
Ketika akan menuju ke planet tempat di mana pemuda itu berada,Udin menghentikannya.
"Kalau kesadaranku sampai masuk,pasti mereka akan mengetahuinya. Mending aku kesana saja dengan cara menghilang" ucap Udin dalam hati. Lalu menggunakan jurus menghilangnya tak lupa menghilangkan aura keberadaannya.
Kemudian Udin berteleportasi ke tempat di mana pemuda yang mempunyai elemen Netral itu berada.
----***----
Planet Xanders.
Udin muncul di luar angkasa. Kemudian ia mengaktifkan Mata Ilahi dan mata dewanya. Udin menelusuri semua tempat.
"Dapat..." ucap Udin menemukan apa yang di cari.
"EH....!!!??? Rissa terkejut saat melihat Alex masih hidup dengan Skilnya.
"Kang Mas... Ayo kita bunuh Alex..." ucap Rissa telepati.
"Jangan sekarang Dek... Sebab Ketika perang nanti, Aku akan bertemu dengan musuhku yang lainnya " ucap Udin telepati.
"Siapa musuh Kang Mas? " ucap Rissa telepati.
"Nanti aku ceritakan Dek,Sekarang aku akan memindahkan pemuda itu,sebab jika kita tak memindahkannya maka pasukan kita banyak yang tewas." ucap Udin telepati.
"Baiklah..." ucap Rissa telepati.
Udin melihat pemuda itu sedang berlatih yang di awasi oleh penjaga,Lalu Udin juga melihat adik dari pemuda tersebut.
"Hehehehe... Percuma mereka memasang Array pelindung dan array jebakan. Aku loh tetap bisa masuk tanpa menghancurkan array tersebut" ucap Udin dalam hati ketika melihat Kekaisaran Alex terpasang Array pelindung dan juga di ruang tahanan tepatnya di Ruang Adik dari pemuda tersebut.
Nampak Udin berpikir.
"Hem..... Aku bebaskan mereka semua,lalu tahanan yang lain aku bebaskan,terus ku pasang hologram seolah - olah mereka masih ada.Jadi mereka hanya tahu Adik dari pemuda itu saja yang hilang...hehehehe... Cerdik kan aku" ucap Udin dalam hati.
Rissa hanya mengamati Udin saja dari Dunia Cincin.
"Namaku Syaifudin,ak akan membebaskan Adikmu dan juga dirimu. "ucap Udin telepati kemudian meneleportasi Mereka ke sebuah Planet yang sangat jauh dari jangkauan kekuasaan Alex.
Setelah itu Udin mengambil gambar pada tahanan yang lain lalu Meneleportasikan Tahanan yang lain ke tempat yang berbeda,Udin memasang alat tersebut,Sehingga kelihatan para tahanan masih ada padahal kosong.
Udin melihat masa depan setelah ia meneleportasikan pemuda dan adiknya tersebut,kemudian menguncinya,agar Rissa tak dapat mengetahuinya. Lalu Udin kembali ke rumah dekat kebun herbal dengan berteleportasi.
---***----
Kekaisaran Alex.
Nampak seorang pemuda melatih jurusnya.
"Jurus pedang pemecah badai....Hiyaattt...
Boom.....Boomm.... Boomm... Boomm....
Batu yang terkena jurusnya itu hancur berkeping - keping dan ada yang menjadi debu. Nampak lubang 100 meter tercipta.
Dirinya hanya seorang diri tapi di awasi puluhan prajurit yang berada di ranah Kaisar dewa tingkat puncak. Tak lama kemudian ia mendapat telepati dari seseorang.
"Aku akan membebaskan Adikmu dan juga dirimu. "ucap Udin telepati.
"EH....!!!??? dirinya terkejut lalu tiba - tiba dirinya menghilang dari tempat itu.
Salah satu penjaga yang melihat Pemuda yang berlatih menghilang secara tiba - tiba
"Eh.....!!??? Kemana dia pergi? " ucap Penjaga A.
Penjaga B kemudian menoleh.
"Gawat...Aku tak bisa merasakan keberadaanya." ucap Penjaga B.
"Laporkan ke yang Mulia Alex,aku akan memeriksa Adiknya" ucap Penjaga C.
"Kamu saja yang kasih tahu... Aku gak berani" ucap penjaga B
"Sama Aku juga gak berani" ucap penjaga A.
"Kalian saja tidak berani apa lagi aku." ucap penjaga C.
"Hom pim pa saja kalau gitu." ucap penjaga D.
"Ayoo... " ucap mereka serempak.
Penjaga A menelepati ke teman - temannya kecuali penjaga C.
"Hom pim pa alaihum gaaaaambreng....," ucap Penjaga D.
Nampak telapak tangan penjaga C berbeda sendiri dari yang lainnya.
"Siaall.... " ucap Penjaga C.
"Hehehe.....Jangan lupa berdo'a ya Qin Fang." ucap penjaga A.
"Bajingaann... " ucap Qin Fang.
kemudian Qin Fang melesat ke tempat Alex berada untuk melaporkan kejadian tersebut.
"Untung kamu telepati ke kita... Jadi dia yang kalah.." ucap penjaga B.
"Jelas dong... Soalnya aku ada dendam sama dia.." ucap penjaga A.
"Ayoo kita periksa ke penjara." ucap penjaga D.
"Ayooo.... " ucap mereka.
---***---
Ruang singgasana
Nampak petinggi kekaisaran Alex sedang berdiskusi masalah prajurit yang tewas ,bahkan mereka tak bisa menghubunhi satupun di galaksi tersebut dan akan melakukan penyerbuan besar - besaran.
"Apakah Pasukan kamu sudah siap semuanya Xin Jin Peng?" ucap Alex.
"Sudah yang Mulia, Kami menyiapkan pasukan 350 Milyar. " ucap Xin Jin Peng.
"Bagus... Sebab aku merasa mereka berjumlah 600 milyar. Pasukan Kita yang siap berangkat 11 triliyun.. Maka kita dengan mudah mengalahkan mereka, di tambah Liu Sue Yan (pemuda yang memiliki elemen Netral)berada dalam kendaliku." ucap Alex dengan percaya diri.
-----***------
Qin Fang berjalan kearah Ruang singgasana dengan badan gemetar.
"Sial... Aku merasakan sesuatu akan menimpa diriku." ucap Qin Fang dalam hati.
"Lapor.... Enggak... Lapor... Enggak... Lapor... Enggak." gumam Qin Fang nampak bimbang.
"Mending gak usah lapor, kabur sajalah...." ucap Qin Fang dalam hati.
Kemudian Qin Fang berbalik arah.Ia berniat kabur dari kekaisaran Alex.
Ada seorang penjaga yang melihat gerak gerik Qin Fang mencurigakan.
"Qin Fang...." seru penjaga.
Qin Fang kemudian menoleh.
"Ya.... " ucap Qin Fang.
"Mengapa kamu gelisah seperti itu?" ucap Penjaga.
"Aku mau ambil minuman,tapi gak jadi.." ucap Qin Fang.
"Ooo... Begitu... " ucap Penjaga.
Kemudian Qin Fang melanjutkan jalannya.Begitu di tempat sepi ia memecahkan artefak untuk berpindah tempat secara acak.
-----***-----
Ruang Tahanan.
Mereka sudah sampai di depan gerbang penjara.
"Buka gerbangnya " ucap Penjaga A.
Kemudian penjaga gerbang membuka gerbang.
Ceklek... Krriiiieett...... Suara pintu besi terbuka.
Kemudian mereka masuk. Lalu berjalan ke arah Adik Liu Sue Yan yang tempatnya paling ujung.
Nampak di ruang tahanan banyak sekali orang - orang yang di tahan,mereka adalah para pejuang aliran Putih ada pula wanita muda untuk di jadikan tumbal.
Begitu mereka melihat dari kejauhan.
"HAAAAAA......!!!!???? Mereka terkejut saat melihat ruang tahanan itu kosong.
"Buajingaaann..... Mereka kabur." ucap Penjaga A.
"Celaka.... Kita harus gimana neh... Aku gak mau kenapa - kenapa." ucap penjaga D.
" Siapa yang membebaskan mereka? padahal penjara ini di pasang Array" ucap Penjaga B.
"Mana aku tahu... Kita saja gak bisa masuk. Hanya petugas yang memberi makan saja yang bisa masuk" ucap Penjaga A.
"Gawaattt... Alex pasti marah besar jika tahu.." ucap Penjaga D.
"Kita kabur saja gimana?" ucap penjaga B.
"Hem..... Bagus juga idemu.. Ayoo kalau gitu" ucap penjaga A.
Mereka pun berjalan keluar dari penjara.
Begitu mereka keluar dari penjara,mereka berpaspasan dengan Xian Kwan Liu.
"Kalian sedang apa disini?" ucap Xian Kwan Liu penuh selidik.
"Nganu... Kami di suruh mengecek tahanan di blok A Jendral..." ucap Penjaga A.
"Ooo... Begitu. Mengapa mengeceknya banyak orang?" ucap Xian Kwan Liu.
"Aku minta di temanin saja Jendral..." ucap Penjaga A. Nampak dirinya berkeringat dingin karena takut dan gugup.
" Oh iya... Bukankah kalian di tugaskan untuk mengawasi Liu Sue Yan?" ucap Xian Kwan Liu melihat gerak gerik penjaga itu mencurigakan.
"Saya di beri perintah oleh Jendral Jhon Shon Jendral..." ucap Penjaga A.
"Hem........ (Xian Kwan Liu menatap para penjaga tersebut).
"Baiklah... Kembali ke tempat semula,jika Liu Sue Yan kabur. Maka nyawa kalian akan hilang." ucap Xian Kwan Liu.
"Siap Jendral.." ucap mereka serempak kemudian berjalan ke arah semula sambil melihat keadaan.
Begitu ditempat agak sepi kemudian mereka melesat kabur. Meskipun Kekaisaran Alex dipasang Array,mereka bisa kabur karena membawa token.
"Aneh.... Mengapa aku merasa curiga ya..." ucap Xian Kwan Liu.
Kemudian Xian Kwan Liu berjalan ke arah penjara.
Penjaga penjara membukakan pintu sebelum Xian Kwan Liu memerintahkannya.
Nampak Xian Kwan Liu melihat seluruh tahanan.
"Gak ada yang aneh.." ucap Xian Kwan Liu dalam hati sambil berjalan melihat para tahanan masih ada. Tapi dirinya tak menyadari bahwa itu hanya hologram saja
Begitu sampai di ruang penjara paling ujung alangkah terkejut dirinya.
"APAAAAAAA.......!!!!????
" BAAANGSAAAATTT... MEREKA MENIPUKU.. TERNYATA MEREKA SUDAH TAHU TAPI TIDAK MELAPORKAN PADAKU." ucap Xian Kwan Liu emosi.Lalu melesat ke arah Liu Sue Yan berada.
Begitu sampai disana.
"Dimana Liu Sue Yan.?" ucap Xian Kwan Liu. Sebab dirinya tak melihat keberadaan Liu Sue Yan.
"Maaf Jendral... Liu Sue Yan tiba - tiba menghilang, Qin Fang menuju ke tempat yang mulia Alex untuk melaporkan hal ini,sedangkan Zordon bersama ke 4 tempatnya memeriksa adik Liu Sue Yan." ucap Penjaga H.
"KALIAN DI SINI NGAPAIN SAJA HAAH....."ucap Xian Kwan Liu emosi.
"Maaf Jendral ka..." ucap penjaga H belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah menjadi kabut darah. Sebab Xian Kwan Liu melesatkan bola api ke arah Penjaga H.
Xian Kwan Liu kemudian melesat ke arah Alex berada.
-----****----
Ruang singgasana.
Nampak Alex sedang mengobrol bersama bawahannya.
"Siapkan semua pasukan ." ucap Alex.
Tiba - tiba Xian Kwan Liu datang.
"Maaf yang mulia Alex. Apakah tadi Qin Fang datang kemari?" ucap Xian Kwan Liu.
"Tidak ada Jendral... Ada apa emangnya?" ucap Alex heran.
" Sial... Dia gak datang untuk melapor." ucap Xian Kwan Liu dalam hati.
"Liu Sue Yan dan adiknya tidak ada yang mulia. Seharusnya Qin Fang datang kemari untuk melaporkan kejadian ini." ucap Xian Kwan Liu.
"APAAAA......!!!!??? ucap Alex terkejut.
Untungnya Xian Kwan Liu yang melapor,jika orang lain maka bisa dipastikan orang tersebut akan menjadi kabut darah.
" Kapan itu kejadiannya Jendral..." ucap Alex menahan emosinya.
"Aku baru tahu,sebab saat aku berjalan dari Pangkalan Kapal Armada kita,' di dekat penjara aku melihat Zordon bersama tiga orang yang biasa betugas mengawasi Liu Sue Yan keluar dari penjara,ketika aku tanya, mereka di tugaskan oleh Jendral Jhon Shon untuk mengecek tahanan,kemudian aku masuk dalam penjara karena merasa curiga. Begitu sampai kedalam aku melihat di ruang tahanan. adiknya Liu Sue Yan menghilang" ucap Xian Kwan Liu.
"Aku gak ada ada memerintahkan siapapun pada penjaga Liu Sue Yan untuk melihat ke penjara. " ucap Jhon Shon.
"Berarti mereka berbohong..." ucap Xian Kwan Liu.
"BUAJINGAAANNNN....." ucap Alex.
Booommmm....... Meja makan hancur ketika di pukul oleh Alex.
"Kumpulkan semua pasukan Kita ,Kita berangkat sekarang" ucap Alex.
"Siap yang Mulia..." ucap Mereka serempak.
Kemudian Alex melesat keluar Istana.
Begitu sampai di luar istana,Alex mengedarkan kesadarannya untuk mencari keberadaan Zordon bersama teman - temannya.
Tak lama kemudian Alex mengetahui posisi mereka,lalu berteleportasi ke tempat mereka.
----***---
Nampak 4 orang Bersembunyi di dalam Goa yang tempatnya sangat jauh dari kekaisaran Alex.
"Apakah kita aman bersembunyi di sini?" ucap Penjaga D yang kabur tersebut.
"Pasti aman Wang... Karena ini sudah sangat jauh." ucap Zordon.
"perasaanku kok gak enak ya..." ucap Wang.
Tiba - tiba Alex muncul di depan mereka.
"KALIAN MAU KABUR KEMANA HAAAHHH...." ucap Alex emosi melihat bawahannya kabur dari tanggung jawab.
"Ka...Kami ti..." ucap Zordon tak bisa melanjutkan ucapan karena tubuhnya sudah menjadi kabut darah akibat terkena aura Alex.
Boomm...... Boomm.... Boommm....Boomm....
Ke empat penjaga itu meledak menjadi kabut darah.
Alex kemudian mengedarkan kesadaraannya untuk memcari Qin Fang.
"Sial.... Dia kabur menggunakan artefak..." ucap Alex. Kemudian Alex mengedarkan kesadaraanya mencari Liu Sue Yan beserta adiknya.
"BUAJINGAAANNNN........." Teriak Alex karena tak berhasil menemukan Liu Sue Yan berada dan juga adiknya.
Bomm..... Boomm.... Bommm... Boomm....
Nampak Goa itu bergetar,batu - batu hancur terkena Aura Alex. Lalu Alex berteleportasi ke istananya sambil menarik kembali Auranya.
Nampak Goa yang di kunjungi Zordon tadi runtuh.
Booommmm....... Suara Goa runtuh.
----***----
Bumi.
Nampak Udin duduk diteras sambil minum kopi,di jari tangannya ada sebatang rokok yang menyala.
Glek.... Glek... Aahhh.....
Udin membagi dua pikirannya,yang satu Rissa bisa membaca,dan yang satunya tidak bisa terbaca.
"Mending mancing sajalah... Lama gak mancing.." ucap Udin dalam hati.
Kemudian Udin melesat ke arah Laut.
Sampai Di laut,Udin membuat perahu dari elemen penciptaannya. Setelah Jadi Udin turun.
Nampak Ombaknya bersahabat,tak ada gelombang besar.
Udin membuat peralatan Mancingnya,tak lupa mengeluarkan Cemilan ,kopi dan Rokok.
Perahu yang dibuat Udin ukurannya 25 Meter dengan lebar 4 meter. Bentuknya seperti kapal pesiar.Lengkap dengan isinya.
Rissa muncul di samping Udin.
"Kang Mas... Buatkan Adek pancing juga dong,Adek pengen merasakannya.." ucap Rissa.
"Baiklah....." ucap Udin.
Udin membuat alat pancing lagi,setelah jadi Udin memberikan pada Rissa.
"Ini Dek... Tapi ini gak pakai umpan hidup loh.. Kita mancing Casting..." ucap Udin.
Udin memperagakannya. Ia melemparkan Umpan mainannya .Kemudian Udin menggulung Rellnya.
"Putarnya jangan cepat - cepat dek,santai saja,sambil disentak sedikit.." ucap Udin.
Rissa kemudian melempar pancingnya ke arah yang berbeda Kemudian menggulung Reelnya.
Umpan Udin tidak disambar ikan. Begitu Udin hendak melempar pancingnya..
"Kang Mas.... Adek dapat neh... " ucap Rissa mencoba menggulung senarnya.
Krrriittttt...... Suara Reel ketika ikan itu melawan.
"jangan cepat - cepat Dek gulungnya nanti lepas ikannya.... " ucap Udin.
Nampak Rissa berusaha menarik ikan tersebut.
"Busseet... Ikan Trakulunya gede banget..." ucap Udin dalam hati melihat Ikan yang di tarik oleh Rissa menggunakan mata dewanya.
Tak lama kemudian Rissa berhasil menarik ke atas ikan tersebut.
"Yeeee..... Aku bisa dapat ikan besar..." ucap Rissa kesenangan.
"Kita lomba yuk Kang Mas..." ucap Rissa.
"Hem.... Ayooo..... " ucap Udin,tapi dirinya tak bersemangat.
Karena Udin masih kepikiran masalah perang besar yang akan terjadi,sebab dalam perang itu Udin melihat Ratusan galaksi hancur. Udin gak ingin itu terjadi,dan Posisi medan pertempuran itu berada tak jauh dari galaksi Bima Sakti,di mana Rudi dan bella berada. kira - kira berjarak 15 Galaksi dari medan pertempuran.
"Aneh... Kenapa Suamiku seperti ini, biasanya tidak kaya gini" ucap Rissa dalam hati,lalu mencoba membaca pikiran Udin. Dirinya tak menemukan apa - apa.
"Aku gak apa - apa sayang.....
"Ini aku jenuh saja,lama gak mancing..." ucap Udin berbohong.
"Oooo Begitu... Kalau ada apa - apa kasih tahu ya kang Mas...ucap Rissa.
" Iya sayang...." ucap Udin.
__ADS_1
Rissa kemudian menjauh dari Udin agar Udin bisa merokok. Rissa menuju belakanng kapal,sedangkan Udin berada di Ujung kapal.
"Nah.. Bisa merokok deh aku..." ucap Udin dalam hati.
Udin menyalakan Rokoknya,kemudian melempar umpannya.
Wuuusshhhhh...... Umpan Udin melesat.
Kemudian Udin menarik pelan.
Udin Nampak bimbang,antara memberi tahu apa tidak kepada Rissa.
Rissa melihat Udin diam saja,tak menarik Reel pancingnya.
"Kang Mas.... Ceritalah..." ucap Rissa telepati.
"Cerita apa dek.." ucap Udin telepati
"Adek tahu kang Mas menyembunyikan sesuatu " ucap Rissa telepati.
Nampak Udin berpikir.
" Lebih baik aku ceritakan sajalah..." ucap Udin dalam hati.
"Aku melihat akan ada banyak musuh yang datang,jumlah mereka sangat banyak. Karena aku sudah mengubah masa depan." ucap Udin telepati.
" Ya kita hadapi bersama - sama kang Mas..." ucap Rissa telepati.
Udin melempar lagi Umpan mainannya kemudian menggulung Reelnya.
"Nah tuh dia... Akibat perang itu... Banyak galaksi hancur " ucap Udin telepati.
"Itu sudah jadi hal yang wajar Kang Mas karena perang besar..." ucap Rissa telepati.
"Bumi ikut MUSNAH...." ucap Udin telepati.
"APAAAAAAAA ......!!!!?????" ucap Rissa terkejut.
"Se...Se...Serius Kang Mas...." ucap Rissa telepati.
"Straaik..... " ucap Udin ketika Umpannya di sambar ikan.
"Iya Dek... Aku Serius... Makanya itu aku bingung memikirkan hal tersebut,Aku ingin Adek menjaga Rudi dan Bella..." ucap Udin telepati sambil menggulung Reelnya.
"Tapi adek pengen di samping Kang Mas..." ucap Rissa telepati.
"Jika Adek Ikut maka kita akan menghilang,Aku gak mau Adek menghilang. Aku minta dengan sangat jangan ikut,jagalah Rudi dan Bella" ucap Udin telepati.
"Kan Bisa di pasang Array pelindung kang Mas..." ucap Rissa telepati.
"Adek bisa menghancurkan Array yang aku buat?" ucap Udin telepati mengangkat ikan yang di dapat. Nampak Ikan GT dengan berat 5 KG berhasil di dapat Udin.
"Gak Bisa kalau Array khusus seperti Umam waktu itu..,kalau tingkat rendah Adek bisa.." ucap Rissa. telepati.
"Nah tuh dia Dek... Jadi Adek gak usah ikut,Nanti aku akan memberikan air pelangi kepada yang lain, agar mereka mempunyai kekuatan yang kuat." ucap Udin telepati.
"Baiklah... Tapi beri Adek Air pelangi 5 liter saja buat jaga - jaga Kang Mas " ucap Rissa telepati.
" Oke sayang" ucap Udin telepati melemparkan Umpannya lagi.
Rissa mengambil 5 liter air pelangi dari cincin ruang Udin memakai kekuatannya,Lalu menyimpannya di cincin ruangnya sendiri.
"Lalu kenapa Kang Mas gak membunuh Alex waktu Kang Mas memindahkan mereka?" ucap Rissa telepati.
"Karena Ling Bao dan Shu Peng serta bubuhannya ada dalam perang itu, Jadi sekalian aku musnahkan mereka,sehingga Alam Dewa aman dari cengkraman Ling Bao." ucap Udin.
Glek... Glek... Glek... Udin meminum Kopinya. Lalu membakar Rokok lagi.
Wuuusshh.... Asap keluar dari mulut Udin.
"Mayan agak berkurang.Setelah aku cerita meskipun tak semuanya..." ucap Udin dalam hati.
Rissa tak dapat mendengar ucapan hati Udin,karena Udin menyegelnya dengan Array Khusus.
"Ono banyu Ono iwak..." ucap Udin ketika hendak melempar umpannya.
Wuussssshh..... Umpan mainan melesat,dengan jarak 50 meter.
Udin menarik Umpan mainan itu perlahan sambil di sentak sedikit.
Umpan Udin disambar ikan Barakuda dengan panjang 3 meter
"Juancooookok.... Ikan batang kayu lagi..." ucap Udin kesal.
Krriiiiiitttt....... Suara Reel Udin berbunyi nyaring.
Udin berusaha menarik Jorannya serta menggulung senarnya.
Alat pancing Udin terbuat dari bahan terkuat.Sehingga pancingannya aman ketika di tarik ikan besar.
"Setaan Alasss... Kenapa ikan Barakuda seh yang makan.. " ucap Udin berusaha menarik ikan tersebut.
Tiba - tiba muncul ide,"A ha... Ku tembak pakai jarum bius saja" ucap Udin.
Udin kemudian melesatkan Jarum bius ke arah Ikan Barakuda.
Wuusshhh......Jleb...... Ikan Barakuda tekena jarum bius. Tak lama kemudian Ikan itu pingsan.
"Sokorin... Gitu seh makan umpanku" ucap Udin.
Udin kemudian menarik pancingannya lebih mudah karena ikannya sudah pingsan.
Tak lama kemudian Udin mengambil Ikan tersebut memakai kekuatannya untuk melepaskan Umpan Minnow yang nyangkut di mulut ikan tersebut. Setelah lepas, Udin menyadarkan ikan tersebut.
Glodak.... Glodak... Glodak..... Ikan Barakuda bergerak - gerak menggeleparkan saat sadar.
"Manusia Sialan....." ucap Ikan Barakuda.
"Maaf ya ikan..." ucap Udin.
"Maaf.. Maaf... Sakit tahu mulutku.." ucap ikan Barakuda.
"Sini tak sembuhin mulutmu.." ucap Udin kemudian melesatkan cahaya putih ke mulut ikan tersebut.
"Eh....!!!??? Ikan Barakuda terkejut saat mendengar manusia itu bisa bahasa ikan.
"Terima kasih..." ucap Ikan Barakuda.
"Sama - sama" ucap Udin.
Byurrr........ Ikan Barakuda kembali ke laut.
Udin menyudahi acara mancingnya,kemudian membawa ikan hasil pancingnya tadi ke dalam kapal.
Rissa datang dengan membawa Ikan hasil pancingannya.
"Lah dalah... Banyak banget dek...." ucap Udin ketika melihat hasil pancingan Rissa,Sebab Ada 5 Ekor ikan GT dan 10 Ekor ikan Kakap merah.
"Iya donk... Ternyata asik juga ya mancing itu.." ucap Rissa.
"Iya asik jika dapat ikan, Kalau gak dapat ya boncos Dek..." ucap Udin.
"Adek mancing lagi ya kang Mas.." ucap Rissa yang mulai ketagihan mancing.
"Terus siapa yang habisin ikannya Dek..?" ucap Udin.
"Tenang saja kang Mas... Entar adek rilis kalau dapat.." ucap Rissa.
"Yo weslah... Sak karepmu..." ucap Udin lalu ia berjalan ke arah dapur.
Udin kemudian membersihkan Ikan tersebut,setelah Bersih Udin mengeluarkan bahan - bahan untuk membakar ikan. Nampak Udin memotong jeruk nipis kemudian menaburi ke ikan,lalu bumbu lainnya. Setelah siap,Udin menyalakan panggangan Ikan, kemudian meletakkan Ikan itu di atas bara api.
" Krilin..." ucap Udin telepati.
"Siap Bos..." ucap Krilin telepati.
"Kumpulkan , Ayah,Ibu,Meng Tian, Paijo, Umam, Ponijan,Djarwo, Abimanyu, Kuwi,Lingling, dan para istriku di Ruang rapat nanti malam. " ucap Udin relepati.
"Siap Bos laksanakan, Juminten dan Andin dipanggil juga gak Bos..?" ucap Krilin.
"Mereka pasti datang,kan Suaminya aku undang.." ucap Udin telepati.
"Oh iya ya... Kenapa aku gak kepikiran ya.." ucap Krilin telepati.
Udin memutus telepatinya.
Nampak Ikan yang di bakar Udin telah matang.
"Hem... Harum Kang Mas..." ucap Rissa.
"Siapa dulu yang jadi Kokinya.." ucap Udin.
"Kokinya si Ganteng,makanya enak banget baunya.." ucap Rissa.
Udin meletakkan Ikan tersebut di piring kemudian menaruh di meja makan.
Rissa hendak mencomot daging ikan.
"Berdo'a dulu atuh sayang..." ucap Udin..
"Oh iya...Lupa.." ucap Rissa,
Rissa kemudian berdo'a, kemudian mencomot daging ikan bakar tersebut.
Sedangkan Udin melihat Rissa hanya geleng - geleng kepala saja,sebab Rissa membaca Do'a terburu - buru.
Udin hanya makan 1/4 saja,sisanya Rissa yang menghabiskan daging ikan bakar tersebut.
Nampak daging ikan menempel di samping bibir Rissa,kemudian Udin mengambilnya.
Tiba - tiba Lingling datang dengan mengendarai Drag Rey.
"Wahhh... Kakak Curang gak mau bagi - bagi..." ucap Lingling.
"Maaf, Adik datangnya telat.."ucap Udin.
Lingling lompat dari kepala Drag Rey.
Tap.... Kaki Lingling mendarat di kapal Udin.
"Hem... Tangkap dulu ikan Dik.. Nanti kakak masakin." ucap Udin.
"Siap Kak..." ucap Lingling.
Kemudian Lingling keluar dari kapal lalu lompat ke laut.
Byurrr....... Nampak Lingling masuk ke air bersama Drag Rey kemudian menyelam.
"Asem... Mau enak - enak malah ada gangguan" gumam Udin.
Rissa menutup mulutnya untuk menahan tawanya.
"Adek gak takut gendut kah jika makan banyak gitu?" ucap Udin.
"Enggak... Kan bisa Adek hilangkan lemaknya memakai kekuatan Adek.." ucap Rissa.
Rissa sudah selesai makan,Lalu Udin membuang semua perlatan makan di dalam lubang hitam karena dirinya malas membersihkannya.
Rissa berjalan ke arah ruang kemudi,sedangkan Udin masih duduk didapur.
"Nah... Gini kan aku bisa merokok lagi.. Kecut eeh... Habis makan gak ngudud." ucap Udin.
Udin membakar mengeluarkan Rokoknya,kemudian menyalakan rokok tersebut memakai api yang keluar dari jari telunjuknya.
Wuuusshhhh.... Asap keluar dari mulut Udin.
"Nikmat mana lagi yang kau dustakan...." ucap Udin menikmati hidupnya.
Tak lama kemudian Perahu Udin Nampak bergoyang,Udin melihat dengan Skill untuk mengecek.Karena Udin merasakan Lingling dan Drag Rey ada di luar kapal.
"Diampuuut..... Ini Mah buat di jual di pasar..." ucap Udin ketika melihat Banyak ikan yang di tangkap oleh Lingling dan Drag Rey.
Drag Rey juga membawa ikan yang ditaruh dalam jaring dengan cara di gigit.
Udin keluar dari kapal menghampiri Lingling
"Ini mau di jual atau Adik makan sendiri?" ucap Udin.
"Di makanlah Kak... Masakin ya... Ya...
"Kakak baik deh..." ucap Lingling merayu Udin.
"Asem....." ucap Udin dalam hati.
"Ayo kita ke daratan... Kalau segini banyaknya gak muatlah kapalku Dik..." ucap Udin.
"Oke Kak..." ucap Lingling.
"Dek... Ayo kita kedaratan..." ucap Udin telapati.
"Adek gak bisa nyetir kapal Kang Mas..." ucap Rissa telepati.
"Dik... pergilah duluan ke dermaga " ucap Udin.
"Siap Kak.... " ucap Lingling.
Lingling kemudian mengambil jaring yang berisi ikan,rata - rata ikan GT, Kakap merah.Lalu Lingling melompat ke punggung Drag Rey.
Posisi Drag Rey setengah badanya berada di air,kemudian badan Drag Rey naik ke atas dibantu oleh Lingling menggunakan Kekuatannya.
Nampak Di kaki Drag Rey mencengkram Jaring berisi ikan. Lalu melesat terbang.
"Diampuuutt... Kirain cuman itu saja,gak tahunya di kaki Drag Rey juga bawa ikan. Asem tenan og..." ucap Udin.
Udin masuk kedalam kapal lalu menyalakan mesinnya, Begitu mesin menyala,Udin menjalankan kapalnya.
"Kecepatan segini ya kalah aku sama Lingling....
"A ha.... Tambah pendorong Roket saja kalau begitu." ucap Udin.
Udin menambahkan Roket pendorong di belakang kapalnya.
"Dek..... Pegangang ya..." ucap Udin.
"Iya Kang Mas....." ucap Rissa.
Udin kemudian menyalakan Roket tersebut.
Wuuuuuuzzzzzz...... Kapal Udin berjalan sangat cepat.
" Jika dulu aku bisa buat perahu,gak bakalan aku nyewa perahu...
"Mayan ee.. 250 ribu Sekali trip" ucap Udin dalam hati.
Nampak kapal Udin sedikit lagi bisa mengejar Drag Rey.
Drag Rey terbang dengan kecepatan biasa saja.
Tak lama kemudian Kapal Udin bisa menyalip Drag Rey.
"Hehehehhe.... Akhirnya bisa ku salip juga." ucap Udin.
Ketika akan sampai di dermaga Udin mematikan Roket pendorongnya.
Lingling dan Drag Rey sudah sampai di dermaga. Kemudian di susul oleh Udin.
"Haaaaa....!!!!???? Orang - orang yang melihat Naga membawa ikan dalam jumlah sangat banyak terkejut.
Udin kemudian mengikat kapalnya.
"Eh....!!!?? Ada yang Mulia Raja di sini" ucap Salah satu nelayan ketika melihat Udin turun dari kapal bersama Rissa.
Udin berjalan ke salah satu nelayan,
"Paman.....Itu perahu untukmu,kuncinya ada di dalam" ucap Udin.
"Terima kasih yang mulia..." ucap Nelayan itu.
" Sama - sama Paman. " ucap Udin.
"Dik... Kasihkan sebagian Ikanmu pada mereka yang berada di kaki Drag Rey" ucap Udin telepati Sebab Drag Rey masih terbang.
"Siap Kak.... " ucap Lingling telepati.
Drag Rey kemudian terbang merendah untuk meletakkan ikan yang ada di kakinya.
Nampak ikan kurang lebih 10 Ton diletakkan oleh Drag Rey.
"Bapak - bapak... Ibu - ibu.... Silahkan kalian ambil ikan tersebut,jangan berebutan..." ucap Udin.
"TERIMA KASIH YANG MULIA... " ucap mereka serempak.
Udin,Rissa,Lingling,dan Drag Rey masuk dalam Dunia Cincin.
---***----
Dunia Cincin.
Mereka muncul agak jauh dari istana.
Rissa mensetting waktu dunia Cincin agar tak sama.
"EH......!!!??? Drag Rey terkejut,karena muncul di tempat asing. Ia merasakan banyak Energi MANA di dunia Cincin.
Drag Rey menaruh ikan yang di bawa dengan di gigit itu di tanah.
"Ini di mana Bos..." ucap Drag Rey.
"Di Alas purwo..." ucap Udin asal.
Kemudian Udin membagi dirinya menjadi 50 . Lalu kembarannya mengambil ikan yang di bawa Lingling dan drag Rey,Lalu membersihkan ikan tersebut.
"Dek... Mereka Sibuk apa enggak?" ucap Udin.
"Enggak Kang Mas... Apa Kang mas mau manggil mereka?" ucap Rissa.
"Iya... Bawa Li Hua,Li Wei, Liu Chang, Liu Xing, Meiling,Ranny , dan Li Shan kesini dek.." ucap Udin.
"Baik Kang Mas..." ucap Rissa.
Kembaran Rissa yang ada di luar dunia Cincin kemudian meneleportasikan para istri Udin lainnya dan Li Shan
Sementara Udin membuat Tenda yang Besar dengan Elemen penciptaannya.
Drag Rey berjalan agak menjauh,Kemudian ia tidur untuk menyerap energi MANA.
Para Istri Udin muncul di samping Rissa.
" Jangan berantem ya Dek dengan Lingling" ucap Udin Telepati.
" Iya Kang Mas..." ucap Han Meiling Xing telepati.
" Ada yang ulang tahun kah Kang Mas...Kok bakar ikannya banyak betul.." ucap Li Wei pada kembaran Udin.
" Ho oh... Lingling Ulang tahun..." ucap kembaran Udin.
"Waah... Adikku ternyata Ulang tahun ta...Selamat ulang tahun ya Dik..." ucap Li Shan yang didekat Lingling.
"Lingling gak ulang tahun Kak Shan....
"Lingling tuh melihat Kak Udin di kapal,lalu Lingling samperin,pas sampai di sana rupanya Kak Udin dan Kak Rissa selesai makan ikan Bakar,Lingling jadi pengen...." ucap Lingling.
"Oooo.... Begitu Rupanya..." ucap Li Shan.
Li Hua mendekati Udin yang asli yang duduk di sofa panjang.
"Kang Mas..." ucap Li Hua.
"Ya Sayang.. Ono opo?" ucap Udin.
Li Hua kemudian duduk di samping Udin.
"Nanti malam mau bahas masalah apa? Soalnya Krilin tadi memberi tahuku." ucap Li Hua.
"Masalah perang besar... Adek mau ikut apa tinggal di sini?" ucap Udin.
__ADS_1
"Aku ikut Kang Mas... Adek gak mau terpisah lama sekali dengan kang Mas.." ucap Li Hua.
Nampak Asap mengepul dari ikan yang di bakar oleh kembaran Udin.
Rissa melindungi Ranny memakai Elemen Angin agar Bayu tak terkena Asap.
"Baiklah... Usahakan jangan menghancurkan Planet berpenghuni ya dek ...." ucap Udin.
"Iya Kang Mas... Tapi aku gak janji,masalahnya kan perang besar." ucap Li Hua.
"Oh iya.... Pil Dek Hua apakah masih ada?" ucap Udin.
"Ada kang Mas... Ne masih sekitar 1000 pil.
"Hem... Kurang itu...Bentar..." ucap Udin.
Udin kemudian membuat Pil dengan elemen penciptaanya kemudian memasukkan ke dalam Cincin Li Hua beserta yang lainnya.
Ranny berjalan ke arah Udin kemudian duduk di samping Udin.
"Kang Mas..." ucap Ranny.
"Lebih Baik Adek jangan Ikut,kasihan si Bayu Dek." ucap Udin.
Nampak Ranny memgeluarkan air matanya.
"Aku gak mau berpisah lagi dengan Kang Mas,izinkan aku ikut perang ya Kang Mas..." ucap Ranny.
"Kalau Dek Ranny ikut,teruss siapa yang menjaga Bayu?" ucap Udin.
"Aku titipkan pada Dewi bulan Kang Mas.." ucap Ranny.
"Dek.... Dewi Bulan akan kerepotan bila menjaga 2 bayi." ucap Udin.
"Tinggal di dunia Jiwa saja Kang Mas... Jadi bisa lebih tumbuh cepat..." ucap Rissa telepati.
"Iya juga ya... Pasti Bayu akan tumbuh lebih cepat." ucap Udin telepati.
Nampak Ranny murung dan sedih.
"Hem.... Dek Ranny masuk kedunia Jiwaku saja,disana Dek Ranny ditemani kembaranku,jadi Bayu akan lebih cepat tumbuh dewasanya,dan bisa ikut perang."ucap Udin.
"Makasih Kang Mas..." ucap Ranny wajahnya nampak senang.
Kembaran Udin sudah selesai menyiapkan ikan bakarnya,lengkap dengan nasi,sambal,minuman di atas meja.
Kembaran Udin membuang Limbah ikan di dalam lobang hitam. Kemudian Udin menarik kembali kembarannya.
"Panggilkan yang lainnya Dek..."ucap Udin telepati.
"Baik Kang Mas..." ucap Rissa telapati.
Tiba - tiba muncul Paijo,Dewi Bulan,Ariel,Umam,Sri,Imam,Djarwo,Juminten, Kuwi, Mingxia, David, Abimanyu, Ponijan dan Andin.
Nampak di leher Juminten ada tanda merah.
"Oooo.... Acara makan - makan ta.. Kirain ada apa "ucap Djarwo.
Sebab Djarwo tadi selesai bercinta dengan Juminten,belom memakai pakaian,lalu di telepati oleh kembaran Rissa untuk segera berpakaian.
"Iya Paman..
"Ayoo semuanya.. Kita makan..." ucap Udin.
Mereka pun duduk di kursi masing - masing.
Udin memimpin Do' a makan ,tak lama kemudian Udin selesai.
"Mari makan...." ucap Udin.
"Waahhh... Enak Banget ikan bakarnya... Terasa segar,gurih,bumbunya juga pas, di tambah sambalnya maknyussss...." ucap Li Shan.
Ada yang makan pakai nasi,ada pula ikannya saja.
Sejam kemudian mereka selesai makan.
Udin membuat lubang hitam,lalu mengangkat peralatan makan yang kotor dengan kekuatannya lalu memasukkan kedalam lubang hitam.Setelah itu menutupnya.
"Bi Sri dan Bude Bulan... Apakah Kalian ingin Imam dan Ariel cepat tumbuh besar dan ikut berperang?" ucap Udin.
"Mau Bos..... " ucap Mereka.
"Baiklah ....Kalian akan masuk dalam dunia jiwaku,Sebab dalam dunia cincin ini waktunya bisa di setting ,sehari dunia luar,di sini bisa setahun bahkan lebih,sedangkan di dunia jiwaku,hanya 30 hari saja. Jika sudah besar,maka bisa berlatih disana.." ucap Udin.
"Ooo... Pantesan saja saja waktu itu Imam masih kecil,ternyata disini bisa di rubah waktunya." ucap Umam dalam hati.
"Oh iya paman Umam" ucap Udin.
"Iya Bos..." ucap Umam.
"Apakah Paman mempunyai pasukan?" ucap Udin.
"Punya Bos... Tapi aku harus meneleportasikan mereka semua." ucap Umam.
"Ada berapa pasukannya Paman Umam? " ucap Udin.
"Gak banyak Bos... Terakhir kali aku pakai hanya 140 Milyar Bos..." ucap Umam.
"Eh... !!!??? Rissa terkejut.
"APAAA......!!! 140 Milyar...??? " ucap yang lain.
"Waktu aku menghajarmu kok aku gak melihat pasukanmu Mam?" ucap Rissa telepati.
"Gimana mau manggil mereka Nyonya Bos... Mau meneleportasikan mereka saja gak sempat,Nyonya Bos terus - terusan menghajarku hingga energi Qi aku habis.." ucap Umam telepati.
"Bagus.... Itu cukup untuk membantu pasukan kita." ucap Udin.
"Bos... Gimana kalau Bos panggil semua bangsa Naga..." ucap Paijo.
"Kok Aku Pak De?? Kan Pak De Pemimpinnya." ucap Udin heran.
"Kan Bos sudah jadi pemimpin Bangsa naga" ucap Paijo.
"Asem.... Aku belum pernah memanggil mereka,jika mereka makhluk halus mah cukup bakar menyan sama sediakan bunga tujuh rupa saja dah beres." ucap Udin.
Paijo lantas berdiri dari kursinya,lalu berjalan ke arah Udin. Setelah sampai,Paijo mengeluarkan Mahkotanya dari dalam tubuh Paijo,Lalu menaruhnya di atas kepala Udin.
Tiba - tiba ada petirsetelah Mahkota melekat di kepala Udin.
Jeddeerrr....... Jedderrr.... Jedderrrr.......
"EH.... !!!??? Ini Mahkota apa Pak De..." ucap Udin.
"Itu Mahkota untuk memanggil semua bangsa naga Bos..." ucap Paijo.
"Jadi..???? " ucap Udin.
Paijo menganggukkan kepalanya.
"Diampuuuttt.... " ucap Udin. Udin mencoba melepas mahkota itu,tapi tak bisa.
"Mahkota itu tidak akan lepas selama satu juta tahun,Bos bisa memasukkan mahkota itu ke tubuh Bos.Hanya Bangsa Naga yang bisa melihat mahkota itu berada di kepala Bos,meskioun Bos memasukkan ke dalam tubuh." ucap Paijo.
"Asemmm... Lapo gak ngomong" ucap Udin kesal.Dirinya tak ingin jadi penerus pemimpin Bangsa Naga.
"Sengaja Bos...Jadi Bos bisa memanggil semua bangsa Naga. Untuk Naga pemberi petir kesengsaraan ,aku sarankan jangan di ikutkan perang Bos.." ucap Paijo.
"Kenapa begitu..?" ucap Udin.
"Karena ke dua naga itu emang di tugaskan untuk memberi petir kesengsaraan,jika ikut berperang maka para manusia yang hendak menerima petir tidak akan mendapatkan petir tersebut,itu sudah peraturan tak tertulis dari awal mula tercipta Bos.." ucap Paijo.
"Oooo... Begitu ta. Baiklah...
"Cara pakainya gimana pak De? " ucap Udin.
"Cukup alirkan Qi pada mahkota itu,lalu ucapkan seperti biasanya,Wahai Rakyatku,aku butuh bantuan kalian. Nanti mereka akan muncul Bos..." ucap Paijo.
"Oke... Matur suwun yo Pak De..." ucap Udin.
"Sami - sami Bos..." ucap Paijo.
Udin kemudian memasukkan Mahkota itu ke dalam tubuhnya.
Para pria memisahkan diri dari wanita. Termasuk Udin. jarak mereka agak jauh.
Udin duduk di bawah pohon bersama anak Buahnya. Mereka merokok di temani kopi hitam.
"Berapa Ronde tadi Wook... " ucap Ponijan.
"Berapa apanya Kang..." ucap Djarwo.
"Jiaahh.... Masa gitu saja gak paham." ucap Ponijan.
"Palingan PELTU si Djarwo itu bro..." ucap Paijo.
"Enak aja PELTU... Rudalku ini loh Joss ... Sampai Juminten kewalahan " ucap Djarwo.
"PELTU itu apaan Kang Paijo ?" ucap Kuwi.
"PELTU itu nemPEL meTU, Baru nempel sudah croot duluan.." ucap Paijo.
"Oalaah.... Itu To..." ucap Kuwi.
"Aku bayangin jika Djarwo PELTU, Juminten langsung mengeluarkan Racunnya tuh.. Djarwo langsung jadi tulang belulang..." ucap Abimanyu.
"Iya ...Ya.... HUAKAKAKAKAKAKAKA....." ucap Li Shan.
Yang Lain juga ikut tertawa...
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKA......".....
"Diampuuuttt... Senang lihat temannya menderita...." ucap Djarwo.
"Salahmu sendiri Jatuh Cinta dengan Ratu Ular...
"HUAKAKAKAKAKAK" ucap Abimanyu lalu tertawa lagi di ikuti yang lainnya.
" Cinta itu kan gak mandang siapapun... Bahkan Nenek - nenek saja bisa jatuh cinta sama Kuwi.." ucap Djarwo.
"Waaasssuuuu... Aku juga kena..." ucap Kuwi.
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKA........." Mereka tertawa bersama - sama.
Ketika tawa mereka berhenti.
"Bos... " ucap Umam.
"Ya Paman..." ucap Udin.
"Aku mau mengirim kembaranku untuk mengunjungi Raja Jin yang pernah aku taklukkan.." ucap Umam.
"Hem.... Baiklah,Kira - kira berapa lama Paman?" ucap Udin.
"Paling lama 2 Hari.." ucap Umam.
"Oke....." ucap Udin.
Umam kemudian membagi dirinya. Kemudian para kembaran Umam di keluarkan oleh Udin dari dunia Cincin.
"Nanti malam kita ke Istana Presiden.." ucap Udin.
"Ngapain kita kesana Bos...?" ucap Kuwi.
"Presiden mau mereshuffle kabinetnya,Awakmu mau di ganti Wiii..." ucap Ponijan asal.
"Hehh... Kok aku di ganti,baru aja menjabat jadi Menteri pertanian."ucap Kuwi.
" Gak cocok dirimu jadi menteri pertanian, Masa nanam padi gak di aliri air, ya Mati..." ucap Bima menimpali.
"Itu bukan salahku, itu salahnya Kamsono Dirjen pengairan, Masa pintu palang air sampai keropos gitu gak di ganti - ganti,ya gak ngalirlah airnya.." ucap Kuwi.
"Kamsono anak buahnya siapa?" ucap Udin ikut menimpali meskipun obrolan mereka bukan fakta sebenarnya,hanya di buat - buat agar ada obrolan cerita.
"Neh Kang Umam ..." ucap Kuwi sambil menunjuk ke arah Umam.
"Asem.... Itu sudah aku perintahkan ke Ariprawira untuk menyampaikan kepada Kamsono segera di perbaiki. Jadi bukan salahku.." ucap Umam.
"Ariprawira kemana?" ucap Li Shan.
"Ariprawira kalau gak salah selalu ngancil* bersama Kang Paijo." ucap Djarwo.(Ngancil \= Jalan - jalan saat di jam kerja).
"Oooo... Pelakunya Kang Paijo ini...." ucap Udin.
"Diampuuutt.... Aku juga kena....
"Itu loh gara - gara kalian juga.." ucap Paijo.
"Kok gara - gara kita Kang.. Emang salah kita apa?" ucap Kuwi
"Aku minta tolong di temanin ngukur jalan,baik yang sudah jadi mau belum pada kalian,tapi kalian gak mau,ya aku ajak saja Ariprawira untuk nemanin aku jalan - jalan untuk mengecek." ucap Paijo.
Tak terasa Malam pun tiba,para Istri Udin ke Istana, bersama para istri anak buahnya. Sedangkan Udin dan yang lainnya masih mengobrol,
"Oh iya Pakde... Pasukan Naga bisa bertempur di luar angkasa kah?" ucap Udin.
"Bisa Bos... Sebab semua bangsa Naga mempunyai Elemen Angin." ucap Paijo.
"Bos... Gimana Jika pasukan ayahku ikut berperang ?" ucap Li Shan menimpali.
"Ide bagus itu Shan... Aku akan pergi kesana.."ucap Udin.
"Ada berapa mereka Bos...?" ucap Djarwo.
"Aku gak bisa hitung , yang jelas lebih dari 11 T ,datanya ada di kantongku." ucap Udin.
"Buseeett...... Banyak amirr...." ucap Li Shan.
"Makanya itu,ini kita akan perang dengan kekuatan asli kita,jangan sampai musuh menang." ucap Udin.
"Kita gak ke istana Bos untuk rapat?" ucap Kuwi.
"Besok saja,.. Sebab diluar masih Sore." ucap Udin.
Tiba - tiba Udin teringat orang tua angkat Udin yang berada di alam Dewa.Lalu Udin membagi dirinya menjadi 25. 18 kembarannya keluar dari dunia Cincin untuk mendatangi Kaisar Chang Li Wan, lalu kembaran satunya mendatangi orang tua angkatnya yang berada di alam dewa. Sisanya menggalang kekuatan dari galaksi lainnya.Sedangkan sisanya menemani para istri Udin.
"Ketika perang Nanti, Aku melihat di masa depan ada Shu Peng dan Ling Bao" ucap Udin.
"Haaaaaa. .....!!!??? ucap Anak buah Udin terkejut Kecuali Umam dan Li Shan.
"Shu Peng anak buah bang Jali kah Bos...?" ucap Paijo.
"He eh...Ketika aku melatih rakyatnya Ranny,salah satu Jendralnya memberi tahuku,bahwa aliran Hitam yang di ketuai Ling Bao merajalela. Aku sebenarnya mau kesana setelah perang kita menghancurkan musuh di Galaksi Namec,tapi begitu aku bebasin Kartu As Musuhku,Aku melihat masa depan Shu Peng dan Ling Bao ada di sana" ucap Udin.
"Ooo.... Begitu... Eh..!!! Bentar Bos... Waktu kita memusnahkan musuh di galaksi Namec aku kok gak lihat Picolo Bos...?" ucap Kuwi.
"Aku asal saja memberi nama,lagian loh gak ada Plang Nama di galaksi itu,jadi ku namai Galaksi Namec aja Paman...." ucap Udin.
"Oalah ngono to..." ucap Kuwi.
----***-----
Istana presiden Meng Cheng Louh.
Ruang Rapat.
Udin mengeluarkan semua anak buahnya di dalam dunia cincin.
"Maaf Aku mengumpulkan kalian mendadak. Sebab Akan ada perang besar di tempat galaksi yang kita kunjungi .Bila kita tidak kesana,otomatis mereka akan kesini." ucap Udin memakai microphon.
"Berapa jumlah mereka Panglima besar..." ucap Krilin.
"Hem..... Aku tak tahu... Yang jelas bisa lebih 11 triliyun lah.." ucap Udin.
"Hee.....Banyak amat. Itu pasukan apa orang lagi Demo..." ucap Meng Tian.
"Itu lagi Demo Tian. Mereka menuntut Presiden menurunkan harga bahan pokok,BBM, .." ucap Ponijan.
"Aazzzz.... Selama aku memimpin ratusan periode,tak ada yang namanya Demo atuh Ponijan..... Aya - aya wae..." ucap Meng Cheng Louh.
"Iya juga seh..." ucap Ponijan.
"Juangkrekkk... " ucap Udin dalam hati.
"Woiii... Seriuss... Ne lagi rapat,bukan warung kopi..." ucap Juminten.
"Cieee...Ciieeee..... Pengantin baru bersuara..." ucap Meng Tian.
"Sudah... Sudah...
"Ini Aku berencana tak membawa semua pasukan, Di sini aku akan meninggalkan 150 juta pasukan untuk berjaga - jaga, " ucap Udin
"Kapan mereka akan tiba wahai putraku paling tampan sedunia.." ucap Meng Cheng Louh.
"Hem... Dua bulan dari sekarang. Bisa jadi kurang dari dua bulan..," ucap Udin.
"Baiklah... Aku akan mengerahkan semua kekuatanku..." ucap Meng Yun.
"Aku juga akan membuat pasukan Robot otomatis. Untuk menambah pasukan kita,Para Robot itu bertugas membunuh pasukan yang berada di ranah prajurit Dewa." ucap Udin.
"Ide yang bagus Bos..." ucap Umam.
" Ini aku mendapat jumlah pasukan kurang lebih 400 Milyar dari kembaranku." ucap Udin.
"Dimana mereka Bos..??" ucap Kuwi.
" Di alun - alun Kertoyono Wii..." ucap Ponijan asal.
" Lah... Apa muat alun - alunnya Kang?" ucap Kuwi.
"Muat lah... Bupati Ony Anwar sudah memperluas Alun - alun Ngawi." ucap Ponijan.
"Ony Anwar? bukan Ony Syahrial kah Bupati Ngawi?" ucap Abimanyu.
"Lain... Ony Syahrial itu pengisi suara Sinchan.." ucap Ponijan.
"Asem....... Malah guyon coook..." ucap Udin dalam hati.
"Anak buah pasti meniru Bosnya Kang Mas..." ucap Rissa telepati.
" Azzzzz...,Aku loh kalau Rapat begini gak pernah becanda Beb." ucap Udin telepati.
"Opo iyooooo...." ucap Rissa telepati.
"Injih Bu lek.." ucap Udin telepati.
"Sudah - sudah... Pasukan yang aku kumpulkan berada di mensi yang aku buat." ucap Udin.
"Bagaimana jika kita sergap mereka Bos..." ucap Paijo.
"Iya... Kita akan menyergap mereka " ucap Udin.
Nampak ruangan itu hening,tak ada yang bersuara.
"Baiklah,cukup sekian dulu rapatnya. 2 minggu lagi kita akan berangkat." ucap Udin.
"Siap Bos....." ucap para anak buah Udin.
"Siap Putraku yang paling tampan sedunia.." ucap Meng Cheng Louh.
"Siap Kak ..." ucap Lingling,Meng Tian dan Meng Yun.
Para pasukan Siluman berada di dimensi khusus,begitu juga pasukan Monster. Hanya Drag Rey saja yang bersama Lingling.
Udin dan anak buahnya masuk ke dalam dunia cincin
-----****-----
Ruang tahanan kekaisaran Alex.
Nampak penjaga penjara masuk kedalam hendak mengambil tawanan untuk di ambil darahnya.
Ceklek.... Kreeitt...... pintu jeruji besi terbuka.
Begitu penjaga hendak menyentuh tawanan tersebut.
__ADS_1
"EH.....!!!??? penjaga itu terkejut,karena tak bisa menyentuhnya.