
Sepasang kekasih sedang melesat terbang ke arah barat untuk menuju portal dimensi ke lapisan berikutnya yang diberi tahu oleh Paijo. Mereka adalah Udin dan Rany,sedangkan Paijo dan Krilin berada didunia jiwa Udin untuk melatih murid sekte elang emas.Udin belom mengetahui kekuatan dan skill barunya itu.
"Masih jauh kah kang mas" ucap Rany.
"Jauh pake bangeet dek,seandainya punya artefak tinggal pake aja. Aku gak punya" ucap Udin.
Udin berpindah tempat menggunakan skillnya menempuh jarak 10juta Km setiap detik.
"Kita istirahat dulu yuk kang mas,Adek mual terlalu sering berpindah tempat." ucap Rany.
"HEH!!! Apakah Rany hamil? Bukankah waktu itu aku memberikan pil KB..Hem..(Udin sedang meningat - ingat)....Asem...aku lupa itu pil jatahnya 12 bulan sekali,sedangkan sekarang jika dihitung - hitung sudah lewat 12 bulan,belom ada aku kasih lagi." ucap Udin dalam hati.
"Ya sayang kita turun kebawah." ucap Udin.
Kini mereka beristirahat di bawah pohon besar. Udin membuat rumah dari kekuatannya.
"Neh dek dimakan dulu" ucap Udin.
"Iya kang mas,adek pengen makan ayam bakar kang mas" ucap Rany manja.
"Hem...Nanti aku buatin,bentar kang mas suruh paijo menangkap ayam Hutan dulu" ucap Udin.
"Iya kang mas." ucap Rany.
"Jo..Paijo.." ucap Udin telepati.
"Iya bos" ucap Paijo telepati
"Tolong carikan aku ayam hutan ya,istriku pengen dibuatkan ayam bakar " ucap Udin telepati.
"Siap bossku" ucap Paijo telepati bersemangat.
"Nah..Paijo lagi nyari ayam dek,sekarang aku siapkan dulu ya alat masaknya,adek tunggu aja disini" ucap Udin.
"Injih kang mas" ucap Rany.
Lalu Udin pun ke teras rumah,Udin membuat peralatan memasak,seperti panci,pisau,baskom,kompor,dan Meja. Kemudian mengeluarkan Bumbu masakan.
"Hem..sisa 3/4 kecapku.Gak apalah yang penting masih ada" ucap Udin dalam hati.
"Bos...ayamnya sudah aku tangkap" ucap Paijo telepati.
"Pinter..."ucap Udin telepati,kemudian Udin mengeluarkan Paijo dari dunia jiwaya.
wussh....Paijo muncul didepan Udin sambil memegang ayam hutan yang diikat pakai tali sebanyak 200 ekor.
"HAHHHH!!!!!!! Udin terkejut.
"Ini bos ayamnya" ucap Paijo.
"Kok banyak banget Jo??" ucap Udin.
"Meng Yun lagi ulang tahun Bos" ucap Paijo alasan.Padahal Paijo sendiri yang akan memakannya sendirian.
"Asem....kerja berat deh aku"ucap Udin dalam Hati.
"Tenang Bos nanti aku bantuin" ucap Paijo.
Kini mereka membersihkan bulu ayam - ayam itu.Tak lama kemudian Rany keluar rumah melihat Udin dan Paijo sibuk mengolah ayam - ayam itu.
"Sini adek bantuin kang mas" ucap Rany.
"Adek duduk aja disitu,aku sama Paijo sudah cukup" ucap Udin yang menduga Rany sedang hamil.
"Aaaaa....Adek mau bantu kang mas masak,biar adek bisa masak juga." ucap rany manja.
"Yo wes nak ngono,iki dicabutin bulu - bulune yo dek,aku tak ngupasi bawang." ucap Udin.
"Injih kang mas" ucap Rany.
Lalu Udin mengupas bawang putih dan bawang merah yang di dapat dari dunia jiwanya. Sedangkan Rany mencabutin bulu ayam bersama Paijo.
Jarak antara Udin dan Rany hanya 2 meter saja.
"Aku harus bilang apa ke istriku pertama jika Rany sudah punya anak" ucap Udin dalam hati sambil mengiris bawang merah.
Sambil memikirkan apa yang harus dilakukan jika sudah pulang kebumi tak sengaja jari Udin tergores pisau..
"Auuu....." ucap Udin mengaduh
"Sial...Aku gak fokus gara - gara memikirkan istri pertamaku" ucap Udin dalam hati.
Rany yang mendengar Udin mengaduh lalu menoleh,ia melihat jarinya Udin mengeluarkan darah,dengan gerak cepat Rany memegang tangan Udin dan menghisap jari Udin yang terluka.
"Eh...Udin terkejut melihat tindakan Rany tersebut.
"Aku gakpapa kok dek,paling nanti juga sembuh." Ucap Udin.
"Gakpapa gimana...Ini jarinya berdarah(sambil nunjuk jari Udin yang berdarah tadi) lah kok sudah sembuh kang mas???" ucap Rany. Rany sempat meminum darah Udin tadi yang keluar.
Tiba - tiba Rany berteriak..
"AAKKHHHH.........
Udin yang melihat Rany berteriak lalu panik.
" Dek...Kamu kenapa?? mana yang sakit?" ucap Udin sangat panik.
AAKKHHH........
Paijo yang melihat Rany kesakitan terkejut,
"Kenapa Rany berteriak? Apa yang terjadi..." ucap Paijo dalam hati yang tidak mengetahui kejadian barusan.Karena Paijo sibuk dengan kerjaannya.
"Bos...Apa yang terjadi dengan istri Bos?" ucap Paijo.
"Aku gak tau Jo,tadi aku ngiris bawang,gak sengaja jariku kena pisau lalu Rany tiba - tiba memegang tanganku lalu menghisap darah yang keluar dari jariku,setelah itu Rany berteriak kesakitan sampe sekarang"ucap Udin.
"AAKHHH.........
"Waduh...Aku lupa kasih tau,jika Rany meminum darahnya Udin maka otomatis dia mendapatkan kembali kekuatannya yang dulu" ucap Paijo dalam hati.
"Maaf bos,aku lupa kasih tau,bahwa darah bos bisa menambahkam kekuatan pada orang yang meminum darahnya Bos" ucap Paijo.
"Waasssuuu...kenapa gak ada ngasih tau aku sebelumnya kamu Jo" ucap Udin.
"AAAAKKHHHHH.....
Udin memegang pundak Rany lalu menyalurkan hawa murni untuk membantu menyerap kekuatan yang dia peroleh dari darahnya.
wusssshhh.....
Boommm....
Bommm....
Bommm....
Bommm...
Bommm...
Ledakan energi Rany terdengar.
Tak lama kemudian Tubuh Rany melayang dan bersinar....
"KANG MAS UDIN.....ADEK SANGAT SAYANG DAN CINTA SAMA KANG MAS.KINI ADEK HARUS SEGERA KEMBALI PULANG.ADEK TIDAK BISA MENAHANNYA KANG MAS...ADEK AKAN MENUNGGU KANG MAS DIRUMAHKU. ADEK AKAN MENJAGA DAN MERAWAT ANAK KITA SAMPAI BESAR,ADEK AKAN SETIA MENUNGGUMU KANG MAS..."ucap Rany berlinang air mata. kemudian menghilang dari hadapan Udin.
"ADEEEEKKKKK.......JANGAN PERGIIIIII....." ucap Udin berteriak
Udin pun melayang di udara lalu melihat sekitar wilayah itu dengan mata dewanya. namun hasilnya nihil,Udin tak menemukan Rany.
Udin pun turun menemui Paijo.
Pletakk.....Suara pukulan di kepala Paijo.
"Adduuhh...loro bos..Opo salahku iki? ucap Paijo tanpa dosa.
"APA SALAHMU? COBA KAU KATAKAN SEJUJURNYA APA YANG BELOM AKU KETAHUI DARI KALIAN" ucap Udin marah.
"Ampun Bos...Aku pikir Istri bos sudah cerita semuanya," ucap Paijo.
Pletak......
"CEPAT KATAKAN ATAU KAMU AKU BUNUH" ucap Udin marah,nampak mata Udin sudah menghitam semuanya.
Paijo yang menatap mata Udin menjadi ketakutan.
"Sial....Aku melihat matanya kok jadi ketakutan begini,padahal tingkat kekuatanku lebih tinggi daripada dia." ucap Paijo dalam hati.
"CEPATAN BILANG,JANGAN BICARA YANG BUKAN AKU TANYA,AKU BISA MEMBUNUHMU WALAUPUN KEKUATANKU MASIH RENDAH." ucap Udin yang tak sadar bisa membaca kata hati Paijo.
"EH!!! Paijo terkejut.
"Maaf bos...Sebenarnya istri bos adalah reinkarnasi dari Dewi Es,Aku pernah bertemu dengan dia sewaktu aku pergi jalan - jalan dan tak sengaja bertemu,lalu kami bercerita kesana kemari,sempat dewi es menceritakan petir kesengsaraannya di waktu ia naik tahap itu berbeda dengan yang lainnya dan sewaktu aku melihat petir kesengsaraannya istri bos awalnya aku terkejut dan mengingat perkataan dari seseorang.Setelah aku mengingatnya barulah aku sadari,bahwa istri bos adalah reinkarnasi dari dewi es. Aku mau bilang itu pada bos,tapi istri bos melarangnya.Makanya aku diam saja bos..Maafkan aku bos" ucap Paijo.
Udin melihat Paijo dan mendengar penjelasannya..Tak ada kebohongan dari Paijo.
"Ya sudah, Aku percaya sama kamu,terus mengapa Rany menghilang,kenapa dia tidak menerima petir kesengsaraan? kenapa dirimu tidak hilang? " ucap Udin.
"Maaf bos,saya kan makhluk naga surgawi sedangkan Istri bos Manusia dewa dewi. " ucap Paijo.
"Maksudnya???? " ucap Udin yang belom paham.
"Begini bos,aku kan hewan surgawi.Jika mendapat kekuatan yang lebih besar maka masih bisa berada dialam tersebut,meskipun itu di alam benua sekalipun.Namun Istri bos adalah reinkarnasi dari seorang Dewi Es,jika orang tersebut mendapat kekuatannya kembali seperti dulu,maka otomatis dia akan pergi ke alam aslinya dan tidak bisa menetap di alam yang ditempati saat mendapat kekuatannya kembali,kecuali orang tersebut berada dialamnya yang dulu.Untuk menerima petir kesengsaraan aku gak tahu .Begitu bos" ucap Paijo.
"Apakah istriku bisa datang kesini Jo?" ucap Udin.
"Maaf Bos..Untuk kasus manusia Dewa Dewi penguasa alam semesta Tidak bisa Turun alam,mereka hanya bisa pergi ke Lapisan alam dewa tingkat 5 saja bos, meskipun memakai artefak untuk pergi ke alam dewa lain tetap tidak bisa. kecuali Dewa absolute yang bisa turun ke alam dewa lainnya atau orang tersebut mendapatkan izin dari Dewa Absolute bisa juga memakai cara lain dengan cara Ritual kuno yang menggunakan puluhan juta darah manusia,baru bisa membuat portal menuju alam dewa lainnya, Alam dewa yang bisa bebas keluar masuk itu mulai dari alam dewa tingkat pertama hingga ke empat,Begitu Bosku." ucap Paijo.
"Haisshh...Kenapa kau tak memberi tahuku Jo" ucap Udin lemas.
"Ya maaf Bos...Aku takut sama istrinya bos" ucap Paijo.
"Ya sudah lah..itu ayam - ayamnya bawa kembali ke dunia jiwa Jo.Aku sudah malas untuk memasaknya" ucap Udin lalu memasukkan Paijo beserta peralatan masak serta bumbu dan Ayam - ayamnya yang tadi sempat dikerjakan.
Paijo belom sempat bicara dah masuk duluan ke dunia jiwa Udin.
"Apes dah...kenapa harus ada kejadian seperti ini seh.Gak jadi deh aku makan banyak ayam bakar" ucap Paijo dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian datanglah Meng Tian.
" Kakak ke dua sedang apa?" ucap Meng Tian
Paijo menoleh ke arah Meng Tian.
"Kebetulan kamu datang,bantuin aku masak ne ayam hutan." ucap Paijo.
.
.
----****-----
.
.
.
.
Udin saat ini sedang menuju portal untuk pergi ke lapisan ke dua.
"Sial....Seandainya aku dapat memutar waktu,Aku pastikan tidak ada kejadian seperti ini. Nasib...Nasib...sudah jauh dari anak istri,sekarang ditinggal pergi istri ke dua" ucap Udin dalam hati.
Tiba - tiba ada teriakan dari seorang wanita..
Toloooonggh........
"EH..!!!...Udin terkejut lalu menghentikan skillnya.
"Sepertinya tadi aku mendengar orang meminta tolong,apa hanya perasaanku saja ya"gumam Udin. Begitu mau menggunakan skillnya lagi..
"Tolooooooonggg....
"Jangkreeek...Beneran ada yang minta tolong." ucap Udin,kemudian Udin menggunakan mata dewanya untuk mencari sosok yang meminta pertolongan.
"Dapat.." ucap Udin lalu melesat ke arah sumber teriakan tersebut yang berjarak 500 meter darinya.
.
---***----
.
.
Nampak seorang gadis yang sudah kelelahan akibat bertarung melawan 5 orang pria,kelompok tersebut hendak memperrkossanya.
"Mau lari kemana kau nona cantik..,kamu tidak akan bisa lari dari sini" ucap pria itu.
"Toloooooong..... teriak gadis itu.
"Tida...." ucap pria itu namun berhenti ketika kepalanya terpisah dari badannya.
Teman - temannya juga mengalami hal yang sama..
Bughh...
Bughh...
Suara tubuh ke lima pria itu tanpa kepala ambruk ditanah.
"EH....gadis itu terkejut.
"Terima kasih kakek telah menolongku" ucap gadis itu.
"Aku belom kakek - kakek." ucap Udin yang bersembunyi di balik pohon.
"Terima kasih Tuan pendekar"ucap Gadis itu berusaha berdiri namun ambruk lagi,kakinya terluka akibat bertarung tadi.
"Kasihan....." ucap Udin dalam hati,kemudian turun lalu berjalan ke arah gadis itu.
"Apakah dia yang menyelamatkanku?? aku pikir dia bapak - bapak,gak tahunya masih muda" ucap gadis itu dalam hati.
Udin yang mendengar ucapan hati gadis itu mengira gadis tersebut berbicara dengan mulutnya.
"Kan sudah ku bilang aku bukan kakek - kakek, atau pun bapak - bapak.masih aja ngeyel,neh minumlah" ucap Udin sambil menyodorkan pil penyembuh lev 10.
"I...I...I..Ini kan pil lev ..." ucap gadis itu dalam hati namun belum selesai ucapannya sudah dipotong oleh Udin.
"Ini Pil lev 10,nanti aja terkejutnya..sekarang cepatlah lah diminum" ucap Udin.
"Darimana dia tahu aku berkata dalam hati??" ucap gadis itu dalam hati.
"EH....Tadi dia berkata dalam hati ta?? kok aku bisa mendengarnya ya" ucap Udin dalam hati terkejut.
Gadis itu meminum pil pemberian Udin.
Tak lama kemudian Luka - luka yang ada di tubuhnya telah pulih seperti sedia kala.
"Terima kasih Tuan pendekar" ucap gadis itu sambil bersujud.
" Iya..berdirilah" ucap Udin.
"Iya Tuan.Namaku Fang Mei Ling panggil saja Mei Ling." ucap gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Tungguuu Tuan" ucap Mei Ling.
Udin menghentikan langkahnya.
"Aku minta tolong kepada Tuan untuk mengantarkan saya pulang,karena ke dua teman saya telah tewas disaat melindungiku Tuan" ucap Mei Ling
Udin melihat mayat - mayat yang tergeletak itu ada 2 mayat yang pakaiannya sama dengan gadis itu .
"Baik..Aku akan mengantarkan kamu pulang" ucap Udin.
"Terima kasih tuan,mari Tuan kita kesana" ucap Mei Ling.
Udin dan Mei Ling berjalan kaki. Mei Ling tidak bisa terbang karena tenaga Qinya habis
Diperjalanan Udin memikirkan mengapa ia bisa mendengar ucapan didalam hati seseorang atau ungkapan hati seseorang.
"Nampaknya dia masih muda,mengapa ia menggunakan topeng,apakah wajahnya cacat,Dia diranah nirmawa kenapa bisa membunuh orang diranah saint tingkat 9 dengan mudah,apakah dia menyembunyikan kekuatan aslinya,darimana dia berasal," ucap Mei Ling dalam hati.
"Asem...kalau begini terus bisa budek kupingku mendengar dia nyerocos kayak knalpot bocor" ucap Udin dalam Hati.
Tak terasa langit akan gelap,mereka belum sampai ketempat tujuan.
"Kita berhenti di sini dulu tuan,besok kita lanjut kembali" ucap Mei Ling.
"Hem....
"Dingin banget jadi cowok,masa cuman Hem.. saja jawabannya" ucap Mei Ling dalam hati.
Krucu..krucuuk... Kruucuuk...Suara perut Mei Ling.
"Ini makanlah" ucap Udin sambil menyerahkan Buah -buahan dari dalam cincin ruangnya.
"Terima kasih Tuan" ucap Mei Ling.
Udin tak menjawab,ia membuat gundukan tanah melingkar lalu menembakkan api ke tengah - tengah gundukan itu dengan kekuatannya
Uhuk...Uhuk...Uhuk...Gadis itu tersedak karena terkejut melihat warna api Udin bewarna putih.
"Api puncak?? Apakah dia dewa penguasa api?" ucap gadis itu dalam hati.
Udin bersikap cuek saja,lalu Ia memasang array pelindung disekitarnya. Setelah selesai Udin tidur.
Melihat pemuda bertopeng itu tidur,Mei Ling pun ikut juga tidur.
Esok paginya Udin sudah bangun duluan sedangkan Mei Ling masih tertidur. Udin menghilangkan array nya lalu membuat kopi sambil makan buah - buahan. selesai membuat kopi lalu meminumnya.
"Mantaappp" ucap Udin agak nyaring.
Mei Ling mendengar suara dari pemuda yang menyelamatkan dirinya jadi terbangun.
Udin mengambil rokoknya lalu membakarnya..
Huuufftttt..... asap keluar dari mulutnya.
Mei Ling melihat tingkah pemuda bertopeng itu penasaran" Apa yang di pegangnya,lalu minuman apa itu? kok hitam banget" ucapnya dalam hati.
"Ini kalau kau mau coba,tapi harus makan buah - buahan agar perutmu tak kaget." ucap Udin.
Mei Ling makan buah - buahan setelah itu dia meminum kopi buatan Udin.
"EH!!!!Minuman apa ini? mengapa jiwaku menjadi tenang" ucap Mei Ling dalam hati.
"Yang ini ..kau tak boleh mencobanya" ucap Udin menunjukkan rokok pada Mei Ling.
Meng Ling hanya menganggukkan kepalannya saja.
"Ini minumlah,terkejutnya nanti saja" ucap Udin memberikan Pil pemulih Qi lev 10.
Mei Ling segera menelan pil tersebut,tak lama energi Qinya terisi penuh.
"EH....Mei Ling Terkejut.
"Ayo cepat kita pergi dari sini" ucap Udin lalu berdiri.
Mei Ling juga ikutan berdiri.
Kemudian mereka melesat terbang ke arah rumah Mei Ling.
5 jam kemudian mereka telah sampai di pintu gerbang sekte awan.
"Asem....sekte lagi...sekte lagi...coba sekali sekali anak pak bupati gitu" ucap Udin dalam hati.
"Mari masuk Tuan " ucap Mei Ling.
"Terima kasih,tapi aku harus melanjutkan perjalananku " ucap Udin.
"Sebentar saja Tuan, setelah itu Tuan boleh pergi sebagai ucapan rasa terima kasihku" ucap Mei Ling.
"Hem...oke..sebentar saja ya " ucap Udin.
"Selamat datang Nona muda Mei." ucap Penjaga gerbang sekte.
__ADS_1
"Iya.." ucap Mei Ling.
Mereka pun masuk. Nampak ratusan pasang mata melihat mereka berdua berjalan.
"Dengan siapa Nona muda Mei Ling berjalan..
"Apakah pemuda itu pacarnya..
"Sial..sudah ada yang merebutnya dariku..
Berbagai suara hati para murid sekte pedang langit didengar oleh Udin.
"Kampreeettt...Gimana caranya untuk matikan suara - suara itu..Brisik banget seperti didalam pasar aja" ucap Udin didalam hati.
Sejam kemudian mereka sampai di kediaman ketua sekte pedang langit.
"Ayah...Ibu...Mei Ling pulang." ucap Mei ling ketika masuk dalam rumah. Sementara Udin diluar rumah karena Mei Ling belum mempersilahkan dia untuk masuk.
Mei Ling menemui kedua orang tuanya yang berada di ruang keluarga.
"Mei 'er..Syukurlah kau kembali nak. Gimana tadi Misimu? " ucap sang Ibu.
"Misiku gagal bu, Dua sahabatku tewas diserang bandit" ucap Mei Ling.
"APPAAA!!!!! ucap mereka serempak terkejut.
Mei Ling pun memceritkan kejadian yang menimpa dirinya.
Tak lama kemudian setelah Mei Ling menceritakan kejadian yang menimpanya.
"Dimana pemuda itu Mei' er" ucap sang ayah.
"Ada di...... EH!!!! " ucap Mei Ling tak melanjutkan perkataannya karena tak melihat pemuda itu dibelakangnya.
"Tadi ada dibelakang Mei Ling ayah.." ucap Mei Ling.
"Apakah kau sudah mempersilahkan dia untuk masuk nak" ucap sang ayah.
"EH!!! Belum yah,Mei Ling lupa" ucap Mei Ling.
"Berarti pemuda itu masih ada didepan rumah,ayo kita kesana" ucap sang ayah.
Kemudian mereka bertiga menuju teras rumah,Nampak seorang pemuda bertopeng sedang duduk dilantai sambil menghisap seseuatu lalu memgeluarkan asap.
"Apa yang dia hisap itu?" ucap sang ayah dalam hati sambil berjalan menuju tempat dimana pemuda bertopeng itu Duduk.
"Permisi..Apakah kau telah menyelamatkan putriku anak muda? ucap ayahnya Mei Ling.
Udin yang mendengar asal suara itu menoleh.
"Iya paman" ucap Udin.
"Beneran dia berada di ranah nirwana,tapi mengapa bisa mengalahkan orang yang berada di ranah saint?" ucap Ayahnya Mei dalam hati.
"Terima kasih telah menyelamatkan putri kami anak muda,ini ada sedikit hadiah untukmu sebagai rasa terima kasihku" ucap Ayahnya Mei Ling menyerahkan cincin ruang.
"Ya paman,tapi maaf...Aku tak membutuhkan hadiah tersebut,berikanlah kepada yang membutuhkannya." ucap Udin lalu menghilang.
"EH!!!!!! mereka terkejut tiba - tiba pemuda bertopeng tadi menghilang.
"Sungguh beruntung anakku bertemu dengannya,kalau tidak anakku sudah menjadi mayat," ucap ayahnya Mei Ling.
.
.
.---****---
.
.
Nampak sosok pemuda bertopeng sedang melayang di udara,pemuda itu adalah Udin.
"Untung aku bisa kabor,jika enggak...bisa lama aku disana." ucap Udin. Lalu Udin melanjutkan perjalanannya menuju portal ke lapisan ke dua.
Udin sudah menempuh jarak 1.000juta kilometer.
"Hem...sepertinya ada disini"ucap Udin sambil mengamati daerah yang disebutkan oleh Paijo.Udin mencari letaknya,katanya Paijo letak Portal tersebut berada di tengah - tengah kedua air terjun.
"Dapat......Yesss...." ucap Udin senang.
Kemudian Udin turun lalu melihat ada 2 orang yang menjaganya.
Penjaga itu berada di ranah Holly emperor kuning tingkat 8.
"Kok ada penjaganya ya...Aneh" ucap Udin dalam hati.
"Maaf anak muda,kamu tidak boleh masuk jika belum diranah emperor ." ucap penjaga itu.
"Ooo..gitu..bentar aku keluarkan kekuatanku yang asli " ucap Udin.
wusssshh....
Aura kaisar dewa berlian tingkat 9 keluar.
"A...A...A....Aura apa ini..aku tak sanggup menahannya" ucap penjaga itu terduduk lalu memuntahkan seteguk darah.
Kemudian Udin menarik lagi auranya.
"Bagaimana?? apakah aku boleh masuk." ucap Udin.
"Si...Silahkan yang mulia dewa,mohon maaf atas kelancangan hamba" ucap penjaga itu sambil bersujud.Penjaga mengira pemuda bertopeng itu adalah dewa yang menyamar,karena orang yang sudah berada di ranah dewa akan di puja dan dihormati.
"Iya......Bukain portal tersebut" ucap Udin.
"Ba...Baik yang dewa" ucap penjaga itu,lalu membukakan pintu portal..
Setelah pintu itu terbuka lalu Udin pun masuk...
"Hem....ternyata kalau mau masuk harus ada syaratnya ya..terus bayar pula" ucap Udin dalam hati,tadi Udin sempat melihat plang tulisan tarif masuk.
Udin terus berjalan ke arah pintu keluar portal ruang dan waktu tersebut. Setelah beberapa jam Udin Sudah keluar,kini Udin sudah dilapisan ke Dua.
"Jo...arah portal selanjutnya kemana?" ucap Udin telepati.
"Arah ngalor bos...kiro - kiro 3.000 juta kilometer .Ono patung jumlahe sekawan,Nah portalle pas tengah - tengah patung kuwi Bos" ucap Paijo telepati
"Oke,apakah ada yang mau naik tahap lagi Jo?" ucap Udin telepati.
"Ada Bos..tapi nanggung..nanti sajalah Bos" ucap Paijo telepati.
"Y sudah kalau gitu" ucap Udin telepati.
"Hem.....Arah ngalor yoo...oke...tunggu aku sayang." ucap Udin. Kemudian ia menggunakan mata dewanya lalu menggunakan skillnya.
Tak terasa sudah mencapai jarak 3.000juta Km.
"Patung oh patung mengapa kau tak mau muncul " ucap Udin sambil mengubah suaranya.
"Bagaimana aku mau muncul,memang aku lagi ngumpet." ucap Udin dengan suara aslinya.
Udin mau ngajak krilin jalan bersama,namun dia harus melatih para murid sekte elang emas supaya kuat.
"Nah...kau disitu rupanya ya" ucap Udin..
"Hem...kok gak ada yang jaga ya...apa penjaganya sembunyi,begitu mau ada yg lewat baru muncul seperti tukang parkir" ucap Udin dalam hati. Ketika mau dekat dengan portal.
Tiba - tiba...
"Maaf tuan...jika mau lewat sini bayar 20.000 batu Roh sedang" ucap Penjaga yang baru muncul Itu.
"Belom 5 menit aku bilang,ternyata beneran kya tukang parkir di emperan toko..Jangkreeek." ucap Udin dalam Hati.
Mau tak mau Udin memeberikan uangnya pada petugas itu.
"Silahkan masuk Tuan" ucap penjaga itu.
"Iya" ucap Udin,sekilas Udin melihat plang harga tarif masuk sebesar 10.000 batu roh sedang.
"Waasssuuuu...di bohongin aku" ucap Udin dalam hati...
Lapisan demi lapisan Udin lalui,dalam perjalananya Udin menemui beberapa hambatan, kecil saja seperti menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongannya.
Udin menaikkan kekuatannya ke ranah immortal agar portal yang akan dimasuki bisa dia lewati tanpa harus mengeluarkan aura kekuatan aslinya lagi. Portal di tiap lapisan alam dewa tingkat 1 ada yang jaga ada pula yang tidak,jika dekat dengan pemukiman penduduk maka portal tersebut dijaga,jika jauh maka tidak dijaga.
Kini Udin didalam portal menuju alam dewa tingkat ke dua.
"Akhirnya sampai juga." ucap Udin ketika sudah berada didepan portal alam dewa tingkat ke dua. Nampak petugas jaga berdiri disitu. Udin melewati saja kedua penjaga itu.
"Hem....enaknya kemana ya? " ucap Udin dalam hati berpikir.
"Mending jalan kaki sajalah..Siapa tahu aku nemu jalan pulang"ucap Udin dalam hati.
Kini Udin berjalan kaki menyusuri jalan menuju desa terdekat.Udin kembali menurunkan kekuatannya di ranah saint tingkat 9.
.
.
.
.
¤¤¤¤¤¤¤
.
.
.
.
.
maaf bila ada typo dalam penulisan kata,soalnya kadang ngetik diHP sambil di cas,nah pas ngetik itu suka lari kemana - mana,gak normal gitu ketikannya.
.
__ADS_1
Jika suka klik like ya teman - teman...matur suwun...