Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 25


__ADS_3

Wina melayangkan pedangnya ke arah leher Udin.,Udin menunduk,Sambil mengayunkan tongkatnya Ke kaki Wina.


Udin hanya menggunakan 20% tenaga dalamnya.


Wina melompat sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal.


Udin menghindar menggulingkan badannya kesamping kiri lalu berdiri


Taak..... Pedang Wina mengenai tanah.


Semua mata yang melihat latih tanding tersebut jantungnya berdebar - debar,sebab yang menjadi lawan Udin latih tanding adalah guru Wina yang ahli pedang dan hapal semua jurus di pedepokan Bintang Laut


Wina melesat sambil mengayunkan pedangnya di sertai tenaga dalam.


Udin menahan pedang Wina memakai tongkatnya memakai tenaga dalam.


Penonton termundur satu langkah terkena hempasan energi tenaga dalam kecuali Puspita Diningrum.


Traanggg....Trangg...Traangg...Traang....


"Sial...Mengapa tanganku kesemutan begini ketika pedangku berbenturan pada tongkatnya.." ucap Wina dalam hati sambil melayangkan serangan ke Udin.


"Jurus tongkat Pemecah badai langkah pertama " ucap Udin dalam hati.


Udin menggerakkan badannya menyerang Wina.


Trang...Trang...Traang....Traang....bunyi pedang dan tongkat berbenturan.


Wina melompat ke atas sambil menggunakan jurus peringan tubuhnya. Udin ikut melesat ke atas.


Trang.....


Udin menendang ke arah Wina,Wina menghindar. tendangan energi tenaga dalam Udin melesat ke arah Pohon di belakang Wina.


Booomm.....batang kayu hancur separo terkena energi tenaga dalam Udin.


Wina turun ke bawah.Udin mengikuti Wina sambil menyerang.


Trang...Trang...Trang...


Wina melompat mundur sejauh 2 tombak.


"Jurus Tongkat pemecah badai langkah ke dua" ucap Udin dalam hati sambil menambah lagi tenaga dalamnya menjadi 40 %.


Udin melesat memutar - mutar tongkatnya ke arah Wina.


Begitu jaraknya hanya 1 tombak,Udin melepas tongkatnya,


Nampak Tongkat Udin berputar - putar mengarah ke Wina.


Wina menahan laju tongkat Udin.


Trangg...Trang...


"EH.....!!?? Wina terkejut melihat Tongkat Udin tak terpental dan masih menyerang Wina.


"Sial... Mengapa tongkatnya bisa bergerak sendiri." ucap Wina dalam hati.


Udin mengeluarkan pedang dari dalam tubuhnya.


Nampak penonton terkejut saat Udin tiba - tiba memegang pedang,dan pedang itu bewarna biru terang


Udin melesat menyerang Wina sambil mengendalikan tongkat dengan pikirannya dan tenaga dalamnya.


Udin memegang tongkatnya kembali.


"Yess.... Berhasilll" ucap Udin dalam hati ketika melihat ia berhasil mengendalikan tongkatnya untuk menyerang.


"Jurus pedang Penghancur nyawa.." ucap Udin dalam hati.


Nampak pedang Udin di selimuti petir.


Traaang...... Pedang Udin berbenturan dengan pedang Wina.


Nampak pedang Wina retak.


Trang.... Trang...


Udin melayangkan Tongkat ke arah kaki wina ke kiri.sedangkan pedangnnya ke tubuh Wina ke kanan.


Wina melewati di sela - sela Serangan Udin,sambil melesatkan tinjunya ke dada Udin.


Tapi belum sempat Wina menyentuh,Tangan Wina seperti tersengat ,dengan cepat ia menarik tangannya.


Udin menyimpan kembali pedangnya.Lalu melempar Tongkatnya ke arah Wina.


Wuut...Wuut....Wuut...Wuut... Nampak tongkat Udin berputar - putar.


Udin melesat ke arah Wina sambil menggunakan tenaga Dalamnya.


Trang...Traang....Wina menahan Serangan tongkat Udin.


Udin melepaskan pukulannya ke arah Wina yang sedang menahan tongkatnya.


Nampak tangan Udin di selimuti petir.


Wina mengelak...


Wuuussshh.... Energi tenaga dalam di sertai tenaga petir melesat ke arah Pohon.


Boooom........ Pohon itu hancur terkena pukulan jarak jauh Udin.


Lalu Udin menangkap tongkatnya.


"Sial... Tenaga dalamku terkuras...." ucap Wina dalam hati.


------***-----


Ruang balai pertemuan.


Umam,Arya Sentanu dan cempaka mendengar suara ledakan.


"Suara apa itu...." ucap Arya Sentanu.


"Embooh..." ucap Umam lalu menghilang melesat ke arah sumber suara tersebut.


Arya Sentanu dan Cempaka lantas ikut melesat ke sumber ledakan.

__ADS_1


---***---


Halaman pedepokan.


Udin menendang ke Wina,Wina menghindar.


Energi tendangan Udin mengenai murid yang sedang menonton.


Umam muncul sambil melayang,karena terhalang oleh penonton.


Buuggghhh..... Murid itu terpental ke belakang terkena energi tenaga dalam yang Udin lepaskan.


Bruuuk.... Murid itu menabrak pohon.


Hoeekk.... Murid itu mengeluarkan darah di mulutnya.


"BERHENTIIIIIII....." teriak Puspita Diningrum.Lalu ia melesat ke arah murid yang terkena energi tendangan tenaga dalam Udin.


Udin yang hendak menyerang Wina kembali terkejut,lalu menghentikannya.


Arya Sentanu sudah tiba tak lama kemudian Cempaka di samping Arya Sentanu..


"Kenapa berhenti Eyang Putri...." ucap Udin heran.


Puspita Diningrum tak menjawab,Ia mengalirkan hawa murninya,untuk mengobati luka dalam muridnya tersebut.


Udin menoleh ke Eyang putrinya.


"Sial....Aku tadi mengenai salah satu penonton." ucap Udin dalam hati.


Udin berjalan ke arah Eyang putrinya sambil menghentakkan tongkatnya.


Umam melayang menuju Ke arah Udin.


Para penonton melihat Umam yang terbang melayang ada terkejut,ada yang ketakutan,ada pula yang pingsan.


"Dia..Me..Melayang.....


"Siapa Diaa.....


"Akuu gak tahu...


"Ha....Hantuu...


Umam mendarat di dekat murid yang terluka lalu mengarahkan telapak tangannya. Umam membantu menyembuhkan murid tersebut.


2 tarikan Nafas,murid itu sudah sembuh lalu Umam menarik tangannya.


"Dia sudah sembuh..." ucap Umam melihat Eyang putri Udin masih mengalirkan hawa murninya.


Puspita Diningrum lalu menarik tangannya.


"Terima kasih telah membantuku Umam..." ucap Puspita Diningrum.


"Sama - sama..." ucap Umam.


"Maaf Eyang putri .....maaf mbak yang terluka...Jaka gak sengaja..." ucap Udin.


"Iya gak apa - apa Jaka... Lagian ini salah Eyang Putri tak memberi ruang gerak yang luas,sehingga penonton terkena dampaknya..." ucap Puspita Diningrum.


"Iya Jaka... Aku juga terlalu dekat melihat kamu latih tanding tadi." ucap wanita yang terkena serangan Udin.


"Asem.....Kalau Jaka Di hukum..Paman Umam juga harus di hukum..." ucap Udin.


"Lah...Salahku apa Bos...?" ucap Umam heran.


"Mosok Paman wes lali... Tadi pagi Paman ngapain..." ucap Udin.


"EH......!!???... Gak Jadi...Gak Jadi Eyang Putri... Jaka gak usah Di hukum." ucap Umam.


"Tadi Pagi??" gumam Cempaka mendengar obrolan antara Umam dan Udin.


Umam merasakan ada bahaya mendekat,lalu Umam melihat sebuah anak panah melesat ke arah Udin.


Udin pun mendengar suara anak panah secara samar - samar makin lama makin jelas.


Dengan Sigap Umam menangkap anak panah itu.


Tap....


Umam melihat sumber asal anak panah tersebut.


Ada seseorang berpakaian warna hijau sejauh 70 Tombak .


Umam lalu menghilang.


"EH.....!!!?? Semua yang ada di situ terkejut kecuali Udin,Cempaka,dan Arya Sentanu.


---***----


Diatas Pohon.


Ada sosok orang berpakaian hijau. Sosok itu memegang busur panah sambil melihat pedepokan Bintang Laut. Ia melihat anak kecil berambut putih,cocok dengan ciri - ciri yang di sebut oleh Raja Awan.


Ia menunggu momen yang pas sambil menarik separo tali busurnya.


"EH....!!!??? Siapa Pria yang melayang itu?...


"Nanti sajalah aku beri tahu pada Gusti prabu..." ucap Sosok berbaju hijau dalam hati. Begitu ia merasa keadaan sudah pas,ia menarik kencang tali busurnya di di sertai tenaga dalam,lalu melepaskan anak panah tersebut.


"Sial....Rupanya dia bisa menangkap panahku..


"EH......!!???Sosok berbaju hijau terkejut,tiba - tiba sosok yang menangkap panahnya muncul di depan dirinya,lalu ia hendak menyerang. Belum sempat bergerak,tiba - tiba dirinya sudah terikat tali,Kemudian ia menghilang.


---***----


Halaman pedepokan.


Umam muncul di samping Udin sambil membawa sosok berpakaian hijau dalam keadaan terikat.


"Siapa dia Umam?" ucap Arya Sentanu.


"Orang yang hendak mencelakai Bos..." ucap Umam.


"Bos...??? " ucap Arya Sentanu.


"Jaka..." ucap Umam.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu....


Sosok baju hijau diam saja tak menjawab.


"Cepat katakan atau aku akan memotong burungmu?" ucap Puspita Diningrum sambil menahan emosinya.


Umam memegangi burungnya.


Arya Sentanu lantas memeriksa tubuh sosok baju hijau. Ia menemukan lambang kerajaan Awan di balik baju tersebut.


"Permadi Sujiwo....Kamu telah menyatakan perang dengan Kami." ucap Arya Sentanu.


"Permadi Sujiwo Teh Saha...?" ucap Umam.


"Raja Kerajaan Awan paman Umam..." ucap Udin.


"Bentar Aku akan menangkap dia." ucap Umam.


Nampak mata Umam bewarna Biru,karena ia mengedarkan kesadarannya,


Lalu Umam menghilang.


"Kenapa Umam tiba - tiba bisa menghilang Kang..." ucap Puspita Diningrum.


"Dia pendekar Sakti... Aku saja tadi dibawa oleh Umam ke kerajaan Bulan tak sampai satu tarikan nafas.


Selang 10 tarikan nafas,Umam muncul bersama Permadi Sujiwo. Nampak Permadi Sujiwo babak belur,mukanya lebam,kaki dan tangannya patah .Nafasnya terasa berat.


"EH......!!!??? Mereka yang melihat keadaan Permadi Sujiwo terkejut.


"Kerajaannya sudah aku hancurkan,hanya ku sisakan si curut ini saja Bos...Terserah Bos mau di apakan.." ucap Umam.


"Se....Se..Serius Umam...?" ucap Arya Sentanu tak percaya,sebab hanya sekejap saja kerajaan Awan telah runtuh.


"Ya serius lah... Aku gak mau Bosku ini kenapa - kenapa lagi saat aku tak di sini...


"Apa perlu ku kirim kesana lagi untuk memastikan" ucap Umam.


"To...Loong... A...Ku..." ucap Permadi Sujiwo lirih.


"Tidak perlu Umam...Aku percaya padamu..." ucap Arya Sentanu.


Puspita Diningrum Lantas mengambil pedang milik Wina.Lalu ia menusukkan pedang itu ke Permadi Sujiwo.


Jleb......Pedang itu nancap di dada permadi Sujiwo tepat di jantungnya.


"Inilah pembalasanmu karena telah membunuh Ayah Syaifudin..." ucap Puspita Diningrum.


Arya Sentanu lantas mencabut pedang tersebut,Lalu memenggal kepalanya.


Sosok berbaju hijau ketakutan,karena nyawanya di ujung tanduk.


Arya Sentanu berjalan ke arah Sosok berbaju hijau.


"Ampuun....Tuan...Ampunnn..." ucap sosok berbaju hijau.


Arya Sentanu tak menjawab,Lalu ia mengangkat pedang itu lalu menebas leher sosok berbaju hijau.


Bruukk... Kepala sosok berbaju hijau terpisah dari badannya.


"Hiiiii.... Sadis juga Eyang kakungku ini..." ucap Udin dalam hati melihat Aksi Arya Sentanu.


"Bersihkan mayat - mayat ini. " ucap Arya Sentanu.


"Siap Ketua....." ucap Para murid dan guru yang ada di situ .


"Ayo Cucuku Udin....Kita ke dalam..." ucap Arya Sentanu. Ia tak menutup - nutupi lagi identitas Cucunya.


"Haaaaa.....!!!!??? para murid dan guru mendengar ucapan Arya Sentanu menjatuhkan rahangya kebawah. .


"Salam Hormat Raden Kanjeng Syaifudin...." ucap Mereka serempak sambil bersujud.


"Panggil saja Udin mbaak...dan gak usah bersujud padaku" ucap Udin.


Mereka berdiri semua.


"Oh iya...Hampir lupa aku Bos.." ucap Umam.


Umam mengeluarkan harta benda kerajaan Awan dari dalam cincin ruangnya.


"EH......!!???? Semua orang terkejut melihat banyak uang dan perhiasan di depan Umam.


"Itu buatmu saja Umam...Kami tak butuh..." ucap Arya Sentanu menolah harta tersebut.


"Sama... Aku juga gak butuh.... Yang aku butuhkan itu Imam Samudra di depanku" ucap Umam.


"Imam Samudra itu putra Paman Umam kah?" ucap Udin.


"Iya Bos..." ucap Umam.


"Hem....Ya udah... Paman boleh mencari putranya Paman...." ucap Udin.


"Tapi...." ucap Umam belum selesai di potong oleh Udin.


"Gak apa - apa Paman....Udin baik - baik saja kok...Nanti jika Udin butuh bantuan,Udin akan panggil Paman..." ucap Udin.


"Matur nembah nuwun Gusti Prabu Udin..." ucap Umam sambil memberi hormat


Umam lalu menghilang.


"Cempaka...Simpan semua harta ini ke ruang penyimpanan harta.." ucap Arya Sentanu.


"Siap Ketua..." ucap Cempaka.


Arya Sentanu menggendong Udin,Lalu Berjalan ke arah Ruang Balai pertemuan di ikuti Puspita Diningrum.


Tak Lama kemudian mereka sampai.


"Cucuku Udin... Sudah saatnya dirimu menggantikan Ayahmu.." ucap Arya Sentanu.


"Udin gak mau Eyang kakung...Udin loh masih anak kecil..." ucap Udin.


"Lalu siapa yang akan memimpin bekas wilayah Permadi cucuku...?" ucap Arya Sentanu.


"Ya eyang kakung sama eyang putrilah.." ucap Udin.


"Cah Bagus... Tadi itu pedang yang kamu pegang itu munculnya dari mana? dan Umam tadi kok bisa mengeluarkan banyak harta dari kerajaan Awan juga darimana?" ucap Puspita Diningrum.

__ADS_1


"Kalau pedang itu Udin simpan di tubuhku Eyang putri,jika soal Harta,Itu paman Umam menaruh di dalam cincin ruang.


"Cincin ruang????.....


__ADS_2