Petualangan Udin

Petualangan Udin
USIL DIRUANG RAPAT


__ADS_3

KERAJAAN JIAN.


500Meter dari Kerajaan Jian,Udin meminta semuanya untuk masuk ke dunia cincin,sebab Udin mau kasih kejutan pada kedua orang tuanya. Mereka pun masuk kedalam.


Udin kemudian menggunakan Jurus menghilangnya dan hawa keberadaanya.


Udin melesat terbang ke arah Istana Jian.


Udin mencari kedua orang orang tuanya berada.


"Kemana Ayah dan Ibu ya... " ucap Udin dalam hati sambil menelusuri istana Jian.


Udin pergi ke Ruang rapat.


Nampak Raja Jian Sedang membahas masalah Bandit yang ada didesa,disitu ada Shan,dan Jia Li.


Udin berdiri disamping Jia Li.


"Usilin aaaah....." ucap Udin dalam hati.


Udin meniup pelan ke Telinga sebelah kanan Jia Li.


Huuuuuuuff......


Jia Li kaget lalu menoleh ke samping kanan . disamping kanan ada seorang pria. Nampak ia memiliki pangkat yang sama denga. Jia Li.


"Aneh... Perasaan ada yang niup kupingku" ucap Jia Li dalam hati.


Udin berpindah ke sebelah Kiri Jia Li.


Lalu meniup pelan ke arah telinga Jia Li.


Huuuuuuuufff.......


"EH....!!???... Jia kaget lalu menoleh sebelah Kiri.


Sebelah kiri Jia Li ada Shan,Shan sedang fokus mendengar rapat tersebut.


"Siapa yang niup kupingku" ucap Jia Li dalam Hati.


Udin mengelitik pinggang Jia Li.


Jia Li terkejut sambil melompat dari tempat duduknya.


Semua Orang melihat Jia Li bertingkah aneh lalu Raja Jian berkata" Ada apa denganmu Jendral Jia Li?" ucap Raja Jian.


"Maaf yang Mulia,Hamba tadi merasa pinggang saya ada yang menggelitik."ucap Jia Li Lalu duduk kembali.


"Mungkin ada hewan didalam baju" ucap Raja Jian.


Jia Li lalu meraba - raba pinggangnya untuk memastikan.


"Gak ada Hewan dipinggangku" ucap Jia Li dalam hati.


Udin lalu beralih ke Raja Jian.Ia menggelitik pinggang Raja Jian.


Raja Jian kaget lalu melompat dari kursinya.


"Ada apa yang Mulia" ucap Shan melihat Raja Jian melompat dari kursinya.


"Seperti ada yang menggelitik pinggangku" ucap Raja Jian.


"Mungkin ada Hewan dibalik baju yang mulia" ucap Jia Li.


"Masa seh??" ucap Raja Jian lalu meraba - raba pinggangnya.


"Gak ada Hewannya" ucap Raja Jian lalu duduk lagi.


Udin menggelitik lagi pinggang Raja Jian.


Raja Jian reflek melompat lagi.


"Ada apa yang Mulia" ucap Shan heran.


"Seperti ada yang menggelitikku tadi,ini yang sudah ke dua kalinya" ucap Raja Jian.


"Aneh.... " gumam Shan.


Shan lalu teringat Udin bisa menghilang,ia berpikir itu kelakuan Udin,tapi segera ia menepisnya,sebab Udin berada sangat jauh dari tempat ia berada.

__ADS_1


Udin melihat kertas dan juga alat tulis yang letaknya 3 Meter disamping Raja Jian.Udin mengambil alat tulis itu. Lalu menulis.


Semua orang yang melihat alat tulis itu bergerak sendiri terkejut.


Alat tulis itu nampak menulis sesuatu.


Shan lalu mendekat ke arah Alat tulis yang bergerak.setelah itu berhenti dan tergeletak begitu saja.


Ia melihat tulisan. TOLONG AKU...


"Apa yang ditulis itu Jendral Shan?" ucap Raja Jian penasaran.


"TOLONG AKU " ucap Shan lalu mengambil kertas tersebut.


"TOLONG AKU!!???? ucap Semua orang terkejut dan heran.


Tak lama kemudian alat tulis itu bergerak lagi.


"DIMANA AYAH DAN IBUKU"...


"Apa tulisaannya Jendral Shan?" ucap Raja Jian.


"DIMANA AYAH DAN IBUKU" ucap Shan.


Semua orang nampak berpikir dan saling bertanya.


"Apakah itu ulah arwah penasaran?" Celetuk salah satu pelayan istana.


"ARWAH PENASARAN.....!!!???? ucap Semua orang.


Alat tulis itu bergerak lagi.


"KALAU GAK MAU KASIH TAU MAKA KALIAN AKAN AKU TEROR TERUS.


"Apa tulisaannya Jendral Shan" ucap Raja Jian.


"EH....!!!?? Shan terkejut.


"KALAU GAK MAU KASIH TAU MAKA KALIAN AKAN AKU TEROS TERUS" ucap Shan.


"APAAAAAAA.....!!?? ucap semua orang yang ada diruangan terkejut.


Udin mengambil buah anggur.


"Coba lihat itu... Buah anggur melayang sendiri," ucap Orang yang ikut rapat tak sengaja melihat buah anggur tiba - tiba melayang.


Mereka yang mendengar lalu melihat ke arah Buah Anggur tersebut.


"HAAAAAAAA....... Semua orang menjatuhkan rahangnya kebawah.Sebab buah anggur itu nampak ada yang memetik lalu melayang dan menghilang.


Udin mengontrol ilmu menghilangnya,barang yang ia sentuh tak bisa ikut tak terlihat.


Udin melihat mereka membuka mulutnya,dengan sigap melempar buah anggur kedalam mulut mereka.


Rata - rata orang yang kemasukan buah anggur yang tiba - tiba masuk dalam mulutnya kesedakan.


"Uhuk....Uhuk... Uhuk.... Uhuk....


Raja Jian tak luput dari lemparan buah anggur ia ikut kesedakan,kecuali Jia Li,sebab Jia Li adalah Bibinya.


Udin lalu merubah wujudnya menjadi Umam,setelah itu.


"DIMANA AYAH DAN IBUKUUUUUU.... HAAAAAAAAAA.... " ucap Udin pakai Qi membuat suaranya seperti Hantu yang ada di Film horor.


Nampak semua orang terkejut,Bulu kuduknya mereka tiba - tiba berdiri.


"KALAU TAK MEMBERI TAHU... AKU AKAN MENEROR KALIAN SELAMANYA.... HAAAAAAAAAA...... ucap Udin pakai Qi.


"HA...Ha......HANTUUUUUUU..... " ucap mereka serempak. kemudian lari keluar Ruang rapat kecuali Shan,Jia Li dan Raja Jian.


"Siapa nama Ayah dan Ibumu?" ucap Shan memberanikan diri bertanya.


Udin tak menjawab lalu pergi dari ruang rapat tersebut.


Udin menelusuri Lorong istana.


Udin melihat ada gadis nampak berusia 24 Tahun berlatih di taman. Lalu Udin menghampirinya.


Gadis itu sedang menarik busur panah,ia mencoba membidik target sejauh 50 Meter.

__ADS_1


Udin melayang disamping gadis itu.


"Geser kekanan sedikit,..." ucap Udin pelan.


Sang gadis terkejut,kemudian ia mengikuti suara itu.


"Angkat naik sedikit " ucap Udin lagi.


Gadis itu mengangkat sedikit busurnya.


"Cukup,lepaskan....." ucap Udin.


Sang gadis melesatkan anak panahnya.


Wuuuusshhhh..... Anak lanah meluncur.


Jleb.... Anak panah menancap tepat sasaran.


Sang Gadis lalu menoleh kebelakang.


"Siapa yang membisikkan aku ya?" ucap Gadis itu lalu berjalan ke arah Sasaran panahnya.


"EH.... !!?? Sang Gadis terkejut saat melihat anak panahnya mengenai tepat sasaran.


Kemudian ia berjalan lagi ke arah semula. Ia mengambil anak panah lalu menarik tali busurnya.


"Kiri sedikit..." ucap Udin pelan.


Sang Gadis penasaran lalu menoleh kebelakang.


"Gak Ada orang?" ucap Gadis itu.


"Aku mengawasimu dari jauh,ayo tarik lagi panahmu" ucap Udin.


Sang gadis menuruti suara itu.


"Kanan sedikit...stop... Lepaskan... " ucap Udin.


Sang gadis melepaskan anak panahnya.


wuuusssh...... Anak panah melesat.


Kraaaccck....jleb.... Anak panah tadi membelah anak panah yang menancap.


"EH...!!?? Sang Gadis terkejut melihat panahnya itu membelah anak panah yang tertancap.


"Lanjut lagi apa sudahan,kalau lanjut aku ajarin.mumpung aku gak sibuk." ucap Udin.


"Hem... Lanjut lagi Tuan.." ucap Sang Gadis.


"Ambil lagi anak panahmu" ucap Udin.


Sang gadis meneruti suara tersebut.


"Coba kamu alirkan Qi pada anak panah itu." ucap Udin.


Sang gadis mengalirkan Qi pada anak panah.


"sip... itu sudah tepat sasaran,lapaskan... " ucap Udin.


Anak panah melesat dengan cepat.


Wuuussssh.....


Boomm...... Papan target hancur.


"EH....!!?? Sang Gadis terkejut ketika melihat papan target itu hancur.


"Sebelum melepaskan panah,kamu harus merasakan arah datangnya angin,lalu hitung jaraknya. Nanti kamu akan bisa membidik dengan tepat." ucap Udin.


"Terima kasih Tuan sudah mengajarkan saya" ucap Gadis itu.


"Iya sama - sama,Oh iya.. Kamu tahu gak Lin Shang Peng ada dimana" ucap Udin.


Sang Gadis lalu memberi tahu tempat Lin Shang Peng berada.


"Terima kasih cantik... Aku pergi dulu ya" ucap Udin lalu melesat ke arah tempat dimana orang tuanya berada.


"Iya...sama - sama Tuan" ucap Gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2