
Siang hari didunia Cincin.
"Hoooaaaamm...... " udin membuka matanya lalu menguap.
"Kemana mereka Ya ??gumam Udin tak melihat Rissa dan Han Meiling Xing di sisinya.
Udin tertidur selama 10 hari .
Udin lalu bangkit lalu berjalan ke arah kamar mandi.
15 Menit Udin mandi Setelah itu Udin duduk dikursi sambil mengeluarkan Buah - buahan. Udin memakan buah - buahan itu.
"Kok perutku terasa lapar ya... Perasaan cuman sehari aku tidur" gumam Udin.
Lalu ia teringat tentang pertemuan dengan Rudi Bella.
"Seperti mimpi tapi kok aku merasa nyata ya,Aku sentuh mereka saja terasa.." ucap Udin.
Udin melihat Rudi menjadi Pria yang tampan,dan Bella menjadi Gadis yang cantik.
Tak lama kemudian Udin selesai makan lalu Udin membuat lubang Hitam. Udin memasukkan sampah kedalam lubang itu.
"Hehehehe... Aku gak repot - repot lagi jika buang sampah. Tinggal buat lubang selesai.." ucap Udin dalam hati.
Kemudian Udin menggunakan jurus menghilangnya dan memghilangkan hawa keberadaannya. Lalu Udin melesat keluar.
.
---***---
.
Nampak Paijo,Ponijan,Kuwi, dan Djarwo sedang santai sambil mengobrol di bawah pohon.
"Kang... Kira - kira ada gak ya Sihir membuat bangunan yang besar seperti istana milik Bos Udin ini?" ucap Kuwi bertanya pada Paijo.
"Hem... Embooh yoo... Aku aja belum pernah belajar sihir kok,"ucap Paijo.
"Aku baru belajar sihir merubah seseorang menjadi Kodok. Hem... Kamu aja Wi sebagai kelinci percobaanku" ucap Ponijan berbohong kalau dirinya bisa sihir.
"Waasssuuu... Ojo aku.. Ini loh kang Djarwo saja yang di sihir menjadi Kodok,lalu dicium oleh Juminten untuk menghilangkan Sihirnya itu. setelah dicium Jadilah Pangeran Djarwo,Lalu mereka menikah... Tamat" ucap Kuwi.
"Jangkreeek......." ucap Djarwo.
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKA....." Mereka tertawa.
Tak lama kemudian Udin sampai di tempat Paijo. Udin hanya mendengarkannya saja.
"Gak jadi Kodok saja Juminten mau cium aku kok" ucap Djarwo asal bicara.
"Mosookk...." ucap mereka serempak tak percaya.
"Hem... Kerjain aahh... " ucap Udin dalam hati. lalu melayang dan sedikit menjauh.
Udin merubah Wujudnya menjadi Juminten lalu menampakkan dirinya,setelah itu mendekati Djarwo.
"Aku gak percaya..." ucap Paijo.
"Sama aku juga" ucap Ponijan.
"Gimana kita taruhan,kalau Kang Djarwo gak dicium sama Juminten,kita jitakin aja." ucap Kuwi asal.
"Ayooo... Gimana Wok... Mau gak" ucap Ponijan.
Glek... Djarwo menelan ludahnya.
"Sialan... Malah dianggap serius lagi,padahal aku cuman bercanda" ucap Djarwo dalam hati.
Mau tak mau Djarwo mengiyakan,Toh Kulit Djarwo keras,bila di jitak tak merasa sakit asal tidak pakai Qi Sebab Kekuatan Paijo dan Ponijan diatas Djarwo.
"Hem.... Ayoo.. Tapi jitaknya jangan pakai Qi" ucap Djarwo.
"DEAALLLL....."ucap Paijo , Ponijan dan Kuwi serempak.
Lalu Udin datang dengan Wujud Juminten.
"Eh... Ternyata kalian ada disini" ucap Udin lalu mendekati Djarwo.
__ADS_1
Udin duduk menempel di samping Djarwo.
"Kalian sedang ngobrolin apa?" ucap Udin.
Jantung Djarwo berdetak kencang.
"Juangkreeekk.... Ngimpi opo aku semalam" ucap Djarwo dalam hati.
"Ini mbak yu Jumi,kita lagi taruhan" ucap Ponijan.
"Jangan bilang jangan bilang" ucap Djarwo dalam hati.
"Iyo Mbakyu,Kita taruhan jika mbak yu mau mencium Kang Djarwo begitu." ucap Kuwi.
"Ouuhh.... Seperti ini" ucap Udin lalu mencium pipi Djarwo.
Emmmuaaachh...
"HAAAAAAAAA.... Paijo,Ponijan dan Kuwi menjatuhkan rahangnya kebawah.
"EH....!!!??? Djarwo terkejut.
"Sudah... Lalu apa lagi?" ucap Udin.
"Memeluk Djarwo" ucap Kuwi asal.
Udin memeluk Djarwo.
"EH... Beneran dipeluk.." ucap Kuwi dalam hati.
Muka Djarwo memerah.
"Sudah ya... Aku tinggal dulu..." ucap Udin lalu berdiri dan berjalan menjauhi Djarwo dan yang lainnya.
Begitu Udin pergi,Djarwo mengepalkan tangannya sambil meniup..
Huuf....Huuufff....
"Siapa yang duluan aku jitak" ucap Djarwo semangat 45.
Glek.... Kuwi menelan ludahnya.
Tak lama kemudian Udin datang tanpa diketahui oleh mereka,sebab Udin menggunakan jurus menghilangnya dan sudah berubah wujud ke aslinya.
"Nah jitak kepalaku" ucap Paijo sambil menunduk.
Djarwo lalu melayangkan jitakannya di kepala Paijo.
Pletak......
"Asemmm..... Sakit juga jitakan Djarwo,padahal sudah aku lapisin prisai Qi" ucap Paijo merasa sakit dikepala.
Ponijan lalu menunduk.
Pletaakk....
"Juancookk...... Sakit Ndull...." teriak Ponijan kesakitan.
"Hehehehehehe.... Aku cuman pakai Fisik aja Loh..." ucap Djarwo.
Glek..... Kuwi menelan ludahnya lagi ketika mendengar teriakan Ponijan itu.
"Sekarang giliran awakmu Broo..." ucap Djarwo.
"Boleh diganti kah Kang... Mijatin atau apalah,jangan Jitak gitu..." ucap Kuwi agak gemetaran.
"Enggak boleh.... Tenang saja,aku mukulnya pakai cinta kok Wi...." ucap Djarwo lalu mengusap kepalan tangannya.
"Diamput......" ucap Kuwi.
Mau tak mau Kuwi menunduk untuk menerima jitakan Djarwo.
Pletak....
"JUANCCOOOOOOOOOOK.......... " Teriak Kuwi dengan kencang,sebab Kuwi merasa sakit pakai banget ketika kena jitakan Djarwo.
Nampak Benjol dikepala Kuwi.
__ADS_1
"Taruhan lagi kah," ucap Djarwo dengan pedenya.
"OGAAH....." ucap mereka serempak.
Kuwi mengusap - ngusap kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan Djarwo.
"Pukulanmu kok rasanya maknyus gitu Wook..." ucap Paijo.
"Kan Kulitku sangat keras,kalian sembur pakai api dan petir Aku gak kan merasakannya. Makanya aku terima tantangan itu,meskipun itu mustahil,aku pikir aku yang kalian jitakin,gak tahunya kalian yang aku jitakin. He...He... He... He..." ucap Djarwo.
"Waassuuuuu....." ucap ucap Ponijan.
Tak lama kemudian datanglah Juminten asli.
"Kalian disini rupayanya... Nyonya nyariin kalian tuh.." ucap Juminten.
Djarwo berdiri,dengan Pedenya meluk Juminten.
"EH....!!?? Juminten terkejut saat Djarwo memeluk dirinya.
"Lepasin..." ucap Juminten.
"Gak mau...." ucap Djarwo.
"Lepas atau aku keluarin elemen Racunku" ucap Juminten menatap tajam sambil menahan emosinya.
Djarwo yang mendengar ucapan Racun,mau tak mau melepaskannya,sebab dirinya tidak kuat terhadap Racun.
"Sekali lagi kamu meluk aku,Aku gak segan - segan membunuhmu..." ucap Juminten lalu pergi.
Glek.....Djarwo menelan ludahnya.
"HAAAAAAA...... Paijo , Ponijan dan Kuwi menjatuhkan rahangnya kebawah sambil mengucek - ngucek matanya.
Udin melesat menjauh dari Paijo dan yang lainya.
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKA.........."Udin tertawa terpingkal pingkal menyaksikan kejadian tersebut.
.
---***---
.
"Itu tadi Juminten apa bukan Broo.." ucap Ponijan.
"Itu Juminten lah,kalau bukan Juminten lalu dia itu siapa? Hantuu??" ucap Paijo.
"Kok sikapnya berubah gitu,tadi nempel - nempel ke Djarwo,lalu mencium lalu meluk Djarwo. Setelah itu malah galak gitu.." ucap Ponijan.
"Iya ya... Aku baru sadar jika sikapnya Juminten berubah dari awal datang lalu pergi lalu datang lagi,semacam mempunyai 2 sifat yang berbeda." ucap Kuwi.
"Betul itu Wi... Semacam mempunyai dua karakter yang berbeda,yang pertama kalem,lalu yang kedua galak." ucap Ponijan.
"Bentar....Kalian ingat gak waktu didesa Gotong royong." ucap Paijo.
"Iya...Aku ingat" ucap Ponijan dan Kuwi. Sementara Djarwo diam seperti patung.
"Tentang asal usul Bos Udin kah?" ucap Kuwi.
"Bukan.... Wah... Kayaknya eror neh prosesornya" ucap Paijo.
"Lah terus apa donk.." ucap Kuwi.
"Sudahlah ayo kita kesana..." ucap Ponijan.
"Ayooo" ucap Kuwi dan Paijo serempak.
bergitu mereka berjalan 5 meter dari Djarwo.
"Wok.... Ayooo...." teriak Paijo melihat Djarwo diam saja.
"EH....!!?? Ayo ngapain?" ucap Djarwo terkejut.
"Ayoo peluk Juminten lagi." ucap Ponijan.
"Juaaangkreeeekk...." umpat Djarwo lalu berjalan ke arah Paijo.
__ADS_1
Djarwo masih memikirkan tentang kejadian tadi.
"Mengapa tadi Juminten peluk dan Cium aku, tapi begitu aku peluk malah Juminten Marah - marah.." ucap Djarwo dalam hati.