
3 orang sedang menuju di kediaman Lin shang peng. Mereka adalah Udin,guru Xin dan Shen .
"Wangiii" ucap Udin.
"Apanya yang wangi Tuan muda" ucap Guru Xin.
"Rambut guru" ucap Udin.Padahal tubuh gurunya yang Udin cium.
"Ooo..." ucap guru Xin.
Tak lama setelah itu Udin tertidur.
Guru Xin ini adalah Guru latihannya Udin,hanya saja Udin jarang berlatih.Sebulan hanya sekali kadang tidak latihan selama sebulan.
Tak lama kemudian mereka sudah tiba dirumah lalu masuk kedalam.
Guru Xin meletakkan Udin dikamarnya setelah itu keluar dari kamar tersebut bersama Shan.
"Shan....Apa kau lihat tuan muda kita?" ucap Guru Xin.
"Iya aku lihat...Tuh dia lagi tidur" ucap Shen.
"Iiiih....Bukan itu." ucap Guru Xin.
"Lah terus aku lihat apanya?" ucap Shen tidak paham.
"Tuan muda kita sudah diranah pendekar emas,padahal sebelum dia lupa ingatan masih manusia biasa tanpa kultivasi." ucap guru Xin.
"Ooo...Itu kirain apaan" ucap Shan.
"Dari mana dia mendapatkan kekuatan sampai diranah pendekar emas Shan?" ucap guru Xin.
"Dari Ibunya mungkin" ucap Shen.
Guru Xin mengiyakan saja jawaban Shan,karena jawaban Shan masuk akal.
Kemudian Mereka berjalan berpisah,Shen kebelakang untuk merokok,Shan tidak berani merokok di depan tuan mudanya,selalu bersembunyi jika Shan ingin merokok. dan guru Xin gak tahu pergi kemana.
***
Tengah malam Udin terbangun,
"Hem.... Dah malam rupanya" gumam Udin.
krucuk...krucukk....suara perut Udin.
Udin mengingat kapan terakhir makan.
"Aih...Hampir seharian gak ada makan,pantesan perutku teriak minta jatah." ucap Udin lalu bangun dan berjalan ke arah meja. dimeja Udin selalu tersedia buah - buahan ,kalau habis,maka pelayan dirumahnya yang mengisi kembali.
Udin duduk lalu memakan buah - buahan itu.
"Hem...Tadi paman Shan bisa bahasa jawa,tapi mengapa Ibu gak bisa ya?" ucap Udin dalam hati sambil makan apel.
Lagi asik - asiknya melamun ,tiba - tiba muncul buku disebelahnya.
"Asemm....bikin kaget aja...
"Kerjaannya siapa seh ini?" ucap Udin sambil tolah toleh..
"Gak ada orang..
Udin mengambil buku tersebut.
CARA MENYEMBUNYIKAN TINGKAT KEKUATAN.
"Hem....Buka gak ya? buka saja lah..Siapa tahu ada gunanya" ucap Udin.
Udin pun membaca buku itu sambil makan.
"Boleh juga teknik ini,biar orang lain tidak tahu kekuatanku meskipun orang itu diatasku." gumam Udin.
Tak lama kemudian Udin mengantuk dan tertidur setelah membaca buku tersebut.
Buku Itu menghilang secara tiba - tiba setelah Udin selesai membaca.
.
***
.
.Pagi harinya.
Tok... Tok...Tok... Suara pintu diketuk.
"Tuan muda" ucap Guru Xin.
Tak ada jawaban dari Udin.
Guru Xin membuka pintu..
Kreeeiitt.... Suara pintu terbuka.
Guru Xin masuk kedalam.
Ia melihat Udin tidur dengan posisi duduk kepalanya disandarkan dimeja. Nampak kulit buah berhamburan sisa Udin makan.
"EH!!!...
"Kok gak kelihatan lagi tingkat kekuatannya !!....Anehhhh" gumam Guru Xin melihat Udin.
"Tuan Muda" ucap Guru Xin sambil mengoyangkan bahunya Udin.
"Maafkan akuuu...." ucap Udin mengigau..mengeluarkan air mata.
"Iya..Tuan muda aku maafkan. Ayo bangun Tuan muda.Di tunggu Ibu" ucap Guru Xin.
Namun mata Udin tetap terpejam.
"EH!!!...Dia menangis..Apa yang di mimpikannya ya?" ucap Guru Xin tersadar jika Udin belum bangun.
Karena tak enak hati membangunkan Udin,ia memutuskan mengangkat tubuh Udin lalu meletakkannya di ranjang. Setelah itu Guru Xin keluar tak lupa menutup pintu.
"Paijo...Awas kowe yoo" ucap Udin.Mengigau.
.
.
.
----***---
.
.
.
Tak jauh dari rumah Udin. Seorang pria nampak memegang suatu benda.Jarinya lincah memainkan benda itu. Dia adalah Shan.
Shan sedang mengirim pesan ke penduduk dunia jiwa Udin yang dulu, menggunakan HP.
Pesan tersebut sukses terkirim,kemudian ia mematikan HP tersebut lalu menaruhnya didalam cincin ruangnya.
Setelah kirim pesan,Shen melesat kearah pintu kamar Udin,dan berjaga disana.
Udin terbangun..
"Hoooaammm.....
"EH!!!.....
"Perasaaan aku tidur dikursi situ deh,kok bisa aku disini" ucap Udin heran.
Lalu Udin bangun dan berjalan kekamar mandi.
10 menit kemudian Udin sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya.
"enaknya ngapain ya? ucap Udin
"Hem.......
"Tuan Muda" ucap Guru xin dari luar pintu.
"Masuk guru,.." ucap Udin.
Guru Xin masuk berjalan ke arah Udin.
"Hari ini Tuan muda latihan ya.. " ucap Guru Xin.
"Oke...Aku latihan.." ucap Udin.
"Ya sudah kalau mau mancing lagi" ucap Guru Xin berbalik dan berjalan..
Baru 2 langkah berjalan berbalik arah lagi.
"Tuan muda mau latihan??" ucap Guru Xin tak percaya,Ia pikir tadi jawabannya iya Aku mau mancing ,begitu mengingat kembali ia berbalik arah untuk menyakinkan pendengarannya.
"Iya guru,Udin mau latihan" ucap Udin memgiyakan saja,daripada bingung mau ngapain.
Kening Udin Dipegang guru Xin lalu memutar tubuh Udin untuk memeriksa seperti seorang Tabib.
"Guru kenapa??ucap Udin heran.
"Tidak apa - apa,guru pikir Tuan muda sakit lagi" ucap Guru Xin.
Udin berjalan keluar namun guru Xin tetap berada ditempat semula,kemudian Udin menoleh.
"Jadi latihan apa tidak guru? kalau gak jadi aku mancing saja" ucap Udin.
__ADS_1
"EH!!!.....
"Jadi.....Jadi....." ucap Guru Xin Menyusul Udin.
Setelah 20 menit mereka sudah di lapangan untuk berlatih.
"Guru... Udin latihan apa?" ucap Udin.
"Tuan muda akan belajar bersemedi untuk menghirup energi alam " ucap Guru Xin.
Guru Xin lalu memperagakan latihan tersebut,Udin dengan patuh mengikutinya meski
"Apa yang tuan lihat" ucap Guru Xin.
"Wajah cantik guru" ucap Udin karena guru Xin ada didepannya duduk jongkok.
"Bukan itu.....,
"energi alam yang terkumpul didepan Tuan muda" ucap Guru Xin bersemu merah mukanya.
"Sialaan...Jika dia Shen sudah aku cium karena memujiku,sayangnya bocah kecil yang memujiku" ucap Guru Xin dalam hati.
" Bola warna - warni guru" ucap Udin polos.
"Warnanya apa saja tuan muda?" ucap Guru Xin penasaran. Soalnya dia merasa dirinya saja hanya 1 warna dari awal sampe sekarang. Lah ini bocah kecil punya banyak warna.
"Merah,...Hem....Gak tahu lagi guru..Aku pusing lihatnya." ucap Udin. Soalnya Udin melihat banyak sekali warna yang muncul berlarian kesana kemari.
"Cukup tuan muda,sekarang Tuan muda fokuskan kekuatannya ditelapak tangan.
Udin mematuhi perintah gurunya itu.
keluarlah Api berbentuk kupu - kupu.
Soalnya Udin membayangkan Api itu berbentuk kupu - kupu warna putih.
"APAAA!!!???... Guru Xin terkejut.
Api udin bewarna putih.
"Guru.......
"sudah belum......
"lama - lama kepalaku pusing ini" ucap Udin..Setelah itu pingsan. Karena kekuatan Udin masih lemah sehingga tidak bisa mempertahankan api tersebut dengan lama.
Bruukk...
"Wah ....Gawat malah pingsan lagi,bisa kacau. Entar aku dapat omelan." ucap Guru Xin dalam hati.
Kemudian dia mengalirkan hawa murninya.
Gak sampai 5 menit Udin terbangun.
"Syukurlah dia terbangun..Kalau enggak bisa - bisa aku di usir dari sini." ucap guru Xin dalam hati.
"Latihannya cukup sampai disini saja tuan muda,besok kita lanjut jurus pedang." ucap Guru Xin.
Udin diam saja namun dia menatap ke arahnya.
"Tuan Mu...." belum sempat menyelesaikan omongannya dipotong oleh Udin.
"Guru jangan bergerak.." ucap Udin ,
mengambil batu kerikil lalu melempar batu tersebut ke arah ular cobra memakai Qi.
Tak....Suara batu mengenai kepala ular hendak mematuk guru Xin
Lalu jatuh ke tanah dengan kodisi kepalanya Hancur.
Bruk...
Skill melempar Udin masih melekat,meskipun berada ditubuh orang lain.(Juara melempar mangga pakai batu)
"EH !!!
Guru Xin terkejut saat melihat ular cobra mati di dekatnya karena fokus terhadap majikannya.
"Nah sekarang guru aman" ucap Udin.
"Terima kasih tuan muda" ucap Guru Xin bersujud.
"Guru gak boleh sujud padaku,seharusnya aku lah yang bersujud." ucap Udin
"Iya tuan muda." ucap Guru Xin.
"Guru.." ucap Udin.
"Iya tuan muda ada apa?" ucap guru Xin.
"Gendoong,....Aku masih pusing" ucap Udin.
Guru Xin lalu menggendong Udin didepan.
"Guru..Paman Shan nampaknya suka pada guru" ucap Udin pelan .
"EH!!!...Mana mau dia sama guru Xin tuan muda" ucap guru Xin.
"Dari tadi dia ngelihatin guru terus" ucap Udin pelan.
Lalu guru Xin menoleh ke arah Shen yang tak jauh darinya.
"Bener ia melihat ku,Tapi....Apakah dia suka padaku" ucap guru Xin dalam hati. sambil berjalan.
"Sial ....Yang Mulia Raja malah bilang yang tidak - tidak. Padahal aku hanya mengawasi dia saja. Waassssuuu..." ucap Shen dalam hati yang fokus mendengar percakapan mereka.
Kini Udin sudah berada didalam kamar tidurnya lalu guru Xin tidak tahu kemana setelah mengantar Udin.
"Kenapa aku pusing ya pas ngeluarin api" gumam Udin.
Dimeja Udin muncul lagi botol berisi Pil.
Udin pun melihatnya. Lalu mendekat ke arah meja.
"Siapa yang memberiku pil ini?"ucap Udin dalam hati.
"Terima kasih" ucap Udin..
"Sama - sama" ucap suara wanita telepati.
"EH....!!!!.
Udin tolah toleh ..lalu mengecek di dalam kamarnya.
"Aneh....Gak ada orang" ucap Udin dalam hati.
Udin gak mau memikirkannya lagi duduk dilantai dan meminum pil itu..
Baaammm.....
Baamm...
Bammm...
Bamm....
Bamm....
Bamm....
Bamm....
Bamm.....
1 jam kemudian ledakan energi itu berhenti,karena pil energi sudah habis serta pil pondasinya juga habis.
Kini Udin berada diranah saint tingkat puncak.
"Hem....dantian ku mulai tambah Luas,Ini pil apa ya?" gumam Udin memperhatikan Pil yang berbeda dari sebelumnya.
"minum sajalah...." ucap Udin.
Glek...
Glek...
Gelk..
Glek...
Glek..
Tak lama kemudian..
"AAAAAAKKHHH.....
"IBUUUUUU........
"SAKIIITTT......
"AAAAAAAAKHH....
Udin mengerang kesakitan karena merasakan tulangnya hancur lalu membentuk lagi,hancur lagi..membentuk tulang baru lagi begitu seterusnya..
Penjaga yang yang mendengar jeritan Udin dari dalam kamar langsung masuk.
"Tuan muda..." ucap Penjaga A Panik.
"Panggilkan Nyonya cepat" ucap Penjaga A pada Shan.
"Iya" ucap Shan lalu melesat pergi.
__ADS_1
"AAAKKHHHH...
"SAAAAKIITTT...
Udin pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit itu, Sosok wanita penunggu cincin galaksi mengalirkan hawa murni agar tubuh Udin tidak meledak akibat menelan pil tulang.
Tak lama kemudian datanglah Ibunya Udin bersama Shan.
"Apa yang terjadi pada anakku Shan?" ucap Ibunya Udin.
"Maaf nyonya,hamba tidak tahu,karena tuan muda tiba - tiba saja berteriak kesakitan ketika kami berjaga" ucap Shan berbohong,Soalnya ketika Shan masuk sempat tercium sisa aroma pil tulang di kamar Udin.
Tubuh Udin diangkat oleh penjaga A ke ranjang.
"Y sudah,kalian kembali bekerja" ucap Ibunya Udin.
"Baik Nyonya" ucap mereka serempak membungkuk lalu pergi tak lupa menutup pintu.
Sang Ibu mendekat ke arah tempat Tidur Udin lalu duduk ditepi ranjang.
Nampak Udin tertidur dengan tersenyum.
"Maafkan Ibumu Nak..ðŸ˜" ucap Sang Ibu. Ia sangat menyesal telah memukul Udin waktu itu.Sebelumnya Udin tidak pernah begini.
"Ibu akan tidur disini menemanimu hingga kau dewasa nanti" ucap Sang ibu sambil mengelus rambut Udin.
Sang Ibu kemudian tidur disamping Udin sambil memeluk.
.
Selama mereka tidur .Udin secara tak sengaja tangan masuk kedalam sarang gunung ibunya dalam posisi miring masih tidur.
Sang Ibu terbangun karena kaget ,ia merasa gunungnya ada yang menyentuh.
Setelah melihat yang melakukannya itu putranya,ia tak mempermasalahkannya,malahan mengeluarkan 2 gunung miliknya dari sarangnya,Ia memegang tangan Udin lalu meletakkannya di gunungnya.
Tangan Udin bergerak meremas dan memilin.
"Aaahhh...
"Sialan...Mengapa aku bisa begini pada putraku sendiri" ucap Ibu dalam hati. Ia menahan sekuat tenaga sambil menggigit selimutnya Udin.Goanya basah akibat ulah tangan Udin.
Beruntungnya kejadian itu hanya 15 menit saja,lalu tangan Udin diam tak bergerak seperti tadi.
Nafas Ibunya Udin tak beraturan,ingin rasanya menuntaskannya. Sayangnya,sang suami belom pulang. 1 Minggu lagi baru pulang.
Terpaksa ia bermain sendiri sambil menggigit kain agar tak kedengaran dari luar.Ia memasukkan jarinya kedalam goanya.posisi tangan udin tetap menempel.
30 menit kemudian ia sudah selesai menuntaskan Hasratnyya itu.ia membenarkan kembali pakaian bawahnya ,yang sempat terbuka ketika ia memainkan goanya sendri.
setelah itu ia kembali memeluk Udin sambil membiarkan tangan Udin menyentuh gunungnya tak lama ia terlelap tidur.
.
.
****
.
.
Pagi harinya..
"EH!!!! Kok kenyal - kenyal" ucap Udin dalam hati,ia merasa tangannya menyentuh benda kenyal.
Begitu membuka matanya..
"IBUUUU???? ucap Udin terkejut.lalu melepaskan gengaman ditangannya.
Sang ibu yang mendengar suara Udin menyahuti tapi matanya malas membuka,ia masih ngantuk.
"Iya sayang,Ada apa?" ucap Ibu.
"Kok ibu tidur dikamarku?" ucap Udin.
"Ibu masih ngantuk..Nanti siang saja ibu cerita." ucap Ibu lalu tidur lagi.
"Asem....Pantesan aja aku pegang tadi itu kenyal - kenyal,gak tahunya Su2 Ibu" ucap Udin dalam hati.Ia beranjak turun secara perlahan agar ibunya tidak terbangun.
"EH!!!
"Kok basah sepreiku" ucap Udin dalam hati ketika tangannya menyentuh kain setengah basah.
"Paling Ibu ngompol" ucap Udin dalam hati.lalu bergegas kekamar mandi,tak lupa menyelimuti Ibunya,nampak Gunung kembar mengantung.Ia cepat - cepat menutupnya dengan selimut supaya Viktornya gak timbul.
Udin kekamar mandi 10 menit kemudian selesai lalu Ia berjalan keruang makan untuk sarapan.
Setelah sarapan Udin berjalan kearah lapangan
***
.Udin kini sudah dilapangan.
"Kita berlatih apa guru." ucap Udin.
"Kita hari ini latihan pedang" ucap Guru Xin sambil menyerahkan pedang dari kayu pada Udin.
"Ini bukan pedang guru,tapi tongkat" ucap Udin protes.
"Tuan muda,kalau pakai pedang sungguhan nanti tuan muda terluka,jika terluka maka bisa- bisa guru Xin Dipecat.Jika dipecat Guru Xin tidak bisa lagi mengajarkan tuan muda latihan kalau gak percaya tanyakan aja sama paman Shan"ucap guru Xin.
"EH!!! kok aku dibawa - bawa?" ucap Shan dalam hati,sedang mengawasi Udin. Nama lengkapnya Shan To.
"Iya deh...Gakpapa pakai tongkat. " ucap Udin pasrah..pengennya pakai pedang asli seperti yang lain.
"Nah sekarang perhatikan Guru ya,setelah itu tuan muda praktekkan." ucap Guru Xin. Lalu ia memberi contoh pada Udin
10 menit kemudian
"Nah....Sekarang gantian Tuan muda" ucap Guru Xin.
Udin pun mencobanya
."Kurang kuat,lebih Kuat mengayunnya...
"Kuda - kudamu salah.....
"Ulangi lagi....
Begitulah Guru Xin memberikan arahan bila Udin salah mempraktekkannya.
3 jam kemudian Latihannya selesai.
" cepat juga dia bisa melakukan gerakan paling sulit,aku saja butuh waktu 4 bulan baru lancar"ucap guru Xin dalam hati sambil memperhatikan Udin.
Udin duduk sambil bermain undur - undur. meskipun memiliki fikiran dewasa,tapi sifatnya masih anak - anak.
"Guru..." ucap Udin.
"Y tuan muda..Ada apa?" ucap Guru Xin...
" Ini binatang kok seperti paman Shan ya" ucap Udin memperhatikan jalannya hewan itu Mundur - mundur lalu ia tak sengaja melihat paman Shan mundur - mundur sambil joget .
???? guru Xin.
"Itu loh seperti lagu yang dinyanyikan paman shan.
"AKU MUNDUR ALON - ALON .🎶🎶
MERGO SADAR AKU SOPO🎶🎶
MUNG DI GOLEKI PASTI ATIMU PERIH 🎶🎶🎶
"Begitu guru" ucap Udin.
"Emang tuan muda tahu artinya?" ucap Xin. Memang dirinya sering dengar Shan nyanyi lagu bahasa aneh begitu juga Udin disaat dirinya masih bernama Lin Tian,tapi enak didengar meskipun tidak paham.
"Yang Udin tahu aku mundur pelan - pelan saja guru seperti hewan ini(sambil nunjuk undur - undur) . Selebihnya gak ngerti" ucap Udin berbohong.
"Ooo...begitu.." ucap Guru Xin sambil memegang dagunya.
"Diamputtt...kena lagi aku" ucap Shan dalam hati lalu pergi.
.
.
.
.
¤¤¤¤
.
.
.
.
.
Semoga terhibur.
.
Maaf bila ada typo dan salah pengetikannya.
Jangan lupa dilike ya Man teman..
__ADS_1
Matur suwun.