Petualangan Udin

Petualangan Udin
MENGUNJUNGI UMAM


__ADS_3

"Udin'er selama ini kemana saja Nak." ucap Ibu.


"Hem... Udin gak tahu Bu.. Soalnya tempatnya asing banget. Tahu - tahu Udin sudah gede begini." ucap Udin.


"Ooo... Begitu...." ucap Ibu.


"Gimana caranya Bos keluar dari sana?" ucap Ponijan.


"Udin pakai jasa Gojek Paman Poni..." ucap Udin sedikit bercanda.


"Gojek??? Emangnya Gojek itu bisa ngantar kemana saja kah Bos?" ucap Andin.


"Bisaa Bibi... Gojeknya itu bernama Pak Umam." ucap Udin.


"Pak Umam???" ucap mereka agak serempak.


"Seperti pernah dengar nama itu.." ucap Kuwi.


"Wook.... Coba kamu upgrade Prosesornya Kuwi ini. Biar gak lemot." ucap Ponijan.


"Enak aja lemot,Prosesorku kencang neh Kang Intel Core i20 ." ucap Kuwi tak terima dirinya dikatakan lemot oleh Ponijan.


"Kalau gak lemot apa dong... Masa Umam aja dah lupa. " ucap Ponijan.


"Yang aku tahu itu Umam yang mempunyai Istri rambutnya Pirang itu kang. Kalau Umam Gojek aku gak tahu." ucap Kuwi.


Ponijan memegang Kening Kuwi memakai tangan Kanan,sedangkan tangan kiri memegang dengkulnya sendiri.


"Pantes sama...." ucap Ponijan.


"Waasssuuuu.... " ucap Kuwi.


"Huakakakakakakaka.... Udin tertawa melihat tingkah polah anak buahnya itu.


kemudian Udin mencoba menghubungi Umam.


"Om Jin...." ucap Udin telepati ke Umam.


"I...I..Iya Bos.. Ada apa? Apa Bos butuh bantuan?" ucap Umam telepati terkejut.


"Gakpapa.... Kangen aja... Om Jin sibuk apa enggak..." ucap Udin. tepati


"Enggak Bos... " ucap Umam telepati.


"Bentar dulu ya semuanya..Udin tinggal sebentaaaaaaaaar saja. " ucap Udin. Lalu Udin menghilang.


"EH....!!!?? Semua orang terkejut.


Udin pergi menjauh. Kemudian Udin mencoba Ilmu lainnya Yang didapat dari Buku yang Ia baca waktu itu. Udin meletakkan Jari telunjuk dan jari tengah di kening. Lalu Udin mencoba telepati Umam lagi.


"Om Jin..." ucap Udin Telepati.


"Iya Bos..." ucap Umam telepati.


"Dapat...." ucap Udin dalam hati menemukan keberadaan Umam.


Kemudian Udin berteleportasi ke tempat Umam berada. Sebab Udin kangen dengan Umam.


Udin muncul di belakang Umam yang sedang mengintip cewek - cewek mandi dikolam renang yang memakai pakaian renang. Umam berada diatap rumah duduk jongkok.


Nampak Para Gadis itu ada yang berenang ada yang bersantai tiduran dikursi panjang,dan ada juga mengobrol memakai pakaian renang ala orang barat.


"Om Jin lagi apa?"ucap Udin Telepati.


"Lagi santai Bos." ucap Umam telepati tak menyadarinya Udin ada dibelakangnya,sebab Udin masih menghilangkan aura keberadaannya,dan juga Umam sedang fokus mengintip cewek - cewek mandi.


Udin kemudian ikut duduk jongkok.

__ADS_1


"Hem.... Bening - bening ya Om Jin" ucap Udin pelan.didekat telinga Umam.


"Iya Bos..." ucap Umam telepati.


"Kalau Bibi Sri tahu ,gimana ya..." ucap Udin.


"Ya jangan sampai tahulah Bos..." ucap Umam telepati.


"EH....!!!?? Umam terkejut. Umam baru tersadar ketika dengar ucapan Udin tadi lalu menoleh.


Udin dengan sigap menutup Mulut Umam.


"Hem... Hemmp...Hempp...." Umam tak bisa bicara.


Udin menaruh jari telunjuknya dibibir.


"Diem... Jangan berisik Om Jin." ucap Udin pelan.


Umam mengangguk saja.


"Kok dia bisa tahu aku ada disini...Padahal jarak antara Aku sama Udin sangatlah jauh,dan itu gak mudah mencariku" ucap Umam dalam hati.


Udin bisa mendengar ucapan hati Umam.


"Udin mencari Hawa keberadaan Om Jin dari kekuatan yang Om Jin berikan." ucap Udin telepati.


"Eh... Bos bisa dengar kata hatiku...!!??" ucap Umam telepati.


"Udin gak bisa Om Jin.. Tadi Udin dengar ada Tukang siomay tak jauh dari sini yang bicara.." ucap Udin telepati asal bicara.


Umam celingukan mencari Tukang Siomay.


jarak 1KM dari Umam ada Tukang Siomay sedang mangkal.


"Becanda Om Jin..


"Diampuutt... Aku ke Gep sama Bos.. Mudah - mudah Bos gak bilang ke Istriku" ucap Umam dalam hati.


"Udin gak akan bilang kok Om Jin... Santai saja. "ucap Udin telepati yang masih didekat Umam.


Udin mencoba dengan Ilmu yang lainnya,dalam alam bawah sadar Udin,Udin mencoba mempercepat waktu untuk melihat masa yang akan datang. Gak lama kemudian Udin menghentikannya.


"Om Jin punya waktu 15 menit untuk pergi dari situ,jika lebih 15 menit tidak pergi maka Om Jin akan menerima akibatnya." ucap Udin telepati.


Kemudian Udin menjauh dari tempat Umam berada lalu Udin menempelkan ke dua jarinya,Udin hendak menelepati Paijo,tapi diurungkan,soalnya ketika akan berteleportasi dirinya teringat tentang DUFAN yang letaknya ada dijakarta.


Udin belom pernah kesana seumur hidupnya,hanya melihat di TV saja. Kemudian Udin memutuskan pergi kesana, Lalu Udin memfokuskan fikirannya,ia ingin pergi ke DUFAN di tahun 2011 sebelum Covid melanda diseluruh Dunia. Udin membuat portal lalu masuk.


"Selamet... Bosku ternyata gak akan kasih tahu ke istriku" ucap Umam dalam hati.


"EH....!!!?? Umam terkejut saat Udin menelepati dirinya.


"Maksud Bos tadi apa ya...." ucap Umam dalam hati.


Kemudian Umam menelepati Udin,tapi tak dijawab Oleh Udin.


Umam menghiraukan ucapan Udin ,ia tetap melanjutkan kegiatannya itu.


15 menit kemudian.


"Ooo.... Rupanya Sayang ada disini ta" ucap Dwi Sri Rahayu Handayani alias Sri istri Umam.


Deg.... Jantung Umam terasa mau copot ketika mendengar ucapan istrinya itu.


Sri melihat arah yang dilihat suaminya itu.


"Hem...Jadi sayang lebih suka yang lebih Muda ya...." ucap Sri mulai emosi.

__ADS_1


Umam lalu bersujud pada istrinya.


"Ampun sayang.... Aku khilaaf...Aku janji gak ngulangi lagi.." ucap Umam gemetaran.


"Jadi ini ta yang dimaksud Bos tadi... Waasssuuu.... Coba Bos bilang lebih detail,pasti aku langsung pergi dari sini" ucap Umam dalam hati .


"Mana pesenanku?" ucap Sri.


Sebab Sri menunggu Umam pergi keluar untuk membeli Siomay. Sejam lebih ditunggu gak ada datang - datang. Lalu Sri keluar rumah untuk mencari Umam berada.


"Jangkreeek.... Aku lupa lagi..gara - gara melihat cewek mandian dikolam renang." ucap Umam dalam hati.


"Si... Si... Siomaynya di makan Bos Udin tadi sayang,sebab tadi Bos Udin mendatangiku kesini lalu pergi,tak lama kemudian sayang datang." ucap Umam.


"EH..... !!?? Sri terkejut saat mendengar Udin datang kesini.


"Beneran Bos Udin ada datang kesini?" ucap Sri langsung meredam emosinya.


"Beneran sayang...Sumpah demi apapun... Tadi Bos Udin kesini." ucap Umam masih bersujud.


Mendengar Suaminya berani sumpah,maka ia percaya.


"Ya sudah... Cepat belikan aku Siomaynya..Aku tunggu dirumah... Awas kalau lama lagi." ucap Sri lalu pergi.


Umam lalu berdiri.


"Selameet....Untung aku bawa nama Bos tadi. Jika enggak bisa berabe nanti. " ucap Umam dalam hati sambil mengusap dadanya. Kemudian Umam melesat mencari penjual Siomay.


Tak lama Kemudian Umam sudah berada di penjual Siomay.


"Pak siomaynya 100 ribu bagi dua." ucap Umam.


*Umam memperoleh Uang dengan cara mengambil Uang di BANK dengan ilmunya,jadi Umam tidak bersusah payah untuk mendapatkan Uang seperti manusia pada umumnya.*


"Pedas apa enggak Pak?" ucap Pedagang Siomay.


" Satu pedas satu lagi tidak" ucap Umam.


"Kok Bos bisa tahu ya kalau istriku mau datang" ucap Umam dalam hati .


"Pak... Ini siomaynya.." ucap Pedagang Siomay.


Umam tak bergeming,karena sibuk memikirkan kejadian tadi.


"Pak...." ucap Penjual Siomay.


Lalu pedagang itu menggoyangkan lengan Umam


"Pak...." ucap Pedagang Siomay.


"EH.. !!! Iya...Ada apa pak!?" ucap Umam terkejut.


"Ini Siomaynya sudah selesai dibungkus Pak.Yang dirobek plastiknya itu pedas" ucap Pedagang Siomay sambil memberikan 1 kantong kresek.


Umam memberikan Uang sambil mengambil bungkusan kresek.


"Terima kasih..." ucap Umam.


"Sama - sama pak" ucap Pedagang Siomay.


Umam lalu berlari dengan Cepat.


"Buseeet... Cepat amat dia larinya...Apa dia atlet PON ya.."ucap Pedagang Siomay yang melihat kecepatan berlari Umam.


.


---***---

__ADS_1


.


__ADS_2