
Dunia Jiwa.
Udin muncul di taman,kemudian kembaran Rissa datang menghampiri Udin.
Udin menyerahkan Imam Samudra pada kembaran Rissa.
Udin mendapat ingatan dari kembarannya lalu menyegel ingatan tentang perang besar dari kembarannya tersebut agar Rissa tidak mengetahuinya. Lalu Udin mengaktifkan elemen ruang dan waktunya dengan mata terpejam.
Nampak bayangan masa depan Udin . Udin Kehilangan semua Elemennya ketika ia mengambil elemen netral.
"Sial... Jadi ini Elemen harus bawaan dari lahir. Jika Aku paksa maka semua Elemenku hilang." ucap Udin dalam hati.
Udin kemudian mencoba versi kedua bila dirinya menyimpan elemen netral kedalam batu.
"Ooo.. Begitu ya... Jadi aku memakai tenaga dalam ucap Udin dalam hati.
"Gak bisa dek... Aku melihat bayanganku masa depan ini tak bisa aku masukkan dalam tubuhku,sebab harus bawaan lahir. " ucap Udin.
"Ooo... Begitu ya Kang Mas ." ucap kembaran Rissa.
"Baiklah... Aku akan memindahkan elemen tersebut." ucap Udin.
Udin membuat Sebuah array khusus yang bentuknya melingkar,lingkaran itu terdapat tulisan Kuno.
"Dek... Tolong taruh Imam di tengah - tengah lingkaran." ucap Udin.
"Iya Kang Mas..." ucap kembaran Rissa.
Kembaran Rissa meletakkan Imam Samudra di tengah - tengah lingkaran. Setelah itu menjauh.
Udin menciptakan batu khusus untuk menampung Elemen Netral lalu membuat Array di batu tersebut,agar ketika masuk maka Elemen itu bisa terkunci. Setelah itu Udin mengucapkan mantra kuno.
Nampak lingkaran Array itu bersinar. Kemudian muncul Bola cahaya bewarna kuning bergaris hijau di tubuh Imam Samudra.
Kembaran Rissa menghilang karena terkena Efek energi Netral tersebut, sedangkan Udin kehilangan semua elemennya. Hanya memyisakan Ilmu tenaga dalamnya saja
Udin kemudian menggerakkan bola elemen itu dengan tenaga dalamnya,Sebab ia tak bisa memakai kekuatannya.
Nampak Bola itu melayang perlahan.
"Ayooo... Cepatlah.." ucap Udin dalam hati nampak berkeringat sambil mengendalikan Ilmu tenaga dalam untuk menggerakkan Bola energi tersebut.
Bola Elemen tersebut sudah berada di atas batu penampung Elemen. Kemudian Udin menggerakkan lagi untuk turun kebawah.
"Juangkreeekkk.... Kuat banget ini Elemen..." ucap Udin dalam hati.
Sebab Energi Elemen tersebut sangat Murni.
Udin berusaha sekuat tenaga memasukkan Bola energi itu.
Nampak tinggal 3 Cm Bola itu akan masuk dalam batu.
"Wasssuuu... " umpat Udin hati nampak keletihan,karena ilmu tenaga dalamnya hampir habis.
Udin kemudian mengerahkan semua kemampuannya.
---***---
Nampak kembaran Udin yang semula bersama para Istri dan teman - temannya menghilang.
Untungnya mereka semua sudah mendarat di Bumi* (Planet tempat tinggal mereka ).
Kembaran Udin yang didalam dunia jiwa juga ikut menghilang.
"EH.....!!!?? Mereka semua terkejut.
Begitu pula dengan Rissa. Ia terkejut saat Kembarannya lenyap ketika terkena energi elemen Netral tersebut.
"Kang Mas... Berjuanglah... Adek yakin Kang Mas bisa...." ucap Rissa Telepati.
----***---
Dunia Cincin.
Nampak Bola Elemen itu tinggal 1 Cm lagi masuk secara utuh.
Tiba - tiba ada suara Rissa di kepala Udin.
"Kang Mas... Berjuanglah... Adek yakin Kang Mas bisa..."
Udin tak bisa menjawab telepati Rissa,sebab kultivasinya hilang.
Udin berjuang habis - habisan. Untuk memasukkan Bola elemen tersebut.
Nampak Bola energi elemen itu masuk secara sempurna. Array yang berada di Batu secara otomatis mengunci energi tersebut.
Tiba - tiba Kekuatan Udin kembali seperti semula ketika Bola Energi elemen Netral masuk dalam batu.
"Kang Mas.. Apakah Sudah selesai.?" ucap Rissa telepati.
"Sudah Dek. " ucap Udin telepati.
"Fiiuuuhhh.... Hampir saja gagal tadi.. Diaamput tenan og... "ucap Udin hati sambil mengelap keringat di keningnya. Lalu Udin pingsan .
Udin ambruk ke belakang,Karena kehabisan tenaga dalamnya untuk memasukkan Bole Energi elemen Netral.
Untungnya sebelum Rissa menghilang ,Rissa sudah mensetting waktu di dunia Cincin.
---***----
Ruang transfusi darah.
Nampak Rissa mondar - mandir di depan pintu.
Rissa berusaha mencari keberadaan Udin,tapi tidak ketemu.
"Sial... Gara - gara Elemen Netral,kembaranku hilang di dunia cincin,jadi aku susah melacak keberadaan Udin." ucap Rissa dalam hati memcemaskan Udin.
"Kang Mas... Apakah sudah selesai..."ucap Rissa telepati. Mencoba menghubungi Udin.
__ADS_1
Jika di jawab,maka Rissa bisa mengetahui keberadaan Udin.
"Sudah Dek... " ucap Udin telepati.
"Yess.... Akhirnya di jawab.." ucap Rissa,lalu merasakan Energi Udin.
Rissa kemudian membagi dirinya menjadi 2,lalu Rissa asli cepat - cepat masuk dalam dunia Cincin. Karena dirinya merasakan perasaan tak enak terhadap Udin.
---***---
Dunia Cincin.
Rissa muncul di samping Udin.
Rissa melihat Udin tergeletak di tanah. Kemudian Rissa melihat Imam Samudra lalu mengambil Imam Samudra. Kemudian Rissa mengalirkan Energi pada Imam agar Imam tetap sehat,sebab setelah Elemen Netralnya di ambil,wajah Imam nampak pucat.
Setelah di aliri energi oleh Rissa,wajah Imam nampak segar kembali kemudian tertidur lelap.
"Selamet... Untung saja Udin menjawab telepatiku,jadi aku bisa merasakan energinya. Jika tidak maka Imam bisa mati disini,dan Umam pasti marah besar" ucap Rissa dalam hati.
Sebab sebelum Udin pingsan dan menjawab telepatinya,dirinya kebingungan mencari keberadaan Udin,karena dirinya keluar dari dunia Cincin.
Rissa kemudian meneleportasikan Udin ke kamarnya. Risaa membagi dirinya lagi,kembarannya membawa Imam keluar dari dunia cincin. Rissa juga menyimpan batu Elemen Netral ke dalam cincin ruangnya.
---***---
RUMAH SAKIT.
Ruang Rawat Bayi.
Nampak perawat melepaskan pakaian Umam.
Kemudian Umam dimandikan oleh perawat itu. Ketika mata perawat itu melihat burung Umam,ia terkejut.
"Woww....!!! Besar sekali,jika dia besar maka bisa memuaskan Wanitanya" ucap Perawat itu sambil memegang burung Umam.
Nampak burung Umam yang awalnya tidur,kini menjadi bangun.
"Waasssuuuu... Raja Jin malah di lecehkan... Diamput tenan og..." ucap Umam dalam hati.
"Bos.... Sudah selesai apa belum..." ucap Umam telepati ke Udin.
Tak ada jawaban dari Udin.
"Bos....Jawab dong... Keburu burungku masuk kedalam sarang perawat ini" ucap Umam telepati lagi sambil menahan rasa konaknya.
Ruangan itu terpisah dengan tempat istri Umam.
Perawat itu nampak masih memainkan burung Umam.
"Bila dia dewasa,aku mau menjadi istrinya. Gakpapa aku menjadi istri yang kesekian,asal lubangku selalu di tusuk - tusuk oleh burung ini" ucap perawat itu sambil memainkan burung Umam.
"Juangkreeeek.... Masa iya burungku masuk kedalam sarang si perawat ini seh..." ucap Umam dalam hati kesal.
Umam menahan rasa konaknya. Sekuat tenaga ia menahan agar tak mend3sah.
"10 menit ... Jika lebih 10 menit masih memegang rudalku,jangan salahkan aku jika aku meletakkan burungku di dalam sarangmu nona.." ucap Umam dalam hati sambil menahan gejolak di dalam dirinya.
"Wahh.... Jadi seperti ini ya kalau jadi bayi. " ucap Umam dalam hati. Sebab ia baru tahu. Selama ini Umam tidak pernah melihat Bayi yang di rawat.
Perawat itu memakaikan pakaian ke Umam lalu membedong Umam dengan selembar kain setelah itu Umam di beri bedak di pipinya,setelah itu memberikan sebuah topi
"Nah... Selesai sudah.. Ayoo kamu kembali ke ibumu tampan..." ucap perawat.
Perawat itu mengambil Umam lalu mengendongnya. Kemudian ia berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Tak lama kemudian Perawat sampai di depan pintu kamar di mana istri Umam berada.
Celklek.... Kriiieett.... Suara pintu.
Perawat itu lalu masuk.
Nampak istri Umam sedang di periksa oleh Dokter.
"Suster... Apakah anda melihat suami saya?" ucap Sri.
"Tidak Bu... Saya tidak melihat istri anda.." ucap perawat itu.
Perawat itu lalu meletakkan Umam di samping istri Umam.
"Sial... Awas ya kamu sayang... Aku akan menghukummu" ucap Sri dalam hati.
Sri mencoba menelepati Udin,tapi tak dapat jawaban.Lalu mencoba menelepati Umam.
" Kanda... Kanda ada di mana?" ucap Sri telepati.
Umam mendengar telepati istrinya,tapi dirinya tak berani menjawab,sebab jika menjawab maka istrinya akan memgetahui keberadaan dirinya.
"Siall... Nampaknya istriku marah besar. Aku harus bilang apa coba ke dia. " ucap Umam dalam hati.
Kemudian Umam mencoba menelepati ke Udin.
" Bos... Bos Udin.... "
Tak ada jawaban dari Udin.
"Ya salaam.... Hancur sudah diriku jadinya.. Aku gak mau puasa lagi dalam 2 bulan,jangankan 2 bulan, Seminggu tak dikasih jatah saja rasanya ingin ku hancurkan 10 galaksi..
"EH....!!!??? Aku kan juga lagi puasa sebulan karena istriku barusan melahirkan..." ucap Umam dalam hati.
Kembaran Rissa Kemudian muncul di dekat Umam tanpa terlihat. Lalu kembaran Rissa menukar posisi Umam dengan Imam.
"EH..... !!!??? Umam terkejut saat dirinya tiba - tiba di gendong kembaran Rissa.
"Maaf, Saat ini Umam sedang menemani Udin. Nanti kalau dah selesai,ia akan kembali" ucap kembaran Rissa telepati ke Sri.
"EH...!!!?? Sri terkejut saat di telepati kembaran Rissa.
"Iya Nyonya Bos..." ucap Sri telepati.
__ADS_1
Kembaran Rissa kemudian masuk dalam dunia Cincin bersama Umam.
---***---
Dunia Cincin.
Rissa dan Umam muncul di samping Udin yang sedang tak sadarkan diri.
"Maaf Umam,aku tak bisa mengubahmu ke wujud aslimu. Hanya Udin yang bisa mengubah wujudmu." ucap Rissa.
"EH...!!?? " Umam terkejut saat mendengar ucapan kembaran Rissa.
"Serius Nyonya Bos....!! ucap Umam tak percaya.
"Iya... Aku serius... Sebab Udin menambahkan Segel khusus padamu,sehingga hanya Udin sendiri yang bisa membukanya." ucap kembaran Rissa.
"Ya salaaaamm... Matilah aku.." ucap Umam.
Umam lalu mencoba mengubah bentuknya ke semula,namun gagal.
"Siaaallll.... Asli aku gak bisa merubah wujudku seperti semula." ucap Umam dalam hati.
"Di kasih tahu ngotot..Dasar bayi Gerang*.." ucap kbaran Rissa sambil memencet hidung Umam. ( Besar).
"Sakiitt... Nyonya Bos... " ucap Umam.Nampak mata Umam berair karena hidungnya di pencet oleh kembaran Rissa.
"Biarin....Kapan lagi aku bisa memencet hidungmu. Mumpung kamu masih bayi." ucap Rissa.
Rissa sengaja tak menyadarkan Udin agar tenaga dalam Udin kembali pulih. Sebab Rissa tak bisa mengembalikan tenaga dalam Udin.
"Oweekk.... Oweeek.... Oweekk.... " Suara Umam menangis karena kesakitan akibat di pencet hidungnya oleh kembaran Rissa.
"Cup... Cup... Cup... Aduh Bayi Gerang nangis..." ucap kembaran Rissa.
Umam berhenti menangis. Umam bisa bicara seperti manusia,akan tetapi dirinya tak bisa berjalan,sehingga dirinya hanya bisa pasrah.
"Nyonya Bos..." ucap Umam.
"Iya Umam... Ada apa?" ucap kembaran Rissa.
"Aku laparr..." ucap Umam.
"Ooo... Kamu bisa lapar juga ta.. Tapi aku gak bisa mengeluarkan asi..." ucap kembaran Rissa berbohong. Sebab Rissa gak ingin menyusuii Umam.
"Makan buah saja Nyonya Bos..." ucap Umam.
"Oke..." ucap kembaran Rissa.
Rissa menghampiri kembarannya yang menggendong Umam sambil membawa botol dot berisi air Asi milik Ibu - ibu yang sedang menyusui. Rissa mendapatkannya dari kembarannya yang berada di dunia nyata.
"Minum ini saja,soalnya perutmu belum bisa mencerna." ucap Rissa.
"Buka mulutmu Mam.." ucap Rissa sambil menyodorkan botol dot ke mulut Umam.
Umam kemudian membuka mulutnya. Setelah itu Umam meminum air asi tersebut.
"Anak pintar...... Kalau besar jangan nakal ya..." ucap Rissa.
"Juangkreeekk.... " umpat Umam dalam hati.
"Apa kamu bilang?" ucap Rissa sambil melototkan matanya.
"Ma....Ma...Maaf nyonya Bos..." ucap Umam dalam hati,sebab ia tak bisa bicara karena mulutnya di sumpalin botol dot.
"Awas kalau kamu mengumpat lagi,ku potong habis nanti burungmu.." ucap Rissa.
Nampak Umam keringat dingin karena ketakutan ketika Rissa menampakkan wajah sangarnya. Umam merasakan nyawanya di ujung tanduk bila Rissa marah terhadap dirinya.
"Apa aku memanggil Juminten ya buat menyusui Umam...
"Tapi Juminten lagi bermesraan dengan Djarwo " ucap kembaran Rissa dalam hati sambil memegang botol dot.
Nampak kembaran Rissa berpikir mencari pengasuh sementara untuk Umam.
Tak lama kemudian.
"Ahaaaaa..... Aku tahu.... " ucap kembaran Rissa dalam hati.
Rissa memasukkan Mingxia di dunia cincin bersama David.
Mingxia dan david muncul di samping Rissa.
"EH.... !!!??? Mingxia terkejut saat dirinya berpindah ke dunia cincin.
"Tolong rawat bayi ini." ucap Rissa.
"Baik nyonya Bos... Maaf nyonya Bos... Ini bayi siapa?" ucap Mingxia heran.
"Ini adalah Umam,jangan beritahu pada yang lain..." ucap Rissa telepati.
"APAAAAAAA.....!!!!." ucap Mingxia terkejut.
"Siap Nyonya Bos... Aku berjanji tidak akan bilang kepada siapapun." ucap Mingxia.
"Bagus... Umam sedang di segel oleh suamiku.Jadi dia seperti bayi,Umam bisa berbicara tapi tak bisa berjalan." ucap Rissa sambil menyerahkan cincin Ruang yang berisikan air asi untuk Umam dan perlengkapan bayi.
Kembaran Rissa kemudian menyerahkan Umam pada Mingxia. Mingxia menerima Umam lalu berjalan ke arah kursi sambil memegang botol dot.
Nampak Mingxia duduk dikursi ,sedangkan Umam nampak tertidur.
----***----
Alam bawah sadar Udin.
Udin berada di sebuah taman yang indah.
Nampak bangunan kecil di dekat Udin. Udin tergelak di rerumputan.
"Bangunlah wahai Raja Udin..."ucap suara pria.
__ADS_1
Udin kemudian perlahan membuka matanya.
"EH.....!!!??? Udin terkejut saat melihat tempat dimana dirinya berada,kemudian bangun.