Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 13


__ADS_3

Nampak 5 orang di dekat danau,Mereka adalah Udin, Wulan,Wati,Sari dan Guru dari 3 gadis remaja tersebut.


"Maaf Nak...Namamu siapa?" ucap Wanita dewasa.


"Namaku Jaka Bi..." ucap Udin.


"Ooo...Jaka...Namaku Cempaka..." ucap Wanita dewasa.


Nampak Wulan menaruh dedaunan di pundak dan kepala Udin.


Udin diam saja,membiarkan Wulan bersikap seperti itu.


Cempaka memberi kode pada Wulan agar tidak menaruh daun lagi,dan membuang daun yang sudah di letakkannya itu.


Wulan hanya mengelengkan kepalanya saja.


"Diaampuuuut...." ucap Udin dalam hati.


"Maaf Bibi ....Ini Jaka masuk wilayah apa ya..."ucap Udin.


"Kamu masuk di wilayah kerajaan Manggala." ucap Cempaka.


"Ooo.....Kerajaan Manggala.." ucap Udin.


"Emangnya kamu mau kemana" ucap Sari.


"Jalan - jalan....." ucap Udin.


"Rumahmu di mana..." ucap Wati.


"Di daerah dekat pantai,jauh dari sini..." ucap Udin.


Wulan masih meletakkan daun di kepala Udin.


" Mbak Wulan dibelakangmu ada Ulaaaaar......" ucap Udin berbohong.


"Kyaaaaaaa......." teriak Wulan berpindah tempat di depan Udin lalu memeluk Udin. Dedaunan yang di taruh wulan di tubuh Udin berjatuhan.


Muka Udin tepat di gunung kembar Wulan.Nampak Wajah Udin tenggelam di antara gunung tersebut.


"Kok beda seperti punya Ibu ya..." ucap Udin dalam hati merasakan kekenyalan kedua gunung tersebut di mukanya itu meskipun terhalang kain.


Cempaka,Sari dan Wati celingukan kesana kemari mencari ular yang di katakan Udin.


"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha.....Ha...Ha..." Udin tertawa.


Ke empat wanita itu lalu tersadar ketika Udin tertawa.


Wulan melepaskan pelukannya lalu menjewer telinga Udin.

__ADS_1


"Kamu membohongi kami ya Jak?" ucap Wulan sambil menjewer telinga Udin.


"Awww.....Sakit mbaakk...


"Iyaa......Habisnya Mbak naruh daun di kepalaku." ucap Udin sambil menahan sakit di telinganya.


"EH....!!!??? Wulan terkejut lalu melepaskan jewerannya.


Udin memegangin telinganya sambil meringis kesakitan.


Cempaka mengeleng - gelengkan kepalanya melihat aksi Udin dan Wulan.


Cempaka kemudian melihat kalung yang di pakai oleh Udin.


"I...I...Itu kan kalung milik mendiang Kanjeng Ratu Sekar Ayu Diningrum...


"Mengapa ada pada bocah itu....


"Jangan....Jangaaan......" ucap Cempaka dalam hati.


Cempaka sempat bertemu dengan Ratu Sekar Ayu Diningrum dan mengobrol bersama,Ia melihat kalung yang di pakai Sekar.


"Jaka...." ucap Cempaka.


"Dalem Bi...." ucap Udin.


"Dari mana kamu dapat kalung yang kamu pakai itu..?" ucap Cempaka.


"Kalung ini pemberian almarhum Ayahku sebelum Ayahku tiada..." ucap Udin.


"Apakah ayahmu bernama Gusti Raden Aji Awalludin?" ucap Cempaka.


Udin menyembunyikan kalung di balik bajunya lagi. Dan bersikap Waspada.


"Kalian siapa?Apa kalian ingin memburuku?" ucap Udin meningkatkan indra pendengarannya.


Cempaka heran atas perubahan sikap Udin.


"Tunggu dulu,kalau tidak salah nama Putra itu Syaifudin. Lah ini Jaka..." ucap Cempaka dalam hati.


"Aku teman Kanjeng Ratu Sekar Ayu Diningrum,Sebelum Kanjeng Ratu meninggal,Kita sempat mengobrol,dan aku melihat kalung yang ia pakai. Kalung itu sama persis yang kamu pakai Jaka..." ucap Cempaka.


"Ibuku bernama Rukmana,Ayahku bernama Badrun...


"Rukmana?? Badrun...??" ucap Cempaka dalam hati.


"Apakah kalung ini hanya ada 1 saja di dunia ini?" ucap Udin sengaja tak memberi tahu orang tua kandungnya.


Nampak Cempaka berpikir ucapan Udin barusan.

__ADS_1


"Benar juga yang di katakan bocah ini,kalung itu gak mungkin hanya 1 saja...." ucap Cempaka dalam hati.


"Maafkan aku Jaka,aku telah salah sangka padamu. Aku pikir dirimu adalah putra Gusti prabu Aji Awalludin." ucap Cempaka.


"Iya Bibi...Gak apa - apa..Manusia memang sering membuat kesalahan.."ucap Udin tetap waspada.


Cempaka lantas mengeluarkan buah - buahan yang mereka bawa.


Cempaka membelah buah Melon menggunakan pedangnya.


"Berikan pada Jaka" ucap Cempaka sambil menyerahkan potongan buah melon pada Wulan.


"Baik guru..." ucap Wulan.


Wulan kemudian berjalan ke arah Udin.


"Jaka....Guruku memberimu buah Melon...Mohon di terima" ucap Wulan sambil menyerahkan potongan buah melon.


Udin menerimanya.


"Terima kasih...." ucap Udin.


Udin kemudian duduk,Tongkatnya diletakkan di pangkuannya. Lalu Udin memakan buah melon tersebut.


Selang 2 dupa. Nampak cempaka melepaskan pakaiannya di depan Udin,di ikuti ke tiga muridnya.


Lalu mereka masuk kedalam danau.


"Juuangkreeeek........." umpat Udin.


"Ayoo Jaka... Gabung kesini..." teriak Wulan.


Udin membalikkan badannya ke arah danau lalu ia menggelengkan kepalanya saja.


Nampak Wulan mempermainkan gunung kembarnya ke arah Udin berada.


"Aiisshhh.... Bos seh masih kecil...Kalau dah besar sikat aja bosss...." ucap Luciefer telepati.


"Sikat gundulmu paman... Yang ada Udin di tabokin..." ucap Udin telepati.


"Dekatin aja Bos... Pegang - pegang gitu..Kan lumayan...." ucap Luciefer telepati.


"Paman aja... Udin malas pegang - pegang..." ucap Udin telepati.


"Kalau aku keluar,pasti dah aku embat semua itu Bos..." ucap Luciefer telepati.


"Monggoo Paman...." ucap Udin telepati.


"Serius Boss..!!!??." ucap Luciefer telepati.

__ADS_1


"Iya...Udin serius paman... Lalu nanti Udin akan memanggil paman Umam kesini ya...." ucap Udin telepati.


"Waasssuuu..... Gak jadi deh kalau begitu Boss...." ucap Luciefer telepati.


__ADS_2