Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 12


__ADS_3

Cuaca saat ini siang hari,matahari begitu menyengat. Nampak seorang anak kecil sedang tertidur di bawah pohon dekat danau,Di sebelahnya ada tongkat yang menemaninya sepanjang hari. Anak kecil itu adalah Udin.


Udin mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya,lalu ia terbangun. Udin mengambil buah dari balik bajunya.


"Hem... 4 Orang... Semuanya wanita.." ucap Udin dalam hati. Udin bersikap waspada sambil makan buah Apel emas yang ia ambil dari dunia cincin.


Tak lama kemudian,datanglah 4 wanita. 1 wanita Dewasa 3 gadis remaja. Jarak mereka dengan Udin hanya berjarak 50 meter saja terhalang semak - semak.


Mereka celingukan kesana kemari untuk memastikam tak ada orang di sekitar danau.


Setelah yakin,Ke tiga gadis remaja itu membuka pakaiannya,sedangkan 1 wanita yang dewasa hanya mengawasi ke 3 gadis remaja tersebut.


Byuuurr......Byuuurrr....Byuuuurrr..... Suara air dari 3 gadis remaja masuk dalam danau.


3 gadis Remaja itu bermain air sambil bercanda riang gembira.


Jika Udin bisa melihat,pastilah Udin melihat tubuh polos ke tiga gadis remaja tersebut.


"Ganggu aku tidur saja....


"EH......!!!?????


Udin mendengar ada suara hewan merayap di pohon lalu di tanah lalu masuk ke dalam air mendekati ke 3 gadis remaja tersebut.


"Ular.... " gumam Udin.


Udin nampak bimbang,antara menolong atau tidak,jika menolong di sangka mengintip,kalau gak ditolong,salah satu dari ke tiga wanita remaja itu akan di terkam oleh ular.


Udin teringat pesan Badrun


"Lee... Cah bagusss...Tolonglah yang pantas di tolong. Bunuhlah yang pantas di bunuh. Bantulah orang yang mengalami kesulitan.."


Ular sebesar Paha orang dewasa hendak melewati Udin yang duduk diam sambil mikir.jaraknya 10 meter dari tempat Udin berada.


"Tolong sajalah..." ucap Udin.


Udin mengambil tongkatnya,lalu melesat sambil mengayunkan tongkat itu di sertai tenaga alam.


Booommm..........Tongkat Udin mengenai kepala Ular.


"EH....!!!??? Ke tiga gadis remaja terkejut mendengar suara di dekat mereka.


"Siapa di sana.." teriak Wanita dewasa sambil mengeluarkan pedangnya.


ke 3 gadis remaja itu melihat ada seorang Bocah masuk dalam danau .


Wanita dewasa lalu melesat ke arah Udin.

__ADS_1


Sedangkan ke 3 gadis remaja menepi ke pinggir danau,lalu memakai pakaiannya kembali.


Udin meminggirkan Ular yang barusan ia bunuh. Nampak kepala Ular itu hancur terkena pukulan Udin.


Wanita dewasa itu sampai di tempat Udin. Ia terkejut melihat seorang bocah menarik seekor ular yang besar di danau.Posisi Udin membelakangi Wanita itu. Udin tak menggunakan jurus peringan tubuhnya saat menarik ular tersebut.


"Hei bocah.... Apa yang kamu lakukan di sini.?" ucap Wanita dewasa.


Udin menoleh ke arah wanita dewasa tersebut.


"Sedang tidur,terus ada Ular...." ucap Udin.


"EH....!!!!??? Wanita dewasa itu terkejut melihat kedua mata Udin.


Tak lama kemudian datanglah ke tiga gadis remaja.


"Guru.... Hajar dia guru...Dia telah mengintip kita mandi." ucap Gadis A.


Luciefer kemudian berbicara pada Udin lewat pikirannya.


"Bos...Bunuh saja mereka bos...Apa perlu aku yang bunuh" ucap Luciefer telepati.


Udin mendengar suara luciefer ada di kepalanya.


"Udin gak mau Paman...Paman jangan bunuh mereka." ucap Udin membalas ucapan luciefer melalui pikirannya.


Gadis B mengeluarkan pedangnya,hendak menyerang Udin,tapi di tahan oleh wanita dewasa.


ketiga gadis remaja itu menghadap ke arah wanita dewasa.


"Dia telah melihat tubuhku guru...Aku gak rela jika ada pria yang melihat tubuhku ini,Dia harus di bunuh..." ucap Gadis C.


"Betul itu guru... Aku juga gak rela tubuhku itu di lihat oleh dia.." ucap Gadis B.


"Aku akan bunuh dia guru..." ucap gadis A.


"Diaaammm......" ucap Wanita dewasa berkata nyaring.


Ke tiga gadis remaja itu terdiam.


Udin duduk jongkok menghadap danau setelah selesai menarik Ular ke tepi danau. Baju Udin basah kuyup. Walkman juga ikut basah,untungnya Walkman itu tahan air,jadi tidak rusak.


Wanita dewasa mendekati Udin.


"Terima kasih telah membantu kami..." ucap Wanita dewasa.


"Sama - sama Bibi..." ucap Udin.

__ADS_1


Gadis B nampak tak tahan,lalu melesat menyerang Udin.


Wanita dewasa melihat muridnya menyerang bocah buta langsung menahan tangan murid tersebut.


Tap.....Wanita dewasa menangkap tangan muridnya yang memegang pedang.


"Guru sudah bilang jangan serang dia...Apa kamu menentang perintahku ?'ucap wanita dewasa emosi.


"Diaampuuttt....


"Jika aku jadi gurunya,sudah aku jitakin satu persatu karena gak nurut..." ucap Udin dalam hati.


"Apa kalian tidak lihat di depannya ada ular besar yang sudah mati..." ucap wanita dewasa.


"Lihat guru...." ucap ke tiga gadis itu serempak.


"Itu hanya akal - akalan dia saja guru untuk mengintip kita sedang mandi" ucap gadis B.


"Wati.....Diam... Kalau kamu ingin membunuhnya,aku akan menghukummu." ucap Wanita dewasa.


Nampak Wati sedang dongkol,karena gurunya melindungi bocah tersebut.


Udin kemudian berdiri lalu memutar badannya,Udin berjalan sambil menghentakkan tongkatnya ke tanah.


"Permisi..."ucap Udin ketika akan melewati mereka.


Ketiga gadis itu melihat kedua mata Udin yang putih tersebut.


"EH.....!!!!??? Ketiga gadis itu terkejut.


"Ma...Ma...Maafkan aku adik kecil,A...A...Aku tak tahu jika diri..." ucap wati tak sempat menyelesaikan ucapannya karena di potong oleh Udin.


"Aku memang buta. Aku buta sejak lahir,jadi percuma saja kalian tak memakai pakaian didepanku,aku gak bakalan bisa melihat kalian.."ucap Udin.


Nampak Gadis C melambaikan tangannya didepan muka Udin untuk memastikan.


"Iya...Dia buta..." ucap gadis C berbisik pada gadis A.


"Itulah mengapa,guru melarang kalian menyerang dia....


"Dia sudah menyelamatkan kalian dari ular besar itu..


"Cepat minta maaaf sana....Sari...Wulan...." ucap Wanita dewasa.


"Anak kecil... Aku minta maaf yaa...Dan terima kasih telah menolong Sarii" ucap Sari.


"Wulan juga minta maaf,telah berburuk sangka..." ucap Wulan.

__ADS_1


"Kalian gak salah kok... Yang salah itu ularnya...


"Jika ular itu tetap di tempatnya,pasti kalian aman - aman saja..." ucap Udin.


__ADS_2