


"Jaler Bos...Ne aku lagi gendong anakku" ucap Umam telepati.


"Waahhh... Selamat ya Om Jin....


"Eh.. Bibi Bulan sudah melahirkan apa belum?"ucap Udin telepati.


"Matur suwun Bos... Sampun Bos... Jaler yugone Paijo.." ucap Umam telepati. ( cowok anaknya Paijo)


"Wuiihhh... Mantapp... Ada penerusnya.." ucap Udin telepati.


"Kang Mas..." ucap Rissa.


"He eh Bos... Dah dulu ya Bos..." ucap Umam telepati.


"Iya Dek.." ucap Udin.


"Iya Om Jin.." ucap Udin telepati.


"Kapan Han Meiling Xing mendapatkan transfusi darahnya.."ucap Rissa telepati.


"Oh iya... Lali aku dek...Untung Adek ingatkan." ucap Udin telepati.


Matahari nampak memunculkan sinarnya.


Setiap Pesawat induk mempunyai bahan makanan dan minuman,Sehingga para Prajurit TNU bisa makan dan minum jika ingin.


"Lin... Aku tinggal dulu sebentar ya,Gantikan posisinya Lingling.." ucap Udin telepati.


" Siap Bos..." ucap Krilin telepati.


" Dik...." ucap Udin telepati ke Lingling.


"Iya Kak.." ucap Lingling telapati.


"Mau transfusi darah peri apa enggak?" ucap Udin telepati.


"Buat apa Kak?" ucap Lingling telepati.


"Supaya Adik tetap muda meskipun usianya mencapai lebih 100 Tahun.


"Seriuss Kak ... !!???


"Apakah Lingling selalu nampak muda jika mendapat darah peri?" ucap Lingling telepati terkejut.


"Iya seriuss.. Buktinya Para Istri Kakak masih muda kan,padahal usia mereka ada yang lebih 1 juta tahun." ucap Udin telepati.


"Lingling mau Kak..." ucap Lingling.


Udin meneleportasi Lingling ketempatnya.


Kemudian Udin meneleportasikan Krilin ke tempat Lingling.


Para istri Udin masuk dalam dunia cincin.Lalu Udin dan Lingling masuk ke dalam dunia cincin.


---***---


Dunia Cincin.


Diam - diam Rissa mengambil sp3rma Udin,lalu menaruh di sel telur Li Wei, agar Li Wei hamil.


"Nenek lampir kok di sini Kang Mas? " ucap Han Meiling Xing melihat ada Lingling


"Kalau Lingling Nenek lampir,berarti situ gerandong dong..." ucap Lingling.


"Apa kamu bilang..... " ucap Han Meling Xing sambil mendelikkan matanya.


"Sudah - sudah ...Kalian ini selalu aja bertengkar..." ucap Udin sambil menahan Han Meiling Xing.


"Dia duluan Kang Mas...." ucap Han Meiling Xing.


Lingling melempar mainan berbentuk Ulat yang bisa menempel ke tubuh Han Meiling Xing.


Pluk... Pluk...Pluk... 3 Ulat mainan menempel di pakaian Han Meiling Xing. Sebab Lingling melempar dengan sangat cepat sehingga Han Meiling Xing tak sempat menghindar dan juga tingkat Kultivasinya lebih tinggi Lingling 1 tingkat.


"KYAAAAAAAAA..........." Han Meiling Xing menjerit sangat kencang ketika melihat ulat menempel di bajunya. Mukanya memucat karena sangking takutnya terhadap Ulat.


"Diampuutttt.... Punya Adik kok seperti ini..." ucap Udin dalam hati.


Udin menghilangkan Ulat itu dengan kekuatanya.


"Ulatnya sudah hilang sayang...." ucap Udin.


Rissa menarik tangan Lingling lalu berjalan agak menjauh.


Lingling memeletkan lidahnya ke arah Han Meiling Xing. 😝


"Awas pembalasanku..." ucap Han Meiling Xing.😡.


"Gawat neh bila mereka satu ruangan saat transfusi darah,Nanti aku akan memisahkan saja mereka,daripada Rumah sakitnya hancur." ucap Udin dalam hati.


Lalu Udin,Li Wei dan Han Meiling Xing keluar dari keluar dari dunia Cincin.


---***---


Rumah sakit.


Ruang transfusi darah, Udin beserta istrinya muncul.


"Dek Wei...Tolong ya. Aku akan menaruh Lingling di ruang sebelah " ucap Udin telepati.


"Siap Kang Mas..." ucap Li Wei telepati.


"Kita dimana Kang Mas..." ucap Han Meiling Xing.


"Sekarang kita di Rumah Sakit, Dek Miling akan mendapatkan transfusi darah peri.." ucap Udin.


"Ooo... Begitu ya Kang Mas..." ucap Han Meiling Xing.

__ADS_1


"Iya sayang... Ku tunggu di luar,jangan buat keributan di sini .." ucap Udin lalu berjalan keluar.


Lingling muncul di Ruang sebelah bersama Rissa.


"Hem... Enaknya ngapain ya...A ha.... Aku tahu..." ucap Udin.


Udin kemudian berteleportasi ke atap gedung Rumah sakit.


Setelah sampai di atap,Udin membuat gelas almunium,lalu mengeluarkan kopi bubuk,gula,dan Rokok.


Udin membuat kopi, setelah jadi ia meminum kopi tersebut.


"Slurrupp.... Ahhh... Mantappp...


Kemudian Udin mengambil 1 batang Rokok filter,lalu membakar rokok tersebut.


Wuuufff..... Asap keluar dari mulut dan hidung.


Udin merenungi kisah hidupnya.


"Kok seperti ini ya kehidupanku.Istri ada 7,punya pasukan,bisa kemana saja yang aku mau,punya kekuatan,.Punya adik angkat super ngeselin, Punya anak buah juga begitu" ucap Udin dalam hati.


Rissa berada di depan ruang transfusi darah,ia mengetahui Udin berada di atas gedung sedang merokok,dirinya tidak ingin mengganggu Udin.


Udin kemudian melihat Umam dengan Skillnya. Nampak istri Umam menyusui anaknya


"EH...!!??? Udin terkejut saat melihat elemen yang yang berada di tubuh anak Umam


"Itu elemen apa ya??" ucap Udin dalam hati.


Udin tak mengenali jenis elemen tersebut.


Rissa melihat ke arah anak Umam.ia pun terkejut saat mengetahui elemen apa saja yang terdapat di tubuh anak Umam.


"Itu...... Tak Mungkin....." ucap Rissa dalam hati.


"Tak mungkin apanya dek.." ucap Udin telepati ketika mendengar ucapan hati Rissa.


"Kalau gak salah itu Elemen Netral kang Mas..." ucap Rissa telepati.


"Elemen Netral.. Maksudnya?" ucap Udin telepati tak paham.


"Jika seseorang terkena Elemen itu maka orang tersebut menjadi manusia biasa. Segala kultivasinya akan hilang,Tapi itu hanya cerita dari buku,Adek belum ada pernah bertemu dengan orang yang memiliki elemen itu." ucap Rissa telepati.


"APAAAAA....!!!??? " ucap Udin terkejut.


Anak Umam hanya memiliki 4 Elemen saja, Yaitu Elemen Netral, Udara,api, dan tanah.


"Waahh... Bisa gaswat kalau ketemu musuh jika kekuatannya belum cukup kuat." ucap Udin.


"Ada kelemahan pada Elemen tersebut Kang Mas.." ucap Rissa telepati.


"Apa kelemahanya Dek..." ucap Udin telepati.


"Elemen itu menyedot Umur pengguna,Hem..1 tahun Atau 10 tahun ya? lupa Adek Masss..,Lalu apa lagi ya.....


" A... Ha...Elemen itu tidak bisa diaktifkan bersamaan dengan elemen lainnya,Kemudian ada durasi waktu,karena tidak bisa menggunakan secara terus menerus,Max 20 menit dalam sehari, Lalu tak bisa menembus Array yang terkuat sealam semesta itu,kalau Array tingkat rendah bisa dihancurkan tergantung tingkat kultivasinya ," ucap Rissa telepati.


"Hem... Kalau Array yang ku buat bisa gak dia menembusnya?" ucap Udin telepati.


"Gak kan bisa kang Mas..Kan Kang Mas sudah Mahir dalam bidang semua Array.Dan Kang Mas terkuat No 1 di seluruh alam semesta,Sebelum Itu Kang Mas harus aktifkan elemen Ruang dan Waktu setelah itu meneleportasi orang tersebut lalu di kurung sebelum ia mengaktifkan elemen Netralnya," ucap Rissa telepati.


"Masa seh Aku terkuat No 1 sealam semesta..Perasaan enggak deh dek.." ucap Udin telepati.


"Adek serius kang Mas...." ucap Rissa telepati.


"Mosookk... Kalau aku no 1 terkuat sealam semesta,seharusnya bisa membuat Lingling dan Meiling akur.. Lah ini gak bisa.Malah mereka berantem mulu jika ketemu.." ucap Udin telepati.


"Pakai hipnotis saja Kang Mas... Beres dah..." ucap Rissa telepati.


"Aiisshh... Hipnotis mah gak seru. Aku maunya yang alami saja." ucap Udin telepati.


"Agak susah kalau itu Kang Mas..Kecuali....." ucap Rissa telepati sengaja tak melanjutkan ucapannya.


"Kecuali apa Dek.." ucap Udin telepati.


"Kecuali Ibu tiri Li Shan ada di dekat mereka.." ucap Rissa telepati.


"Azzzz.... Itu mah cari perkara saja...


"Aku ke tempat Umam dulu ya Dek.." ucap Udin telepati.


"Iya Kang Mas..." ucap Rissa telepati.


Udin mematikan Rokoknya,kemudian menghabiskan kopi yang sisa separo gelas.


"Glek...Glek... Ahhh......


Udin membuat pakaian bayi dengan elemen penciptaannya kemudian memasukkan dalam cincin kemudian berteleportasi ketempat Umam.


---***---


Ruang Anggrek 1


Udin muncul didepan pintu. Lalu mendorong pintu tersebut.


"Permisi....Udin ganggu gak paman.?" ucap Udin.


"Iya... Enggak Bos..." ucap Umam sambil menoleh ke arah pintu.


Udin kemudian masuk lalu menghampiri Umam dan istri Umam lalu bersalaman tak lupa cium tangan,Umam sebenarnya tidak mau Udin mencium tangannya begitu pula Sri istri Umam. Karena untuk memghormati Udin maka mau tak mau mengiyakan saja.


"Wuuihhh... Gantengnya anak paman....


"Sudah dikasih nama apa belum paman?" ucap Udin.


"Jelas ganteng dong Bos... Siapa dulu yang buat.. Umam...( Umam menepuk dadanya ).. Sudah Bos... Namanya Imam Samudra...Aku pakai nama belakang anak Bos. Biar keren gitu.." ucap Umam.


" Iya seh.. Gantengan Anak Paman daripada Paman sendiri." ucap Udin.


"Iya..... EH...!!!??? Kok gitu seh Bos...." ucap Umam.


Sri yang mendengar celotehan Udin menahan tawanya dengan menutup mulutnya.


"Om Jin sudah tau kah elemen apa yang ada dalam tubuh Imam?" ucap Udin telepati.


"Enggak Bos...Aku bingung,itu Elemen apa?" ucap Umam telepati.


Udin mengeluarkan Pakaian Bayi serta perlengkapan bayi lainnya dari cincin Ruangnya.


"Ini Bi... Udin ada sedikit sesuatu untuk Imam.." ucap Udin.


"Gak usah repot - repot Bos..." ucap Sri.


" Hanya baju saja Bi..." ucap Udin.


Udin kemudian mengaktifkan Elemen Ruang waktunya untuk melihat Imam ketika dewasa.


"Hem.... Syukurlah dia berada di jalan yang benar..." ucap Udin dalam hati setelah melihat bayangan masa depan tersebut.


"Bibi... Paman Umam tak pinjam dulu ya .."ucap Udin.


"Iya Bos... Tapi jangan lama - lama ya..." ucap Sri.


"Sebentar saja kok Bi..."ucap Udin


Udin kemudian memegang tangan Umam lalu menggunakan jurus menghilang kemudian memasang array kedap Suara dan juga Array ilusi , tak lupa menghilangkan hawa. keberadaanya.


"Hilangkan aura keberadaan Om Jin " ucap Udin telepati.


"Siap Bos.." ucap Umam telepati.


"Itu Elemen Netral Om Jin... Om Jin tahu gak apa itu element Netral..?" ucap Udin.


"Hee...!!!??.Apa itu Elemen Netral Bos..?" ucap Umam.


"Elemen netral itu bila kita terkena elemen tersebut maka kekuatan kita menghilang,kita kembali seperti manusia biasa,kita hanya mengandalkan fisik dan senjata saat melawannya." ucap Udin.


"Serius Bos...!!!." ucap Umam tak percaya.


"Iya aku serius Om Jin...Rissa yang memberitahuku. Bila keseringan memakai maka umurnya berkurang dan akan seperti kakek - kakek" ucap Udin.


"Waduuuhh.... Gawat dong... Anakku gak punya Elemen Cahaya lagi" ucap Umam.


"Hem.... Aku bisa memberi dia elemen cahaya,tapi salah satu elemennya harus Udin hilangkan terlebih dahulu,agar tidak meledak Paman.Sebab tipe tubuh anak Om Jin ini tipe tubuh biasa saja,tak bisa menerima lebih dari 4 elemen " ucap Udin.


Umam nampak berpikir.


"Kalau Elemen Netral diganti dengan elemen cahaya sepertinya bagus,jadi anakku tidak akan cepat menua....Tapi kalau Netral tidak ada maka dia bisa mati bila menghadapi banyak musuh. Aiisshhhh.... Mumet sirahku... " ucap Umam dalam hati sambil berpikir.


"Kang Mas.... " ucap Rissa telepati.


"Iya Dek..." ucap Udin telepati.


"Suruh Umam memilih Elemen Netral saja yang di hilangkan.Lalu Kang Mas ambil Elemen tersebut tapi sebelumnya aktifkan Elemen Ruang dan Waktu untuk melihat,bagaimana efeknya,Jika berbahaya maka taruh saja di batu penampung kekuatan Elemen." ucap Rissa telepati.


"Oke sayang...." ucap Udin.


"Bos... Ambil saja Elemen Netralnya. Aku gak mau anakku seperti kakek - kakek jika dia sembarangan memakai elemen tersebut." ucap Umam.


"Baiklah... Om Jin kunci semua Auranya ya...


(Umam mengunci semua auranya sehingga Umam terlihat manusia biasa)... Om Jin akan menggantikan Posisi Imam ." ucap Udin.


"Maksudnya..." ucap Umam belum paham.


Rissa mengambil kalung yang dipakai Umam.


Kemudian Udin merubah Umam menjadi Bayi memakai kekuatannya,dengan sigap Udin menangkap Umam yang melayang di udara.


"Waasssuuu... Aku dijadikan Bayi sama Bos..." ucap Umam.


Nampak Umam sama persis seperti Imam.


"Om Jin jangan berbicara ya...Anggap saja Om Jin ini seorang Bayi... Kalau Om Jin bicara maka istri Om Jin bisa terkejut.." ucap Udin.


"Siap Bos..." ucap Umam.


Udin menghentikan Waktu di dalam Ruangan tersebut, Lalu Udin menukar tempat Umam. Umam berpindah di pangkuan istrinya,sedangkan Imam berada dalam dekapan Udin. Setelah itu Udin menormalkan waktu kembali.


"Ingat ya Om Jin... Jangan bicara,.." ucap Udin telepati.


"Iya Bos..." ucap Umam telepati.


Umam nampak menyedot air asi,


"Juuangkrek tenan Bosku ini,Raja dari segala Raja Jin di rubah menjadi Bayi. "ucap Umam dalam hati menggerutu.


Udin masuk dalam Dunia cincin.


---***---


Planet 2.


Para pasukan Udin Sudah selesai membasmi semua musuh tak sampai sehari di seluruh planet yang berpenghuni,sedangkan planet tak berpenghuni tidak ada Musuh. Jumlahnya hanya 6 planet berpenghuni 3 tidak berpenghuni.


Seluruh para tahanan dan para pejuang aliran putih dikumpulkan menjadi satu, kembaran Udin membuatkan rumah lengkap dengan perabotan,Pembangkit listrik tenaga air,Rumah sakit lengkap dengan peralatan dan obat - obatan,bibit pertanian beserta peralatan pertanian, Tanaman buah - buahan,Sayur - sayuran dan Bahan makanan lainnya. Kembaran Udin juga mentransfer ilmu Pertanian,kesehatan dan kedokteran agar mereka bisa menggunakan peralatan rumah sakit serta bisa mengolah pertanian mereka.


Salah satu kembaran Udin membuat Pasukan Robot dan peralatan tempur lainnya yang di taruh dalam ruang bawah tanah yang di dukung oleh satelit di beberapa planet,baik yang berpenghuni maupun tidak. Jadi jika ada ancaman maka otomatis para pasukan Robot itu akan membunuhnya yang di lengkapi komputer pintar,kembaran Udin menamakannya CLARA,hanya dirinya saja yang bisa menggunakan alat tersebut. Satelit itu di lindungi Array pelindung dan Ilusi. Tak hanya satelit. Kembaran Udin juga menempatkan Pesawat Induk yang berisikan Senjata lengkap untuk membantu pertahanan yang berada di dalam tanah.


"Beres dah.. Dengan begini jika mereka datang maka aku bisa langsung membunuhnya" ucap Kembaran Udin sambil melayang di luar angkasa setelah memasang Ratusan satelit yang ia taruh di beberapa planet.


"Clara...." ucap kembaran Udin.


"Iya Bos..." ucap Clara.


"Tolong lindungi mereka dari ancaman musuh ya... Kalau yang datang itu aliran putih,jangan di tembak." ucap kembaran Udin.


"Siap Bos...." ucap Clara.


****


Kembaran Udin di Planet 4.


"Maaf Bapak - bapak... Ibu - ibu... Kami harus kembali ketempat kami..." ucap Kembaran Udin didepan para Pejuang dan bekas Tahanan.


Salah satu pejuang di dekat kembaran Udin angkat tangan. Kembaran Udin menganggukan kepala saja.


"Tuan... Bisakah Tuan tinggal disini saja. Sebab Kami takut mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih banyak lagi" ucap Pejuang itu.


"Kalian tenang saja,Aku sudah menempatkan pertahanan di planet ini,dan aku peringatkam untuk semuanya,jangan berbuat jahat,jika itu kalian lakukan,maka otomatis kalian akan tewas terbunuh dengan alat yang aku pasang." ucap kembaran Udin.


"Wuiihh.. Canggih.. " ucap Kuwi mendengar ucapan kembaran Udin.


"Siap Tuan... " ucap Para pejuang dan para bekas tahanan.


Para prajurit TNU sebagian sudah masuk dalam pesawat dan berada di luar angkasa.Tidak sampai sehari para pasukan Udin membantai semua musuh,Sebab Kembaran Udin sudah meneleportasikan orang - orang yang tak bersalah ,dalam sekejap Para tahanan dan para pejuang berkumpul jadi satu. Lalu para Prajurit Udin dengan cepat membantai semua musuh.


"Teman - teman... Ayo kita pulang..." ucap kembaran Udin memakai alat komunikasi


"Siap Panglima Besar....." ucap Para anak buah Udin dan prajurit TNU


Salah satu Kembaran Udin menggunakan Elemen Ruang dan Waktu untuk melihat masa depan di Galaksi yang ia kunjungi.


"Diaaancok... Akeh tenan...


"Eh.... Itu..!!??? (Kembaran Udin melihat masa depan ada Pemuda menggunakan elemen Netral.)


"Ooo... Kalian punya anak buah yang memakai Elemen Netral... Aku akan mengambilnya dan akan membebaskan Adiknya." ucap kembaran Udin dalam hati.


Para kembaran Udin menelportasi Para prajurit dan anak buahnya kembali kerumah. Begitu juga dengan para istri Udin.


---***---


KEKAISARAN ALEX


Ruangan Jhon Shon


Nampak Jhon Shon sedang berbicara dengan para pengawalnya untuk membahas keberangkatan ke galaksi kekuasaannya menyelidiki penyebab kematian 16 milyar pasukannya.


Tok... Tok... Tok.. suara pintu diketuk.


"Masuk...." ucap Jhon Shon.


"Maaf Jendral... Hamba menggangu."ucap pelayan.


"Ya gak apa.. Ada apa Wei Fang.?" ucap Jhon Shon .


"Maaf Jendral... Seluruh pasukan kita di galaksi Hualing telah tewas semua.." ucap pelayan tersebut.


"APAAAAAAA...... !!!!????? " ucap Jhon Shon nyaring terkejut.


"Apakah kamu tahu siapa pelakunya ?" ucap pengawal Jhon Shon.


"Tidak Tuan...Sebab di batu Jiwanya telah retak dan mati. Bayangan terakhirnya kabur.." ucap Pelayan .


"Siaall..... Aku harus melaporkan ini pada Alex.." ucap Jhon Shon.


Jhon Shon kemudian melesat ke luar ruangan,ia pergi ke tempat Alex berada.


"Sepertinya kita akan perang besar neh.. Sebab yang Mulia Alex pasti Murka mengetahui wilayah kekuasaannya telah dihancurkan " ucap Pengawal A.

__ADS_1


"Benar sekali... Aku juga berpikir seperti itu. Sebab mustahil dalam waktu singkat seluruh pasukan kita di galaksi Hualing tewas semua di tambah pasukan 16 milyar.. " ucap pengawal B.


__ADS_2