
"Tenang aja bro... Oh iya.. Jangan beritahu kepada orang lain ya" ucap Udin.
"I...I...Iya Bos.. A...A..Aku gak kan beritahu pada orang lain . Bah....Bahkan ayahku" ucap Li Shan masih gemetaran.
"Kuwi...Terbanglah dengan kekuatan penuhmu" ucap Rissa telepati.
"Baik nyonya" ucap Kuwi.
Kwwaaaakkkk......
Wuuuusssshhh...... Kuwi semakin cepat terbangnya
Rissa membantu Kuwi agar Kuwi tak kehabisan energi Qi,Rissa mengalirkan energi Qi nya pada Kuwi.
Awalnya hanya 100Km/jam kini menjadi 400km/jam.
.
.
.
.
----****---
.
.
.
Nampak disebuah ruangan yang begitu megah terdapat sosok terbaring dikamar tidur. Sosok Itu sedang menahan rasa sakitnya.
"Bagaimana keadaan suamiku" ucap wanita nampak berumur 40 an tahun bertanya pada seorang tabib.
"Maaf nyonya...Kesehatan yang mulia sedang turun" ucap Tabib.
Tadi pagi Hingga tengah hari,Kaisar Chang Li Wan masih sanggup berdiri dan berjalan wajah sedikit pucat,namun ketika Sore,Kaisar Chang Li Wan ambruk tak sanggup berdiri.
"Tabib...Usahakan suamiku cepat sembuh,panggil semua tabib yang ada" ucap Wanita itu.
"Baik Nyonya" ucap Tabib itu membungkuk
"Baguss...Sebentar lagi Anakku Chang Wei Lan akan menggantikan pria tua itu" ucap wanita itu dalam hati tersenyum sambil pergi dari ruangan itu.
"Apakah ini racun yang sama dengan yang mulia ratu alami dulu ya" ucap Tabib dalam hati.sambil melihat Selir kaisar pergi meninggal Kaisar Chang Li Wan terbaring lemah.
Tabib itu melihat gejala yang diderita yang mulia Chang Li Wan sama dengan Almarhum yang mulia Ratu.
.
------***-----
.
.
Udin melihat dari kejauhan nampak bangunan megah seperti istana.
"Yang mana Shan rumahmu?" ucap Udin.
"Yang Itu Bos" ucap Li Shan masih gemetar tapi gak seperti pertama kali.
"Itu kerajaan kah?" ucap Udin.
"Bukan Bos... Itu Istana Kaisar Chang Li Wan." ucap Li Shan.
"Ooo.... Kekaisaran To..Kirain kerajaan" ucap Udin Belum menyadarinya bahwa Li Shan seorang Putra mahkota
Begitu mereka mendekat.
"Bos turun disana saja." ucap Li Shan menujuk halaman dimana Halaman itu dekat dengan kamar ayahnya.
"Oke... Paman...Turun disana" ucap Udin sambil menunjuk arah.
Kuwi tak berani mengeluarkan suara,sebab banyak prajurit berjaga.
Kuwi mendarat lalu dengan cepat Udin memasang array Ilusi dan array kedap suara.
Prajurit tak melihat kedatanngan mereka,sebab Udin masih menggunakan jurus menghilangnya. Sehingga Yang lainnya tidak kelihatan kecuali Udin turun atau salah satu dari mereka turun maka kelihatan.
"Tolong sembunyikan hawa keberadaan kalian" ucap Udin.
"Baik Boss." ucap mereka serempak kecuali Rissa dan Li Shan.
Li Shan kemudian melompat dan berlari menuju kamar ayahnya.
"EH!!!!??? Para prajurit terkejut tiba - tiba putra mahkota muncul berlari dari halaman.
"Apa kau tadi melihat datangnya Tuan Li Shan?" ucap Prajurit A.
"Aku tidak melihatnya,padahal dari tadi aku melihat dari sana terus " ucap Prajurit B menunjuk arah dimana Li Shan muncul tiba - tiba.
Paijo,Udin,Djarwo dan Rissa, turun dari punggung Kuwi.
Kemudian Kuwi berubah menjadi manusia kembali.
"Paman semuanya mau ikut apa enggak" ucap Udin.
"Maaf Bos ..Aku mau cari angin dulu" ucap Paijo.
"Sama aku juga Bos" ucap Ponijan
"Hem.... Kuwi bingung mau ikut apa engak.
Paijo memegang tangan Kuwi.
"Bos kita gak ikut" ucap Paijo lalu melesat pergi dengan cepat,disusul Ponijan juga pergi.
"Pegang tanganku" ucap Udin.
Lalu Rissa dan Djarwo memegang tangan Udin.
Udin masih menggunakan jurus menghilangnya.
"Dek... Tolong hapus Array yang aku buat." ucap Udin dalam hati.
"Siap Kang Mas." ucap Rissa kemudian menghilangkan Array yang Udin buat.
Lalu mereka melesat ke arah perginya Li Shan. Seperti bayangan. Prajurit yang berjaga tak mengetahuinya.
.
.
.
----***----
__ADS_1
.
.
.
.
Nampak Sosok yang baru masuk kamar itu melihat Orang yang di khawatirkan terbaring lemah ditempat tidur. Ia Adalah Li Shan ditemanin Sorang tabib.
"Ayaaahh.... " teriak Li Shan sambil berlari ðŸ˜
"Salam hormat Muda tuan muda Li Shan.: ucap Tabib itu bersujud. kemudian berdiri
"Li...S...Shan" ucap sang ayah lemah.
"Maafkan aku ayah,Li Shan baru menyadari bahwa ada yang meracuni kita" ucap Li ShanðŸ˜
Tak Lama kemudian Udin,Rissa dan Djarwo tiba dikamar ayahnya Li Shan. Lalu Rissa dan Djarwo Melepaskan pegangan tangannya.
Tabib yang melihat tiba - tiba muncul 2 orang didalam ruangan Kaisar terkejut.
Kemudian Tabib itu melihat Bocah laki - laki muncul diantara bocah perempuan dan pria dewasa terkejut sampai terjengkang.
"EH!!!??? Udin terkejut melihat Li Shan berada di kamar seorang pemimpin kekaisaran,sebab didalam Ruangan itu ada sebuah Mahkota yang diletakkan dimeja samping tempat tidur.
"JUANCOOOOKKK......teriak Udin baru sadar jika Li Shan adalah putra mahkota kaisar.
."Ayahmu seorang kaisar to Shan? Lapo gak ngomong karo aku...Waassssuuu " ucap Udin gregetan karena Li Shan tak memberi tahu identitas aslinya.
Li Shan memdengar suara Udin lalu menoleh.
"Maaf Bos..aku belom cerita mengenai identitasku ,sebab aku takut kalian kenapa - kenapa" ucap Li Shan bersujud.
"Siapa mereka ini?? Mengapa putraku bersujud pada dia?" ucap Ayahnya Li Shan heran dan penasaran. sambil menahan rasa nyeri didada.
Rissa berlari ketempat ayahnya Li Shan berada.Kemudian meletakkan telapak tangannya di perut dan didada. Nampak sinar Putih keluar dari telapak Tangan Rissa.
Soalnya Rissa melihat dengan kekuatannya,Racun itu mulai masuk kejantung.Makanya tadi ia berlari .
"Berdirilah,kan sudah kubilang jangan bersujud padaku,berilah sujudmu pada orang tuamu" ucap Udin.
Li Shan kemudian berdiri lalu melihat Rissa yang berada didekat ayahnya.
"EH!!!!?? Li Shan terkejut.
"APA!!!!!! jangan - jangan Rissa yang memyembuhkan Dantianku" ucap Li Shan dalam Hati.
Tak Lama kemudian..
Hoeeekk....... Ayahnya Li Shan terbangun dan memuntahkan darah Hitam yang mengental.
Rissa Menyalurkan hawa murninya untuk menghilangkan sisa Racun didalam tubuh ayahnya Li Shan.
Nampak wajah Li Wan yang semula pucat kini menjadi cerah dan memiliki energi kembali.
Li Wan kemudian turun dari tempat tidur lalu bersujud. Namun Rissa menghentikannya.
"Paman tidak usah bersujud padaku" ucap Rissa.
"Untung gak telat datang kesini,jika telat bisa mati ayahnya Li Shan" ucap Rissa dalam hati.
"Terima kasih Tabib Agung" ucap Li Wan membungkuk. Kemudian berdiri
"Terima kasih Nyonya Bos sudah menyembuhkan ayahandaku" ucap Li Shan membungkuk laku berdiri tegak
"Nyonya Bos??" ucap Li Wan dalam hati.
"Mereka adalah keluarga baruku ayahanda" ucap Li Shan.
"Keluarga baru??" ucap Li Wan lalu menoleh ke arah Rissa.Ia mengira Rissa adalah kekasih putranya.
"Maaf saya sudah punya calon suami" ucap Rissa. Supaya Li Wan tidak salah paham.
"Ayahanda,Pagi tadi aku pergi berburu bersama kedua pengawalku, namun begitu aku masuk ke kawasan hutan yang banyak Rusanya,tiba - tiba kami diserang,Aku sempat ikut bertarung,namun salah satu dari penyerang itu tiba - tiba menahan kedua tanganku,sehingga orang yang aku lawan itu menghancurkan Dantianku. Kemudian Wu Xuan datang menendang orang yang memegang tanganku, Ia menyuruhku untuk pergi ,tapi aku gak mau. Ia tetap memaksa.. Mau tak mau aku pergi dalam keadaan terluka,aku terus berusaha kabur-. Tak lama kemudian aku tidak sadarkan diri ,begitu ku sadar,aku melihat Bos Udin,nyonya Udin dan pamannya Bos Udin,merekalah yang menolongku serta menawarkan mengembalikan Dantianku yang hancur dengan syarat aku mengucapkan sumpah dan janji setiaku ayahanda ucap Li Shan menjelaskan.
Li Wan melihat kekuatan Putranya.
"EH!!!?? Li Wan terkejut. Soalnya tingkat kekuatan putranya menurun tidak seperti saat terakhir bertemu dengan putranya.
Udin Dan Djarwo berjalan mendekati mereka.
"Salam Hormat yang mulia kaisar" ucap Udin dan Djarwo hampir serempak sambil membungkuk.
"Kalian tidak usah formal begitu, Bila kalian tidak datang menyembuhkanku dan juga putraku mungkin kami sudah kembali menghadap sang dewata agung" ucap Li Wan.
Kemudian Li wan membungkuk.
"Terima kasih banyak atas pertolongan Tuan muda dan Tuan - tuan sekalian" ucap Li wan kemudian berdiri.
"Sudah sepantasnya yang membutuhkan pertolongan kami bantu tanpa diminta Paman" ucap Udin.
"Hem.... Kalian mau minta apa? Nanti akan aku kabulkan" ucap Li Wan mengira Penolongnya itu meminta imbalan.
"Hem... Beneran kah itu itu paman?" ucap Udin.
"Iya.... Benar.. Aku gak akan berbohong pada dewa penyelamatku ini" ucap Li Wan.
"Baiklah... Udin minta buah untuk dimakan disini paman. Masalahnya Udin pengen makan buah saja ,masa ada tamu datang gak disuguhkan makanan" ucap Udin.
"HAAAAAAAAAAAAA" ucap Li Wan dan Li Shan sambil membuka mulutnga lebar - lebar.
Li Wan pikir Udin akan meminta hartanya. Ternyata yang diminta Udin adalah Buah saja.
.
.
-----****-----
.
.
.
Nampak seorang wanita berada di sebuah kamar tidur.
"Hem... Sebentar lagi aku dan Putraku Chang Wei Lan akan Menguasai kekaisaran Chang." ucap Wanita itu sambil memegang botol berisi racun.
Tak lama kemudian
Tok....Tok...Tok.... Suara pintu di ketuk.
"Siapa malam - malam begini datang kekamarku" ucap wanita itu lalu menaruh botol kecil tersebut di dalam laci . kemudian berjalan ke arah pintu.
Kriiiieeettt.. Pintu terbuka.
"Ada apa malam - malam begini kamu datang kesini" ucap seorang wanita itu
__ADS_1
"Maaf nyonya Mei... Kaisar Li Wan sudah sembuh " ucap seorang prajurit.
"APPAAAAAAAAAAAA!!!!???" ucap Wanita itu bernama Mei ,lengkapnya Mei Yeyen terkejut dan Tak percaya. Sebab racun yang diberikan pada Li Wan belum ada penawarnya,sebab Pembuat racun itu belum menemukan bahan yang cocok sebagai penawar Racun tersebut.
"Apa yang kau katakan itu dapat dipertanggung jawabkan ?" ucap Wanita itu agak ragu.
"Iya Nyonya Mei... Hamba melihat sendiri. Ada anak kecil yang menyembuhkan kaisar Li Wan,Kemudian Kaisar Li Wan terlihat segar bugar dan bisa bergerak." ucap Prajurit itu.
"Sialaaaannn......." ucap Mei Yeyen
BRAAAAKKKKK.... Suara pintu tertutup sangat nyaring.
"Aku harus menaburkan lebih banyak racun untuk menyingkirkan pria tua tak berguna supaya dia cepat mati" ucap Mei Yeyen tak sabaran melihat kaisar Chang Li Wan mati. Ia belum dapat kabar dari organisasi pembunuh bayaran itu.
***
Nampak seseorang mengawasi wanita itu dari atas pohon sambil merekam. Sebab jendela kamar itu masih terbuka.
"Hem.... Ternyata dia biang keladinya. Suweek tenan og. Dah dikasih hati malah minta jantung" ucapnya dalam hati.
Sosok itu terus merekam kejadian yang sangat penting. Alat itu pemberian dari Shan.
.
.
.
-----****-----
.
.
.
Di Ruang keluarga Kekaisaran Chang.
Nampak 5 orang sedang menikmati Buah yang ada dimeja makan. Mereka adalah Udin,Rissa,Djarwo,Li Wan Dan Li Shan.
"Nak Udin asalnya darimana" ucap Li Wan.
"Udin berasal dari desa Bulan paman." ucap Udin.
"Desa Bulan?? Dimana itu Nak" ucap Li Wan.
"Desa Bulan itu berada didekat kerajaan Jian Paman. Apa paman tahu?" ucap Udin sambil menikmati anggur.
"Kerajaan Jian? Hem...... Siapa nama kaisarnya Nak?" ucap Li Wan merasa pernah mendengar. Tapi lupa,jika disebutkan nama kekaisarannya barulah ia bisa ingat.
"Gak tahu Paman,jangankan nama kaisar, tempatnya saja Udin tidak tahu" ucap Udin.
"Ini Nak Udin mau kemana?" ucal Li Wan penasaran. Sebab Udin dan Rissa masih muda.
"Berpetualang saja paman," ucap Udin.
"Apa kalian tidak takut bila di hadang gerombolan penjahat?" ucap Li Wan melihat tingkat kultivasi Pamannya Udin masih lemah.
"Tenang saja Paman. Kami ber enam masih bisa menghadapinya" ucap Udin.
" Ber Enam? Terus yang lainnya kemana,kok cuman kalian bertiga saja?" ucap Li Wan heran.
" Mereka sedang mencari angin saja paman" ucap Udin.
"Ooo... Begitu" ucap Li Wan.
"Eh... Shan... Kamu mau ikut kami apa gak?" ucap Udin,Karena sebelumnya Udin tidak tahu Bahwa Li Shan adalah putra mahkota Kaisar,jika tahu maka Ia tidak akan menyuruh Li Shan mengucapkan sumpah dan janji setianya.
"Hem..... Aku gak tau Bos" ucap Li Shan.
"Masalahnya pelaku utama yang meracuni kami belum tertangkap" ucap Li Shan.
"Kalau aku bantu terus pelaku tertangkap apa kamu mau ikut?" ucap Udin .
"I..I..Itu....tergantung ayahanda dan Bos saja." ucap Li Shan.
"Ayah tidak melarang kamu berpetualang Nak,Malah ayah senang jika kamu mendapat seorang teman seperti Nak Udin ini" ucap Li Wan.
"Nah Itu Ayahmu setuju,kalau aku seh itu terserah padamu. Mau ikut apa enggak aku tidak memaksa,bila ikut maka kekuatanmu bisa bertambah serta keahlianmu juga bertambah" ucap Udin.
"Bingung aku Boss" ucap Li Shan Galau.
"Bagaimana jika Nak Udin tinggal disini saja" ucap Li Wan memberi usul.
"Maaf Paman Wan,Udin tidak bisa berlama - lama di suatu tempat." ucap Udin.
"Oooo begitu... Oh iya hampir lupa. Apa Shan'er mengetahui ciri - ciri yang menyerang dirimu itu Nak?" ucap Li Wan.
"Tahu ayahanda...Ada lambang tengkorak lalu ada daun 3 lembar" ucap Li Shan
"APAAAAA!!?? ucap Li Wan terkejut. Soalnya itu adalah organisasi pembunuh bayaran paling ditakuti.Bahkan kerajaan saja bisa dihancurkan oleh Organisasi itu.
"Apa paman tahu siapa yang menyerang Li Shan.?" ucap Udin.
"Iya Paman tahu,mereka adalah sekelompok orang dari oraganisasi pembunuh bayaran paling ditakuti " ucap Li Wan.
"Hem.... Begitu ya. Baiklah besok kami akan ratakan tempat itu paman" ucap Udin.
"Heeeeeehh????!!!
"Kenapa Paman Wan?" ucap Udin heran melihat ekspresi Li Wan Dan Li Shan.
"Jangan Nak... Masalahnya mereka rata - rata berada diranah immortal semua" ucap Li Wan.
"Tenang saja Paman Wan,Kami sanggup kok, Besok kami akan menghancurkan Organisasi itu." ucap Udin.
"Hem... Nanti Paman bantu mengirim Prajurit,sekarang kalian beristirahat saja dulu,sebab sudah larut malam." ucap Li Wan.
"Siiap Paman " ucap Udin.
"Shan'er Antarkan mereka dikamarnya nak" ucap Li Wan.
"Baik Ayahanda" ucap Li Shan.
"Paman Wan... " ucap Rissa.
"Iya Nak Rissa ...Ada apa?" ucap Li wan berhenti ketika mau melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang keluarga kekaisaran.
"Paman Wan jangan makan makanan yang ada dimeja dekat paman ya,soalnya makanan itu ditaburi racun," ucap Rissa.
"EH!!!?? Chang Li Wan terkejut.
"Baiklah.. Terima kasih sudah memberi tahu Paman" ucap Li Wan lalu pergi.
"Ayoo Bos..... Aku antar kalian Kekamar" ucap Li Shan berdiri.
"Baik putra Mahkota Li" ucap Udin.
"Aiiisssh... Panggil namaku saja Bos. Seperti biasa saja" ucap Li Shan Tak enak Hati Udin memanggil dirinya putra mahkota.
__ADS_1
"Hehehehehe....." Udin cengengesan saja sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Kemudian Mereka Pergi menuju Kamar tidur diantar oleh Li Shan.