Petualangan Udin

Petualangan Udin
PENERUS SANG PENGUASA NAGA.


__ADS_3

Sudah 14 bulan Udin berlatih. Kini Udin akan memasuki Kolam yang terakhir. Tak hanya segel elemen petir saja yang retak,elemen logam Ikutan retak.


"Din..Ini adalah kolam terakhir yaitu kolam petir surgawi. Nanti Guru akan membantumu menyerapnya" ucap Pheng.


Kolam itu memiliki warna ungu ke emasan.


"Siap Guru" ucap Udin. Lalu masuk Kedalam kolam tersebut.


Langit yang awalnya cerah kini nampak gelap disertai gemuruh petir.


Udin mulai merasakan tertusuk ribuan jarum. Meskipun tubuhnya terdapat darah murni naga tetap saja merasa kesakitan.


"AAAAAAAAAKKHHHH.......


Rissa turut membantu Udin menyerap kolam tersebut.


"AAAAAKKHHHH........


AAAAAAKHHH.....


"Tahan Din...."Teriak Pheng sambil membantu Udin menyerap energi petir dikolam terakhir.


AAAKKHHHH....


IBUUUUUU......


AAAAAKKHHHHH.....


Tiba - tiba muncul petir berbagai warna warni menyambar tubuh Udin....


Jedeeeeer......


Kraackk....... Kraacck Segel petir dan logam Udin terlepas.


Paijo dengan gerak cepat membawa Pheng menjauhi Udin,agar tidak terkena efek luapan energi yang akan dikeluarkan oleh Udin.


AAAAAAAKKKKKHHHHH........


AAAAKHHHHHH.....


Boomm.....Booommmm.......


Boomm.... Booommmm.....


Boommm....Booommm....


Boommm..... Boommm.....Luapan ledakan energi didalam tubuh Udin terdengar .


Udin naik tahap . kini Udin berada di ranah Emperor tingkat 1.


GROOAAARHHH.............Nampak bayangan Naga Udin membesar dan memanjang.


Tubuh Udin bercahaya di kelilingi Petir. Matanya bewarna putih semua lalu melesat keatas..


GRROOAAARRRRHHHHHHH.................. Auman Naga keluar...


Tubuh Udin mendadak berubah menjadi Naga bewarna Putih ke emasan...


"APAAAAAAAAAA" ucap Pheng syok..


Pheng pernah membaca buku kuno,disitu dijelaskan ciri - ciri Penguasa Naga.


Pheng berpikir bahwa Udin hanya bisa mengeluarkan bayangan naga saja,gak tahunya bisa berubah menjadi naga, dengan panjang 100Meter.


"Sepertinya aku telah menemukan calon penggantiku" ucap Paijo dalam hati. Paijo belum menyerahkan tahta kekuasaannya pada naga yang lainnya,sebab Bawahannya tak memiliki warna yang sama pada dirinya.


Naga itu berputar - putar diatas langit.


Tak lama setelah Itu Mulutnya bersinar mengumpulkan energi petir dan api,lalu melesatkan ke arah langit..


Wuuuzzhhh.....


Boooommm...............Energi tersebut meledak puluhan kilometer.


"Dek..Badanku kenapa bisa begini" ucap Udin dalam hati.


"Karena kang mas minum darahnya Paijo sangat banyak dan segel elemen petir dan logam kang mas sudah terbuka" ucap Rissa telepati.


"Terus gimana caranya aku berubah menjadi manusia lagi" ucap Udin dalam hati.


"Fokuskan fikiran kang mas ke bentuk tubuh kang mas semula" ucap Rissa telepati.


Udin pun mencobanya. Tak lama kemudian Udin kembali seperti semula.


"Cihuy.....Udin berhasil Pakde" ucap Udin melompat - lompat di Udara...

__ADS_1


Paijo menjatuhkan Rahangnya kebawah,Bagaimana bisa Udin dengan cepat bisa mengubah dirinya kembali ke wujud manusia tanpa bantuannya.


Tak lama kemudian Udin lalu turun.


"Terima kasih guru,akhirnya aku bisa memiliki energi petir" ucap Udin sambil membungkuk.


" HORMAT YANG MULIA NAGA AGUNG UDIN" ucap Mereka serempak sambil sujud.


"EH!!??? Udin terkejut.


"Guru..Pakde....Udin bukan naga agung." ucap Udin sambil garuk - garuk kepalanya meski tak gatal.


"Menurut buku yang guru baca,Yang mulia adalah keturunan asli dari Naga penguasa." ucap Pheng masih sujud.


"Bangunlah Guru...Pak de Jo.." ucap Udin yang gak enak Orang tua bersujud pada dirinya yang masih anak - anak.


.


---***----


Disebuah tempat yang Jauh dari gunung ditempat Udin berlatih. kira - kira 400Km .


Sekelompok orang sedang Rapat merencanakan sesuatu terkejut.


Grrrooaaaarrrrr....


"I...I...I..I.Itu suara apa??..Jangan - jangan itu suara Naga itu telah bangun dari tidur panjangnya.....


"Kita harus dapatkan Naga itu bagaimanapun caranya....


"Benar...Dengan darah naga,kekuatan kita tidak akan ada yang bisa menandingi,dan kita bisa menguasai seluruh Alam dijagat raya ini...


"Kita fokuskan dulu menggalang kekuatan untuk menyerang Sekte Awan langit...


"Iya...Sambil mengumpulkan pasukan kita juga akan mencari sosok naga itu...


.


.


.


---***---


.


"Suara apa itu Jendral Li" ucap Raja Jian.


Raja Jian mendengar suara Auman,tapi tidak seberapa nyaring.karena jarak yang sangat jauh.


"Maaf yang mulia,hamba tidak tahu.." ucap Jia Li.


"Apa kau mengetahuinya Jendral Shan?" ucap Raja Jian.


"Maaf yang mulia,hamba juga tidak mengetahuinya" ucap Shan yang kini diangkat menjadi Jendral Utama.


"Apakah itu Auman Jendral besar Paijo ya?" ucap Shan dalam hati. Shan mengira itu Aumannya Paijo sebab Ia ingat dulu pernah diberi darah naga,tapi katanya itu dikasih oleh Udin. Shan juga bisa menggunakan jurus itu tapi tidak bisa berubah menjadi naga.


.


.


---***---


.


Semua orang yang mendengar suara Auman yang mengelegar di langit tersebut ketakutan,bahkan didalam hutan yang penuh makhluk monster berbagai tingkatan bersembunyi karena ketakutan.


Kembali Udin saat ini.


Kini Udin sedang bersantai di teras rumah pheng bersama Paijo dan Pheng.


"Boss... 5 huruf,Buah yang memiliki mahkota itu buah apa?" ucap Paijo yang sibuk Mengisi TTS.


"Nanas Pakde..." ucap Udin.


" N.. A...N..A...S.. sipp..." ucap Paijo.


"Maaf Nak Udin..Setelah ini Nak Udin mau kemana?" ucap Pheng. Setelah kejadian Itu Pheng memanggil Udin dengan sebutan yang mulia,tapi Udin gak mau.


" Udin gak tahu guru,Udin hanya berpetualang saja."ucap Udin.


"Hem...Begitu..Ini ada batu Giok sekte Petir surgawi yang guru miliki."ucap Pheng sambil menyerahkan .


Udin menerimanya.

__ADS_1


"Kalau Udin Nanti ketemu musuh yang lebih kuat,pecahkan saja batu itu,Nanti guru langsung muncul ." ucap Pheng.


"Iya guru,terima kasih." ucap Udin.


"Guru pergi dulu," ucap Pheng lalu menghilang.


"Jangkreekkk maen hilang aja..,EH... Apa dia masih disekitar sini ya" ucap Udin dalam hati lalu menggunakan jurus menghilangnya.


Paijo yang melihat Udin ikutan menghilang terkejut.


"EH!!!?? Bos....Bos...Bos dimana?" ucap Paijo celingukan karena tak merasakan hawa keberadaan Udin.


Lalu Udin Muncul lagi 5 meter didepan Paijo.


"Wassuuu....Kirain digondol buto ijo kowe Boss" ucap Paijo terkejut.


"Udin lagi nyari guru Pheng tadi pakde,Udin pikir dia menghilang pakai jurus seperti Udin pakai ini,gak tahunya enggak." ucap Udin lalu berjalan ke arah Paijo.


"Itu tadi tubuh gurumu menyatu dengan tubuh aslinya,yang disini hanya pecahannya saja."ucap Paijo.


"Maksudnya?" ucap Udin belom paham.


"Gurumu bisa membuat tubuh lebih dari 1,lalu tubuh yang palsu tadi bisa kemana - mana,sedangkan aslinya berada sangat jauh sekali" ucap Paijo yang mengetahui teknik tersebut.


"Ooo... Begitu...Seperti kera sakti kah pak de?" ucap Udin yang teringat film kera sakti yang biasa ia tonton di TV.


"Iya betul itu bos,seperti kera sakti" ucap Paijo.


Meskipun Belum pernah lihat tapi ia melihat sekilas dari pengetahuan yang Udin berikan padanya.


Saat ini Usia Udin sudah genap 9 tahun.


"Aku coba ah..Bisa gak aku telepati ke Paijo" ucap Udin dalam hati.


"Pak de,Dewi bulan ada dibelakangmu" ucap Udin telepati.


Paijo langsung melihat kebelakang celingukan mencari dewi bulan.


"EH....Berhasil...Yessss..." ucap Udin dalam hati.


"Mana Bos...gak ada gitu" ucap Paijo.


"Udin tadi ngetes telepati Pakde" ucap Udin.


"Oalah... begitu ta. Ini kita disini saja atau lanjut lagi Bos?" ucap Paijo lalu menaruh buku TTSnya dalam cincin ruangnya.


"Bentar dulu pakde. Udin mau coba elemen logam Udin dulu" ucap Udin.


Lalu Udin memfokuskan kekeuatan elemennya ditangan kanan,ia membayangkan membuat pedang Tingkat emas.


10 menit kemudian.


"Udin berhasil pak de" ucap Udin melompat kegirangan.


"Hem...Ayoo pak de kita jalan lagi. Siapa tahu ada yang lebih seru" ucap Udin.


"Siap bos" ucap Paijo.


Udin kembali menutupi kekuatannya hanya berada di pembentukan Qi tingkat 5. Sedangkan Paijo berada di ranah pendekar Emas Tingkat 5.


----***----


.


.


Dirumah Jia Li.


.


"Lin Xin...Dimana putraku ?" ucap Lin Mei yang tak lain adalah Ibunya Udin.


"Maaf nyonya,Tuan Muda lagi berlatih di sungai bersama Paijo " ucap Lin Xin.


"Mudah - mudahn nyonya tidak menanyakan lagi" ucap Lin Xin dalam hati.


"Kalau putraku kembali,kasih tau suruh pulang," ucap Lin Mei lalu pergi.


"Baik nyonya" ucap Lin Xin.


"Dimanakah kamu tuan muda... Guru tidak bisa selamanya menutupi keberadaanmu terus menerus" ucap Lin Xin dalam hati sambil melihat Lin Mei keluar dari rumah Jia Li..


"Oweeekk....Oooweekkk...." Suara tangisan bayi.


"Eh!?? Anakku bangun" ucap Lin Xin lalu berlari kekamarnya.

__ADS_1


__ADS_2